Perjalanan : Adventure 1
Warning
Hai.. Maaf kalau ficnya ancur..
Typo(s), OOC, Gaje, alur kecepetan, AU
Maaf kalau membosankan
...
Disclaimer
Masashi-sama
Fic ancur ini Punya Nha yoo
Pair : SasuNaru, NaruHina, KyuuIta
Genre : Friendship, Adventure, Romance(?), Crime, Action
*Action dan Romance lebih mendominasi*
Rate : Mungkin T
Aih.. gomenasai, Nha masih bingung ceritanya mau dibuat Stright atau Shounen ai.
Masih takut di buat yang Shounen ai (Padahal kepengen) *Di tonjok Riders
Ada saran Gak? Mau di buat Sho ai atau Stright..
Tapi mungkin kalau jadi Shou yang kena Kyuubi sama Itachi doang ehehe..
Tolong bantu Author Gadungan ini. Hehehe..
Bimbang Un, T.T
..Enjoy in yang baca ya..
Sorry Judul gak nyambung un. :p
Perjalanan : Adventure!
Cerita Sebelumnya..
Naruto makin Marah..
Jduaaaakk... Sasuke terkena pukulan. 3 kali berturut turut.
Jduak.. pukulan perlama. "Dengar aku Sasuteme!" Triak Naruto.
Jduak.. pukulan ke dua. "Jangan pernah Abaikan Aku!" Triak Naruto lagi.
Jduak.. pukulan ke tiga. "Sai tidak menyakitiku! Ia hanya ingin minta tolong atau lebih tepatnya menolonk atau padaku untuk melawan seseorang."
Pukulan Naruto sukses membuat Sasuke terdiam. Memar di tubuh Sasuke makin banyak saja, tapi memang aku akui. Pukulan Naruto lebih sakit ketimbang pukulan 3 orang tang berjaga di luar tadi. ('Naru: Seolah kau sudah merasakan saja. =="' 'Nha: Hehe..') Sasuke memandang Sai dengan tatapan datar. Wajah wajah tanpa dosa gitu deh, merasa tak punya salah. Haaaa.. Sifat ke-Uchihaannya kembali. Pukulan Naruto memang mengagumkan, bisa melukai seorang Uchiha. Fenomenal..
Sasuke menatap lagi Sai, dengan tatapannya seolah ia berbicara 'Jelaskan padaku Sai!' Sai yang melihatnya hanya menghela Nafas pelan..
Saipun mulai bercerita tentang apa yang terjadi, Ternyata Sai berniat menolong Sasuke dan Naruto. Sai tau mereka yang akan mewarisi Uchiha dan Namikaze Corp, sebagai tanda maafnya. Sai tau ada penghianat di Namikaze dan Uchiha Corp, ada beberapa orang, dan merekalah juga yang membuat Tousan dan Kaasannya tertekan dan akhirnya bunuh diri. Sai tau penghianatan mereka, tetapi tak punya bukti yang kuat untuk itu..
"Siapa mereka?" Tanya Sasuke tegas..
"Mereka adalah...
Suasana di tempat itu kian memanas, semakin jelas ketegangan yang menjalari Naruto dan Sasuke. Mereka menunggu penjelasan dari Sai dengan tidak sabar, siapa sebenarnya penghianat itu. Heran, Bingung, Tak percaya pikiran pikiran yang menggrayangi otak besar mereka berdua. Walaupun mereka 'dulu' tak peduli pada kedua perusahan itu, entah kenapa sekarang ada 'sedikit' kepedulian terhadapnya. Sebenarnya bisa saja mereka pergi meninggalkan Sai sendiri, biarlah Sai yang mengurus semua itu. Tapi rasa tanggung jawab mereka mulai terlihat sedikit demi sedikit, mau bagaimanapun perusahaan itu kelak akan diserahkan kepada mereka. Mereka mempunyai tanggung jawab besar akan hal itu. Itulah kata kata yang di ucapkan Aniki mereka..
"Siapa mereka?" Tanya Sasuke tegas, Wibawanya keluar 'dikit'.
"Mereka adalah.. Siapa ya aku lupa." Ujar Sai tersenyum watados.
#Gubrakk.. Sasuke dan Naruto ber Sweatdrop ria.
"Saaaaaiiiiii... Kau sangat menyebalkan!" Treak Naruto dengan wajah merah padam. Sedangkan Sasuke dan Sai hanya menutup telinga mereka..
Hey, bisa tuli mendadak kau tau.. Suara Naruto kalau lagi teriak udah kayak toa masjid dengan volume Full, dengan frekuensi yang bisa dibilang Ultrasonik.. *Rasengan.. Blaarrr... Back to story!
"Ah aku ingat, umb.. dia ada di Perusahaan Namikaze Corp dia seorang wanita, namanya Tayuya. Tapi aku tak tau nama panjangnya.." Ujar Sai pose berfikir.
Naruto yang mendengar nama itu menyeringai, sepertinya Naruto mengenalnya. Sasuke melirik ke arah Naruto, Sasukepun ikut menyeringai karenanya.. Sasuke tau sepertinya Naruto punya rencana untuk menangkap Tayuya.
Sai yang melihat Naruto dan Sasuke menyeringai hanya tersenyum, entah senyum tulus atau palsu. Sai kan memang tukang senyum.. Sumeh gitu deh.. Mereka segera berjalan menuju parkiran lalu masuk ke dalam mobil Sport milik Sasuke. Sasuke duduk di kursi penumpang yang depan, Naruto menyetir dan Sai duduk di belakang.
"Sai, kau tau penghianata Dari Uchiha Corp? Umb.. cukup satu saja, nanti penghianat yang lain akan muncul dengan sendirinya." Ujar Naruto yang entah kapan berubah jadi pintar begitu.
Sai hanya mengangguk, Sasuke menatap Naruto dengan seringainya. Akhirnya Sang Profesor keluar dari persembunyiannya. Pikir Sasuke.. Naruto sebenarnya pintar hanya saja ia tak pernah menunjukkannya pada siapapun termasuk Sasuke, tetapi Sasuke seorang yang jenius jadi ia dapat mengetahui semua itu dengan mudah.
"Tumben kau tak Dobe Naruto." Ejek Sasuke meremehkan.
"Diamlah Teme! Huh.. Kau sama saja dengan Sai,menyebalkan. Kau tau itu?" Ujar Naruto mendengus kesal.
"Usuratonkachi!" Ujar Sasuke lagi dengan pose yang sangat menyebalkan.
"Haaaaah.. awas kau!" Naruto mengerucutkan bibir eksotisnya kedepan menambah daya tariknya.
Sasuke terkekeh geli melihat tingkah Naruto yang seperti itu, Naruto lebih terlihat manis, imut, dan menggoada iman(?). Haaah.. Lupakan dua kata yang terakhir yoo.. sangat aneh.
Sai yang ada di belakang hanya menatap dua sahabat di depannya dengan tatapan senang, ia menatap wajah Naruto yang cemberut dengan bibir dikucir poni tail(?).
"Dia terliat Sangat manis." Gumam Sai sangat lirih, bahkan tak ada yang bisa mendengarkanya. Hanya ia yang bisa mendengarkannya.
Dengan kecepatan yang bisa dibilang tinggi, Mobil Sport Sasuke dengan mudah melaju melewati mobil mobil yang berlalu lalang di jalan. Mobil itu meliuk liuk bak ular yang lagi jalan, Keren. Kesan pertama dari Sasuke dan Sai. Dalam waktu yang relatif singkat mereka sudah sampai di Tokyo, menuju rumah Sasuke. Rumah Sasuke sudah seperti Base Camp buat Duo Namikaze dan Duo Uchiha.
Naruto berjalan di depan Sasuke dan Sai. Sebenarnya siapa sih yang jadi tuan rumah? Batin Sasuke jengkel melihat tingkah Sahabatnya. Sedangkan Sai lagi lagi ia hanya tersenyum melihat Ekspresi Sasuke yang sepertinya lagi jengkel. Entah sai itu tau dari mana, yang kita tau Uchiha pandai menyembunyikan Ekspresi kan.
"Tadaimaaaa." Treak Naruto membuka pintu.
"Okaeri Naru-chan.." Balas pemuda bermata onix dengan senyuman tipis bertengger di bibirnya, seseorang dengan rambut panjang hitam legam sebahu, yang sedang duduk berdua di ruang tamu bersama..
"Baka Aniki? Kenapa kau disini.." Ujar Naruto dengan tatapan menusuk penuh kebencian.
Kyuubi hanya menyeringai melihat reaksi adik Kesayangannya 'mungkin', Reaksi yang di matanya sangat Lucu, Imut dan Manis. Sasuke dan Sai hanya terdiam di tempat dengan pikiran masing masing yang intinya sama. 'Apa hubungan Kyuubi dengan Itachi.' Sungguh itu sebuah mistery yang belum terpecahkan hingga saat ini. #Plaakkkk..
"Aku menunggumu Otouto, aku khawatir padamu!" Ujar Kyuubi menyeringai licik, ah.. siapa yang mau mempercayai perkataannya itu jika ekspresinya sangat..
"Tidak meyakinkan.." Ujar Sasuke dan Sai bersamaan.. All selain SasuSai Sweatdop mendengarnya.
"Haaaah... Sudahlah, Aniki, Itachi-nii aku punya rencana untuk menangkap mereka." Ujar Naruto menyeringai.
"Menangkap siapa? Penghianat itu?" Tanya Itachi datar.
"Haaaaah.. Dari mana kau tau Itachi-nii?" Tanya Naruto balik.
"Kami sudah tau semua, bahkan kau di culik Saipun kami sudah tau.. dan adanya Penghianat di perusahaan kami juga sudah tau." Ujar Kyuubi menyeringai, tidak cocok sekali dengan apa yang ia katakan.
All kecuali Kyuubi dan Itachi hanya Sweatdropped..
Naruto POV
Rasanya sangat kesal sekali, ternyata mereka sudah tau, lalu kenapa harus melibatkan kami. Apa mereka mempermainkan kami berdua –Naruto dan Sasuke-, Menyakitkan. Ku berikan secara cuma cuma Deathglare mematikanku pada dua sosok menyebalkan yang sedang duduk di dapanku. Sasuke pun juga melakukan hal yang sama, sepertinya ia juga merasa telah dipermainkan sepertiku. Ah sudahlah.. percuma marah marah pada mereka..
Segera aku duduk di sofa depan dua orang pemuda menyebalkan itu, diikuti Sasuke dan Sai yang juga ikut duduk di sampingku. Segera aku beritahukan rencanaku, tapi entahlah ini akan di setujui atau tidak oleh Presdir Namikaze Corp a.k.a Namikaze Kyuub dan Uchiha Corp a.k.a Uchiha Itachi.
Aku menarik dafas dalam dan mulai menjelaskan rencanaku..
Aku dan Sasuke akan ikut bekarja di Perusahaan, tetapi bukan sebagai adik Presdir melainkan dengan nama lain. Bisa di katakan ini adalah penyamaran, kami bertugas mencari tau tentang tersangka penghianatan. Akan segera di lakukan setelah Skripsiku dan Sasuke selesai tentunya. Itu dulu rencana dariku..
Sepertinya mereka setuju dengan rencanaku yang bisa di bilang tidak ada hebat hebatnya, tetapi mungkin cukup untuk memancing mereka keluar dari persembunyiannya. Setelah ini kami hanya bercanda tawa yang tak penting di ruang tamu Kediaman Uchiha..
Kini matahari mulai terbenam, aku rasa ingin segera pulang untuk mandi dan mengerjakan Skripsiku.
"Hn.. tugas kalian di lapangan sudah selesai! Sekarang lakukan rencana kalian tadi, segera selesaikan Skripsi kalian!" Perintah Kyuubi dengan seenak jidatnya..
Normal POV
*Di sebuah temapat yang lagi lagi minim cahaya*
Terlihat empat orang manusia yang sangat mencurigakan, sepertinya mereka sedang membicarakan rencana mereka yang kemarin. Manusia berambut panjang yang masih belum di ketahui gendernya menyeringai licik, dan tiga orang lainnya ikut menyeringai juga. Entah apa yang sedang mereka rencanakan.
"Hah apa mereka kembali kerumah masing masing.. sepertinya akan sedikit lebih sulit. Tapi tak apa, tak ada yang tak mungkin jika aku yang melakukannya. Khu.. khu.. khu.." Ujar Pria err.. Manusia jadi jadian(?).
"Iya tuan, kami mendapatkan info terbaru tersebut dari sumber yang terpercaya.." Ujar salah seorang anak duduk di pojokan ruangan itu.
"Kapan kita akan beraksi tuan?" Tanya pria yang lain.
"Hn.. kita tunggu waktu yang tepat dulu. Jangan gegabah!" Ujar ketua mereka.
Naruto sedang duduk di meja belajarnya di temani beberapa cemilan dan juga jus jeruk. Ia sibuk berkutat dengan Laptopnya, jari jari tangannya dengan lincah menekan tombol tombol pada keyboard laptopnya. Mengerjakan Skripsi memang sangat membosankan, tetapi itulah syarat yang harus ia lakukan agar rencananya berjalan dengan mulus tanpa kendala 'mungkin'. Matanya yang kini mulai berat tak dihiraukannya, ia ingin segera menyelesaikan Skripsinya dengan segera.. Merasa tak sabar akan petualangan yang akan ia jalani nanti di kantor Namikaze bersaudara.
"Haaaaah... Ngantuk sekali rasanya." Naruto menguap dengan lebarnya membuka jalur masuk lalat lebih mudah.
Merasa bosan ia beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan ke balkon kamarnya. Duduk manis di kursi yang memang sengaja di sediakan di sana. Ia menatap langit hitam bak mata onix Sasuke. Namun ada gugusan gugusan bintang yang tersisa di langit hitam itu.
Kreeeek...
Suara pintu terbuka, Naruto mengalihkan pandangannya menatap asal suara pintu terbuka itu. Terlihat jelas seorang pemuda yang lebih tua dari Naruto sedang berdiri di depan pintu, dengan warna mata dan rambut yang memang senada. Jingga..
"Baka Otouto." Ujar Kyuubi memanggil nama adik kesayangan adiknya.
"Hn?" Balas Naruto singkat, balasan Naruto 'sedikit' membuat Kyuubi jengkel.
"Kenapa kau belum tidur?" Tanya Kyuubi lagi.
Naruto tak membalas, ia masih serius menatap layar laptopnya. Hanya gumaman kecil saja yang terdengar saat itu 'Hn.'. Kyuubi yang udah naik darah berajalan pergi meninggalkan adik yang menyebalkan itu.
"Terimakasih.." Ujar Naruto tanpa mengalihkan pandangannya.
"Hn." Kyuubi berjalan keluar kamar Naruto. Kyuubi hanya tersenyum tipis dan terlihat tulus.
'Akan aku tepati janjiku Tou-san. Dan lihatlah Kaasan, Naruto pasti bisa jadi apa yang Kaasan dan Tou-san inginkan.' Batin Kyuubi.
Tak jauh berbeda di tempat Uchiha Sasuke..
Sasuke masih bergelut(?) dengan netbook/notebooknya (lupa namanya.. XD), jarang sekali seorang Sasuke mengerjakan Skripsinya. Yah.. Sasuke sedang mengerjakan Skripsinya sekarang ini. Sasuke kelihatannya mempunyai tekad yang kuat untuk menyelesaikan skripsinya malam ini sekaligus, ya walaupun itu hal yang mustahil di lakukan. Tapi tak ada yang tak mungkin jika ia mau berusaha..
Tanpa disadarinya, ada seseorang pemuda berambut hitam panjaang sebahu sedang menatap Sasuke dari celah pintu kamarnya. Pemuda itu hanya tersenyum mendapati adiknya yang mulai serius menekuni pekerjaannya (baca: Mengerjakan Skripsi). Entah apa yang merubahnya, tapi sekarang ia yakin. Adiknya mulai tumbuh dewasa. Sama seperti Kyuubi, ia pun juga mempunyai janji yang sama seperti janji Kyuubi pada orangtuanya.
"Otouto.." Panggil Itachi sembari masuk ke dalam kamar Sasuke.
"Hn?" Tanya Sasuke tetap fokus mengerjakan skripsinya.
"Aku bawakan jus Tomat untukmu." Ujar Itachi sembari memberikan jus yang dibawanya.
Sasuke memincingkan alisnya menatap Itachi, beberapa detik kemudian Sasuke menjawab 'Hn'. Itachi yang hanya mendapat respon seperti itu hanya menghela nafas, lalu berjalan meninggalkan Sasuke yang masih asyik dengan Notebooknya.
"Arigatou Aniki." Sangat pelan kata kata ajaib ini terlontar dari bibir sang Uchiha Bungsu.
**SKIP TIME**
Waktu menunjukkan pukul 06.00 waktu yang masih terbilang pagi untuk pergi beraktivitas. Tetapi berbeda dengan dua bungsu Namikaze dan Uchiha, mereka sudah bangun dan mandi. Keajaiban bukan, yah bukan keajaiban sih. Karena mereka sudah terbiasa bangun jam 6 setelah perantauan mereka yang terbilang cukup singkat.
Entah kebetulan atau apa mereka berdua sama sama sedang mengerjakkan Skripsi mereka, sepertinya ambisi mereka berdua untuk segera lulus itu sangat besar. Sampai sampai mereka begadang dan bangun pagi hanya untuk menyelesaikan Skripsi itu.
Waktu menunjukkan pukul 07.00 Maid masing masing kediaman mereka berdua hendak berjalan ke kamar du pemuda bungsu itu, mau ngapain lagi kalau gak bangunin bungsu bungsu yang terkenal sangat pemalas itu. Perlahan mereka masuk tanpa mengetuk pintu, takut kena marah yang punya kamar.
Di Kediaman Namikaze..
Chiyo yang biasa membangunkan Naruto masuk perlahan ke kamar Naruto, ia tak mau ambil resiko kena damprat Naruto kalau ngetuk pintu. Soalnya jam segini mana udah bangun si bungsu itu. Itulah yang menjadi pertimbangan Chiyo tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tetapi semua pikiran dan perkiraannya buyar saat mendapati Naruto sedang sibuk membuka buka buku, entah apa judulnya. Naruto tengah duduk manis di kursi belajarnya, di depannya terdapat Laptop Apple yang terbuka dan bisa di pastikan sedang menyala sekarang ini.
"Go-gomenne Na-naruto sama." Chiyo terbata bata, kepalanya menunduk. Takut, ia takut kena marah Naruto lagi.
Naruto menatap kearah asal suara itu. Tetapi Naruto balas tersenyum pada Naruto dan, "Tak apa Chiyo-san. Tak usah memanggilku seformal itu. Hehe.. panggil saja Naruto." Masih memberikan senyum mautnya.
Sontak Chiyo kaget melihat sikap Naruto yang berubah drastis, ia bisa melihat wibawa Minato lekat di tubuh Naruto. Hampir bisa dibilang duplikat.. Chiyo tersenyum pada Naruto..
"Dan bolehkah aku memanggilmu Baa-chan?" Tanya Naruto penuh harap.
"Boleh saja Naruto-sa.. eh Naruto." Ujar Chiyo senang.
Chiyo dan Naruto turun ke ruang makan, ya untuk makan tentunya.
"Sudah bangun rupanya Otouto." Ujar Kyuubi dengan nada mengejek.
"Kau mengejekku Baka Aniki?" Desis Naruto menatap ajam Kyuubi.
"Huum. Biasanya kau bangun jam 11 siang kan. Tumben jam 7 udah bangun. Ckckck.." Ejek Kyuubi lagi.
"Ck. Jangan samakan aku dengan Naruto bodoh itu. Sekarang namaku Namikaze Naruto. You Understanding?" Bela Naruto sembari mengambil seongok Roti di depannya.
"Bukankah dari dulu namamu Namikaze Naruto ya." Timpal Kyuubi menyeringai.
Naruto terdiam, ternyata kebodohannya masih belum hilang sepenuhnya. Kecerobohannya pun juga masih tersisa. Kyuubi yang melihat respon wajah manis di bangku depannya hanya tertawa. Sedangkan Chiyo yang sejak tadi masih berdiri di samping Naruto hanya menahan tawanya.
**SKIP TIME**
Sasuke sedang duduk manis di atap kampusnya menatap notebook di pangkuannya, dengan wajah serius ia kembali mengerjakan Skripsinya. Sesekali ia mengacak acak rambut emonya karena kesal, berkali kali ia salah tulis mulu. Tak tau kenapa seorang Uchiha sampai sebegitunya. Masih dalam pikirannya, tanpa disadarinya seorang pemuda pirang membawa dua botol minuman berwarna kuning dan Merah.
"Kau kenapa Teme, ckck.. kau kacau sekali sepertinya." Tanya pemuda blonde di belakang Sasuke.
"Ck. Dobe.. Diamlah!" Perintah Sasuke pada pemuda yang di panggil dobe.
"Haha.. kau belum selesai Teme? Haha.." Ejek pemuda blonde itu lagi. Sembari memberikan botol berisi cairan merah yang di duga darah, eh bukan maksudnya tomat. Haaah.. lebih tepatnya Jus tomat. (Readers Sweatdropped)
Sasuke memberikan deathglare gratis pada pemuda yang entah sejak kapan udah ada di depannya. Bukannya diam pemuda 'dobe' itu malah tertawa semakin menjadi.
"Haaaah... Memangnya kau su—-" Tanya Sasuke yang belum selesai.
"Sudah, tinggal menunggu kelulusan saja. Dan jangan panggil aku dobe, tapi Naruto!" Potong Naruto. Membuang muka..
"Ck. Sombong, haha.. tapi lumayan lah, kau tak terlalu dobe seperti dulu." Ujar Sasuke kembali mengerjakan Skripsinya. "Dan kenapa kau bisa secepat itu mengerjakkan Skripsimu dobe. Orang normal saja butuh waktu berbulan bulan untuk mengerjakannya."lanjut Sasuke sembari meneguk jusnya.
"Dasar menyebalkan! Kalau itu hihi.. Aku sudah paham betul teme, dan aku tinggal menyalin semua yang aku tahu. Dan untuk pertanggung jawabannya tadi udah aku selesaikan sebelum berangkat kuliyah. Hehe.." Cerita Naruto panjang lebar dan hanya di balas anggukan kecil dari Sasuke.
Beberapa menit kemudian Sasuke berdiri dan pergi meninggalkan Naruto yang masih asik merebahkan diri di atas kursi sembari melihat pemandangan dari atap KU yang bertingkat 10. Naruto menengok kearah Sasuke pergi..
"Mau ke—" Naruto terdiam.
"Mengumpulkan Skripsi." Potong Sasuke berjalan semakin jauh.
Naruto hanya mengangkat bahu dan kembali tidur. Di tatapnya lagi pemandangan Siang yang entah kenapa terlihat lebih indah dari biasanya, semilir angin yang sepoi sepoi menabrak lembut tubuh, warna langit yang sama dengan matanya membuat hati tenang, kicauan burung yang merdu, burung burung berlalu lalang dengan santainya, awan awan putih berarak membuat langit kian indah sempurna.
Naruto memejamkan mata menghirup nikmat yang tak terlihat itu dalam dalam, betapa ia rindu menghirup udara ini. Bukan berarti ia tak barnafas selama ini, hanya saja.. Jarang sekali ia bernafas dengan membawa hati yang tenang tanpa perasaan yang mengganjal seperti biasanya. Selama ini ia terlihat seperti manusia tanpa hati menghina, membentak, melakukan semuanya seenaknya saja. Hey siapa juga yang mau jadi orang kayak gitu, kalaupun ada aku rasa itu hal yang aneh..
Terdengar suara langkah kaki yang amat ringan mendekat tempat Naruto terbaring santai, perlahan aroma Lavender menguar ke udara.
Sasuke melewati lorong lorong Kampus, ia hendak menuju ruang dosen yang mengajarnya. Seperti biasanya pasti ada yang mengikuti pemuda tampan ini, fansgirlnya. Resiko cowok keren nan tampan yang begitu. Sasuke hanya menghela nafas, fansgirlnya bertindak seperti stalker. Sasuke tau ia sedang di ikuti, tapi dia lebih memilih diam saja. Hingga suatu kejadian tak terduga membuatnya sedikit kesal..
Bruaakkk..
"Go-gomenne. Saya sedang buru buru." Ujar seorang gadis tinggi bersurai merah muda.
Sasuke terdiam menatap gadis itu dengan pandangan aneh, beberapa detik kemudian.
"Kenapa anda menatapku seperti itu? Shaannnaarooo..." Gertak gadis itu.
Bruaaak.. Sasuke terjatuh dengan pantat mencium tanah, wah.. sangat tidak Uchiha sekali. Di sudut bibirnya terdapat cairan merah pekat, tidak banyak sih! Tetapi cukup terasa untuk pukulan seorang gadis.
"Hey, apa maksudmu memukulku seperti itu? Gadis bodoh!" Ujar Sasuke datar menyembunyikan ekspresinya. Seperti kata orang orang, lain di mulut lain di hati. Hati Sasuke berkata lain? Tentu saja. 'Siapa gadis ini? Cantik sekali. Dia unik..'
"Huuhh... Baka Mesum!" ujar gadis itu melangkah pergi meninggalkman Sasuke yang masih terduduk.
"Saassuuuke-kun." Teriak Gadis gadis yang melihat pujaannya jatuh tersungkur, tentu dengantampang sok kahawatir.
Sasuke yang kini telah sadar dari lamunannya segera berdiri dan berlari ke ruang dosen, ini sungguh memalukan. Jatuh karena pukulan wanita? Ah.. sudahlah! Ia lari terbirit birit seperti di kejar hantu gadis gadis cantik(?). Tak beberapa lama kemudian ia sampai di Ruang dosennya dan memberikan skripsinyaa, dan di terima. Menyenangkan bukan haha..
Segera Sasuke berjalan pergi meninggalkan ruang dosen itu. Ia teringat kejadian beberapa saat yang lalu saat seorang gadis menabraknya. Wanita itu cantik, dengan mahkota indah tergerai menampakkan sisi feminimnya, mata iris emerald yang indah pula, tinggi dan bentuk badan yang bisa di bilang bagus nan ideal, dan kekuatan yang luar biasa. Penggambaran Sasuke terhadap gadis yang memukulnya tadi.
"Ah.. apa aku menyukainya?" Tanya Sasuke dalam hati. Segera ia menggeleng gelengkan kepalanya membuyarkan pikiran anehnya. "hn. Dobe.." lanjut Sasuke.
Suara langkah kaki itu semakin mendekat, Naruto hanya diam saja namun wajahnya mengajukkan pertanyaan 'Siapa kau?'. Karena Naruto kelewat penasaran ia membuka matanya lalu duduk menatap gadis itu, dan sukses membuat gadis itu kaget dan menundukkan kepala dengan wajah yang merah, ya merah karena malu. Gadis manis dengan mata lavender tanpa pupil, dengan rambut indigo panjang tergerai dan satu jepit pita kecil merah terselip di rambutnya, menggunakan baju tertutup berwarna senada dengan matanya di tambah celana jeans biru tua panjangnya. Efek tiupan angin membuat rambut gadis itu berkibar kibar bak bendera, menambah kesan Cantik dalam diri gadis itu.
"Go-gomenne Na-naruto-kun a-aku mengganggu-m-mu." Gadis itu terlihat sangat gugup.
"Tak apa Hinata-chan." Ujar Naruto tersenyum lebar, sangat lebar. Wajah Hinata makin merah karena tersengat(?) senyuman mematikan Naruto.
Hampir, hampir saja Hinata pingsan jika Sasuke tidak mengganggu mereka berdua.
"Khu.. khu.. Dobe, kau hampir membuatnya pingsan" Ujar Sasuke tersenyum iblis.
"U-uchiha-san." Hinata menatap ke arah Sasuke berdiri.
Sasuke bersandar di ambang pintu dengan gaya yang wow... Keren.. Di temani seringaian di bibirnya yang membuat seorang Hinata ketakutan melihatnya.
"Teme? Apa maksudmu aku tak mengerti?" Tanya Naruto dengan tatapan tak mengeri.
"Sudahlah.. aku akan kebawah aja, aku tak akan mengganggu kalian bermesraan. Dah.." Ujar Sasuke Datar dan pergi kebawah.
Naruto malah ngoceh karena sikap aneh Sasuke, sedangkan Hinata hanya terdiam memandang kepergian Sasuke.
"Ah iya Hinata-chan. Aku mau bicara.." Naruto gugup sampai sampai tak berani menatap mata Hinata.
"Bicara apa Naru-kun?" tanya Hinata yang tumben tumbennya gak gagap.
"A-aishiteru. Maukah kamu jadi pacarku?" Tanya Naruto gugup.
Hinata membeku di tempat karena tak percaya apa yang di katakan Naruto. Apakah ini mimpi atau fatamorgana karena ia terlalu ingin Naruto mengatakan itu? Banyak pertanyaan di benak Hinata.
"Be-benarkah Na-naruto-kun? Apa Na-naru-kun bersungguh sungguh?" Tanya Hinata yang masih tak percaya.
"En-entahlah Hi-hinata-chan, aku tak tau. Tapi saat aku bertanya pada sasuke tenatang apa yang aku rasakan.. Katanya cinta." Jelas Naruto terlalu jujur.
"A-aku mau Na-naru-kun." Jawab Hinata malu malu tapi mau.
Naruto tak membalas jawaban Hinata tetapi tiba tiba saja Naruto memeluk Hinata erat hingga lagi lagi wajah Hinata memanas, dengan tangan yang bisa di bilang dingin..
Sasuke ber'bete' ria karena Sahabatnya lagi asyik pacaran sedangkan dia, luntang lantung seperti bukan Uchiha saja. Uchiha yang selalu banyak pekerjaan. Ia mengumpat dalam hati merutuki kebodohannya tak menanyakan siapa nama gadis bersurai merah muda itu. Eh, loh? Ya, Pikiran Sasuke tiba tiba saja berubah, tak lagi memikirkan si Dobe melainkan Gadis yang menabraknya tadi. Rupanya pemuda Raven ini telah memiliki pujaan hati sekarang khu.. khu.. khu..
Ia merjalan menuju Belakang kampus, selain di atap, ia biasa bersantai di taman belakang kampus. Ia masuk ke lift menuju lantai bawah.
"Kau!" Gertak seorang gadis beriris emerald.
"Hn?" Sasuke menengok pada asal suara itu, mereka naik lift yang sama dan memang disana Cuma ada mereka berdua.
Gadis itu berkacak pinggang, tiba tiba saja ia mendorong Sasuke yang tak tau apa apa dengan cukup keras. Sasuke menengok ke arah gadis itu dan mengeluarkan aura gelap, begitu pula gadis di sampingnya. Aura gelap yeng lebih pekat, Sasuke hanya menatap gadis itu malas dan bosan. Padahal tadi nyariin sekarang ketemu malah berantem.. Sungguh terlalu..
"Argh.. kembalikan Gelangku!" Ujar Gadis itu marah marah.
"Hn." Singkat balasan Sasuke.
"Hey kembalikan! Dasar kau itu pemuda mesum!" maki gadis itu.
"Hn." Lagi.
"Kembalikan dasar pemuda mesum, pencuri, aneh, pengecut!" Maki gadis itu lagi lebih keras.
"Bisakah kau diam? Aku tak membawa gelangmu! Jangan menuduh seenak jidat lebarmu. Hanya gelang biasa aja ribut, beli lagi kan bisa. Cih.." Gertak Sasuke suskses membuat Gadis itu terdiam.
Ckleeeek... Tiit..
Pintu Lift terbuka, tepat sekali ada di lantai dasar. Dengan perasaan dongkol Sasuke berjalan menuju taman belakang kampus untuk sekedar mendinginkan otak yang udah mulai emosi karena Gadis merah muda di lift itu tadi. Sebenarnya ada perasaan bersalah yang menyelimuti hatinya karena gertakan menyakitkan yang ia lakukan tadi. Tapi yasudahlah, ia tak mau ambil pusing dengan masalah tak penting seperti itu.
Kehilangan gelang, beli lagi kan bisa. Kenapa sih gadis itu suka sekali mencari masalah? Pikir Sasuke.
Sedangkan di tempat gadis merah muda itu, ia sedang menangis di pelukan sahabatnya, gadis pirang berponi dengan kucir satu tinggi. Gadis Merah muda itu sepertinya sangat sedih kerena kehilangan gelangnya.
Sedangkan Sasuke masih saja marah marah dalam hati karena di bilang pencuri. Memangnya ia apa? Hanya gelang saja kok ribut. Toh memang dia tak mengambilnya, selalu itu yang ada di fikiran Sasuke. Sasuke masih melamun dengan hati yang panas.
Tiba tiba ada suara cempreng memanggil namanya, suara yang familiar di telinganya.
"Sasuuuuke suke suke temeeeee.." Teriak seseorang.
"Hn?" Tanya Sasuke menatap malas sahabatnya yang sudah ada di depannya.
"Aku di terima Suke teme." Curhat Pemuda suara cempreng.
"Hn dobe. Panggil aku Sasuke!" Ujar Sasuke Datar.
"Kau kenapa sih teme? Kusut banget? Cerita ajalah!" Tawar pemuda yang di panggil dobe itu. "Ah, nanti saja di rumah. Ini sudah jam pulang kan. Kau gak ada jadwal hari ini ayo kita pulang kerumahmu saja."
"Hn." Balas Sasuke singkat.
Sasuke dan Naruto(Dobe) berjalan berdampingan menuju parkiran, saat hendak mencapai tempat yang di tuju dua orang gadis menghampiri Naruto dan sasuke. Satu dengan rambut pirang di kucir satu dengan wajah marah, dan satunya lagi gadis merah muda dengan matanya yang sembab karena terlalu lama menangis.
"Hei berhenti kalian!" Teriak gadis yang pirang.
"Hn." Sasuke menoleh kebelakang, begitu pula Naruto.
"Ada apa Ino?" Tanya Naruto menatap Ino lalu menatap horor gadis di sebelahnya. "Kau kenapa Sakura?" Tambah Naruto.
"Eh? Jadi yang mencuri gelangmu Sasuke-kun Sakura?" Tanya Ino menatap Sakura. Ino juga termasuk Fansgirlnya Sasuke. Tetapi gadis yang di panggil Sakura itu tidak termasuk.
Naruto memang mengenal mereka berdua, Naruto memang pandai bergaul. Berbeda dengan Sasuke yang lebih suka menyendiri.
"Gelang?" Tanya Naruto masih tak mengerti.
"Hn.. kita pergi saja dobe." Ajak atau labih tepatnya perintah Sasuke sembari menggeret tangan Sahabatnya meninggalkan dua orang gadis yang masih berdiri di tempat.
Sasuke masuk ke mobil Naruto, Naruto hanya mengenyrit heran melihat tingkah sahabatnya yang aneh itu. Jarang jarang Naruto melihat Sasuke sampai seperti itu hanya karena seorang gadis yang tentu saja bukan fansgirlnya.
"Mobilmu?" Tanya Naruto singkat.
"Biar aku suruh ambil Izumo-san." Jawab Sasuke santai memandang keluar jendela.
"Hn.. oke. Sebenarnya ada apa sih Sasuke?" Tanya Naruto yang heran melihat tingkah Sasuke.
"Hn." Jawab Sasuke.
"Ceritalah padaku teme!" Tawar Naruto lembut.
Sasuke cerita sama Naruto apa yang sedang terjadi. Naruto hanya senyum senyum sendiri sembari menyetir. Sasuke menatap Naruto dengan heran.
"Ahaha.. kau menyukainya ya? Hihihi..."Naruto terkikik.
"Hn.. No." Kilah Sasuke singkat, dengan semburat merah di pipinya. "Kau saja tak bisa mengartikan perasaanmu. Dasar dobe!"
"Yah.. abis sikapmu seperti aku sih. Hehe... eh wajahmu merah, kau sakit teme? Apa benar gelang itu tak ada padamu?" Tanya Naruto khawatir.
"Hn." 'Untung Naruto tak peka. Selamat...' Batin Sasuke.
**SKIP TIME**
2 MINGGU KAMUDIAN 1 HARI SEBELUM WISUDAAN
DENGAN TEMA DONGENG
Hari ini Konoha University melangsungkan acara sebelum wisuda, tepat di bawah langit hitam dengan di temani sang rembulan. Acara kali ini memilih tema yang Aneh dan jarang ada. Tema peserta wisuda Harus memakai baju atau Kostum Pemain dalam Negeri Dongeng. Dan harus mempunyai pasangan untuk mengikuti acara ini.
Sasuke dan Naruto hari ini akan mengikuti acara wajib sebelum wisuda. Naruto menggunakan Jas hitam dengan baju dalamnya berwarna biru muda dengan dasi berwarna Biru laut, rambut yang biasanya acak acakan sekarang tersisir rapi. Sasuke memakai baju dalam pink dengan dasinya berwarna Merah Darah.
Di sebrang ada tiga orang gadis yang terlihat sangat cantik dan anggun. Hinata menggunakan pakaian seperti princess Belle, namun bajunya berwarna Ungu tua dengan bando Bunga berwarna Lavender, rambutnya tergerai indah, dengan menggunakan high hil bak sepetu kaca.. Sakura, tak jauh beda dengan Hinata. Ia memakai Baju Princess Sleeping beauty yang warna dasarnya memang pink, Rambut Sakura di gelung ke atas, dengan pernik mahkota kecil di atas kepalanya. Ino menggunakan baju Snow white dengan kombinasi warna ungu dan pirang, Rambutnya yang biasa ia kuncir di biargan tergerai dengan Style bergelombang, di tambah bunga yang di selipkan di atas telinganya.
Acara segera di mulai, semua calon wisudawan berkumpul di aula. Musik telah di mainkan, entah bagaimana jadwal acaranya tetapi banyak dari Calon wisudawan dan wisudawati yang berdansa di tengah aula. Di awali dengan Neji dengan Tenten, selanjutnya Sikamaru (Dengan Ekspresi malas) dengan Temari, Gara dengan Matsuri, lalu dosen pun ikut Asuma bersama Kurenai, Kakashi dengan Anko, dll..
Hinata, Ino, Sakura masih berdiri di dekat tempat minum. Naruto memang mempunyai sebuah rencana jadi mereka belum ikut berdansa. Sai mendekati tempat Ino, tiba tiba bak pangeran mengajak sang putri berdansa. Sai sedikit membungkuk tangan kiri di lipat kebelakang dan tangn kanan menunggu jabatan dari tangan sang putri..
"Maukan putri berdansa dengan saya?" Tanya Sai pada Ino.
Ino tersenyum malu karena musik tiba tiba berhenti dan semua mata tertujau ke arah Ino dan Sai.
"Terima... terima.. terima.." Sorak sorak teman dan para dosen.
Akhirnya Ino menerima permintaan Sai dan mereka berdansa bersama masuk ke arena, musik kembali menyala.. Hinata dan Naruto sudah pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura sendirian. Ya, sendirian. Tiba tiba lampu padam.. namun aneh tak ada suara sama sekali..
Beberapa menit kamudian lampu kembali menyala, tak ada orang di sana. Sasuke merasa aneh dengan semua yang terjadi, ia pikir memang ia dan Sakura di kerjain. Jadi ia diem aja. Tiba tiba lampu kembali padam. Sasuke makin sebel aja sama apa yang terjadi, dari tadi lampu mati nyala mati nyala. Kan bikin orang gedeg.
Sasuke berdiri dan...
Braaakkk... Suara teriakan ketakutan dimana mana.
"Sepertinya Rencana Naruto untuk mengerjaiku gagal. Khu.. khu.." Ujar Sasuke.
Duaaar.. Suara tembakan berbunyi. Sasuke terlonjak keget, kenapa ada suara tembakan segala.. apa yang sebenarnya terjadi.
"Cepat lari semuaaaaa..." Teriak salah seorang guru.
"Aaaaaaaa... toloooong..." Teriak beberapa orang.
Sasuke makin bingung denga situasi sekarang, karna selain rembulan tak terlihat di sini juga sama sekali tak ada sedikitpun pencahayaan. Ia segera mencari hanphonenya untuk mencari penerangannya. Tapi tak menemukannya di sakunya.. Ia menepuk jidatnya sendiri, handphonenya tadi tertinggal di rumah...
Duuaaaarrrrr... Braaaakk... Aaaaaaa... Saaaaakkkkiiiiiittttttt... Toollllloooonggggg...
TBC
Akhirnya selesai juga, ehehehe..
Maaf kalau Romancenya tak kerasa, saya baru belajar nulis hehe..
Jangan lupa REVIEW yaa
Thanks buat yang udh Review kemaren kemaren.. Hihi kalian membuatku bersemangat. Walau aku tau ceritaku ancur begini hehe..
Haruchii-azu
Akatsuki Noah
Kuntua
Namikaze Kevin
Noah
Guest
Devildark
Ryuugi26
Baby hongstar
Barbara123
AYO SEMUANYA BANTU REVIEW YA
BOLEH KRITIK dan SARAN
