Hahaha… Akhirnya update juga… Maklum, aku kan (sok) sibuk … *ngomong sok sambil ngibas-ngibas rambut*
Wkwkwkwkwk!*err…(?)*
Oh ya, aku amat sangat ga nyangka sama review-riview yang datang, well semuanya positif… Padahal aku udah negative thinking tuh, dengan siap-siap ngehadapin flame yang datang!*payah*
Oh ya, untuk Naru yang kayanya kelewat OOC, sebenernya aku mau menonjolkan sisi 'polos' dari Naru. Soalnya berdasarkan wawancara yang aku ajukan sama teman-temanku di sekolah cowok polos itu lagi populer , karena menurut mereka cowok polos itu kesanya manis and cute! Begitulah….
Wew… Jawab Anonymous dulu ya…
Namikaze Meily Chan: Sungguh? Suka? Wa… Mint terharu…ToT*nangis Bombay* hhe, maafkanlah author yang lebay ini… Untuk update kilat, sepertinya ga bisa deh… Guru-guru lagi bales dendam abis liburan…
iinchan: Tenang aja iinchan! Pasti aku lanjut kok! Sory kalo nunggu agak lama, and makasih lho atas kesabarannya!
Thx juga buat semua yang uda review, buat:
Tisa's Flower, Sabaku Tema-chan, NaruSaku LuffyNami IchiRuki, Masahiro 'Night' Seiran, danMarMoet Hime Chan
Love u all!^^
Oh, ya untuk memperjelas, Ino, Sakura, Naruto, Sasuke, dan beberapa chara yang tak aku sebut beserta beberapa OC numpang lewat itu satu kelas di kelas XI-1, sedangkan Hinata, Lee, Gaara, Shikamaru dan beberapa chara lainya beserta OC numpang lewat, ada di kelas XI-4. Untuk chara lain akan diberi tahu lebih lanjut nanti… Karena belum terpikir oleh author.
Akhir kata…
Selamat membaca!
Rated: T
Pair: Bingung!
Genre: Romance/Drama
Warning: AU, OOC, typo yg akut, gaje, kegilaan tanpa sebab,bahasa tak bisa baku, pair melimpah-ruah, dll…
Disclaimer: Bukan aku… Bukan kakakku, bukan orang tuaku… Aku tak mengenalnya, yang kutahu namanya Masashi Kishimoto…
Season's Garden by Kayama Michi
Summary: Setiap musim memiliki kejaibannya sendiri. Namun semuanya memiliki kekuatan untuk menyatukan hati mereka yang dipasangkan dengan benang emas venus…
…~*~…
Spring:
Season Garden
"Uu… Uzu… Maki?" ucapku terbata-bata.
Sementara Naruto yang kini sudah ada di posisi
Naruto kembali pada posisi awalnya.
"Kau sakit ya? Hmm… Tidak panas sih…?" ucapnya santai sambil memasang mimik berpikir.
'Si bodoh ini menempelkan dahinya pada dahiku! Wajahnya terlalu dekat!'
Wajahku Sakura mulai memerah…
Tunggu dulu… Memerah? Tidak! Wajahku tidak boleh memerah seperti ini! Memalukan!
'Aku ini idola, bahkan aku bisa memesang tampang misterius di depan Sasuke sekalipun. Sungguh memalukan jika aku tersipu hanya oleh anak baru ini.'
"Sudah lah… Kalau kau merasa tidak sehat bilang-bilang!" teriak Naruto dari kejauhan.
'Tapi…Sentuhan ini… Perasaan ini… Kenapa terasa begitu…
Nyaman? Aman?'
Sakura mulai menggelengkan kepala untuk meyadarkan diri. Tatapanya masih setengah hampa.
'Tunggu dulu?' pikir Sakura saat memandang dua sosok manusia dihadapannya yang sedang berjalan berdampingan.
Si pria yang berambut jabrik kuning cerah berjalan santai melipat kedua tanganya di belakang kepala, melontarkan humor renyah dan jawaban polos.
Sedangkan si gadis manis berjalan pelan mengiringi langkah si pria sambil sesekali menimpali pembicaraan yang diselingi gelak tawa.
Naruto pergi sambil bercandaan dengan… Hinata?
Sakura terdiam membatu.
Terbangun dari lamunanya Sakura menggelengkan kepala membuyarkan lamunanya.
'Astaga…'
'Dia… Berbahaya!'
.
Esoknya di Kediaman Haruno
"BANGUN!" teriak kencang Sakura sambil mengguling-gulingkan "gundukan" selimut diatas kasur yang sedang meronta.
"Nnnnnnggg…" jawan seorang cowok dalam "gundukan" yang sedang asik menjutkan mimpinya. Si cowok hanya mengenakan kaos putih polos dan celana selutut.
"Bangun kau! Dasar pemalas!" omel Sakura.
"Berisik, dasar cerewet…" jawab "gundukan" dengan termalas-malas.
"Kau ini…" ucap Sakura sambil mengeluarkan deathglarenya.
Sementara sosok di dalam "gundukan" itu merasa merinding. Memutuskan untuk bangun, mengetahui kakaknya yang murka lebih menyeramkan dari hantu salju.
"I… Iya…" ucapnya sambil terbata-bata agak ngeri, si pria berambut jabrik hitam kecoklatan itu sambil berapikan rambutnya yang acak-acakan.
"Makan sana." perintah ketus Sakura pada adik bungsunya, Konohamaru Haruno.
"Hnn…" jawab Konohamaru kesal.
"Baka…" gumam Sakura kesal.
.
SMA Toujou
Satu pagi yang normal seperti biasa(minus Sasuke yang turun pamor)… Beberapa anak menyalin PR, beberapa belajar, dan melakukan aktifitas yang biasa. Tenang dan damai.
Seorang cowok berjalan santai menuju kelas X-1. Memasang senyum tulus pada siapapun yang ia temui.
Seorang gadis manis mengalihkan pandangan malu-malu dari buku yang ia baca. Memandang terkesima pada sosok yang baru saja lewat. Si gadis indigo mulai merona merah…
'Suara langkah yang khas… Menyeret tumit perlahan… Dia… Mempesona?...
Ah! Bepikir apa aku ini… Apa aku sudah…'
"Hem… Sepertinya Hinata jatuh cinta ya?" ujar sebuah suara.
"Hn, mungkin…" jawab Hinata polos tanpa sadar…
Hening sejenak…
Hening…
Hening…
1…
2…
3…
Connect!
"IE? TIDAK TIDAK! A, AKU TIDAK NAKSIR SAMA NARUTO-KUN KOK! TI, TIDAK!" jawab Hinata setengah berteriak sambil terbata-bata.
"Hmp… Hhhh… WAHAHAHAHAHA! HINATA SALTING!" tawa si pemilik suara, Ino Yamanaka sambil terpingkal-pingkal setelah gagal menahan tawanya.
Hinata terdiam sambil menutup mulunya sendiri.
"Aku tidak bilang kalau itu si Uzumaki kan? Dan… Hei! Sejak kapan kau memanggil dia pakai nama kecil? Pakai embel-embel kun segala… Ckckckck…"
Hinata langsung blushing karena malu.
"A… Ano Ino-chan… Jangan bilang-bilang Sakura-chan ya…" pinta Hinata.
"Iya, iya… Dasar kamu ini…" ucap Ino selayaknya kakak menenangkan adiknya.
Sementara sesosok manusia termenung mendengar perbincangan kedua gadis manis itu…
.
Pelajaran pertama hari ini dimulai dengan pelajaran Biologi yang membosankan bersama Orochimaru-sensei, guru aneh yang tergila-gila pada ular.
Seperti biasa hampir seluruh anak tertidur dengan nyenyaknya, sedangkan beberapa mencatat ceramah panjang Orochimaru-sensei dengan setengah hati.
Sementara sesosok laki-laki berambut kuning cerah menguap malas di bangku belakang kelas.
Sosok tersebut mulai menggeliat malas ke sudut tumpukan buku-buku biologi yang tebal. Perlahan matanya mulai terpejam mulutnya menyuguhkan senyum kecil, detik berikutnya sosok tersebut sudah tidur dengan pulasnya.
Yap, sosok tersebut bernama Uzumaki Naruto.
Seorang gadis berambut cokelat gelap sebahu yang duduk tak jauh dari bangku Naruto terkikik perlahan.
Gadis tersebut menoleh ke belakang, berbisik-bisik pada temannya yang berambut merah.
Tak makan waktu lama, hampir seluruh gadis-gadis di kelas sudah berbisik-bisik, beberapa terkikik perlahan sambil menatap satu tempat yang sama.
Hingga keributan kecil ini sampai kepada gadis berambut pirang dengan gaya ponny tail.
"Ssttt! Sakura!" bisik si gadis pirang sambil melempar gulungan kertas kecil pada seorang gadis beramput merah muda.
Si gadis pink hanya membalas dengan tatapan mencela, lalu membuka gulungan kertas dengan tulisan kecil miring khas, yang berbunyi:
'Hei Sakura! Coba tengok samping kananmu! Manis kan?.!'
Sekali lagi primadona sekolah ini hanya memasang wajah tak tertarik, dan dengan enggan menengok ke arah kirinya.
'Cih, paling cuma Sasuke…' pikir Sakura, karena dua bangku sebelah kiri dari Sakura adalah bangku sang pangeran Uchiha, Sasuke tentunya.
Namun saat memandang ke arah yang dituju, pemandangan tak terduga yang muncul di depan matanya.
Seorang Naruto Uzumaki yang sedang tertidur pulas dengan wajah yang… Yah, tak ada kata lain yang tepat menggambarkanya… Cute!
Tak seperti anak cowok lainya yang biasanya saat tertidur di kelas bisa membuat jijik yang memandang. Ada satu hal yang membuat pria dihadapannya ini… Menarik hatinya…
Wajahnya begitu polos, mulutnya yang memamerkan senyum kecil yang begitu polos dan tulus.
Tanpa sadar senyum polos seorang Naruto Uzumaki sukses membuat senyum kecil muncul dari wajah manis Sakura Haruno.
'Argg! Apa-apaan Sakura! Waras lah!' pikir si gadis pink dengan wajah yang tersungut-sungut.
Sambil menggelengkan kepala dan mulai memfokuskan diri melanjutkan mencatat ceramah panjang Orochimaru-sensei dengan setengah hati.
Sementara Ino memandang wajah sahabatnya itu dengan ekspresi yang sulit diduga…
.
'Tetttttttttttt…'
Bel pulang akhirnya berdering, mengakhiri pelajaran Matematika yang membuat kepala bekerja 10 kali lebih keras.
Sakura segera bergegas merapikan buku-bukunya.
"Sakura! Aku tunggu di luar ya!" ucap Ino sambil lalu.
"Ya" jawab Sakura singkat.
Ditengoknya kea rah pintu, arah kepergian Ino. Didapatinya Hinata sedang menunggu di depan pintu kelasnya. Sakura segera mempercepat kegiatanya membereskan bukunya.
Selesai membereskan buku-bukunya, gadis tersebut segera bergegas menuju Hinata dan Ino yang dipikirnya pasti sudah menunggu.
Namun… Sebuah pemandangan tak terduga muncul di depan mata sang primadona.
Bukan… Bukan Sakura yang ditunggu Hinata…
Seorang laki-laki berambut kuning cerah sedang tertawa bersama sang gadis indigo sambil berjalan meninggalkan kelas XI-1.
Sakit? Sesak? Mungkin itu yang sedang Sakura rasakan…
'Sialan… Dia benar-benar berbahaya…'
.
Gerbang Utama SMA Toujou
Seorang gadis pirang berdiri sendirian. Matanya beberapa kali menatap hampa pada jam tanganya.
'Kemana perginya Sakura?' pikirnya kesal.
Tiba-tiba matanya menatap kaget pada sosok 2 orang yang datang.
Seorang gadis berambut panjang indigo berjalan berdua dengan seorang laki-laki dengan rambut kuning cerah. Keduanya saling tertawa dan bercanda...
"Hinata? Uzumaki?" ucap Ino tanpa sadar.
" I…Ino…" jawab Hinata pelan sambil tersenyum.
Sementara Naruto hanya menatap perlahan dengan pandangan seperti orang berpikir.
"Umm… Yamanaka-san?" ucap Naruto tak yakin.
"Ya," balas Ino singkat, seakan tidak mengindahkan basa-basi Naruto.
"Hinata, mau kemana kau?" tanya Ino mengintrogasi.
"Eh. Ano…" ucap Hinata tak menjawab. Perlahan mata Hinata dan Naruto saling beradu pandang, Hinata seakan meminta pertolongan.
"Begini Yamanaka-san… " sambung Naruto mengambil alih.
"Sebenarnya, kami mau pergi ke "
.
Depan Gerbang SMA Toujou
Seorang gadis pirang dengan rambut panjang yang diikat tinggi berjalan perlahan menyusuri jalan menuju rumahnya.
Sementara pikiranya masih melayang dan berpikir tidak terfokus.
"Kyaaaa!" tiba-tiba sebuah yang motor melaju dengan kencang hampir menyerempet Ino. Seluruh buku-bukunya keluar dari tas, dan berserakan di jalan, sukses membuyarkan lamunan sang puteri Yamanaka.
"Jangan ngebut dong! Pengendara motor tidak tahu sopan santun!" maki Ino pada pengendara motor yang hampir menyerempernya dan kini berdiam diri memandanginya setelah turun dari motornya.
"Tidak punya sopan santun! Kalau tidak bisa naik motor jangan ngebut! Payah! Sok pakai motor besar tapi mengendarai motor saja tidak becus! Dasar!" Ino terus memaki-maki sambil memunguti bukunya yang berserakan.
Si pengendara motor segera melepas helmnya dan mulai membantu Ino membereskan buku-bukunya yang berserakan. Sementara Ino melanjutkan makianya tanpa sekali pun memandang orang yang dimaki. Sementara cowok pengendara motor itu hanya diam dan meneruskan membereskan buku-buku Ino.
Setelah semua buku selesai dibereskan mereka bangkit berdiri. Sementara Ino yang sedari tadi terus memaki-maki dan menggerutu terus melanjutkan kata-kata pedasnya. Sementara cowok itu masih bergeming.
"Lain kali hati-ha…." ucapan Ino terputus ketika ia menengok pada yang dituju makianya.
"Ha… Ha… Err… Lain kali hati-hati ya!" ucap Ino melembut dan membungkuk dalam-dalam.
"Hei, cewek aneh!" ucap cowok itu akhirnya. Membuat Ino tercengang.
"Seharusnya kau sadar diri, pakai matamu!" ucap cowok tersebut sambil menjitak pelan kapala Ino.
"Ka… Kau…" ucap Ino mulai emosi.
"PERGI KAU!" teriak Ino murka dengan horornya.
'Dasar! Apa sudah habis cowok cakep yang abik di muka bumi ini?" pikir Ino histeris.
Sementara cowok tersebut hanya nyengir tak berdosa.
...~Continued~...
Maksa banget Konohamaru muncul disini!^^ Muncul semata-mata author penggemar KonoHana, kwkwkwkw!
Err... Minta saran semua readers untuk memberi saran via riview siapa yang jadi pairnya Ino... Aku bingung...
Oh ya, maap ya! Sepertinya cerita ini kependekan….
Sory, aku sibuk banget minggu ini, apakah updatenya kelamaan?
Jika iya, maaf menunggu…^^
Maaf kalau di chap ini banyak salah-salah. Yang penting…
Riview please?
