R&R reply~
TeaWithSugar : Saia masih amatir..jadi maafkan saia...TTATT
-Thanks for the supports-
In-Chan : Hai..Minna~san~
Rin : Hai,In-Chan.
In-Chan : Hi , Rin(Rin).Tolong dislaimernya donk~
Rin : Lho?Authornya 'kan, anda! Lakuin aja ndiri!
In-Chan : Lagi males~!=3=
Rin : Aku juga males!
In-Chan : Lenlen mana?
Rin : Tidur.
Len : *Tidur*
In-Chan : Fine!
Disclaimer : In-Chan tak memiliki Vocaloid tapi~~Ia memiliki cerita yang sedang kalian baca ini~
Vocaloid © Yamaha
.
.
.
Way For Love © In-Chan Sakura
Len's POV
"Matahari~ ENGKAU MEMBAKARKU!" Keluhku terhadap hangatnya sinar matahari yang hangat. Tapi bagiku sangatlah SANGAT PANAS!
Aku mengeluh sembari berjalan ke sekolah.
Setelah 7 menit berjalan di bawah sinar matahari. Aku sampai juga di perempatan jalan yang sepi itu.
Suasana yang tenang DAN PANAS! (Syukurin~)
Tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang aneh. Hawa-hawa yang tidak nyaman. Seperti hawa-hawa kebencian.
Karena penasaran akan dari mana asal hawa itu, aku berhenti melangkah dan membalikan tubuhku ke arah belakang.
"Rin?" Seruku saat melihat gadis yang mengenakan pita putih besar, rambut dikucir 2 kebawah yang juga memakai kacamata.
Segera saja aku menghampirinya. Dia berdiri tak jauh dari posisi berdiriku sebelumnya.
Ia kelihatan amat marah saat aku melangkah mendekatinya.
"Yo! Rinny~" Sapaku pada Rin.
"..."
Ia diam saja.
Um... Hello? Aku Player paling top, mengajakmu bicara disini. Pikirku.
"Rin?" Seruku lagi.
Ia tetap diam saja. Tapi matanya tidak kosong saat aku melihatnya. Namun matanya seperti penuh amarah.
Tiba-tiba saja Rin melewatiku begitu saja dan pergi.
Aneh.
Rin's POV
Sial!
Sial!
Sial!
Sial!
Kenapa aku harus bertemu dengan Len!
"Rin?" Seru Len.
Dari Lensa kacamataku yang tak minus atau plus, Aku melihat Len berjalan kearahku.
"Yo! Rinny~" Sapa Len padaku.
"..."
Aku tak akan menjawab.
Bocah tengik, MINGGIR! Pikirku.
"Rin?" Seru Len lagi.
Aku tetap tak mau merespon. Dengan tatapan 'Aku-tak-mau-melihat-mu-!', aku memberinya Death Glare, supaya Len menyingkir dari hadapanku.
Tapi ia malah melihat ke mataku langsung.
UGHHH...
Baiklah! Anak ini menyebalkan! Aku akan melanjutkan perjalananku ke sekolah! Pikirku.
Seketika aku berjalan melewati Len dan melanjutkan perjalananku menuju ke sekolah.
Akhirnya.
Luka's POV
06.45 a.m.
Gedung sekolah masih sepi saat aku datang. Maklum, anak-anak di sekolah biasanya datang pada pukul 07.00 a.m.
Aku memasuki ruang kelasku dan duduk di kursiku.
Aku menghela nafas. Kenapa Rin lama sekali? Pikirku sembari menatap ke arah halaman depan sekolah.
Dengan menghela nafas lagi, aku memalingkan wajahku dan membuka buku 'Faint wish' dan membacanya.
"Luka!" Teriak seseorang padaku.
Aku memalingkan wajahku dari buku yang sedang kubaca untuk sesaat.
"Rin." Kataku dengan nada datar.
Rin melangkah masuk ke dalam kelasku. Dan menghampiriku.
Rin, Teman baikku sejak SMP.
Ia memiliki rambut honey sebatas bahu yang indah dan mata biru azure yang indah.
Andai saja ia berani melepas kacamatanya dan kucirannya itu di dalam lingkungan sekolah, aku yakin banyak laki-laki yang akan mengejar-ngejarnya.
"Luka, maaf aku terlambat." Ucap Rin padaku.
Aku tersenyum.
"Tak apa." Sahutku.
"Eh, Luka." Kata Rin.
"Ya?" Balasku.
"Apakah nanti kau bisa makan siang bersamaku?" Tanya Rin penuh harapan.
Aku mau Rin, tapi...
"Maaf, Rin. Aku tidak bisa." Kataku dengan menyesal.
"Kalo begitu nanti , aku akan makan dikafetaria." Sahut Rin.
Akupun mengangguk.
Rin berjalan keluar.
"Jika kau mencariku, aku ada ada di bangku yang biasanya" Katanya sebelum dia kembali ke kelasnya.
Maafkan aku Rin. Alasan aku tak bisa makan siang denganmu adalah karena aku harus menjaga perpustakan. (JAH!udah adegannya melow gini. Eh... ternyata, alasannya CUPU BANGET! SAIA AUTHOR PAYAH!*dihantam*)
Rin's POV
SIAL!
Sekarang sudah pukul 06.45 a.m.
Aku berlari menuju kepintu kelasku.
Sesampai di sana,kelasku ternyata masih kosong.
Fiuh...Hela ku penuh kelegaan.
Segera aku menaruh tasku di bangku dimana akau duduk dan langsung melesat ke kelas Luka.
Luka dan Aku memang berada di kelas yang berbeda. Aku di kelas A, dia di kelas B.
Kami berteman sejak SMP. Luka memiliki rambut pink panjang yang indah. Nilainya baik. Banyak Lelaki yang mengejarnya, tapi ia menolak mereka semua. Sigh... Aku kadang berharap menjadi Luka.
Ugh...
Ini semua gara-gara Player jelek itu, aku terlambat untuk masuk sekolah dan menemui Luka di kelasnya!
"Luka!" Teriakku pada saat sudah sampai didepan pintu kelas yang langsung kubuka.
Luka memalingkan wajahku dari buku yang sedang dibacanya untuk sesaat.
"Rin." Katanya dengan nada datar.
Aku melangkah masuk ke dalam kelas Luka. Dan menghampirinya.
"Luka, maaf aku terlambat." Ucapku pada Luka.
Luka tersenyum.
"Tak apa." Sahutnya.
"Eh, Luka." Kataku.
"Ya?" Balas Luka.
"Apakah nanti kau bisa makan siang bersamaku?" Tanyaku dengan penuh harapan.
Ayolah Luka!
Aku sangat ingiiinn~ Makan siang bersamamu~
Say Yes!
Katakan YA!
"Maaf, Rin. Aku tidak bisa." Kata Luka dengan menyesal. Seketika aku merubah raut wajahku.
"Kalo begitu nanti , aku akan makan dikafetaria." Sahutku.
Lukapun mengangguk.
Aku memutuskan untuk kembali ke kelasku dan berjalan keluar dari kelas Luka.
Tapi sebelum itu.
"Jika kau mencariku, aku ada ada di bangku yang biasanya" Kataku sebelum kembali ke kelas.
Agh!
Luka!Kenapa kau susah sekali diajak makan siang bersama? Pikirku sambil berjalan kembali menuju ke kelasku.
"Ew..." Kata seseorang. "Lihat itu si freak!" Tambahnya lagi.
Aku tau siapa yang mereka maksud. Yaitu Aku.
Sejak masuk SMA, aku memang mulai membuat diriku lebih kuper dari sebelumnya.
Aku tentu punya alasan untuk hal ini.
Tiba-tiba ada 2 gadis yang menghadangku. Akita Neru dan Hatsune Miku.
Ugh..
Ini dia pasangan Queen Drama paling top.
"My.. my.." Kata Hatsune.
"Lihatlah, Neru." Tambahnya lagi. "Inilah orang yang gak modis".
"Ew..." Tambah Akita. "Orang ini benar-benar gak modis".
Makasih.. BANGET.
"..."
Aku diam saja. Males banget ngeladeni 2 Queen Drama ini.
Dan karena itu aku langsung melewati mereka, seperti aku melewati Len.
11.30 a.m.
Ding...Dong...
Suara bel jam makan siang sudah berdentang.
Aku segera pergi menuju ke kafetaria bersama bento yang kubuat tadi pagi.
Sesampai di kafetaria, aku segera menempati bangku paling pojok di kafetaria itu dan memakan bentoku.
Bento yang kubuat berisi Nasi, 6 sosis yang dibentuk seperti cumi-cumi kecil, 5 telur dadar yang ku potong menjadi lembaran dan kugulung, Tomat-tomat kecil, dan juga JERUK!
Jeruk~ Jeruk~
Aku suka Jeruk~
Mereka manis.
Mereka berwarna oranye. Warna kesukaanku~
15 menit. Dalam 15 menit, aku menyelesaikan makan siangku.
Dan setelah itu aku langsung pergi ke kelas.
Saat aku membuka pintu kelas, lagi-lagi, aku melihat hal yang sangat tidak menyenangkan.
Len kagamine.
Ditengah kelas yang kosong dan sepi. (karena, anak-anak pada makan di kafetaria.)
Ia tertidur dimejanya.
Oh.. Aku lupa bilang lagi ya?
Aku dan si Player jelek itu memang sekelas. Akh...Grrrr!
Kembali lagi ke pemandangan yang tidak menyenangkan yang kulihat.
Len, ia tertidur.
Aku melangkah ke dalam kelas dan menghampiri bangku Len.
Len tidur sampai mendengkur.
Apa tadi malam ia tidak tidur?
"..."
Bah!
Kenapa aku peduli?
Aku langsung berlari kecil menuju lorong sekolah yang ada didepan kelasku.
Aku tak mau disangka melakukan sesuatu dengan Len.
TAK AKAN MAU!
Len's POV
Aku berdiri dipinggir ruangan pesta di sebuah bar kecil dikota , salah satu tempat nongkrongku bersama teman-temanku. Dan kali ini ada temanku yang baru datang dari luar negeri dan ingin membuat pesta disana , dan inilah pestanya. Di ruangan itu banyak orang yang menghadiri pesta itu. Dan aku juga termasuk orang yang menghadiri pesta itu.
Sekilas aku melihat seorang gadis yang memiliki mata azure dan rambut honey blond...,sepertiku.
Ia mengenakan tank top hitam dan rok balon abu-abu dan juga legging hitam serta memakai sepatu high heel yang berwarna membuatnya spesial adalah pita putih yang ada itu dipasang miring ke sisi kiri kepalanya.
Aku hanya bisa mengamati gadis itu dari belakang.
Gadis itu...Siapa namanya?Aku ingin tau..
Tiba-tiba gadis itu menghadap kearah pinggir kearah dimana aku berdiri.
Mataku melebar. Dia ...
Tersenyum?
Hei? Kenapa aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas?
Tap…. Tap…. Tap….
"Um…." Kataku sambil mengangkat wajahku dari atas meja yang ku jadikan sandaran tidurku dari jam pelajaran ke 5.
Suara langkah kaki.
Suara langkah kaki?
Aku memandang sekitarku.
Sepi?
Ah.. ini jam makan siang.
Aku beranjak dari bangku ku. Aku ingin pergi ke kafetaria untuk membeli makanan.
Aku Lapaaaaarr~~
Ketika aku membuka pintu, aku terkejut.
Rin ada di sana!
Dia memandang kearah jendela.
Hei... ini kesempatanku. Pikirku.
In-Chan : AHAY~ Chapter 3~Finish~
Rin : Busset!
Len : Yay!
Rin : Ngomong-ngomong, LEN BAKAL NGAPAIN AKU NIH!
Len : umm...*bangun tidur*
In-Chan : *smirk* hoho~Rinny~Lenny bakal...
Len : *meluk Rin*
Rin : ?*heran* Ngapain gua nih?
In-Chan : Kalo yang di story , next chapter anda juga bakal tau~
Rin : Eh?
Len : *meluk Rin*
In-Chan : Kalo sekarang...
Rin : Kalo sekarang?
Len : *melakukan adegan twincest*
Rin : *...*a...aaahh...
In-Chan : Bobok ah~~*kabur*
Rin : IN-CHAN!GUA ROAD AND ROLL LU 'NTAR!
Len : Rin~~
Rin : Apa?
Len : Chu~~
Rin : *blush* ...
In-Chan : R&R please...
