R&R Reply~

TeaWithSugar a.k.a fleur d' oranger : Ohohoo~ Itu rahasia industri saia~ (industri apaan coba! *dihajar*) ntar seiring crita dibahas kok! YOSH! XD

-Thanks for the support-


In-Chan : Sepi…T^T

Rin : Kenapa In-Chan?

In-Chan : Rinrin! Yang R&R sepi!

Len : Salah ndiri bikin fanfic kurang menarik.

In-Chan : Apa yang kurang?

Len : Um… adeganku melakukan sesuatu yang **** sama Rin!

Rin : *gasp* HECK!

In-Chan : Ya tho?

Len : He'e!

Rin : LEN!

In-Chan : Okelah.. saia usahakan di mulai dari chapter ini. *sniff*

Rin : In-

Len : *nyium Rin*

Rin : *dicium Len*

In-Chan : See.. I've already start it right? ;) DISCLAIMER PLEASE!

Disclaimer : In-Chan tak memiliki Vocaloid tapi~~Ia memiliki cerita yang sedang kalian baca ini~


Vocaloid © Yamaha

.

.

.

Way For Love © In-Chan Sakura


Teto's POV

" Hi! " Sapaku salah seorang kawanku saat kecil yang menjadi tamu di pestaku dan Ted hari ini.

Sambil berjalan menuju main stage, aku menyapa semua orang yang kutemui.

Sampai aku bertemu dengan seorang gadis berambut blonde sebatas bahu dan bermata azure yang tersenyum padaku.

Awalnya aku tak sadar siapa itu. Sampai ia memanggilku.

" Teto! " Sapanya.

Suara itu..

" Rin! " Seruku saat menyadari bahwa gadis yang memanggilku adalah Rin Kamine. Sahabatku sejak kecil.

Rin yang memakai tank top berwarna hitam, rok balon abu-abu, legging hitam serta high heel hitam berlari menuju ke arahku.

Aku menyambutnya dengan tangan terbuka menunggu pelukan Kelinci kami.

Dari kecil aku dan Rin selalu melakukan pelukan Kelinci.

Rin's POV

Sudah 5 hari berlalu sejak Teto pulang.

Dan sekarang Aku berdiri di dalam sebuah bar di pinggir kota.

Kau bertanya apa yang ku lakukan DI SINI?

Jadi begini ceritanya.

Flash Back

3 hari yang lalu..

" Rinny! " Seru Teto dari seberang sana.

Yap, kami sedang berbicara di telepon.

" Tetototototo~ " Seruku juga.

" Haha! " Katanya. " Hei, Rin ". Tambah Teto.

" Ya? " Jawabku.

" Aku dan Ted, membuat Pesta sabtu ini. Kau datang ya?" Katanya lagi.

"Hah? Memang siapa saja yang datang?"

" Hanya kawan lama kita ". Jawab Teto dengan singkat.

Aku menghela nafas.

" Baiklah ". Balasku. " Aku akan datang ".

" YAY !" Seru Teto yang kelihatannya sangat senang dan girang karena aku mau datang.

" Pestanya akan dilaksanakan di Bar Asami, dan dimulai sekitar pukul 7, Rinny~". Jelas Teto dengan panjaaaaaaaaaaaaaaaaang leeeebaaaaarr~.

Setelah itu kami tetap mengobrol sampai sekitar 1 jam.

End of Flash Back

Dan inilah kenapa aku berdiri di sini.

Akh..

" Yo! Rin! " Seru seseorang padaku.

Aku mencoba mencari sumber suara itu dan menemukan seseorang yang berdiri di belakangku.

" Ren! " Sapaku pada orang tadi yang merupakan salah satu kawan lamaku saat kecil. Ren Wakereshi.

" Wow! Rin! Kau.. " Katanya.

" Kenapa? " Tanyaku.

" Cantik sekali malam ini. " Jawabnya. (um..em.. maafkan saia rii-kun senpai.)

Mukaku memerah karena mendengar itu.

Sudah lama tak ada yang bilang seperti itu padaku..

Karena aku mengubah cara berpakaianku saat disekolah dan hampir tak pernah keluar untuk pergi bersama Luka / Luki.

" Makasih, Ren! " Kataku padanya.

" Hey, Rin. Kau tau, Len datang ke sini." Ucapnya Lagi.

" Len? " Kataku dengan nada bingung.

LEN!

Dia pasti di undang oleh Ted!

Bodoh!

Kenapa aku tak kepikiran!

AKHH!

" Ya, Rin. Kau sudah bertemu dengannya? "

" Belum ".

" Masih karena itu? " Tanya Ren.

" Ya, aku masih ". Jawabku dengan lesu.

Ya, semua itu…..

" Baiklah, Ren! Aku pergi mencari Teto dulu ya? " Kataku pada Ren.

" Baiklah Rin. See ya~" Balas Ren sebelum ia pergi bertemu dengan kawan-kawan yang lain.

Segera aku mencari Teto.

Aku harus bilang padanya.

Aku harus…!

Dan tak perlu waktu lama untuk menemukan Teto.

Aku tersenyum pada Teto yang kelihatannya bingung melihatku.

Maka, aku memanggilnya.

" Teto! " Sapaku pada Teto. Kau tau, Teto mudah lupa terhadap kawannya.

" Rin! " Seru Teto padaku. Kelihatannya ia sudah ingat. Pikirku.

Aku berlari ke arah Teto dan kami melakukan pelukan Kelinci kami.

" Teto! " Kataku sambil memeluk Teto.

" Riiinny~~ " Serunya sambil memeluk dengan erat.

Setelah kami berpelukan cukup lama, kami melepaskan pelukan kami.

" Teto! Kau tak berubah! " Seruku sambil memasang wajah terpukau.

" Hehe. Sebenarnya kau yang tak berubah Rin ". Katanya lagi.

" Hah? "

" Kau tetap saja lebih pendek dariku! " Kata Teto.

" Dan aku sebal karena itu. Aku tak bisa setinggi mu!" Kata sebal dan mengembungkan pipiku.

" Ouw… Rinny~ " Kata Teto sebelum mencubit pipiku.

Len's POV

" Len~ " Seru Neru padaku ketika ia melihatku di depan pintu rumahnya.

" Ayo, Neru. Kita tak punya banyak waktu ". Kataku pada Neru sambil menggandeng tangannya.

" Ini'kan hanya pesta kawan lama mu. Dan kenapa aku harus ikut? " Tanya Neru padaku.

" Kau bilang ingin kencan denganku ". Jawabku.

" Baiklah, Lenny~ Aku ikut ". Jawabnya dengan pasrah. Kemudian dia memeluk lenganku.

Sekitar 20 menit, aku dan Neru sudah sampai di tempat pesta itu. Bar Asami.

" Yo! " Seru seseorang padaku.

Aku mendapati Ted sedang berdiri di depan pintu masuk.

" Yo! Ted! " Sapaku.

" Dan siapa ini? " Tanya Ted sambil melirik ke Neru yang memeluk lenganku.

" Ne-Neru Akita ". Kata Neru dengan gugup.

Ah…

Dia menyukai Ted.

" Hei, Neru kau mau ikut untuk bertemu dengan teman-temanku yang lain atau.. "

Kata-kataku terpotong oleh Neru.

" Aku akan menunggu di bar ". Katanya sembari berjalan menuju bar.

Well…

Mangsaku hilang satu.

Tak apa lah, masih banyak yang lain.

Aku berjalan menemui kawan-kawan lama yang kuingat.

Kau tau 'kan? Aku kecelakaan saat kecil, dan baru bisa mengingat semuanya setelah 1 tahun berlalu.

Tapi…

Akh..

Kepalaku jadi sakit lagi.

" Len? " Suara seseorang membuatku tersadar.

" Ren? " Tanyaku.

" Yep! Kau tak apa? " Tanya Ren ketika ia melihatku seperti kesakitan.

" Ya.., hanya kepalaku sedikit sakit saja ". Jawabku sambil memegang kepalaku.

" Ayo duduk ". Ajak Ren sambil menarikku ke sofa yang berada di pinggir ruangan.

Aku duduk di situ dan Ren berkata padaku, " Istirahatlah di sini ".

Dan ia pergi.

Sesuai sarannya, aku duduk di situ sambil melihat kawan-kawanku.

Tiba-tiba saja ruangan menjadi gelap.

Tapi ada 1 spotlight yang menyinari main stage di bar ini.

Ada seseorang yang berdiri di sana.

Rambutnya yang sebatas bahu berwarna blond dan mata azurenya…, seperti milikku.

Secara otomatis musik terlantun dan orang itu menyanyi sambil menari sesuai dengan irama musik.


machiakari hanayaka

EETERU masui no tsumetasa

nemurenai gozen niji

subete ga kyuusoku ni kawaru

OIRU kire no RAITAA

yaketsuku you na inonaka

subete ga sou uso nara

hontou ni yokatta noni ne

kimi no kubi wo shimeru yume wo mita

hikari no afureru hirusagari

kimi no hosoi nodo ga haneru no wo

nakidashisouna me de miteita

kakuyuugouro nisa

tobikonde mitai to omou

massao na hikari kurumarete kirei

kakuyuukouro nisa

tobikonde mitara soshitara

subete ga yurusareru youna kigashite

Gerakan badannya sangat lincah dan indah.

BERANDA no mukougawa

kaidan wo nobotte yuku oto

kageridashita sora ga

mado GARASU ni heya ni ochiru

kakusan suru yuugure

nakiharashita youna hi no aka

tokeru you ni sukoshi zutsu

sukoshi zutsu shinde yuku sekai

kimi no kubi wo shimeru yume wo mita

harukaze ni yureru KAATEN

kawaite kireta kuchibiru kara

koboreru kotoba wa awa no you

kakuyuugouro nisa

tobikonde mitai to omou

masshiro ni kioku tokasarete kieru

kakuyuukouro nisa

tobikonde mitara mata mukashi mitai ni

nemureru youna sonna kigashite

Kelihatannya..

Aku pernah mendengar suara ini.

Rasanya seperti nostalgia mengalir dalam diriku…

tokei no byoushin ya

TEREBI no shikaisha ya

soko ni iru kedo mienai dareka no

waraigoe houwa shite hankyou suru

Allegro Agitato

miminari ga kienai yamanai

Allegro Agitato

miminari ga kienai yamanai

daremo minna kieteku yume wo mita

mayonaka no heya no hirosa to seijaku ga

mune ni tsukkaete

jouzu ni iki ga dekinaku naru

(Shout!)

kakuyuugouro nisa

tobikonde mitara soshitara

kitto nemuru youni kiete ikerunda

boku no inai asa wa

ima yori zutto subarashikute

subete no haguruma ga kamiatta

kitto sonna sekai da

Tanpa ku sadari. Orang itu, selesai menyanyi dan turun dari main stage.

Secara reflek, aku berdiri dari tempatku duduk dan berjalan menuju ke arah main stage.

Tapi langkahku terhenti saat melihat orang tadi.

Saat aku berhenti di pinggir ruangan, aku melihat sekilas wajah orang itu.

Sekilas aku melihat wajah orang itu. Ia memiliki mata azure dan rambut honey blond…, sepertiku.

Ia mengenakan tank top berwarna hitam, rok balon abu-abu, legging hitam serta high heel hitam. Tapi yang membuatnya menarik adalah pita putih besar yang ia pasang miring ke sisi kiri kepalanya.

Sebentar!

Kenapa aku merasa pernah mengalami ini sebelumnya?

Hmmm…

Akupun berpikir kenapa aku pernah merasa melakukan hal ini. Dan aku teringat akan mimpi yang ku dapat selama 2x dalam minggu ini.

Ini…

Mataku melebar saat aku menyadari alasannya.

Tapi pandanganku membeku pada orang yang tadi ku lihat.

Ia memandang ke pinggir ruangan. Ke arahku.

Dan ia tersenyum.

Kali ini tidak seperti dalam mimpiku. Aku dapat melihat wajah orang itu.

Gadis ini? Siapa namanya?

Pikirku saat ia tersenyum padaku.

Rin's POV

" Rinny! Kau harus tampil di main stage! " Kata Teto padaku saat kami sedang minum jus di bar.

Secara otomatis aku kaget dan menyemburkan minumanku. (Kasihan tuh yang mbersihin Rin.)

" Apa maksudmu! " Tanyaku pada Teto sambil membersihkan mulutku dari sisa jus yang menempel di bibirku.

" Ayolah, Rinny~ ". Pintanya padaku dengan ultimate puppy eyes.

Ukhh…

AKU BENCI PUPPY EYES!

(tapi Rinrin juga sering pake kalo mohon sesuatu sama orang tuanya. =="")

" Baiklah ". Jawabku dengan pasrah.

" Kalo begitu sekarang kita ke main stage ". Kata Teto sambil menarik tanganku.

" Meltdown! " Pinta Teto padaku saat kami sedang berbicara pada DJ yang ada.

" Ukh… Fine! Tapi hanya itu saja, oke?" Kataku pada Teto.

" Aw… sama kokoro ". Tambahnya.

" Hanya Meltdown, atau tidak sama sekali TemanKuTerSayang! " Ancamku pada Teto.

" Baiklah ". Balas Teto dengan nada kecewa.

" Bagus ". Kataku dengan lega.

Masalahnya, aku malas di suruh menyanyi oleh Teto.

Tapi karena dia baru saja kembali dari luar negeri, aku mau saja.

Akupun naik ke atas main stage, saat DJ sudah siap.

Dan saat spotlight menyinariku, aku mulai menyanyi dan menari.

machiakari hanayaka

EETERU masui no tsumetasa

nemurenai gozen niji

subete ga kyuusoku ni kawaru

OIRU kire no RAITAA

yaketsuku you na inonaka

subete ga sou uso nara

hontou ni yokatta noni ne

kimi no kubi wo shimeru yume wo mita

hikari no afureru hirusagari

kimi no hosoi nodo ga haneru no wo

nakidashisouna me de miteita

kakuyuugouro nisa

tobikonde mitai to omou

massao na hikari kurumarete kirei

kakuyuukouro nisa

tobikonde mitara soshitara

subete ga yurusareru youna kigashite

Dengan Lincah dan tanpa sadar, aku menari sesuai irama.

Wow.., aku harus memberi diriku penghargaan.

(Ohohooo~Rinny~)

BERANDA no mukougawa

kaidan wo nobotte yuku oto

kageridashita sora ga

mado GARASU ni heya ni ochiru

kakusan suru yuugure

nakiharashita youna hi no aka

tokeru you ni sukoshi zutsu

sukoshi zutsu shinde yuku sekai

kimi no kubi wo shimeru yume wo mita

harukaze ni yureru KAATEN

kawaite kireta kuchibiru kara

koboreru kotoba wa awa no you

kakuyuugouro nisa

tobikonde mitai to omou

masshiro ni kioku tokasarete kieru

kakuyuukouro nisa

tobikonde mitara mata mukashi mitai ni

nemureru youna sonna kigashite

tokei no byoushin ya

TEREBI no shikaisha ya

soko ni iru kedo mienai dareka no

waraigoe houwa shite hankyou suru

Allegro Agitato

miminari ga kienai yamanai

Allegro Agitato

miminari ga kienai yamanai

daremo minna kieteku yume wo mita

mayonaka no heya no hirosa to seijaku ga

mune ni tsukkaete

jouzu ni iki ga dekinaku naru

(Shout!)

kakuyuugouro nisa

tobikonde mitara soshitara

kitto nemuru youni kiete ikerunda

boku no inai asa wa

ima yori zutto subarashikute

subete no haguruma ga kamiatta

kitto sonna sekai da

Saat selesai menyanyi dan menari, aku menyadari kalo..

SEMUA ORANG MELIHATKU!

Akh…

Teto!

Setelah itu aku langsung turun dan berlari ke Teto untuk menghajarnya.

" TETO! " Teriakku saat bertemu dengannya.

Bukannya dia lari, ia malah menghampiriku dengan wajah senang dan memelukku.

" Aw.. Rinny! Tadi itu kereeeeenn! I like it! Thanks!" Katanya sambil memelukku dengan erat.

" Um.." Tiba-tiba saja amarahku hilang. Aku senang ada yang berterima kasih padaku.

" Kembali, Teto ". Kataku sambil memasang senyumku.

Aku mulai melihat sekitar untuk memastikan tidak ada yang melihati ku lagi.

Ugh..

Tapi saat aku melihat ke pinggir ruangan, aku melihat Len. Tanpa sadar aku tersenyum.

AKU TERSENYUM!

Ugh..

Seketika, aku sadar kalo Len melihatku juga. Segera saja aku berjalan kearahnya. Tapi ia kelihatannya kaget.

Ketika aku berhenti, aku berpikir.

Sebentar..

KENAPA AKU BERJALAN KE LEN?

Ukhh..!

Bagus!

Sekarang apa yang harus ku lakukan?

Hm..

AHA!

ACTING TIME!

" Um… " Seketika suara Len membuatku sadar dari dalam pikiranku dan akupun mulai berakting.

" Hi! Apakah aku menakutimu?" Tanyaku sambil tersenyum.

Senyum…

SENYUM!

" Tidak ". Jawabnya singkat.

" Kau tak pa?" Tanyaku lagi saat aku menyadari mukanya sedikit pucat.

" Aku tak apa. Ngomong-ngomong boleh aku berkenalan denganmu? " Tanya Len padaku.

Sigh..

Jiwa playernya kembali.

" Tentu saja! " Jawabku sambil tersenyum.

Len's POV

" Aku tak apa. Ngomong-ngomong boleh aku berkenalan denganmu? " Tanyaku pada gadis yang baru saja kutemui. (alias orang yang tadi ingin aku temui.)

" Tentu saja ". Jawabnya sambil Tersenyum.

Senyumnya sungguh indah dan menyejukkan hati.

" Jadi siapa namamu? " Tanyaku lagi sambil tersenyum.

" Rin. " Jawabnya singkat sambil tersenyum.

" Rin? " Kataku, mengulangi perkataannya.

Rin?

Rin Kamine?

Mana mungkin?

Rin Kamine 'kan kuper, pake kacamata dan um.. kau tahu.. Flat?

Tidak mungkin secantik ini!

Kill me if this is her!

" Yap ". Jawabnya dengan muka tersenyum.

" Rin Kamine? " Tanyaku pada ' Rin' untuk memastikan.

" Um… sayangnya, bukan. Panggil Rin saja ". Jawabnya.

Fiuh..

Kalo ini Rin yang kuper, aku bisa mati berdiri karena ia berubah jadi cantik.

Tapi tidak!

LUCKY ME!

" Kalo begitu, namaku Len. Len Kagamine ". Ucapku sambil tersenyum kepadanya.

Ia tertawa.

Ia tertawa?

Memang caraku memperkenalkan diri aneh?

"Er-…."

" Maaf, hanya saja aku sudah tau namamu Len." Katanya padaku.

Hah?

Tapi aku tak pernah mengenal Rin sebelum ini.

Aneh.

" Bagaim- " Kata-kata terpotong oleh Rin.

" Hei, Aku salah satu kawanmu saat SD dulu ".

" Tapi.., Aku tak mengingatmu ". Kataku dengan JUJUR.

Iya, aku jujur.

" Mungkin, karena kecelakan itu ". Tambahnya lagi.

" … ".

Aku diam saja.

" Lihat, anak itu?" Kata Rin sambil menunjuk seseorang yang memiliki rambut berwarna hijau daun.

" Kau mengenalinya? " Tanya Rin padaku.

" Um.. tidak ". Jawabku dengan ragu.

" Lihat? Kau bahkan tidak ingat Gumi yang pernah duduk di belakangmu saat kelas 2 ".

" Dan mungkin itu alasannya kau tak ingat denganku." Lanjutnya dengan tersenyum.

" Ah.. Maafkan aku ". Kataku pada Rin.

Tapi.. aku pikir aku mengingat semua hal dalam 1 tahun itu. Kecuali 1 hal yang mungkin penting itu.

Ternyata tidak.

" Len.." Katanya dengan halus. " Kau tak usah merasa bersalah. Lagi pula kita masih bisa berteman lagi ". Lanjut Rin sambil menepuk punggungku.

Sigh…


In-Chan : AND CHAPTER 6 ! FINISH!

Rin&Len : *melongo* BANYAK!

In-Chan : hmph!

Neru : Hei! Kenapa aku Cuma muncul sebagai figuran!

In-Chan : Well, dear.. first *ngomel*

Neru : Ukhh! Fine!

Rin : Er….. apakah ini plot yang benar?

Len : Panjang amat?

In-Chan : Saia tau! SAIA TAU! Ini panjang bangeeet! Saia berharap para reader rela terbakar matanya demi membaca chapter ini..

Reader : *nangis karena sakit matanya*

In-Chan : GOMEEEN!

Rin : R&R please~

Len : R&R pleasee~

In-Chan : R&R please! I beg you! Dan maafkan saia soal tulisan lirik " meltdown " yang berjumbel ria itu. Udah di edit 1000x pun tetep gak mau pisah!