In-Chan :Hi~~semuaaa~ini fanfic pertama saia dengan tema vocaloid~

Rin :Bla...Blaa..

Len :Ooo...

In-Chan :Bah!kalian kasih sedikit kesenangan sama saia donk!*marah*

Rin&Len :HORREEE!*lemas*

Disclamer :In-Chan tak memiliki Vocaloid tapi ia memiliki fanfic yang akan kau baca.


Vocaloid © Yamaha

.

.

.

Way For Love © In-Chan Sakura



Rin's POV

Sore telah datang..yang berarti Cuma satu hal...PULANG SEKOLAH!:D

Akhirnya!setelah 7 jam atau lebih berada didalam gedung sekolah terkutuk BISA PULANG!

Kalian mau tahu kenapa aku bilang 'sekolah terkutuk' ? Itu karena si Player bernama Len kagamine.

Oh iya aku belum memperkenalkan diriku yah? Rin Kamine ,berumur 16 tahun dan bersekolah di sebuah SMA dekat itu informasi yang lebih dari cukup.

Baik kita kembali ke masalah 'sekolah terkutuk' itu.

Jadi si Player itu yang membuat hari-hariku disekolah yang seharusnya indah dan menyenangkan menjadi Menjijikan dan tidak indah.. SAMA SEKALI TIDAK INDAH..perlu ku katakan sekali lagi?baiklah..dia membuat hari-hariku disekolah menjadi SAMA SEKALI TIDAK INDAH!

kau mau tahu kenapa?baik aku ceritakan..setiap hari aku melihat si Player blond jelek itu mencium gadis pada saat lorong sekolah sepi atau saat kelas sepi .

ewwww.. .maksudku bisakah dia melakukannya ditempat lain?Tempat selain sekolah?

Dan setiap kali aku melihatnya mencium seorang gadis ,gadis yang ia cium selalu berbeda dan jarang sekali ada gadis yang ia cium lebih dari 1 kali ditempat yang sama pula.

Oke,cukup membicarakan si Player jelek blond itu.

"Berhenti memikirkan Player jelek itu Rin!Dia hanya parasit yang membuat hari-hari jadi tidak indah!"Pikirku sambil berjalan ke gerbang sekolah

Sampai tiba-tiba ada yang menghentikan langkahku ketika aku di pintu lobby sekolah.

"Hai,Manis"Rayu seseorang padaku.

Aku yang tadinya melihat kearah bawah mengangkat kepalaku dan melihat orang yang berusaha merayuku.

"Ew..."kataku dengan rasa jijik

"Aw..manis kenapa?tidak suka melihatku?"Katanya lagi.

Akupun hanya diam dan mengambil nafas dalam.

"Len Kagamine,apa mau mu?"Tanyaku pada orang yang merayuku tadi.

"Apa mau ku?Tentu saja aku mau kau."Katanya lagi.

Jujur saja dengan ini aku mulai muak melihat muka ataupun suara Len Kagamine .

"Dalam mimpimu bodoh!"Jawabku dengan kasar sambil melewatinya , tapi dengan gesit Len memegang pergelangan tanganku .SIAL.

"Ayolah Rinny~"Bujuknya saja aku tidak akan termakan rayuan busuknya itu.

"Berhenti memanggilku Rinny.."Bentakku.

"Tapi Rinny.."

"Len..."Kataku sambil melihat kewajahnya yang (tidak) polos.Ew...

"Harus berapa kali kau menanyaiku hal yang sama setiap hari ?HA?"Kataku dengan nada sinis.

"Ayolah Rin...~"Bujuknya lagi.

"Sekali Tidak berarti Tidak"Kataku sambil melepaskan pergelangan tanganku yang dipegangnya dan aku segera kabur dengan kecepatan maksimalku supaya ia tidak bisa mengejarku.

Len's POV

"Ayolah Rinny~"Bujukku pada Rin -satunya gadis yang belum aku kencani selama SMP dan SMA.

"Berhenti memanggilku Rinny.."Bentak Rin padaku.Ouch..itu sakit Rin~

"Tapi Rinny.."Keluhku dengan nada merayu.

"Len..."Kata Rin sambil melihat kewajahku dengan tatapan marah.ouwww...rin mukamu cantik sekali saat marah..

"Harus berapa kali kau menanyaiku hal yang sama setiap hari ?HA?"Bentak Rin .Sekali lagi Ouch..

"Ayolah Rin...~"Rayuku lagi.

"Sekali Tidak berarti Tidak" Kata Rin yang kemudian meloloskan dirinya dari !manalagi Rin berlari dengan cepat.

Baiklah,tak apa masih ada lain waktu.

Jujur saja aku juga tidak tahu kenapa dan mengapa aku ingin mengencani karena aku ingin menaklukan gadis yang sama sekali tidak pernah disukai siapapun ini atau hanya untuk mencapai targetku sebagai seorang Player sejati?hmm...

Atau mungkin aku sudah...Tidak..Tidak..Tidak!Len Kagamine,seorang Player tidak boleh jatuh cinta terhadap mangsanya!

Oh,apakah aku lupa memperkenalkan diriku? Kalau begitu , maafkan aku. Namaku Len Kagamine seorang Player berusia 16 Tahun yang sudah mengencani hampir seluruh gadis disekolah . Kecuali Rinny~ um..maksudku Rin. Rin Kamine.

Aku juga heran,kenapa susah sekali 'tuk mendapatkan hati seorang Rin Kamine?Biasanya seorang gadis sudah ada digenggamanku hanya dengan 1 senyuman..1 SENYUMAN SAJA(catat itu).Tapi Rin. Dia bahkan tidak menunjukan wajah merah tersipu yang biasanya semua gadistunjukan saat melihatku (apalagi kalau tersenyum)...Gelapanpun ia mungkin itulah alasannya aku mengejar Rin 'Mungkin'...

"Akh!kenapa aku terus-terusan memikirkan gadis itu!"Teriakku sebal diperempatan jalan menuju rumahku (iya,saudara-saudara Len berjalan kerumah sambil memikirkan Rin .Heran juga ya,kalau ia tidak menabrak lampu atau apa.).Untung saja perempatan jalan ini selalu sepi jadi walaupun berteriak tidak masalah.

"Baiklah, Aku harus menaklukan hati Rin Kamine, jika aku tidak bisa maka jangan panggil aku Len Kagamine."Bisikku pada diri sendiri.

Rin's POV

Begitu sampai dirumah aku langsung melepas sepatu dan berlari ke kamar kemudian melempar tas ke lantai serta diriku ke atas kasur empukku(king size... ~~).Aku hanya menatap langit-langit putih yang ada dikamarku.

Aku masih berpikir 'kenapa seorang Len Kagamine' ingin mengencaniku?

Lagi pula badanku lebih kecil daripada gadis-gadis disekolah , aku jelek , tidak punya um..em...kau tau..akh lupakan yang ini!Dan temanku hanya Luka dan Luka?Baik!Temanku hanya Luka.

Aku terus berpikir sampai aku sadar.. 'DIA SEORANG PLAYER!'

aku menampar mukaku dengan satu tangan. Rin Bodoh! . Tentu saja dia ingin mengencaniku. 'Dia Seorang Player' dan 'Player' selalu mengencani setiap gadis yang dilihatnya , walaupun gadis itu 'LOSER' sepertiku..

Bah!kenapa harus kupikirkan!

Aku bangun dari tempat tidurku untuk berganti pakaian, masa tidak ganti baju?

Setelah ganti baju ,aku segera ke dapur untuk membuat makan malam untuk diriku orang tua ku sibuk bekerja sejak aku kecil jadi aku harus mengurus rumah dan diri ..aku tau hidupku payah, mau bagaimana lagi?takdir sudah ditentukan aku hanya bisa menjalaninya saja.

Saat akan memasak aku melihat ke kulkas untuk mengambil bahan – bahan yang akan ku masak tapi..KOK?

"Hah?"Seruku dengan sebal "Kosong?"

Perutku melolong (Rin keren deehh~perutnya melolong~hohooo~)

"Ukh..aku rasa aku harus pergi ke supermarket." Kataku yang kemudian kemudian berlari ke kamarku untuk mengambil jaket dan dompetku.


~1 JAM KEMUDIAN~


Rin disini dengan membawa belanjaan yang totalnya 5 kantung!(APAAAAAA?)

"Akh...kenapa tadi saat pulang sekolah aku tidak membeli makanan!"Geramku pada diri sendiri sambil menenteng semua belanjaanku dengan 2 tangan,dan tentu saja tanganku sakit karena itu. Dan Tanpa sadar aku menabrak seseorang.

"Ma—maaf!"Kataku dan aku melihat ke arah orang yang aku tabrak.Eeek!

"Tidak apa-apa"Katanya padaku .Lalu pandangan orang itu agak aneh saat melihatku.

"Maaf!"Kataku lagi sebelum bergegas melesat ke rumah dengan muka memerah dan membawa 5 kantong belanjaanku.

Ehehe...kalian mau tau siapa yang tadi ku tabrak?Benar?

Okay,yang tadi kutabrak adalah KAITO SHION !Salah satu guruku disekolah.Hua...rambut biru lautnya yang indah dan keren itu...kyaa~~

Aku menyukai Kaito-sensei sejak baru masuk,sekarang aku kelas 2 SMA.hm..kalo dihitung mungkin sudah sekitar 1 tahun...

Kryuuuuyuuu`~~~

Ah...suara perutku..

"Lebih baik aku cepat-cepat masak"Kataku sambil ke dapur.

Kaito's POV

Aku sedang berjalan dikota sambil menjilati es krim choco mint yang baru kubeli. Menjadi seorang guru..SUNGGUH MELELAHKAN!(lha?kok situ mau?)

Tiba-tiba saja aku merasa menabrak sesuatu didepanku.

Anak kecil?

"Ma—maaf!"Katanya padaku,meminta maaf.

"Tidak apa-apa"Kataku kepada anak aku seperti mengenal anak yang honey blond dan mata biru itu...

Rin Kamine?masa?hmm..itu tidak mungkin . Anak itu selalu mengenakan kacamata disekolah dan kuper.

Hei!jangan salah!aku mungkin guru tapi juga masih punya jiwa remaja untuk menilai orang..(tak masuk akal...=="")

"Maaf!"Katanya lagi sebelum bergegas melesat ke pergi dengan kantong belanjaannya.

Rin Kamine?bukan!walaupun ia juga mengenakan pita putih besar yang sama seperti milik Ri- er- Kamine tetap saja..

"HUA!"Aku berteriak melihat es krim ku yang sudah ½ leleh..hiks...es krimku...


In-Chan :OHOOOOO~~~bagaimana?*gaje mode:ON*

Len :Kenapa aku tampil Cuma beberapa KALI?*protes*

Rin :Dan,aku..?baiklah tak ada protes dari ku..*cemberut*

In-Chan :anak-anak~~(O,O)DIAM!*bawa gergaji listrik*

Len&Rin :*Diam 1000 bahasa*

In-Chan :Bagus!*devil smile*Ok,R&R please!

Len :R&R supaya aku bisa tampil lagi!*bow*

Rin :R&R supaya aku bisa menggunakan road rollerku untuk menggilas Len dilain waktu..

In-Chan :Sekarang aja tak apa-apa kok Rin~*devil*

Rin :Oh~~baiklah~*ngambil road roller*

Len :EKK!*mencoba kabur*

In-Chan :Lenny~~*narik kerah bajunya Len* tunggu bentar aja~Rinny bakal balik kok~~hehe

Len :*nangis*HUAAA!

Rinny :ROAD AND ROLL!*ngejar len~*

Len :*Lari terpirit-pirit*HUAAAAAAAAAAAAAAAA!

In-Chan :hehe..*senang*R&R~~(Review and Review~~)