THE TRUE OF HEART
Suzaku berjalan menuju beranda diistana itu. Apa yang tadi didengarnya masih belum bisa dicerna dengan baik. Lulu akan bertunangan dengan Zero yang dia temui 2 hari lalu dirumah Lulu. "Haaaahh!" Suzaku menarik nafas panjang lalu menengadah keatas. Dilihatnya semburat putih dilangit. Ya itu Milkky Way. Suzaku jadi ingat 8 tahun yang lalu.
"Lulu lihat itu Milkky Way" ucap Suzaku menunjuk kelangit.
"Indahnya. Baru kali ini aku melihat Milkky Way" jawab Lulu takjub dengan pemandangan yang dia lihat..
"Ayo ucapkan permohonanmu. Kata temanku kalau kita mengucapkan permohonan saat melihat Milkky Way sama seperti saat melihat bintang jatuh" kata Suzaku memejamkan matanya. Lulu juga mulai memejamkan matanya dan berdoa.
"Aku harap aku akan selalu bersama Lulu" mohon Suzaku dalam hati.
"***..***" mohon Lulu.
(atas permintaan yang bersangkutan jadi yang diatas disensor...XD )
Suzaku tersadar dari lamunannya saat mendengar suara yang menuju ketempatnya. Saat dia berbalik dilihatnya Zero dan Lulu berjalan kearahnya.
"Zero kan gak perlu narik-narik tangan ku khan!. Sakit tau!" teriak Lulu pada Zero yang menarik tangannya menuju beranda tempat Suzaku berada.
"Ayo..Klo gak cepat nanti permohonannya gak terkabul" ucap Zero tetap manarik tangan Lulu.
"Uhh!.." Lulu hanya bisa cemberut karna dia tak suka berdiam diri diberanda. Itu membosankan.
Saat tiba diberanda Zero berhenti menarik tangan Lulu karna terkejut melihat Suzaku yang ada diberanda. Lulu pun terkejut karna Suzaku ada disana dan menatap dia dengan tatapan sendu.
"Suzaku..Kenapa kau ada disini?" tanya Lulu.
"Euphie mengundangku datang kesini. Aku kira ini upacar penobatan raja baru. Ternyata.."ucap Suzaku terhenti.
"owh jadi Euphie yang mengajakmu. Kau pacaran dengannya ya?" tanya Lulu dengan nada agak marah saat menyebut nama Euphie.
Suasana hening membuat ketiga orang itu diam tanpa kata dan Zero pun memutuskan untuk meninggalkan Lulu dan Suzaku berdua.
"Lulu aku akan mencari Kaname dulu. Kau bicaralah dengan Suzaku" ucap Zero meninggalkan Lulu dan Suzaku. (lagi-lagi tokoh lain. Maaf ya Yuuki aku mengambil Kaname)
Zero masuk kembali kedalam ruangan dan mencari Kaname ditengah kerumunan orang-orang itu. Euphie melihat Zero yang meninggalkan beranda dan mencuri dengar apa yang dikatakan Lulu dan Suzaku.
"Selamat atas pertunangan kalian. Semoga kalian bahagia. Ngomong-ngomong kapan kalian menikah?" tanya Suzaku dengan nada riang yang dibuat-buat.
"Jadi sudah sampai dimana kau mendengarnya?" tanya Lulu menuju pembatas beranda.
"Kau bertunangan dan nama aslimu Lulu Vi Britannia" ucap Suzaku masih dengan nada riang dibuat-buatnya. Tiba-tiba Lulu sudah ada dihadapan Suzaku dan melihat kalung yang dipakai oleh Suzaku.
"Kau masih memakainya. Padahal kau sudah bersama Euphie sekarang" kata Lulu.
"Kalau kau tidak senang aku akan membuangnya" kata Suzaku melepas paksa kalung itu dan membuangnya. BLETAK!, orang yang berdiri dibawah memegang kepalanya yang sakit kena kalung Suzaku.
"Ternyaata kau sudah melupakannya. Padahal aku kira kau akan menjaga kalung pemberianku. Nyatanya sekarang kau tidak memakainya. Kau benar-benar sudah berubah Lulu" kata Suzaku dengan nada dipenuhi emosi
"..."
"Semoga kau bahagia dengan Zero dibandingkan aku. Aku hanyalah orang jahat yang menyerahkanmu 8 tahun yang lalu akan pada penguasa Britannia karna aku takut Korban akan jatuh lebih banyak lagi kalau aku tak menyerahkanmu" ucap Suzaku tanpa memandang Lulu.
Lulu tak menanggapi kata-kata Suzaku dan berbalik memunggunginya. "Suzaku, andai kau tau perasaan ku yang sebenarnya. Andai kau tau kalau aku hanya memanfaatkan keadaan ini untuk menghentikan perang. Andai kau tau aku masih mencintaimu. Tapi aku tak bisa berterus terang sekarang karna pasti akan menhggagalkan rencanaku" batin Lulu yang tiba-tiba menangis.
Suzaku berjalan meninggalkan Lulu sendiri diberanda dan menuju kepojok ruangan untuk menangis. Euphie mengikuti Suzaku kepojok ruangan dan menepuk pundaknya. Saat melihat Euphie, Suzaku menangis dibahu gadis itu. Euphie hanya membelai rambut pemuda Jepang itu dan berbisik "Sudahlah. Masih ada aku disini. Jangan menangis lagi" ucap Euphie. Zero yang melihat Suzaku bersama Euphie langsung menuju beranda karna tidak bisa menemukan Kaname. (ngumpet dimana sich Kaname sama, L )
Zero menuju beranda dan menemukan Lulu yang tidak tau kenapa Lulu menagis langsung memeluk gadis itu dan membiarkannya menangis dipeluknya. Malam itu dua insan yang masih mencintai satu sama lain, lagi-lagi menangis disaat yang bersamaan. Zero menatap keatas dan memejamkan matanya lalu berucap dalam hati.
"Tuhan. Tolong berikan kebahagianaan pada Luluku tersayang. Aku ingin penderitaannya berakhir" ucap Zero dalam hati.
"Hiks...Hiks…Hiks…Kenapa semuanya begini?. Kenapa semuanya mati meninggalkan ku?" ucap seorang anak ditengah area yang baru saja dilanda pertempuran. Anak itu adalah Kurugi Suzaku 8 tahun yang lalu. Saat itu dia benar-benar sendirian disana. Banyak mayat bergelimpangan disekitarnya. Semuanya mati.
"Sudah jangan menangis. Aku akan menemanimu jadi jangan menagis" kata seorang anak mengusap airmata Suzaku.
Perlahan-lahan Suzaku membuka matanya dan melihat anak itu.
"Lulu.." ucap Suzaku terbangun dari tidurnya. Suzaku melihat keadaan sekitar dan ternyata dia ada dikamarnya. Lagi-lagi aku memimpikan peristiwa 8 tahun lalu. "Dulu mimpi itu muncul disaat aku berpisah dengannya. Tapi kenapa sekarang mimpi itu datang lagi?" batin Suzaku.
Suzaku melirik jam yang ada dimeja belajarnya. Ternyata baru jam 2.00. Suzaku masih memikirkan kejadian tadi malam diistana Britannia. Kenapa dia bisa membuang kalung yang tidak boleh dibuang walaupun Lulu bukan miliknya lagi.
Esok paginya diAsford Academy Suzaku berjalan menuju keruang kelasnya. Dalam perjalanan dia bertemu dengan Euphie yang meberinya selembar surat dan pergi meninggalkannnya. "Hah! Hanya memberika selembar surat sampai harus kesini menemuiku" batin Suzaku. Suzaku hanya memandangi surat itu dan kembali berjalan menuju kelas sampai tiba-tiba..
DUAK!.Suzaku menabrak Kallen dan Lulu yang berjalan membawa buku paket untuk dibagikan kepada siswa yang lain dikelasnya. Mengetahui kalau yang menabraknya adalah Suzaku, Lulu langsung membereskan buku yang berhamburan sedangkan Kallen masih meringis.
"Aduh!, siapa sich yang jalan gak liat-liat jalan!" teriak Kallen.
"Maafkan aku Kallen. Aku gak sengaja" ucap Suzaku sambil membantu Kallen berdiri. Lulu hanya diam dan membereskan buku-buku yang berjatuhan itu tanpa menatap Suzaku. Setelah membereskan buku yang hancur lebur itu Kallen dan Lulu pun kembali berjalan menuju kelas. Saat Suzaku ingin beranjak pergi juga, Suzaku melihat kebawah dan menemuka kalung yang sama dengan milik Suzaku. "Apakah ini kalung yang dulu aku berikan pada Lulu?, bukannya Lulu sudah membuang kalung ini. Kenapa masih sekarang kalung ini ada disini?" batin Suzaku dan memasukan kalung itu kesakunya.
Sampai dikelas Lulu melihat kalung yang dia pakai tidak ada. Lulu panik dan mencari kalung itu disekitar mejanya dan disekitar kelas. Lalu juga ditempat dia bertabrakan dengan Suzaku tapi NIHIL!. Lulu benar-benar panik sampai-sampai dia hampir menangis. Karna kalung itu satu-satunya benda yang bisa mengingatkannya dengan kenangan-kenangan 8 tahun lalu. Lulu masih ingat bagaimana dia mendapatkan kalung itu.
To Be Continued..
hehehe.. ini dia chaper 4 udah muncul..gimana nie ceritanya?. saya sedang mengembangkan buat cerita selanjutnya.
thanks buat Claire yang sudah memberikan saya saran untuk cerita ini..
tolong review ya..
