Balesin review dulu ah….
wkyjtaoris ALL : hehe sorry emang pendek… selain lagi sibuk si malas datang ngegangguin nih…
kkhukhukhukhudattebayo : seme lain…nah itu dia ide bagus tuh… hehe mudah-mudahan yang ini ga kependekan juga.
desroschan : ho-oh tuh Sakura ngeganggu aja, map emang pendek…
Ciel_Kky30 : hehe yang dibicarain Shika ma Sasu da di Chapie ini kok…
Scythe no Shinigami : ini lanjutannya selamat membaca…
Narita menari-nari : hehe okeeee….
: momen SasuNaru udah adaaaaa(teriak-teriak di atas genteng), Sakura emang bagusnya nakutin, truz Naru ga punya kakak…. Makasih udah baca…^^
Sora asagi : maaf emang pendek…. Karena malez yang berdatangan…. TT
Rin Miharu-Uzu : ok lanjuuutt….
Ichigo bukan Strawberry : abiz ngetik udah di baca kok… heran juga pada sembunyi dimana tuh huruf-huruf… makasi udah baca
Evilian Niiu : ne udah di apdet, mudah-mudahan suka…
MoodMaker : ho-oh jangan ganggu dong, Sakura ini gimana sih(sewot ma Saku)hehe makasih dah baca
Yosh minna makasih dah baca yang review juga makasi sebanyak-banyak-banyak-banyaknya…(teriak pake toa di atas genteng)
"Lihat saja Sasuke akan kujadikan milikku bagaimanapun caranya, walau harus menghancurkan dunia ini" Kata Sakura
Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei
Pair: SasuNaru
Rate: T
Warning: abal, gaje,AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el
'FALLING'
'Naruto POV'
Pagi yang indah di hari Minggu, begitulah kira-kira keadaan saat ini, tapi bagiku hal itu tidak begitu menarik. Akhir-akhir ini aku selalu merasa aneh dengan Si Teme pantat ayam yang satu ini, Why? Jangan tanya padaku karena aku pun tak begitu mengerti. Entah mengapa mata ini seakan terus mengejar bayangannya. Apa sih spesialnya orang itu? oke. Dia memeng selalu tahu apa yang kubutuhkan dan selalu ada untukku di saat yang tepat. Yah bisa dikatakan dia lumayan mengerti diriku. Dia lah yang pertama, walau Shika dan Kiba sudah lama bersahabat denganku, entah kenapa aku kurang bisa mempercayai mereka, mungkin karena kejadian yang dulu-dulu juga, berbeda dengan Teme yang satu ini. Padahal kami baru bertemu, tapi…
"Hn Dobe"
'Naruto POV end'
"Hn Dobe" kata Sasuke membuyarkan lamunan Naruto
"Hentikan 'Hn' tak bergunamu itu Teme! Aku tidak mengerti!" kata Naruto
"Aku mau keluar sebentar"
"Keluar sana! Emang aku perduli apa?!" gerutu Naruto kesal
"Hn" kata Sasuke lagi
"TEME!" maki Naruto. Ia benar-benar kesal dengan Sasuke yang selalu mengeluarkan kata yang bahkan mungkin bukan termasuk sebuah kata yang dikategorikan tidak jelas oleh Naruto.
Sasuke berjalan keluar dari kediaman Uzumaki tersebut, sebenarnya sedari tadi Sasuke merasakan hawa keberadaan prajurit dunia bawah yang mungkin ditugaskan untuk mengawasinya. Tanpa prajurit itu sadari Sasuke sudah berada di belakang mereka dan mengeluarkan aura kemarahan yang luar biasa.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Sasuke dengan wajah datar nan dingin khas Uchiha.
"Kurasa anda sudah tahu apa yang kami inginkan yang mulia pangeran" jawab salah satu prajurit.
"Hn, ENYAH atau MATI " gertak Sasuke dengan mata merah khas Uchiha-nya 'sharingan'.
Tanpa berkomentar apapun, kedua prajurit suruhan itu langsung melesat meninggalkan Sasuke, tak satupun penghuni dunia bawah yang sanggup melawan kekuatan mata yang menjadi ciri khas pemimpin dunia mereka tersebut. Sekalinya kau berurusan dengan mata itu, percayalah itu adalah akhir hidupmu.
"Kemana sih perginya si Teme itu?!" gerutu Naruto. semenjak berpamitan dengan Naruto sampai saat ini Sasuke belum juga kembali.
"Padahal katanya hanya sebentar, dasar pembohong" lanjutnya
"Tunggu, buat apa aku khawatir padanya, dia tidak pulang bukankah itu adalah hal yang sangat bagus, aku bisa tenang sekarang" pikir Naruto
Walau berpikir demikian Naruto tak bisa membohongi hati kecilnya. Sekeras apapun ia mencoba untuk tidak khawatir, sekeras itu pula rasa khawatir itu datang kembali. Ia benar-benar khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi pada Sasuke, pada satu-satunya orang yang ia rasa mengerti akan dirinya. Tanpa ba bi bu lagi Naruto langsung berlari keluar dari kediamannya dan mencari Sasuke.
"Ja-jangan…. s-sendirian…ti-tidak…" gumam Naruto tak jelas.
Naruto terus saja berlari ketempat yang dirasanya ada Sasuke disana. Dengan sangat tergesa-gesa Naruto berlari menuju danau yang biasanya, ya, hanya danau itu lah tempat yang belum dicarinya. Sesampainya disana matanya terasa panas dan cairan bening mulai menggenang di matanya begitu mendapati sosok yang dicarinya tengah duduk di pinggir danau. Dengan sangat tergesa Naruto berlari dan langsung menghambur kearah Sasuke dan memelukknya erat.
Sasuke sangat kaget karena seseorang tiba-tiba saja memeluknya erat seperti itu, apalagi yang memeluknya seperti itu adalah orang yang disukainya. Mimpi apa dia semalam sampai Naruto memeluknya begini inner Sasuke.
"Ne, Dobe ke-kenapa kau memelukku begini?" tanya Sasuke keheranan
"…." Tak ada jawaban yang didapatnya dari sosok bersurai pirang yang tengah memeluknya. Apa yang harus dilakukannya sekarang pikir Sasuke.
"Dobe…"
"Jangan… tinggalkan…aku…."lirih Naruto tapi masih dapat di dengar Sasuke
"Aku tidak mau sendirian lagi…" lanjut Naruto yang terus terisak di dada Sasuke.
Ya, sendirian. Naruto takut Sasuke meninggalkannya sendirian seperti kedua orang tuanya.
Kesepian, rasa itulah yang selama ini setia menemani Naruto, dan Sasuke adalah orang yang membebaskannya dari neraka kesepian itu.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan pernah" bisik Sasuke di telinga Naruto dan perlahan mengangkat dagu Naruto dan sedetik kemudian menempelkan bibirnya pada bibir lembut Naruto. Sasuke melumat bibir lembut Naruto. Melumat seakan tiada hari esok untuk menikmatinyaa lagi. Sasuke menjilat lembut bibir bawah Naruto meminta akses untuk masuk, namun Naruto tak mau membukanya.
"Akh" jerit Naruto yang bibirnya digigit Sasuke yang kesal karena ia tak mau membukakan mulutnya. Tak menyiakan kesempatan itu Sasuke langsung melesakkan lidahnya ke dalam mulut Naruto mengajak lidah Naruto untuk berdansa bersama. Sasuke benar-benar lupa diri dengan rasa Naruto yang benar-benar merupakan candu baginya, kini ia mulai menciumi leher jenjang Naruto meninggalkan bercak merah disana dan…
PLAK!
Naruto yang akhirnya tersadar (tadi sempat terlena dikit karena ciuman maut Sasu) menampar keras pipi Sasuke dan langsung berlari meninggalkan Sasuke di TKP.
"Kau milikku angel" kata Sasuke dengan seringaian terpampang jelas diwajahnya dan beranjak untuk menyusul Naruto.
"Wah… Pangeran kita ini benar-benar gila… ayo, saatnya melaporkan hal ini sama Tuan Putri" kata prajurit yang memata-matai Sasuke
"Hm.. ayo" sahut yang satunya
Apa yang dibicarakan kedua prajurit mata-mata tersebut tak luput dari pendengaran Sasuke, ia memang sengaja membiarkan kedua prajurit tersebut melihat apa yang ia lakukan pada Naruto. Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh 'Putri Norak' dari dunianya itu jika ia berbuat demikian.
Memang yang ia lakukan bisa membahayakan Naruto, ia sadar akan hal itu. tapi semua ini ia lakukan juga untuk mencari tahu apa yang direncanakan si putri itu, dan tentu saja Sasuke akan melindungi Naruto walaupun taruhannya adalah nyawa.
"Pa-pagi…" sapa Naruto gagap plus semburat merah di kedua pipi chubby-nya
"Hn" jawab Sasuke
Sebenarnya Naruto merasa kesal dengan jawaban Sasuke yang tidak jelas itu. Tapi ia tak ingin mempermasalahkan hal itu sekarang. Jujur ia amat sangat tidak tenang berada di dekat Sasuke saat ini. Kejadian tadi malam tak luput dari ingatannya.
'Naruto POV'
Susah-susah aku mengerahkan keberanian untuk menyapanya pagi ini eh… dia malah menjawab dengan 'hn' tak jelasnya itu, dasar pelit kata omel ku dalam hati tentunya. Aku tak ingin memperpanjang masalah dengan Teme satu ini. Jujur aku masih belum bisa melupakan kejadian tadi malam, dan anehnya lagi rasa itu seperti tak asing bagiku. Pokoknya aku tidak mau dekat-dekat dengan si Teme sampai perasaan aneh ini hilang.
"Aku duluan, ada piket" kataku pada Sasuke saat aku baru selesai menghabiskan sarapanku. Tentu saja alasan piket hanyalah karanganku, aku tak mau berlama-lama didekatnya seperti ini.
'Naruto POV end'
'Sasuke POV'
Si Dobe itu pasti sedang menghindariku, apa maksudnya coba berangkat kesekolah duluan seperti itu. hah~ bikin kesal saja. Padahal aku sengaja bersikap biasa biar tidak canggung. Masa aku yang keren ini harus jalan sendirian ke sekolah, sangat-sangat tidak pantas tahu, Apa kata dunia (lebay lu sas).
Kalau Dobe menghindariku terus, bisa gawat. Kapan kisah cintaku akan berakhir bahagia… ini tidak bisa dibiarkan, si Rusa bodoh itu bilang ini bakal berhasil, MANA BUKTINYA?! Yang ada juga Dobe malah menjauh…
'Flash Back'
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Shikamaru dengan wajah malas andalannya
"Hn" jawab Sasuke
"Hah~ mendokusei, jangan gunakan kata itu padaku Sasuke aku tidak mengerti" kata Shikamaru
"…." Sasuke tak juga kunjung membuka mulutnya
'Sebenarnya dia ini mau ngomong apa sih' inner Shikamaru
"Aku pergi" kata Shikamaru lagi yang merasa tidak ada gunanya dia ada disana
"Beritahu aku bagaimana caranya agar Naruto bisa suka padaku" kata Sasuke tiba-tiba. Ia sebenarnya susah menahan egonya dan merendahkan sedikit harga dirinya untuk menanyakan hal seperti ini.
"Ha?" tanya Sihamaru kurang yakin dengan apa yang didengarnya
"Ck, kau tidak tuli kan? Kulihat kau berhasil membuat bocah pecinta anjing itu memikirkanmu sepanjang waktu, bagaimana caranya?" tanya Sasuke
"Oh… itu, kau sudah lihat apa yang kulakukan kan? Cium saja dia semua pasti beres" jawab Shikamaru enteng
"Begitukah?" sangsi Sasuke atas jawaban yang diberikan Shikamaru
"Hm, begitulah" kata Shikamaru meyakinkan
'Flashback Off'
Kalau sampai Naruto tak jadi milikku akan kubunuh si rusa bodoh itu sekalian dengan anak anjing kesayangannya itu.
'Sasuke POV end'
Konoha High
"Pagi semua…."sapa(teriak) Naruto begitu memasuki kelasnya disertai cengiran khasnya yang kemudian tiba-tiba saja hilang dari wajahnya..
"Te-teme?! Kenapa kau ada disini" pekik Naruto keheranan, ia yakin kalau Sasuke masih sarapan waktu ia berangkat tadi tapi sekarang, Sasuke sudah ada di tempat duduknya sambil membaca sebuah buku yang kurang jelas menurut Naruto, pasti nih anak pake ilmu sesat buat pindah tempat kata Naruto dalam hati. Ini membingungkan pikirnya.
"Kau bodoh ya? Tentu saja aku disini untuk belajar Baka!" kata Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang tengah dibacanya.
"Eh…?" Naruto masih belum mengerti
"jangan paksakan otak lemotmu itu untuk berfikir Dobe, bisa meledak" lanjut Sasuke
"Sialan kau!" teriak Naruto dan segera meninggalkan kelasnya. Bagaimanapun juga ia masih tidak mau dekat-dekat dengan Sasuke, bolos, bolos deh yang penting tidak di dekat Si Teme itu inner Naruto.
Neruto benar-benar menghindari Sasuke seharian, tidak di sekolah atau pun di rumah, baru saja Sasuke berada dalam radius tiga meter darinya, Naruto langsung ngibrit entah kemana. Membuat Sasuke benar-benar dilanda stress berat, ini sebuah cobaan terberat dalam sejarah kehidupannya selama ini.
Keesokan harinya Naruto tetap berangkat ke sekolah duluan bahkan lebih pagi dari biasanya. Sasuke saja belum selesai mandi tapi Naruto sudah berangkat ke sekolah.
"Ck, si Dobe itu bikin kesal saja" rutuk Sasuke yang benar-benar merasa tertekan oleh perilaku Naruto yang menjauhinya seperti itu, hal tersebut membuat Sasuke lupa akan bahaya yang sedang mengancam dari 'seseorang' di luar sana.
TBC
Hufftt… maaf lagi dan lagi sebuah update yang benar-benar pendek, apa boleh buat sih…lagi sibuk baget… apalagi bentar lagi MID semester… Makasi buat yang udah baca dan review ^^
Review lagi ya….
