Summary: Yukari sepertinya akan mendapat hal buruk.
Genre: Romance/Friendship
Pair: Minato.A/Yukari.T
Rated: T ajah cukup~
Ramalan
© ZuuKuro
Persona 3 is belong to Atlus. Kalo punya saya bakal saya jaidiin game hentai dan yaoi #sambit#
This fic Cuma buat have fun aja, jadi bila ada sama alur, kata" dll itu gak di sengaja, dan kalo ada pihak yang merasa d rugikan karena fic ini, dengan senang hati saya menghapus fic ini. Makasih :3
Yukari Takeba, seorang cewek, ber gender perempuan (?) ber spesies Homo Sapien, bangun di sabtu pagi yang cerah. Dia menatap ke arah luar jendela kamarnya dan melihat kea rah burung-burung yang berkicau dengan indahnya. Sisa-sisa badai salju semalam masih terlihat jelas. (tahun baru di jepang tuh bulan januari kan? Dan pas januari masih ada salju kan?)
"Sudah pagi." Gumamnya sambil tersnyum. Dia lalu mengalihkan perhatiannya pada seseorang yang masih telelap dengan epicnya. Manusia bersurai biru gelap itu terlihat damai dalam tidurnya. Yukari menyibakkan sedikit rambut yang menutupi mata si biru gelap.
"Selamat pagi. Terima kasih atas semalam." Kata Yukari lalu segera turun dari kasur dan menuju dapur untuk membuat sarapan.
Jadi, sebenarnya apa yang di lakukan si surai biru yang di ketahui bernama Arisato Minato itu di kamar Yukari? Apa mereka begituan sema- #author dibantai Yuka# Mari kita flash back ke malam sebelumnya.
Flashback On
Dorm 00.00
Badai salju menari-nari dengan cetarnya, di dalam sebuah kamar dorm, seorang gadis terlihat meringkuk di pojok ruangan.
Sreek-sreek
Bayangan ranting pohon yang terkena angin badai berhasil dengan sukses menggesek jendela kamar gadis itu. Tapi itu saja sudah cukup membuat gadis itu ketkutan karena…
"KYAAAAA!"Gadis itu berteriak ketakutan. Ditambah tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
"S-siapa di sana?" Tanya gadis itu ketakutan di balik selimutnya.
"Ini aku. Arisato, yukari." Kata orang itu.
"A-Arisato-kun?" Tanya gadis yang di ketahui bernama Yukari tersebut sambil menyembulkan kepalanya keluar selimut.
"Iya. Ini aku." Kata Minato tetap dengan suara dinginnya. "Aku mendengarmu berteriak. Jadi aku kesini." Lanjutnya.
"A-aku tidak apa-apa." Kata Yukari bersikap tsundere.
"Oh, ya sudah, kalau begitu aku akan kembali ke kamarku." Minato lalu berbalik arah.
"Tunggu!" Yukari menahan lengan Minato.
"Te-tetaplah di si…" Belum selesai Yukari menyelesaikan kalimatnya, ranting pohon kembali menggesek jendela dengan cukup keras.
"KYAAA!" Otomatis, Yukari langsung melepaskan lengan Minato. Dan menutup telinganya.
Minato yang melihat itu awalnya sedikit terkejut. Tidak menyangka bahwa teman (atau lebih dari teman) satu dormnya ini takut pada badai kecil. Minato pun merangkul Yukari dan menuntunnya ke ranjangnya.
"Itu kan Cuma badai kecil." Minato berusaha menenangkan Yukari.
"Ta-tapi kan tetap saja…" Yukari kehabisan kata-kata.
"Ya… ya… ya… aku mengerti. Sudahlah, kembali tidur saja."
"tidak bisa…"
"Oh…baiklah, ku rasa aku mengganggu tidurmu, jadi aku kan kembali saja ke kamar dan membiarkanmu tidur" Minnato beranjak dari kasur Yukari.
"Ti-tidak! Tetap di sini…" Yukari menahan lengan Minato untuk kedua kalinya. "Te-temani aku tidur." Pinta Yukari dengan semburat merah meyembul di pipinya.
Minato menghela nafas.
"Baiklah." Katanya.
Flashback off
Dan begitulah mereka bisa tidur satu ranjang malam itu. Tenang, karena fic ini rating nya T jadi gak ada begituannya :3
Yukari jadi blushing sendiri ngebayangin kalau semalam dia tidur seranjang sama Minato.
"Pagi…" Suara seseorang yang baru bangun tidur dansangat di kenalnya itu membuatnya kaget dan membat roti yang dimakannya hamper membuatnya tersedak.
"Ah, p-pagi Arisato-kun." Yukari menjawab sapaan Minato dengan gugup.
"Yang lain mana?" Tanya Minato lalu mengambil roti dan duduk di kursi depan Yukari.
"Hum… Akihiko-senpai jogging pagi, Mitsuru-senpai sedang ke toilet, dan yang lainnya masih tidur." Jelas Yukari.
"Oh." Hanya itu respon Minato.
Hening.
Hening.
Hening.
Hening.
"Arisato-kun…" Yukari berusaha membuka pembicaraan.
"Hn?"
"Ya… yang semalam…" Belum selesai yukari dengan kalimatnya, tiba-tiba seseorag dating dengan epicnya.
"Pagi semua!" Seru seorang Akihiko.
"Pa… pagi Akihiko senpai." Yukari agak kesal dengan kedatangan Akihiko.
"Kalian semua pagi ini gak ada acara kan?" Tanya Akihiko.
"Aku rasa gak ada." Kata Minato.
"Gimana, kalo hari ini kita semua ke kuil, berdoa! Sekalian ajak Koromaru juga. Gimana?" Usul Akihiko semangat.
"Ada apaan sih pagi-pagi berisik." Tiba-tiba mitsuru dating entah dari mana.
"Ah, Mitsuru-senpai. Akihiko-senpai mengajak ke kuil bersama." Jelas Yukari.
"Aku rasa bukan ide yang buruk. Tapi kita gak bisa lama-lama di kuil, kaena sorenya kita harus ke festival sekolah." Mitsuru sepertinya menyukai ide Akihiko untuk pergi ke kuil.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membangunkan Ken dan Junpei." Minato beranjak, dari tempatnya duduk.
"Pagi semua." Tiba-tiba Fuuka dan Aigis dating dan ikut bergabung. Jadi, Yukari gak perlu bangunin 2 orang itu.
Dan… setelah persiapan dan lain-lainnya, satu dorm itu berangkat menuju kuil tedekat buat sembahyang tahun baru :3
Yukari dan Minato berjalan paling belakang. Yukari-sedikit-sedikit melirik kea rah Minato yang sedang mendengar lagu lewat headphone kesayangannya. Dia kemudian melirik kea rah lengan Minato. Dia ingin menggandeng tangan Minato, tapi ragu.
(Ayo Yukari! Beranikan dirimu!) Yukari menyemangati dirinya sendiri. Ketika tiba-tiba seseorang menggandeng tangannya.
"Kalo lagi jalan, jangan meleng. Entar kepisah." Kata Minato yang menggandeng tanagn Yukari.
"I… iya…" Kata Yukari sambil menenggelamkan wajahnya pada syal yang di pakainya karna malu.
~(030)~
"Ambil ramalan yuk!" Fuuka mengajak Yukari, dan perempuan lainnya setelah mereka berdoa.
"Kalian masih percaya ramalan?" Tanya Akihiko.
"Ya… gak gitu juga sih. Emang kenapa Akihiko-senpai?" Tanya Fuuka.
"Gak papa kok." Akihiko tersenyum.
"Selera anak cewek tuh aneh ya?" komentar Akihiko setelah Fuuka dkk pergi.
"RT Senpai" seru junpei.
~(030)~
"Kyaaa! Aku dapat beruntung!" Seru Fuuka.
"Aku dapat sangat beruntung." Kata Mitsuru.
"Aku dapat keberuntungan sedang~" Seru Aigis.
"Yukari, bagaiamana dengan ramalanmu?" Tanya Aigis.
"Li... lihat saja sendiri." Yukari memberikan kertas ramalannya.
"Sa… sangat sial?" aigis membaca tulisan di kertas yang di berikan Yukari.
"Gantung saja ramalanmu di ranting pohon, nanti nasibmu bakal membaik." Usul Mitsuru.
"I… iya!" seru Yukari.
~(030)~
Sepanjang perjalanan pulang, Yukari terus memikirkan isi ramalannya tersebut. Di kertas itu tertulis hal-hal yang sial. Tapi yang paling membuatnya khawatir adalah ramalan soal percintannya. Di situ tertulis:
Percintaan:
Kekasihmu akan berpaling dan akan di rebut oleh orang lain jika kau tidak mempertahankannya.
Yukari memutar otak. Kira-kira seperti apa rival yang akan muncul dan merebut Arisato-kun darinya?
"Hei." Sebuah tangan menepuk pundak Yukari lembut. Lgai-lagi Minato.
"Lagi mikir apa? Kan aku udh bilang jangan bengong kalo lagi jalan. Bahaya." Dan sekali lagi Minato menggandeng tangan Yukari.
"A… aku tidak apa-apa." Kata Yukari ragu. Dia menjadi ragu untuk datang ke festival sekolah.
Zuu: Wuah~ maaf banget bagi yang sudah menunggu kelanjutan fic ini, saya sedang mengalami kudeta otak dan hati labil *vickymode* yah, yang penting chap 2 nya udah jadi :3 Terima kasih buat yang udah nge review di chap sebelumnya, dan makasih juga buat yang udah baca (walau gak review). Ayo~ Ayo~ silahkan tinggalkan review kalian biar authornya makin semangat bikin cerita ini~
