Special thanks to:
: Yosh… ini the second partnya, mudah-mudahan suka… ^0^/
Ciel-Kky30 : Ehem-ehem, soal saingan Sasuke pengennya sih ada… tapi siapa ya? Soal Sakura yang gangguin Naru… mungkin ya, mungkin nggak… hehe (author plin plan)
Min neul rin : okeeee silahkan.. ini lanjutannya….^.^
Desroschan : selamat menikmati chapter selanjutnya, mudah-mudahan suka….
Gunchan CacuNalu Polepel : Naru 100% manusia kok…Soal si Fuga-Fuga lagi dalam proses
Pattesa Oddes : Silahkan menikmati, mudah-mudahan suka…
Guest : bye-bye juga… hati-hati di jalan ya….
ar uzumaki : ok, ok lanjuuut….
Uzumaki wulan : okeeeeeeee
Anami Hime : aaaaaaa ok…. Umur Si Naru 17 tahun dan si Sasu baru 700 tahun ( dasar tua *di chidori Sasu*) Selamat menikmati the new chap
Kiroikiru no Mikazuki Chizuka : ne update-annya selamat membaca…
Tia Hanasaki : hm… bisa ga' ya mereka nikah…. Mungkin masih rahasia alam, huahahah (ditabok readers)
Thanks for the review ^^
Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei
Pair: SasuNaru
Rate: T (mungkin bisa berubah)
Warning: abal, gaje,AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el
'FALLING'
Tidak seperti biasanya, langit yang biasanya cerah hari ini terlihat mendung. Seakan mewakili apa yang dirasakan Naruto saat ini. Hari ini Naruto sengaja tidak pergi kesekolah, ia membolos hanya untuk pergi menenangkan dirinya di danau yang biasa ia kunjungi. Pikirannya saat ini sedang kalud. Hari dimana ia kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan yang kembali menyapanya dalam mimpi. Kecelakaan itu bagi Naruto seperti hantu yang selalu menghantuinya. Air hujan mulai turun membasahi bumi di iringi air mata Naruto yang ikut mengalir tanpa bisa dicegah. Kesepian itulah yang sebenarnya ia rasakan.
Sedari tadi Sasuke terus mengamati apa yang dilakukan Naruto. Entah mengapa hatinya terasa sakit melihat Naruto seperti itu. Perlahan ia melangkah mendekati Naruto yang sudah kuyub oleh hujan dan memayunginya.
'Naruto POV'
Aku sedikit senang karena langit mau ikut menangis bersamaku. Aku benar-benar kesepian tanpamu ayah, ibu, kalian tahu aku sangat merindukan Kalian.
"Siapa?" tanyaku ketika aku tidak lagi merasakan tetesan hujan membasahiku. Aku yakin pasti ada seseorang yang memeyungiku. Benar saja, si anak baru itu kalau tidak salah namanya Sashu… ah Sasuke, tahu dari mana ia aku ada di sini? Pikirku
"Kau bolos sekolah dan pergi hujan-hujanan di tempat ini, dasar DOBE!" katanya kepadaku
"Do-dobe?" tanyaku meyakinkan pendengaranku.
"Hn Do-Be" jawabnya
"Sialan kau Teme, memang siapa kau berani mengataiku seperti itu!" bentakku
Anak ini benar-benar tidak sopan, baru pertama kali bertemu sudah mengatai orang, aku benci orang seperti itu.
"Kau tidak sendirian, ada aku di sini" katanya tiba-tiba
Aku tertegun mendengarnya, sudah lama aku ingin mendengar seseorang berbicara seperti itu padaku. Memang hanya berupa kata-kata yang sepele tapi entah mengapa memiliki dampak yang begitu besar bagiku. Aku terus menanti kata-kata itu keluar dari mulut seseorang.
'Naruto POV end'
"Kau tidak sendirian, ada aku di sini"kata Sasuke berusaha menghibur Naruto.
Tanpa aba-aba lagi Naruto langsung menghambur kearah sasuke, memeluknya erat dan menangis di dada bidang pemuda bersurai hitam tersebut. Sasuke kaget dengan Naruto yang tiba-tiba memeluknya seperti itu, tapi kekagetan itu terganti oleh senyuman lembut yang kini teruukir di wajah tampan Sasuke.
"Oi Nar, kemana saja kau kemarin?" tanya Kiba pada Naruto
"Bukan Urusanmu Kiba" jawab Naruto
"Hais… kau ini, bilang saja kau takut sama Orochi-sensei" kata kiba
"Sudah tahu nanya" kata Naruto
"Hoam… Jangan bohong" kata Shika
"Pokoknya bukan urusan kalian" kata Naruto lagi
Naruto benar-benar ingin melupakan kejadian kemarin dimana dia menangis di pelukan si anak baru aka Sasuke. Ia benar-benar malu. Sebenarnya ia berniat bolos lagi hari ini karena tidak ingin bertemu dengan Sasuke tapi apa boleh buat, hari ini Iruka-sensei akan mengajar. Iruka yang juga paman Naruto sangat mudah Khawatir apalagi mengenai Naruto. Jika Naruto tidak masuk hari ini, Naruto jamin kelas akan heboh oleh Iruka yang panik dan menangis-nangis mencari tahu dimana dirinya berada. Tentu saja hal ini pernah terjadi sebelumnya.
BRAK!
Pintu kelas terbuka dan masuklah sesosok pemuda tampan berambut raven dengan mata onyx-nya dan tak lupa wajah stoic yang selalu setia bertengger di wajahnya. Kontan para cewek-cewek yang menghuni kelas tersebut berteriak-teriak gaje. Membuat mood Sasuke yang semula bagus jadi drop seketika.
'Di-dia datang' batin Naruto
Seketika mata biru sapphire Naruto bertemu dengan mata Onyx Sasuke dan seketika itu pula Naruto langsung memalingkan wajahnya yang terasa panas dan memerah. Senyum tipis tang tidak kentara terlukis diwajah Sasuke yang kemudian berjalan mendekati Naruto.
"Pagi Dobe" sapa Sasuke pada Naruto
"Teme! Pagi-pagi sudah bikin kesal. Kau mau cari masalah denganku hah?!" bentak Naruto
"Hn" jawab Sasuke
"Apa-apaan itu! 'Hn' tidak jelasmu itu jangan pernah kau gunakan padaku Teme!" bentak Naruto lagi
"Hn"
"Mati saja kau!" teriak Naruto yang sudah kehabisan kesabarannya.
"Wah wah kalian akrab ya?" tanya Kiba
"Begitulah/mustahil!" jawab Sasuke dan Naruto bersamaan, sedangkan Kiba yang mandengar hal tersebut hanya bisa sweat drop dibuatnya.
###
Sepulang sekolah, seperti biasanya Naruto akan pergi ke danau yang biasa dia kunjungi. Hari ini benar-benar hari sialnya. Dia benar-benar kewalahan menghadapi Sasuke.
"Dasar si Teme sialan ! apa sih maunya? Bikin kesal saja!" maki Naruto di sepanjang perjalanannya.
Sesampainya di pinggir danau naruto langsung saja melempar tasnya sembarangan dan merebahkan tubuhnya di sebuah pohon yang rindang.
"Hah~ ini benar-benar memusingkan" gumam Naruto
PLUK!
Tiba-tiba sebuah jeruk jatuh dan menimpa Naruto yang ada di bawah.
"Hah? Jeruk dari mana ini? Seingatku di sekitar sini tidak ada pohon jeruk?" kata Naruto bingung
"Kita ketemu lagi ya, Dobe?" kata Seseorang yang suaranya berasal dari atas pohon yang Naruto jadikan sandaran
"TEME! KAU BUAT APA KAU MENGIKUTIKU HAH" bentak Naruto
"Mengikutimu? Pede amat" kata Sasuke
"Jangan berkilah, ngaku saja Teme, kau mengikutiku kan?" tanya Naruto lagi
"Hn" Jawab Sasuke
"Te-"
"Aku mengkhawatirkanmu" lanjut Sasuke
Kontan saja wajah Naruto memerah mendengar kata-kata Sasuke
"Berhenti berbicara seperti itu Teme, aku tidak suka" kata Naruto dan berlalu meninggalkan Sasuke
"Hn, aku tahu kau menyukainya Dobe" batin Sasuke
Dunia Bawah
"Ne, otouto, apa saja yang kau lakukan di Dunia atas itu setiap hari?" tanya Itachi
"Urus saja urusanmu sendiri, baka" jawab Sasuke
"Kau tahu, ayah sudah menetapkan tanggal pertunanganmu dengan Sakura" kata Itachi
Sasuke terdiam mendengar kata-kata Itachi. Perlahan Hawa hitam yang menakutkan serta mata merah khas uchiha mulai terlihat menyelubungi Sasuke yang berlalu dari kamarnya.
"Hei Orang tua berapa kali harus kukatakan aku tidak mau sama 'si pink' itu!" bentak Sasuke (anak durhaka)
"Dan berapa kali juga harus kukatakan, kau harus menikah dengan Sakura" balas Fugaku
"TIDAK AKAN PERNAH!" bentak Sasuke lagi dan pergi meninggalkan ayahnya yang sedang marah-marah disana. Sasuke sudah bertekat untuk minggat saja dari istana. Ia tidak peduli lagi akan masalah yang akan dia dapatkan jika melakukan hal tersebut. Baginya ia akan lebih bermasalah jika ia tidak bisa mendapatkan Naruto.
Tbc
Yak… cut… samapi disini dulu… Maaf kependekan, tapi mudah,mudahan pada suka, yoshhhhh review pleaseeeee^^
