Yap..nie dia chaper 6..thanks buat author jga tmn-tmn yang laen yang udh review..
hehehe..ayako jadi tambah semangat buat crta lgi nie..
THE GUARDIAN
Suzaku berdiri perlahan. Dirasakannya ada sesuatu yang mengalir dibibirnya. Suzaku hanya menatap tak percaya pada Zero yang dengan mudahnya mengalahkan Suzaku.
"Suzaku aku tidak terima kalau kau memperlakukan Lulu seperti ini " ucap Zero membantu Lulu berdiri. Lulu merasa kalau pinggangnya agak sakit. Encok mungkin.
(kayak nenek-nenak aja XD)
"Aku hanya ingin memastikan sesuatu" ucap Suzaku menghapus darah yang keluar dari bibirnya.
"Jadi disini begitu caranya menanyakan sesuatu pada orang. Benar-benar pendidikan yang salah " kata Zero sinis.
"KAU..." Suzaku hendak memukul Zero tapi dicegah oleh Lulu yang langsung memegang tangan Suzaku.
"Sudah cukup Suzaku. Aku akan pulang bersama Zero. Jangan ikuti aku lagi " kata Lulu berlalu bersama Zero. Suzaku hanya diam mematung tanpa bisa menjelaskan apa-apa.
"SIAL...SIAAALLL!" teriak Suzaku menggelegar.
Dirumah.
"Nee-Chan sudah pulang ya. Ada Zero Onii-san juga " ucap Nunally pada Lulu dan Zero.
Lulu hanya diam tanpa mendengarkan apa yang Nunally katakan. Lulu berjalan menuju kamarnya untuk istirahat. Tapi tiba-tiba Zero menarik tangannya dan membawa gadis itu keruang tamu.
"Sebaiknya kita minum teh dulu " ucap Zero sambil menatap Lulu serius.
"Eh!, tapi.."
"Tidak ada tapi-tapian. Ayo ikut " kata Zero menarik tangan Lulu.
"Ba-baik..." ucap Lulu tak iklas. Lulu tau kalau dia menolak Zero pasti marah padanya.
Tiba-tiba Sayoko data menuju ruang tamu tanpa membawa teh. Tidak biasanya Sayako tidak membawa teh untuknya.
"Nona ada telpon dari Euphiemia Li Britannia. Katanya ini penting " kata Sayoko lalu berjalan kedapur untuk membuat teh.
"Baik, aku kesana sekarang " kata Lulu beranjak menuju telpon.
"Hallo.."
"Hallo. Lulu ini aku " ucap Euphie dari seberang
'Ada apa Euphie?, apa ada masalah dengan Ayah? "tanya Lulu.
"Tidak. Aku cuma mau bilang kalau mulai besok Suzaku akan menjadi penjagamu " jawab Euphie
"A-apa? " tanya Lulu tak percaya. "Suzaku menjadi penjagaku?, bagaimana bisa? " tanya Lulu lagi.
"Ini perintah dari ayah. Ayah tak ingin kejadian buruk menimpamu. Kalau begitu sampai disini dulu. Aku masih harus bekerja " ucap Euphie menutup telponnya.
Lulu masih terbengong-bengong mendengar apa yang dikatakan Euphie tadi. Suzaku menjadi penjagaku?. My Guardian?. Oh tidak!...
Suzaku membuka surat dari Euphie dan membacanya.
Kepada: Suzaku Kurugi.
Atas Kuasa Charles Di Britannia Emperor Of Britannia ke-98. Mulai saat ini Suzaku Kurugi diangkat menjadi penjaga Lulu Vi Britannia sampai Lulu menikah. Jabatanmu tidak sebagai King Of Round tapi sebagai The Guardian. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
TTD: Euphiemia Li Britannia.
"Hah?, apa ini gak salah?, aku menjadi The Guardian?" ucap Suzaku kaget. Suzaku benar-benar gak percaya kalau dia harus menjadi pengawal Lulu. Setidaknya Suzaku bisa bersama Lulu sampai dia menika. "Kira-kira kapan ya Lulu menikah?" Tanya Suzaku kepada Arthur yang berada disampingnya. Arthur hanya memandang Suzaku dengan bingung.
(mana bisa kucing ngomong Suzaku. Bego!)
Beberapa hari kemudian Lulu agak merasa risih karna Suzaku selalu mengikuti kemanapun dia pergi. Sampai-sampai ketoiletpun ikut. Capek deh!..
"Suzaku berhenti mengikutiku!" teriak Lulu sehingga semua mata tertuju padanya.
"Tapi saya harus melindungi anda Lulu Vi Britannia" ucap Suzaku tak bergeming dari teriakan Lulu.
"Inikan Sekolah. Gak mungkin ada penjahat disini" teriak Lulu untuk yang kedua kalinya.
Tiba-tiba ada yang mendorong vas bungan dan refleks Suzaku menarik Lulu kedalam pelukannya.
BUAK!. Pecahan pot bunga berhambur kemana-mana. Lulu yang melihat hal itu langsung begidik kalau tadi Suzaku tidak menolongnya pasti dia sudah terluka.
"Terima kasih Suzaku" ucap Lulu dan melihat kearah Suzaku. Lulu terkejut karna sekarang bibirnya dan bibir Suzaku semakin dekat. Dan dalam sekejap bibir mereka bertemu.
"Mmmp" Lulu mencoba berontak tapi Suzaku menahannya. Cuiman itu bertahan selama 10mnt dan Suzaku melepaskan ciumannya. Wajah Lulu merah padam karna Suzaku menciumnya.
"Aku mencintaimu Lulu" ucap Suzaku membuat gadis itu berlari meninggalkannya sendiri. Bibirnya masih terasa manis.
"Jadi kau1 kalipun tak pernah menciumnya ya" ucap Suzaku pada Zero yang keluar dari tempat persembunyiannya.
"Aku tak pernah berniat untuk menciumnya" ucap Zero.
"Hah?. Mana ada yang seperti itu dizaman kayak karang " jawab Suzaku meremehkan.
"Asal kau tau Kurugi Suzaku. Gadis itu masih mencintaimu dan dia tak mungkin memalingkan hatinya padaku" kata Zero dengan wajah serius.
"Kalau dia benar-benar masih mencintaiku kenapa dia bertunangan denganmu?, aku tak mengerti dengan apa yang ada dipikirannya" ucap Suzaku tak kalah seriusnya.
Zero mendekati Suzaku dan memberikannya sebuah diary dan berkata "Ini milik Lulu. Bacalah dan kau akan tau apa yang dia rasakan 8 tahun ini" Zero berbalik dan memandang Suzaku lagi "Besok kami akan bertunangan. Aku harap kau bisa membaca apa yang direncanakan Lulu dan..." Zero tidak melanjutkan kata-katanya dan pergi begitu saja meninggalkan Suzaku sendirian. Suzaku memandang diary itu dan masih memikirkan apa maksud perkataan Zero barusan.
To Be Continued..
