Perjalanan : Movement!


.

Warning

Hai.. Maaf kalau ficnya ancur..

Yah.. tuh kan! Typonya parah..

Typo, OOC, 'dan istilah istilah kesalahan

yang belum aku mengerti' banyak..

Maaf kalau membosankan

Gaje Banget

...

Disclaimer

Masashi-sama

Fic ancur ini Punya Nha yoo

Pair : SasuNaru

Genre : Friendship, Drama, Adventure, Romance(?)

Rate : Mungkin T

.

.


Happy Reading yak..

Don't Like Don't Read


.

Cerita Sebelumnya..

"Apa? Kau tidak bercanda kan? Jadi dia kembali. Ini akan sangat sulit!" Ujar Itachi dengan wajah panik.

Tut.. tuuuut..

"Ada apa Tachi-kun?" Tanya Kyuubi.

"Dia, dia kembali.." Jawab Itachi dengan suara sedikit bergetar.

"Menarik, tapi sepertinya akan sulit. Tenanglah Tachi-kun" Kyuubi menyeringai.

"Hai' Kyuubi-kun." Jawab Itachi.

.

.


PERJALANAN : Movement!

.

Langit terlihat indah di ufuk barat, awan berarak berpadu warna yang sangat menarik Hijau, Orange, Biru, Merah, dan Ungu.. Sungguh hebat pelukisnya, tidak ada satu orang pun yang bisa melampauinya. Semilir angin berhembus menerpa tubuh dua tokoh utama Fic ini. Poni pemuda Raven melambai-lambai diterpa angin.. Menambah kesan Keren untuknya. Kini ia sedang duduk manis di bawah pohon Maple di belakang kontrakan mereka. Sedangkan Pemuda berambut blonde yang kini rambutnya mulai sedikit panjang hampir menyamai ayahnya, kepalanya mendongak melawan angin dengan memejamkan mata. 'Menyenangkan.' gumamnya. Rambutnya yang jelas diterpa angin, melambai lambai ke belakang.. Menambah kesan, Manis dan err- chubby un. (Akh.. andai kalian melihatnya, Kyaaa.. Mereka benar benar Tampan un.) Sasuke yang melihatnya dengan tatapan kagum.

"Aku baru sadar kalau kau itu manis Dobe. Haha.." Puji pemuda Raven tatap dengan wajah Datarnya.

"Eh? Hahaha.. benarkah teme. Sebenarnya tidak hanya kau cowok yang mengatakan itu padaku. Haha.." Tawa Naruto sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Malu..

"Hah? Aku tahu itu, kau memang terkenal di banyak kalangan cowok di kampus. Tapi aku pikir kau tidak menyukai cowok-cowok itu. Karena kau menyukai gadis Lembut itu kan!" Seringai Sasuke keluar deh. Naruto mencoba mencerna apa yang dikatakan sahabatnya itu..

.

10 menit kemudian..

Pipi Naruto bersemu merah, merah, semakin merah mengalahkan tomat milik Sasuke.. Sasuke tertawa melihat wajah sahabatnya yang udah semerah tomat kesukaannya.

"Da. . da. .dari mana kau tau teme?" Tanya Naruto dengan warna merah yang masih menempel di wajahnya.

"Eng.. aku tau semua tentangmu dobe. Haha.. jangan remehakan seorang Uchiha oke! Hahaha.." Tawa Sasuke makin nyaring. Dan wajah Naruto makin merah di buatnya..

"Berhenti menggodaku baka teme!" Teriak Naruto berjalan (baca: berlari) kearah Sasuke siap memukul sahabatnya itu.

Tangan Naruto mengepal mulai siap memukul Sahabatnya, Siaaat.. namun dengan mudah dihindainya hingga kepalan tangan Naruto memukul pohon tempat Sahabatnya bersandar. Yah.. Sahabatnya memang lumayan gesit. Tapi jangan remehkan Naruto Namikaze! Bersiap dan hyaaat... Sasuke terkena pukul telak dari Naruto. Sasuke mengaduh, ia juga tau segesit apapun dirinya, rasanya akan sulit untuk mengalahkan Naruto 'Master Karate' di SMA dulu..

Mereka tidak manyadari hari mulai gelap, Matahari telah kembali ke peraduannya. Karena keasyikan bermain tinju-tinjuan(?).

Usai bermain-main mereka masuk kerumah untuk tidur..

.

Di suatu tempat yang minim akan cahaya ada beberapa orang yang terlihat merencanakan sesuatu. Entah rencana apa yang mereka susun yang jelas sepertinya sebuah rencana Jahat, siapa mereka.. Aku juga tidak tau karena cahaya yang minim membuat wajah mereka tak terlihat. Cahayapun hanya menyorot kaki mereka, ada empat pasang kaki disana.

"Apa sudah kalian siapkan semuanya?" Tanya salah seorang dari mereka.

"Kami sudah siapkan semuanya Tuan. Rencana bisa segera dilangsungkan." Lapor salah seorang dari mereka.

"Bagus! Mereka berdua pasti akan mati secepatnya. Khu.. khu.. khu.. Dan rencanaku akan mudah tanpa adanya mereka." Ujar salah seorang dari mereka yang diduga menjadi dalang dari kejahatan yang akan mereka lakukan nanti.

Apa yang sebenarnya terjadi?

.

..Tepat pukul 04.00..

Sasuke terbangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran di dahinya. Mimpi buruk yang terasa sangat nyata di matanya. Mimpi yang benar-benar membuatnya takut, takut kehilangan sosok orang yang disayanginya. Orang yang selama ini selalu menemaninya, ada di sampingnya. Akankah mimpi itu jadi nyata.. Jika mengingat lagi apa tujuannya turun ke jalan, rasanya tidak mungkin jika ada yang akan terbunuh disini kan.. Tapi na'as, author berkata lain. Ia punya rencana di balik semua ini. ('Sasu: Hn.. kau benar-benar tak bisa serius ternyata!' 'Nha: Haha.. diamlah! Kau aku rekrut kemari untuk bekerja. Bukan ngomel!' 'Sasu: Ck. Up to you!')

Dicobanya untuk mendudukkan diri diatas fuutonnya, lalu menatap sosok pemuda di sampingnya. Pemuda dengan tiga garis halus di pipinya.. –Naruto-

.

Sasuke POV

Ku tatap pemuda yang sedang tidur di samping fuutonku, pemuda itu terlihat manis di mataku, aku teringat akan senyumnya. Senyum yang mengembang di bibirnya, senyum yang sangat aku sukai. Aku tak bisa membayangkan jika senyuman itu harus hilang dari wajah tannya. Serasa aneh jika senyum khas itu hilang.. Haaah.. Sebenarnya apa yang akan terjadi, firasatku buruk kali ini. Humbh..

Aku berdiri, lalu berjalan keluar rumah.. Hanya cahaya rembulan yang menemaniku, disini masih sangat sepi karena sekarang masih pukul 4 pagi. Kini aku duduk di bawah pohon yang biasa ku gunakan untuk tidur. Ku pandangi rembulan itu dalam diam.. Di saat yang bersamaan aku merasa ada seklebatan bayangan hitam lewat tepat di depanku, itu sangat mencurigakan bukan? Tentu saja..

Merasa rasa penasaranku terpacu aku cari bayangan yang baru saja lewat di depanku ia berlari menuju hutan. 10 meter dari kontrakannku. Memang kami ngontrak di desa. Bodoh! Pikirku. Kenapa dia lewat didepanku kalau ingin berbuat jahat, seakan ia terlihat sangat ceroboh dan membahayakan dirinya sendiri. Tapi di saat aku sampai di tengah hutan..

"Sial! Aku terpancing. Dasar bodoh!" Gumamku memaki atas kebodohanku.

Tak mau basa basi lagi aku berlari masuk ke rumah. Hah? Benar dugaanku, ternyata aku yang bodoh. Naruto tak ada di tempatnya. Kenapa aku jadi lengah begini, padahal hukuman (bisa dibilang hukuman atau tantangan) ku tinggal tiga hari lagi. Sial! Umpatku dengan penuh amarah.

Aku berlari mencari, tapi nihil aku tak menemukannya. Sial betul nasibku ini. Kekesalanku semakin menjadi saat aku lupa jika aku tak membawa ponsel saat turun ke jalan. Aku merasa sangat bodoh sekaraang. Entah mengapa aku jadi keluar dari karakter asliku, jika semua itu menyangkut Sahabatku.

Pagi hari dimana matahari mulai menampakkan cahayanya. Sekarang sudah pukul 6. Dari tadi aku mencari Naruto tak kunjung ketemu..

Naruto POV

Perlahan aku membuka mata menampakkan safir indah di mataku. Berusaha beradaptasi dengan cahaya sekitar. Mataku terbelalak saat kudapati ruangan yang sama sekali tak ku kenal, sepertinya. Ku edarkan pandanganku pada sekeliling, tapi nihil. Tak ada seorangpun disini. Aku semakin kaget saja karena baru menyadari kalau tangan dan kakiku terikat dengan kuat. Berdiri saja tak bisa, tubuhku terikat kuat pada kursi yang entah kapan aku duduk disitu.

"Hei, kanapa aku ada disini? Wooy.. lepaskan aku!" Teriakku sekencang mungkin. Jaah.. sepertinya teriakanku percuma setelah melihat ruangan ini. Ruangan kedap suara. Mungkinkah aku akan mati disini. Ah tidak!

Aku berusaha melepaskan diri dari tali tali yang menjeratku. Sekalian lagi ku edarkan pandanganku mencari sesuatu yang sedang aku cari, 'Benda tajam'. Nyahaha.. aku menemukannya sebuah besi yang kelihatannya cukup kuat untuk memotong tali yang menjeratku.

Dengan perjuangan yang tak mudah aku loncat-loncat memukul besi itu dan menggesekkan tanganku naik turun agar tali itu cepat terpotong.

Jduaak.. suara pintu berbenturan dengan tembok sukses membuatku kaget. Tapi untung saja tanganku sudah bisa bergerak, tali yang mengikatnya sudah putus. Jangan remehkan Namikaze kawan!

"Ternyata kau pintar juga bisa melepaskan tali di tanganmu. Khu.. khu.." Ujar Pria di kegelapan. Yah bagus untuk membuat orang lain tak bisa melihat wajahnya.

"Siapa kau? Tujukkan wajahmu kalau kau berani!" Teriakku dengan nada sinis.

"Haha.. ini aku. Apa kau lupa? Haha.." Jawab pria itu menunjukkan dirinya.

"Jadi kau!" Sinis lagi nadaku.

.

Normal POV

Sasuke berjalan menuju kediaman Uchiha, yah sebetulnya naik bis sih. Mana mungkin seorang Uchiha jalan kaki kerumahnya. Sifat ke-Uchihaannya kembali. Setelah sampai di depan kediamannya, ia berlari (baca: berjalan dengan angkuh) menuju rumah besar keluarganya.

"Itachi," panggilnya (Sasuke).

"Baka otouto? Kenapa kau sudah pulang padahal ti-" Ujar Itachi terpotong.

"Naruto di culik!" Potong Sasuke. Hyaa.. perkataan Sasuke sukses membut Itachi kaget.

"Apa, akh.. aku harus memanggil Kyuu-chan." Ujat Itachi panik. Lalu berlari menuju ruang keluaraga mau telepon Kyuubi.

.

'Sebenarnya apa hubungan merekah sih? Kenapa mereka seperti sepasang kekasih. Apa jangan jangan mereka Gay ya?' pikir Sasuke.

.

Tak lama kemudian Kyuubi sudah ada di kediaman Uchiha. Ia langsung berjalan masuk ke kediaman Uchiha.

.

'Cepat sekali dia datangnya, aku pikir dia tak peduli pada Naruto' pikir Sasuke melihat kedatangan Kyuubi hanya selang 10 menit setelah Itachi menelfonnya. Hey rumahna jauh kau tau?

.

"Sepertinya 'dia' sudah bergerak." Ujar Kyuubi menatap Itachi.

' 'Dia'? Dia siapa? Apa yang sebenarnya terjadi?' pikir Sasuke lagi.

"Hey, sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dariku dan Naruto hah?" Triak Sasuke dengan emosi bertingkat..

"Akan ku jelaskan semuanya sekarang.." Jawab Itachi tenang.

"Ceritanya sekitar beberapa tahun yang lalu..

.

. .TBC. .


.Barbara123 : Makasih reviewnya ya kakak, ehehe.. maaf saya sangat mengecewakan heheh

.

Aih.. maaf moodku ilang lagi. Hehe

Jadi kayak gini deh, tambah ancur..

.

Kalau boleh saya berharap readers sudi memberi review hehe

Review anda sangat berharga untuk saya (Lebay)

.

PLEASE REVIEW (^_^)