MY ENEMY IS MY LOVE

Naruto by Masashi Kishimoto

[Hinata H. x Sasuke U. ]

Romance, Drama

AU, OOC, Typos, Rate M , etc.

Pagi Hari

Konoha High School..

Pagi ini ada sesuatu yang berbeda dari keadaan di Konoha High School, apakah itu? Sesuatu yang berbeda itu terjadi di sepanjang koridor sekolah. Yah, semua ini dikarenakan ketua osis Konoha High School sedang berjalan di koridor sekolah dengan keadaan muka yang emmm... babak belur (agak parah), perlu digaris bawahi agak parah. Sasuke terus berjalan di koridor sekolah tanpa memperdulikan semua bisik-bisik dari setiap murid yang ia lewati pasti langsung membicarakannya dengan volume yah cukup didengar oleh Sasuke sendiri.

"Eh, kenapa dengan muka ketua osis ya? Babak belur begitu," bisik salah satu siswa pada teman disampingnya.

"Menurut kabar yang beredar ketos kemarin dipukul sama waketos."

"Eh benarkah? Masalah apa? Bukankah mereka bersahabat?"

"Menurut kabar mereka bertengkar karena memperebutkan wanita."

Lalu.. was wes wos bisik bisik antar siswa semakin kencang, membuat Sasuke mengepalkan tangannya. "Kalau kalian ini membicarakanku bicaralah didepanku sekarang!"

Bisik-bisik yang tadi terdengar langsung berubah menjadi sunyi begitu Sasuke mengeluarkan suaranya dan aura hitamnya. Semua siswa ketakutan melihat Sasuke, mereka bergegas berlari meninggalkan Sasuke di koridor sendirian. Setelah semua siswa pergi dan yakin kalau hanya ia sendirian di koridor Sasuke segera menghela nafas pelan,"Hah, sialan pukulan si Baka Dobe sakit juga daripada pukulannya si sadako kemarin," ujar Sasuke sambil memegang sudut mulutnya yang bengkak karena pukulan Naruto kemarin.

Yah, menurut Sasuke pukulan kakak laki-laki Hinata tidak seberapa sakit di banding dengan pukulannya Naruto. Meskipun pukulannya kakak laki-laki Hinata meninggalkan bengkak pada pipi dan pelipis Sasuke namun tidak terlalu parah, yang parah adalah pukulan Naruto pada sudut mulutnya yang ternyata lebih menyakitkan.

FLASHBACK

Setelah acara "Pemukulan yang dilakukan oleh kakak laki-laki Hinata" kini Sasuke dan Naruto terdiam di taman sekitar Sekolah yang sepi. Sasuke menatap Naruto datar sedangkan Naruto menatap Sasuke dengan pandangan serius. Yah, pandangan yang amat sangat jarang Naruto keluarkan karena Naruto lebih sering mengeluarkan pandangan yang ceria.

"Jadi, apa yang bisa kau jelaskan padaku, Sasuke Uchiha?"

"Hn."

Beberapa menit setelah jawaban Sasuke yang ambigu, Sasuke mulai membuka suara kembali," aku... hampir memperkosanya."

"Memperkosanya?" ulang Naruto, ia mencoba tidak mempercayai perkataan Sasuke padanya. 'Tidak, jangan bilang Sasuke mencoba melakukan perkosaan pada Hinata?' batin Naruto berusaha tidak mempercayai apapun yang diucapkan sahabatnya.

Sasuke menjelaskan semua kejadiannya yang terjadi pada Hinata kemarin di kolam renang tanpa ada yang ditutup tutupi lagi, toh tidak ada gunanya menutupi sesuatu dari Naruto yang pastinya akan diketahui oleh Naruto cepat atau lambat. Selesai dengan semua penjelasannya suasana diantara mereka berdua menjadi tegang dan canggung.

Naruto secara tiba-tiba maju dan memukul Sasuke hingga jatuh di tanah.

Buk..

"Brengsek, meskipun kau sahabatku tapi aku tidak menyangka kau serendah itu teme!"

Buk..

"Cobalah hentikan hormonmu itu teme!" Naruto menghentikan pukulannya pada Sasuke, menurutnya dua kali pukulan darinya sudah cukup untuk membuat Sasuke tidak melakukan perbuatan itu lagi.

"Gomen Dobe,"Kata Sasuke lirih dia terus menatap tanah yang berada di bawahnya seolah olah tanah itu memiliki pemandangan yang indah.

"Hah seharusnya kata itu kau ucapkan pada Hinata, baka!"

"Aku sudah berulang kali mengatakan maaf padanya tapi dia tidak memaafkanku, lalu apa yang harus aku lakukan dobe?!" Teriak Sasuke pada Naruto, ia benar-benar frustasi dengan keadaan ini. Dibenci oleh gadis yang dicintai memang amat sangat menyakitkan, seharusnya Sasuke lebih dapat mengendalikan hormonnya setiap berada di dekat Hinata.

"Hah, kau mempersulit keadaan ini teme," Naruto memijat pelipisnya memikirkan nasib sahabatnya, niatnya jatuh cinta eh malah kebablasan hampir memperkosanya.

"Yang dapat aku katakan padamu hanyalah terusnya minta maaf padanya Teme."

"Tapi, melihatku saja Hinata sudah ketakutan."

"Teruslah minta maaf jangan putus asa, hei kemana Sasuke Uchiha yang tidak pantang menyerah untuk mendapatkan keinginannya itu?" canda Naruto sambil mengulurkan tangannya pada Sasuke membantunya berdiri dari tanah.

"Hn, aku tau... seorang Uchiha harus mendapatkan apa yang ia mau." Sasuke membersihkan darah yang keluar dari sudut bibirnya setelah pukulan Naruto.

"Nah begitu donk, ini baru Uchiha Sasuke yang aku kenal," Naruto menepuk nepuk bahu Sasuke memberikan semangat agar Sasuke tidak menyerah mendapatkan maaf dari Hinata.

"Arigatou Naruto," jawab Sasuke diringi dengan seulas senyum pada Naruto.

"Ih, kenapa rasanya merinding ya melihat kau tersenyum seperti itu padaku teme?"

Mendengar jawaban dari Naruto seperti itu membuat Sasuke langsung kembali pada ekspresi datarnya,"Hn dobe."

"Hahahaha, Ganbatte Teme.."

"Hn.." mereka berdua meninggalkan taman yang sepi itu setelah acara pemukulan Naruto pada Sasuke usai. Naruto merangkul bahu Sasuke mengajaknya menuju mobil yang terparkir di depan taman.

END FLASHBACK

Karena terlalu asik melamun tanpa Sasuke sadari dari depan muncullah Hinata dan kawan-kawannya, Sakura dan Ino berjalan mendekati Sasuke. Hingga saat jarak tak jauh lagi Sakura memanggil nama Sasuke," Sasuke senpai Ohayou."

Sasuke tersadar dari lamunannya melihat siapa yang menyapanya, ia melihat ke depan.

DEG

Disana ia melihat Sakura, Ino dan Hinata menatapnya. Melihat luka-luka yang terdapat di wajah Sasuke membuat kedua gadis itu heboh, mereka segera berlari mendekati Sasuke dengan Ino yang menarik tangan Hinata untuk ikut mendekat pada Sasuke.

"Wajah tampanmu kenapa Senpai?" tanya gadis berambut blonde itu pada Sasuke.

"Iya kau bertengkar ya senpai?"

Sasuke tidak menghiraukan pertanyaan dari Sakura dan Ino, Sasuke terlalu fokus menatap Hinata, sedangkan Hinata memandang Sasuke dengan raut muka yang emmm... menurut Sasuke seperti orang yang Khawatir. Tunggu... Khawatir? Apa ia khawatir padaku? Pikiran Sasuke mulai mikirkan yang tidak-tidak, ia berharap pemikirannya tidak salah.

Memang apa yang di pikirkan dalam otak Sasuke benar. Hinata saat ini memang merasa khawatir dengan lebam lebam yang bersemayam pada wajah Sasuke tapi Hinata khawatir karena ia tidak tahu kalau lebam terparah yang berada di wajah Sasuke bukan karena pukulan Niisannya melainkan pukulan dari Naruto yang Hinata kira berasal dari pukulan Neji.

"Hn, hanya pertengkaran sesama laki-laki," jawab Sasuke singkat, ia memasukkan kedua tangannya pada saku celananya.

"Heh?! Ketos ternyata berkelahi juga?!" ucap Sakura dan Ino dengan kompaknya. Mereka tidak menyangka ketos yang selama ini mereka semua kenal adalah orang yang sangat disiplin tapi hari ini mereka menerima kenyataan kalau Uchiha Sasuke, ketua osis Konoha High School yang dikenal sebagai laki-laki perfeksionis yang tidak suka perkelahian ya meskipun playboy, sekarang malah dengan mudahnya mengatakan secara tidak langsung kalau kemarin ia berkelahi.

"Hn, cepatlah masuk ke kelas kalian, lima menit lagi bel akan berbunyi.. kalian tidak ingin hukuman dariku kan?" aura kepemimpinan Sasuke mulai muncul, Sakura dan Ino langsung menarik Hinata untuk segera meninggalkan koridor dan masuk kekelas. Saat Hinata melewati Sasuke, ia mendengarkan permintaan maaf yang tulus dari Sasuke," Gomen Hime.."

Hinata menolehkan kepalanya menatap Sasuke yang kembali dibalas dengan senyuman tulus dan gerakan bibir yang Hinata coba pahami, Sasuke mengatakan,"Aishiteru Hime." Hinata membelakakkan matanya ketika ia memahami apa yang coba Sasuke ucapkan melalui gerakan bibirnya, Hinata mengalihkan pandangannya pada kedua sahabatnya yang berlari di depannya yang saat ini tengah menarik tangannya.

'Apa benar itu...' pikiran Hinata terhenti ketika teriakan dari Sakura dan Ino, "Kita Sampai!"

Grekkkk

Sakura dan Ino masuk ke kelas dengan tangan Hinata yang masih mereka genggam.

TET...TET...TET

Bel masuk pun telah berbunyi saatnya memulai pelajaran untuk hari ini.

SKIP TIME...

Kini waktunya untuk pulang sekolah. Semua murid mulai keluar dari sekolah, pulang kerumah masing-masing. Begitu juga yang terjadi pada ketiga gadis cantik ini, Sakura Ino dan Hinata berjalan bersama-sama keluar dari bangunan sekolah dan berjalan menuju gerbang sekolah.

"Gomen Hinata hari ini aku tidak bisa pulang denganmu karena aku membantu tousan di toko, hari ini banyak sekali pesanan bunganya."

"Iya Hinata, aku juga begitu. Hari ini aku sudah ada janji untuk belanja bersama ibu di mall.."

Hinata menganggukkan kepalanya tanda ia tidak apa-apa kalau pun tidak pulang bersama sama," Ti-tidak apa-apa Sakura chan Ino chan a-aku akan dijemput Niisan.."

"Eh, Neji-kun datang menjemputmu?" Sakura memotar bola mata bosan mendengar Ino yang tampak berbinar binar ketika membicarakan kakak laki-laki Hinata. Memang Ino telah menyukai Neji sejak mereka berkunjung ke rumah Hinata.

"I-iya Ino chan," Hinata mulai memainkan jari-jari tangannya tanda ia gugup, bagaimana ia tidak gugup kalau tepat di depan matanya ada Ino yang memandanginya dengan mata berbinar-binar dan berkilau seperti itu, belum lagi pandangan siswa yang melewati mereka menatap ke Hinata, mereka hanya heran saja apa yang mereka lihat dari ketiga gadis berbeda warna itu bukanlah adegan Yuri kan?

"Sudahlah Ino Pig, lepaskan lah pandangan menjijikanmu itu dari Hinata, nanti kalian dikira Yuri oleh setiap murid."

"Hei apa maksudmu itu jidat?" Ino tidak terima akan pernyataan Sakura padanya, apanya yang Yuri kan Ino Cuma senang karena bisa bertemu dengan Neji, laki-laki yang Ino sukai sejak dulu.

"Ayo Hinata," Sakura menarik tangan Hinata meninggalkan Ino yang masih sebal pada Sakura. "Hei jangan tinggalkan aku Jidat.."

Setelah berhasil mengimbangi langkah kaki Sakura dan Hinata, Ino kembali bersuara," Aku kan hanya senang dapat melihat Neji Nii lagi."

"Iya aku tahu, tapi apa semua murid yang melewati kita tadi tahu kalau kamu sedang menanti Neji nii datang, karena pandangan berbinar-binarmu kau tujukan pada Hinata." Mereka menghentikan langkah kaki setelah sampai di gerbang depan sekolah.

Ino menepuk dahinya, "Hehehe gomen Hinata aku lupa,"

"Ti-tidak apa-apa Ino chan."

DRRT..DRRT..

Suara dering hp Ino menghentikan percakapan ketiga sahabat disana, Ino merogoh kantung celananya mengambil hp.

"Hum... iya.."

"Iya.. tousan aku segera pulang.."

"Sampai jumpa di rumah."

Ino menatap kedua sahabatnya dengan pandangan meminta maaf,"Gomen, Jidat Hinata chan aku harus pulang sekarang, tousan benar-benar membutuhkan bantuanku ditoko."

"Tak apa, Ino pig.. bantu saja paman Inouchi," Hinata menganggukkan kepalanya tanda ia juga menyetujui perkataan Sakura.

"Oke aku pulang dulu, Jaa Nee teman teman," Ino berjalan menjauh dan melambaikan tangan pada Sakura dan Hinata. Setelah Ino menghilang dari pandangan mereka Sakura menolehkan kepalanya menatap Hinata,"Ne Hinata aku juga harus pulang sekarang, Kaasan sudah sms di hapeku." Sakura memperlihatkan pesan dari ibunya pada Hinata.

"Ha'i tidak apa Sakura Chan, bibi pasti sudah menunggumu."

Sakura tersenyum mendengar jawaban Hinata," Baiklah, aku pulang dulu ya.. ingat jangan kemana-mana, tunggu Neji Nii sampai datang, jangan mau kalau diajak orang asing dan..."

"Sa-sakura chan a-aku bukan anak ke-kecil lagi," Sakura hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal ia tertawa canggung melihat Hinata yang sudah mode ngambek karena terlalu diperlakukan seperti anak kecil.

"Hehehe, Goen Hinata aku hanya menghawatirkanmu saja."

"Ha'i arigatou Sakura chan."

"Baiklah aku pulang dulu yan jaa ne."

"Jaa Nee." Hinata melambaikan tangannya membalas lambaian tangan Sakura.

"Hah, aku sendirian.. kapan Neji Nii datang ya?" Hinata menengokkan kepalanya kekanan berharap segera melihat mobil Neji datang menjemputnya. Hingga sebuah suara menghentikan kegiatannya.

"Hinata," Hinata menengikkan kepalanya keasal suara yang memanggilnya. Ia telah melihat Sasuke Uchiha berdiri disampingnya.

"U-uchiha-san.."

"Jangan Takut, aku kemari hanya ingin minta maaf," Hinata memainkan kedua jarinya di depan dadanya tanpa setiap kali ia gugup.

"Gomen untuk yang telah aku lakukan di kolam renang kemarin, aku mohon maafkanlah aku," Sasuke menatap Hinata dengan pandangan sendu meskipun gadis yang ditatap Sasuke menundukkan kepalanya kebawah dan tidak melihat pandangan sendu nan lembut telah terarah padanya dari Sasuke.

"A-a-a-aku...Me-memaafkan U-uchiha Senpai.." Hinata mengangkat wajahnya menatap Sasuke, sejurus setelah perkataan Hinata terucap pandangan sendu Sasuke berubah menjadi binar-binar kebahagiaan. Sasuke tersenyum pada Hinata.

DEG

Entah kenapa setiap melihat senyuman Sasuke jantung Hinata menjadi berdegub kencang. Hinata meletakkan tangan kanannya di dadanya, ia dapat merasakan jantungnya berdetak dengan kencang, irama jantung ini sama seperti saat ia sedang berada di samping Naruto.

'Tidak..Tidak... aku hanya menyukai Naruto senpai.. perasaan ini salah..." Hinata memungkiri perasaan entah apa itu pada Sasuke. Hanyalah waktu yang dapat menjawab semua yang terjadi pada Hinata.

"Arigatou Hinata."

"Um.."

"Go-gomen.." Sasuke mengerutkan alisnya sedikit mendengar perkataan maaf dari Hinata.

"Untuk apa?"

"U-untuk lu-lukamu U-Uchiha san.."

"Hn, jangan dipikirkan.. aku laki-laki tidak apa-apa.."

"Ta-ta-tapi..."

"Hinata... untuk perkataanku waktu itu aku tidak bohong, aku mencintaimu.." ucapan Hinata terpotong oleh perkataan Sasuke dan mata Hinata terbelalak mendengar pernyataan Sasuke secara gamblang itu.

"Mungkin kau mengira kalau aku menggombal atau berbohong, aku terima itu." Sasuke maju mendekat pada Hinata dan menggenggam kedua tangan mungil Hinata tergenggam di kedua tangan Sasuke yang besar dan hangat.

"Berikan aku kesempatan untuk menunjukkan rasa cintaku padamu bukanlah main-main, aku amat sangat mencintaimu," Hinata masih terdiam mencerna setiap kata demi kata yang terucap dari bibir Sasuke.

"Hinata aku.."

"Jauhkan tanganmu dari adikku, Brengsek," suara baritone keras berasal dari samping Hinata dan Sasuke mencegah Sasuke mengatakan perkataan selanjutnya. Sasuke melihat kakak laki-laki Hinata yang ia ketahui bernama Neji dari percakapannya yang tidak sengaja ia dengar dari Sakura dan Ino saat mereka berjalan menuju gerbang sekolah tadi.

Neji berjalan cepat menuju adiknya berada, saat ia telah berada di samping Hinata, Neji segera melepaskan genggaman tangan Sasuke dari Hinata.

"Jangan pernah kau sentuh adikku!" desis Neji pada Sasuke, intonasi yang di keluarkan Neji amat sangatlah penuh amarah. Sasuke menatap Neji dengan pandangan datar.

"Aku mencintainya," kata Sasuke pada Neji, ia berharap kalau Neji mempercayai perkataannya. Astaga Sasuke berani bersumpah dihadapan Kami sama kalau ia benar-benar mencintai Hinata.

"Tau apa kau tentang cinta?!, maaf saja adikku bukanlah gadis yang tepat untuk pelampisaan hormon dan nafsumu itu," Neji segera menarik tangan Hinata menjauh dari Sasuke.

"Aku akan buktikan kepadamu kalau aku benar-benar mencintai adikmu," Hinata masuk kedalam mobil setelah ia dipaksa masuk kedalam mobil oleh Neji, namun ia sempat mendengar apa yang diucapkan oleh Sasuke pada Neji Nii.

"Adikku tidak pantas untukmu,"Neji langsung masuk kedalam mobil dan menekan pedal gas menjauhi gedung Konoha High School.

"Akan aku buktikan cintaku.. yah, akan aku buktikan pada kalian.. seorang Uchiha pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang ia mau," tekat bulat Sasuke telah terbentuk demi membuktikan cintanya pada Hinata bukanlah bohong. Yah Sasuke berjanji akan membuktikan cintanya pada kakak laki-laki Hinata begitu juga pada Hinata sendiri.

.

.

.

Di dalam mobil.

"Hinata.."

"Y-ya.. Neji Nii.."

"Jauhi dia, Niisan tidak ingin kau mendekatinya, apa ini jelas?" Hinata tau kalau perkataan Neji tadi tersirat keterang yang amat jelas kalau kakaknya tidak menerima penolakkan. Maka, Hinata hanya menganggukkan kepalanya menjawab perintah Neji yang ditujukan padanya. Suasan hening tercipta didalam mobil yang sedang melaju menuju kediaman Hyuuga.

To Be Continue

A/N : Hah, akhirnya fic ini kelar juga... Yosh, ini adalah updated tanku yang kedua sebelum aku hiatus.. untuk fic yang lain sedang masa pengerjaan, karena setiap aku ngetik kadang tiba-tiba stuck, jadinya berhenti deh.. kadang aku juga dilanda virus kemalasan ngetik menimpaku...

Saatnya balas review bagi yang gak login di akunnya ya..

zee-kun : NI dah lanjut lagi gmn jelek ya?

soee intana : yosh ni udah aku panjangin sampek 3000word... silahkan tinggalkan review ya..

dea : Ini dah dipanjangin kok... sampek pegel aku ngetiknya hehehe... tapi gak papa yang penting readers puas dengan ceritaku..

Hazena : udah update kok... terima kasih udah suka sama fic ini..

SayaSukaFicAnda : heh? Hinata jahat ya disini? Tapi tenang aja hime udah maafin sasu pyon kok.. utk soal neji galak umm... tanyakan sendiri deh pada orangnya *neji hadir

Hasegawa Michiyo : hasegawa punya akun ya... reviewnya pakek akun ya, biar aku balas di PM...

uciha cullen : ni dah lanjut lagi... hehehe

azizah : nah sasu pyon jg dihajar ma naru kok tenang aja hahahahaha, hime mah dasarnya emg gadis baik pasti maafin sasu pyon karena sasu udah minta maaf secara tulus. Hehehe

OKE SAMPAI JUMPA DI CERITAKU SELANJUTNYA... ENTAH CERITA MANA YANG AKU UPDATED LAGI... JAA NEE...