HANDSOME APPA!

.

YUNJAEYOOSUMIN

.

Sudah dilanjut selamat membacaaaa, sankyu buat yg kemaren review :D g dibales gpp ya tp dibaca qo en yeah I know tentang kesamaan nama Choi Sooyoung si Pramugari ama Choi Sooyoung adena Wowon, mianheee*bow*mari kita anggap itu Sooyoung yg laen ehehehe pisse muah#sundulmanja

.

.

"Ah, Jaejoongie kau sudah pulang? Bagaimana se-"

BRAK!

Lagi, untuk kesekian kali namja cantik itu mengacuhkan pertanyaan Yunho dia akan langsung masuk kedalam kamar dan berdiam diri disana selepas pulang sekolah.

"Joongie masih marah padamu?" tanya Yuchun memandang Yunho dengan tatapan penasaran.

Si tampan itu hanya mendengus pelan dan kembali menghadap macbook Apple silvernya, pekerjaannya jauh lebih penting sekarang.

"Hyung, kau tidak penasaran kenapa Joongie bersikap begitu padamu?"

"…"

"Sudah hampir seminggu aku melihatnya begitu, apa yang kau lakukan padanya eoh?"

"…"

"Aish jinjja! Hyung aku bicara pada-"

SRAK!

Namja tampan itu menaruh kertas-kertas laporannya kasar, ditatapnya sang adik membuat Yuchun merinding. Well, dia kurang menyukai tatapan 'sadis' Yunho.

Suasana hening sejenak.

"Minggu lalu aku bertemu Sooyoung"

"Sooyoung? Choi Sooyoung? Adik Siwon hyung yang sangat cantik yang tingginya bak model itu?"

Yunho mengangguk, direbahkannya punggung lebarnya kesandaran sofa, mata kecilnya menatap lurus seolah mengingat moment yang baru terjadi seminggu lalu.

"Sooyoung mengatakan bahwa Choi ahjussi sangat ingin bertemu dengan cucunya, mereka memang membenci Heechul keunde mereka tidak pernah berniat untuk mencelakakan Joongie, karena Joongie darah daging mereka sendiri"

"Benarkah? Lalu?"

"Entahlah aku bingung, Sooyoung memberiku waktu satu minggu untuk menjelaskan semuanya pada Joongie kalau tidak maka dia sendiri yang akan turun tangan"

Wajah Yunho tertunduk, ada raut yang tidak bisa Yuchun tebak disana.

"Apa yang akan kau lakukan sekarang hyung?"

Yunho menggeleng, ia menghembuskan napasnya pelan.

Entahlah dia juga tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, selama ini Jaejoong selalu merepotkannya jadi bukankah bagus kalau keluarganya mengambil Jaejoong? sehingga ia tidak perlu dipusingkan dengan namja manis itu lagi.

"Hyung, aku ingin bertanya padamu satu hal tapi kau harus jujur padaku"

"Hum, katakanlah"

Yunho melihat Yuchun menarik napasnya, ia mengerutkan dahi bingung, sebenarnya apa yang ingin ditanyakan sang adik.

"Hyung apa kau menyukai Jaejoong? Oke maksudku menyukai dalam arti yang sebenarnya, bukan suka karena dia anak baptismu"

Cukup terkejut juga Yunho dengan pertanyaan Yuchun, namun kemudian ia kembali bersikap biasa meski ada getaran halus yang mengalun di dadanya saat ia memikirkan Jaejoong.

Namja tampan itu tersenyum.

"Aku menyayanginya Chun~ah"

"Aku juga menyayangi Joongie, tapi sayangku padanya hanya sebatas sayang seorang kakak untuk adiknya, dan aku yakin rasa sayangmu itu berbeda hyung"

"Apa boleh seperti itu? Apa boleh aku memiliki rasa sayang yang berbeda?"

"Jangan bodoh hyung, semua orang tahu bahwa kau bukanlah Appa kandung Joongie"

"Lalu apa yang harus kulakukan sekarang?"

"Nikahi dia"

"MWO? M-Menikah? YAH! Kau gila eoh?"

"Aish tidak usah berteriak seperti itu hyung, dengar kalau kau menikahi Joongie maka kau berhak penuh atas dirinya jadi mereka tidak akan bisa merebut Joongie darimu kan?"

"Aku memintamu mencari solusi bagaimana cara mengatakan hal yang sebenarnya pada Joongie bukan untuk menikahinya Jung!"

"Sama saja, kau tinggal bilang 'Hey Jaejoong aku bukan Appa kandungmu, Appa kandungmu adalah Siwon dan aku mencintaimu mari menikah' that's it"

Adiknya yang satu ini sedikit aneh, entah apa yang dimakan Umma Jung dulu saat mengidam.

"Tidak mau, aku tidak akan pernah mau mengikuti saran gilamu!"

"Oke, kalau begitu hyung tinggal menunggu waktu saat Jaejoong pergi dan saat itu tiba hyung jangan menangis di pundaku arachi?"

Cih, Yunho mendecih.

Dia lelaki sejati jadi menangis hal yang cukup pantang baginya.

TAP TAP TAP

Keduanya menoleh saat mendengar langkah kaki menuruni tangga.

Dilihatnya Jaejoong membawa tas sekolahnya yang menggembung penuh.

"Eoh, Joongie mau kemana?"

"Menginap dirumah Suie, tugas sekolah banyak sekali jadi aku akan menginap agar tugas kami bisa selesai besok"

"Aaaahh neee hati-hati, titip cium untuk bebek seksi itu ok?"

Jaejoong terkekeh dengan jempol yang terangkat.

"Berhenti"

Langkah namja cantik itu terhenti, dia menoleh kearah suara yang berasal dari Appanya.

"Wae?"

"Kau tidak boleh pergi kemanapun, kalau mau mengerjakan tugas biar Junsu saja yang menginap disini"

Jaejoong mengerutkan alisnya, kemudian ia menghela napasnya pelan.

"Appa Joongie hanya menginap sehari besok juga pulang"

"Andwe! Sehari atau setengah haripun tetap tidak boleh, sekarang kembalilah ke kamarmu" tegas Yunho.

"YAH! APPA"

"KEMBALI KIM JAEJOONG!"

DEG

Yunho membentaknya?

Appanya membentak hanya karena ia akan menginap?

Sakit, hatinya begitu sakit

"Hikss Appa jahat! Appa ngga sayang sama Joongie hikss, Joongie benci Appa! Appa menikah saja dengan noona cantik yang Appa temui di taman bermain waktu itu, kalau Appa sudah menikah dengan noona itu Joongie akan kembali ke Chungnam, Joongie tidak mau punya ibu tiri hiksss"

"Yah apa yang kau-"

"Appa berpacaran dengan noona cantik itu kan? Appa mau menikahinya kan? Appa bahkan memeluk noona itu saat akan pulang hiksss, Joongie tidak akan melarang Appa untuk menikah lagi, Appa menikah saja dan Joongie akan pulang ke Chungnam!"

TAP TAP TAP TAP

Jaejoong berlari kembali menuju kamarnya, meninggalkan raut wajah bingung yang tercetak jelas diwajah Yunho serta kekehan kecil dari sang adik.

"Kau tahu hyung, aku berpikir bahwa Jaejoong cemburu padamu"

"Cemburu? Yah apa yang kau katakan Jung Yuchun, tidak mungkin dia cemburu padaku, lagipula anak itu aneh aku kan hanya menyuruhnya untuk tidak menginap karena aku mencemaskan dirinya tapi kenapa dia malah seperti itu? Ck"

"Itulah cinta hyung, uri Jaejoongie sepertinya sudah jatuh hati padamu"

Yunho menoleh, menatap adiknya yang tertawa kecil.

Ia jadi berpikir, Jaejoong mencintainya? Benarkah? Bolehkah ia berharap?

_HANDSOME APPA!_

TING TONG

"Ndeeee chakkamanyo"

Namja Kim itu berlari kecil dari dapur menuju ruang tamu.

CKLEK~

Eoh?

Wajah cantiknya terkejut melihat seseorang yang datang.

"N-noona cantik?"

"Hi Jaejoongie, apa kabar lama tidak bertemu"

"Baik, Appa tidak ada masih dikantor"

Well, namja Kim ini sepertinya memang tidak suka dengan kedatangan Choi Sooyung, jadi dia bersikap agak 'dingin'.

"Aku tidak mencari Yunho Oppa, aku kesini ingin bertemu denganmu Joongie" sapa yeoja tinggi itu ramah.

"Mencari Joongie?"

"Hum, keunde bolehkan aku masuk? Angin diluar cukup dingin hehe"

Jaejoong membuka pintu itu lebih lebar dan Sooyung segera masuk demi melindungi dirinya dari angin musim semi yang cukup kencang

"Rumah ini tidak banyak berubah, masih tetap sama seperti dulu"

Jaejoong mengerutkan dahinya bingung.

Apa noona cantik ini dulu sering main kerumah Appanya? Kenapa dia berkata begitu. Pikir si cantik Kim.

"Duduklah, Joongie buatkan minum dulu noona mau minum apa?"

"Teh saja"

"Sooyoung~shi? A-apa benar anda Nona Choi Sooyoung?"

Sooyoung dan Jaejoong sama-sama menoleh kearah suara.

"Omo, Lee ahjussi? Jeongmal benarkah itu anda?"

"Ne nona ini saya, lama tidak bertemu anda semakin cantik saja nona"

Yeoja cantik itu berlari kecil menghampiri lelaki tua yang sudah lama dikenalnya, ia bahkan memeluk Pelayan Lee, dan hal itu semakin membuat si cantik Kim bertanya-tanya.

'Kenapa semua orang mengenalnya? Apa hubungan Appa dan noona itu sudah terjalin sejak lama? Apa mereka sudah berpacaran sejak Umma masih ada? Ah! Mungkinkah karena yeoja ini Appa jadi meninggalkan Umma?'

Begitulah kira-kira yang ada diotak namja cantik kita.

Dan karena pikiran itu, Jaejoong semakin tidak menyukai Sooyoung.

TRAK

Jaejoong menaruh cangkir teh di meja, Sooyoung dan pelayan Lee masih terlihat asik berbicara.

"Ini tehnya silahkan diminum"

"Eh? Kau mau kemana Joongie? Kenapa tidak duduk disini temani aku minum"

"Joongie banyak PR!"

"Kalau begitu kerjakan saja disini, siapa tahu noona bisa membantumu"

"Tidak perlu, Joongie bisa sendiri"

Sooyoung tersenyum kecil, sepertinya ia tahu bahwa Jaejoong tidak menyukainya.

"Tapi noona kesini khusus untuk menemuimu Joongie, kka kemarilah kita mengobrol bersama"

"Noona"

"Ne?

"Apa noona sedang mencoba untuk dekat denganku?"

"Well, bisa dibilang begitu waeo? Apa tidak boleh?"

"Noona mendekati Joongie agar Joongie bisa merestui hubungan noona sama Appa kan? Cih, kalau begitu tenang saja noona, Joongie sudah merestui kalian jadi kalian menikah saja Joongie tidak peduli!"

"MWO? M-Menikah?"

"Tidak perlu terkejut begitu noona, Joongie tidak akan menghalangi hubungan noona dan Appa jadi noona tidak usah berusaha untuk mendekati Joongie dan mengakrabkan diri, karena setelah noona menikah dengan Appa, Joongie akan kembali ke Chungnam"

"Yah Jaejo-"

"Joongie banyak PR mianhe, permisi"

Sooyoung menatap Jaejoong yang berjalan tenang kembali kekamarnya, ia sungguh tidak mengerti apa yang dikatakan keponakannya itu.

"Ahjussi, Joongie kenapa eoh? Aku kan kesini karena merindukannya setelah hampir lima belas tahun tidak bertemu"

Lelaki tua itu tersenyum penuh arti.

"Sepertinya ada yang cemburu disini Nona"

"Cemburu? Yah sebenarnya ada apa ini aku tidak mengerti"

Pelayan Lee tertawa kecil, dan Sooyoung memilih menikmati teh hangatnya.

Cukup lama juga ia berada disana, saat hari semakin gelap ia memutuskan pulang, ia memang tidak bertemu dengan Yunho atau Yuchun, karena tujuannya hanya ingin bertemu Kim Jaejoong, keponakan kecilnya, anak dari Oppanya, meski yeah tanggapan Jaejoong begitu dingin terhadapnya, tapi ia akan kembali lagi nanti.

.

.

Lusa adalah ulang tahun Yunho, Jaejoong yang sedang melaksanakan ujian kelulusannya masih memiliki waktu untuk membuat kue untuk sang Appa. Ia ingin dihari pertambahan usia Yunho, namja Jung itu memakan kue yang khusus dibuatkan untuknya.

Ia kini sibuk di dapur sedang mencoba membuat kue ulang tahun untuk Yunho.

"Sudah jadiiii, hihihi Minnie~ah kka cobalah kue yang ini apa rasanya enak? Menurutmu kue ini saja atau yang coklat tadi?"

Shim Changmin, tester hidup itu yang akan dijadikan kelinci percobaan Jaejoong, sebenarnya Junsu juga ada disana tapi namja manis itu sudah terlalu kenyang mencicipi kue-kue buatan Jaejoong, dan ia lebih memilih membaca majalah.

"Eotte eotte?"

"Hmmmmmmm, yang ini enak hyung enak sekali!"

"Jadi, yang ini atau yang itu?"

"Buatku dua-duanya enak hyung, aku minta lagi hyung"

PLAK~

Jaejoong memukul pelan tangan Changmin yang ingin mencomot tart buatannya lagi.

"Minnie tidak boleh memakan kue buatan Joongie lagi kalau Minnie belum memilih"

"Yah, aish hyungie~" rengeknya.

"Pilih dulu, kue ini atau itu"

Changmin mendengus.

Ia meletakan kedua tangannya didada dengan wajah serius seolah ia adalah Gordon Ramsay yang sedang menilai hasil masakan para master chef.

"Dua-duanya enak, dua-duanya juga dibake dengan waktu yang cukup, dan dua-duanya juga memiliki rasa manis yang pas, keunde kalau aku harus disuruh memilih, aku akan memilih yang ini"

Namja Shim itu menunjuk kue yang baru saja dilahapnya.

"Waeo?"

"Manis dari kue ini tidak begitu kentara seperti manis kue coklat itu, manisnya tidak membuat cepat kenyang dan membuatku ingin terus memakannya lagi"

"Eoh? Benarkah?"

"Hum, lagipula kue yang itu sudah dicampur coklat ditambah gula jadi sedikit lebih manis, sedang kue ini rasa vanilla dan manisnya meski takarannya sama dengan kue coklat itu entah kenapa aku tidak merasa terlalu manis"

"Neee, tadinya Joongie mau memakai gula lagi tapi ternyata gulanya habis jadi Joongie pakai madu saja, lagipula Appa kurang begitu suka makanan manis"

"Madu? Aigooo kau pikir Appamu itu beruang Joongie~ah"

Jaejoong terkekeh, Appanya seorang beruang? Well memang tidak jauh berbeda.

"Appaku itu memang beruang, tidak suka manis tapi suka madu, tubuhnya besar seperti beruang, dia juga sangat galak aniya? Tapi pelukan Appa sangat hangat, sehangat bulu beruang kutub yang melindungi tubuhnya dari dinginnya salju"

Hmp.

Changmin mengulum senyumnya.

Sepertinya ia mulai mengerti apa yang terjadi disini.

"Baiklah! Kalau begitu kue Vanila ini saja yang akan dijadikan kue ulang tahun Appa, eotte?" tanya Jaejoong.

"Setuju!"

"Hehehe, Suie~ah bagaimana menurutmu?"

"Hm? Apanya?"

"Aish kuenya, kue ini saja yang akan Joongie berikan untuk Appa"

"Huh? Kue apa?" polos si bebek Kim dengan mata berkedip tidak mengerti.

"YAH XIAH JUNSU!"

_HANDSOME APPA!_

Hari yang dinanti-pun tiba, Jaejoong Junsu Changmin dan beberapa pelayan sudah menunggu dengan potongan-potongan conveti kecil yang ada ditangan mereka, serta kepala mereka yang ditutupi topi ulang tahun. Jaejoong sepertinya lupa kalau yang berulang tahun adalah Appanya bukan anak SD berumur 5 tahun.

Suara deru mobil Yunho terdengar memasuki halam rumahnya, dan Jaejoong beserta para 'antek-antek2nya' sudah siap dibelakang pintu untuk menyambut sang kepala keluarga.

TAP TAP TAP

CKLEK

"SAENGIL CHUKKA HAMNIDAAAAAAAAAA"

Uh? Apa ini?

Sementara Yunho yang baru tiba dari kantornya masih mencerna apa yang terjadi, Jaejoong dan semua yang berkumpul diruang tamu masih sibuk menyanyikan lagu ulang tahun dengan suara terompet dan conveti yang disebar.

"Appa selamat ulang tahuuuuuuuunnn"

"Hyuuunng saengil chukka hamnida" ucap Junsu sambil terus menebar convetinya.

"Semoga panjang umur ahjussi" ledek Changmin.

"Tuan besar, selamat ulang tahun semoga anda sehat selalu" kali ini pelayan Lee yang memberikan selamat, di ikuti bungkukan dari pelayan lain.

"Appa ayo ki-"

"Omo, apa ini? Kyaaaaaa hyung aku lupa kalau kau berulang tahun hari ini! Selamat ulang tahun ne hyung"

Yuchun yang baru saja tiba cukup terkejut dengan keadaan rumah yang sedikit berantakan, tapi begitu ia ingat bahwa ini hari ulang tahun kakaknya ia segera memeluk Yunho.

"Yah kudoakan kau segera menikah hyung, aku ingin cepat memiliki keponakan"

"Ya aish Jung Yuchun!"

"Anyeooonngg, omo sepertinya aku terlambat"

Nampak yeoja cantik yang baru saja tiba dengan membawa sesuatu yang diyakini adalah kue ulang tahun berdiri di depan pintu ruang tamu.

"Sooyoungie"

"Yuchun~ah, aigooo lama tidak bertemu apa kabarmu? Kau semakin tampan hum, kapan kau kembali dari Virginia?"

Yuchun terkekeh, yeoja teman mainnya sejak kecil ini tidak berubah eoh? tetap saja cerewet.

"Bulan lalu Soo, kau juga semakin cantik dan wow seksi"

Yuchun mencium kedua pipi Sooyoung, cara yang biasa ia lakukan di Amerika saat kedua orang sudah lama tidak bertemu. Tidak tahukah namja chubby itu kalau dipojokan sana ada namja manis yang sedang mengepalkan tangan tidak suka?.

"Masuklah Soo"

"Yunho Oppa! Saengil Chukka Hamnida, selamat ne kau semakin tua sekarang"

"Kau meledeku huh?"

Yeoja cantik keturunan clan Choi itu tertawa sampai tak lama kemudian ia mencium kedua pipi Yunho dengan tangan Yunho berada di pinggang yeoja cantik itu.

"Sehat selalu Oppa, aku menyayangi Oppa"

"Hum, gomawo Soo"

TRAK!

"Eoh? Joongie mau kemana?"

Jaejoong melepaskan topi ulang tahunnya dan berlari menuju kamar.

Ia tidak mengidahkan panggilan dari orang-orang yang memanggil namanya, hatinya entah kenapa begitu sakit melihat keakraban Appanya dan yeoja cantik itu.

Bukan, ini bukan sakit karena yeoja itu akan menjadi ibu tiri dan menggantikan posisi Ummanya, ini sakit yang menyesakan, sakit seperti orang yang baru patah hati, perih menusuk kalbu.

TOK TOK TOK

"Joongie ini aku Suie, aku masuk ne"

"Joongie tidak mau diganggu Su! Pergilah"

CKLEK

Junsu masuk kedalam kamar Jaejoong, dilihatnya namja cantik itu sedang tertelungkup diatas kasurnya.

"Joongie~ah gwaenchana? Kau kenapa hum?"

Namja manis itu mendekati Jaejoong dan mengusap pundak sahabatnya yang sedikit bergetar.

"Hiksss Joongie benci hiksss Joongie benci Appa Su hiksss"

"Eh? Waeo? Bukankah Yunho hyung Appa Joongie, kenapa Joongie membencinya?"

"Hikksss Joongie tidak suka yeoja itu hiksss, Joongie tidak suka ada yang mendekati Appa hiksss"

Junsu mengerutkan alisnya, sebenarnya apa yang terjadi dengan sahabatnya.

"Hiksss Suie hikssss"

"Ne waeo Joongie?"

Namja cantik itu membetulkan posisi tubuhnya, dengan mata yang basah dan wajah memerah ia duduk berhadapan dengan Junsu.

"Hiksss Joongie…..Joongie hiksss sepertinya Joongie"

"Waeo Joongie~ah? Jangan membuatku cemas begini"

"Suie hiksss s-sepertinya J-Joongie hiksss j-jatuh c-c-cinta hiksss sama Appa, hiksss HUEEEEEEEEEEEEEEEE"

Jaejoong menangis kencang.

Junsu melebarkan matanya tidak percaya, mulutnya terbuka lebar.

"HUEEEEEEEEEEEEEEEE EOTTOKE SUIEEEEE HUEEEEEEEEEEEEEEEEEE"

"Jaejoongie kau gila~!"

Tanpa mereka sadari ada seseorang dibalik pintu yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan duo Kim dan menyeringai penuh arti.

"Akhirnya kau mengakuinya eoh?"

TBC

Next chap tamat hahaha, mian ah makin GJ ceritanya:( gomawo#ketawanista