Balesan review:
Ichigo 'Momo' Citrusz: tul tuh kalo fuga-fuga koid siapa yang ngerestuin SasuNaru. Thanks for the review^^
UzumakiKagari: hehe maaf kalo kurang panjang… moga-moga aja Gaara ga jadi jahatnya. Thanks for the review^^
Hanazawa kay: maaf~ di usahain kedepannya di panjangin… Thanks for the review^^
Devilojoshi: hm… Gaara bukan manusia (bisik-bisik). Narunya dikendalikan ya… gimana ya… liahat kedepannya aja deh hehe Thanks for the review^^
Dame dame no ko dame ku chan: udah update… \^0^/Thanks for the review^^
Gunchan CacuNalu Polepel: yosh… udah lanjuttttt. Thanks for the review^^
Wonkyuhomintaoris all: mo gimana lagi. Udah suratan Sakura jadi wong jahat di fict ini. Thanks for the review^^
.Micha007: setuju… tapi ngeri juga ngebayangin Sasu mutilasi si Saku. Thanks for the review^^
Kinana: oke… ini udah lanjut. Thanks for the review^^
Kkhukhukhukhudattebayo: hum… andai Naru punya kekuatan… Thanks for the review^^
Bunnygirl: ayo bunuh Saku! Thanks for the review^^
Mirror2: hehe makasi udah mau baca fict gaje ini… Thanks for the review^^
Guest: gomen~ kelamaan… Thanks for the review^^
Preview
BLAR!
Pasir-pasir Gaara berhamburan ke segala arah diakibatkan serangan Sasuke yang berupa aliran listrik yang keluar dari seluruh tubuhnya, Chidori Nagashi.
"Boleh juga kau." kata Sasuke pada Gaara dengan seringai yang lebih tepatnya ejekan pada sang Sabaku.
"Hn, kau juga Uchiha. Jangan senang dulu, karena ini belum berakhir." sinis Gaara yang merasa diremehkan oleh Sasuke.
"Oh ya, sini, biar kuhancurkan kau beserta pasir-pasirmu itu!"
Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei
Pair: SasuNaru
Rate: M
Warning: Abal, gaje, AU, typo merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, loncat-loncat de el el.
Happy reading minna. \^0^/
'FALLING'
'Naruto POV'
Apa yang sebenarnya kau hadapkan padaku, 'Kami-sama'. Apakah segala macam penderitaan yang kurasakan selama masih belum cukup? Ataukah kau merencanakan sesuatu yang lain untukku? Apakah itu hal yang baik? Atau malah sebaliknya? 'Kami-sama', kumohon… aku tak ingin lagi kehilangan seseorang yang berharga bagiku.
Aku hanya bisa terdiam dalam sekapan para prajurit suruhan Sakura. Terduduk diam melihat Sasuke - kekasihku, tengah bertarung dengan Gaara. Aku baru tahu, kalau Gaara juga merupakan penghuni dunia ini. Selama aku kenal dengannya, dia tidak pernah mengatakannya, apalagi melihat sikapnya saat ia mengetahui siapa Sasuke sebenarnya, terkesan jijik. Kalau dia berasal dari dunia ini juga, berarti ia sama saja dengan Sasuke, kan? Tidak perlu sok memandang rendah Sasuke seperti itu. Satu lagi yang membuatku khawatir, sepertinya, Gaara benar-benar akan menyakiti Sasuke, terlihat dari matanya yang berkilat penuh kebencian. Aku tidak bisa diam seperti ini terus, aku harus melakukan sesuatu, Aku akan menyelamatkan Sasuke.
"Stt… Naru.…"
'Naruto POV end'
"Stt… Naru…" Naruto mendengar bisikan yang memanggil namanya, dan bagusnya lagi, para prajurut yang menjaganya tidak mendengar suara tersebut (pada budeg tuh prajurit). Naruto melihat sekelilingnya dan menemukan dua orang yang disebut sahabatnya, Shikamaru dan Kiba, tengah berada tak jauh darinya.
'Apa yang mereka lakukan disini? mereka bisa mati!' pikir Naruto cemas, walau bagaimanapun dua orang itu masih berarti bagi Naruto, setelah apa yang dua orang itu lakukan padanya.
"Naru, kami akan menyelamatkanmu." bisik Kiba pada Naruto.
'Menyelamatkanku? Caranya? Konyol! Mereka mau menyia-nyiakan nyawa mereka apa?!' pikir Naruto tak percaya.
DHUAAR!
Suara ledakan menggema di ruangan yang semula berupa sebuah ruangan megah dan mewah tempat singgasana raja berada, pasir-pasir berserakan dimana-mana, Kedua pemuda yang tengah bertempur dengan sengit – Sasuke dan Gaara – sama-sama terlempar ke arah yang berlawanan akibat jurus andalan masing-masing. Semua yang berada di ruangan tersebut hanya bisa membelalakkan mata mereka melihat pertarungan yang bisa dikatakan pertarungan hidup dan mati tersebut, sedangkan Sakura, dia hanya tersenyum melihat itu semua.
'Ya, begitu… bertarunglah sampai mati dan pada akhirnya, semua ini, dunia ini akan berada dalam kekuasaanku' batinnya sambil menyeringai mengerikan (Saku udah gak waras*taboked).
Danzo Vs Itachi
Trang!
Trang!
Trang!
Suara pedang yang saling beradu menggema di ruangan tersebut. Nafsu membunuh Itachi tak lagi bisa ditahan. Ia benar-benar sudah muak menghadapi orang tua yang ada di depannya saat ini, tapi Danzo bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng. Danzo adalah orang kepercayaan ayahnya, sebelum tua bangka itu berhianat dan melukai ayahnya. Tentu saja kekuatan yang dimiliki Danzo juga tidak sembarangan. Danzo, pria tua dengan luka menyilang di dagunya serta perban yang menutupi sebelah matanya dan melilit di tangan sebelah kanannya tangannya, membuat Itachi yakin kalau orang tua di depannya ini menyembunyikan sesuatu yang memang sedikit mencurigakan menurut Itachi.
"Aku sudah mulai bosan bermain-main denganmu pangeran." ujar Danzo sembari membuka perban yang ada di tangan kanannya tersebut dan terlihatlah beberapa mata sharingan yang menempel pada tangan tersebut. Ia berniat untuk menghabisi Itachi sesegera mungkin.
Itachi sedikit kaget mendapati pemandangan seperti itu.
'Jadi selama ini dia mengumpulkan sharingan di tangannya, jadi ini alasannya, beberapa keturunan Uchiha yang menghilang beberapa tahun yang lalu?' pikir Itachi mengingat kejadian ganjil yang terjadi dulunya.
"Kau memang pantas mati Danzo, dan aku yang akan membunuhmu!" tekad Itachi dan kembali menyerang Danzo dengan membabi buta.
Tak semudah yang Itachi bayangkan, memang beberapa serangannya telak menghantam Danzo, namun tidaklah berefek apa-apa terhadap pria tua tersebut.
'Harusnya pria tua itu sudah mati terkena 'amaterasu', tapi… apa-apaan ini?! Apa yang sebenarnya terjadi?!.' batin Itachi sedikit bingung.
'Apa karena sharingan di tangannya, begitu, jadi dia juga bisa mengendalikan sharingan rupanya, pantas saja' pikir Itachi.
"Ada apa pangeran? Kaget heh?" ejek Danzo yang merasa di atas angin begitu menyadari ada raut kekagetan di wajah Itachi walaupun samar.
"Tidak juga" jawab Itachi santai. Ia tidak boleh panik dalam keadaan seperti ini, ia harus tenang memikirkan langkah selanjutnya. Danzo pastii memiliki kelemahan dan ia harus mencari dan mengetahui di mana letak kelemahan tersebut.
DHUAR!
Suara ledakan tersebut mengagetkan Itachi, begitu juga Danzo. Ledakan yang terjadi karena pertarungan antara Sasuke dan Gaara.
'Amaterasu' lagi Itachi menyerang Danzo yang sedang lengah karena ledakan yang disebabkan Sasuke dan Gaara dengan api hitamnya – api yang akan membakar apa saja dan tidak akan pernah padam, Danzo yang sedikit lengah tak dapat mengelak dari serangan tersebut, tapi anehnya, setelah serangan tersebut terjadi Danzo tiba-tiba sudah berada di belakang Itachi seperti tidak terjadi apapun padanya dan langsung menghunuskan pedangnya kea rah Itachi dan dapat di hindari Itachi dengan baik. Tapi ada satu hal yang tak luput dari penglihatan Itachi, satu per satu mata Sharingan yang ada di tangan Danzo menutup dan saat ini tinggal dua mata lagi yang berada dalam keadaan terbuka.
'Begitu rupanya, walaupun bisa menggunakan sharingan layaknya seorang Uchiha tapi tetap ada kekurangannya, pantas dia mengumpulkannya sebanyak itu.' batin Itachi.
"Kenapa pangeran? Kau terkejut akan kemampuanku yang bukan seorang Uchiha ini?" remeh Danzo.
"Jangan terlalu percaya diri tua bangka, tidak perlu menjadi seorang Uchiha untuk kuat, kau tahu itu? Sepertinya tidak, kau tidak memiliki pemikiran yang matang, benarkan? Kau hanya orang tua yang terobsesi akan kekuatan" kata Itachi sambil tersenyum meremehkan.
"Walaupun kau mengeluarkan 'Izanagi' – jurus pupil tertinggi – sekalipun aku tidak akan takut." tantang Itachi.
Sebenarnya Itachi sedikit khawatir mengenai kekuatan Sahringan di tangan Danzo, sampai di mana kekuatan mata-mata tersebut, ia masih harus mengetahui hal tersebut, jika perhitungannya meleset nyawanya bisa terancam.
"Cih! Banyak omong!" kata Danzo dan langsung menyerang Itachi.
Itachi yang mendapat serangan bertubi-tubi seperti itu, hanya bisa mengelak, berusaha agar tidak mati sebelum rencananya berhasil.
Luka akibat serangan-serangan Danzo sedikit memperlambat pergerakan Itachi, apalagi luka-luka tersebut tak hentinya mengeluarkan darah. Membuat pandangannya sedikit berkunang-kunang. Masih sambil berusaha menghindar dari serangan-serangan Danzo, ketika tangan Danzo terulur tepat di depan matanya, itachi melancarkan 'genjutsu-nya' untuk mengelabui Danzo.
'Bagus' batin Itachi
"Inilah akhir hidupmu pangeran!" teriak Danzo sembari melancarkan serangan terdahsyatnya.
"…"
Tak satu hal pun terjadi, Danzo bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ia sudah memperhitungkan semuanya. Tidak mungkin serangan besar yang sudah disiapkannya dengan matang itu gagal. Dilihatnya tangannya yang penuh akan sharingan tersebut, semua mata yang berada di tangan tersebut telah tertutup.
"Kenapa?" tanya Itachi dengan sedikit seringai meremehkkan di wajahnya.
"…." Tak ada jawaban dari Danzo.
"Heh, itulah akibatnya kalau kau meremehkan Uchiha, tua Bangka." Kata Itachi dan langsung mengeluarkan amaterasu yang melahap habis Danzo yang jelas-jelas terjebak genjutsu yang di buat Itachi.
"Hah~ buang-buang tenaga saja." lirih Itachi dan mulai berjalan menuju tubuh sang ayah, ia ingin memastikan keadaan ayahnya sekaligus beristirahat sejenak. Bohong kalau di berkata bertarung dengan tua bangka tersebut tidak menguras tenaganya apalagi ia menggunakan sharingan lebih sering dari biasanya.
###
"Dasar tua Bangka tidak berguna!" geram Sakura melihat Danzo terkapar tak bernyawa tak jauh darinya.
"Gaara! kau tidak boleh kalah! Kalau kau kalah, pemuda pirang ini akan MATI!" ancam Sakura pada Gaara.
Mendengar ancaman Sakura, segera saja Gaara menyerang Sasuke dengan membabi buta. Ia tidak ingin Sakura sampai melukai Naruto. Ia tidak boleh kalah. Bagaimanapun juga ini adalah kesempatan baik baginya untuk bisa membuat Naruto menjadi miliknya selamanya.
"Bersiaplah, Uchiha. AKU AKAN MENGAKHIRI HIDUPMU SAAT INI JUGA!" kata Gaara.
"Coba kalau bisa." tantang Sasuke yang terlihat tidak takut sedikit pun.
"Suna Shuriken" Gaara melancarkan jurus pasirnya yang berupa shuriken-shuriken kecil dari pasir pada Sasuke. Shuriken tersebut melesat dengan cepat dalam jumlah yang banyak hingga tak seluruhnya dapat dihindari oleh Sasuke.
"Chidori" Sasuke balik menyerang Gaara, namun hanya mengakibatkan luka kecil pada sang pengendali pasir karena pasir-pasir tersebut membantuk pertahanan untuk melindungi sang pemilik.
Sekali lagi Gaara melancarkan pasir-pasirnya pada Sasuke, begitu juga Sasuke yang melancarkan jurus andalannya – chidori – pada saat yang bersamaan.
BLAR!
Ledakan besar terjadi, tapi tak satupun dari kedua pemuda tersebut yang roboh, keduanya masih berdiri walaupun dengan nafas yang tersenggal-senggal dan luka di sana sini yang diakibatkan serangan besar barusan.
Sakura yang melihat pertarungan tersebut makin melebarkan seringai di wajahnya. Tidak sia-sia ia memanfaatkan pemuda pirang tersebut untuk mengahasut sang Sabaku agar mau bekerja sama dengannya, yah walaupun dengan 'sedikit' ancaman. 'Dengan begini dapat di pastikan kalau kerajaan ini akan menjadi milikku' batinnya.
Serangan demi serangan, baik Sasuke maupun Gaara, belum ada yang ingin menyerah. Mereka bertarung untuk memperebut sesuatu yang berharga menurut mereka masing-masing. Semua prajurit yang memperhatikan pertarungan tersebut hanya bisa terbengong-bengong menyaksikan kedahsyatan pertarungan tersebut hingga tak menyadari pergerakan lain di sekitar mereka. Dengan lancarnya Shikamaru dan Kiba mengikat prajurit yang sedang menjaga Naruto dan membebaskan sang sahabat. Mudah? Begitulah. Semua menjadi mudah karena prajurit yang menjaga Naruto ikut terbuai melihat pertarungan sang pangeran dengan pemuda bersurai merah dan dengan mudah jugalah Shikamaru memperdaya mereka hingga bisa membebaskan Naruto dari sekapan tersebut.
BLAR!
Lagi sebuah ledakan terjadi dan membuat kedua pemuda yang tengah bertarung terlempar ke arah yang berlawanan. Sama-sama terkapar kehabisan tenaga, tapi mereka masih berusaha berdiri dan melanjutkan pertarungan, tak ada yang ingin kalah.
"Chidori" lagi Sasuke megeluarkan jurus andalannya tersebut yang rupanya telak mengenai Gaara yang terlambat untuk membuat pelindung dari pasirnya.
Gaara muntah darah dan kesulitan untuk berdiri. Matanya mulai berkunang-kunang. Sepertinya ia tidak sanggup lagi melanjutkan pertarungan.
BRAK!
Lengah sedikit saja nyawa Sasuke pasti sudah melayang oleh pukulan yang diarahkan Sakura padanya. Pukulan dengan tenaga penuh yang dapat menghancurkan apa saja yang dikenai pukulan tersebut. 'Shanaro', jurus andalan Sakura.
"Jangan senang dulu Sasuke-kun. Ini masih belum berakhir. Kalian! BUNUH PEMUDA PIRANG ITU" perintah Sakura pada prajuritnya.
"…" tak ada jawaban yang didapatnya atas perintah yang dilontarkannya tadi, membuat Sakura sedikit penasaran dengan apa yang terjadi.
Sakura menoleh dan mendapati prajurit suruhannya yang ia tugaskan untuk menjaga sang pemuda pirang a.k.a Naruto dalam keadaan terikat dan kepala yang penuh benjolan, rupanya Kiba memukuli para prajurit tersebut karena kesal pada mereka yang sudah menyakiti sahabatnya dan sepertinya ia juga ingin membuktikan kalau manusia biasa sepertinya juga bisa menghajar makhluk-makhluk suruhan Sakura tersebut.
"Kalian…" geram Sakura yang merasa dipermainkan. Ia benar-benar murka.
"KU BUNUH! AKAN KU HANCURKAN KALIAN SEMUA!" raung Sakura sembari menyerang Sasuke secara membabi buta.
Serangan demi serang dielakkan Sasuke, ia tidak menyangka, cewek yang menurutnya norak ini mempunyai tenaga yang besar seperti ini. Sekali terkena pukulan maut Sakura, habis sudah, pikir Sasuke.
Naruto yang melihat pertarungan antara Sasuke dengan Sakura hanya bisa menatap pertarungan tersebut dengan geram. Ia tidak suka kalau nantinya ia akan kehilangan orang yang sangat dicintainya lagi. Naruto tahu dan bisa melihat kalau saat ini Sasuke sedikit kewalahan menghadapi segala serangan dari Sakura. Memang Sasuke memiliki sharingan, tapi ia tidak dalam keadaan prima saat ini apalagi setelah pertarungannya dengan Gaara tadi. Naruto yakin kalau Sasuke tidak memiliki cukup tenaga untuk melawan Sakura lagi.
'Gadis licik itu pasti sengaja membuat Sasuke kelelahan melalui pertarungan dengan Gaara tadi supaya ia dengan mudahnya mengalahkan sasuke yang sudah kehabisan energi' pikir naruto.
'Aku harus melakukan sesuatu' batinnya.
BLAR!
DHUAK!
Berbagai bunyi serangan dan hantaman yang terdengar membuat suasana ruangan tersebut semakin mencekam. Itachi yang mengetahui adiknya sedang kewalahan, tidak bisa berbuat apa-apa. Sharingan yang digunakannya tadi benar-benar menguras energinya, untuk berjalan saja rasanya sangat sulit (lebay euy~).
'Semoga kau selamat Sasuke' batin Itachi berharap sang adik dapat selamat dalam pertarungan tersebut.
SYAT!
BUAGH
Satu pukulan tepat mendarat di perut sang Uchiha bungsu, membuatnya memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Sial!" rutuknya di sela-sela usahanya untuk berdiri.
"Ternyata kau lemah juga ya, Sasuke-kun." remeh Sakura.
"Jangan senang dulu cewek norak, ini masih belum berakhir." Kata Sasuke yang sudah berdiri walau agak sempoyongan.
"Heh, bisa apa kau dengan tubuh seperti itu, Sasuke-kun, lebih baik kau menyerah dan menjadi suamiku saja." Kata Sakura.
"Jangan bermimpi. Aku tidak suka dan tidak akan sudi menikah dengan cewek norak sepertimu." Kata Sasuke sembari menyeringai mengejek.
"Kau… Kau akan menyesal Sasuke-kun." Geram Saskura yang telah dipenuhi aura kemarahan. Ia tersinggung dengan ucapan Sasuke yang mengatainya norak.
DHUAK!
Satu pukulan lagi bersarang di perut Sasuke, darah yang keluar melalui mulutnya pun semakin banyak. Lagi ia harus jatuh ke lantai. Menahan sakit. Jujur, bagi Sasuke sebenarnya serangan Sakura ini tidak ada apa-apanya kalau saja ia dalam kondisi terbaiknya. Sasuke sudah banyak menghabiskan tenaganya dalam pertarungan-pertarungan sebelumnya. Apalagi penggunaan sharingan menguras energinya dua kali lipat.
"Dengan ini tamat sudah riwayatmu, Sasuke-kun" ucap Sakura sembari mengambil sebuah pedang yang tergeletak begitu saja di dekat kakinya dan secepat kilat menghujamkannya ke arah Sasuke.
CRASH!
Semua mata yang berada di ruangan tersebut terbelalak. Rasa tidak percaya terlihat dalam mata mereka menyaksikan seorang pemuda pirang yang tengah berdiri di depan seorang pemuda raven dengan sebilah pedang yang menancap lurus ke jantungnya. Pemuda pirang tersebut – Naruto – entah dari mana datangnya, sudah berada di depan Sasuke dan menggantikan pemuda raven tersebut menerima serangan yang di arahkan Sakura padanya. Tubuh Naruto yang saat ini berada di depan Sasuke tidak bergerak, tubuh tersebut hanya terdiam berdiri di sana hingga Sakura mencabut pedangnya. Seketika tubuh mungil tersebut ambruk dan langsung di tangkap oleh Sasuke.
"Cih, meleset!" decih Sakura sembari menatap pedang berlumuran darah di tangannya.
"NARUTO!" pekik Kiba seakan membawa kembali semua orang yang sedari tadi masih belum yakin dengan apa yang terjadi. Ia beserta Shikamaru segera berlari menuju Sasuke dan matanya tak terbendung begitu melihat tubuh sahabatnya yang pucat dan berlumuran darah. Bagaimana bisa ia melepaskan pengawasan terhadap Naruto?!
Tubuh pemuda pirang yang kini tak lagi bernyawa itu terlihat tenang dalam pelukan Sasuke sedangkan Sasuke?
TBC
Fiuh… sampai disini dulu ya… sorry updatenya lama. Ren sibuk bgt…. If you mind review please…^^
