Saya pikir kalian harus mendengarkan lagu – lagu sedih saat membaca chapter ini.. supaya mendapatkan feelnya.. hehehe..
Seperti biasa Kyuhyun datang ke rumah Yesung dengan menggunakan taksi. Dan selalu saja Kyuhyun datang lebih awal, entah apa alasannya yang pasti dia tak ingin membuat Yesung menunggu. Namun untuk kali ini, sepertinya Kyuhyun salah perkiraan. Karena deri jauh, Kyuhyun bisa melihat Yesung yang sudah berdiri menanti kedatangannya.
Ketika taksi yang ditumpangi Kyuhyun berhenti tepat di depan rumah Yesung, Kyuhyun segera membuka kaca jendela penumpangnya. Sengaja memperlihatkan diri agar Yesung tahu bahwa itu dirinya. Dan Yesung yang mengetahui hal tersebut pun segera datang menghampiri taksi itu, dirinya segera masuk dan duduk di kursi penumpang di samping Kyuhyun.
"Hai, Kyuhyun.."sapa Yesung begitu masuk ke dalam taksi.
"Hai, Yesung-sshi. Apa kau sudah menunggu dari tadi?"ujar Kyuhyun bertanya kepada Yesung.
"Tidak juga, aku baru saja keluar dari rumah beberapa menit sebelum kau datang. Tak kusangka kau datang lebih awal."jawab Yesung.
Kyuhyun tersenyum, jawaban Yesung tadi lebih terdengar seperti pujian baginya. Entahlah, mungkin dia yang terlalu berlebihan. Dan tiba – tiba saja Kyuhyun teringat sesuatu, ada hal yang harus dia tanyakan kepada Yesung sekarang.
"Ehmm… Yesung-sshi. Boleh aku tahu kemana kita akan pergi hari ini?"
Yesung memandang Kyuhyu sejenak, namun pandangannya sendu. Dia tersenyum, namun senyumannya terasa hambar, tak manis seperti biasanya.
"Hari ini…. Kita akan pergi ke pemakaman.."
-How To Love-
By Himi Chan
Cast: Yesung, Kyuhyun, Super Junior member, and others
Genre: Drama, Romance, Complication
Pairing: Kyu-Sung
Rated: T
Desclaimer:
All character are belong to God and their self, tapi.. YESUNG boleh buat saya kan?
Warning: GS, OOC, membosankan, dan hal – hal buruk lainnya yang akan menjadi efek samping setelah anda membaca ini mungkin saja terjadi.
Sebuah cerita yang sinetron banget.. tidak patut di puji karena kurang nya feel saat menulis..
Himi Chan
Present
Sang mesin menderu membuat sang roda terus melaju. Kini mereka berdua, Yesung dan Kyuhyun, tengah berada dalam taksi yang tengah melaju di jalanan. Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, hari ini Kyuhyun akan mengantar Yesung. Hari ini tepat di hari ulang tahun Yesung, Yesung memintanya untuk mengantar ke sebuah tempat yang sama sekali tak terduga. Ke sebuah kompleks pemakaman.
Kyuhyun sempat terkejut hingga muncul beribu pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada Yesung, namun kini dia telah bisa mengendalikan dirinya. Dia akui, tak banyak memang yang dia tahu tentang Yesung. Dan dia tak ingin mengusik privasi Yesung dan mengganggunya dengan menanyakan hal – hal yang mungkin Yesung tak ingin dirinya tahu. Karena itu dia memilih untuk diam dan menunggu Yesung untuk menceritakan hal itu sendiri kepadanya. Baginya, hanya dengan perlakuan Yesung yang memintanya untuk mengantar ke kompleks pemakaman itu saja, Kyuhyun sudah merasa cukup bersyukur. Itu artinya sedikit demi sedikit Yesung mulai percaya padanya, menandakan Kyuhyun bukanlah lagi orang lain bagi Yesung. Dan itu semua sudah lebih dari cukup.
Selama dalam perjalanan, tak ada satu pun yang berbicara. Untuk pertama kalinya Kyuhyun dan Yesung menjadi pendiam ketika bersama. Tak ada senyuman, keduanya sibuk pada pikiran masing – masing. Padahal sebelumnya, kedua orang ini pasti akan membicarakan suatu hal atau paling tidak saling memandang dan tersenyum. Keduanya, meskipun duduk pada sebuah kursi penumpang yang sama namun bagaikan berada di dunia yang berbeda. Yesung sedari tadi terus diam dan memandang ke luar jendela mobil, begitu pula dengan Kyuhyun meskipun diakui sesekali Kyuhyun melirik ke arah Yesung. Sejujurnya Kyuhyun merasa sangat khawatir saat ini kepada Yesung. Bukan hanya karena Yesung yang diam, namun juga semenjak pertama tadi Kyuhyun menyadari jika wajah Yesung terlihat sangat pucat.
Kyuhyun sadar Yesung memang berbeda hari ini. Dan Kyuhyun merasa seperti hal kemarin terulang lagi, de javu. Dia masih ingat ini hampir sama seperti saat dia bertemu Kibum kemarin. Kibum yang tiba – tiba terlihat berbeda dan mengatakan hal yang benar – benar tak pernah diduga Kyuhyun sebelumnya. Apa mungkin Yesung juga akan melakukan hal yang sama seperti Kibum? Apa Yesung sudah tahu jika adik iparnya adalah sahabat Kyuhyun? Kyuhyun benar – benar merasa cemas, namun tak ada yang bisa dia lakukan. Dalam diamnya, Kyuhyun selalu berdo'a jika tak akan ada hal buruk yang terjadi diantara hubungannya dengan Yesung. Ya, meskipun mereka berdua tak memiliki hubungan yang jelas.
"Kita sudah sampai."ujar sang pengemudi taksi tersebut.
Tanpa diduga, kini mereka berdua telah sampai di tempat tujuan. Tak banyak bicara, Kyuhyun dan Yesung pun segera turun dari taksi tersebut. Dan setelah selesai membayar biaya taksi itu pun, Kyuhyun kini berdiri di samping Yesung tepat di hadapan pintu gerbang kompleks pemakaman yang terbuka lebar. Bisa kyuhyun lihat gundukan – gundukan tanah yang terlihat berbaris rapi di depannya. Tempat yang bagi kebanyakan orang dianggap menyeramkan. Namun di siang hari seperti ini, kesan seram sama sekali tak terlihat di tempat ini. Meskipun sangat sepi, namun jika kalian lihat lagi tempat ini begitu teduh. Dengan jajaran pohon rindang yang melindungi tanah lapang tersebut dari sinar matahari. Dengan aroma petrichor, khas pekuburan. Tempat yang akan menjadi peristirahatan terakhirnya di masa depan.
Kyuhyun baru saja akan melangkahkan kaki nya menuju ke dalam kompleks pemakaman tersebut jika saja tangan Yesung tak menahannya. Membuat Kyuhyun memasang tatapan penuh tanya kepada Yesung, kenapa Yesung menahannya? Bukankah Yesung yang memintanya menemaninya ke kompleks pemakaman ini?
"Kau cukup menunggu di sini, aku akan masuk ke dalam sendiri."ucap Yesung menjelaskan, seakan menjawab tatapan penuh tanya Kyuhyun.
"Tapi.."
"Ini urusan pribadiku, Kyuhyun-ah. Aku mohon.."ujar Yesung sebelum Kyuhyun sempat melancarkan protes.
"Apa kau yakin? Apa tak masalah jika kau hanya masuk seorang diri?"tanya Kyuhyun memastikan, Kyuhyun sangat cemas saat ini. Seperti yang kukatakan tadi, Yesung terlihat pucat hari ini, apalagi Yesung sedang hamil tua. Membiarkannya masuk seorang diri sepertinya bukan ide yang bagus.
Yesung tersenyum, melihat Kyuhyun yang terlihat mengkhawatirkannya.
"Ne, gwaenchana. Aku akan baik – baik saja, kau tenanglah."ujar Yesung meyakinkan.
"Tapi, Yesung-sshi.. boleh aku tahu satu hal?"tanya Kyuhyun sebelum Yesung sempat melangkah masuk ke dalam.
"Ya, silakan."jawab Yesung.
"Makam siapa yang ingin kau kunjungi di dalam sana?"tanya Kyuhyun pada akhirnya.
Yesung terdiam sesaat, memikirkan sesuatu. Sepertinya dia sedang memikirkan jawaban untuk pertanyaan Kyuhyun.
"Maaf, aku tak bisa menjawabnya sekarang. Tapi aku janji, sepulang dari tempat ini nanti aku akan menjawab pertanyaanmu, aku akan menceritakan semua yang ingin kau ketahui. Yang pasti, dia adalah seseorang yang sangat aku cintai…"ucap Yesung.
Dan akhirnya, Yesung pun masuk ke dalam komplek pemakaman seorang diri. Meninggalkan Kyuhyun yang kini berdiri membatu di sana. Bola mata Kyuhyun tak lepas dari Yesung hingga wanita cantik itu tak terlihat lagi. Pikiran Kyuhyun kacau, semua pertanyaan membludak dalam otaknya. Makam siapakah yang dikunjungi Yesung? Seseorang yang sangat dia cintai? Apa mungkin dia.. suaminya? Apa mungkin suami Yesung sudah meninggal? Tapi Yesung mengatakan kalau suaminya tengah memiliki bisnis di luar negeri? Lalu siapa?
Kyuhyun mengacak surainya kasar. Entah mengapa, saat ini Kyuhyun merasa… entahlah, dia sendiri bingung bagaimana cara menjelaskan nya kepada kalian. Karena dia sendiri pun tak mengerti dengan apa yang dia rasakan sekarang..
-How To Love-
By Himi Chan
Di sinilah mereka sekarang, duduk berdampingan di sebuah bangku dimana mereka pertamakali bertemu. Di taman kota yang begitu memorable, tempat indah yang menjadi awal kisah mereka berdua. Hari ini, kebersamaan mereka lebih banyak diisi dengan keheningan. Terbukti dari mereka berdua yang lagi – lagi terdiam meski duduk bersandingan satu sama lain.
"Kyuhyun-ah, seperti janjiku tadi. Aku akan menceritakan semuanya padamu…"ucap Yesung membuka suara.
Kyuhyun menoleh memandang Yesung, namun dia tetap diam. Membiarkan Yesung berbicara, dan dia akan mendengarkan dengan baik – baik. Sedangkan Yesung terlihat beberapa kali menghela nafas, mempersiapkan diri.
"Makam yang aku kunjungi tadi adalah makam orang yang paling aku cintai. Dia ayahku, satu – satunya orang tua yang aku miliki. Karena ibuku meninggal sesaat setelah melahirkanku. Hanya ayah yang aku punya selama ini, yang menyayangiku lebih dari apapun begitupun sebaliknya, aku menyayanginya lebih dari apapun…."ujar Yesung, ia berhenti sejenak untuk member jeda di dalam penjelasannya.
"Dalam hidupku hanya ada satu orang yaitu ayahku yang sangat aku hormati dan aku tak pernah menolak permintaannya. Suatu saat dia memintaku untuk menikah dengan seseorang pilihannya, orang itu sangat baik dan juga sangat menyayangi dan mencintaiku. Dan tentu saja aku tak bisa menolak, dan akhirnya kami pun menikah. Orang itu lah ayah dari bayi yang ada di dalam perutku. Sebelum ayahku meninggal dunia, dia sangat ingin menimang seorang cucu dari ku. Tapi belum sempat bayiku lahir, ayah telah terlebih dahulu pergi. Karena itu, di hari ulang tahun ku ini, aku ingin menemui ayahku. Sekaligus memberitahunya jika sebentar lagi cucu yang diharapkannya akan segera lahir…"terang Yesung.
Kyuhyun menganggukkan kepalanya, dia mengerti sekarang jadi makam yang dikunjungi Yesung adalah makam ayahnya.
"Apa ada hal lain yang ingin kau tahu? Aku akan menceritakan semuanya seperti yang ku janjikan tadi."ujar Yesung kembali.
"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan, tapi tak masalah jika kau memang tak mau menjawab, Yesung-sshi. Emm.. itu.."tanya Kyuhyun.
"Tentang suamiku? Kau ingin tahu tentang dia dan kemana dia pergi?"tebak Yesung sebelum Kyuhyun sempat mengungkapkan pertanyaannya.
Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Sedangkan Yesung tersenyum tipis, akhirnya dia harus menceritakan tentang ini. Dia tahu, Kyuhyun akan menanyakan perihal suaminya padanya. Dan dia telah siap untuk itu.
"Sebelumnya aku sudah pernah mengatakannya kepadamu, bukan? Suami ku sedang menjalankan bisnisnya di luar negeri. Dia adalah seorang yang baik dan pekerja keras. Dia sedang merintis cabang perusahaan di Jepang, untuk itu dia tak bisa kembali dalam waktu dekat. Awalnya dia tak ingin pergi, namun aku memaksanya. Aku tak mau menghambat pekerjaannya hanya karena kehamilanku…"jelas Yesung kepada Kyuhyun.
Dan tiba – tiba saja mata Kyuhyun melebar, dia terkejut. Bukan karena penjelasan yang Yesung ucapkan tadi, melainkan karena mata Kyuhyun menangkap ekspresi lain dari wajah Yesung. Ada segurat kesedihan meskipun itu samar terlihat, namun Kyuhyun tak yakin apakah yang dilihatnya itu benar atau tidak.
Semilir angin berhembus lembut membelai kedua insan yang tengah saling menatap satu sama lain itu. Tak ada tanggapan apa – apa dari Kyuhyun mendengar penjelasan Yesung tentang suaminya tadi. Kyuhyun hanya diam dan tak memberikan ekspresi apapun, dan hal itu pun juga membuat Yesung diam. Yesung tak tahu apa lagi yang harus dia katakan pada Kyuhyun, sehingga dia pun hanya dapat menikmati ekspresi diam Kyuhyun.
"Akh.."tiba – tiba saja Yesung meringis kesakitan dan memegang perutnya.
Kyuhyun yang melihat hal tersebut segera menunjukkan raut khawatir kepada Yesung.
"Yesung-sshi, gwaenchana?"tanya nya.
"Gwaenchana, Kyu.."jawab Yesung meskipun masih memegangi perutnya,
"..sepertinya bayiku menendang cukup keras. Dan aku rasa aku harus pergi ke toilet sekarang, aku merasa sedikit mulas."lanjutnya.
"Apa kau yakin kau baik – baik saja? Apa tidak lebih baik kita pergi ke rumah sakit? Aku takut jangan – jangan itu semua tanda bahwa kau akan melahirkan."ujar Kyuhyun.
"Tenang saja, aku yang lebih tahu jika memang aku akan melahirkan. Rasa mulas ini mungkin karena akhir – akhir ini aku mengalami sembelit. Karena bayi di dalam perutku semakin besar, aku semakin sulit untuk buang air besar."ucap Yesung.
"Kalau begitu aku akan mengantarmu."
"Tidak perlu Kyuhyun-ah, toilet umum tidak jauh dari sini. Aku bisa sendiri."
Dan jika Yesung telah berujar seperti itu, Kyuhyun sudah tak bisa melakukan apa pun selain menurutinya. Kyuhyun tak bisa memaksanya, karena dia bukanlah siapa – siapa bagi Yesung. Kyuhyun pun hanya dapat memandang Yesung yang kini berjalan pergi menuju toilet umum yang memang tak jauh dari sana.
Dan sepeninggalnya Yesung, kini tinggal lah Kyuhyun yang duduk seorang diri. Sejenak Kyuhyun terlihat kembali diam dan memandang langit, menerawang jauh ke atas menuju sang mega yang berarakan di lautan biru sang langit. Helaan nafas yang dikeluarkannya seperti menggambarkan bagaimana hati dan perasaannya saat ini, terasa begitu berat. Tiba – tiba jemarinya bergerak menuju saku celananya. Meraih sesuatu yang ada di dalam sakunya, sebuah kotak kecil berwarna merah. Dia membuka kotak tersebut, dan tampaklah sebuah cincin yang indah dengan untaian kalung. Tak salah lagi, itu adalah cincin yang akan dia berikan kepada Yesung sebagai kado ulang tahunnya.
"Saengil chukka hamnida, Kim Yesung.."lirihnya.
Kyuhyun memandang penuh makna pada cincin tersebut, namun bukan pandangan bahagia. Tatapan matanya sendu. Di dalam pikirnya, kini dia sadar selama ini dia memang bukanlah apa – apa bagi Yesung. Yesung telah memiliki seorang suami yang begitu mencintainya meskipun kini berada di luar negeri. Kehidupan keluarga Yesung baik – baik saja, dan dia merasa seolah berdiri di antaranya. Dia yang sadar telah jatuh cinta kepada Yesung, jatuh cinta kepada milik orang lain. Entah mengapa, Kyuhyun merasa dirinya sendiri hina. Begitu hina karena menjadi seseorang yang ingin merebut apa yang dimiliki orang lain.
Flashback
"Kenapa…"ujar Kyuhyun memotong kata – katanya. Entahlah, untuk saat ini berkata – kata saja terasa begitu sulit. Namun Kyuhyun tetap harus mengatakannya. Kyuhyun mencoba menatap mata Kibum, ada satu hal yang ingin dia tanyakan sedari tadi kepada Kibum.
"…untuk apa kau mengatakan ini semua padaku?"lanjut Kyuhyun pada akhirnya.
Kini giliran Kibum yang bungkam. Bukan karena dia tak bisa menjawab, tapi ini lebih karena… dia enggan mengatakan kejujurannya di hadapan Kyuhyun.
"Jawab aku, Kim Kibum!"teriak Kyuhyun.
Kibum terkejut melihat Kyuhyun berteriak kepadanya. Untuk pertamakalinya dia melihat Kyuhyun seperti itu. Namun dia sadar, saat ini dia bukan berada dalam posisi untuk terkejut akan perubahan Kyuhyun. Dia harus mengatakan kebenaran itu.
"Kakak ku…"ucapnya lirih.
Kyuhyun masih terus memandang tajam Kibum. Sedangkan Kibum terlihat mengambil nafas sebelum melanjutkan kata – kata.
"Kakak ku adalah suami Yesung noona, orang yang kau cintai.."
Bagai tersambar petir, Kyuhyun begitu terkejut mendengar kata – kata Kibum. Ja-jadi.. Kibum, sahabatnya selama ini adalah adik ipar Yesung? Dia benar – benar tak menyangka, bahwa dunia yang dia tinggali ternyata sesempit ini.
"Maafkan aku, Kyu.."Kibum berujar sembari kembali memalingkan wajahnya dari Kyuhyun.
Dan Kyuhyun tetap diam, sepertinya dia juga tak begitu memperhatikan Kibum. Mungkin dia masih shock karena perkataan Kibum sebelumnya.
"Aku benar – benar minta maaf, Kyuhyun. Aku tahu, dia cinta pertamamu. Dan aku tahu kalau kau begitu mencintainya. Aku sangat gembira saat tahu kalau kau jatuh cinta, Kyu. Kau berubah setelah mengenal Yesung noona. Kau menjadi lebih 'hidup'. Kau bukan lagi 'robotKyu' yang ku kenal, kau bukan lagi lembaran buram yang kosong, sekarang kau lebih berwarna, Kyu. Dan aku sangat senang melihatmu seperti sekarang…"ucap Kibum lirih.
Kyuhyun yang sekarang tersadar dari rasa terkejutnya, kini mulai memandang Kibum dan mendengarkan apa yang dikatakan Kibum. Kata – kata Kibum itu.. benarkah dia seperti itu? Benarkah dia berubah karena mengenal Yesung? Apa itu semua benar?
"…tapi, aku tak bisa membiarkanmu seperti ini. Aku tak bisa membiarkanmu menjadi perusak rumah tangga orang lain. Aku tak bisa membiarkanmu merampas kebahagiaan hyungku dan juga kakak iparku…"kini nada suara Kibum berubah lebih keras daripada sebelumnya.
"…kalaupun seandainya, orang yang kau cintai bukanlah Yesung noona tapi orang lain yang memiliki posisi yang sama seperti Yesung noona, aku juga tak akan membiarkanmu. Aku tak ingin kau menjalani cinta yang salah, Kyu. Karena aku sahabatmu, satu – satunya sahabat yang kau punya dan aku tak akan membiarkan sahabatku berada di jalan yang salah…"ujar Kibum sembari menatap tajam kedua bola mata Kyuhyun.
Bisa Kyuhyun lihat, jika Kibum saat ini benar – benar serius dengan kata – katanya. Mata Kibum seolah menggambarkan tekadnya yang begitu ingin melindungi Kyuhyun. Tapi… tetap saja, hati Kyuhyun terasa begitu perih. Sama saja artinya Kyuhyun harus melepas Yesung, Kyuhyun harus melepas cinta pertamanya yang begitu dia cintai. Ini seakan perintah bagi Kyuhyun untuk meloncat ke dalam kobaran api.
"Kyuhyun-ah.."panggil Kibum.
Kyuhyun yang merasa namanya di panggil pun menoleh kearah Kibum, namun tetap diam seperti sebelumnya.
"…tidak semuanya cinta itu indah. Terkadang cinta akan terasa begitu pahit dan menyakitkan. Bahkan cinta juga bisa membunuh. Tak semua perasaan cinta itu itu benar. Terkadang cinta hanya sebuah kamuflase dari obsesi dan kesepian. Ada sebuah petuah, mungkin ini terdengar klise, tapi ini benar adanya. Cinta memang egois dan membuatmu menjadi seorang yang serakah, tapi cinta sejati tak harus memiliki…"
Flashback end
Kyuhyun menutup kembali kotak merah yang ada di tangannya dan memasukkannya ke dalam saku celanya seperti semula. Dia menghela nafas panjang, berharap beban hatinya berlalu pergi. Dia benar – benar tersiksa, perasaan dan juga jiwanya.
"Kyaaaaaaa!"tiba – tiba terdengar sebuah teriakan.
Karena di sana merupakan taman kota yang merupakan tempat umum, orang – orang segera berlarian menuju sumber suara tersebut. Kyuhyun yang mendengar pun ikut berlari kearah suara teriakan wanita yang di dengarnya. Dan ternyata suara teriakan tersebut berasal dari toilet umum. Toilet umum itu sudah penuh dengan orang – orang yang berdiri mengerumuninya, membuat Kyuhyun kesulitan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Permisi, boleh aku tahu apa yang terjadi?"Kyuhyun memberanikan diri untuk bertanya kepada orang lain yang ikut berkerumun di sana.
"Ada seorang ibu hamil yang di temukan pingsan di dalam toilet."jawab orang itu.
"Mwo?!"
Kyuhyun segera menerobos kumpulan orang – orang yang ada di sana. Mendengar jawaban orang yang dia tanyai tadi, hatinya mendadak menjadi sangat khawatir. Jangan – jangan seseorang yang pingsan itu adalah… Yesung? Bagaimana jika tidak? Dia harus segera memastikan.
Kyuhyun berhasil masuk ke dalam toilet setelah berusaha keras melewati kerumunan orang di luar sana. Dia segera berlari ke bilik dimana ibu hamil yang pingsan itu ditemukan. Dan betapa terkejutnya dia ketika yang dia lihat adalah seorang wanita yang begitu dikenalnya kini tengah pingsan dan tersandar di dinding kamar mandi.
"Kim Yesung!"
-How To Love-
By Himi Chan
Kyuhyun berlari sembari mengikuti jalannya brankar dimana Yesung ditidurkan sekarang. Kini dirinya dan Yesung telah berada di rumah sakit dan tengah menuju ke ruang bersalin yang ada di rumah sakit tersebut. Yesung masih tak sadarkan diri dan wajahnya sangat pucat sekarang, lebih pucat dari sebelumnya.
Hingga tiba di depan pintu ruang bersalin, seorang perawat menghentikan langkah Kyuhyun. Membuat Kyuhyun tak dapat lagi mengejar Yesung yang sekarang sudah masuk ke dalam.
"Anda harus menunggu di sini, selain suami atau orang lain yang diinginkan pasien, yang lain tak boleh masuk."ujar perawat tersebut.
"Aku suaminya!"ujar Kyuhyun otomatis.
Dia sadar telah berbohong, tapi dia tak tahu lagi apa yang harus dia lakukan selain berbohong seperti ini. Dia ingin masuk ke dalam, dia ingin tahu keadaan Yesung, dia ingin menemani Yesung di masa sulitnya saat melahirkan. Urusan kebohongannya dan akibatnya itu masalah nanti, masa bodoh!
"Baiklah, anda boleh masuk."
Kini perawat itu memandu Kyuhyun masuk ke dalam ruang bersalin. Ruangan itu di bagi menjadi dua bagian, satu bagian merupakan tempat di mana sang suami bisa melihat sang istri berjuang melahirkan dari sebuah kaca yang membatasinya dengan ruangan lain tempat dilakukannya persalinan.
"Anda silakan menunggu dan mengamati dari sini, anda tak boleh masuk ke dalam jika dokter tak memperbolehkan. Saya permisi dulu."ujar perawat tersebut.
Perawat itu berjalan masuk dan meninggalkan Kyuhyun di balik kaca seorang diri. Dan sekarang Kyuhyun hanya bisa melihat semua yang dilakukan dokter dan kumpulan perawat yang ada di dalam sana. Terlihat ada seorang perawat yang mempersiapka peralatan, ada juga yang terlihat tengah melakukan pemeriksaan terhadap Yesung. Dan yang lain terlihat berbicara kepada seorang dokter yang ada di sana. Tapi tunggu, kenapa perawat yang berbicara kepadanya tadi keluar dan menghampirinya lagi?
"Anda bilang anda suaminya bukan?"tanya perawat itu kini ragu.
"Y-ya.. aku memang suaminya.."ujar Kyuhyun kini gugup, apa mungkin perawat ini tahu jika dirinya tengah berbohong?
"Kenapa anda tidak bilang jika air ketuban istri anda telah pecah sejak kemarin?!"tanya perawat itu yang malah lebih terdengar seperti teguran.
"M-mwo?!"Kyuhyun terkaget, tentu saja Kyuhyun tak bilang. Bagaimana bisa dia tahu tentang hal itu?
"Hah, sudahlah! Sekarang anda masuk ke dalam, dokter ingin berbicara kepada anda."ujar perawat itu dan kini membukakan pintu kaca kepada Kyuhyun agar dia dapat masuk.
Ketika Kyuhyun masuk, seorang laki – laki paruh baya segera menghampirinya. Dialah dokter yang mengurusi Yesung.
"Anyeong, tuan Kim."sapa dokter itu kepada Kyuhyun.
"Ne. Apa telah terjadi sesuatu pada istri saya, dok?"tanya Kyuhyun langsung.
"Saya mohon tuan Kim untuk tenang terlebih dahulu.."
Dokter itu menyentuh bahu Kyuhyun, seakan memberikan stimulus kepada jiwa Kyuhyun agar tak panic lagi. Dan setelah Kyuhyun dapat mengendalikan dirinya, dokter itu memulai penjelasannya.
"Tuan Kim, boleh saya tahu apakah ini kehamilan pertama Nyona Kim Yesung?"tanya dokter itu.
"Ne."jawab Kyuhyun.
"Saya ingin memberitahukan jika air ketuban Nyonya Kim Yesung sudah pecah sejak kemarin, kami memperkirakan sekitar 19 jam yang lalu. Hal ini sering terjadi pada wanita yang tengah mengalami kehamilan untuk pertamakalinya. Dan ini tak berbahaya, untuk hal seperti ini kami biasa melakukan SC (Sectio Caesarea)*. Tapi, untuk kasus Nyonya Kim Yesung kami tak dapat melakukannya…"jelas dokter itu.
*Sectio Caesarea (Operasi Caesar) adalah suatu tindakan pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus.
"W-wae?!"tanya Kyuhyun gusar.
"…tekanan darah Nyonya Kim Yesung sangat rendah, hal ini yang membuat dia tak sadarkan diri. Dan karena ini pula kami tidak bisa melakukan operasi. Akan sangat beresiko jika kami tetap nekat melakukan hal ini, Nyonya Kim Yesung bisa saja jatuh koma atau yang terparah nyawanya bisa tak selamat.."
Mata Kyuhyun terbelalak lebar mendengar penjelasan sang dokter. Separah inikah kondisi Yesung? Tidak! Dia tidak bisa membiarkan Yesung jatuh koma, apalagi meninggal dunia. Tidak!
"…tapi jika kami tak melakukan hal itu, maka nyawa bayi anda tak akan selamat…"
Deg!
Sebuah pukulan tak terlihat bagaikan tepat mengenai hati Kyuhyun. Apa? Apa ini artinya nyawa kedua hal yang di sayanginya berada di dalam ancaman? Bagaimana bisa…
"Saya harap anda bisa memilih mana yang ingin anda selamatkan."pernyataan dokter ini telak mengiris hati Kyuhyun. Bagaimana bisa Kyuhyun memilih? Bagaimana bisa Kyuhyun membiarkan salah seorang mati?
"A-apa tidak ada cara lain, dok?"tanya Kyuhyun berharap.
"Sebenarnya ada.."ujar dokter tersebut.
Kyuhyun segera menatap penuh ingin tahu terhadap sang dokter. Ada cara lain! Ada jalan agar Kyuhyun bisa menyelamatkan keduanya!
"…seandainya tekanan darah Nyonya Kim Yesung dapat kembali normal atau paling tidak Nyonya Kim Yesung bisa sadar dan melakukan persalinan secara normal, maka kami bisa menyelamatkan keduanya…"jawab dokter itu.
Kembali Kyuhyun terpuruk, jawaban dokter itu sama saja harapan palsu baginya.
"Kami tunggu jawaban anda 5 menit lagi, anda harus memilih mana yang akan anda selamatkan sang ibu atau sang bayi. Selama 5 menit itu, kami akan memberikan kebebasan privasi kepada anda dan istri anda, kami akan pergi dari ruangan ini dan kembali setelah 5 menit. Tolong pikirkan baik – baik, Tuan Kim. Kami permisi."ujar dokter tersebut dan kini berjalan pergi meninggalkan ruangan bersalin bersama perwat yang lain, menyisakan Kyuhyun dan Yesung seorang diri di dalam sana.
Kyuhyun berjalan menghampiri Yesung yang masih terbaring tak sadarkan diri. Air matanya kini berjatuhan membasahi wajahnya. Dia menangis. Kyuhyun membelai wajah Yesung, menyingkap beberapa helai rambut yang menghalangi wajah Yesung.
"Yesung-sshi.. apa yang harus aku lakukan?"tanya Kyuhyun disela isakannya. Bahkan, kini bulir air matanya jatuh di wajah Yesung.
"A-aku tidak bisa… aku tidak bisa memilih diantara kalian. Aku ingin kalian berdua selamat. Aku ingin kalian berdua hidup…"isakan Kyuhyun semakin keras. Dia tak peduli jika kini dia menangis keras layaknya anak kecil.
"Yesung-sshi.. Ku mohon bertahanlah.. aku mohon, Yesung-sshi… aku mohon…"kini Kyuhyun meraih telapak tangan Yesung dan menciuminya, sembari menangis dalam hati Kyuhyun terus terucap do'a – do'a agar Yesung segera sadar.
"Bangun, Yesung-sshi… bertahanlah… untukmu.. demi bayimu… dan demi aku… aku mohon.."Kyuhyun masih terus menangis dan terus membelai kepala Yesung.
"Aku… mencintaimu, Yesungie… sangat mencintaimu…"dan akhirnya kata – kata ini keluar dari bibir Kyuhyun. Dan tanpa sadar tubuhnya bergerak, kepalanya mendekat kearah Yesung. Meskipun derai air mata masih membasahi wajahnya, kini hidungnya telah bersentuhan dengan hidung Yesung. Dan kedua bibir itu pun saling menyatu.
Sebuah ciuman, tanpa nafsu.. penuh cinta. Meskipun hanya sepihak. Meskipun dipenuhi dengan air mata. Namun sarat akan cinta dan kasih sayang yang tak terhingga. Ciuman itu, menggambarkan betapa Kyuhyun mencintai Yesung. Betapa berharganya seorang Kim Yesung bagi Cho Kyuhyun, betapa Kyuhyun tak akan bisa hidup tanpa Yesung.
"K-Kyuuhh.."suara Yesung terdengar begitu lirih.
Kyuhyun segera mengangkat wajahnya, dan dapat dia lihat kini Yesung yang perlahan membuka mata.
"Yesung-sshi! Kau sudah sadar?"tanya Kyuhyun khawatir.
Yesung yang masih mencoba untuk sepenuhnya tersadar tak menjawab pertanyaan Kyuhyun. dia masih mencoba membuka matanya dan melihat dengan jelas, meskipun kepalanya terasa sangat pening. Dia mencoba menggerakan jemarinya.
"Dokter! Dokter! Dokter!"Kyuhyun berteriak memanggil dokter, begitu melihat Yesung mulai sadar.
Segera dokter serta para perawat pun berlarian masuk, Kyuhyun mundur beberapa langkah untuk memberi ruang kepada mereka. Sang dokter segera memeriksa keadaan Yesung yang kini mulai benar – benar tersadar sepenuhnya.
"Nyonya Kim Yesung, saya harap anda masih punya kekuatan untuk melahirkan bayi anda. Bayi anda harus segera dikeluarkan. Apa anda siap?"ujar dokter tersebut kepada Yesung.
Yesung mengangguk, meskipun tak yakin apa tenaganya cukup untuk melahirkan. Dia merasa benar – benar lemas sekarang.
"Yesung-sshi, bertahanlah. Kau harus bertahan dan melahirkan bayimu. Kau harus kuat! Jangan khawatir, aku akan selalu berada di sampingmu. Aku akan terus menjagamu.."ujar Kyuhyun, dan Yesung pun kembali mengangguk.
"Baiklah, kita mulai sekarang! Nyonya, dorong sekuat tenaga..!"dengan perintah sang dokter tersebut, dimulailah proses persalinan.
"Aaaarrrggghhhhhttttttttttt….!"
Yesung mengerahkan seluruh tenaganya, mencoba mendorong agar sang bayi bisa keluar dari dalam perutnya.
"Dorong lebih keras lagi, Nyonya!"
"Aaaaaarrrrggggghhhhhtttt….!"Yesung kembali mengedan, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Sakit, sangat sakit dan perih.
"Nyonya, kepalanya sudah terlihat. Sedikit lagi, dorong sekali lagi!"perintah sang dokter.
"A-andwe.. andwe.. aku tak kuat lagi.."ucap Yesung terbata sembari menggeleng lemah. Kini derai air mata membanjiri wajahnya. Terlihat dia begitu kesakitan.
"Nyonya tolong, tinggal sedikit lagi bayi anda akan lahir..."ujar sang dokter.
"Andwe.. appo.. appo.."tangis Yesung.
Kyuhyun segera merih jemari Yesung dan menggenggamnya erat, seakan menyalurkan kekuatannya kepada Yesung.
"Sekali lagi, Yesung-sshi… sekali lagi. Bertahanlah untuk bayimu.. aku mohon.."pinta Kyuhyun.
Yesung segera mencoba melupakan rasa sakitnya, dia mengambil nafas panjang bersiap untuk mengedan.
"Aaaaaaaaaaarrrrrrgggggggggghhhhhhhhhhttttttttt….!"
Dan tangis bayi pun terdengar. Seluruh orang yang ada di ruangan itu menghela nafas lega, masa tegang telah berakhir. Kini bayi Yesung telah lahir. Perawat segera menggendong sang bayi dan membawanya kearah Yesung yang terlihat masih terengah – engah setelah mengeluarkan seluruh tenaganya.
"Nyonya, bayi anda sudah lahir. Seorang perempuan, cantik sekali. Anda ingin menggendongnya?"tanya sang perawat.
Yesung mengangguk, dan perawat itu segera menyerahkan bayi itu kepada Yesung. Tak pelak air mata kembali keluar, baik dari bola mata Yesung maupun Kyuhyun. keduanya menangis haru, akhirnya… bayi Yesung telah lahir dengan selamat. Dan ketika Yesung mencium bayinya untuk pertamakali, Kyuhyun tak dapat lagi membendung air matanya, semuanya jatuh.
"Tuan, apa anda sudah menyiapkan nama untuk bayi anda?"tanya seorang perawat yang berada di samping Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum,
"Ne, aku sudah menyiapkannya. Namanya Ye Hyun (baca: Yi Hyun)"
-How To Love-
By Himi Chan
Kyuhyun menatap dua insan yang kini tengah tertidur di ranjang masing – masing. Yehyun dan sang ibu, Yesung, saat ini tengah beristirahat setelah melalui masa perjuangan yang penuh tenaga. Yesung yang keadaannya memang masih kurang baik segera kembali beristirahat pasca melahirkan untuk memulihkan kesehatannya.
Kyuhyun berjalan mendekati Yehyun, bayi yang berada dalam ranjang kecil itu terlihat sangat damai dalam tidurnya. Wajah kecilnya yang begitu cantik bagaikan malaikat kecil dari surga. Kyuhyun memandangnya penuh kasih saying.
"Yehyun-ah, jadilah anak yang baik untuk eomma mu, ne?"ucap Kyuhyun.
Kyuhyun kini beralih menuju ke ranjang Yesung. Malaikat hatinnya yang juga sedang tertidur dengan sangat damai. Kyuhyun kembali meraih jemari Yesung dan menggenggamnya. Berusaha mengingat setiap hal yang pernah dia rasakan dari sentuhan Yesung kepadanya, seakan ini terakhir kalinya dia akan bertemu Yesung. Ah, mungkin memang benar.
Kyuhyun sudah memutuskan dia akan melepaskan Yesung, dia akan melupakan cinta pertamanya. Dia tak akan menjadi perusak kebahagiaan Yesung, Yesung harus bahagia dengan suami dan juga anaknya. Ya, inilah saatnya untuk melepaskan Yesung.
Kyuhyun meraih kotak merah yang sedari tadi dia bawa dan mengeluarkan kalun berliontinkan cincin yang ada di dalamnya. Dengan hati – hati, dia mengenakan kalung itu di leher Yesung. Dia tersenyum melihat kalung itu terlihat begitu cantik dan cocok di leher Yesung. Kyuhyun pun mendekatkann kepalanya ke telinga Yesung.
"Saengil chukkaehamnida, Yesungie. Selamat karena kau telah menjadi ibu sekarang. Terimakasih karena telah bertahan untuk bayimu. Hiduplah dengan baik, ne? Aku mencintaimu.. Selamat tinggal."
.
.
.
.
.
.
Cinta memang egois, namun karena itu kita belajar untuk berbesar hati
Cinta memang kejam, namun karena itu kita belajar untuk berkorban
Cinta memang menyakitkan, namun karena itu kita belajar untuk tegar
Begitulah kita mengenal apa itu cinta dan.. Bagaimana cara untuk mencintai orang lain
How To Love – Himi Chan
Saya gak yakin ini adalah endingnya..
Tapi bisa dikatakan inilah inti cerita yang ingin saya angkat.
Saya tidak menentukan apakah ini akan berakhir disini atau berlanjut.
Kalianlah yang menentukan..
Akankah ini berakhir bahagia? Atau malah sebaliknya?
Chapter ini tanpa editan, karena saya terburu – buru membuatnya.. jadi jika sedikit membingungkan mohon dimaklumi..
Silakan bertanya di fb saya : Himi Chan, kapan – kapan akan saya jawab.
Karena minggu ini saya sudah meng update 2 chapter, minggu depan saya gak akan mengupdate lagi..
Sampai jumpa 2 minggu lagi! :D
Terimakasih untuk semua yang mendukung dan menunggu cerita saya.
Terimakasih yang sudah berkenan membaca dan mereview cerita ini.
Saya mencintai kalian!
