R&R reply~

Fleur d'oranger : Yap~! Jah~ wkkwwkwkwk~~~ YOSH! UPDATE!

- thanks for the supports -


In-Chan : Yo~ Minna~saaann~ *melambai-lambai gajee*

Rin : er...

Len : umm...

In-Chan : What?

Len : ...

Rin : APA MAKSUDNYA TARUHAN ITU!

In-Chan : Oh~~hohooo~ itu... RAHASIA SAIA!

Len : R&R aja Rin!

Rin : Ayo! *lari ngambil Road Roller*

In-Chan : *gulp*

Len : Oh,ya...

In-Chan : *ngelirik Lenlen*...?

Len : Pisang dan Jeruknya mana? *nodong*

Rin : ROAD AND ROLL!

In-Chan : DISCLAIMER PLEASE! *sweat drop*

Disclaimer : In-Chan tak memiliki Vocaloid tapi~~Ia memiliki cerita yang sedang kalian baca ini~


Vocaloid © Yamaha

.

.

.

Way For Love © In-Chan Sakura


Len's POV

Aku sedang menulis surat taruhan untuk Rin~

Rinny~

Ayo buat taruhan~

Len.

Aku tersenyum licik.

Seusai menulis surat itu, aku segera melemparkan kertas itu pada Rin, dan kertas itu mengenai kepala Rin lalu mendarat ke mejanya.

Sambil menunggu balasan aku melihat ke papan tulis dengan menyingrai.

Awwww..!

Aku merasakan sesuatu mengenai kepalaku. Aku mendapati surat balasan dari Rin.

Wow~ Kelihatannya aku baru saja mendapatkan balas dendam dari Rinrin~

Pikirku sambil membuka surat yang dilipat-lipat itu.

Akupun membacanya,

Hell!

Ok, apa taruhannya?

Rin.

Kemudian menulis balasan dan melemparnya pada Rin.

Taruhannya, Riinny~

Jika dalam 1 minggu ini aku dapat mencium lagi seperti tadi pagi,

Maka kau akan menjadi maid pribadiku selama 10 hari di apartemenku.

Dan jika tidak, yaaa~

Aku tak akan mendekatimu lagi.

Bagaimana?

Len.

Kau tau..

Aku sedikit menggigit bibirku tadi saat menulis bagian dimana aku tidak akan meninggalkan Rin. (?)

Tiba-tiba saja surat itu sudah dibalas lagi.

Aku membacanya,

DEAL!

Tapi kau tak akan semudah itu menciumku lagi, SHOTA!

Rin.

Mataku terbelalak saat membaca itu.

Pertama, karena Rin menyetujui ini.

Kedua, karena sangat percaya diri kalo aku tidak dapat menciumnya lagi seperti tadi pagi.

Ketiga, DIA MEMANGGILKU SHOTA!

Alasan ketiga adalah hal paling tak bisa kuterima!

BERHENTI MEMANGGILKU SHOTA!

Aku menulis itu dan melemparnya ke Rin lagi.

Dengan muka sebal aku menatap Rin.

" Pfftt..."

Itulah yang kudengar saat melihat Rin.

Ia menertawakan… ku?

Sesaat kemudian Rin menoleh ke arahku dan mengeluarkan lidahnya sedikit dengan ekspresi mengejekku.

Kita lihat nanti Rinrin~

Siapa yang akan menang..

Pikirku.

Aku menyingrai sembari memikirkan cara-cara yang bisa kupakai untuk menjebak Rin.

Rin's POV

" Ouch! " Seruku saat menabrak seseorang ketika aku sedang berjalan ke ruang ganti P.E.

Aku terjatuh ke lantai karena itu dan saat aku membuka mataku, aku mendapati Hatsune Miku, anak popular menabrakku. Atau aku yang menabraknya?

Hmm…. Sungguh inilah sebuah misteri~

"Ewww…" Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Hatsune ketika melihatku jatuh di depannya.

" …. "

" Gadis Tak modis… MINGGIR! " Katanya padaku dengan ketus.

Sambil berusaha berdiri, aku berkata,

" Silahkan saja HATSUNE!" Kataku dengan menekan namanya.

Gadis Hatsune itu melewatiku dengan sombongnya.

Aku heran kenapa sensei suka anak itu?

Pikirku sambil melanjutkan perjalananku ke ruang ganti.

Hah? Sensei?

Ya, yang ku maksud yaitu Kaito-sensei~.

Rumor sudah menyebar 2 bulan yang lalu kalo Kaito-sensei menyukai Hatsune Miku.

AKU INGIN MENCABIK-CABIK HATSUNE! 3=)

Tapi untungnya Hatsune tidak menyukai sensei,

So…

Lucky me!

Aku masih punya kesempatan untuk sensei~

Tiba-tiba saja langkahku terhenti di sebuah kelas kosong.

Maklum, jam terakhir…

Aku mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit dan mendapati…

Len Kagamine sedang mencium Haku!

Mataku terbelalak,

Haku?

Kupikir Haku anak baik-baik, polos, dan pintar.

Ternyata…

Pikirku. Dengan perasaan biasa saja, aku berjalan lagi.

' Arigatou… Otou…-san…'

Akhir dari lagu yang sedang kudengarkan saat aku sedang duduk termenung dikelas.

Ruang ganti?

Tadi aku sudah kesana. Aku kesana hanya untuk mengambil iPod ku yang ketingalan.

Dan sekarang aku sedang mendengarkan lagu yang berjudul 'Kokoro' dan 'Kokoro Kiseki' .

Lagu ini penuh dengan nostalgia bagiku.

Lagu ini penuh dengan kenanganku dengan sahabatku…

Sahabat yang kucintai….

Sahabat yang selalu melakukan semua hal bersamaku..

Tak terasa air mataku mengalir.

Aku merasakan air mataku dan menyentuh pipiku.

"Oh, God! Dammit! " Bisikku pelan pada diri sendiri sambil melepas kacamataku dan menghapus air mataku.

' Anata naze naku no? '

Lirik ini terdengar ketika aku mengusap mataku.

"Hei, Rin! "

" Kenapa kau menangis?"

" Jangan khawatir! Aku akan selalu bersamamu!"

Wajah yang hangat…

Senyum yang hangat dari anak laki-laki itu…

Sahabatku..

Kenangan tentang sahabatku..

Bohong!

Kau tak bersamaku sekarang!

Kau sudah tidak mengingatku lagi!

Pikirku sambil terus menghapus semua air mataku yang mengalir tanpa henti.

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang sambil menahan tangisku.

Untungnya tadi saat dikelas, anak-anak sudah pada pulang jadi aku aman menangis seperti tadi.


Normal POV

Operation To Get : Kamine Rin's Heart.

Day : 1

Time : Tuesday, 10.54

Subject : Science

Activity : Partner works.

" Rin~ " Seru Len ketika menghampiri Rin dibangkunya.

" … "

" Kau belum dapat pasangan'kan? " Tanya Len.

" Nope ". Jawab Rin singkat dan padat.

" Kalo begitu kau bisa jadi pasanganku~ " Bujuk Len.

" Er… tidak ".

" Awww… apakah Rinny~ mau di cium dulu supaya mau? " Kata Len dengan ringannya.

SLAAAAPP!

" Oww! " Seru Len yang pipinya mendapatkan stempel merah berbentuk tangan dari Rin.

" Untuk apa itu Rinrin?" Tanya Len dengan tersenyum yang dibuat-buat sambil memegangi pipinya yang sakit.

" Supaya kau sadar, SHOTA!" Bisik Rin dengan ketus dan kemudian berdiri dari bangkunya lalu berjalan ke guru untuk minta mengerjakan tugas sendirian, meninggalkan Len yang pipinya sakit. (SYUKURIN!)

Result : Fail.

Total Slaps : 1

Day : 2

Time : Wednesday, 12.09

Subject : -

Activity : Lunch Time.

Rin sedang makan di taman sekolah yang sepi.

Karena kafetaria ramai hari ini, Rin memutuskan makan di taman.

(ughh….. bahasa yang saia pakai… SANGAT KLISE..=.="")

" Rinny~~~" Seru Len yang datang dari entahberantah.

"…."

Rin hanya melirik Len sekilas lalu kembali melanjutkan makannya, sampai Len mengambil sumpit yang dipakai Rin dan mengambil sosis yang berbentuk octopus, dan menahannya dimulut sambil mendekati Rin.

" Aaaaaaeeeaaaa….." Kata Len sambil memegang pipi Rin supaya wajah mereka bisa bertemu.

"…"

Dengan sigap Rin mengambil sosis itu dari mulut menggunakan garpu yang disimpannya. (SUCK FOR YOU LENLEN!)

Dan memakan sosis itu.

Len hanya melonggo.

Lalu..

SLAAAPP!

" Awww! " Seru Len yang kesakitan.

" Itu untuk membuatmu sadar SHOTASHOTA!" Kata Rin sebelum membereskan makan siangnya dan meninggalkan Len kesakitan. Lagi…

Result : Fail.

Total Slaps : 2

Day : 3

Time : Thursday, 09.00

Subject : P.E.

Activity : Runs 4 miles.

" Rinny~~" Seru Len sambil berlari disebelah Rin.

Sekarang jam maple P.E.

Dan kali ini putra dan putri berlari pemanasan bersama di lapangan.

Rin tidak merespon Len dan terus berlari.

Len dengan sengaja menjatuhkan dirinya.

" Rinny~" Seru Len seperti anak kecil.

Rin berhenti dan melihat Len duduk ditanah.

"…."

Rin hanya menatap Len dengan satu tangan di pinggang.

" Kakiku terkilir, mungkin kau bisa menciumku supaya lebih baik? " Ucap Len sambil menyingrai.

Rin menghampiri Len.

Disaat Rin menghampiri Len.

Len merasa dia menang, padahal..

Dan..

SLAAAAPPP!

" Pertama Len, kalo kakimu terkilir kau sebaiknya ke UKS." Ucap Rin dengan pandangan dingin.

" Kedua, " Lanjutnya. " Supaya KAU SADAR, SHOTASHOTASHOTA!"

Lalu Rin melanjutkan berlari lagi.

Meninggalkan Len. Lagi… == ….==""

Result : FAAAAIIL!

Total Slaps : 3.

Day : 4 (1)

Time : Friday, 13.56.

Subject : History.

Activity : Discuss with a partner. French History.

" Rinny~" Seru Len sembari menarik kursiny ke meja Rin yang berada di sebelah meja Len.

"….."

Rin hanya diam sambil menatap dingin Len.

" Kau, tau Rin? Orang mempunyai cara khas dalam menemui pasangannya " . Ucap Len sambil duduk dikursi dan menatap Rin.

"….?"

Rin memutar kepalanya dan melihat ke arah Len dengan tatapan ' Hah?'.

" Cara khas itu biasanya berupa ciuman. Kalo kau mau aku bisa menunjukkan padamu ca-"

Kata-kata Len terhenti saat….,

SLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPPP!

Ouchh..

Rin menampar Len. Lagi…

" Supaya kau sadar SHOTASHOTASHOTASHOTA! " Kata Rin sebelum ia bilang pada gurum, kalo ia ingin membahas tugas ini sendiri.

Meninggalkan Len yang duduk sambil memegangi pipinya. (wkwkwkwk~)

Result : Failyy~ FAIL!

Total Slaps : 4.

Day : 4 (2)

Time : Friday, 14.20

Subject : Art.

Activity : Drawing outside class.

Rin sedang menggambar di taman dengan, sampai Len datang….

" Rinny~~" Seru Len sembari menghampiri Rin yang duduk dibawah pohon.

"…"

Rin tetap meneruskan menggambar tanpa mendengarkan atau merespon Len.

"Hei, Rin? Kau tau? " Kata Len sambil duduk di sebelah Rin.

"….. "

" Jika dua orang berciuman di bawah pohon sakura, mereka akan bersama selalu " . Lanjut Len.

" Walau berpisah mereka akan selalu bertemu lagi dan bersama selamanya ".

Len melihat ke arah Rin.

" Ya, aku tau itu ". Kata Rin tanpa melihat ke Len.

Tanpa peringatan Len memegang kedua pipi Rin dan mendekatkan wajah Rin dengan wajahnya.

SLAAAAAAAAAAAAAPPPP!

Tapi, seperti biasa..

Rin menampar Len dan berkata,

" Pertama, Len! " Kata Rin mengawali kuliahnya.

" Aku tau tentang legenda itu dari aku kecil, " Lanjut Rin.

" Kedua, SUPAYA KAU SADAR SHOTASHOTASHOTASHOTASHOTAAA! " Bentak Rin yang kemudian langsung membereskan semua barangnya dan kembali ke kelas, meninggalkan Len di bawah pohon sakura yang hampir semua bunganya telah habis.

Result : Fail~Ouhohhh~~FAIIL! F++++!

Total Slaps : 5 + lecture.

Rin's POV

Sigh…

Aku menghela nafas sembari duduk di bangkuku di dalam kelas yang sepi - karena kebanyakan anak sudah pada pulang -.

Sambil mendengarkan iPod ku, aku menyandarkan kepalaku di meja dan mulai berpikir tentang sesuatu.

Dan yang terlintas di benakku adalah Len.

UKHH!

Kenapa diantara semua hal, HARUS LEN!

Pikirku.

Aku mengangkat tangan kananku yang merah.

Tanganku seperti ini karena sudah 2 kali, aku menampar Len hari ini.

Ini juga untuk memberinya pelajaran DAN KEBEBASAN UNTUKKU!

' soko ni iru kedo mienai dareka no'

Lirik lagu yang terlantun ini, membuatku merasa….

Secara tiba-tiba semua menjadi gelap.

Kurasa, aku tertidur.

Len's POV

"Aw… Len~" Seru gadis yang meminta untuk kucium.

" Maaf, Haku. Len harus pulang ". Kataku dengan sedikit merayu.

Kau tau, aku sedang tidak dalam mood, untuk melakukan apapun dengan Haku.

Aku hanya ingin cepat pulang, karena aku sudah lelah berusaha mencium Rin dan selalu berakhir di tampar oleh Rin.

" Baiklah.." Kata Haku dengan kecewa.

Aku segera berjalan ke kelas untuk membereskan barang-barangku.

Ketika aku sampai di kelas, aku disambut dengan keberadaan seseorang yang tidur di salah satu bangku.

Rin?

Aku berjalan menuju orang itu.

Dan apa yang ku pikirkan benar, Rin sedang tidur dengan iPod terpasang.

Dengan sedikit penasaran, aku memandang Rin yang tidur.

Rambutnya yang honey blond yang terkena sinar matahari, dikucir 2 kebawah.

Aku jadi ingin tau bagaimana kalo rambut Rin terurai, tidak dikucir 2 kebawah.

Maka dengan jahil, aku menarik pita yang mengucir rambut Rin.

Aku mendapati kalo rambut Rin hanya sebatas bahu.

Tiba-tiba saja Rin bangun.

GAWAT!

Aku tak mau tidak mau di tampar Rinrin tercinta lagi.

Pikirku sembari memperhatikan Rin yang mulai bangun.

Dengan mata mengantuk atau… er.. bisa dibilang kosong?

Ia melihat ke arahku.

Aku sudah bersiap untuk di bentak dan di tampar lagi oleh Rin. Tapi bukan 2 hal tadi yang ku dapat, akan tetapi Rin hanya menatapku dengan matanya sambil menangis…?

Okay, ini aneh!

" Er… Rin? " Kataku dengan ragu-ragu.

Tanpa peringatan Rin, bangkit dari kursi dan berdiri dihadapanku.

Rambutnya yang terurai membuatku menyadari sesuatu..

Ia tidak sepenuhnya kuper.

" Rin?" Tanyaku lagi.

"…. Hong…" Kata Rin sambil menundukkan kepalanya.

" Er…"

" KAU PEMBOHONG! BOHONG!" Teriak Rin, kali ini kepalanya terangkat dan aku bisa melihat kalo Rin menangis.

"….."

Tiba-tiba saja Rin, menjatuhkan dirinya ke depanku dan secara otomatis aku menangkapnya.

" Rin? "

" Kenapa?" Seru Rin sambil menangis.

Aku merasakan sesuatu menghantamku.

Sesuatu yang besar dan tak dapat dijelaskan. Dan secara insting, aku merangkul Rin. Sampai akhirnya Rin tenang.

Aku menikmati sedikit keheningan yang ada.

Sampai Rin berkata,

" LEN KAGAMINE! LEPASKAN AKU! " Teriak Rin yang masih kupeluk.

Sighh..

" Awww~ Rinrin~ aku tak ingin~" Kataku dengan sedikit tertawa kecil.

Hey, ini kesempatanku!

Pikirku.

Seketika aku mengambil keputusan. Dengan salah satu tanganku, aku mengangkat wajah Rin supaya mendongak dan menatapku langsung.

Aku melihat Rin memiliki tatapan marah sekarang. Tapi aku tak menghiraukan itu.

Dan akupun mencium Rin.

Sambil memeluk Rin, aku mencium Rin.

Kemudian dengan menjilat bagian bawah bibir Rin, aku meminta jalan masuk ke mulut Rin dan secara otomatis, aksespun ada.

Aku merasakan setiap inci dari mulut Rin.

Rasa Jeruk..

Setelah sekitar 3 menit, aku melepaskan ciuman itu dan mendapati Rin bernafas dengan berat. Seperti aku.

Dengan menyingrai aku berkata,

" Sepertinya, aku sudah mendapatkan maid pribadiku selama 10 hari di apartemenku selama musim panas ".

Rin sepertinya terkejut dan menggigit bibir.

Ehehe.. Rin manis sekali..

Seketika, aku mendapatkan ide.

Segera aku melakukan ideku. Aku melepaskan kacamata Rin, dimana Rin langsung terkejut seperti disengat lebah.

" LEN KAGAMINE! KEMBALIKAN!" Kata Rin sambil mencoba meraih kacamatanya yang kupegang dengan tanganku yang kuangkat tinggi.

" Tidak~mau~ Riinnyy~" Kataku dengan nada jahil.

Rin terus mencoba meraih kacamatanya. Tapi percuma saja, aku lebih tinggi dari Rin.

Tiba-tiba, aku menyadari kalo wajah kami sangat dekat.

Aku dapat merasakan nafas Rin yang hangat. Aku menatap ke mata Rin.

Sekarang aku menyadari sesuatu, Ia memiliki mata biru azure yang indah.

Mata Rin mirip denganku. Entah apa yang merasukiku, aku jadi ingin mencium Rin lagi, dan aku melakukan itu.

Sama seperti ciuman yang barusan kulakukan.

Ketika aku melepaskan ciumanku, Rin mendorongku dari dirinya, sehingga Rin jatuh.

Aku melihat Rin terjatuh. Dan menyadari sesuatu lagi (er… seharian nyadar apa aja nih Lenlen..=..=""), ia mirip dengan gadis yang kutemui saat pesta Ted dan Teto digelar.

Rin?

Aku langsung menghampiri Rin dan berjongkok lalu memegang pipi Rin.

" Kau, yang menyayi'kan meltdown'kan?" Tanyaku sambil melihat Rin dimata.


In-Chan : CHAPTER 9! FINISH!

Rin & Len : *MELONGO*

Len : Rinrin! Kenapa kau menamparku terus? *ngelirik Rin sambil pegang pipi*

Rin : SHUT UP SHOTA! *blush*

In-Chan : R&R please~!

Rin : R&R pleasee~~

Len : R&R please! Lemme give a many French kiss to my Riinnyy~ *di R&R ma Rin*

In-Chan : *gulp* R&R~