R&R reply~

Rii-kun dateng males log-in : gpp,kok~! Hehe… OC nya Rii-kun yah? Oke deh! Boleh aja~ Ntar aku cek~ Tapi Chapter 5 yah~ Maafin In-Chan juga Rii-kun. YOSHH!

TeaWithSugar : Makasih! :D Yay!Gak papa kok~.Iya~makasih~(hehe~ kalo twincest mungkin saia belum berani.)

Kurara : Makasih! XDDD.. Ampe teriak2? Waduh. Ohohoo~ itu bakal diungkap saat Rin agak deket ma Len.

-- thanks for the supports -


In-Chan : Yay! Chapie 4~

Rin : IN-CHAN!*bawa roadroller*

Len : RinRin~AYO GILES IN-CHAN! *bawa roadroller*

In-Chan : EEEKK!*kabur*

Len : ROAD!

Rin : AND!

Len : ROLL!

Rin&Len : *Naik roadroller buat ngejar In-Chan*

In-Chan : HUAAAAA!*lari*

Len : I'll do the disclaimer~

Rin : YO!

Disclaimer : In-Chan tak memiliki Vocaloid tapi~~Ia memiliki cerita yang sedang kalian baca ini~


Vocaloid © Yamaha

.

.

.

Way For Love © In-Chan Sakura


Rin's POV

Sial!

Sial!

Aku memandang ke arah jendela yang ada di lorong sekolah yang sepi.

Pandanganku kosong. Aku tak memikirkan apapun.

Tiba-tiba saja badanku terasa ringan, seperti melayang di udara.

" HUAAA! " Seruku karena kaget. Seseorang telah menggendongku.

Sebentar...

SIAPA YANG MENGGENDONGKU!

Pikirku.

Maka kucoba melihat siapa yang menggendongku.

" Len! " Seruku saat menyadari siapa yang menggendongku.

Dia menyingrai dan tertawa kecil.

Ok,itu menyebalkan!

" Turunkan aku! " Bentakku sambil mencoba untuk turun dari gendongan Len yang merupakan bridal style.

Daripada meresponku, ia berkata " Pegangan, Princess. " Dengan suara merayunya.

" Tidak! Terima Kasih! " Balasku dengan ketus.

" Baiklah... " Katanya " Terserah kau saja. Tapi rangkul aku jika kau akan jatuh ". Tambahnya.

Hell?

Dia sedang menggendongku dengan bridal style sambil berlari entah kemana.

Ia berlari sangat kencang. Aku takut akan jatuh. Karena itu, tanpa sadar aku merangkul Len. Dia tertawa kecil.

Dalam hati, aku berkata,

Len Kagamine!

Ku kutuk kau!

Akh!

Len's POV

Dalam hitungan detik aku mengangkat Rin. Dan menggendongnya dengan bridal style.

" HUAAA! " Seru Rin karena kaget.

" Len! " Serunya lagi saat menyadari aku yang menggendongnya.

Aku menyingrai saat Rin melihat kearahku. Dan aku tertawa kecil.

" Turunkan aku! " Bentak Rin sambil mencoba untuk turun dari gendonganku.

Hahaha.. Tidak Rinny~

Ini'kan kesempatanku~

Aku tak merespon permintaan Rin.

Aku hanya berkata " Pegangan, Princess. " Dengan suara merayu.

" Tidak! Terima Kasih! " Balas Rin dengan ketus.

Haha... Rinny~

Kau tak bisa kabur dariku kali ini~

" Baiklah... " Kataku " Terserah kau saja. Tapi rangkul aku jika kau akan jatuh ". Tambahku.

Lagi pula aku akan berlari, jadi mau tak mau Rinny harus merangkulku supaya tak jatuh.

Pikirku sambil mengambil ancang-ancang untuk berlari. Dan aku berlari menuju ke atap sekolah yang ada di lantai 4.

Aku berlari sangat kencang.

Ini supaya Rin merangkulku~

(Len...KAU LICIK!)

Akhirnya!

Rin merangkulku karena takut jatuh. Aku tertawa kecil.

Kurang dari 2 menit, aku sudah sampai di atap sekolah.

Keren'kan?

Aku menatap Rin yang menatapku dengan pandangan jengkel.

" Len! " Seru Rin sembari mengambil nafas. " TURUNKAN AKU! " Bentaknya.

" T- I - D - A - K " Kataku sambil mengeja setiap huruf yang ku katakan. Aku tertawa kecil.

" Jadi, apa mau mu kali ini? " Tanya Rin padaku dengan tatapan sadis sambil masih merangkulku.

"Aku ingin kau pergi kencan denganku Rinny~". Jawabku dengan sedikit menyingrai.

" Len, sekali Tidak berarti Tidak! " Balas Rin dengan ketus.

" Aw... Rinny~! Ayolah~! " Rayuku.

Rin diam dan memberi pandangan marah padaku.

Ouch..

Rinny~

" Ew... Tidak akan! " Jawab Rin.

Akh! Susah sekali untuk membuat Rin pergi denganku!

Berpikir Len!

Berpikir LEN!

" Kalau begitu, aku tak akan menurunkanmu dari gendonganku sampai kapanpun. " Kataku untuk membuatnya berkata 'ya'

" APA? " Teriak Rin. Telingaku jadi sakit karena suaranya yang cempreng. " Yang bener aja! TURUNKAN AKU! " Teriaknya lagi.

Ini menyenangkan.Pikirku.

" ... "

" LEN KAGAMINE! " Seru Rin dengan nada sebal. " TURUNKAN AKU! " Tambahnya.

" ... "

" LEN! " Bentak Rin padaku.

Hahaha.. Rin kau sangat menyenangkan~

Rin's POV

Dalam hitungan menit, kami sudah sampai di atap sekolah.

Padahal kami tadi ada di lantai 2, dan sekarang ada di.. LANTAI 4?

Ughh...

Dia berlari sangat cepat..

Kepalaku jad pusing..

Aku menatap Len dengan pandangan jengkel dan pusing. Dan ia yang menyadari itu menatapku juga.

" Len! " Seruku sembari mengambil nafas untuk berteriak. " TURUNKAN AKU! " Bentakku pada Len.

" T- I - D - A - K " Kata Len sambil mengeja setiap huruf yang ia katakan. Dasar anak kecil.

" Jadi, apa mau mu kali ini? " Tanyaku pada Len dengan tatapan tersadisku sambil masih merangkulnya. (Tanpa sadar! Awalnya.)

" Aku ingin kau pergi kencan denganku Rinn~ ". Jawab Len dengan sedikit menyingrai.

" Len, sekali Tidak berarti Tidak! " Balasku dengan ketus.

" Aw... Rinny~! Ayolah~! " Rayu Len padaku.

Aku diam dan memberi pandangan 'Yang - benar - saja - ?' pada Len.

Hell, NO!

" Ew... Tidak akan! " Jawabku.

Kalahkan itu PLAYER JELEK!

" Kalau begitu, aku tak akan menurunkanmu dari gendonganku sampai kapanpun. " Kata Len.

APA?

Yang bener aja!

" APA? " Teriakku. " Yang bener aja! TURUNKAN AKU! " Teriakku lagi sambil memberontak untuk turun dari gendongan Len.

SIAL!

SIAL!

SIAL!

Pikirku.

" ... "

Ia tidak menjawab.

" LEN KAGAMINE! " Seruku dengan nada sebal. " TURUNKAN AKU! " Tambahku.

" ... "

Ia tidak menjawab lagi.

" LEN! " Bentakku pada Len.

Anak ini...!!

Tiba-tiba telingaku terasa geli.

" Kalo Rinny tidak mau kencan dengan Len, "

" ... Maka Rin harus rela digendong seperti ini sampai nanti di kelas ". Kata Len.

Ia membisikan kata-kata itu padaku.

" OUCH! " Seruku.

Len... DIA MENGGIGIT TELINGAKU!

GRRR!

Kurang ajar!

" L—Len.. " Gerangku.

Ukh..

Sakit...

Seketika ia melepaskan gigitannya di telingaku.

Aku bisa mendengar dan melihat kalo ia TERTAWA!

Grrr!

" RinRin~ Kau lucu sekali~ " Ucap Len sambil tertawa kecil.

Heck!

RinRin?

Panggilan baru lagi!

KAPAN HIDUPKU BISA NORMAL!

(menurut saia, sebagai author. Hidup Rin tak kan pernah NORMAL.)

Wajah mulai merah. Bukan karena tersipu. Ini karena AMARAHKU SUDAH MEMUNCAK!

" LEN KAGAMINE! TURUNKAN AKU SEKARANG JUGA! " Perintahku pada Len.

" Dame, hime-sama~ " Jawabnya.

Ok, Ini KETERLALUAN!

" Aku adalah pangerannya dan engkaulah putrinya~ " Tambahnya.

" Dan seorang pangeran harus menggendong sang putri ".

Ukh...!

Secara sengaja, ia memperdekat jarak kami berdua dengan cara memegangku lebih erat.

SIAL!

Aku bisa merasakan nafasnya.

Len's POV

Aku ingin mengerjai Rin lagi.

Hehe.

" Kalo Rinny tidak mau kencan dengan Len, "

" ... Maka Rin harus rela digendong seperti ini sampai nanti di kelas ". Kataku, membisikan kata-kata itu untuk menjahili Rin.

Dan secara sengaja aku menggigit telinga Rin yang tadi aku bisiki kata-kata.

" OUCH! " Seru Rin.

" L—Len.. " Gerang Rin.

Rin terdengar sangat...,

Manis.

Seketika aku melepaskan gigitanku di telinga Rin.

Aku tertawa melihat reaksi Rin.

" RinRin~ Kau lucu sekali~ " Ucapku sambil tertawa kecil.

Wajah Rin mulai merah. Kelihatannya ia tersipu..., atau tidak?

" LEN KAGAMINE! TURUNKAN AKU SEKARANG JUGA! " Perintah Rin padaku.

" Dame, hime-sama~ " Jawabku.

Hehehe...

Tidak akan Rin~

Ini menyenangkan tau.

" Aku adalah pangerannya dan engkaulah putrinya~ ". Tambahku.

" Dan seorang pangeran harus menggendong sang putri ".

Lihat? Ini menyenangkan.

Secara sengaja, aku memperdekat jarak kami berdua dengan cara memegang Rin lebih erat ke arahku.

Bau Rin...

Seperti Jeruk.

Aku bisa merasakan nafas Rin di bawah daguku.

(Adegannya jadi aneh, deh~ AKHH! Saia AUTHOR PAYAH!)

Rin's POV

Ding... Dong..

Bel sekolah berdentang kembali.

" Ah... Ini sudah waktunya masuk kelas ". Kataku pada Len.

Tapi Len diam saja.

Ia yang awalnya memandang ke arah... eng... gak tau.

Sekarang memandangku.

Mata biru azurenya dan rambut blond miliknya yang terkena sinar matahari..., seperti milikku. Tetapi..

Tampangnya itu...

SUNGGUH MENYEBALKAN!

Tiba-tiba saja ia mengangkat kepalanya dan berbalik menuju tangga.

" Hei! " Seruku pada Len yang berjalan menuruni tangga sambil menggendongku. " Kita mau kemana? " Tanyaku.

" Ke kelas ". Jawabnya singkat.

HECK!

Dan digendong olehmu?

NEVER!

" Kalo begitu. Turunkan aku! " Kataku pada Len.

" Nanti, banyak anak yang akan salah sangka kalo kau tak menurunkanku sekarang juga ".

Tambahku.

" Tidak~~ mau~~ " Kata Len dengan RINGANNYA!

GRRRR!

" TURUNKAN AKU! "Teriakku.

" Oi! Rin! " Kata Len padaku sambil menggendongku menuruni tangga menuju ke lantai 3. " Jika, kau terus bergerak-gerak seperti ini, kita bisa- "

Kata-kata Len terpotong saat kami berdua terguling ke arah depan.

Kami terjatuh dari tangga dan mendarat di lantai dengan KASAR.

Ouch..

" A... akh.. " Keluhku karena kesakitan. Aku membuka kedua mataku.

Lewat lensaku, aku melihat langsung kearah Len. (Kacamatanya Rin anti lepas~)

Posisi kami aneh. (YAP! Saudara-saudara silahkan aktifkan hentai mind anda~)

Aku berada di atas Len dan Len di bawahku. Dan aku...DIPELUK LEN!

Ukh...

" ... "

" ... "

Baru kusadari...

Len memandangku tepat dimata.

" ... "

Hah?

" Hei! Kalian! " Seru seseorang pada kami.

Aku dan Len langsung melirik siapa yang memanggil kami.

Pria berambut ungu dan panjang.

Rambutnya dikucir..., seperti samurai?

Samurai?

Gakupo-sensei!

SIAL!

" HUKUMAN! SEKARANG! " Teriaknya lagi.

Seketika pintu-pintu kelas yang berada di lantai 3 terbuka semua.

Mereka semua melihat posisi denganku Len.

AGHHH!

Bagus!

Satu lagi hal yang bisa mereka gunakan 'tuk mencelaku!

Len's POV

Aku mengangkat kepalaku dan berbalik menuju tangga.

" Hei! " Seru Rin padaku yang berjalan menuruni tangga sambil menggendongnya. " Kita mau kemana? " Tanya Rin.

" Ke kelas ". Jawabku singkat.

" Kalo begitu. Turunkan aku! " Kata Rin padaku.

" Nanti, banyak anak yang akan salah sangka kalo kau tak menurunkanku sekarang juga ".

Tambahnya.

"Tidak~~ mau~~" Kataku dengan santai.

Menggendongmu seperti ini adalah hal yang sangat jarang & sulit, Rin~

" TURUNKAN AKU! "Teriak Rin.

" Oi! Rin! " Kataku pada Rin sambil menuruni tangga menuju ke lantai 3. " Jika, kau terus bergerak-gerak seperti ini, kita bisa- "

Kata-kataku terpotong saat kami berdua terguling ke arah depan.

Kami terjatuh dari tangga dan mendarat di lantai dengan kasar. Untung saja aku sempat mengubah posisi kami menjadi aku yang jatuh terlebih dahulu. Aku tak mau Rin terluka.

Kalo dia terluka, maka siapa yang akan ku ajak kencan? (Ashh!Len emang perhatian. Sayang kok player~ TTATT)

Ouch..

Punggungku, Mencium lantai. (?)

Aku membuka mataku sebelum Rin. Aku memandang Rin yang kupeluk.

" A... akh.. " Keluh Rin karena kesakitan. Rin membuka kedua matanya.

Rin berada di atasku dan Aku di bawahnya.

" ... "

Memandang Rin.

" ... "

Aku memandang Rin tepat dimata.

" ... "

Rin melihat ke arahku juga.

" Hei! Kalian! " Seru seseorang pada kami.

Aku dan Rin langsung melirik siapa yang memanggil kami.

Pria berambut ungu dan panjang.

Rambutnya dikucir..., seperti samurai?

Bagus!

Gakupo-sensei!

Bakal ada hukuman untuk kami.

" HUKUMAN! SEKARANG! " Teriaknya lagi.

Lihat?

Seketika pintu-pintu kelas yang berada di lantai 3 terbuka semua.

Mereka semua melihat posisiku dengan Rin

Aku harap Rin tidak marah.


In-Chan : Yay! Chapter 4 ~~ Selesai~

Rin : Ooo...jadi itu yang dilakuin Len ma aku..

Len : Rin~

Rin : ya?

Len : Aku mau coba gendong.

Rin : Oke.

Len : *Ngendong Rin*...

Rin : *Digendong Len*

In-Chan : 3...2...1...

Len : *njatuhin Rin*

Rin : HUA!*kesakitan*

In-Chan : Saia bilang apa?

Rin : Gantian Sini!

Len : *digendong Rin*

Rin : *gendong Len* (liat World is mine versi Len.)

Len : ...

Rin : Len... ringan?

In-Chan : *spat a cup of coffe*

Rin & Len : ?

In-Chan : R&R...Please?