Perjalanan : Adventure 2

|Disclaimer : Masashi-sama|

Typo(s), OOC, Gaje, alur kecepetan, AU

Maaf kalau membosankan, aih... ini fic juga updatenya telat banget..

Gomenne.. Otak saya eror, udah gitu moodnya tidak mendukung..

Bisa dibilang males hehe...

Pair : SasuNaru, NaruHina, SasuSaku

Genre : Friendship, Adventure, Romance(?), Action

*Action dan Romance lebih mendominasi*

Rate : T

Haah gini deh, silahkan baca yak..

Kalau reader berkenan membantu saya, author 'ingusan'. Tolong review yah, apalah gitu kesalahan yang ada di nih fic..

Apa lagi kalau mau kasih saran buat cerita selanjutnya hehe *Berharap

Maaf kalo tidak sesuai dengan harapan..

Enjoy yah yang bacanya..


Perjalanan : Adventure 2

Cerita Sebelumnya...

Braaakkk... Suara teriakan ketakutan dimana mana.

"Sepertinya Rencana Naruto untuk mengerjaiku gagal. Khu.. khu.." Ujar Sasuke.

Duaaar.. Suara tembakan berbunyi. Sasuke terlonjak keget, kenapa ada suara tembakan segala.. apa yang sebenarnya terjadi.

"Cepat lari semuaaaaa..." Teriak salah seorang guru.

"Aaaaaaaa... toloooong..." Teriak beberapa orang.

Sasuke makin bingung denga situasi sekarang, karna selain tak terlihat di sini juga sama sekali tak ada sedikitpun pencahayaan. Ia segera mencari hanphonenya untuk mencari penerangannya. Tapi tak menemukannya di sakunya.. Ia menepuk jidatnya sendiri, handphonenya tadi tertinggal di rumah...

Duuaaaarrrrr... Braaaakk... Aaaaaaa... Saaaaakkkkiiiiiittttttt... Toollllloooonggggg...


Sepertinya Sasuke mulai khawatir, bagaimana tidak? Ia dan Naruto memang mempunyai banyak musuh, namun dengan musuh yang berbeda dari kebanyakan anak muda zaman sekarang. Tidak lain dan tidak bukan adalah musuh dari keluarga mereka atau dengan kata lain persaingan pebisnis. Itu lebih berbahaya dari pada bentrok, tauran dan yang lain – lain.. Karena terkadang akan berakhir dengan kematian yang berdampak pada keluarga jug.

"Narutoooo... Dimana kau?" Teriak Sasuke, suaranya pun terhalang oleh suara keras orang – orang berteriak ketakutan. "Kusooo!" Umpat Sasuke.

Tiba – tiba saja ia teringat pada Sakura... Suara teriakan kepanikan masih menggema di telinga Sasuke. Sasuke berlari kesana kemari mencari Sahabatnya dan tentu saja Sakura juga. Satu persatu suara teriakan itu berhenti. Tak beberapa lama kemudian lampu menyala kembali, dan betapa terkejutnya saat mendapati banyak orang yang tak sadarkan diri Di atas tanah.

"Khu... khu... bagaimana permainanku? Burukkah, atau sebaliknya?" Tanya seorang pria menggunakan topeng menutupi wajahnya, dengan warna rambut hitam kelam, tinggi yang lumayan lah, badannya atletis.

"Siapa kau?" Tanya Sasuke dengan wajah memerah karena amarah.

"Kau tak perlu tau siapa aku! Itu tak penting buatmu kan? Khu.. khu..." Timpal pria itu menatap tajam ke arah Sasuke.

"Hn. Dimana Sahabatku?" Gertak Sasuke.

"Bukan urusanku sih sebenarnya. Tapi lihatlah beberapa orang di panggung sana, aku pikir kau mengenalnya bukan. Khukhukhu..." Ujar Pria itu. "Aku akan membunuh mereka satu per satu.

Greeeb...

Tiba-tiba saja tubuh Sasuke tak bisa di gerakkan, ia berusaha menggerakkan tubuhnya tapi terasa sulit, kaku. Sasuke panic namun berhasil menutupinya dengan tampang datarnya.

Pria itu menyeringai lalu berjalan ke atas panggung, Sasuke percaya ini bukan sebagian rencana Naruto, mana mungkin seorang Naruto bisa sesadis ini. Kan itu hal yang aneh..

Jleeb..

Sasuke dan beberapa pasang mata yang masih terbangun pada membelalakkan matanya, bagaimana tidak? Melihat temannya terbunuh di depan matanya. Wajah Naruto terlihat sangat marah. Sepertinya ia ingin menolong Hinata. Tapi apa daya, tangan dan kakinya terikat tali. Mustahil baginya melepaskan tali itu, karena talinya yang segede ular. Entahlah dapat dari mana tali sebesar itu. Jika kau berharap Naruto mengeluarkan Jutsu, itu sangat mustahil di dunia fic ini, walaupun juga bisa di atur(?).

Darah bercucuran dari perut Hinata, darah itu merah. Darahnya mengalir mengotori tubuh kecil Hinata.

"Na-naruto kun, A-aishiteru." Ujar Hinata sembari tersenyum dan perlahan matanya tertutup rapat.

"Hinataaaaa... Ugh sialan kau. Tch... aku akan membalas semua perbuatanku. Sasukee cepatlah kau lari dari sini!" Teriak Naruto dengan sangat keras.

Bugh...

Naruto terkena Hantaman telak dari pria yang sekarang berdiri di depannya. Darah segar muncul di sudut bibirnya.

"Sekarang giliran kau kuning!" Pria itu mengangkat sebilah pedang yang berlumuran darah.

Sakura yang berada di samping kursi yang Naruto tempati ia terdiam membatu, melihat satu per satu temannya terbunuh. Kini air matanya sudah tak bisa dibendung lagi. Ia menangis sesenggukan, ia tak mau mati muda seperti ini. Sasuke menangkap rasa ketakutan yang besar pada Sakura.

"Aku tak akan membiarkan kalian membunuh teman temanku!" Teriak Sasuke dengan penuh amarah.

Pria itu menyeringai melihat tingkah Sasuke, tapi ia sangat yakin kalau Sasuke tak mungkin bisa lepas dari totokan semacam itu? Segera ia kembali fokus pada Naruto, kembali di angkatnya sebilah pedang penuh darah. Memberikan efek dramatis. Perlahan dan..

"Apa-apaan ini? Sebenarnya ini rencanamu atau bukan Naruto?" Teriak Sasuke pada sahabat dekatnya itu.

"Sa-sasuke.. ma-maaf semua ini.." Belum sempat Naruto menyelesaikan ungkapannya, sebilah pedang telah menusuk Naruto, dengan pandangan mata yang kian detik memburam.. "Ma-maaf." Ujar Naruto sebelum menutup matanya.

"Hentikan semuanya! Apa maksudmu dengan semua ini? Hentikan...!" Teriak Sasuke Frustasi melihat kematian sahabat-sahabat di depan matanya.

"Khu..khu..khu... sekarang kau gadis pink. Hahahaaha.." Ujar pria itu mendekati tempat Sakura berada. Sakura yang merasa dirinya akan mati pun langsung menangis, ia menangisi nasibnya yang harus mati muda seperti ini.

Sakura hanya terdiam melihat tempat Sasuke berada, air matanya semakin deras jatuh ke bawah. Perlahan Sakura tersenyum. Sasuke yang menyadari sedang di tatap Sakura balik menatap mata emerald wanita cantik itu. Sasuke semakin heran melihat Sakura, Sakura tersenyum ke arahnya. Seper sekian detik Sasuke terpukau melihat senyuman tulus yang tersungging di bibir merah Sakura. 'Cantik' kesan perama Sasuke. Haha.. bodoh! Di saat seperti ini masih bisa saja terpukau seperti itu. Kemana kau pergi selama ini Sasuke?

"Hentikan! Apa maumu? Jangan sakiti gadis itu!" Ujar Sasuke berteriak..

"Tak ada negosiasi bocah.. yah memang hanya anak ini saja yang bisa kau selamatkan. Tapi tak akan aku biarkan ia lepas. Haha.. aku ingin melihat pertunjukan, khu.. khu.." Balas pria itu berjalan ke arah Sasuke. Dengan cekatan pria itu mengikat tangan dan kaki Sasuke.

Totokan yang di berikan pria itu telah terlepas, Sasuke di paksa ikut dengan pria itu menuju tempat Sakura berada. Dengan berjalan loncat-loncat layaknya pocong. Perlahan namun pasti Sasuke akan sampai di tempat Sakura berada.

Sasuke yang mulai jengah dengan sikap pria aneh itupun kembali berontak, namu naas sekali. Tenaga Sasuke telah terkuras habis, entah karena apa. 2 meter lagi dua pemuda itu sampai di tempat Sakura..

2 meter

1,5 meter

1 meter

0,5 meter

Dan berhenti, pria itu menyeringai licik menatap Sasuke dan Sakuru.

"Cium dia!" Ujar pria itu, ya.. pria itu menyuruh Sasuke mencium Sakura.

Sakura kaget dengan ucapan pria itu, tanpa terkecuali dengan Sasuke. Sepertinya ada yang tak beres dengan semua ini. Batin Sasuke.

"Sudahlah jangan berfikir begitu! Aku kan udah bilang ingin hiburan.." Ujar pria itu seolah-olah bisa membaca pikiran lawan bicaranya itu. "Cium sekarang atau gadis itu akan aku bunuh sekarang juga!" Perintah pria itu lagi.

"Dasar Psikopat gila!" Desis Sasuke.

Sasuke menatap Sakura yang sepertinya air matanya makin deras aja, nafsu pengen keluar dari tempatnya gitu deh pokoknya. Sakura memejamkan matanya.

"Sakura.." Pangil pria bersurai raven itu.

"Sa-sasuk-kun, aku tau. Kau memang membenciku, bahkan aku juga tau kalaupun Sasuke-kun menciumku. Pria itu tak akan melepaskan kita, aku sering melihatnya di film-film.." Ujar Sakura yang sempat-sempatnya mengatakan 'film-film' yang sukses membuat dua pemuda di depannya Sweetdroped berjamaah.

Tersadar dari sweetdropednya Sasuke kembali menatap mata mata emerald Sakura yang kini makin gelap.

"I-iya Sakura aku tau itu, tapi. Umb.. a-aku mencintaimu." Ujar Sasuke jujur di saat ambang kematiannya, wee.. itu sangat telat bodoh! "I-izinkan aku menciummu untuk yang terakhir kalinya." Ujar Sasuke terbata-bata.

'haaah... apa memang aku tak bisa melawan pria ini. Kenapa aneh sekali, ini benar-benar aneh sekali. Kenapa aku terkesan melanklonis begini sih? Haaaah...' batin Sasuke depresi.

Sakura terkejut akan pengakuan mendadak Sasuke yang terkesan sangat tidak romantis, bagaimana tidak um. Sasuke mengatakan cintanya pada saat orang-orang pada mati disana. Kesan romantisnya saja berubah jadi Horor-horor tragedi gimana gitu..

"I-iya Sa-sasuke-kun." Balas Sakura yang bersiap di cium Sasuke,

15 cm, Sakura menutup mata

10cm, Sakura masih diam mempersiapkan mental

5cm, Sasuke menutup matanya dan sedikit memiringkan wajahnya dan..

0cm, ciuman lembut tercipta antara Sasuke dan Sakura..

"Aku juga mencintaimu Sasuke-kun." Ujar Sakura membalas cinta Sasuke. Sasuke tersenyum.. ciuman yang sempat terlepas kini di lanjutkan lagi..

5 menit kemudian...

"Huahahaha..." Tawa seseorang meledak dan sangat memekakkan telinga, suara yang sangat familiar di telinga Uchiha bungsu. 'Naruto'.

Segera Sasuke melepaskan ciumannya dan mencari dimana tempat atau asal suara tawa barusan. Sasuke menatap tempat Naruto, dan benar saja Naruto hidup kembali.

"Kau hidup lagi dobe?" Tanya Sasuke bodoh! Haaah... entah kanapa pemuda jenius ini tiba-tiba jadi bodoh brgini.

Perlahan tawa orang-orang sekitarpun ikut terdengar. Semua yang mati kini hidup kembali. Sakura shock dengan kebangkitan teman-temannya. Suara tawa Naruto pun makin cetar membahana melihat wajah heran dari Sasuke dan Sakura yang udah mirip Tobi ehemautisehem.

Pria di dekat Sasuke langsung melepaskan ikatan Sasuke. Otak jenius Sasuke kembali beroperasi kembali. Luka di tubuh Naruto benar-benar nyata, bahkan di bibir Naruto juga ada darah. Begitu pula dengan Hinata, apa ini tipuan? Tapi bagaimana bisa serapih ini? Pikir Sasuke.

"Huahaha.. kenapa kau jadi bodoh begini Sasuke, huahaha.." Ejek Naruto yang masih tertawa terbahak-bahak.

Sungguh kejam Naruto itu, gak lihat apa dua sahabatnya masih cengoh ehemautisehem. Eh, dia masih ketawa lepas gitu.

"Tapi semuanya terlihat nyata dobe, dan sejak kapan kau jadi pandai berekting begini?" Ujar Sasuke dengan wajah merah malu campur marah. "Jelaskan Usuratonkachi!" Perintah Sasuke dengan tatapan membunuh. Sasuke berjalan menuju Naruto.. dan Tatapan itu semakin mengerikan.

Glekk..

Naruto menelan ludahnya sendiri melihat tatapan Sahabatnya itu, beberapa detik kemudian Naruto nyengir dan bersiap menjelaskan kepada Sahabatnya itu.

Naruto dan Hinata sudah mempersiapkan semuanya, mereka berdua meminta tolong pada teman teman dan juga gurunya untuk mengerjai Prince's Cool di KU itu. Dan mereka tak keberatan sama sekali dengan semua ini. Jelas Naruto.

"Penjelasanmu pendek sekali dobe?" Ujar Sasuke sweetdroped, udah siap siap dengerin cerita yang panjang, ternyata malah pendek banget gitu.

"Hehe.. dan kau sih lucu, mana mungkin aku bisa kalah sama satu orang kayak dia sih? Hahaha.. KU ini tempat yang sangat ketat Teme. Haha..." Ujar Naruto sembari menunjuk Pria di depaan Sakura.

"Siapa kau?" Tanya Sasuke. Menunjuk pria berambut hitam.

Perlahan pria itu melepaskan topengnya, lalu ia tersenyum licik kearah Sasuke. Naruto malah terdiam melihat Pria itu.

"Sasuke, eh tolong cepat lepaskan tali yang mengikatku cepat.!" Pinta Naruto.

"Tidak dobe, haha.. siapa pria itu dobe?" Tanya Sasuke pada Naruto yang entah kenapa wajahnya jadi memucat.

"Sasuke, cepatlah lepaskan tali pengikatku ini." Pinta Naruto lagi.

Sasuke tak menggubris apa yang di katakan Naruto, ia masih kesal pada perlakuan Naruto. Harga diri Uchiha terlalu tinggi untuk untuk mengatak cinta di saat seperti ini..

Jgleekkk... tiba-tiba lampu mati lagi

"Permainan apa lagi dobe? Haaah..." Desah Sasuke yang mulai malas mengikuti permainan Naruto.

"Sasuke aku mohon percayalah padaku. Cepat lepaskan tali yang menaliku sekarang. Semua ini di luar rencanaku Teme." Ujar Naruto.

"Aku tak akan tertipu dua kali dobe! Haha..." Tawa Sasuke sembari berjalan menjauhi Naruto dkk.

Naruto berusaha melepaaskan tali yang mengikatnya, dengan tenaga yang cukup kuat akhirnya tali itupun terlepas.

Pria itu berjalan menuju Sasuke, dengan mengendap endap..

Sakura dan Hinata merasakan ada keganjilan disini, mereka menatap sekelilingnya tapi gelap tak ada yang bisa di lihat sekarang ini.

"Hahaha.. Mati kau Sasuke..." Ujar pria berambut hitam tadi.

Jlebb...

Sasuke hanya tertawa mendengar suara itu, dan

dor.. dor.. dor..

Tawa Sasuke semakin lebar mendengat suara tembakan.

"Aku tak akan tertipu lagi dobe! Hahaha" Tawa Sasuke membahana badai*Eh..

"Sa-sa-su-ke.. La-la-ri dar-i si-ni! Ba-wa Hi-hina-ta ju-juga Sak-kur-ra! Uhuk.. Uhuk.." Ujar Naruto putus putus.

Sasuke masih belum tersadar juga hingga tiba-tiba lilin menyala tepet di tempat Naruto terkena pedang dan tembakan. Semua yang ada di sana lari pontang-panting karena ketakutan. Untunglah sempat ada seorang gadis lain berbaik hati melepaskan ikatan Hinata dan Sakura.

Hinata yang melihat Naruo dengan darah 'sungguhan' langsung berlari ke arahnya. Hinata menangis hiseris melihat kondisi kekasihnya yang penuh dengan darah. Sakura pun ikut histeris melihatnya..

"NARUTO-KUNNNN..." Teriak Hinata histeris.

"Hahaha... Sekarang giliranmu Sasuke!"

Dor.. dor..

Jlebb.. Jleeb..

Sasuke tersadar dari pikiran buruknya tentang rencana Naruto setelah mendengar suara histeris dari Hinata dan Sakura, tetapi di tambah dengan suara tembakan lagi. Tetapi ia tak merasakan apapun. Karena merasa ini semua hanya Rencana Naruto. Sasuke sama sekali tak menghiraukan suara tembakan yang baru saja di lancarkan kepadanya.

Sasuke Pov.

"Hahaha.. Mati kau Sasuke.." Suara seseorang pria berambut hitam.

Aku tetap berjalan menjauhi mereka semua, haaah.. rasanya harga diriku di injak-injak kali ini. Aku tak akan tertipu lagi dobe!

Jlebb...

Dor.. dor.. dor..

Suara itu pasti di tujukan padaku. Akting yang bagus dobe, tapi nyatanya aku tak merasakan apapun berarti memang kebohongan kalian lagi.

"Aku tak akan tertipu lagi dobe! Hahaha" Tawaku membahana badai*Eh..

"Sa-sa-su-ke.. La-la-ri dar-i si-ni! Ba-wa Hi-hina-ta ju-juga Sak-kur-ra! Uhuk.. Uhuk.." Ujar Naruto, akting yang bagus Dobe. Hahaha

Tak beberapa lama kemudian lilin menyala dan tiba-tiba Hinata histeris menangisi sesuatu, lagi lagi akting kalian hebat..

"NARUTO-KUNNNN..." Teriakan yang aku duga pasti Hinata.

Sakura ikut histeris seperti Hinata, haaah.. ternyata wanita itu juga ikut andil dalam drama ini...

Aku malas meladeni mereka, kalau di bilang marah sih.. aku memang marah pada mereka. Aku merasa sedang di permainkan sekarang. Terserah mereka mau akting terus, aku tak akan menengok. Malas!

"Hahaha... Sekarang giliranmu Sasuke!"

Dor.. dor..

Jlebb.. Jleeb..

Lagi lagi aku mendengar suara itu, perlahan aku tersadar dengan keganjilan ini. Namun karena tak terasa apapun di tubuhku, aku lebih memilih untuk tetap berjalan saja...

Haaaaaaah... Sasuke memang keras kepala!

TBC


Gomenne.. Saya telat Update fic ga penting ini..

Hehe.. Maaf ceritanya makin aneh aja, otak eror.. malesnya kumat hehe..

Sasuke : Author tak bertanggung jawab!

Nha : Hey kau Sasuke, tau apa kau hiks.. hiks.. a-aku.. hiks...

Naruto : Sudahlah Nha-chan, Sasuke memang begitu. Tenang yah... *Di peluk Naruto

Nha : Te-terimakasih Naruto-chan. *Blushing

Naruto : Apa kau bilang? –chan? *Mata berubah merah

Nha : *Nelen Ludah

Naruto : Ku bunuh kau! *Ranengan

Nha hilang entah kemana...

Sasuke : Haaaaah... Ayo All bantu Author Melanklonis ini, kasihan dia.. Di review yak!


PLEASE REVIEW MY FICT

Review, Saran, Kritik, sangat saya butuhkan. Jika reader berkenan membantu, tolong di review ya. Hehe.. itung – itung sedekah *He'eeeh?