"Kalian pasti bohong kan?" tanya sang putri meyakinkan pendengarannya

"Tidak tuan putri, pangeran memang mencium pemuda tersebut dengan sangat bernafsu "jelasnya lagi

"Grrr… berani-beraninya dia merayu Sasuke-kun KUBUNUH! AKAN KUBUNUH PEMUDA ITU!" teriak sang putri penuh amarah sementara kedua prajurit yang melapor langsung menjauh, tak ingin menjadi bahan amukan sang putri yang sedang murka.

"Tidak, tidak, akan kubuat dia menderita dulu baru kubunuh!" lanjutnya disertai tawa khas mak lampir andalannya.

"Apa rencanamu Sakura?" tanya Fugaku yang tiba-tiba saja sudah ada disana

"Pa-paman… sejak kapan ada disini?" tanya Sakura yang kaget melihat calon mertuanya sudah berada di sampingnya takut kalau sifat aslinya yang rada-rada bobrok ketahuan oleh sang mertua(baca:calon)

"Lakukan sesukamu Sakura, yang penting anak bodoh itu kembali kesini secepat mungkin" kata Fugaku seakan tidak peduli dengan keselamatan anak bungsunya tersebut, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bagaimana agar rencananya berjalan lancar.

"Tenang saja paman, aku sudah punya rencana yang bagus" kata Sakura dengan seringai di wajahnya.

Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei

Pair: SasuNaru

Rate: M

Warning: abal, gaje,AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el

'FALLING'

Sepulang dari sekolah, Naruto langsung mengurung diri di kamarnya yang sepertinya akan menjadi rutinitas barunya. Naruto bingung harus sampai kapan ia menjaga jarak dari Sasuke, jujur ia merasa lelah dengan semua ini. Memang ini keputusannya karena masih belum juga dapat melupakan apa yang telah terjadi antara dirinya dan Sasuke waktu di danau.

Sementara Naruto sibuk dengan pikirannya, Sasuke juga sibuk berfikir bagaimana caranya untuk bisa bicara dengan Naruto. Memang ia bisa menggunakan kekuatannya untuk menahan Naruto tapi ia tidak mau melakukan hal itu. Sampai sebuah ide melintas di otak jeniusnya.

"Hn, ada cara itu, selamat menikmati Dobe" gumam Sasuke

Naruto yang sedang mengurung dirinya di dalam kamarnya tiba-tiba saja berdiri dan berlari ke arah ruang makan.

"RAMEN!" teriaknya begitu melihat makanan kesukaannya terhidang di atas meja begitu saja. Seporsi besar ramen yang begitu menggoda membuat Naruto gelap mata. Tanpa aba-aba Naruto langsung saja duduk dan memakan ramen tersebut dengan lahapnya . Apalagi sedari tadi perutnya memang belum diisi apapun. Ia terus memakan ramen tersebut tanpa mengetahui seseorang tengah menyeringai melihatnya.

"Kenyang~" kata Naruto yang baru saja menghabiskan semangkok besar ramen dalam waktu yang singkat

"Apakah ramennya enak?" tanya Sasuke yang memang sengaja menyiapkan ramen untuk memancing Naruto keluar dari kamarnya.

"Tentu saja Ena-k, hwaaaa Teme! Kau apa yang kau lakukan disini?" pekik Naruto panik melihat Sasuke yang sudah berada di depannya, terjebak, itulah yang Naruto rasakan saat ini.

Langsung saja Naruto bangkit dan berlari dari sana, dengan sigap Sasuke menangkap Naruto dan menariknya sehingga mereka berdua terjatuh di lantai dengan posisi Sasuke yang menghimpit Naruto antara dirinya dan lantai.

"A-apa yang ka-kau la-lakukan Teme!" tanya Naruto yang semakin panik dengan posisinya saat ini.

"Hn" jawab Sasuke

"Le-lepas! Kau ini apa-apa hmph…" kata-kata Naruto terputus oleh Sasuke yang tiba-tiba saja melumat bibirnya.

"Hen..ngh… ti.. henti…kan…" kata Naruto yang berusaha bersuara di sela-sela ciuman tersebut

Bukannya berhenti Sasuke malah makin menjadi, Sasuke mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut Naruto dan mulai menyusuri rongga basah tersebut denngan lidahnya.

"Dobe, kenapa kau menjauhiku?" tanya Sasuke mengakhiri ciuman mereka

"Ka-kau hh kau gila Teme!" bentak Naruto yang masih berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya pasca ciumannya dengan Sasuke.

"Ya, aku gila karenamu Dobe" kata Sasuke

Mendengar hal itu membuat Naruto tak bisa menahan tawanya. Sungguh menurutnya orang seperti Sasuke tak pantas berkata seperti itu. itu hal yang aneh baginya. Terdengar seperti kata-kata di sinetron-sinetron alay yang pernah dilihatnya di rumah Kiba.

"Haha… apa katamu?! Jangan ngelawak deh Teme"

"Kau sama sekali tidak cocok dengan kata-kata seperti itu" lanjutnya lagi, masih dengan tawa yang tak terbendung.

Tawa Naruto terhenti ketika Sasuke kembali mendekatkan wajahnya padanya, sehingga Naruto bisa merasakan hembusan nafas Sasuke yang hangat di wajahnya yang kontan memnbuat wajahnya merona.

"Jawab Dobe, kenapa kau menjauhiku?" ulang Sasuke

"…" tak ada jawaban dari Naruto

"Jawab!" ulangnya lagi

"…"namun jawaban yang ditunggu tak jua keluar dari mulut sang malaikat pirang.

"Satu hal yang harus kau tahu, aku… menyukaimu" kata Sasuke dan mencium bibir Naruto sekilas lalu beranjak meninggalkan Naruto yang masih terpaku oleh kata-katanya barusan.

'Sasuke POV'

Akhirnya kukatakan juga, peduli setan mau di terima apa tidak, tapi pastinya di terima dong aku yang keren begini ga bisa ditolak (narsis lu). Jujur saja aku tak bisa menunggu lebih lama lagi, kalian pikir gampang mempertahankan emosi serta hasratku setiap aku bertemu dengan si Dobe yang begitu imut, lugu, senyumnya yang menawan mata birunya yang wow, bibir sexy-nya, NO! susah tahu! Apalagi usulan si Rusa ga guna itu malah bikin rumit keadaan. Nyesel deh minta Saran ma dia. Harusnya aku mengikuti ego Uchihaku saja untuk tidak bertanya padanya.

'Sasuke POV end'

'Naruto POV'

Di-dia menyukaiku? Si Teme itu sudah gila ya?

"Ya, aku gila karenamu Dobe"

Kata-katanya itu entah kenapa terngiang-ngiang terus di telingaku. Hah… apa yang harus kulakukan….aku kan masih normal, yah…itu menurutku sih… aku tahu kalau si Teme itu cakep, badannya bagus, matanya menawan terus,... STOP apa yang kupikirkan! Mungkinkah… nggak nggak nggak aku normal, titik ga pake koma!

Arrghh pusiiingggg!

'Naruto POV end'

^^;

Keesokan paginya ketika bangun dari tidur indahnya, Naruto tak menemukan sosok Sasuke dimanapun.

"Mungkin sudah berangkat duluan" pikirnya dan segera bersiap-siap ke sekolah.

Sesampainya di sekolah Naruto tak juga menemukan sosok pemuda dengan surai raven with pantat ayam style tersebut, hal itu sedikit membuatnya khawatir juga.

"Anak itu kemana Sih?" gumam Naruto

Bel tanda pelajaran dimulaipun berbunyi, Iruka-sensei pun memasuki kelas dan bersiap-siap untuk memulai kelasnya hari ini.

"Baiklah sebelum pelajaran di mulai sensei akan memperkenalkan murid pindahan. Ayo masuk!" kata Iruka-sensei

Kemudian masuklah seorang siswi yang bisa dibilang cantik dengan rambut pinknya yang terlihat lembut dan sangat cocok dengan kulitnya yang putih.

"Silahkan perkenalkan dirimu" lanjut Iruka-sensei

"Haruno Sakura, Salam kenal" ucap anak baru tersebut

"Cantik" kata Naruto tanpa sadar

"Benarkah? Terima kasih" ucap Sakura pada Naruto

ZRRAK

Tiba-tiba saja pintu rungan kelas tersebut terbuka dan menampakkan sosok Sasuke yang ternyata datang terlambat.

"Kyaaa Sasuke-kun~" teriak Sakura yang kontan menjadi pusat perhatian seluruh penghuni kelas tersebut.

"Kalian saling kenal?" tanya Iruka-sensei

"Iya/Tidak" jawab Sakura dan Sasuke bersamaan

"Ih~ Sasuke-kun ini apa-apaan sih… maaf sensei, aku ini tunangannya Sasuke-kun, aku pindah kesini karena ingin berada di sisinya lebih lama" terang Sakura sambil mengamit lengan Sasuke.

"WHAT?!" pernyataan Sakura tersebut membuat heboh seisi kelas.

"Semuanya tenang! dan kalian silahkan duduk!" kata Iruka-sensei menenangkan

Skip Time

Atap Sekolah

"Huh! Apa-apaan itu, bilang suka padaku tahunya sudah punya tunangan" gerutu Naruto yang kelihatannya agak kesal dengan kejadian dikelas tadi.

"Siapa?" tanya sebuah suara baritone yang tak asing bagi Naruto, Sasuke

"Sudah jelas kau ka..Hmph" lagi Kata-kata Naruto terputus oleh ciuman yang diberikan Sasuke

"Hen…ti ngh.. Te-me.." kata Naruto di sela-sela ciuman tersebut

"Aku mencintaimu Naru, sangat" ucap Sasuke yang kini mulai menciumi leher jenjang Naruto

"Ki-kita ini sa-sama-sama laki-laki Teme" kata Naruto

"Aku tidak peduli" komentar Sasuke yang kini mulai memasukkan tangannya kedalam seragam Naruto

"Akh.." pekik Naruto saat Sasuke mulai memilin sebuah tonjolan di dadanya

"Apa kau sudah memikirkan jawaban atas pernyataanku kemarin Naru?" tanya Sasuke tanpa menghentikan aktivitas tangannya.

"Hgh..akh.. hen-henti…kan" kata Naruto sambil berusaha mendorong Sasuke menjauh darinya

Bruk

Dan usahanya pun berhasil

"Sebegitu senangkah kau mempermainkanku Sasuke? apa yang kemarin itu masih belum cukup buatmu?" tanya Naruto yang mulai menangis dan segera berlari pergi dari sana.

"Ck! Sial aku kelepasan" rutuk Sasuke

"Wah… Sasuke-kun ditinggal ya? Kasihan… apa kau mau aku menghiburmu" kata Sakura berusaha menggoda Sasuke

"Apa yang kau rencanakan?" tanya Sasuke dengan wajah datarnya yang baru saja di set on.

"Tidak ada" jawab Sakura enteng

"Hanya saja… kalau kau masih mendekatinya aku tak bisa menjamin keselamatannya" lanjut Sakura.

"Kau mengancamku" kata Sasuke sakartis

"Tidak, hanya memperingatkanmu Sa-su-ke-kun" kata Sakura

"Coba saja, kita lihat apa yang bisa dilakukan maniak pink sepertimu" bisik Sasuke dan beranjak meninggalkan Sakura disana.

"Mau bertaruh Sasuke-kun? Kalau kau kalah kau harus menikah denganku, bagaimana?" tantang Sakura membuat Sasuke menghentikan langkahnya.

"Silahkan berharap Haruno" kata Sasuke dan benar-benar pergi dari tempat tersebut.

….

Di sudut Konoha High terdapat sebuah taman yang jarang dikunjungi orang, tapi di sana terlihat sesosok pemuda pirang tengah tertidur di bawah pohon jengkol (PLAK*ditabok readers) ralat dibawah pohon Sakura. Naruto yang baru saja berhenti membuang-buang air matanya alias menangis terlihat tengah tertidur dengan pipi yang sedikit basah karena air matanya tadi. Ia benar-benar lelah hari ini.

Naruto yang tertidur pulas tak menyadari kehadiran seseorang yang tengah berjalan mendekatinya

"Kau menangis lagi, Naru" ucapnya sambil mengusap pipi Naruto lembut

"Akan kubuat orang yang membuatmu menangis begini menyesal seumur hidupnya" lanjutnya

TBC

Yak… cut… sampai disini dulu… Maaf kependekan,kehabisan ide…. tapi mudah,mudahan pada suka, yoshhhhh review pleaseeeee^^

Balesan review:

wkyjtaoris ALL : mudah-mudahan suka, selamat membaca.

Ichigo bukan Strawberry: makasih….^^ emang tuh si rusa ngasih saran kaya' gitu, wajar sih… si rusa kaya'nya mesum juga tuh…

Ciel-Kky30: makasi… senang di bilang keren… huahahaha…

Gunchan CacuNalu Polepel: jangan… nanti mask penjara lho… tapi klo mo nebas palanya juga g guna, bisa nyambung lagi tuh kaya'nya…

desroschan: he-eh… si Sasu pervert abis tuh…

Evilian Niiu: haha mesummm juga nih… ke depannya deh kali ja ada.. huahahaha (ngakak)

MoodMaker: iya nih Si Sasu…

Anami Hime: Sasu Naru ga' bakal jadian huahahaha(*bletak) dilempar readers pake batu

kkhukhukhukhudattebayo: someone? Ada kok tunggu aja…