"Tidak bisa aniki, aku harus menyelamatkan Naruto sekarang juga"

"Tunggulah Naru~" batinya

Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei

Pair: SasuNaru

Rate: M

Warning: Abal, gaje, AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, loncat-loncat de el el

Happy reading minna \^0^/

Tanpa pikir panjang, Sasuke yang tidak bisa membiarkan Naruto-nya yang saat ini jelas-jelas dalam keadaan bahaya berusaha menyelinap kedalam rumah angker yang menjadi tempat persembunyian sang putri, Sakura. Tentu saja tidak mudah untuk menyelinap kesana berhubung Sakura mengerahkan banyak pengawal untuk menjaga tempat tersebut. Tapi hal itu tampaknya tidak mempersulit sang pangeran apalagi dengan bantuan anikinya hal itu tersebut menjadi sangatlah mudah.

Sementara itu di ruangan penjara bawah tanah, ketiga sosok yang menjadi penghuni baru tempat tersebut masih saja diliputi keheningan. Shikamaru benar-benar menyesal mengikuti apa yang diperintahkan Sakura padanya, ia memang termasuk dalam kategori jenius tapi kalau sudah menyangkut masalah Kiba, sang pujaan hati, kejeniusannya menguap entah kemana. Ia benar-benar menyesal karena secara tidak langsung ia juga telah menyakiti sang pujaan hati karena perbuatannya tersebut serta dia dan Kiba akan kehilangan kepercayaan Naruto lagi karena hal ini.

Lagi? Ya dulu Shikamaru dan Kiba juga pernah melakukan hal seperti ini ketika mereka masih di Sekolah Dasar, menghilangkan kepercayaan yang sudah diberikan Naruto, mengorbankan teman demi keselamatan diri sendiri. Karma telah mendatanginya.

'Flashback'

"A-apa yang kalian inginkan" tanya Kiba dan Naruto pada tiga orang preman SMP yang menghadang mereka ketika pulang dari sekolah.

"Tidak banyak kok, serahkan semua uang yang kalian punya, baru kalian bisa pulang" kata preman-preman tersebut. (gaya malaknya basi tuh)

"Ka-kami tidak pu-punya…"

"Jangan bohong!" potong salah seorang preman

"Ka-kami tidak bo-bohong" kata Kiba yang mulai terisak

"Ka-li-an…" kesal preman tersebut sambil mendekat kearah Naruto dan Kiba

DUAK!

Tiba-tiba saja sebuah balok kayu melayang mengenai kepala Preman tersebut dan membuatnya mengaduh kesakitan sambil memegangi kepalanya yang sedikit berdarah. Kontan saja kedua teman preman tersebut menghampiri sang korban pelemparan.

"Kiba, Naruto lari!" teriak sebuah suara yang ternyata suara Shikamaru.

"Hei jangan lari kalian!" teriak preman-preman tersebut dan mulai mengejar Shika, Kiba dan Naru.

Bruk!

Tanpa di duga Naruto yang sedang melarikan diri tersandung dan terjermbab ke tanah

"Aduh…" rintihnya sambil mencoba menahan sakit dan bangkit dari jatuhnya

GREP!

"LEPAS!" teriak Naruto

"Naru!" teriak Kiba yang melihat kalau kini sahabatnya berhasil tertangkap oleh kawanan preman yang tengah mengejar mereka

Kiba berbalik, bermaksud untuk menyelamatkan Naruto tapi niatnya terhenti oleh tangan Shikamaru yang mencegahnya.

"Lari Kiba, kita bisa tertangkap!" kata Shikamaru

"Ta-tapi Na-naruto…" Kata Kiba

"Biarkan saja, yang penting kita selamat, aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu!" kata Shikamaru lagi dan langsung menyeret Kiba menjauh, berlari menyelamatkan diri mereka tanpa peduli pada apa yang terjadi pada Naruto, sahabat mereka.

'Flashback end'

Naruto tau, Shikamaru berbuat seperti itu demi Kiba yang dicintainya, tapi dia 'sahabat' mereka, kan? Kenapa mereka tega pada sahabat mereka sendiri? Naruto benar-benar kecewa mengetahui bahwa dirinya tidak dianggap sama sekali oleh orang yang menyebut diri mereka sahabatnya.

"Sa-su-ke~" gumam Naruto pelan hingga tak terdengar oleh Shikamaru maupun Kiba, hanya Sasuke yang diharapkannya saat ini, yah walaupun itu hanya harapan kosong pikirnya.

"NARUTO" ucap suara baritone yang tak asing lagi di telinga Naruto, suara Sasuke

Entah bagaimana perasaan Naruto saat ini. Air matanya tak dapat ditahan lagi begitu mendapati Sasuke saat ini tengah berada di depan sel yang didiaminya. Ada perasaan bahagia sekaligus haru karena masih ada yang peduli padanya, ia merasa benar-benar ada yang melindunginya. Sasuke ya, kini Sasuke datang untuk menolongnya.

"Aku akan menyelamatkanmu, Naru" kata Sasuke

Sasuke sedikit terkejut begitu mendapati Shikamaru dan Kiba juga berada dalam sel tersebut. Amarahnya langsung tersulut tapi hal itu di kesampingkannya untuk saat ini. Ini bukan saat yang tepat pikirnya. Sepertinya ia akan menghajar dua makhluk yang mencelakai angelnya itu di lain kesempatan.

Segera Sasuke menendang sel tersebut hingga hancur, itu bukan hal yang sulit untuknya dan langsung berlari kearah Naruto dan memeluknya, sementara Itachi masih disibukkan dengan anak buah Sakura yang masih berdatangan untuk menghentiikan aksi mereka.

"Kau tidak apa-apakan Dobe?" tanya Sasuke

"…"

Tidak ada jawaban dari Naruto yang ada hanya Naruto yang makin mempererat pelukannya pada Sasuke.

"Aniki dia tidak apa-apa, ayo pergi" kata Sasuke pada Itachi

"Syukurlah, ayo" Kata Itachi

DHUAR!

Dinding yang ada di depan sel tersebut tiba-tiba hancur dan menampakkan wujud Sakura yang tengah menahan emosi.

"Apa-apaan ini!" maki Sakura begitu melihat tempat persembunyiannya berhasil diterobos oleh Sasuke apa lagi saat ini ia mendapati sang pangeran tunangannya tengah memeluk pemuda yang diculiknya tadi.

"Hn, norak, ku ambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku" sapa Sasuke disertai cemooh

"No-Norak?! Kau… SHANNAROO!" teriak Sakura sambil mengeluarkan jurus andalannya yang menyebabkan separuh ruangan bawah tanah tersebut porak poranda dibuatnya.

Bagi Sasuke menghindar dari serangan Sakura adalah hal yang mudah, tapi ia tidak jamin akan baik-baik saja jika sampai terkena serangan tersebut, 'wanita yang menggerikan' batin semua yang berada disana. Segera saja Sasuke mengeluarkan Sayap hitam nan kokoh kebanggaannya dan terbang meninggalkan tempat tersebut, tentu saja sambil menggendong sang angel dengan bridal style.

"Ini peringatan terakhir dariku Sakura, kalau kau masih mau hidup jauhi Naruto-ku" ancam Sasuke yang membuat wajah Sakura dan Naruto merah padam dan tentu saja dengan alasan yang berbeda. Sakura memerah karena marah, sedangkan Naruto memerah karena malu akan perkataan Sasuke.

"Camkan itu baik-baik" lanjut Sasuke dengan mata merah ala Uchiha-nya dan tentu saja sekeras dan sekuat apapun Sakura tetap saja mata itu membuatnya bergetar ketakutan apalagi hawa intimidasi yang dikeluarkan Sasuke, benar-benar menyeramkan. (ya iyalah ceritanya kan iblis)

Sasuke mulai mengepakkan sayapnya diikuti Itachi yang sedari tadi berada di samping sang adik, mengikutinya dari belakang untuk mengantisipasi serangan tak terduga yang bisa membahayakan adik tersayangnya tersebut.

Sementara Shikamaru dan Kiba memanfaatkan waktu tersebut untuk kabur dari tempat tersebut, tidak ingin terlibat lebih jauh lagi. (kapok, mungkin(?))

"Sa-sasu…" kata Naruto dengan ekspresi yang bercampur aduk antara, senang, heran, malu, takut dan sebagainya.

"Sepertinya kau harus mengeluarkan banyak kata untuk menjelaskan semua ini padanya otouto" kata Itachi

"Hn" tanggap Sasuke atas perkataan aniki-nya tersebut

"Kalau begitu aku kembali dulu, berhati-hatilah" kata Itachi dan melesat memasuki portal menuju dunia mereka, Dunia Bawah yang membuat Naruto makin cengo.

Sementara itu Sakura

"SIAL" rutuk Sakura mengutuk kelengahannya. Ia tak menyangka kalau Sasuke bertindak secepat itu.

"AKAN KUBUNUH PEMUDA PIRANG ITU!" murkanya.

"Kalau begitu, kaulah yang akan kuhabisi lebih dulu" ucap sebuah suara

"Ka-kau…."

"Long time no see, Sakura"

"Ga- gaara" kaget Sakura.

Di kediaman Uzumaki

"Do-dobe, apa kau marah mengetahui aku telah membohongimu tentang jati diriku yang sebenarnya?" tanya Sasuke. Ia sudah menjelaskan semuanya pada Naruto dari se-jam yang lalu.

"…." tetap tak ada tanggapan dari Naruto

"Jawab aku Naru, kalau kau tidak suka aku akan pergi" lagi Sasuke berkata karena tak ada jawaban dari Naruto.

Ia benar-benar putus asa, apa lagi yang harus dilakukannya agar Naruto mau menanggapi apa yang dikatakannya

Sasuke mulai berdiri, ia menyerah, tak ada lagi yang bisa dilakukannya.

GREB

Sasuke dikagetkan oleh Naruto yang memeluknya tiba-tiba.

"Tidak masalah kau itu apa dan siapa, Suke. Asal kau mau berada disisiku sudah cukup, itu lebih dari cukup" kata Naruto di iringi butiran bening yang mengalir dari kedua sapphire-nya.

Rasa bahagia yang tak terkira kini menyapa Sasuke begitu mendengar kata-kata Naruto barusan. Perlahan dia berbalik menghadap Naruto dan berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka. Diusapnya pipi kenyal Naruto yang telah basah oleh air mata, dikecupnya mata itu berharap sang terkasih dapat berhenti mengeluarkan butiran bening tersebut.

"Apa benar aku boleh ada disisimu Naru?" tanya sasuke lembut

"Hm" jawab Naruto disertai anggukan

Tanpa banyak kata langsung saj sasuke membawa bibir menggoda milik Naruto ke dalam sebuah ciuman lembut, ia ingin menunjukkan pada malaikat pirangnya ini bahwa ia benar-benar mencintai si pirang dari lubuk hatinya yang terdalam.

Ciuman lembut tersebut berubah menjadi lumatan lumatan kecil yangkemudian berangsur menjadi ciuman panas penuh nafsu.

"Ngh… Su-ke~" erang Naruto di sela ciuman tersebut

Sasuke terus saja melumat bibir tersebut, ia benar-benar menginginkan Naruto saat ini, apalagi kalu diingat-ingat acara indahnya yang sebelumnya terganggu oleh kedatangan si rusa tak tahu diri itu, pikirnya.

"Su-keh.." erang Naruto sambil sedikit mendorong dada Sasuke untuk mengakhiri ciuman tersebut, ia benar-benar butuh Oksigen saat ini.

Sasuke melepaskan pagutannya dari bibir Naruto, di pandangnya Naruto yang saat ini wajahnya tengah memerah dan tubuh yang sedikit basah oleh keringat, belum lagi mata sayunya yang semakin mengerogoti iman Sasuke.

"Love you, Naru" ucap Sasuke dan mulai menciumi bibir lembut Naruto lagi.

Perlahan ciuman itu turun ke leher jenjang naruto, Sasuke meninggalkan banyak kiss mark disana, ia ingin semua orang tau bahwa Naruto adalah kain yang menutupi tubuh Naruto satu per satu hingga Naruto polos di buatnya tanpa sehelai benangpun yang melekat disana.

"Shh… 'Suke~"

Sasuke mulai berpindah ke dada Naruto begitu melihat nipples Naruto yang sudah mengeras, dipelintirnya salah satu tonjolan yang ada disana sedangkan yang sebelah lagi dimanjanya dengan lidahnya.

"Hngh… sash..shukkeh.."racau Naruto yang semakin terlena oleh permainan Sasuke

Dari nipples jilatan-jilatan Sasuke terus turun hingga pusar Naruto dan saat ini jilatan itu telah sampai di benta kepunyaan naruto yang sudah setengah berdiri,

Dengan penuh nafsu Sasuke mengulum 'milik' Naruto hingga naruto terus saja melantunkan suara-suara yang semakin membakar gairahnya.

"Le-lebih… ce…path" kata Naruto sambil mendesah

Tak perlu diminta untuk yang kedua kalinya langsung saja Sasuke mempercepat kerja mulutnya pada 'milik' Naruto tersebut, dihisap, di renas dan sesekali digigitnya benda tersebut hingga Naruto memekik kenikmatan dibuatnya hingga akhirnya klimaks pun menghampiri Naruto dan dengan rakusnya Sasuke melan semua cairan naruto tersebut tanpa jijik sedikitpun.

Dibiarkannya Naruto menikmati masa-masa setelah klimaks pertamanya dan kesempatan itu di ambil Sasuke untuk melepaskan seluruh pakaiannya hingga keadaannya saat ini sama polosnya dengan Naruto.

"Akh…"jerit Naruto menahan Sakit begitu merasakan ada benda asing yang memasuki rectumnya.

"Tahan sebentar Dobe" kata Sasuke menenangkan Naruto. direndahkannya tu

Buhnya untuk mengecup bibir Naruto dan memasukkan jari kedua dan ketiganya menyusul jarinya yang pertama tadi.

"Te-Temeh… sa-sakit…" erang Naruto terlihat butiran-butiran bening mulai menggenangi matanya.

"Shh.. tahan sebentar Dobe, aku harus mempersiapkanmu dulu" bisik Sasuke lembut sambil menggerakkan jari-jarinya di liang sempit Naruto.

"AHH.."

'Ketemu' tampak seringai mulai terukir di wajah Sasuke begitu berhasil menemukan Sweet spot naruto

"Kau siap?" tnaya Sasuke yang mendapat anggukan dari Naruto

Sasuke langsung mengangkat kaki naruto dan meletakkannya di pundaknya dan memposisikan 'miliknya' tepat di depan liang Naruto. Didorongnya perlahan agar miliknya tertanam sempurna tanpa harus menyakiti sang terkasih.

Setelah semua 'miliknya' tertanam sempurnya Sasuke membiarkan rectum Naruto agar terbiasa dengan keberadaannya di dalam sana.

Setelah mendapat anggukan dari naruto langsung saja sasuke mulai 'memompa' Naruto

"Angghh! Ah! Hhn…" desah Naruto seakan memberirama pada setiap pompaan Sasuke terhadap dirinya

"Shhh… kau benar-benar sempit Dobe…" ucap Sasuke sambil terus mempercepat pompaanya terhadap naruto

"NGH! AHH, ha-ah hnn akh.." desahan Naruto semakin menjadi

" Sa-sau a-aku.." ucap Naruto ketika dirasanya hasratnya semakin memuncak

"A-Aku juga Dobe, se-sebentar lagi hh.." kata Sasuke

"AKHHH" pekik Naruto ketika hasratnya menyembur keluar membasahi perut Sasuke di susul Sasuke yang melepaskan hasratnya di dalam Naruto.

"Hhh I love you Dobe" bisik sasuke sambil mengeluarkan 'miliknya' di dalam Naruto dan mengambil posisi tidur di sebelah sang malaikat

"Love you too, Teme" ucap Naruto

TBC

Ne, minna~ sampai disini dulu ya…maaf kalau cerita gaje ini kurang memuaskan tapi…mind to review ^^

Balesan Review:

Chibi Chubi Diamond Gold Fujo : ini udah update mudah2an suka Makasi dah review ya…

Kutoka Mekuto: hehe Makasi dah review ya…

Ichigo 'momo' Citrusz: yosh… Makasi dah review ya…

Gunchan CacuNalu Polepel: ayo bakar Sakura… gimana? Lemonannya udah kan? Makasi dah review ya…

Khukhukhukhudattebayo: Musuhnya Nambah Gaa atu lagi… Makasi dah review ya…

Rin Miharu-Uzu: Ini udah dipanjangin dikit… mudah2an suka, Makasi dah review ya…

Devilojoshi: haha terkabul tuh… gaa emang mo join ma saku tapi jagan sampe rape naru… ntar author di tabok sasu T.T Makasi dah review ya…

Silent Soul: maafkanlah Author yang hanya bisa buat cerita yang pendek ini…. Makasi dah review ya…