R&R reply~

Cozartcz : YOSH UPDATE! XDD eh? Makasih! CX

Ruuya : Busset? Polos? O,,,O Oke saia lanjutkan! CX

Rii-kun senpai : masa' sih? *smirk* CX pingin sih.., tapi gak beraniii! DX XDDDD

Hikari-chan : Eh? Mau lagi! O..O XDDD YOSH! UPDATE! CXXX

Kurara-san : My..*shot* CX Yay! XD iya nih~ ;D

Yachan20 : Oke.. Yay! CX

Hiyouyo29 : Makasih! Eh? Lenlen imut yah? X333

Thanks for all the supports


In-Chan : Hihiihi~ Hi minnaaa~ XD

Len : Masih hidup lu author sarap?

In-Chan : Ya masihlah =="

Rin : …

In-Chan : Rinrin?

Rin : Kapan..

In-Chan : Eh?

Len : Dia blank lagi.. ==

In-Chan : Oh….

In-Chan : DISCLAIMER PLEASE!

Disclaimer : In-Chan tak memiliki Vocaloid tapi~~Ia memiliki cerita yang sedang kalian baca ini~

Nb : OC akan dataaaanng! XD


Vocaloid © Yamaha

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Way For Love © In-Chan Sakura


Len's POV

20.19 p.m.

"RIN HILANG!" Seruku saat memasuki kamar Ted dan Teto. Yah, sebenarnya aku membukanya secara tidak manusiawi..

Ted dan Teto memandangku dengan tampang shock. Sampai Teto..,

"APA?"

Dan ia berlari kearahku dengan sangat cepat dan..

"ACK!" Seruku saat Teto mengangkatku dengan memegang bagian kerah dari kemeja yang kupakai.

"Kemana RIN? KEMANA?" Tanya Teto dengan men death glare ku.

"A—aku tak tau!" Jawabku dengan susah payah.

"Teto, Len.."

Akupun menatap asal suara juga Teto yang agak melonggarkan cengkramannya.

"Kenapa kita tak menelepon ponselnya?" Kata Ted padaku dan Teto dengan tenang.

Aku diam.

Kenapa aku tak kepikiran?

Seketika, Teto melepaskan cengkramannya dariku.

Akhirnya! UDARA!

Akupun menghirup oksigen sebanyak mungkin.

"Ide yang bagus Ted!" Seru Teto.

Setelah nafasku stabil aku mengeluarkan ponselku dari dalam saku celanaku.

Dengan cepat aku membuka flap ponselku dan membuka kontak.

R…

Menggulir anak panah ke bawah.

Ri…

Tidak ada?

Akupun mengangkat alisku dan berhenti sebentar.

Oh, ya.. Aku belum pernah meminta nomer ponsel Rin!

BODOH!

Aku memukul dahiku karena aku bodoh sekali. Kenapa aku tak pernah meminta nomer ponsel Rin?

Grrr! LEN KAU BODOH!

Bentakku pada diri sendiri.

Selama aku mengejarnya, membuatnya tinggal di apartemenku dan sekamar dengannya, kenapa? Kenapa? KENAPA AKU TAK PERNAH MEMINTA NOMER PONSELNYA?

"Ah! Rin?"

Dengan cepat aku menatap Teto.

Rin?

Teto bisa menghubungi Rin?

"Kau dimana? Hah? Eh? Tunggu dulu! Ri.."

Seketika, Teto langsung menatapku dengan pandangan sadis.

Mmm.. Keliatannya aku dalam bahaya?

"Akh! Ini pasti salahmu Len! Gara-gara tadi siang kau mencium Rin seperti itu!" Bentak Teto padaku yang secara instant membuat wajahku memerah.

Oh, God…

I'm dead..


Day : 2 (Part 2)

Title : Beer and Past? What's the connection anyway?

Event : Remember it DUMB HEAD!


Rin's POV

Udara yang sejuk, suara ombak yang merdu. Ini cukup untuk membuatku tenang biasanya, tapi kenapa sekarang tidak?

Aku salahkan semuanya ke Len.

Dia yang membuatku gelisah.

Dia yang membuatku merasa bersalah.

Dia yang membuatku jadi jatuh cinta pada dia, SEJAK KAMI BERUMUR 9 TAHUN!

Dia..

Dia….

DIA….

Tapi, aku tak bisa menyalahkannya juga.

Aku yang salah..

Dia yang menjadi korban..

Jika kecelakan itu tak pernah terjadi…

Perlahan aku berhenti dan berdiri tepat didepan air yang menyentuh bibir pantai.

Melepaskan sandal yang kupakai, aku melangkahkan kakiku menuju air tsb.

Aku memejamkan mataku. Menikmati udara malam yang membelai wajahku, sampai ponselku berdering..

'Natto.. Natto..'

Aku menggeram.

Siapa yang menelponku?

Tanyaku sembari membuka flap ponselku, tanpa menghiraukan ID penelponnya.

"Halo?" Ucapku dengan ketus. Aku dalam keadaan sebal, jadi terima saja kalo suaraku terdengar tak bersahabat.

"Ah! Rin?" Balas yang diseberang sana. Teto.

"Ya, Teto?"

"Kau dimana?" Tanya Teto padaku. Nada suaranya terdengar khawatir.

"Tidak dimana-mana."

"Hah?"

"Sudah ya Teto.." Kataku sebelum menutup ponselku dan memasukannya kedalam saku celana pendek yang kupakai.

Aku bahkan tak ingin mendengar balasan dari apa yang kuucapkan tadi.

Menghembuskan nafas, akupun mencoba menyanyikan sesuatu.

Kodoku na kagakusha ni tsukurareta robotto

dekibae o iu nara "kiseki"

dakedo mada tarinai hitotsu dake dekinai

sore wa "kokoro" to iu puroguramu

Aku…

ikuhyaku toshi ga sugi

hitori de nokosareta

kiseki no robotto wa negau

shiritai ano hito ga

inochi no owari made

watashi ni tsukutteta

"kokoro"

Aku tau ini bukan lagu yang tepat untuk kondisi batinku yang sekarang.

Tapi ini menenangkanku.

ima ugoki hajimeta kasoku suru kiseki

nazeka namida ga tomaranai...

naze watashi furueru? kasoku suru kodou

kore ga watashi no nozonda "kokoro"?

fushigi kokoro kokoro fushigi

watashi wa shitta yorokobu koto o

fushigi kokoro kokoro fushigi

watashi wa shitta kanashii koto o

fushigi kokoro kokoro fushigi

nande fukaku setsunai...?

Hati memang misterikan?

Bagiku, ya.

ima kidzuki hajimeta umareta riyuu o

kitto hitori wa sabishii

sou, ano hi, ano toki

subete no kioku ni yadoru "kokoro" ga afuredasu

ima ieru hontou no kotoba

sasageru anata ni

Kata-kataku…

Kata-kata dari hatiku..

arigatou... kono yo ni watashi o unde kurete

arigatou... isshoni sugoseta hibi o

arigatou... anata ga watashi ni kureta subete

arigatou... eien ni utau

Aku membuka mataku perlahan. Menatap laut yang membentang didepanku.

Teringat akan masa laluku tentang lagu ini…, air mata menetes dari mataku menuruni pipiku.

Lagu ini merupakan salah satu lagu yang menjadi duetku dengan Len saat kami kecil.

Kami yang membuat lagu ini. Kokoro dan Kokoro Kiseki.

Aku dan Len.

Rin dan Len. Kami yang membuat lagu itu. Kami yang menyanyikannya. Bersama. Saat kami.. kecil.

Dulu, ibu-ibu kami suka sekali mendandani kami dan membuat kami bernyanyi bersama. Kadang kami berakhir membuat video klip sendiri.

Aku menghela nafas.

"Masa lalu ?"

"SUGOI!" Seru seseorang dari belakangku diikuti dengan tepuk tangan.

Dengan cepat aku memutar badanku dan aku mendapati seorang gadis berambut biru yang panjangnya mencapai pinggangnya sedang bertepuk tangan dengan kerasnya (byaku-chan! Asayaki Yukina nih! XD) dan dibelakang gadis itu ada 2 orang lain. Aku mengenali mereka.

"Yukina-chan? Hotori-chan? Hinamori-kun?" Seruku dengan nada kurang yakin. (Yak, sesuai pesanan, saia munculkan OC nya Amu-senpai dan byaku-chan! XD)

Dengan cepat gadis itu menjawab.

"Yap! Ini kami! Halo Rin!"

Len's POV

"Diam dan dengarkan SHOTA!" Bentak Teto padaku sembari melipat kedua tangannya didepan dada.

Halo semua, dan selamat datang di waktu introgasi Ted dan Teto yang bintang tamunya adalah aku, Len Kagamine yang duduk di kursi sambil DIIKAT!

Kau bertanya kenapa aku diintrogasi dan diikat?

Mana aku tau!

Tiba-tiba saja, Ted dan Teto menatap satu sama lain dan menyingrai selanjutnya yang ku tau, aku sudah diikat seperti ini sekarang.

Baik, kembali ke keadaan.

"Jadi apa kau menyukai Rin?" Tany Teto padaku.

Aku berpikir sebentar dan mengangguk. Dan..

SMACK!

"AOW! Untuk apa itu?" Tanyaku pada Teto sambil menahan rasa sakit dikepalaku.

"Kau tak menyukai ataupun mencintai Rin!" Balas Teto.

"Tapi aku SUKA DENGAN RIN! Baik, buat itu jadi CINTA!" Teriakku pada Teto.

Kenapa Cintaku pada Rin diragukan?

"Hmph!"

TIba-tiba Ted datang dengan…cambuk?

"Hai, kawan.. katakan… "

Aku menelan ludah. Ted menjadi sadis…

"Sejak kapan kau mencintai Rin?"

"Sejak bertemu dengannya di SMA..?"

Ted mengangkat alisnya.

"Hah? Bukannya kalian sahabat sejak lahir?" Tanya Ted padaku.

Sekarang giliranku untuk mengangkat alisku.

"Hah? Apa maksudmu? Aku baru mengenal Rin tahun ini, sobat!" Seruku pada Ted yang keliatannya kebingungan.

Jujur saja, aku saja sekarang bingung.

Bukannya kalian sahabat sejak lahir?

Oke, itu baru.. kemarin Ted bilang aku sahabat Rin, dan sekarang ia bilang kami sahabat sejak… lahir?

"Apa maksudmu? Kau.. maksudku Kalian berdua selalu bersama seperti anak kembar sejak aku dan Teto mengenal kalian dan.."

"Whoa! Tunggu sebentar! Apa maksudmu? Sejak kapan aku mengenal Rin?"

"Sejak kalian lahir?"

"Mana mungkin? Aku tak ingat pernah bertemu Rin sebelum in-…"

"OKE BERHENTI!" Teriak Teto.

Aku dan Ted menatap Teto dengan kaget.

Ted's POV

"Ted, kau ingat 6 tahun yang lalu saat kita bertemu Rin di Amerika?" Tanya Teto padaku secara tiba-tiba.

Aku coba mengingat-ingat. Akupun mengangguk.

"Mm.. ya? Kenapa?"

"Mungkin kau tak pernah tau diberi tau Rin, tapi aku diberi tau."

Aku mengangkat alisku lagi.

"Hah?"

"Rin pernah memberi tauku kalo…" Kata-kata Teto terhenti sebentar, ia melirik Len dan Len melirik Teto.

Ada apa ini?

Rin memberitahu Teto apa?

"Len kecelakaan dan lupa ingatan." Lanjut Teto.

"Apa?"

Len's POV

"Tunggu sebentar! Bagaimana Rin tau?" Tanyaku pada Teto.

Tetopun menatapku. Tatapan yang diberikan Teto padaku sangatlah dingin.

"Karena…., DIA DAN KAU! SAHABAT!" Balas Teto.

Aku mematung.

Aku dan Rin sahabat..?

Tapi… kenapa aku tak ingat Rin sama sekali?

Lalu aku teringat sesuatu.

1 hal yang tak bisa kuingat… seberapa inginnya aku untuk ingat adalah.. Rin?

Aku mencoba menyambungkan kejadian yang terjadi setelah aku mengenal Rin pada musim semi tahun ini.

Mataku melebar saat aku menyadari sesuatu.

Ia mengejekku dengan sebutan shota karena ia sahabatku?

Ia tau makanan favoritku karena ia sahabatku?

Ia tak pernah memanggilku dengan nama keluarga karena.. kami sahabat?

Kami sahabat?

"Sahabat….?" Kata-kataku terdengar seperti bisikan ditelingaku.

"Ukh.. kau tau Len?" Ucap Teto tiba-tiba. Akupun mengangkat kepalaku dan menatap Teto.

"Apa?"

Seketika Teto melepaskanku dari kursi yang sudah kududuki lebih dari 30 menit?

"Kau menyebalkan.."

"Hah?" Seruku saat tali-tali yang tadinya mengikatku terlepas.

"Bangun dan CEPAT CARI RIN!" Bentak Teto. Kemudian Ted mengangkatku dan melemparku keluar dari kamar mereka.

"Oow!" Seruku saat badanku mencium (?) lantai.

Rin's POV

"Oh, dan kau ingat saat kita kelas 5?"

"Ah! Pasti yang kejadian itu'kan?" Balasku pada Yukina-chan.

Kami sedang mengobrol disebuah bar tak jauh dari hotel yang menjadi tempat menginapku.

Sudah lama sekali aku tak bertemu mereka dan mereka tak berubah.

"Yap!" Sahut Yukina sebelum meneguk gelas minumannya.

Akupun mengikuti Yukina, dengan cepat aku meneguk gelas minumanku.

"Wow! Rin juga suka mabuk?" Tanya Hinamori-kun tiba-tiba.

Aku hanya diam saja dan menatapnya dengan tersenyum tipis.

Aku sebenarnya tidak suka mabuk.

HELL!

Aku bahkan masih dibawah umur untuk mabuk.

Ah, tapi siapa peduli? Aku? Tidak untuk kali ini!

Aku sedang ingin bersenang-senang!

Aku ingin menikmati momenku bersama kawan lama!

Dan aku ingin…. Menenangkan diri?

"Oh, ayolah Hinamori! Jangan kacaukan malam ini!" Kata Hotori tiba-tiba.

Sekali lagi aku hanya tersenyum tipis dan meneguk minumanku lagi.

Len's POV (bah, saia nggantinya cepet-cepet nih! Maaaf! DX)

Dengan cepat aku berlari keluar dari gedung hotel yang menjadi tempat menginapku.

"Dammit!" Kataku pada diri sendiri.

Kemana kau Rin?

Dimana kau?

Pikirku dengan cemas dan gelisah.

Yang penting sekarang adalah menemukan Rin.

00.08

Itulah waktu yang ditunjukan di ponselku saat aku membukanya.

Sudah hampir 2 jam aku mencoba mencari Rin kemana-mana, tapi hasilnya nihil.

"Kemana Rin?" Tanyaku pada diri sendiri.

Tiba-tiba sebuah ide melintas dibenakku.

Dengan cepat aku membuka kontak dan mencari nama Rin, sampai aku ingat kalo aku tak punya nomer ponsel Rin.

Damn!

Kenapa tadi aku tak minta Teto?

Kataku dalam hati. Ini menyebalkan.

Akupun berlari lagi.

Tanpa tujuan, sampai aku bertemu dengan segerombol orang. Jumlah mereka hanya 4 orang.

1 laki-laki dan 3 perempuan.

Laki-laki dan 2 perempuan yang lain tidak kelihatan mabuk, tapi 1 perempuan keliahatan sangat mabuk.

Yang menarik perhatianku adalah orang yang dibopong oleh ketiga orang lainnya.

Orang itu berambut honey blond, jika aku benar. Disini gelap karena sudah malam.

Dengan seksama aku memperhatikan lagi.

Orang itu juga memakai kemeja biru dan juga celana pendek sebatas pahanya, serta ia juga memakai… Pita?

Segera aku menyadari siapa orang itu.

"Rin!" Teriakku sembari berlari mendekati gerombolan orang yang membopong Rin.

Saat aku berteriak seperti tadi, gerombolan itu berhenti.

Semakin dekat.., semakin dekat.

Dan

"Len?"

Akupun berhenti.

Mereka mengenalku?

Perlahan aku mulai berjalan bukan berlari lagi kearah gerombolan itu.

"Umm..?"

Dengan segera aku mengenali mereka.

"Hinamori?" Kataku dengan ragu.

"Hai! Apa kabar?" Sapa Hinamori padaku.

"Uh.. baik.. jadi apa yang kalian lakukan?" Tanyaku sembari melirik Rin yang dibopong oleh gadis berambut biru yang seingatku namanya… Yukina?

"Ah, tadi kami habis minum-minum, kami bertiga tidak mabuk, hanya saja.."

Ia melirik Rin. Akupun juga melirik Rin.

"Seperti yang kau lihat.. Rin mabuk." Lanjutnya.

"Tapi kami sudah berusaha mencegahnya untuk mabuk dan ia membantah.." Tambah Yukina.

"Uh.. baik.. jadi boleh kubawa Rin?" Tanyaku pada mereka.

"Kau tau dimana dia menginap?"

"Mmm.., dia menginap dihotel yang sama denganku.." Jawabku dengan cepat. Dan juga kamar dan kasur yang sama pikirku.

"Baiklah, kami tau kami bisa mempercayaimu~" Kata mmm.. Hotori?

"Dia sahabatmu sejak kecilkan? Aku yakin kau tak akan berbuat yang aneh-aneh." Tambahnya lagi.

Dengan perlahan Yukina menyerahkan Rin padaku dan akupun menggendongnya dengan bridal style.

"Baiklah kalo begitu.. kami kembali ke hotel kami, oke?" Ucap Yukina sebelum pergi bersama Hotori dan Hinamori.

Akupun mengangguk dan segera berjalan ke arah hotel kami.

01.30

Perlahan aku meletakkan Rin diatas kasur.

Kemudian aku menatap Rin yang masih tidur daritadi karena mabuk dari pinggir kasur.

Tiba-tiba sesuatu membuatku terkejut. Rin bangun!

"Mmmm…."

Rin mulai membuka matanya, dan aku hanya bisa menatapnya.

"…en?" Ucap Rin yang masih mabuk, bahkan sekarang saja aku masih bisa merasakan bau alcohol yang kuat darinya.

"Ya?" Jawabku dengan hati-hati, mendekatkan tubuhku ke arah Rin.

Seketika Rin melingkarkan tangannya keleherku dan menarikku dalam pelukan.

"Wha-" Seruku saat itu juga.

..

..

.

.

.

..

.

.

.

.

Ba-thump! Ba-thump!

Suara jantung Rin.

Pikirku dalam hati sembari mendengarkan detak jantung Rin yang merangkulku.

Suara yang menenangkan.., tapi.. SEBENTAR!

Jangan bilang kalo kepalaku ada di..

Ack!

Dengan cepat aku mengangkat kepalaku dan menatap Rin yang matanya terbuka.

"Rin! Lepaskan aku!" Kataku pada Rin yang mabuk.

Bukannya ia melepaskanku, ia malah… menciumku?

HEI! ITU TUGASKU!(tugas darimane Len? =="")

Rin menciumku dengan bernafsu?

Mataku melebar seketika.

Rin menjilat bibir bagian bawahku, meminta jalan masuk. Akupun membuka mulutku sedikit dan Rin memasukan lidahnya.

Ukh.. alcohol..

Aku melingkarkan tanganku dipinggang Rin. Dan Rin menarik kepalaku ke arahnya supaya ciuman kami lebih dalam.

Dengan cepat aku menelusuri tiap inchi bagian mulut Rin, dan Rin juga menelusuri mulutku.

Lidah kami bertemu dan saling menyerang. (Kyaaa! Apa ya-yang sa—saia tulis? O/O…. *faint*)

Aku dapat merasakan Rin bermain dengan rambutku dan kemudian melepaskan kuciranku.

Lalu, Rin melepaskan ciuman kami.

Dengan nafas yang agak terengah-engah, aku menatap Rin yang menatapku juga dengan mata mengantuk yang smekxi? Yah, itu menuurutku.

Aku bisa merasakan wajahku sedikit memanas.

Tiba-tiba, aku merasa badanku didorong dan hal berikutnya yang kutahu, Rin diatasku, mendudukiku diperut dan aku dibawahnya.

"Rin?"

Perlahan Rin mencondongkan badannya kearah wajahku.

Badan Rin menempel dibadanku seraya wajahnya semakin dekat dengan wajahku. Aku dapat merasakan Um.. kau tau'kan? Yang biasa dibilang.. flat?

"Rin?"

"Len.."

O-ou.. apa yang akan dilakukan Rin yang mabuk padaku?

Tiba-tiba saja kancing bajuku terbuka satu persatu.

Seperti pertanyaanku baru saja terjawab.

"Rin?"

Aku mendapati Rin membuka kancing bajuku satu persatu dan sekarang sudah sampai di kancing nomer 4, padahal kancing bajuku hanya ada.. 8?

Ini tak bagus! Aku harus menghentikan Rin.

"Rin! Berhenti!"

Kancing ke-6.

"Rin!"

Rin mengangkat wajahnya dan menatapku. Seulas senyum terukir disana.

"Kenapa? Kau tak ingin melakukannya?" Tanya Rin.

"Rin!" Teriakku lagi saat ia akan membuka kancing yang ke-7.

Kali ini Rin tak menghiraukanku.

Dengan kesal, aku menggenggam pergelangan tangan Rind an mendorong Rin bagian kasur yang lain dan aku berada diatasnya.

"Rin.."

"…"

"…."

"Kau tak mencintaiku Len?" Tanya Rin tiba-tiba. Matanya berbinar-binar.

Aku tak menyangka Rin akan bertanya seperti itu.

"Aku mencintaimu.., Len.."

Dan juga tak menyangka ia akan berkata seperti ini.

Akupun hanya bisa mematung dan menatap Rin. "Len? Kau tak mencintaiku?"

Aku menatapnya dengan seksama, mencoba meyakinkan diriku kalo ini Rin.

"Aku cinta kau.. tapi.."

(busset dah! NI cliché amat!)

"Tapi..?"

"Ini tak benar.."

"Apa yang tidak benar Len? Aku cinta kau dan Kau mencintaiku.. walopun aku tau ini salah.."

"Hah?"

Aku akui, untuk orang mabuk Rin bicara terlalu normal.

"Cium aku..Len.. cium aku.." Pinta Rin padaku. Dan ini yang pertama kalinya.

Tanpa membuang waktu, aku langsung menempelkan bibirku pada bibir Rin.

Rin balas menciumku. Aku menjilat bagian bawah bibir Rin, meminta jalan masuk. Rinpun memberikannya dengan cepat.

Aku menelusuri mulut Rin sekali lagi.

Perlahan aku melepaskan genggamanku di pergelangan tangan Rin, dan lalu tanganku turun kesamping badan Rin, keperutnya, kedadanya. (OMG! O\\\\\…\\\\\O)

Dan terakhir di pahanya. Perlahan tapi pasti tanganku semakin naik ke paha Rin sementara kami berciuman.

Tiba-tiba aku menyadari apa yang akan kulakukan.

Aku hampir melakukan 'itu' dengan Rin.

Dengan cepat aku melepaskan ciuman kami dan menjauhkan diriku dari Rin.

Aku segera berjalan ke kamar mandi dan mengunci diriku disana.

Menatap diriku dicermin.

Penampilanku kacau. Rambutku terurai, kemejaku terbuka sampai perut dan juga lusuh.

Aku hampir saja melakukannya dengan Rin..

Pikirku sembari terus menatap cermin. Menatap refleksiku dicermin.

Aku tak ingin melakukannya seperti aku melakukannya dengan perempuan lain..

Aku tak mau memperlakukan Rin seperti itu..

Aku tak ingin ia kesakitan atau sakit hati..

Aku mencintainya..


In-Chan : *melonggo* A—apa.. yang.. barusan… sa-saia.. tu—tu—tul—tulis-?

Len & Rin : ANAK MESUM!

In-Chan : Huaa! DX

In-Chan : OC-OC telah masuk sesuai pesanan.. maafkan saia karena keterlambatan memasukan OC byaku-chan dan Amu-senpai.. *bow*

Len : EH! LU!

In-Chan : Apa?

Rin : *Bawa Roadroller* ROAD AND ROLL!

In-Chan : EPPPPPP!*kabur*

Len : R&R please! XD

Rin : R&R please~ orange?

In-Chan : R&R! XD Cerita ini hampir komplit! XD