Special thanks to:
desroschan
namikaze ryu-sa
Ciel-Kky30
Gunchan CacuNalu Polepel
Ichigo bukan Strawberry
Louisia vi Duivel
Sora asagi
yunaacs
Rin Miharu-Uzu
Guest
Tia Hanasaki
Anami Hime
Uzumaki suke
Thanks for the review ^^
"Hei Orang tua berapa kali harus kukatakan aku tidak mau sama 'si pink' itu!" bentak Sasuke (anak durhaka)
"Dan berapa kali juga harus kukatakan, kau harus menikah dengan Sakura" balas Fugaku
"TIDAK AKAN PERNAH!" bentak Sasuke lagi dan pergi meninggalkan ayahnya yang sedang marah-marah disana. Sasuke sudah bertekat untuk minggat saja dari istana. Ia tidak peduli lagi akan masalah yang akan dia dapatkan jika melakukan hal tersebut. Baginya ia akan lebih bermasalah jika ia tidak bisa mendapatkan Naruto.
Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei
Pair: SasuNaru
Rate: T
Warning: abal, gaje,AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el
'FALLING'
"Lihat saja orang tua (Masih juga durhaka nih anak) kau sendiri yang akan kerepotan karena rencana konyolmu itu" batin Sasuke yang tengah berkemas di kamarnya. Ia tidak lagi peduli akan konsekuensi yang akan diterimanya nanti jika ia nekat meninggalkan istana. Ia benar-benar muak dengan ayahnya yang hanya mementingkan kekuasaan. Hanya demi memperluas daerah kekuasaannya ia bermaksud menikahkan Sasuke dengan putri dari Kerajaan Haruno. Ia tahu pasti bahwa putri kerajaan tetangga tersebut sangat terobsesi pada putra bungsunya tersebut dan hal tersebut dijadikannya batu loncatan untuk menggapai impiannya. Sasuke benar-benar tidak menyesal telah membuat keputusan untuk meninggalkan dunia bawah, ia tidak peduli jika sang raja alias ayahnya akan marah dan mengamuk. Toh ada Itachi disana pikirnya. Terkadang Sasuke berpikir mengapa tidak Itachi saja yang menikah dengan si pink norak itu? Mengapa harus dirinya? Dan mengapa si norak itu harus tertarik padanya?
Selesai berkemas, Sasuke langsung terbang melesat meninggalkan istana megah dimana dia dibesarkan selama ini.
Tanpa Sasuke sadari ada seseorang di sudut ruangan yang telah menyembunyikan hawa keberadaannya tengah mengawasi apa yang dilakukannya sedari tadi.
"Ikuti kemanapun dia pergi" kata orang tersebut
"Baik" jawab beberapa orang prajurit dan langsung ikut melesat mengikuti Sasuke.
"Kau tidak akan bisa lepas dariku, Sasuke-kun, kau pasti jadi milikku" katanya lagi
Setelah terbang beberapa saat Sasuke berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat sangat sederhana, rumah minimalis dengan cat hijau yang dipadukan dengan orange sehingga kelihatan segar dan enak dipandang, rumah dimana malaikat pirangnya tinggal. Ia lalu memakai sosok manusianya dan menyembunyikan sayap kebesarannya. Di sepanjang perjalanannya Sasuke memutuskan untuk tinggal bersama sang malaikat yang ia ketahui hanya tinggal sendirian 'benar-benar sempurna' pikirnya. Sempurna baginya karena selain mendapatkan tempat tinggal ia juga bisa melancarkan misinya uuntuk mendekati sang malaikat pujaan dan menjadika si pirang miliknya seutuhnya.
TOK TOK TOK
Dengan keyakinan akan disambut dengan baik Sasuke mengetuk pintu rumah tersebut dan menunggu dengan hati yang berbunga-bunga tapi tetap saja wajahnya kelihatan stoic di luar, trademark Uchiha, muka tembok abadi (author dikeroyok para Uchiha T T)
"Siapa?" sahut sebuah suara dari dalam
"…"
Tidak ada jawaban, Naruto merasa aneh karena tidak ada jawaban. Dan dengan kewaspadaan tingkat tinggi Naruto memberanikan diri untuk membuka pintu.
"Sia- Teme! Apa yang kau lakukan disini hah?" kaget Naruto yang menemukan sosok Sasuke di depan pintu rumahnya
"Hn" jawab Sasuke
"Ada apa?" tanya Naruto
"Hn" jawab Sasuke lagi yang menimbulkan persimpangan yang indah di kepala Naruto
"Ya sudah! Pergi sana!" bentak Naruto sambil membanting pintunya di depan wajah Sasuke
"Penyambutan yang sangat unik" kata Sasuke dengan seringai diwajahnya (Sinting *di chidori Sasu*)
"Huh… mau apa dia malam-malam kesini? Merusak suasana saja" kata Naruto sambil berjalan menuju dapur rumahnya untuk mengambil minum. Namun ada sesuatu yang membuat mata Naruto terbelalak, Sasuke-Teme yang tadi ia tinggalkan di luar sekarang dengan seenaknya rambut pantat ayamnya itu tengah mengobrak-abrik kulkas kepunyaan si pirang.
"Kau!"
^0^/
Naruto terus saja mengomel tiada henti karena kehadiran orang yang benar-benar ingin dia jauhi saat ini. Ia tak habis pikir bagaimana dan dari mana orang yang memiliki rambut aneh seperti pantat ayam ini masuk.
"Ne, Teme mau apa kau kesini?" tanya Naruto
"Biarkan aku tinggal disini" kata Sasuke langsung ke pokok permasalahan
"APA?! Ti-tidak bisa!" kata Naruto
"Kenapa? Apa kau tidak kasihan padaku?" tanya Sasuke
"A-aku tidak akan pernah bi-bisa kasihan padamu Teme!" kata Naruto lagi
"Lalu mengapa tidak mengusirku dari tadi?" lanjut Sasuke
"I-itu… ka-kalau begitu aku akan mengusirmu sekarang!" seru Naruto
"Mulai hari ini mohon bantuannya, Dobe" kata Sasuke dengan senyuman tipis nan lembut yang terukir di bibirnya dan hal tersebut tak luput dari pandangan Naruto dan membuat pipi Naruto merona karenanya. Ia tak pernah menyangka kalau seorang Uchiha Sasuke bisa tersenyum seperti itu.
"Aku belum mengizinkanmu TEME!" teriak Naruto
"Hn"
"Arrrgggghhhh….. kau membuatku gila Teme! Baiklah, awas kalau kau macam-macam saat itu juga akhir hidupmu Teme!" lanjut Naruto yang membuat Sasuke berteriak-teriak bahagia, tentu saja hanya bagian inner-nya saja, biasa Uchiha.
Sementara itu di dunia bawah, sang raja, Uchiha Fugaku tengah murka dengan kelakuan putra bungsunya.
"Anak itu, berani-beraninya dia melakukan ini semua" kata Fugaku
"Tenang saja paman aku pasti akan membawa Sasuke-kun kembali lagi ke sini secepatnya" kata seorang gadis bersurai pink dengan senyum licik yang menghias wajahnya, Haruno Sakura. Namun senyum tersebut tak luput dari pandangan Itachi.
"Kau harus Extra hati-hati otouto" katanya dalam hati
Pagi yang cerah dengan burung-burung yang berkicau dengan riangnya, belum lagi dengan matahari yang perlahan merambat ke atas untuk memperlihatkan keagungan sinarnya. Di sebuah rumah mungil yang ditinggali Naruto yang merupakan peninggalan orang tuanya, terlihat heboh hanya karena tambahan seorang pemuda yang bisa di bilang tidak jelas asal usulnya. Tidak seperti hari yang biasanya.
"Teme ayo cepat, kita sudah terlambat" kata Naruto yang tengah berlari mrnuju sekolahnya bersama Sasuke. Memang jarak antara rumah dan sekolahnya tidak teralu jauh.
"Bukankah kau yang susah di bangunkan Dobe? Kenapa seolah-olah kau menyalahkanku? Tanya Sasuke
"Itu tidak penting Teme, aku tidak mau terlambat dan dihukum sama Orochi-banci penggila ular itu" rutuk Naruto
"Hn" jawab Sasuke
"Hentikan 'Hn'-mu yang tidak penting itu Teme!" kata Naruto
"Hn" jawab Sasuke lagi yang langsung membuat Naruto sweat drop
"Sesukamu lah" kata Naruto lagi
Tinggal lima meter lagi menuju gerbang sekolahnya, namun wajah Naruto terlihat sangat aneh(?) karena ternyata pintu gerbang Konoha High telah tertutup sempurna. Jika sudah begitu hukuman pasti akan menyambutnya tanpa ragu lagi.
"Sial" kata Naruto yang mengacak-acak rambutnya kesal.
"Apa yang kau lakukan Dobe? Ayo masuk!" kata Sasuke
"Masuk?! Masuk ke-" perkataan Naruto terputus karena menemukan dirinya saat ini telah berada di depan kelasnya, ia yakin kalau tadi ia sedang berada di depan gerbang sekolahnya.
"Ba-bagaimana bi-bisa" gagap Naruto
"Sudah ayo masuk!" kata Sasuke seraya menyeret Naruto yang masih mematung di depan kelasnya.
Jam pelajaran pertama dimulai, tapi Naruto masih memikirkan kejadian aneh yang dialaminya tadi.
'PUK'
Naruto merasakan seseorang menepuk bahunya. Dan ternyata orang itu adalah Kiba
"Kau kenapa Naru?" tanya Kiba yang merasa Melihat sahabat anehnya(?) ini berperilaku tidak seperti biasanya.
"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu" jawab Naruto
"Mikir? Sejak kapan kau jadi pemikir Naru?" tanya Kba lagi
"Benar juga ya, buat apa pusing-pusing mikir segala" kata Naruto
"Hm… itu baru Naruto" kata Kiba lagi
"Kalian berdua, sekali lagi mengobrol di kelasku, kujadikan kalian umpan untuk Manda (ular kesayangan Orochimaru)" kata Sang sensei yang berambut hitam lurus dengan kulit bak mayat dan sifat feminism yang kelewat batas.
"Ma-maaf sensei" kata Naruto dan Kiba bersamaan
"Dobe/Mendokusei" ejek Sasuke dan Shikamaru beersamaan
"Diam Kalian!" teriak Naruto dan Kiba lagi
"Uzumaki Naruto, Inuzuka KIba! KELUAR!" teriak Orochimaru yang sudah merasa muak dengan kelakuan keduanya.
Tanpa aba-aba Naruto dan Kiba langsung melesat meninggalkan kelas mereka yang di sambut tawa seluruh penghuni kelas kecuali Sasuke dan Shikamaru tentunya.
Jam Istirahat, atap sekolah
"Terserah aku mau melakukan apa Teme dan kenapa kau ada disini, hah!" tanya Naruto dengan Nada yang sedikit di atas rata-rata
"Tentu saja mengikutimu" jawab Sasuke datar
"Berhenti mengikutiku Teme" kata Naruto
"Tidak" jawabnya lagi
BRAK!
"Naru, disini kau rupanya, aku mencarimu dari tadi" kata Kiba yang tiba-tiba datang dan membuka pintu dengan sangat lembut(?).
"Ada apa?" tanya Naruto
"Shika jahat~" lanjutnya lagi yang kontan membuat Naruto sweatdrop.
"Memangnya apa yang sudah dilakukannya?" tanya Naruto
"Di-dia… me-men… Kyaaaaaaaaa" katanya dan berlari dari sana dengan kecepatan yang luar biasa begitu melihat sosok Shikamaru yang menyembul di pintu.
"Dasar aneh, memangnya apa yang sudah kau lakukan padanya Shika?" tanya Naruto
"Hanya menciumnya, tidak lebih" jawabnya santai
"Oh…. Eh? APAAA?!" teriak Naruto berlebihan
"Ck, Mendokusei" kata Shikamaru lagi
"Ne, Shika kau suka pada Kiba ya? Itu berarti kau…" kata Naruto
"Kau juga kan?" kata Shikamaru yang menunjuk ea rah Sasuke
"Aku ini straight, Baka, aku masih suka wanita!" bentak Naruto
"Apa?! Si Dobe lebih suka wanita?! Ini tidak bisa di biarkan" batin Sasuke
TBC
Huffftttt… gawat…. Pasokan ide menipis…. What should I do….(lebay)
Hehe minna… ini dia Chapter 3 – nya mudah-mudahan berkenan untuk membacanya, lebih bagus lagi kalau berkenan me-review-nya. Maaf kependekan (lagi), tapi mudah,mudahan pada suka, yoshhhhh review pleaseeeee^^
