Perjalanan : The Truth
Warning
Hai.. Maaf kalau ficnya ancur..
Yah.. tuh kan! Typonya parah..
Typo(s), OOC, Gaje, alur kecepetan
Maaf kalau membosankan
...
Disclaimer
Masashi-sama
Fic ancur ini Punya Nha yoo
Pair : SasuNaru
Genre : Friendship, Drama, Adventure, Romance(?), Suspense
Rate : Mungkin T
Happy Reading yak..
Cerita sebelumnya..
Sasuke berjalan menuju kediaman Uchiha, yah sebetulnya naik bis sih. Mana mungkin seorang Uchiha jalan kaki kerumahnya. Sifat ke-Uchihaannya kembali. Setelah sampai di depan kediamannya, ia berlari (baca: berjalan dengan angkuh) menuju rumah besar keluarganya.
"Itachi," panggilnya (Sasuke)
"Baka otouto? Kenapa kau sudah pulang padahal ti-" Ujar Itachi terpotong.
"Naruto di culik!" Potong Sasuke. Hyaa.. perkataan Sasuke sukses membut Itachi kaget.
"Apa, akh.. aku harus memanggil Kyuu-kun." Ujar Itachi panik. Lalu berlari menuju ruang keluaraga mau telvon Kyuubi.
'Sebenarnya apa hubungan merekah sih? Kenapa mereka seperti sepasang kekasih. Apa jangan jangan mereka Gay ya?' pikir Sasuke.
Tak lama kemudian Kyuubi sudah ada di kediaman Uchiha. Ia langsung berjalan masuk ke kediaman Uchiha.
'Cepat sekali dia datangnya, aku pikir dia tak peduli pada Naruto' pikir Sasuke melihat kedatangan Kyuubi hanya selang 10m setelah Itachi menelfonnya. Hey rumahnya jauh kau tau?
"Sepertinya 'dia' sudah bergerak." Ujar Kyuubi menatap Itachi.
' 'Dia'? Dia siapa? Apa yang sebenarnya terjadi?' pikir Sasuke lagi.
"Hey, sebanarnya apa yang kalian sembunyikan dariku dan Naruto hah?" Triak Sasuke dengan emosi bertingkat..
"Akan ku jelaskan semuanya sekarang.." Jawab Itachi tenang.
"Ceritanya sekitar beberapa tahun yang lalu..
'Perjalanan : The Truth'
Normal POV
Itachi mulai menceritakan sebuah rahasia yang mereka pendam selama ini. Bukan bermaksud apa apa, hanya mereka belum siap untuk menceritakan semuanya. Tapi sekarang mungkin sudah saatnya menceritakan Rahasia 7 tahun yang lalu, dimana tepat hari kematian orang tua mereka. Sebenarnya aku tak tau apa hubungannya cerita ini dengan masa lalu mereka. Hehe..
"Cerita sekitar beberapa tahun yang lalu.. sekitar 7 tahun yang lalu. Sebenarnya orang tua kita tidak meninggal secara wajar. Bisa dibilang mereka dibunuh oleh seseorang, orang itu benar benar licik. Sangat licik, ia berusaha menjatuhkan kedua orang tua kita. Mungkin karena permainan politik yang saling menjatuhkan, apa lagi di era itu Perusahaan terbesar berada di Tangan Namikaze Corp lalu Uchiha Corp." Jelas Itachi berfikir ala Sherlock Holmes(?).
"Mereka dibunuh? Bukannya mereka meninggal karena kecelakaan?" Tanya Sasuke datar.
"Bodoh! Mudah sekali kau tertipu bocah. Ah itu memang bagian dari rencana 'dia' untuk menghilangkan bukti. Sebelum kejadian kecelakaan itu mereka mendapatkan bukti bahwa 'dia' melakukan penggelapan uang sebesar 1, 5 miliyar dolar (berdasarkan uang Dolar) di Perusahaan Uchiha Corp. Waktu itu Ayahku yang menangkap basah 'dia' melakukan transaksi ilegal dengan seseorang di luar sana. Ayahku yang waktu itu menjabat sebagai presdir bisa dengan mudah menemukan kebusukan itu, apa lagi didukung dengan Intelegensinya yang sangat tinggi itu. Ayah mendapatkan barang bukti itu, segera ayah pergi menuju ke tempat sahabatnya Fugaku Uchiha, ayahmu. Tanpa basa basi lagi ayah memberikan barang bukti itu. Fugaku-jisan menerimanya, ia marah karena merasa dikhianati. Esok harinya segera saja dipanggil tersangka penggelapan itu, dengan kasar jisan memecat pegawai itu. Jisan berjalan keluar hendak memberikan bukti itu pada pihak yang berwajib. Merasa terancam 'dia' segera menelfon bawahannya untuk merusak Rem mobil jisan. Penjaga berhasil di kelabuhi anak buah 'dia' dan misinya pun selesai." Jelas Kyuubi panjang lebar.
"Hn. Aku mengerti.. setelah itu Tousan menaiki mobilnya bersama supir tentunya menuju kantor polisi sendiri, dan dari yang aku ketahui ada mobil box dengan kecepatan tinggi hilang kendali, di saat itu juga Tousan juga kehilangan kendali dan blaarrrr.. Mobil mereka menabrak pagar di samping jalanan dan Duaarrr.. Ledakan terjadi dan hanguslah bukti itu. Dan semua itu juga terjadi pada Minato-jisan dengan peristiwa yang sama tetapi motif yang berbeda. Kemungkinan karena dendam." Analisis Sasuke melanjutkan dengan pose Sinichi Kudo lagi mikir.
"Pintar juga kau Sasuke. Ada bakat juga kau jadi detektif." Kyuubi menyeringai.
'Hn.. itu juga aku tau dari bacaan Naruto. Isinya Novel kek gituan.' Batin Sasuke.
"Hn.. tapi apa hubungannya denganku dan Naruto? Dan sekarang Naruto malah jadi korban. Dari mana kalian tau tentang itu semua?" Triak Sasuke yang mulai emosi. Aura membunuh keluar dari dalam diri Uchiha bungsu ini. Kenapa harus Naruto? Bukan aku saja. Pikir Sasuke.
"Ka-kalau itu k-kami belum tau apa motifnya. Te-tentu kami tau, 7 tahun ini kami berdua menyelidiki peristiwa itu, ya karena merasa ada yang aneh." Ujar Itachi bergidik ngeri merasakan aura mematikan adiknya itu.
Sasuke berjalan meninggalkan dua orang yang menatapnya sedikit takut ('Kyuu: Tachi-cahan! Bukan aku!), Sasuke benar benar marah. Ia masuk ke kamarnya, di rebahkkannya tubuh atletisnya di atas kasur king-size berwarna Dongker itu. Matanya terpejam tetapi tak tidur.
Apakah mimpinya akan menjadi kenyataan? Ia tak mau kehilangan orang yang ia sayangi lagi, pertama Tousannya yang mati karena tragedi 7 tahun silam, lalu Kasannya yang mati karena sakit keras yang di deritanya karena kesedihannya kehilangan Tousan. Apakah ia harus kehilangan satu kali lagi? Kehilangan orang yang di sayanginya yaitu sahabatnya.
Pikiran Sasuke makin kacau, kesedihannya karena kehilangan orang tuanya sudah terobati karena ada Naruto di sisinya, bahkan di saat Itachi dan Kyuubi menceritakan apa yang terjadi sebenarnya ia tak merasa sedih karena orang tuanya. Tapi ia merasa sangat sedih juga Khawatir jika harus kehilangan Sahabat terbaiknya. Setelah pertemuannya dengan Naruto dan mengerti apa itu arti sahabat, Sasuke mulai membuat prinsip untuknya.
'Nikmati apa yang sekarang kau punya sebelum apa yang kau punya itu pergi meninggalkanmu.. Ganti semua kesedihan masa lalu dengan kebahagiaan masa kini, karena masa lalu hanya akan menghambat kemajuan seseorang.'
Hati Sasuke benar benar tak tenang. Kenapa ia harus lengah pagi tadi, andaikan saja ia tak meremehkan pria berbaju hitam itu, mungkin semua tak akan jadi begini. Sasuke masih saja menyalahkan dirinya atas kebodohan yang ia buat.
Tiba tiba ada seorang pemuda berambut merah memasuki kamar Sasuke. Ya sebelumnya Sasuke memang berlari menuju kamarnya untuk menyendiri tentunya.
"Tak usah menyesali apa yang sudah terjadi bocah!" Ujar Kyuubi sembari menyeringai ke arah Sasuke.
"Shitt.. Jangan berlagak seperti kau tau isi pikiranku. Itu memuakkan!" Desis Sasuke balik menyeringai.
"Hn.. fu.. fu.. fu.. aku hanya ingin memberiahu padamau. Kau itu kan hebat, jadi penyelamatan Naruto aku serahkan padamu. Aku dan Itachi tak akan ikut campur dengan masalah kalian. Kami punya urusan lain." Ujar Kyuubi santai.
"Apa kau bilang? Bagaimana kalau Naruto tak selamat hah? Kakak macam apa kau?" Bentak sasuke yang tak terima dengan sikap acuh Kyuubi terhadap Naruto.
"Gunakakan otakmu bodoh! 1 ATMmu akan dikembalikan kepadamu, siapa tau berguna untukmu. Dan 1 lagi, sepertinya kau begitu menyayangi adikku.. Kau memang sahabat yang baik Uchiha.." Kata Kyuubi pada Sasuke masih dengan seringaiannya.
Kyuubi berjalan pergi meninggalkan Sasuke, sebelumnya ia melemparkan kartu ATM pada Sasuke. Dengan cekatan Sasuke mengambil ATM yang tarbang karena lemparan Kyuubi yang melayang di udara(?).
Di tempat Naruto berada, Naruto masih berusaha melepaskan diri dari jeratan tali yang mengikatnya. Walau tali di tangannya sudah terlepas tapi tetap saja masih banyak tali yang belum ia lepaskan. Di tambah dengan datangnya pria yang diduga menculiknya itu. Akan sangat merepotkan bukan?
"Hahaha.. sekarang kau tau siapa aku kan?" Ujar Pria berbaju hitam.
Ah ya.. pria yang sedang berbicara dengan Naruto memakai baju hitam. Dan mereka hanya berbicara berdua saja. Di tempat itu hanya ada mereka berdua saja sih.. Naruto menatap tajam pria yang berdiri di depan pintu, Naruto kenal dengan pria itu. Mereka memang kenal dekat..
"Kenapa kau lakukan ini hah? Apa salahku padamu?" Tanya Naruto yang masih berusaha melepaskan tali yang menjeratnya. Kencang sekali un.
"Ck. Kau bodoh Naruto! Sangat bodoh.. Apa kau tak tau sejarah masa lalu Keluargamu dan Uchiha hah?" Tanya Pria itu dengan tatapan marah. Dari tatapannya menyiratkan sebuah dendam yang besar.
Naruto hanya mengenyrit heran. Ia merasa sangat heran.. ya ia memang tak tau apa apa tentang masa lalu keluarganya. Kecuali tentang itu.. Heh.. ini keluar dari alur bukan? Pikir Naruto. ('Nha: Hn. Tak juga, ini salah satu dari perjalananmu bersama Sasuke.' 'Naru: Aneh dan sangat melenceng.' 'Sasu: Haah.. merepotkan.' 'Sika: Hey Sasu itu trademarkku! Jangan Cop...')
Naruto POV
Aku heran, bahkan sangat heran. Kenapa 'Dia' berubah seperti itu. Apa sebenarnya yang terjadi di balik semua ini? Apa hubungannya dengan keluargaku dan Uchiha? Apa jawaban dari semua pertanyaan di otakku ini thor? Ku tatap wajahnya yang putih seperti Sasuke. Ah bagaimana kabar Sasuke sekarang..
"Hey, dimana Sasuke?" tanyaku menatap tajam pada pria di dekat pintu itu.
Pria itu mendekat ke arahku, 'dia' berdiri di depanku dengan jarak 2m. Akh.. otakku bisa konslet kalau terus memikirkan ini. Tak akan ada habisnya nanti.
"Kau tau Naruto?" Tanya Pria itu. Ah ya pria itu memang lebih tua 2 tahun dariku, harusnya di sebut pemuda ya.. tapi ya sudahlah.. authornya terlalu bodoh untuk itu. (#Plakkk..)
Eh? Sekarang siapa yang bodoh? Dia saja belum menceritakan apapun mana mungkin aku tau, pertanyaannya itu aneh. Kalaupun aku bisa jawabpun bukan itu pertanyaannya. Huh..
"Mana ku tau, kau tanya apa aja aku tak tau. Kau cerita pun belum!" desisku menatap tajam pada pria itu.
"Ah benar juga." Ujar pria itu singkat.
"Hah.. bodoh!" pikirku.
Pria itu kembali ke pintu dan menguncinya, hn.. benar benar waspada. Setelah mengunci pintu ia berjalan lagi ke arahku. Sepertinya ia sudah siap mendongeng.. Semoga aku tak mengantuk kali ini.
"Kau kenal Namikaze Minato kan?" Tanyanya.
"Tentu saja bodoh, dia ayahku. Huh.." Ujarku lalu menghela nafas panjang.
"Ah benar juga. Sekitar 7 tahun yang lalu, memang benar ayahku mengambil uang perusahaan. Dan itu tak bisa ku maafkan, aku pun juga marah padanya karena melakukan semua itu. Ayah di butakan harta kala itu, ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang itu hingga melakukan penggelapan. Tapi ayahmu menangkap basah ayahku melakukan itu, dengan keahliannya—-" ujar pria itu terpotong.
"Wah, Tousan kereeen.." Triak Naruto girang. Eh ingat, tali yang menjerat Naruto yang lepas Cuma yang di tangan aja.
"Haaaah... Ayahmu mengatakan semuanya pada Fugaku, dan ayahku di pecat. Ayahku benar benar marah, ia merencanakan balas dendam terhadap ayahmu dan Fugaku. Khukhukhu.. Sebenarnya ayahmu dan Fugaku memang mati terbunuh tetapi tertutupi dengan aksi kecelakaan mereka." Jelas pria itu lagi.
Benar juga, tousan dan Ojisan terbunuh karena kecelakaan di tempat yang berbeda, dengan waktu yang sama, dan kejadian yang sama 'Kecelakan mobil lalu meledak'. Itu memang tidak wajar. Tapi kenapa mereka masih dendam pada keluargaku dan Uchiha? ('Nha: Wew.. seolah tak peduli kau pada tousanmu hah? Berlagak tak tau pula kau dengan kejadian itu.' 'Naru: Kau yang buat. =.='')
"Bukankah semua udah selesai? Hn.. aku berusaha menerima apa yang telah terjadi. Tapi kenapa kau masih dendam pada kami? Tousanku dan tousan Sasu sudah mati karena kalian, apa itu belum cukup hah? Ayahmu kan memang salah, kaupun tau itu kan? Aku hanya diam juga karena tak mau dendam itu akan berlarut larut." Triakku, hey walaupun aku udah ikhlas tapi rasa sakit ini masih belum hilang.
Sebenarnya aku sudah tak terkejut lagi dengan ceritanya, aku sudah tau semuanya. Aku tak bermaksud jahat, karena tak menceritakan semua ini pada yang lain. Hanya saja aku takut mereka yang tak terima akan membalas semuanya. Darimana aku tau? Hehe.. Dalam chapter sebelum sebelumnya memang tak dipublikasikan kalau aku kuliyah di jurusan Hukum. Walaupun aku dan Sasuke jarang masuk, kami sudah ahli di bidang kami masing masing. Hanya tinggal pengerjaan Skripsi saja yang bikin kami tak lulus lulus. Kami malas mengerjakannya. Intinya aku menyelidikinya sendiri, yah cukup terlambat.
"Hah.. kau bodoh! Yang kau tau sebenarnya hanya sebagian kecil saja! Kau memang anak hukum.. tapi kau hanya tau berdasarkan bukti dan presepsimu sendiri! Tapi secara fakta kau tak tahu kan." Sentak Pria itu.
"Hah.. benarkah. Hn.. kau benar. Sekarang jelaskan padaku!" Ujarku yang lebih mengerah ke perintah..
"Sebenarnya, tousan juga di provokatori oleh orang dalam juga. Di saat itu mereka bekerja sama, orang itu mengambil keuntungan dari semua ini. Kau tau hah? Sekarang tousan sudah mati, ia bunuh diri karena tekanan batin yang diberikan orang Nista itu. Kaasanpun juga mati karena hal yang sama. Orang Nisata itu harus aku bunuh." Ujar pria itu lirih.
"Hah.. cerita ini semakin rumit saja. Tapi apa hubungannya denganku Sai? Aku jadi bingung dengan alur ini.." Tanyaku tegas.
Pemuda itu memang bernama Sai Homura. Anak Dari Danzou Homura dan Tsune Homura. Tsune dan Danzou mati 5tahun yang lalu karena bunuh diri.
"Aku ingin meminta bantuanmu, sekaligus aku akan menolongmu," Ujarnya singkat.
Hah.. kalau hanya ingin meminta bantuan kenapa harus melakukan tindakan penculikan seperti ini, ah.. alurnya makin gaje aja sih..
Normal POV
Sasuke berjalan menuju meja belajarnya, ia mengambil laptopnya siap mencari info tentang Danzou Homura. Ia tau siapa yang di maksud dua orang pemuda yang yang menceritakan tentang sejarah tragis kematian kedua orang tuanya.
Sasuke mulai memainkan jari lentiknya menekan keypad(?) yang ada di laptopnya, ia segera memasuki browser Internet. Humb.. butuh juga membobol keamanan Dokumentasi Jepang(?). Hey, data keluarga kan biasanya mempunyai privacy kan.. apa lagi pembesar seperti Danzou, walaupun dia sudah di pecat. Pemecatannyapun tak terbuka.. Tak semua orang tau!
"Ketemu. Tapi kenapa tak lengkap ya huh.." Ujar Sasuke datar.
Danzou Homura lahir 7 April 19xx, hidup di keluarga yang keras. Awalnya ia tinggal di Daerah Tokushima lalu merantau ke Tokyo.
Nama : Danzou Homura
Umur : Almarhum
Lahir : Tokushima, 7 April 19xx
Keluarga :
Isri_Tsune Homura
Anak_Sai Homura
.XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
"Ah.. sial, data yang minim. Tenyata ada orang yang sengaja merusak dokumen ini. Sai Homura? Sepertinya aku pernah mendengarnya. Eh?" Sasuke terkejut karena ia hampir kecolongan lagi. Kini ia telah menemukan Titik terangnya..
Segera ia mencari atau lebih tepatnya melacak dimana Sai sekarang berada. Dan Binggo.. ketemu. Tanpa ba bi buu lagi Sasuke pergi ke tempat yang bisa di bilang terpencil itu.. Dengan kecepatan penuh ia menaiki mobil sportnya menuju ke sebuah Kota yang bernama Yokosuka. Butuh waktu 4 jam untuk sampai ke tempat itu.
Ia berlari keluar kamar mengambil kunci mobil yang dibawa Itachi dan bergegas keluar. Terik Sang surya serasa membakar kulit, Panasnya bukan main. Yah tak aneh sih.. sekarang jam 12 siang.. Sasuke segera masuk ke dalam mobil Dan pergi...
Itachi dan Kyuubi keluar.
"Rencana berhasil Tachi-chan." Ujar Kyuubi memandang kepergian mobil Sasuke.
"Hn. Tapi apa dia akan berhasil menyelamatakan Naruto sendirian? Eh bukan, melaksanakan misi ini." Itachi merasa khawatir dengan adiknya yang emosian itu.
"Tenanglah, ikatan mereka kuat Tachi. Ah kalau Sasuke, haha.. pasti Sai akan babak belur dibuatnya. Hahaha.. Biarkan mereka berfikir dewasa dan mengendalikan emosi mereka." Jelas Kyuubi menyeringai devil.
"Tetapi aku khawatir, lawan mereka bertiga nanti tangguh Kyuu-kun." Ujar Itachi lembut.
"Hn.. percayakan saja pada mereka Tachi-chan, Sasuke dan Naruto itu orang yang kuat. Yah ku akui itu.." Ujar Kyuubi menenangkan Itachi.
Di mobil Sasuke..
Sasuke POV
Aku merasa khawatir dengan keadaan Naruto sekarang, yang aku tau Danzou Homura seorang yang jahat dan kejam. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Bagaimana dengan anaknya SAI yang mungkin saja mempunyai dendam terselubung, atau dendam yang kuat.. Akh.. author, ini benar benar tidak lucu.
Dengan kecepatan tinggi aku memacu mobilku menuju Yokosuka, mungkin kalau dengan santai akan menempuh waktu empat jam. Tapi itu terlalu lama, dengan keahlianku berkendara mungkin aku bisa sampai dalam waktu yang relatif cepat. Kupacu mobilku dengan cepat...
Macet, lah kenapa di Jepang ini ada macet? Haah.. Ternyata ada konstruksi jalan, perbaikan jalan yang membuatku naik pitam sekarang. Oh kami-sama permudahlah perjalananku ini. Hey, kau tak tau bagaimana rasa Khawatirku ini. Huh.. ('Nha: Kau terlalu berlebihan Sasu.' 'Sasu: Dia sahabatku!*Cihdori*mati kau!' Nha tepar kena Chidori. 'Naru: Ah Suke So Sweeeaat.*Cengir cengir lihat Aksi Sasu*) Aku berbalik, aku akan melewati jalan lain, karena macet yang beginian akan membunuh waktu yang cukaup lama.
Normal POV
Beberapa jam kemudian Sasuke sampai, ia segera turun dari mobil. Ternyata memang ada penjaga yang sedang berjaga. Ototnya mantap, gede gede. Sasuke sedikit kewalahan melawannya. Beberapa bagian tubuh Sasuke memar karena terkena pukulan mematikan dari penjaga itu. Bukan Sasuke Uchiha namanya kalau tak bisa melawan cecunguk seperti itu. Segera ia mengalalahkan 3 orang penjaga berbadan besar itu. Setelah mereka bertiga kalah Sasuke langsung mendobrak pintu, Blarrr... pintu terbuka. Sasuke melihat Naruto dalam keadaan terikat, memang Naruto tak luka. Tapi emosi sasuke memang tak bisa di kendalikan jika sudah berurusan dengan NarutoDobe yang paling di sayanginya.
"Teme?" Triak Naruto memberikan cengirang khasnya.. Cengirang kuda.
"Ck. Dobe, jangan panggil aku seperti itu huh.. Kau..." Ujar Sasuke sembari menutup telinga. Lalu ia menatap takam pada sosok lain yang ada di depan Naruto.
Sasuke mulai menduga duga. Pasti ia(Sai) yang menculik Naruto, pasti ia sudah membuat Naruto ketakutan, pasti ia membuat Naruto tak nyaman, dan mungkin dia sudah merenggut ke#Plaaakk... ('Nha: Itu, berlebihan sekali Sasu!' 'Sasu: Haaaah.. Kau yang buat bodoh!' 'Nha: Hehe..')
Segera ia layangkan pukulannya pada Sai.
Jduuuaakkk... Tak hanya sekali dua kali tapi beberapa kali. Tebakan Kyuubi tepat.
"Berengsek! Kau berani menculik Sahabatku. Terima ini!" Ujar Sasuke dingin, aura membunuh menguar dari dalam diri Sasuke..
20 menit kemudian..
Naruto berdiri melerai Sasuke dan Sai dengan wajah merah padam, Naruto marah.
"Hentikan Teme, kau melukainya terlalu parah." Teriak Naruto tetapi tak di hiraukan Sasuke. Sasuke sendiri masih asik memukul Sai, Sai berusaha melawan tapi kekuatannya masih di bawah Sasuke.
Naruto maki Marah..
Jduaaaakk... Sasuke terkena pukulan. 3 kali berturut turut.
Jduak.. pukulan perlama. "Dengar aku Sasuteme!" Triak Naruto.
Jduak.. pukulan ke dua. "Jangan pernah Abaikan Aku!" Triak Naruto lagi.
Jduak.. pukulan ke tiga. "Sai tidak menyakitiku! Ia hanya ingin minta tolong atau lebih tepatnya menolonk atau padaku untuk melawan seseorang."
Pukulan Naruto sukses membuat Sasuke terdiam. Memar di tubuh Sasuke makin banyak saja, tapi memang aku akui. Pukulan Naruto lebih sakit ketimbang pukulan 3 orang tang berjaga di luar tadi. ('Naru: Seolah kau sudah merasakan saja. =="' 'Nha: Hehe..') Sasuke memandang Sai dengan tatapan datar. Wajah wajah tanpa dosa gitu deh, merasa tak punya salah. Haaaa.. Sifat ke-Uchihaannya kembali. Pukulan Naruto memang mengagumkan, bisa melukai seorang Uchiha. Fenomenal..
Sasuke menatap lagi Sai, dengan tatapannya seolah ia berbicara 'Jelaskan padaku Sai!' Sai yang melihatnya hanya menghela Nafas pelan..
Saipun mulai bercerita tentang apa yang terjadi, Ternyata Sai berniat menolong Sasuke dan Naruto. Sai tau mereka yang akan mewarisi Uchiha dan Namikaze Corp, sebagai tanda maafnya. Sai tau ada penghianat di Namikaze dan Uchiha Corp, ada beberapa orang, dan merekalah juga yang membuat Tousan dan Kaasannya tertekan dan akhirnya bunuh diri. Sai tau penghianatan mereka, tetapi tak punya bukti yang kuat untuk itu..
"Siapa mereka?" Tanya Sasuke tegas..
"Mereka adalah...
TBC
Ihihihi.. maaf di potong lagi. Maaf kalau mengecewakan dan makin melenceng hehe..
Naru: "Sa-sakuke maaf aku memukulmu."
Sasu: "Hn. Kau jahat Dobe!"
Kyuu: "Kenapa aku merasa bagian adeganku dengan Tachi-chan seperti sepasang kekasih ya?"
Itachi: "Aku setuju padami Kyuu-kun."
Nha: "Mau aku buat seperti itu? Khu.. khu.." *Seringai Evil*
Kyuu: "Bijuu Dama.." *Blaaarrr.."
All Pemain: "Khu.. khu.. khu..."
Nha Tepar lagi kena Bijuu Dama.
Balasan Review
Devil|Dark: Nih dah di lanjut ehehehe... Thanks dah review :D
Ryuugi26:
1. Thanks dah kasih tau hehe.
2. Maksud di cerita itu sudah 20 tahun kerja di kediaman Namikaze, hehe.. mungkin penjelasannya kurang. Hehe
3. Ah iya hehe makasih Koreksinya lagi hehe
Hehe makasih, Thanks udah Review :D
Guest: Thaks yoo. Hehe.. Thanks dah review
Baby Hongstar: Yo'i nih dah tak panjangin. Haha :D Thanks dah review
Kalau Boleh minta reviewnya lagi ya hehehe
*NGAREP*
Kasih saran, ide, atau koreksi akan saya terima dengan
Senang hati hehe
**REVIEW MEMBANGUN SAYA TUNGGU YA :)**
PLEASE REVIEWNYA :')
