Balesan review:

Ichiga 'Momo' Citrusz: Firasat buruk terkabulkan… khehehe Makasi Udah Review^^

Wkyjtaoris ALL: Makasi Udah Review^^

Kkhukhukhukhudattebayo: karena iblis-lah jadi seenaknya bisa mes-mes-an ma Naru.. khekhekhe Makasi Udah Review^^

Two Brother Crazy Lady and Boy: ini udah update moga-moga suka, Makasi Udah Review^^

: ini udah lanjut… Makasi Udah Review^^

Devilojoshi: udah lanjut, Makasi Udah Review^^

Gunchan CacuNalu Polepel: SasuNaru nikah… gimana ya… maunya sih Sakura cepat-cepat dikebumikan tapi ntar Gaa gad a yang nemenin, Makasi Udah Review^^

Tikus FFN: makasih banget udah mau baca, yang seperti yang dibilang sampah emang sampah kok, tapi kok sampah di baca juga, lain kali review lagi ya….^^

Kiroikiru no Mikazuki Chizuka: Shika ma Kiba bagusnya dimaafin gak ya…. Mikotonya udah tentram di dunia antah berantah haha, Makasi Udah Review^^.

Rin Miharu-uzu: ini udah di panjangin (mungkin), Makasi Udah Review^^

.Micha007: Makasi Udah Review^^

Nasusay: Makasi Udah Review^^ ini udah dipanjangin dikit hehe..

MoodMaker: Gaara masih ma Saku, Shika ma Kiba gimana ya…. Hehe Makasi Udah Review^^

.

"Ini peringatan untuk kalian, menyakitinya sekali lagi berarti MATI"

"Ba-bagaimana ini Shika…"

"Sssttt tenang saja kita coba lagi lain kali, sekarang kita pulang dulu"

'Apa benar sudah tidak ada maaf untuk kami Naru'

Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei

Pair: SasuNaru

Rate: M

Warning: Abal, gaje, AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, loncat-loncat de el el

Happy reading minna \^0^/

'FALLING'

Pagi yang cerah seperti biasanya namun tidak bagi seorang pemuda dengan surai kuning dan kulit tan eksotisnya atau Naruto tengah berjalan bersama sang kekasih aka Sasuke menuju sekolah mereka. Kemurungan masih saja menghiasi wajah manis dengan tiga goresan di kanan-kiri pipi tembemnya tersebut layaknya kumis kucing membuatnya semakin terlihat manis.

"Hentikan wajah jelekmu itu Dobe, aku tidak suka melihatnya" kata Sasuke, padahal ia sangat senang melihat wajah Naruto yang seperti itu

'manis' batinnya.

"…" tidak ada jawaban dari sang objek yang diajaknya bicara.

"Kau mendengarku?" tanya Sasuke

"Ne, Suke… haruskah aku memaafkan Shika dan Kiba?" tanya Naruto padda Sasuke

"Kenapa bertanya padaku?" tanya Sasuke balik

"Sudah jawab saja!" kata Naruto sedikit kesal. Tumben-tumbennya Sasuke berbicara berbelit-belit seperti itu. Bukankah Sasuke itu manusia eh bukan tapi makhluk pelit kata.

"Hn, terserah kau saja" Kata Sasuke

"Bertanya padamu tidak ada gunanya, Teme" kata Naruto kesal. Jawaban Sasuke tidaklah salah hanya saja Naruto masih harus memikirkan masalah ini baik-baik. Ia tidak ingin di khianati lagi.

TENG TENG TENG

"Gawat kita telat Teme! Bagaimana ini?!" panik Naruto yang tak ingin mendapat hukuman karena terlambat.

"Hn" tanggap Sasuke akan kepanikan Naruto tersebut, ini bukan masalah besar baginya.

"Eh? Sejak kapan kita ada disini Teme?" Tanya Naruto yang keheranan melihat dirinya dan Sasuke saat ini berada di depan pintu kelas mereka.

"Kau tidak lupa siapa aku kan?" kata Sasuke yang langsung berjalan memasuki kelas tersebut. Sementara Naruto masih saja terbengong-bengong dengan yang sudah terjadi

'Bagaimana aku bisa lupa hal itu sih, bodoh, tahu begitu mending tidak usah jalan kesekolah saja' batinnya

"Ohayou minna~ pagi…"sapa Naruto pada teman-temannya

"Na-Naru… bisa kita bicara sebantar?" tanya seorang pemuda dengan surai coklat, Kiba.

"…"

"Kumohon Naru…" kata Kiba

"Kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi" ketus Naruto dan berlalu dari hadapan Kiba begitu saja.

Shikamaru yang sejak tadi berada di sebelah kiba hanya bisa menghela napas pasrah, ini semua memang pantas mereka terima atas apa yang sudah mereka perbuat pada Naruto, pikirnya.

.

.

"Kenapa masih berat rasanya untuk memaafkan mereka?" tanya Naruto entah pada siapa.

Saat ini Seorang pemuda bersurai pirang tengah duduk sendirian di bawah sebuah pohon yang ada di taman belakang sekolahnya. Ia berada disini karena menurutnya ini tempat yang paling bagus untuk menghindari Shikamaru dan Kiba yang terus saja mengekorinya dari pagi tadi.

"Hah si Teme itu ada dimana sih? Kenapa tiba-tiba hilang pas bel istirahat berbunyi…"gumam Naruto. Ia sedikit kesal ditinggal seperti itu tapi sebenarnya sih Naruto hanya merasa kesepian. Padahal dulu ada Shikamaru dan kiba yang selalu menemaninya, ya, bagaimanapun kedua orang itu sudah mau menemaninya selama ini walau penghianatan selalu menjadi akhirnya.

Tanpa Naruto sadari seseorang tengah mengamatinya dari atas pohon tempatnya bersandar tersebut.

"Lakukan sekarang!" perintah orang tersebut dan muncullah tiga orang prajurit yang sepertinya dari dunia bawah yang saat ini tengah mengepung Naruto

"Si-siapa kalian!" kaget Naruto begitu tahu dirinya sudah dikelilingi tiga sosok yang tidak jelas.

"Jadi kau mahluk rendah yang menyebabkan semua kekacauan di istana, hah?" tanya sesosok pria paruh baya yang tiba-tiba muncul entah darimana.

"Mak-maksudmu a-apa?!" tanya Naruto

"Humph berlagak bodoh, TANGKAP DIA!" perintahnya pada tiga sosok yang mengelilingi Naruto

"Lepaskan!" Naruto berusaha berontak tapi tiga lawan satu? Benar-benar tidak seimbang, apalagi Naruto bukan manusia dengan kekuatan layaknya spiderman ataupun man-man yang lainnya.

"Ayo" ucap pria paruh baya tersebut dan segera menghilang dari sana termasuk ketiga prajurit tersebut beserta Naruto.

"NARUTO"

Di atap sekolah

"Kau pasti bercanda kan aniki?" tanya Sasuke yang ternyata tengah berada di atap sekolah bersama sang kakak

"Tidak otouto, aku yakin pasti sebentar lagi orang tua itu akan turun tangan" kata Itachi

"Dasar tua bangka! Kalau memang ingin mengikat hubungan dengan Haruno itu kenapa tidak dia saja yang menikahi cewek norak itu!" kesal Sasuke

"Apa yang harus kita lakukan aniki?" Tanya Sasuke. Ia sangat khawatir terjdi sesuatu yang buruk pada Naruto. Kejadian yang kemarin saja sudah benar-benar berat baginya, dan sekarang apalagi.

"Itu sedang kupikirkan, apa…"

BRAK!

Perkataan Itachi terputus akan pintu atap yang tiba-tiba saja terbuka dengan keras dan menampakkan Sosok Shikamaru dan Kiba yang terlihat kehabisan nafas, seperti berlari berkilo-kilo.

"Na-Naruto…" kata Kiba di sela-sela pengambilan nafasnya

"Naruto diculik orang-orang aneh" kata Shikamaru berusaha mengatakan apa yang ingin disampaikan Kiba pada Sasuke

"A-apa maksudmu?" tanya Sasuke

'Flashback'

"Kau yakin Kiba?" tanya Shikamaru yang sedari sibuk ikut membuntuti Naruto bersama Kiba

"Tentu saja, lagipula aku merasakan firasat buruk, entah kenapa?" jawab Kiba

"Hah~ mendokusei"

"Humph berlagak bodoh, TANGKAP DIA!" perintah seorang pria paruh baya pada tiga sosok yang mengelilingi Naruto

"Lepaskan!" Naruto berusaha berontak tapi tiga lawan satu? Benar-benar tidak seimbang.

"Ayo" ucap pria paruh baya tersebut dan segera menghilang dari sana termasuk ketiga prajurit tersebut beserta Naruto.

"NARUTO!" teriak kiba ketika melihat Naruto menghilang di hadapannya

"Shi-shika… bagaimana ini… a-apa yang harus ki-kita lakukan…"

"Sasuke! ya, ayo kita cari Sasuke" usul Shikamaru dan mulai berlari bersama Kiba. Sepertinya otak jenius Shikamaru bisa sedikit diandalkan dalam keadaan seperti ini.

'Flashback end'

"Otouto!" kata Itachi

"Orang tua itu… AKAN KUBUNUH DIA!" Geram Sasuke murka dan langsung mengeluarkan sepasang sayap hitam miliknya, bersiap untuk terbang dan menyelamatkan sang pujaan hati.

GREP

"LEPAS!" kata Sasuke dingin dan matanya tiba-tiba berubah merah dengan tiga koma yang berputar.

"Kami ikut" Ucap Shikamaru disertai anggukan dari Kiba

"Hmph, Buat apa? Ingin mati konyol heh?" sinis Sasuke

"Kami juga ingin menyelamatkan sahabat kami Uchiha! Kami ingin menebus semua kesalahan kami padanya! Apa itu tidak boleh?!" teriak Kiba

"Cih, terserah" ucap Sasuke dan langsung terbang meningaalkan atap tersebut

"Kalian pegang tanganku, kita berangkat" kata Itachi, dan dalam sekejap atap tersebut menjadi sepi.

Oh, ternyata tidak rupanya di atap masih ada dua orang yang sedari tadi mencuri dengar tentang apa yang terjadi, Sakura dan Gaara.

"Apa-apaan ini! Bukankah orang tua itu memberikanku satu kesempatan lagi?!" geram Sakura

"Itu kita pikirkan nanti, ayo!" ucap Gaara dan mulai membuka portal ke dunia bawah, memasukinya dan lenyap. Sekarang atap tersebut benar-benar sepi.

Dunia Bawah

"Yang mulia, hamba sudah membawa pemuda tersebut" lapor Danzo begitu ia samapi di istana

"Bawa dia kesini, kehadapanku!" perintah Fugaku

"Baik yang mulia, Bawa dia masuk" lanjut Danzo

Terlihatlah seorang pemuda pirang aka Naruto tengah diseret dalam keadaan tak sadarkan diri ke hadapan sang raja Dunia Bawah, Uchiha Fugaku.

"Jadi hanya demi sampah seperti ini Sasuke berani menentangku?" kata Fugaku dengan dingin

"Kurung dia!" perintah Fugaku yang langsung dilaksanakan oleh bawahannya tersebut.

Sementara itu…

"Berhenti otouto!" kata Itachi pada sang adik saat berada di dekat istana

"Kita harus cepat aniki! Aku tidak ingin orang tua itu berbuat sesuatu yang akan menyakiti Naruto-ku" kata Sasuke dan bersiap untuk menerobos ke istana.

"Kita harus punya rencana, otouto, saat ini lawan kita bukanlah Haruno atau Sabaku itu saja seperti saat itu, saat ini kita melawan raja dunia ini Sasuke, orang yang paling kuat dan berkuasa, aku tidak mau kau mati konyol sebelum bertemu Naru-chan" jelas Itachi

"Kau benar aniki, tapi maaf… aku tidak bisa" kata Sasuke yang langsung melesat ke dalam istana

"Ck, selalu begini" rutuk Itachi

"Lebih baik kalian berdua tidak jauh-jauh dariku. Biar lebih aman" kata Itachi pada Shikamaru dan Kiba

"Ta-tapi…"

"Menurutlah atau kalian akan mati sebelum bertemu dan minta maaf pada Naruto" tegas Itachi

"Ba-baiklah" ucap keduanya serempak

^^;

"Apa maksud semua ini paman? Bukankah kau berkata akan memberiku satu kesempatan lagi?!" protes Sakura yang saat ini sedang menghadap Fugaku bersama Gaara, ia benar-benar ingin tahu alasan orang tua yang ada di depannya ini, alasan orang tua tersebut mengingkari janjinya.

"Benarkah? aku tidak ingat pernah berkata seperti itu" jawab Fugaku dingin

"Lebih baik sekarang kau pulang dan bersiap untuk pernikahanmu!" lanjutnya

"Tapi aku masih ingin membalas pemuda pirang itu!" kata Sakura lagi

"Pulang atau pernikahan batal!" ancam Fugaku

"Ta-tapi.."

"Kau berani menentangku, Sakura?" geram Fugaku

"Cih, kau menyebalkan! yang mulia yang terhormat, kau kira aku takut padamu, hah? Aku berubah pikiran. Rencananya aku akan melenyapkanmu setelah aku menikah dengan Sasuke-kun tapi sepertinya aku harus melenyapkanmu sekarang!" kata Sakura dengan pongahnya.

"Dasar bocah ingusan" ejek Fugaku

"Danzo!" panggillnya pada anak buak kepercayaannya itu.

"Ya, yang mulia?" tanya Danzo sopan

"Singkirkan anak ini dari istanaku!" kata Fugaku

"Segera yang mulia" ucap Danzo seraya membungkuk

CRASH

"A-Apa ya-yang k-kau la-lakukan…"

"Heh, kalau dalam keadaan seperti ini kau pasti tahu apa yang kulakukan kan yang mulia" kata Danzo sambil menjilati darah yang melekat di pedang yang digunakannya untuk menusuk Fugaku.

"Ka-kau…"

"Danzo, apa yang kau lakukan" ucap Sakura

"Maafkan hamba yang mulia Putri, hamba tidak suka dia menghina tuan putri seperti itu, jjadi tanpa sadar hamba…" kata Danzo pada Sakura

"Ka-kalian…"

"Gomen ne, Danzo-san ada di pihakku paman, sedangkan kau? Kau sendirian… Huahahahaha sekarang Harunolah yang akan menguasai Dunia Bawah ini" kata Sakura licik disertai tawanya yang menggelegar

"Mana pemuda pirang itu" tanya Gaara yang dari tadi diam saja meliat semua yang terjadi,

"Bawa pemuda pirang itu!" perintah Danzo pada anak buahnya

"LEPASKAN AKU!" ronta Naruto yang masih saja diseret-seret

"Hai Naruto-kun" sapa Sakura dengan senyuman di wajahnya

"Lepaskan aku!" kata Naruto

"Kau tidak merindukanku Naru-chan?" tanya Gaara

"Ga-Gaara? Ka-kau…" gagap Naruto begitu melihat Gaara berdiri di samping Sakura

"Sesuai perjanjian Sakura, serahkan Naruto padaku, dia bagianku" kata Gaara

"Tidak secepat itu Gaara-kun" kata Sakura

"Aku masih punya urusan yang belum selesai dengannya" lanjut Sakura

TBC

Gomen minna… sampai disini dulu ya… maaf fict-nya jadi makin ngaaco… gajenya minta ampun. Tapi Review ya…^^ makasi buat yang udah review jangan lupa review lagi^^