"Aku mencintaimu Naru…"

"A-aku… juga…"

Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei

Pair: SasuNaru

Rate: M

Warning: Abal, gaje,AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el

Happy reading minna ^0^/

'FALLING'

Malam yang indah bagi sang pemilik surai raven dengan chicken butt style andalannya. Bagaimana tidak, orang yang selama ini kau sukai membalas perasaanmu. Kalau bukan Uchiha Sasuke pasti tudah joget-joget gaje saat ini tapi sebagai gantinya sebuah senyuman lembut nan tulus saat ini terukir di wajah temboknya. Saat ini Sasuke yang tengah berbahagia tengah terbang sambil menggendong sang pujaan hati yang tertidur karena kelelahan akibat ulah mesumnya tadi. Impiannya akhirnya terwujud.

Di tempat kejadian, dimana Sasuke dan Naruto bermesraan terlihat seorang pemuda tengah memandang sebuah pohon sakura dengan tatapan penuh kebencian, ingin rasanya ia menghancurkan pohon tersebut (poor pohon padahal ga salah apa-apa).

Tak jauh dari sang pemuda terlihat seorang gadis dengan rambut pink, Sakura, tengah menahan segenap kebenciannya, sama seperti hal yang dirasakan pemuda yang ada di dekatnya. Saatnya menjalankan rencananya batin Sakura dalam hati.

"Kita lihat Sasuke-kun akan kubuat pemuda itu menderita bahkan MATI!" katanya

Pagi pun menjelang, sinar mentari pagi berusaha menerobos tirai-tirai yang ada di kamar bernuansa orange tersebut. Di atas sebuah ranjang dengan ukuran queen size terlihat seorang pemuda pirang sedang tidur lelap seakan tidak terganggu oleh cahaya sang mentari.

"Bagun Dobe, kau mau tidur sampai kapan?" kata Sasuke datar

"Ngh… sudah pagi ya?" tanya Naruto yang mulai bangkit dari tidurnya

"Akh!"pekik Naruto ketika is merasakan sakit yang sangat di daerah bagian bawahnya.

"Ini semua salahmu teme!" kata Naruto yang menyalahkan Sasuke atas apa yang dideritanya.

"Hn" ucap sasuke mengambil tempat di sebelah Naruto.

"Sudah berapa kali ku bilang hentikan 'hn' gak guna itu!" bentak Naruto

"Hn" ucap Sasuke lagi sembari menghadiahkan kecupan lembut di bibir sang angel.

"TEME MESUM!" bentak Naruto dengan wajah semerah tomat yang kelewat matang (baca:busuk)

.

.

.

.

Konoha High

Naruto sepertinya menemukan tempat favoritnya yang baru. Di bawah pohon sakura di salah satu sudut sekolahnya tersebut. Tempat yang penuh kenangan, mungkin, berhubung tempat itu adalah tempat dimana ia dan Sasuke bermesraan kemarin. Mengingatnya saja sudah membuat wajahnya memerah tak karuan.

Naruto baru menyadari perasaannya pada Sasuke saat Sasuke mendatanginya kemarin, sekarang ia mengerti mengapa ia tak bisa jauh dari Sasuke, mengapa ia sangat takut kalau Sasuke meninggalkannya. Karena ia mencintai Sasuke sebagaimana Sasuke mencintainya.

"Kau… Naruto-kun kan?" tanya sebuah suara yang membuyarkan lamunan Naruto

"Sa-sakura-chan" kata Naruto yang terkejut melihat sang anak baru yang cantik menyapanya.

"Boleh aku duduk disini?" lanjut Sakura

"Te-tentu saja" jawab Naruto dan membiarkan Sakura mengambil tempat untuk duduk disebelahnya.

"Kau kelihatannya akrab dengan Sasuke-kun ya?" tanya Sakura sambil tersenyum sok miris

"Ti-tidak juga" jawab Naruto dengan wajah yang memerah.

"Kau tahu, sepertinya Sasuke-kun menyukaimu dan bagusnya lagi ia kelihatan benar-benar tak menyukaiku… padahal aku ini tunangannya" lirih Sakura

"I-itu.." Naruto baru ingat kalau gadis disebelahnya ini adalah tunangan Sasuke.

"Naruto-kun kau tidak akan mengambilnya dariku kan?" kata Sakura dengan mata yang berkaca-kaca.

"Ten-tentu sa-saja Sa-sakura-chan, k-kau tenang saja" kata Naruto dengan senyum yang dipaksakan.

'Kena kau' batin Sakura yang memang memanfaatkan kepolosan Naruto untuk menjauhkan Sasuke dari Naruto.

"Pergi dari sini" kata sebuah suara yang tiba-tiba saja menyela pembicaraan Naruto dan Sakura

"Te-teme" kaget Naruto

"Sekali lagi kukatakan pergi dari sini!" kata Sasuke dengan dingin

Tanpa berkata apa-apa lagi Sakura langsung berlaru meninggalkan SasuNaru

"Sakura-chan!" teriak Naruto yang berusaha menghentikan Sakura

TEP

"Tidak usah dikejar" kata Sasuke pada Naruto

"Ta-tapi…"

"Percayalah padaku" lanjutnya.

'Naruto POV'

"Percayalah padaku" kata Sasuke katika menghentikanku untuk pergi mengejar Sakura

Ingin aku percaya, ada sesuatu dalam diriku yang menginginkanku untuk tidak dekat-dekat dengan anak baru itu tapi…

"Dia berbahaya, Naru…" lanjut Sasuke mengagetkanku

'Naruto POV end'

"Dia berbahaya, Naru…" Lanjut Sasuke

"Ber-berbahaya apanya?! Di itu Cuma seorang gadis biasa Teme!" bentak Naruto yang merasa bersalah pada Sakura. Merasa bersalah karena ia mencintai tunangan orang lain, tunangan dari Sakura.

"Lepaskan Teme! Aku harus mengejarnya" kata Naruto sambil melepaskan diri dari Sasuke dan kemudian berlari menyusul Sakura.

"Dia bukan gadis biasa seperti dalam pikiranmu, Dobe. Ck sial!" lirih Sasuke dan menghilang dari sana.

Naruto terlihat sedang berlari-lari kecil di sepanjang koridor sekolahnya. Ia sudah berputar-putar sedari tadi untuk mencari Sakura sampai sebuah suara yang tidak asing menghentikan langkahnya.

"Ngh… Shika..mmn hen-henti…kan…"

"Se-bentar… lagi….ngh"

Mata Naruto melotot begitu tahu orang yang mempunyai suara-suara yang di dengarnya. Kedua sahabatnya, Shikamaru dan Kiba sedang melakukan 'itu' di bawah tangga.

"Cari tempat yang aman dong kalau mau gituan" kata Naruto dan berlalu pergi dari sana dengan wajah merah padam. Sebenarnya ia merasa malu memergoki kedua sahabatnya itu tapi ia tak mau ambil pusing dengan kegiatan kedua sahabatnya itu, lagian dia kan juga sudah melakukannya dengan Sasuke.

"I-itu tadi…" kata Kiba yang masih kaget karena kepergok sedang bermesraan oleh Naruto

"Sudah biarkan saja lebih baik kita lanjutkan" kata Shikamaru dengan seringaian di wajahnya.

Naruto terus berjalan masih dengan maksud mencari Sakura walau tadi sempat membelot sedikit. Dan melihat sesuatu yang 'waw'

BRUK!

"Ma-maafkan aku…kau tidak apa-apakan?" kata Naruto

"Tidak apa-apa kok" ucap pemuda yang sukses menjadi korban tabrakan Naruto yang sibuk celingak-celinguk mencari Sakura sehingga tak memperhatikan jalan.

"Gaara!" teriak Naruto begitu tahu siapa orang yang di tabraknya

"Hm… lama tak bertemu" jawab Gaara dengan senyuman yang 'iuh'.

"Kenapa kau ada disini?" tanya Naruto dengan ekspresi yang hm.. sedikit kurang senang

Gaara, pemuda dengan surai merah maroon dengan iris jade yang menawan. Teman kecil Naruto yang memang baru beberapa hari ini pindah ke Konoha High. Orang yang sangat tidak ingin di temui Naruto.

"Permisi" kata Naruto sambil berlalu dari sana

"Kau masih belum memaafkanku, Naruto?" kata Gaara kemudian

"…" tak ada jawaban dari Naruto

"Tak bisakah kita seperti dulu lagi, Naru?" lanjut Gaara

"Jangan pernah muncul lagi di hadapanku Gaara" kata Naruto dan berlalu dari sana.

'Flashback'

"Ne, Gaara… kau tidak akan pernah meninggalkanku kan"tanya Naruto

"Hn… tentu saja, kita akan selalu bersama selamanya Naru…" jawab Gaara

"Maaf…aku harus pergi, Naru…" kata Gaara

'falshback end'

"Dasar pembohong" isak Naruto yang kemudian berlari meninggalkan sekolah melupakan tujuannya mencari Sakura untuk minta maaf. Ia lebih baik bolos saja hari ini.

**##**

Matahari mulai terbenam, Namun Naruto masih setia duduk bermenung di pinggir danau. Ia benar-benar membolos hari ini.

"Dobe, ayo pulang" ajak Sasuke

"Ne, Teme… kau berjanji tidak akan meninggalkanku kan?" tanya Naruto

"Tentu saja" jawab Sasuke pasti

"Kau tidak akan mengingkarinya kan?" tanya Naruto lagi

Sasuke bingung akan Naruto yang menanyainya seperti itu. Ini aneh batinnya. Perlahan Sasuke berjalan mendekati Naruto, meraih dagu Naruto dan mengecup bibir mungil itu sekilas

"Apapun yang terjadi aku takkan pernah meninggalkanmu!" kata Sasuke sambil menatap langsung iris sapphire Naruto.

Mendengar perkataan Sasuke air mata yang sedari tadi di tahan Naruto tumpah juga. Reflek Sasuke memeluk kekasih hatinya itu dan mendekapnya erat serta membisikan kata-kata yang menenangkan Naruto tak lupa mengecup sang angel sesekali (pervert-nya ga ilang-ilang).

Melihat Naruto yang menangis di pelukan Sasuke membuat hati Gaara bagai teriris. Sakit… itu yang dirasakannya saat ini. Mengapa Naruto tak bisa memaafkannya? Apa yang harus dilakukannya agar Naruto mau memaafkannya?

"Akan kulakukan apa saja untukmu Naru… dan yang pertama-tama yang harus kulakukan adalah menjauhkan monster itu darimu" ucap Gaara dan berlalu dari sana.

TBC

Gomen ne minna… pendek lagi…. Sumpah mampet baget idenya…. Ga' tau lagi musti nulis apaan. Hmmm kasih ide ya….. mind to review…\(^0^)/

Replies the review:

UzumakiKagari : Saingan Suke bagusnya makhluk apa yah… masih dipikirin… kasih saran donk…

bule night-chan : tullll Sasu pervert sejati

Ichigo bukan Strawberry : pemudanya udah muncul kok, mudah2an suka

Rin Miharu-Uzu : yang ni udah panjang pa blom?

Gunchan Cacunalu Polepel : radarnya 1. 3M jadi pesen? Yang datang udah tau siapa kan?

Ciel-Kky30 : yang ngusap2 udah nongol kok…

MoodMaker : ia di bawah po'on ck, ga bisa milih-milih tempat tuh orang

Evilian Niiu : Sasu mesum poreper…. Kita lihat calonnya siapa ya…

kagura amaya : kaya'nya emang pake Gaara(bukan kaya'nya emang udah di pake*Plak). Ga kebayang yang laen soalnya… entah gimana yang paling cocok emang Gaara. Buat Neji sabar aja dulu ntar juga Gaara-nya di balikin*PLAK

Walkedtalked : udah di update….