"Kau menangis lagi, Naru" ucapnya sambil mengusap pipi Naruto lembut
"Akan kubuat orang yang membuatmu menangis begini menyesal seumur hidupnya" lanjutnya
Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei
Pair: SasuNaru
Rate: M
Warning: Abal, gaje,AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el
'FALLING'
Konoha high terlihat sepi, terang saja begitu karena ini sudah hampir menjelang sore dimana para penghuni Konoha High sudah kembali ke peraduannya masing-masing. Disana, di bawah rindang pohon Sakura seorang pemuda blonde masih terduduk diam disana, ia baru saja terbangun dari tidurnya. Bukannya langsung pulang pemuda itu malah duduk bermenung disana, ada yang menjadi pikirannya saat ini.
"Sebenarnya aku ini kenapa? Mengapa aku harus menangis? Apa yang kutangisi?" tanya Naruto pada dirinya sendiri. Ia benar-benar tak habis pikir, jujur di sudut hatinya yang paling dalam ia tak keberatan dengan apa yang dilakukan Sasuke padanya, walau berat mengakui ada sedikit perasaan senang yang tersirat dalam hatinya, tapi mengapa tubuhnya berkata lain? pikir Naruto
"Mau sampai kapan kau bermenung disini?" tanya sebuah sebuah suara baritone mengejutkan.
"Te-Teme?!" Naruto terkejut dengan kemunculan tiba-tiba Sasuke, dia mengira Sasuke tidak akan menemukannya di tempat ini (mustahil Nar, Sasu itu dilengkapi radar pendeteksi Naruto buatan author*Plak) oke back to the story.
"Hn, tidak pulang? " tanya Sasuke sambil mengambil tempat duduk di sebelah Naruto
"A-aku…"
"Kalau kau tidak suka dengan apa yang kulakukaan padamu, sebaiknya katakan, bukannya seperti ini, menjauhiku, kau tahu, itu menyakitiku!" lanjut Sasuke panjang lebar (tumben Sas, kesambet ya ngomong panjang gini? OOC banget, mentang-mentang deket Naru)
"Bu-bukan begitu…"lirih Naruto
"Lalu apa? Oh… aku tau, kau merasa tidak nyaman berada di dekatku kan, kalau begitu aku pergi saja" kata Sasuke yang kemudian berdiri bermaksud untuk meninggalkan tempat tersebut.
GREP!
Tiba-tiba saja Naruto memeluk Sasuke dari belakang, memeluknya erat.
"Ja-jangan tinggalkan aku… aku… aku…" isak Naruto
"Aku tidak mau sendirian lagi" lanjutnya dengan mata yang basah oleh cairan bening yang mengalir keluar dari mata indahnya tersebut.
Naruto terus terisak di punggung Sasuke, susah payah Sasuke menahan dirinya untuk tidak berbalik, mencium pemuda yang saat ini tengah memeluknya. Ia takut akan lepas kendali lagi seperti yang sudah-sudah yang hanya akan berakhir dengan dirinya yang menyakiti perasaan Naruto.
"A-apa kau juga akan meninggalkanku Suke, seperti mereka yang sudah meninggalkanku sendiri?" tanya Naruto sambil mempererat pelukannya pada Sasuke
"A-Apa kau me-membenciku?"lanjutnya
"A-Apa kau…. Hmph.." kata-kata tersebut terputus oleh mulut Sasuke yang tanpa izin sudah mendarat di bibir lembut Naruto.
'Sasuke POV'
Cukup! Aku tidak mau mendengar lagi kata-kata seperti itu keluar dari mulutnya. Kata-katanya itu benar-benar memancing amarahku! Tanpa peduli pada apa yang akan terjadi, langsung saja aku berbalik dan ku bekap mulut yang dari tadi terus saja mengoceh tidak jelas tersebut dengan bibirku, peduli setan! Mau di gampar ataupun ditendang aku tidak peduli lagi. Aku benar-benar tidak suka dengan perkataannya tersebut. Siapa yang akan meninggalkannya?! Aku?! Mustahil! Membencinya?! Itu lebih mustahil lagi! Aku mencintainya! Sangat-sangat mencintainya! Catat itu baik-baik!
'Sasuke POV end'
Sasuke mengecup bibir lembut itu dan terkadang melumatnya, bibir lembut Naruto tersebut benar-benar membuatnya lupa diri.
"Ngh…" Naruto mengerang saat Sasuke mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut Naruto, lidah tersebut mulai menjamah apapun yang ditemuinya di dalam rongga lembab kepunyaan si pirang tersebut.
Walaupun bukan manusia Sasuke tetap membutuhkan udara, perlahan ia mulai melepaskan pagutannya pada Naruto, dapat Sasuke lihat wajah Naruto yang memerah dengan mata yang sedikit sayu sambil tersenggal-senggal kekurangan pasokan udara. Sexy, itulah kata-kata yang pertama kali terlintas dibenaknya melihat raut wajah Naruto saat ini, bagaimana ini, pikirnya. Hasratnya benar-benar terpancing saat ini dan kalau sudah begini susah sekali untuk mengendalikannya. Mau tak mau Sasuke harus berusaha menahannya, ia tak mau menyakiti Naruto lagi, tapi… mustahil teriaknya dalam hati.
"Dobe, cepat pergi dari sini"kata Sasuke
"Ke-kenapa… ka-kau membenci-ku"gagap Naruto
"Bukan i-tu… ta-tapi… Arrghh! Sialan!"rutuk Sasuke yang langsung saja menggenggam erat tangan Naruto, memojokkannya dan mulai menciuminya dengan sangat bernafsu.
Hnmh… erang Naruto di sela-sela ciuman mereka, tak sedikitpun terniat di pikirannya untuk mendorong dan berlari meninggalkan Sasuke, entah mengapa ia begitu menikmati apa yang Sasuke lakukan padanya saat ini.
Sasuke mulai memasukkan bibirnya ke dalam mulut Naruto, mengabsen segala sesuatu yang ada di dalam sana dengan lidahnya, sesekali lidahnya dengan sengaja mengajak lidah Naruto untuk bermain bersama. Dengan lincahnya Sasuke menghisap dan mengemut bibir kenyal Naruto, bibir itu benar-benar membuatnya ketagihan.
Perlahan ciuman itu mulai berpindah dari bibir hingga ke cuping Naruto, Sasuke menjilat dan sesekali menggigitnya pelan. Sementara Naruto hanya bisa mengerang diperlakukan seperti itu.
"Temph..teme hh.. hen..ti..akhk" pekik Naruto ketika tangan Sasuke sudah bergerilya ke dalam bajunya dan memelintir kedua nipplenya yang sudah mengeras.
"Sudah terlambat Dobe, aku sudah tidak bisa menahannya lagi" kata Sasuke pada Naruto yang saat ini sudah berada di bawahnya.
"Ta-tap.. hmph" lagi sasuke memagut bibir mungil yang sudah sedikit membengkak tersebut karena ulahnya yang tak henti-hentinya melumat benda kenyal tersebut.
Ciuman Sasuke berpindah ke perpotongan leher Naruto menjilat, menghisap dan menggigitnya sehingga di sana terdapat karyanya agung buatannya.
"Kau milikku, Naru" ucap Sasuke sambil memperbanyak kiss mark di bagian leher Naruto.
Tak ingin berlama-lama, sasuke mulai memasukkan tangannya ke dalam underwear Naruto dan mulai memijat 'benda' di bawah sana.
"Hnhah… Su-ke..Hen..ti..kanhh" desah Naruto yang berusaha mengentikan Sasuke
Bukannya menghentikan kegiatannya Sasuke dengan beringasnya mencopot celana beserta underwear Naruto dan melemparnya sembarangan, mengganggu pikirnya.
Sasuke memompa 'milik' Naruto perlahan dan semakin lama ritmenya semakin cepat hingga Naruto tak lagi dapat menyembunyikan desahan nikmat atas perlakuan Sasuke tersebut.
"Sa-hnh.. Su-ke…A-aku..mnmhh… aku..akh.."erangn protes keluar dari bibir Naruto kala Sasuke mengkentikan pompaan pada 'milik' nya.
"Sabar Naru, belum saatnya" bisik Sasuke yang kemudian melepaskan celana beserta underwearnya juga. Sehingga terlihatlah 'miliknya' yang berdiri dengan gagah tersebut.
Mata Naruto terbelalak melihat 'punya' Sasuke yang sudah menegang dan memiliki ukuran dua.. bukan bahkan tiga kali lipat besarnya dari 'miliknya'.
Perlahan Sasuke menunduk serta meletakkan kedua kaki Naruto di pundaknya dan mulai mengulum ketiga jarinya, dengan perlahan ia memasukkan satu jarinya ke dalam lubang sempit milik Naruto tersebut.
"Argh… Sa-kit..hh kelu-ar..kan…"erang Naruto yang merasakan ada benda asing yang menyeruak masuk ke dalam rectumnya
"Shh… sabarlah Naru…" bisik Sasuke menenangkan Naruto yang tengah kesakitan. Terlihat ada butiran bening yang siap mengalir dari mata sapphire-nya. Sasuke kembali memagut bibir Naruto berharap Naruto dapat melupakan rasa Sakit di bagian rectumnya karena Sasuke baru saja menambahkan jumlah jari yang ia masukkan kesana.
"Akh..hmmmn..ha,,Akh!" desah naruto ketika Sasuke tak sengaja menekan suatu titik di dalam san.
Sasuke mengeluarkan jarinya, dan menatap wajah Naruto yang benar-benar sangat menggodanya. Tubuh yang basah oleh keringat wajah yang memerah dengan mata yang sedikit sayu, dan bercak-bercak merah hasil karya Sasuke, perfect pikirnya.
Sasuke menatap mata yang berbeda warna denan miliknya itu. Mata biru itu sudah tertutup oleh kabut nafsu karena ulahnya.
"Kau siap?" tanya Sasuke yang telah memposisikan 'miliknya' di pintu masuk Naruto
"…" tak ada jawaban dari Naruto
"Ku anggap itu ya" kata Sasuke yang perlahan mulai memasukkan 'miliknya' kedalam rectum Naruto.
"Agh…akh..Sa-kit…ke-luar..kanh" rintih Naruto
"Shhh tenanglah Naru… akh.. sakitnya takkan lama…"kata Sasuke
Setelah 'miliknya' masuk secara sempurnya Sasuke membiarkan Naruto menyesuaikan diri dengan keberadaannya di dalam sana.
Melihat Naruto yang mulai agak tenang Sasuke pun mulai menarik 'miliknya' dan dengan cepat menghantamkannya ke dalam rectum Naruto. Keluar, masuk, hal itu yang dilakukan Sasuke saat ini.
"Kau… sem-pith..shh Naru" katanya tanpa mengurangi kecepatan penetrasinya pada Naruto.
"NGH! AHHH!" Naruto mengerang keras tak bisa mengendalikan diri dengan cara Sasuke mempenetrasinya pikirannya sudah teralihkan oleh 'milik' Sasuke yang membuatnya nikmat yah walaupun sakit di awalnya.
Sasuke menggenggam paha dalam Naruto dan melakukan penetrasi bagitu kencang dan keras, membuat Naruto serasa hancur seprti di hantam palu yang besar.
Sasuke mengganti posisi mereka hingga Naruto berada di atas tubuhnya. Naruto dapat melihat bagaimana 'milik' Sasuke keluar masuk lubangnya.
Akh… Sa-su-ke a..aku.." kata Naruto yang merasakan ada getaran yang menjalar meenuju satu titik di bawah Sana, serasa akan meledak
"Ke..ngh luarkan Saja Naru.." ujar Sasuke yang merasakan rectum Naruto menghimpit 'miliknya'
" AKHH.." desah mereka bersamaan saat hasrat mereka membuncah. Sasuke mengeluarkan sarinya jauh di dalam tubuh Naruto, sementara Naruto mengeluarkan Sarinya di perut Sasuke.
"annnhhh… ha… haaahh…" desah Naruto menikmati masa-masa klimaksnya.
"Aku mencintaimu Naru…"ucap Sasuke sambil memeluk Naruto yang kelelahan karena ulahnya
"A-aku… aku juga" kata Naruto membalas pelukan tersebut.
TBC
Cut! Cut! Cut! Apa-apaan ini Gaje abizzz ckckck. Dasar author ga guna lemonnya sepet gini! Ne, minna maafkanlah author yang baru kali ini mencoba nulis fict macam ni… hiks maaf kalo ga' memuaskan, author masih dalam proses belajar. Mudah-mudahan suka.
UzumakiKagari : yang ngomong terakhir RHS tau, huahahaha. Makasi dah review apalagi di Fave Fave Fave
Gunchan CacuNalu Polepel: Sorry yang ini pendek juga… haha ga kepikiran cw lain yang jadi pengganggu yang paling cck emang si Sakura doank.
Kagurra amaya : yang nyamperin Naru Rahasia, Saingan? Ya iya don kayo bikin Sasu susah dalam hidupnya….^^
MoodMaker : nah yang datang Masih dipikirin Siapa, bagusnya siapa ya?
MisaMayMicha : panjangin ya… author hampir tewas kehabisan ide… makanya g bisa panjang-panjang
Khukhukhukhudattebayo : Emang, dasar Sakura… someonenya masih di sembunyiin huahahaha
Ciel-Kky30 : nah kan udah di usap2 gitu pasti suka
Rin Miharu-Uzu : maaf… gak d aide lagi…
sora asagi : Nah udah nemu jawabannya kan?
evilian niiu : Sasu emang dari buyutnya udah mesum tuh, nah yang bermonolok terakhir orangnya masih di audisi… punya calon ga?
Queen Rossaliana Luchie : yosh… tunggu aja siapa yang jadi sosok mysterius itu oke.. ^^
Ichigo bukan Strawberry : Setuju Sasu emang MESUM!
Shin ryu harashi : nah udah kejawab kan kapannya?
Minna makasi dah baca dan review fict ga jelas punya author yang juga ga jelas ini
Mind to review
