chapter 2
My Wife is GHOST?
Tittle : My Wife is GHOST?
Cast : yoosu
Rated : T
Genre : horror,romance,humor.
Warning : GS,ooc,typo,Geje.
Summary : Yoochun terpaksa harus meninggalkan istrinya, Junsu yg sedang hamil, untuk mengikuti perang antara Korea selatan dan utara, ia berkata pada istrinya jika ia tak kembali berarti ia sudah tiada.
Korea selatan dan utarapun akhirnya berdamai, Yoochun pun pulang dengan selamat, istrinya menyambutnya dengan haru, hingga suatu hari saat ia membeli beberapa keperluan di pasar, seorang yeoja paruh baya penjual arak memberitahunya bahwa istrinya adalah hantu,BAD SUMMARY!
anyeong ~ saya datang bawa chapter 2'y nih, karena ide cerita saya buruk, jadi update'nya lama mianhe ne, semoga chapter ini lebih baik dari yang kemarin.
jangan lupa tinggalkan reviewnya.
fanfic ini terinspirasi dari film horror thailand, saya lupa lagi judulnya hehehe^^.
langsung saja~~~~~
HAPPY READING!^^
(chapter 2)
##########
(preview)
"Changmin-ssi apa yg kau lakukan?!"
tanya Junsu yg menyadari keberadaan Changmin, Changmin menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal,
"nn-ne, aku disuruh Yoochun hyung mengambil paku di kamarnya"
"oh , ini ambilah" Junsu menyerahkan sekotak perkakas pada Changmin.
"terimakasih, Junsu noona" Changminpun tersenyum pada Junsu yg di balas dengan anggukan kecil oleh Junsu.
setelah Changmin pergi, Junsu tersenyum menyeringai dengan muka pucat.
'aku harus menyingkirkan mereka semua..'
.
.
.
(chapter 2)
##########
Changmin meletakkan sekotak perkakas yang di berikan Junsu, di atas gundukan tanah kecil di samping Yoochun, yang sedang mengatur letak tangga yang akan di paku,
"gomawo, Changmin." ucap Yoochun, tanpa menoleh pada Changmin karena sedang fokus mengatur tangganya.
"ne." jawab Changmin, lalu ia berjalan kearah Taeyang yang sedang memasak sup, aroma sup sudah memenuhi hidung Changmin, ia pun segera duduk berhadapan dengan Taeyang, lalu mengambil sendok berniat mencicipi sup yang terlihat menggiurkan itu, tapi tatapan tajam Taeyang membuat Changmin meletakkan sendok yang ia pegang tadi ke tempat semula, padahal ia hanya ingin tahu saja bagaimana rasa sup buatan Taeyang.
Taeyang mengibas-ngibaskan tangannya di depan Changmin mengisyaratkan (pergilah kau).
changmin dengan kesal beranjak dari duduknya dan berjalan kearah tempat ia tadi menyimpan sayurannya.
matanya terbelalak ketika melihat sayuran yang sudah ia siapkan lengkap dengan bumbunya yang ia beli di pasar hilang semua. iapun berbalik menoleh pada Taeyang yang asik menikmati supnya.
"yah!, dasar pencuri!, pantas saja aroma supnya enak!." teriak Changmin kesal.
Taeyang tak memperdulikan teriakan Changmin, dan terus saja memakan supnya dengan lahap.
##########
Yunho berjalan dengan lunglai di atas rumpu-rumput liar yang tumbuh di setiap tanah hutan. hutan ini begitu luas, pepohonan tumbuh kokoh dengan daun yg lebat, tak mungkin jika di hutan ini tak terdapat binatang besar untuk diburu.
tapi faktanya, Yunho sudah mencari ke setiap tempat yg ia lewati, tapi tak satupun binatang yg ia lihat.
ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah Yoochun,
srukk...
tapi tak sengaja kakinya tersandung akar pohon besar, menyebabkan ia terjatuh dan meninidih sesuatu yang keras.
"hah!..."
mata musang Yunho membulat sempurna tatkala melihat benda yg ditindihnya adalah sebuah tengkorak utuh yang masih terdapat sedikit rambut di kepalanya dan di tangan kiri tengkorak itu terdapat cincin dengan ditengahnya di hiasi berlian merah yang tersemat di jari manisnya.
"ahkkkkkk..."
Yunho berteriak sekencang-kencangnya, dan berlari tergesa-gesa dengan raut wajah yang sangat ketakutan, pertama kalinya ia melihat tengkorak manusia dari jarak sedekat itu.
##########
brukk...
"ahkk ... "
Yunho tak sengaja menubruk Sungkyu yang sedang berjalan menuju pasar, membuat Sungkyu ikut berteriak kaget,
"hyung!, waeyo!... " ucap Sungkyu sambil mengusap-ngusap dadanya yang berdetak cepat.
"Sungkyu-ah!, apa kau masih ingat kata-kata Seungchul anak penjual arak itu eoh?" tanya Yunho dengan nada takut.
Sungkyu terlihat berpikir, beberapa detik kemudian ia mengangguk,
"memangnya kenapa hyung?" tanya Sungkyu bingung.
"aku tadi melihat tengkorak itu di hutan!,"
Sungkyu yang memang penakut langsung mendekati Yunho yang memang sama ketakutan,
"tuh kan, apa aku bilang, Junsu itu hantu hyung, siapa lagi yang tinggal disini kalau bukan Junsu dan Yoochun, dan gelagat Junsu itu sangat mencurigakan hyung." ucap namja bermata sipit itu dengan nada takut.
merekapun segera pergi ke rumah Yoochun untuk memberitahu Yoochun, Changmin dan Taeyang.
##########
Yoochun terlihat duduk di atas lantai rumahnya dengan keringat penuh membasahi pelipisnya, dari arah dapur terlihat Junsu berjalan dengan membawa beberapa minuman di atas nampan menghampiri Yoochun.
Yoochun tersenyum saat melihat istrinya tercinta menghampirinya dengan tersenyum tipis, Junsu menaruh nampannya di depan Yoochun, lalu duduk di samping suaminya yang kelelahan sehabis membenarkan tangga rumah yang rubuh.
"Junsu-ah, ada yang inginku bicarakan." Yoochun memegang tangan Junsu erat.
"bicara?, apa yang ingin kau bicarakan Chunnie?." Yoochun menghela napas sebelum akhirnya bicara,
"aku hanya ingin tanya, kenapa orang-orang selalu terlihat takut saat aku bicara namamu di dekat mereka?, kemarin saat aku membeli lobak dengan Changmin, aku mengobrol dengan Changmin soal dirimu, dan mereka langsung berlari ketakutan sambil berkata 'jangan sebut nama itu, kau bisa celaka di bunuh hantu it-' "
srak..
sebelum Yoochun melanjutkan ucapannya, tiba-tiba Junsu berdiri dari duduknya.
tatapan Junsu menjadi dingin, ia segera menarik tangannya dari genggaman Yoochun lalu berbalik membelakangi Yoochun.
"jangan dengarkan mereka!, mereka hanya manusia yang tak punya belaskasihan!, apapun yang orang-orang katakan, kau jangan percaya perkataan mereka!." ucap Junsu dengan mata memerah menahan tangis.
hatinya selalu merasa takut bila orang-orang mengatakan itu di depan orang yang di sayanginya -Yoochun- karena ia takut kehilangan Yoochun, takut ditinggalkan Yoochun karena ia bukanlah manusia, dan itulah yang membuat ia selalu berusaha membunuh siapa saja yang berani memberitahu Yoochun soal dirinya yang sudah menjadi hantu.
termasuk seorang ahjumma penjual arak yang sudah tewas karena dibunuh olehnya.
Yoochun berdiri dari duduknya, lalu tangannya dengan sigap merengkuh tubuh Junsu kepelukannya, berniat menenangkan yeoja lumba -lumba itu.
"mianhe," ucap Yoochun pelan.
Yoochun tak habis pikir jika pertanyaan yang dilontarkannya membuat Junsu menangis seperti ini. ia hanya ingin Junsu tidak menyembunyikan apapun darinya, karena itulah ia menanyakan perihal orang-orang yang selalu menyebut istrinya hantu, mungkin saking bencinya mereka pada istrinya makanya mereka memanggil Junsu dengan sebutan hantu, apa mungkin istrinya berbuat kesalahan besar pada mereka?.
sementara itu, di ambang pintu berdiri dua orang namja dengan mata melihat lurus pada pasangan yang sedang berpelukan di depan mereka.
"kasihan mereka ne, hyung." ucap seorang namja sipit dengan mengelap airmatanya dengan baju namja didepannya.
"aish!, kau membuat baju ku basah," ucap namja bermata musang itu kesal.
"hyung, biarkan mereka berdua dulu, kita beritahu Yoochun hyung nanti malam saja." ucap Sungkyu yang terus menangis.
"ne, baiklah. Yoochun-ah, kau harus rela berpisah dengan Junsu, karena alam kalian berbeda." ucap Yunho dengan mata menatap Yoochun. mata musang itupun berpindah menoleh pada namja sipit yang yang masih saja menangis.
"yah! Kenapa kau menangis?!." tanya Yunho heran.
"aku hanya terharu hyung." jawab Sungkyu yang sudsh berhenti menangis.
"ck.. Ya sudah, ayo"
merekapun segera pergi dari rumah Yoochun menghampiri perahu, dan mendayung perahu tersebut ke arah rumah ahjumma Yoochun.
Junsu mempererat pelukannya pada Yoochun, lalu kepalanya ia tolehkan pada ambang pintu yang terbuka. Junsu tersenyum menyeringai dengan wajah membiru pucat dan mata hitam pekat seluruhnya, tak ada titik putih sedikitpun di dalam bola matanya itu.
'kalian tidak bisa memisahkanku dengan yoochun!,' seringaian terpampang jelas di wajahnya.
##########
malam begitu kelam, tak ada bintang bertaburan, bulan yang tertutupi awan membuat malam ini begitu kelam.
empat orang namja terlihat berkumpul membuat lingkaran kecil di dalam rumah yang terlihat kumuh itu.
"apa?, yang benar kau, mana mungkin orang secantik Junsu adalah hantu, kau pasti mengada-ngada supaya Yoochun menceraikan Junsu, dan kau akan mengambil Junsu darinya, iya'kan?!" ucap Taeyang tak percaya dengan cerita namja tampan bermata musang di hadapannya. mata Yunho membulat tatkala mendengar ucapan Taeyang. mana mungkin ia akan menjalani hidup dengan hantu. secantik apapun yeoja jika itu hantu ia tak mau menikah dengan yeoja itu.
"siapa yang mau merebut Junsu dari Yoochun?, enak saja kau." ucap Yunho dengan tubuh sedikit bergetar merinding.
"ahk...! sudahlah, aku bosan mendengar omong kosong itu lagi!." Changmin menarik bantal dan selimutnya, lalu melemparkan kedua benda itu pada Yunho.
"yah!, kalau kau tak percaya akan ku buktikan sekarang juga, ikut aku ke hutan!." Yunho yang kesal pada Changmin dan juga Taeyang yang tak percaya dengannya berniat untuk membuktikan, dengan pergi ke hutan ke tempat ia melihat sebuah tengkorak kemarin.
##########
Sungkyu, Changmin dan Taeyang berjalan mengikuti Yunho dari belakang menuju hutan. malam begitu gelap, hanya dua buah lilin yang menerangi perjalanan mereka.
tiba-tiba Yunho menghentikan langkahnya, saat dirasanya sebuah benda halus seperti bulu, jatuh dan menempel pada kakinya, raut wajah nya menjadi ketakutan. Sungkyu, Changmin, Taeyang yang melihat raut wajah Yunho ikut merasa takut.
"ada apa yunho-ah?" tanya taeyang penasaran.
"ku-kurasa ada ulat bulu menempel pa-pada kakiku." ucap Yunho dengan gemetar, karena memang ia takut pada ulat bulu yang mempunyai tubuh kenyal dengan bulu-bulu di sekujur tubuhnya.
"aish!, kupikir ada apa, ternyata hanya ulat bulu, dasar penakut!." ucap Changmin dengan disertai ejekan, ia merundukan badannya, lalu mengarah'kan lilin yang ia pegang ke bawah kaki Yunho, dan saat itu juga matanya terbelalak kaget. dengan raut wajah ketakutan.
"hyung, itu bukan ulat bulu." ucap Changmin dengan nada takut.
"benarkah?!."
mereka merundukan badan mereka untuk melihat apa yang di maksud Changmin, seketika raut wajah mereka memucat,
sebuah tengkorak tergeletak sangat dekat di depan mereke, bulu kuduk mereka berdiri merinding, apalagi Yunho, dengan kaki bergetar hebat, karena rambut tengkorak itulah yang menempel pada kakinya.
"ahkkk..."
mereka berteriak serempak, dengan berlari sekencang-kencangnya meninggalkan hutan.
Di sebuah pohon tak jauh dari tempat tadi mereka berlari seseorang duduk di atas pohon dengan menatap kepergian mereka. mata hitam pekatnya begitu hitam tak ada warna putih setitikpun, rambut yang panjang dengan wajah biru pucat membuat kesan seram begitu terpancar dari wajahnya.
"hiks... chunnie, ..hiks.. tak ada seorangpun yang bisa memisahkan mu dariku, ...hiks.. siapapun itu orangnya, aku akan membunuhnya!, yah aku akan membunuhnya..!" ucapnya di sertai tangisan memilukan.
##########
"cepat...! kita harus pergi dari sini sekarang juga!." ucap Taeyang yang langsung mengemasi barang-barangnya sesampainya di rumah ahjumma Yoochun.
"sekarang kalian percaya'kan padaku dan Sungkyu?." ucap yunho, sambil membawa barang-barangnya.
"ne, ne " ucap Changmin dan Taeyang.
mereka tampak panik. Sungkyu dan Yunho yang memang sudah membereskan barang-barangnya dari kemarin, langsung keluar menuju perahu dengan terbirit-birit.
"yah! tunggu aku dan Changmin pabbo!." teriak Taeyang, saat melihat Sungkyu dan Yunho berlari menaiki perahu, Taeyang dan Changmin semakin cepat membereskan barang-barang mereka.
"kami akan kembali setelah memberitahu Yoochun!." teriak Yunho yang sudah mendayung perahu itu ke arah rumah Yoochun.
setelah perahu sampai di depan jembatan kayu, Sungkyu dan Yunho segera menaiki jembatan kayu kecil tersebut dengan berlari menenteng barang- barang mereka yang tidak terlalu banyak itu.
"Yoochun-ah!, Yoochun-ah!." Yunho terus memanggil-manggil Yoochun dengan panik, tapi orang yang di panggil tak kunjung keluar juga.
"Yoochun hyung!, hah... ba-bagaimana ini hyung, Yoochun hyung tidak keluar-keluar juga." mereka sudah berkeringat dingin. takut jika Junsu terbangun. tapi jika mereka tinggalkan Yoochun sama saja dengan mereka mengkhianati Yoochun, lagi pula Yoochun adalah sahabat baik mereka, mana mungkin mereka membiarkan Yoochun tinggal dengan hantu sendirian, pokoknya mereka tak boleh pantang menyerah sebelum menyelamatkan Yoochun dari Junsu.
"ah..! Sungkyu, Yunho hyung, kalian datang juga, Junsu mana?!." tiba-tiba Yoochun datang dari arah pintu dengan wajah berseri-seri, lalu menghampiri Yunho dan Sungkyu yang kebingungan karena Yoochun menanyakan Junsu pada mereka.
"Ju-Junsu?!" ucap mereka berdua.
"ne, aku dan Junsu akan merayakan hari pernikahan kita, makanya Junsu memanggil kalian datang kemari, mana Junsu dan yang lainnya?, kenapa kalian datang berdua?." tanya Yoochun dengan senyum tak lepas dari bibirnya.
Sungkyu dan Yunho saling berpandangan dengan ekpresi yang sulit diartikan. Yoochun yang melihat itu mengerutkan keningnya heran dengan sikap teman-temannya yang tak biasanya itu.
"yah!, memang ada apa, apa terjadi sesuatu dengan Junsu, Taeyang dan Changmin hm..?" Sungkyu dan Yunho mengalihkan pandangan mereka pada Yoochun yang terlihat khawatir.
"hyung..! hyung...! Sst.. " Sungkyu langsung menarik tangan Yoochun dan berjongkok dengan jari telunjuk ia taruh di depan bibirnya.
"aish!, waeyo?" ucap Yoochun kesal, karena tiba- tiba di tarik begitu saja.
"Yoochun-ah.., ada yang ingin aku dan Sungkyu bicarakan, ini sangat penting dan rahasia, jadi tidak ada yang boleh tau termasuk istrimu juga ne!," ucap Yunho dengan wajah tegang.
##########
brakkk...
"ahkkk..."
suara pintu yang dibuka dengan kerasnya, membuat Changmin dan Taeyang berteriak kaget dan melempar tas mereka kearah pintu itu, dan mengenai seorang namja hingga sang namja tersebut jatuh tersungkur di atas lantai, namja itu meringis kesakitan.
"aish..! hah..hah.. Seungchul-ah.., ku pikir hantu membuat jantungan saja, bagaimana kalau aku mati disini eoh?!" ujar Taeyang dengan terengah-engah sambil menunjuk-nunjuk Seungchul yang sedeng berdiri dari duduknya karena terjatuh atas insiden tadi.
"ne!, bagaimana kalau kami mati disini?!, apa kau mau menguburkan jasad kami sendiri eoh?!" ucap Changmin menyetujui ucapan Taeyang.
"minhae, soal'nya aku sedang terburu-buru datang kesini, hah..hah.." ujar Seungchul sambil mengatur napas'nya yang terengah-engah.
"memangnya ada apa kau datang kesini?" tanya Changmin dengan tangan mulai mengambil barang-barangnya yang berserakan tadi, karena tas yang ia lempar tadi menyebabkan sebagian barangnya keluar dari tas, begitupun Taeyang.
Seungchul pun duduk di dekat Taeyang yang sedang mengemasi bajunya yang belum sempat ia cuci.
"begini.., kemarin ibuku dibunuh oleh hantu itu.."
"hah!" Changmin dan Taeyang tiba-tiba berhenti dengan aktivitas mereka dan mendekati Seungchul dengan ekpresi kaget.
"oh.., kenapa ibumu di bunuh?" tanya Changmin.
Seungchul menghela napas berat,
"itu karena..., ibuku memberitahu Yoochun hyung tentang istrinya, kalian juga tahukan waktu itu ibuku berkata apa pada Yoochun hyung, dan malam'nya ibuku hilang, sudah 4 hari aku cari dan ternyata jasad ibuku ada di dekat hutan, sungguh malang nasib ibuku." ucap Seungchul dengan sedih, menceritakan perihal ibunya meninggal.
"sabarne, ibumu pasti senang, di surga sana" ucap Taeyang ikut bersedih dan berduka cita atas kematian ibu Seungchul.
"hiks.. kurasa ibuku tidak akan bahagia di surga," ucap Seungchul yang sudah mengeluarkan airmata kesedihannya.
"emangnya kenapa?, semua orang pasti akan bahagia di surga." tanya Changmin heran.
"karena ibuku pemabuk, dia pasti tidak akan masuk surga." ucap Seungchul kesal, mengingat ibunya adalah seorang pemabuk tingkat dewa.
"iya, benar juga," Taeyang dan Changmin mengangguk setuju dengan perkataan Seungchul.
hening...
"hah!" setelah beberapa saat hening melanda, Changmin dan Taeyang saling berpandangangan, lalu mereka menatap Seungchul,
"wae!," ucap Seungchul heran di tatap seperti itu oleh kedua orang di depannya.
"apa ibumu meninggal karena memberitahu Yoochun tentang Junsu?." tanya Changmin panik, dan menunggu jawaban dari mulut seungchul.
Seungchul mengangguk malas.
Changmin dan Taeyang saling berpandangan kembali, dengan kedua bola mata mereka yang membulat.
"Sungkyu/Yunho" teriak mereka bersamaan.
Sambil melihat ke belakang, kearah rumah Yoochun.
.
.
.
TBC OR DELETED?
Gimana-gimana pasti bosen ya bacanya?, mianhe kalau fanfik jelek ini bikin bosen.
ternyara buat fanfic itu susah ne, butuh pemikiran otak yang sangat luar biasa.
saya gak bisa bicara terlalu banyak.
jadi mohon RCL.
Ditunggu Review'nya ~~~
Pojok balesan ::
BLACKnote : makasih atas sarannya. ini udah lanjut.
ifa. : di cap ini udah di cantumin kok, ekspresi Junsu jadi hantu.
ranimaharsi : makasih. ini udah lanjut.
Jaylyn Rui : iya, Junsu dan anak'nya meninggal karena melahirkan, dan gak ada yang nolongin mereka, makanya mereka meninggal. ini udah lanjut.
R407 : iya.
Cute Lil Duck : makasih atas sarannya, itu sangat membantu.
valen slow slow : ne, ini udah lanjut. saya kurang tahu nama-nama asli pemainnya.
meotmeot : Yoosu udah meninggal barengan ama Junsu. iya, benar.
#Maaf kalau tidak di sebutkan satu-persatu#
Terima kasih untuk yang sudah mereview fanfic geje ini!.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya!. #dadah geje#
