My Enemy Is My Love

Naruto by Masashi Kishimoto

(Sasuke U. & Hinata H.)

Romance and Drama

AU, OOC, RATE M, ETC.

(NOTE : Hanabi di sini adalah tetep adik Hinata, tapi ia baru muncul disini karena ia bersama Hiashi untuk perjalanan bisnis dan baru pulang bersama Hiashi.)

Pagi Hari Di Kediaman Hyuuga

Hanabi, Neji dan Hinata tengah bersarapan daam diam di ruang makan keluarga Hyuuga, tiba-tiba kepala pelayan datang dan membungkuk hormat pada Neji," Nona Hinata ada teman anda sedang menunggu di luar." Neji dan Hinata mengerutkan kedua alis mereka saat mendengar kepala pelayan itu memberitahukan informasi.

"Siapa?"

"Maaf Tuan Neji, dia bernama Sasuke Uchiha." mendengar nama itu ia lalu menyuruh kepala pelayan untuk mengusirnya," USIR DIA!"

"Baik Tuan."

Hanabi yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara," siapa dia Niisan?"

"Laki-laki Brengsek."

Hinata hanya menundukkan kepalanya dan melanjutkan makannya tanpa berani melihat ke arah kakaknya," Hinata cepat habiskan makananmu dan kita berangkat."

"Ha-Hai."

Neji berdiri dan dia berjalan keluar ruang makan.

"Jadi... Siapa Sasuke Uchiha Neesan?"

GLUP.

"A-a-ano..."

"Um...?" Hanabi diam, ia terus memperhatikan kakak perempuannya yang kini tengah gugup di bawah tatapan Hanabi yang seperti itu.

"A-a-aku berangkat." ucap Hinata yang tiba-tiba berdiri dari kursinya dan berlari menyusul Neji, meninggalkan Hanabi yang menatap Hinata dengan seringai Khas Seorang Hyuuga.

"Hum menarik."

Gerbang Sekolah

Sebuah mobil berwarna putih berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Di dalam mobil putih tersebut Neji mengalihkan pandangannya ke arah Hinata," Ingat Hinata jangan dekat-dekat dengan 'dia', apa ini jelas?"

"Ha-hai Niisan.." Hinata segera keluar dari mobil dan bergegas menuju ke kelasnya. Namun ketika sampai di koridor ia bertemu dengan Sasuke. Lama mereka terdiam dan saling memandang tanpa sadar. Dalam hati Hinata amat sangat bimbang, di satu sisi ia mengingat tentang perkataan kakaknya namun di sisi yang lain ia teringat akan kata Sasuke yang membuatnya tak dapat memejamkan mata sedikit pun,' aku akan buktikan kepadamu kalau aku benar-benar mencintai adikmu.' Yang mana dalam ingatan Hinata adalah hanya kata-kata terakhirnya saja,'aku mencintai adikmu, atau kalau boleh di definisikan oleh Hinata adalah "Aku mencintaimu."

Dua kata yang entah mengapa membuat Hinata menjadi berdebar ketika ia terus mengingatnya bagai kaset rusak yang terus terputar hanya di dua kata tersebut.

"Hinata," Hinata yang sedari tadi hanya melamun akhirnya tersadar dari lamunannya saat ia mendengar suara Sasuke yang terdengar sangat dekat darinya, dan benar saja Sasuke kini berada di hadapannya.

"A-A-ano..."

Hinata terus menundukkan kepalanya, ia tak berani memandang Sasuke sedekat ini. Sasuke mengangkat dagu Hinata dan memintanya memandang wajah tampannya.

"Aku mencintaimu." Mata Hinata sukses membulat, oke baru saja kemarin malam ia tidak dapat tidur karena dua kata ini masih terngiang di otaknya, tapi kini dua kata itu kembali di dengarnya langsung dari sang pelaku.

"A-A-Aku..."

"HINATA!"

Dua suara perempuan mengejutkan mereka berdua, Sasuke menarikk kembali tangannya dari dagu Hinata dan menoleh kebelakang, asal suara yang mengganggunya dari acara "bermesraan" dengan Hinata. Tanpa sadar Sasuke memberikan deathglarenya kepada Sakura dan Ino. Kedua sahabat itu pun merinding melihat tatapan mematikan dari Sasuke.

"Ihhh, Sasuke senpai kenapa kau menyeramkan?"

"Hn," dari pada moodnya bertambah buruk, ia segera berjalan meninggalkan kedua gadis..ralat ketiga gadis disana.

"Semakin hari ia semakin menyeramkan ya pig?"

"Hummm... mungkin karena ia sedang di tolak oleh seorang gadis."

"Ah? Benarkah? Wah pasti gadis itu hebat, ia tidak terpengaruh oleh ketampanan Sasuke senpai."

Kedua gadis itu tidak sadar bahwa gadis yang mereka bicarakan adalah gadis berambut indigo yang berada di samping mereka sedang menundukkan kepalanya dengan semburat tipis di kedua pipinya.

"U-um... a-ayo kita kekelas.. Sa-sakura..I-Ino chan."

"Um. Ayo."

SKIP TIME...

Waktu istirahat bagi siswa telah berlangsung, kini Hinata, Sakura dan Ino tengah berada di kantin sekolah untuk makan. Suasana kantin yang sebelumnya tenang kini berubah menjadi ramai saat Sasuke dan Naruto memasuki kantin. Sasuke dan Naruto duduk di sebrang meja Hinata, Sakura, dan Ino.

"Ne, Forehead apa kau sadar kalau Sasuke senpai sering melihat ke arah meja kita?"

Sakura mengedarkan pandangannya ke meja Sasuke dan Naruto di sebrang sana, dan benar saja gadis berambut pink itu melihat kalau Sasuke tengah mencuri-curi pandang ke meja mereka. Atau lebih tepatnya ke arah seorang gadis berambut indigo, Hyuuga Hinata.

Sakura yang telah mengetahui kemana arah pandang Sasuke hanya menyeringai licik. 'Ah rupanya sang pangeran melihat sang tuan putri.' Pikir Sakura, dan tiba-tiba ia mempunyai sebuah ide yang melihat di dalam pikirannya.

"Ne Hinata, di sebrang sana ada Naruto senpai." Mendengar nama Naruto disebut Sakura membuat Hinata langsung mengangkat wajahnya yang sebelumnya ia tundukkan karena ia asik memakan makanannya. Dan tepat ia melihat ke arah sebrang seperti yang di beritahukan Sakura tanpa sengaja kedua mata lavendernya bertatapan dengan mata kelam Sasuke.

Sasuke yang melihat Hinata menatapnya balik membuatnya senang hingga ia pun memberikan senyuman yang paling menawan untuk 'gadisnya', bolehkah Sasuke menyebutnya seperti itu? Yah, bukankah Sasuke akan membuat Hinata jatuh cinta padanya dan melupakan Naruto.

Melihat senyum menawan yang Sasuke berikan padanya membuat gadis Hyuuga itu menundukkan kepalanya lagi dan jangan lupa wajahnya yang memerah malu. 'Ta-ta-tampan... e-e-eh? A-apa yang aku pi-pikirkan? Ingat Hinata yang ka-kau sukai adalah Na-naruto senpai.' Batin Hinata.

"Auwww... nampaknya ada yang diberikan senyuman nih.." Sakura menyeringai jahil kearah Hinata.

"Um? Apa yang kau katakan Forehead?" Ino menyereringkan alisnya mendengar ucapan Sakura. Sakura mengibaskan tangannya," ah lupakan saja pig." Ino mengangkat kedua bahunya dan kembali melanjutkan kegiatannya memakan saladnya.

Sakura yang yakin kalau Ino tengah asik pada saladnya pun mendekatkan kepalanya ke telinga Hinata," Ne Hime siapa yang akan kau pilih? Sasuke senpai atau Naruto senpai?"

"Sa-sa-sakura chan..."

"Hehehehe... selamat ya Hime." Sakura memendam tawa nya agar tak tertawa keras, ia pun kembali mengalihkan pandangannya ke sebrang meja tempat Sasuke dan Naruto makan, tanpa sengaja matanya berpapasan dengan mata biru saphire Naruto.

Naruto pun tersenyum lima jari menatap Sakura.

DEG!

Jantung Sakura berdegub kencang melihat senyuman Naruto yang diberikan padanya,' a-a-ada apa denganku? Ke-kenapa jantungku berdetak kencang saat melihatnya tersenyum?' Sakura meletakkan tangan kanannya ke dadanya, ia dapat merasakan jantungnya berdegub kencang saat ini.

'Jangan Sakura... Hinata menyukai Naruto senpai... jangan biarkan perasaan ini tumbuh,' Sakura mendokrin dirinya sendiri untuk tidak menyukai Naruto, karena Hinata (sahabatnya) juga menyukai Naruto. Ia takut memulai pertengkaran di antara sahabat hanya karena seorang laki-laki yang sama di cintai oleh dirinya dan sahabatnya.

Sementara itu di kediaman Hyuuga.

Kini di ruang tamu kediaman Hyuuga nampak Hiashi, Hanabi dan Neji tengah bersantai di ruang tengah.

"Niisan aku mau bertanya?"

"Hm."

"Sasuke Uchiha itu siapa?"

Hiashi yang membaca majalah bisnis diam-diam ikut menguping di antara percakapan kedua anaknya.

"Laki-laki berengsek."

"Oh... apa ada hubungannya dengan Neechan?" Neji memelototi Hanabi, sedangkan Hanabi hanya nyengir tanpa dosa padanya.

"Diamlah."

Hanabi pun bungkam saat Neji sudah mengatakan seperti itu. Tapi diamnya Hanabi bukan berarti dia diam sampai disitu, ia sudah terlanjur penasaran pada Sasuke dan akan mencari tau. Nampaknya bukan Cuma Hanabi yang penasaran pada Uchiha Sasuke, Hyuuga Hiashi pun juga ikut penasaran pada sosok Sasuke,' Uchiha Sasuke... Umm... aku harus cari tau.'

TBC

A/N : Gomen baru bisa update karena aku ada beberapa masalah yang menimpaku... n aku jg gak bisa balas review dari readers sekalian. Sampai bertemu di lain kesempatan. Jaa ne...