"Ne, Shika kau suka pada Kiba ya? Itu berarti kau…" kata Naruto

"Kau juga kan?" kata Shikamaru yang menunjuk ke arah Sasuke

"Aku ini straight, Baka, aku masih suka wanita!" bentak Naruto

"Apa?! Si Dobe lebih suka wanita?! Ini tidak bisa di biarkan" batin Sasuke

Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei

Pair: SasuNaru

Rate: T

Warning: abal, gaje,AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el

'FALLING'

Di sebuah ruangan di kediaman milik Uzumaki terlihat seseorang pemuda dengan mata onyx dan rambut raven yang tidak biasa sedang berpikir dengan keras. Ia adalah sang pangeran, Uchiha Sasuke.

"Aku ini straight, Baka, aku masih suka wanita!"

Kata-kata Naruto tersebut terus saja terngiang-ngiang di telinganya. Ini masalah besar pikirnya. Selama ini Sasuke berfikir bisa menaklukkan Naruto dengan kata-kata manis serta wajah tampannya *pe-de amat neh anak*. Tak pernah sebalumnya terpikir kalau Naruto adalah seorang yang straight.

"Bagaimanapun caranya aku harus berhasil membuatnya jatuh cinta padaku" batin Sasuke

"Woi Teme? Kau baik-baik saja?" tanya Naruto yang keheranan karena Sasuke yang sedari tadi serius melamun entah memikirkan apa *S: mikirin Naru tau*.

"Hn" jawab Sasuke

Naruto benar-benar penasaran, apa yang membuat Sasuke berubah seperti itu, walaupun biasanya Sasuke adalah pribadi yang tidak banyak bicara menurutnya. Tapi ini tetap saja mengganggu pikirannya, Sasuke seperti sedang menghadapi masalah besar.

Pada kenyataannya Sasuke memang sedang mengalami masalah besar. Masalah besar yang disebabkan oleh omongan Naruto dan tentu saja orang yang bersangkutan tak menyadari hal tersebut, tapi ada satu masalah lain yang tidak mereka berdua sadari.

"Sepertinya pangeran belum menyadari keberadaan kita" kata salah seorang prajurit yang ditugaskan untuk mengawasi Sasuke,

"Baguslah, apa sebaiknya kita melapor sekarang?" tanya prajurit yang seorang lagi

"Tidak, belum. Lebih baik kita awasi sedikit lagi, tuan putrid tidak akan puas dengan apa yang akan kita laporkan saat ini"

"Benar juga"

888

"Pagi!" teriak seorang pemuda pirang dengan mata secerah langit biru tanpa awan yang kontan hampir membuat tuli sebagian orang yang ada di sekitarnya.

"Berisik, Naru. tidak bisakah kau kecilkan volume suaramu itu sedikit saja!" bentak Kiba yang jadi salah satu korban sapaan Naruto

"Hehehe… Gomen" jawab Naruto santai

"Mendokusei" ucap Shikamaru yang merasa acara tidurnya terganggu oleh suara indah Naruto.

"Berisik Dobe, orang-orang bisa tuli karena suara jelekmu itu" kata Sasuke yang tiba-tiba muncul di belakang Naruto

"Diam kau Teme! Dasar nyebelin!" kata Naruto dan beranjak menuju tempat duduknya yang kemudian di ikuti oleh Sasuke.

'Skip time'

"Naru ayo ke kantin" ajak Kiba saat jam istirahat tiba

"Hm… sebentar" jawab Naruto yang sedang membereskan buku-bukunya.

"Cepat! Kau tidak mau kehabisan ramen lagi seperti minggu kemaren kan?" tanya Kiba

"AH, Aku lupa! Ayo" teriak Naruto yang langsung berlari sambil menarik Kiba

"Ck, mendokusei" ucap Shikamaru melihat tingkah Naruto dan Kiba

"Aku ingin bicara" kata Sasuke yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Shikamaru

"Mendokusei" jawab Shikamaru lagi

"Hn" balas Sasuke Sambil berjalan keluar yang kemudian diikuti oleh Shikamaru.

TENG TENG TENG

Bel pulang berbunyi yang disambut sorakan gembira para siswa siswi Konoha High. Dengan segera mereka keluar dari kelas tempat mereka menuntut ilmu untuk beranjak menuju rumah masing-masing.

Di lorong sekolah yang sudah sepi terlihat seorang pemuda pirang tengah berjalan dengan langkah santai yang diikuti seorang pemuda berambut raven dengan style pantat ayam *Plak*. Dilihat dari kejauhan keduanya terlihat sangat akrab, namun pada kenyataannya…

"Sudah kukatakan kan Teme kau pulang duluan saja!" kata Naruto

"Tidak! Aku ikut" kata Sasuke

"Pulang sana!" bentak Naruto yang merasa sedikit kesal karena jika Sasuke mengikutinya ketenangannya akan terganggau. Naruto Selalu merasakan perasaan aneh jika berada di dekat Sasuke namun berada jauh dari Sasuke pun membuatnya merasa lebih aneh. Karena itulah ia bermaksud pergi ke danau yang biasa ia kunjungi untuk menenangkan diri tapi sepertinya itu akan susah sekali jika Sasuke selalu mengikutinya seperti ini.

"Apa masalah yang dihadapinya sudah terselesaikan?" pikir Naruto

"Kau duluan Saja Dobe" kata Sasuke tiba-tiba

"He?" Naruto keheranan akan kata-kata Sasuke barusan. Padahal sebelum ini Sasuke masih ngotot untuk mengikutinya.

"Ba-baiklah" kata Naruto dan mulai berjalan meninggalkan Sasuke.

"Keluar kau, Baka" Kata Sasuke kemudian setelah sosok Naruto menghilang dari pandangannya.

"Jadi dia yang membuatmu berani melakukan semua ini otouto?" tanya seseorang yang tiba-tiba sudah berada di haadapan Sasuke

"Mau apa kau kesini aniki?" tanya Sasuke. ia yakin Kakak tersayangnya yang bodoh ini tidak akan mengunjunginya tanpa maksud tertentu.

"Kau ini tidak berubah sedikitpun ya? Hah~ harusnya kau bahagia karena anikimu yang keren ini mengunjungimu yang dalam masa pelarian ini" kata Itachi

"Katakan, atau aku pergi" ancam Sasuke

"Selalu saja begitu. Yah… aku hanya ingin memperingatkanmu untuk hati-hati. Kau tahu bagaimana ayahkan?" ucap itachi

"Hanya itu? tanya Sasuke

"Hm, begitulah, ngomong-ngomong 'dia' sedang merencanakan sesuatu" lanjutnya

"Aku tahu itu" kata Sasuke

"Ya sudah aku pergi dulu, oh ya otouto dia manis juga, kalau kau sudah bosan dengannya berikan saja padaku, ok" kata itachi yang mendapat death glare paling mematikan dari sasuke.

Melihat itu Itachi hanya tertawa sambil berlalu dari hadapan saudara satu-satunya itu. Ia merasa sedikit lega melihat adik tersayangnya dalam keadaan baik-baik saja.

Kedatangan kakaknya membuat Sasuke menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi, Sasuke memang pernah merasa sedikit heran karena tidak ada seorang prajurit-pun yang datang untuk menyeretnya pulang. Padahal waktu ia kabur dari istana dulu, tak sampai satu jam para prajurit suruhan ayahnya sudah berdatangan dan menyeretnya pulang.

"Dobe"gumam Sasuke yang seolah tersadar dari lamunannya.

Dengan segera Sasuke berlari menuju tempat yang ia yakini menjadi tempat Dobe-nya berada saat ini, ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Naruto. Apalagi Sasuke sempat merasakan hawa keberadaan para prajurit dunia bawah. Ini gawat pikirnya.

Sasuke berlari dengan sekuat tenaga. Ia tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Naruto, apalagi ia belum menyampaikan bagaimana perasaannya yang sebenarnya pada bocah pirang tersebut.

Begitu sampai di pinggir danau yang biasa dikunjungi Naruto sasuke dapat menarik nafas lega, disana, pemuda dengan rambut pirang dan mata biru yang indah itu terlihat tengah terlelap di bawah rindang sebuah pohon.

Sasuke mendekati sosok tersebut. Ia benar-benar lega tak terjadi sesuatu yang buruk pada malaikat pirangnya ini. Tangannya perlahan mulai bergerak menyentuh helai pirang yang nyatanya sangat lembut tersebut. Lalu tangan tersebut mulai turun menyusuri mata, hidung dan akhirnya berhenti di bibir lembut Naruto. Sasuke tersenyum, yah... walau hanya sebuah senyum tipis tapi itu adalah senyum yang benar-benar tulus dan memancarkan cinta.

"Ngh…" erang Naruto yang merasa terganggu oleh perbuatan Sasuke

"Oi Dobe ayo bangun, apa kau tidak ingin pulang hah?" kata Sasuke begitu menyadari Naruto mulai membuka matanya.

"Hng? Teme? Sedang apa kau disini?" tanya Naruto yang perlahan bangkit

"Apalagi kalau bukan menjemputmu. Aku lapar! Ayo cepat pulang" kata Sasuke lagi

"Jadi kau menyuruku untuk memasak Teme!" tanya Naruto meyakinkan

"Hn" jawab Sasuke tak jelas

Dunia Bawah

"Begitulah tuan Putri" lapor para prajurit yang diperintahkan untuk mengawasi Sasuke

"Begitu ya, awasi terus" perintah Sakura

"Baik tuan Putri" jawab keduanya dan segera pergi dari sana.

"Kau, apa yang sedang kau rencanakan?" tanya sosok yang mirip dengan Sasuke, Uchiha Itachi

"Bukan urusanmu!" jawab Sakura enteng

"Itu menjadi urusanku selama itu menyangkut adikku tersayang, jadi kuperingatkan kau Putri jangan macam-macam" kata Itachi dan berlalu dari sana

"Lihat saja Sasuke akan kujadikan milikku bagaimanapun caranya, walau harus menghancurkan dunia ini" Kata Sakura sambil tertawa yang bahkan menyaingi tawa 'Mak Lampir'

TBC

Maaf kependekan lagi dan lagi… Habisnya Ren harus menyelesaikan Adm sekolah nih… sibukkkkkkk… hehe harap maklum….

Special thanks to:

min neul rin

Kamikaze no Shinigami

Ciel-Kky30

Sora asagi

MoodMaker

Ichigo bukan Strawberry

Uchy-san

desroschan

Anami Hime

Thanks for the review ^^

MINNA…. REVIEW PLEASE~~~