Ok…
Update.. Update!
Thanks to review:
Green Crystal: Maaf deh kalo jadi spoiler… :p Tapi nikmati aja ya fict-nya… :D
Faiz: Hehehe… Thank you suka pairingnya… Tapi di sini nggak ada romance yg fluff kok… :D
BlackKiss-san: Sorry typo-nya… waktu itu uploadnya tengah malem sih… :p Tapi makasih dukungannya(?).
Ai-Mage: Salam kenal juga… :D
Chibimilo-san dan Ciel Elric-san: Salahkan Fuhrer Grumman kalo ada peran yg gak sesuai (Author nggak bertanggung jawab).
Sizuka-san: Hehehe.. Sorry Typo-nya.. yup, di chapter ini ada Edward :P
Miyazaki-san: Riza mah kesel dikit-deikit langsung nembak kan? :p
Cinderella Alchemist
Act 2:
Dance Party Invitation and preparation.
….
….
Di Jalan utama Ibu kota…
Seorang pengawal kerajaan tampak berjalan dengan diam tanpa bicara sembari menyebarkan brosur undangan yang bertuliskan:
DATANGI!
Pesta Dansa kerajaan
Pangeran Roy akan memilih gadis idamannya di pesta ini!
Bagi Gadis yang merasa pantas untuk menjadi istri sang pangeran,
Datang, dan Berdansalah!
Tanggal XXX Bulan XXX!
Lokasi: Istana, Ruang serba guna.
Ttd: Raja Grumman.
Undangan yang cukup untuk membuat wanita berteriak kegirangan atau gemetar senang kan?
Ya.. Tentu saja… Seandainya…
Seandainya pengawal kerajaan yang membagikan brosur itu tidak memiliki tanda luka berbentuk tanda silang di wajahnya, memiliki tato yang memenuhi lengannya dan memasang muka sangar.
Gadis-gadis ibu kota (yang merupakan penonton yang dipilih secara acak untuk jadi figuran) tersebut memang akhirnya berteriak dan gemetar… Ketakutan…
…
….
Sementara itu di kediaman 'Olivierella' (mulai sekarang manggilnya gini aja yah.. :p )
"Ibuu! Istana mengundang gadis-gadis di ibu kota untuk menghadiri pesta dansa!" Teriak Alphonsia sambil berlari dan melambai-lambaikan brosur yang diterimanya dari pengawal kerajaan di jalan tadi.
"Wow… Ada kemungkinan kalian dijadikan istri sang pangeran…" Sahut Miles tak kalah hebohnya.
"Kyaaaa!" Falmania mencoba berakting sebagai cewek histeris, yahsilahkan dibayangkan sendiri reaksi para penontonnya.
"Kalau aku nanti pakai baju ini cocok tidak?"
"Semoga aku bisa dansa dengan sang Pangeran!"
"Raja sedang mencari selir tidak ya…?"
Setelah beberapa dialog cewek histeris tersebut, para pemeran antagonis kita itu sadar akan adanya sosok Olivierella yang diam-diam memperhatikan mereka.
"…"
"…"
Para pemeran di atas panggung hanya bisa diam.
Sementara muka Olivierella tampak mulai masam karena terlalu lama menunggu giliran dialog-nya.
"Sssttt… Falman… Giliranmu ngomong kan? Ayo cepat marahi Olivierella…" Tegur Alphonsia.
"Takut ah! Kau saja sana yang marahi dia…" Falmania balas menyenggol Alphonsia.
"Yasudah.. Ibu saja yang memarahi dia…" Kata Al dan Falman bersamaan.
Miles hanya bisa mengalah. Lagipula, pikirnya, ini hanya akting kan?
"Olivierella!" Bentak sang ibu tiri. "Kamu tidak boleh ikut ke pesta dansa!"
"Ke… Kenapa ibunda…" Tanya Olivierella dengan nada takut-takut. Tetapi akting suara sang jendral tampaknya jauh diatas akting mukanya. Alih-alih pandangan ketakutan, dia malah refleks memberikan deathglare gara-gara bentakan dari mayor-nya tadi.
"Ahh… Anu.. Itu…. Falmania, kau yang jelaskan sana!" Perintah ibu Miles sembari menyembunyikan dirinya di belakan badan Falmania.
"Pangkat mayor, tapi ternyata pengecut…" Pikir Alphonsia dan Falmania bersamaan.
Singkat cerita. Olivierella dilarang ikut ke pesta dansa dengan alasan-alasan yang jauh dari masuk akal. (yang belum jelas silahkan baca cerita originalnya ya…)
…
…
Malam Pesta Dansa.
Olivierella yang ditinggal oleh saudara-saudara tirinya di rumah, tampak sedang berkeluh kesah.
"Huu…huu…huuu…. Sa.. Saudara tiriku itu jahat-jahat sekali sih? Hiks… Ma.. Masak aku disuruh tinggal di rumah dan membersihkan semua sudut rumah… Hiks…." Tangis Olivierella.
Akting dari sang Jendral wilayah Briggs tersebut terlihat sangat bagus. Bahkan beberapa penonton sudah berlinangan air mata.
"Se… Seandainya saja aku punya kekuatan lebih…" Tiba-tiba ekspresi Olivierella berubah. "Akan kucabik-cabik mereka!" Geramnya dengan mengeluarkan aura pembunuhnya.
…
…
Tiba-tiba secercah sinar terlihat berkelap-kelip di jendela.
"Permisi… Apakah ada gadis yang sedang sedih di rumah ini?" Tanya sebuah suara.
"Si.. siapa kamu?" Tanya Olivierella.
Cahaya tersebut menembus jendela, membuat sosok berbentuk manusia, dan….
Pintu terbuka, dan masuklah sebuah peri dengan baju berwarna merah tua dan berambut pirang dengan jambul lancip di bagian depan.
"Namaku peri Ed..." Kata Peri tersebut. "Aku ada di sini untuk membantumu keluar dari masalahmu…."
"Ed… Rupanya kamu jadi peri ya… Cocok juga…" Kata Olivier keluar dari skenario.
Mendengar komentar dari Olivier, mau –tidak mau Edward merasa tersanjung juga. "Te.. Terima kasih…"
"Tinggi badannya cocok…" Tambah Olivier.
"&%^#$^!" Geram Ed, tetapi tidak berani untuk menunjukkan amarahnya.
…
…
"Jadi.. Kau tidak bisa ke pesta dansa karena dilarang oleh saudara-saudara tirimu?" Tanya peri Ed.
"I.. iya…" Jawab Olivierella.
"Kalau begitu, kau tinggal berangkat sekarang, dan pulang sebelum mereka datang." Kata peri Ed.
"Ba.. Bagaimana mungkin…. Baju dansaku sudah dihancurkan oleh kakak-kakakku.. Dan naik apa aku ke sana untuk bisa jalan secepat itu?" Tanya Olivierella.
"Baiklah… Aku akan membuatkan gaun dan kereta untukmu…"
Peri Ed kemudian menepukkan tangannya, dan menpukkannya ke bahan-bahan yang sudah tersedia di panggung. Dan jadilah….
Sebuah gaun malam berwarna hitam dengan sedikit garis putih dan merah yang memberikan kesan 'gothic', tak lupa dengan rantai-rantai dan gantungan-gantungan erwarna emas.
Lalu kereta berbentuk labu…. Berwarna hitam dan dilengkapi dengan hiasan duri-duri berwarna perak dan gambar mata dan mulut yang dipenuhi gigi-gigi tajam di bagian depan.
"A… Apa ini?" Olivierella tampak bingung melihat ciptaan dari sang peri tersebut.
"Hehehe… Ini Desain-ku sendiri… bagus kan?" Jawab peri Ed.
"Bi.. Bisa diganti tidak… Aku lebih suka yang biasa-biasa saja…" Pinta Olivierella.
"Huu… Aku kan sudah susah payah memikirkan desain ini…. LAgipula menurutku ini sangat bagus kok… Sangat Sangar!" Kata Ed menolak permintaan 'klien'-nya.
Olivierella lalu mencengkram bagian depan baju peri penyelamatnya, lalu memandanginya dekat-dekat dengan tatapan pembunuh.
"Ganti!" Katanya dengan singkat tapi penuh emosi.
"Ba…baiklah…." Kata peri Ed 'mengalah'.
Dan kereta dan gaun Olivierella-pun dirubah desain dan warnanya oleh sang peri.
"Tapi… Aku tak punya kuda, dan di sekitar sini tidak ada kuda yang bisa menarik kereta ini…" Keluh Olivierella kemudian.
"Tenang saja… Aku sudah membawa hewan-hewan gaibku… mereka bisa menarik kereta ini lebih cepat daripada kuda…" Jawab peri Ed.
Dan kemudian muncullah empat siluman. Siluman Singa, Gorilla, Katak 'tanggung', dan babi hutan, ke atas panggung.
"Me… mereka juga dapat peran?" Tanya Olivierella.
"Yahh… Disuruh Grumman…" Jawab Ed singkat.
Dan dengan itu, berangkatlah Olivierella ke pesta dansa.
….
….
TBC…
Yup… Gaje ya chappie-nya? XD
Next Chapter: Di persta dansa!
