"LEPASKAN AKU!" ronta Naruto yang masih saja diseret-seret.
"Hai Naruto-kun" sapa Sakura dengan senyuman di wajahnya.
"Lepaskan aku!" kata Naruto.
"Kau tidak merindukanku Naru-chan?" tanya Gaara.
"Ga-Gaara? Ka-kau…." gagap Naruto begitu melihat Gaara berdiri di samping Sakura.
"Sesuai perjanjian Sakura, serahkan Naruto padaku, dia bagianku" kata Gaara.
"Tidak secepat itu Gaara-kun" kata Sakura.
"Aku masih punya urusan yang belum selesai dengannya" lanjut Sakura.
Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei
Pair: SasuNaru
Rate: M
Warning: Abal, gaje, AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, loncat-loncat de el el.
Happy reading minna. \^0^/
'FALLING'
'Naruto POV'
Sasuke... ini dimana? Apakah ini adalah dunia tempatmu berasal? Di sini gelap dan sesak, aku tidak suka… akankah kau datang dan menyelamatkanku lagi seperti waktu itu? Aku takut Suke, sangat takut….
"Sesuai perjanjian, Sakura, serahkan Naruto padaku, dia bagianku." ujar Gaara pada Sakura.
"Tidak secepat itu, Gaara-kun." kata Sakura.
"Aku masih punya urusan yang belum selesai dengannya." lanjut Sakura.
Urusan? Urusan apa? Setahuku aku tidak punya urusan sedikitpun dengan perempuan berambut pink tersebut, apakah nasibku akan sama seperti paman yang mirip denganmu ini, Sasuke? Apakah dia ayahmu?.
Kumohon Sasuke… tolong aku….
'Naruto POV end'
"Serahkan dia sekarang, Sakura!" kata Gaara.
"Tidak secepat itu, Gaara-kun, Sasuke masih belum jadi milikku" kata Sakura.
"Kau mau melanggar perjanjian, hah?" kata Gaara dengan suara yang mulai meninggi.
"Terserah kau mau berpikir seperti apa, kalau kau terus bersikap seperti ini Gaara-kun, kau juga akan kubuat bernasib sama dengan orang tua yang ada di sana!" ancam Sakura seraya menunjuk ke arah Fugaku yang tergeletak tak bergerak di dekat singgasananya.
Mau tak mau Gaara hanya bisa diam, ia tidak ingin gagal mendapatkan Naruto kali ini. Ia harus menyusun rencana agar bisa merebut Naruto dari Sakura.
"Jangan berpikir kau bisa merebutnya dariku, Gaara, atau kau hanya akan mendapatkan mayat pemuda pirang tersebut!" ancam Sakura dengan hawa yang menyeramkan seolah bisa membaca apa yang sedang dipikirkan Gaara.
"Hm" tanggap Gaara.
'Ck, sial!' lanjtnya dalam hati.
.
.
Sementara itu, Sasuke saat ini telah berhasil menyusup kedalam istana, sulit memang, tapi apapun akan dilakukannya demi Naruto walaupun taruhannya nyawa sekalipun.
"Otouto, suasana di sini sedikit janggal." kata Itachi tiba-tiba.
"Apanya?" tanya Sasuke sedikit tidak peduli, karena sedari tadi hanya fokus akan rencana yang disusunnya sendiri untuk menyelamatkan Naruto hingga tidak memperhatikan sekitarnya.
"Aku tidak bisa merasakan hawa keberadaan Ayahanda, harusnya hawa sebesar itu dapat terasa di seluruh dunia bawah ini." jelas Itachi.
"Kau benar aniki, jangan-jangan orang tua itu sudah mati." kata Sasuke datar tapi masih terselip nada khawatir di sana.
"Kau jangan bicara sembarangan Sasuke, bagaimanapun juga ia adalah ayah kita, raja dunia ini! Tidak mungkin ia mati semudah itu!" kata Itachi yang sedikit tidak terima akan pernyataan Sasuke itu. Walau bagaimanapun Itachi menyanyangi ayahnya apalagi semenjak ibunya tiada hanya ayahnya dan Sasuke-lah keluarganya.
"Kenapa tidak dipastikan saja secepatnya." kata Shikamaru memberi usul, ia tidak suka berlama-lama seperti ini. Ia ingin segera bertemu dan meminta maaf pada Naruto, bukan terlibat perdebatan dua saudara yang menurutnya merepotkan itu.
"Hn, kau benar, rusa pemalas." Kata Sasuke "Ayo." ajaknya melanjutkan kembali pergerakan mereka yang sempat terhenti.
^^:
Saat ini Sasuke, Itachi, Shikamaru dan Kiba tengah berdiri di depan sebuah pintu besar berwarna coklat tua yang terlihat sangat megah dan kokoh, di sekeliling mereka terlihat tubuh beberapa prajurit yang tergeletak tak bergerak bersimbah darah karena tadinya berniat menghalangi pergerakan Sasuke dan yang lainnya.
BRAK!
Langsung saja, Sasuke menendang pintu tersebut dan dengan sukses membuat pintu tersebut hancur berkeping-keping. Shikamaru dan Kiba yang melihat hal tersebut hanya bisa cengo, pintu besar tersebut hancur dengan sekali tendang?! Batin mereka tidak percaya sedangkan Itachi tidak bereaksi apapun melihat hal tersebut karena apa yang dilakukan otoutonya itu adalah hal yang biasa dan sangat mudah alias tak membutuhkan banyak tenaga. (Ck ck ck kalian lupa ya, Sasu kan bukan manusia ceritanya).
Perbuatan Sasuke yang sangat tidak berperikepintuan tersebut, otomatis mengagetkan siapa saja yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Sa…"
"Ara~ Sasuke-kun." Potong Sakura dengan suara manja yang dibuat-buat.
"Cih, lepaskan dia!" kata Sasuke begitu mendapati sang kekasih tercinta dalam keadaan terikat dan dijaga oleh dua orang prajurit suruhan Sakura yang mengalungkan dua bilah pedang di leher sang kekasih dari sisi kanan dan kiri. Ia tidak suka orang yang disayanginya diperlakukan seperti itu. Ia akan membunuh orang yang berbuat seperti itu, dan orang yang beruntung kali ini adalah cewe pink yang menurut Sasuke sangat-sangat menjijikkan besertak semua pengikutnya.
"Sasuke-kun, jadi kau lebih menghawatirkan pemuda pirang ini daripada ayahmu sendiri, ya?" Tanya Sakura sambil menunjuk ke arah Fugaku yang tergeletak tak bergerak.
"A-ayah…" guman Itachi sementara Sasuke hanya bisa terbelalak mendapati sang ayah dalam keadaan seperti itu. Walau Sasuke memang terlihat sangat tidak menyukai ayahnya, tapi dalam hatinya, Sasuke sangat menyayangi ayahnya yang egois itu, karena menurut Sasuke seorang anak tetap akan memiliki walau hanya sedikit kasih untuk orang tuanya.
"Huahahahah… lihat wajah-wajah itu. Apanya yang Uchiha?! Jangan membuatku tertawa." Sakura benar-benar bahagia mendapati perubahan ekspresi yang begitu jelas di kedua wajah sang pangeran Uchiha.
"Sasuke-kun, kau tidak perlu terlalu khawatir seperti itu, ayahmu itu masih hidup, yah… walaupun aku tidak begitu yakin sih, tapi aku benar-benar akan melenyapkannya kalau kau menolak menikah denganku, Sasuke-kun." Kata Sakura sambil menyeringai yang ditambahkan sedikit bumbu mengancam pada Sasuke.
"A-ayah…" ucap Itachi sambil melangkah mendekati sosok sang ayah.
"Tetap diam di sana Pangeran, atau kau akan mengalami nasib yang sama dengannya!" kata Danzo sembari melempar senyum mengejek ke arah Itachi.
"Danzo… kau… Dasar penghianat!" geram Itachi.
"KUBUNUH KAU!" kata Itachi yang langsung mencabut pedangnya dan berlari ke arah Danzo.
"BUNUH MEREKA!" perintah Sakura pada semua prajurit yang ada di sana.
HEEAAAAA
TRANG
CRASH
Dengan lihainya Itachi menebas puluhan prajurit yang menghadangnya, tapi prajurit-prajurit tersebut seakan tak ada habisnya.
Sasuke yang sedari tadi diam saja mulai mengeluarkan aura membunuh yang benar-benar mengerikan, kuku-kukunya memanjang dan matanya berubah merah dengan tiga koma yang berputar, Sharingan. Jurus pupil yang paling ditakuti di dunia bawah. Begitu pula Itachi yang sepertinya sudah mulai bosan menghadapi prajurit-prajurit rendahan seperti yang dihadapinya saat ini. Kedua pangeran dunia bawah ini dalam keadaan sip bertempur saat ini.
CRASH
Darah-darah berserakan diakibatkan Itachi dan Sasuke yang tak segan-segan membantai dan mencabik tubuh siapapun yang menghalangi mereka.
"Sh-shika… a-apa yang harus kita lakukan… a-aku takut…." Bisik Kiba pada Shikamaru yang sedari tadi bersembunyi dibelakang sebuah pilar besar di ruangan tersebut atas suruhan Itachi.
"Ikut aku!" kata Shikamaru menggenggam tangan Kiba sembari mengendap-endap supaya tidak ketahuan.
"Shi-shika…."
"Kita akan menyelamatkan Naruto, Kiba. Kau jangan jauh-jauh dariku. Tetap pegang tanganku, mengerti?" kata Shikamaru pada Kiba.
"Hm, Aku tidak ingin lari lagi dan meninggalkan Naruto seperti yang sudah-sudah" jawab Kiba disertai anggukan kepalanya menandakan kalau ia mengerti dengan apa yang disampaikan Shikamaru tadi.
Amukan Uchiha bersaudara mengakibatkan tewasnya sebagian besar prajurit yang dikerahkan Sakura untuk menghalangi duo Uchiha tersebut, sedangkan sisanya melarikan diri dari sana, takut akan kengerian yang ada di hadapan mereka saat ini, mereka benar-benar melihat sosok iblis sejati dari kedua pangeran mereka yang biasanya berwajah datar-datar saja.
Sakura sedikit kaget mendapati Prajurit-prajurit andalannya terkapar bersimbah darah dan ada yang berlari tunggang langgang dari tempat tersebut, tapi tidak sedikitpun ketakutan menyelimutinya. Memang 'Sharingan' adalah jurus yang paling ditakuti di dunia bawah, tapi sekarang Sakura memiliki Naruto yang bisa dia jadikan tameng untuk menghadapi jurus tersebut. Sasuke tidak mungkin menyerang Naruto, kan? Begitulah pikirnya.
"Danzo maju!" printah Sakura.
Tanpa ada perintah kedua, Danzo langsung maju dengan pedang yang berlumur darah Fugaku di tangannnya, ia merasa yakin dapat membunuh kedua pangeran yang sangat sombong menurutnya itu.
TRANG!
Gerakan Danzo terhenti oleh pedang Itachi.
"Kau! Akan kubunuh kau." kata Itachi sambil melunjurkan jurus-jurus pedang andalannya, ia bertekad akan membunuh orang yang berani-benraninya menghunuskan pedang pada sang ayah.
Sementara Danzo yang disibukkan oleh Itachi, Sasuke berlari ke arah Sakura. Ia benar-benar ingin menghabisi perempuan menjijikkan yang saat ini ada di depannya. Perempuan yang sudah seenaknya menyakiti semua orang yang disayanginya. Dapat dilihatnya wajah Naruto yang sangat ketakutan yang saat ini berada dibelakang Sakura.
"Gaara! Maju" perintah Sakura pada Gaara.
"…"
"Apa-apaan kau Gaara?! Kau mau aku membunuh pemuda pirang itu sekarang, hah!" bentak Sakura yang tak kunjung juga mengikuti perintahnya untuk menyerang Sasuke.
Merasa tak mempunyai banyak pilihan Gaara segera maju untuk menghadang Sasuke. Gaara yang merupakan seorang bangsawan dunia bawah tersebut ternyata bisa mengendalikan pasir tang datangnya entah dari mana. Ia menggunakan pasir-pasir tersebut untuk menyerangg Sasuke dari segala arah. Sasuke sedikit kewalahan menghindari pasir-pasir yang diarahkan Gaara padanya. Sasuke harus memikirkan cara untuk menghindari pasir-pasir Gaara yang tak henti-hentinya mengerjar dan menghantamnya.
BLAR!
Pasir-pasir Gaara berhamburan kesegala arah diakibatkan serangan Ssasuke yang beripa aliran listrik yang keluar dari seluruh tubuhnya, Chidori Nagashi.
"Boleh juga kau" kata Sasuke pada Gaara dengan seringai yang lebih tepatnya ejekan pada sang Sabaku.
"Hn, kau juga Uchiha. Jangan senang dulu karena ini belum berakhir" sinis Gaara yang merasa diremehkan oleh Sasuke.
"Oh ya, Sini, biar kuhancurkan kau beserta pasir-pasirmu itu!"
TBC
Yak cukup sampai disini dulu. Otak Ren hampir meledak bikin Fict yang ini, si Naru juga lom jelas nasibnya. Huft… maaf kalo ga seru… pendek lagi,paling ga bisa bikin action-actionan, tapi Review please^^.
Balesan REVIEW:
Cappuccino 'Kepo: maaf kalo pendek… hehe makasi udah review^^
devilojoshi: Gaara mo minta apaan ya… kalo fugaku lom mati, pi hampir mati iya khekhe… trus Shika ma Kiba mo nyelametin Naru tuh katanya…ini udah lanjut… makasi udah review^^
Ichigo 'Momo' Citrusz: fuga-fuga lom mati lho… hehe makasi udah review^^
Kkhukhukhukhudattebayo: Naruto harus menderita karena authornya yang mau( di tending Naru ma reader) setuju! Ancurin Sakura (dibakar Sakura fc) makasi udah review^^
Vipris: makasi udah di fav… seneng banget XD fugakunya lom mati but… makasi udah review^^
dame dame no ko dame ku chan: ini udah lanjut makasi udah review^^ ku-san
Imperiale Nazwa-chan: udah lanjut… makasi udah review^^
bunnygirl: udah di update, makasi udah review^^
Kinana: makasi udah bilang cerita gaje bin aneh ini keren (terharu) hehe seneng ada yang manggil kakak, makasi udah review^^
Gunchan CacuNalu Polepel: fuga lom mati Gunchan, sekarat doink… makasi udah review^^
,Micha007: udah update, makasi udah review^^
Kira Hanazawa: mudah-mudahan sasu berhasil, makasi udah review^^
wkyjtaoris ALL: sorry baru update… makasi udah review^^
miszshanty05: udah lanjut… makasi udah review^^
