PERJALANAN : ADVENTURE (?)

.

Disclaimer

Masashi Kishimoto

Pair

SasuNaru, ItaKyuu

Genre (Berubah-ubah)

Romance, Friendship, Adventure, Crime

Rated masih sama 'T'

Warning

OOC, ANEH, ABAL, WAGU, AU, TYPO'S', MGEBUT ALURNYA DLL..

.


Haaa—ah yah saya tau ficnya aneh, pemula dan gak layak sama sekali..

Hehe... Setidaknya saya hanya ikut berpartisipasi sajalah..

Yang baca lumayan aja udah bikin saya seneng, ihihi..

Thanks, yang udah ngeluangin waktunya buat ngreview, baca, nge-favo, dan nge-foll..

Terutama buat yang udah bantu kasih semangat sama saya... *mewek..

Maaf ini tambah ngacoo suer deh.. *Mewek lagi...

Kayaknya fictnya makin ancur aja.. haa—aah.. maaf yah reader, sejujurnya otak saya ngeblank nih ngelanjut fic..

Eh, malah bikin Fict yang 'I NOT STUPID TOO V Naruto' haha...

Ah, buat Itachi sama Kyuubi aku ganti aja deh posisinya. Haha Dari KyuuIta jadi ItaKyuu haha.. Tapi inget lagi ya, nanti nggak ada sho-ai. Cuma sifatnya aja mendekati.. tapi tokoh tetep Stright..


.

Cerita Sebelumnya...

"NARUTO-KUNNNN..." Teriakan yang aku duga pasti Hinata.

Sakura ikut histeris seperti Hinata, haaah.. ternyata wanita itu juga ikut andil dalam drama ini...

Aku malas meladeni mereka, kalau di bilang marah sih.. aku memang marah pada mereka. Aku merasa sedang di permainkan sekarang. Terserah mereka mau akting terus, aku tak akan menengok. Malas!

"Hahaha... Sekarang giliranmu Sasuke!"

Dor.. dor..

Jlebb.. Jleeb..

Lagi lagi aku mendengar suara itu, perlahan aku tersadar dengan keganjilan ini. Namun karena tak terasa apapun di tubuhku, aku lebih memilih untuk tetap berjalan saja...

Haaaaaaah... Sasuke memang keras kepala!

Normal POV

Naruto menatap nanar Sahabatnya yang berjalan menjauhinya, kakinya mulai tak kuat lagi menopang berat tubuhnya, ada rasa penyesalan yang merasuk kedalam hati Naruto. Ia merasa memang ini salahnya, kejutan yang di persiapkan menjadi berantakan seperti ini. Ia mengutuk kebodohannya karna semua ini..

Perlahan tubuh tegap seorang pemuda bernama Namikaze Naruto itupun libung dan membentur tanah, Sakura yang paling dekat dengan tempat Naruto berada segera menolongnya. Apa-apaan fic ini, bahkan rencana yang di jalankan malah menjadi berantakan seperti ini..

Hinata menangis semakin menjadi melihat kekasihnya terkapar tak berdaya di atas tanah yang amat dingin, ia mengalihkan matanya ke arah sahabat kekasihnya itu 'Uchiha Sasuke'. Hinata menatap tajam tubuh tegap Sasuke, ia merasa tidak terima. Ia yakin Sasuke masih tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya..

"Sasuke-kun. Lihatlah kebelakang!" Teriak hinata dengan suara bergetar sembari mengusap air matanya yang sejak tadi mengalir tak henti-hentinya.

Silahkan salahkan author yang membuat cerita jadi melenceng dari awal oke!

Sasuke berhenti sejenak mendengar teriakan tak biasa dari Hinata, hey.. sepengetahuan Sasuke Hinata tak pernah berteriak seperti itu. Tapi semuanya ditepis kasar dengan keegoisan seorang Uchiha Sasuke. Setelah berhenti sejenak, ia kembali berjalan lagi meninggalkan Naruto yang sudah tak sadarkan diri.

Hinata menatap pelaku penembakan kekasihnya dengan aura membunuh, the dark Hinata tiba-tiba saja keluar. Sakura merasakannya, bahkan Sasuke juga merasakanya namun tentu saja ia tak peduli yah.. dengan alasan karena merasa telah di permainkan tentunya..

"Siapa kau sebenarnya?" Hinata berjalan ke arah pria yang menembak Naruto, entah kekuatan dari mana ia menjadi kuat seperti itu. Ah.. mungkin karena cinta.

"Khu.. khu.. gadis manis. Aku adalah aku, dan misiku hanya membunuh pemuda Namikaze dan pemuda Uchiha itu saja. Tapi sepertinya pemuda Uchiha itu tak punya rasa peduli ya pada sahabatnya itu. Hahahaha..." Balas Pria itu dengan tawa iblis menatap tajam pada pemuda Pirang yang terkapar dengan darah yang memenuhi tubuhnya.

Sasuke mendengar apa yang di katakan pria itu, perlahan ia menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya saat ia menemukan sahabatnya bermandikan darah di pangkuan Sakura sekarang ini. Namun semua sudah terlambat bukan, sangat terlambat! Untuk menolong Sahabatnya. Sasuke sempat berfikir kalau rencananya dan Naruto untuk membereskan tikus-tikus di Perusahaan tak akan berjalan dengan baik.

"Naruuttoooo..." Teriak Sasuke berlari mendekati Sahabatnya,

Saat sampai di tempat Naruto, Sakura langsung menatp tajam Sasuke. Seolah meminta balas nyawa yang terenggut karenanya.

"Dia belum mati Sakura, cepat bawa ke rumah Sakit!" Ujar Sasuke seteelah memeriksa Nadi sahabatnya.

"Sampai ia kenapa-napa akan ku bunuh kau Uchiha!" Ancam gadis bermata lavender, Hinata Hyuuga. Sontak Sasuke tercekat dengan ancaman Hyuuga kekasih sahabatnya itu.

Haha.. Sasuke terkena pukulan telak dari dua gadis yang ada di TKP sekarang ini. Sasuke berjalan menuju tempat Pria yang telah melukai Sahabatnya, karena ia tau Naruto yang telah melindunginya pasti amarah Sasuke menjadi beberapa kali lipat dari biasanya. Haah dasar Bodoh!

"Ku bunuh kau!" Teriak Sasuke menatap tajam pria itu. Aura gelap yang amat pekat menguar dari tubuh Uchiha bungsu, pandangannya menusuk setajam burung elang..

Pria yang sedari tadi berdiri di dekat Naruto hanya menyeringai licik menatap Sasuke yang kini tersulut Emosi. Sesuatu yang langka terjadi pada seorang keturunan murni Uchiha..

"Khu..khu..khu..." Tawa pria misterius itu, seringainya makin lebar. Andai ini di komik mungkin bakal selebar dagu...

Sauke berjalan mendekati pria itu, ia mengambil sebuah belati yang entah dari mana ia mendapatkannya. Di todongkannya belati tajam itu kearah pria yang sedari tadi masih berdiri, benar-benar pria yang hebat karena bisa menahan aura gelap dari seorang tuan muda Uchiha, alias pantat eyam eh?, maksudnya Sasuke Uchiha.

Pria itu berinisial K2, karena susah kalau di panggil pria-pria mulu. Hehe lanjut...

.

Wusshhh... Sraaaaat...

.

Belati itu terbang atau bisa di sebut juga terlempar ke arah K2 namun dengan mudah di hindari oleh K2 walaupun pipinya menjadi korban.

"Siapa kau sebenarnya hah?" Gertak Sasuke yang masih menatapTajam.

"Khu..khu.. karena aku kasihan sama author, aku kasih tau namaku deh. Holla, my name is Kakuzu pria paling ganteng, kaya sejagat raya, baik hati dan dermawan *Bohong!" Ujar pria itu yang diketahu bernama Kakuzu. Rentenir itu lhoo..

Semua yang TKP Sweetdropped yang lihat Kakuzu kepedean yang ngaku-ngaku Dermawan, padahalkan ya... tau ndiri gimana sifat Kakuzu kan reader. Haha... *Dijahit Kakuzu

"Haaah.. Kubunuh kau!" Sasuke langsung lari menuju Kakuzu,,

Tendang.. Tangkis.. Kunci.. Lepas.. Tonjok.. Tangkis... dst..

Sasuke babak belur sekarang ini, begitu pula dengan Kakuzu. Sedangkan Hinata dan Sakura membopong Naruto ke RS terdekat.

Sasuke terengah-engah, nafasnya memburu. Ia tersungkur di atas tanah tempatnya berpijak. Pandangannya perlahan semakin memburam.. Namun ia tetap berusa bangkit, hey gak lucu banget kan tokoh utama tumbang di tengah jalan. Nanti gimana dong kelanjutannya Fict yang di bintanginya. Nah.. itulah yang aad di pikiran Sasuke saat ini.

Dengan kekuatan penuh Sasuke berdiri tegak menghadap musuhnya yang kini berlumuran darah sepertinya. Sasuke menatap tajam ke arah Kakuzu.. Tangan Sasuke terangkat menunjuk ke arah musuhnya, bibirnya terangkat memunculkan seringai tapi...

.

Hachimbz... Hua.. a.. achimbz...

.

Kakuzu yang melihat Sasuke bersin bersin mendadak jadi sweetdropped. Sungguh tidak Uchiha sekali. Pikir Kakuzu..

Sasuke hanya bisa menahan malu karena kekonyolannya barusan, lagi serius seriusnya eh.. malah bersin. Mumpung Kakuzu lagi lengah Sasuke berjalan sempoyongan ke arah Kakuzu dan.

.

JDUAAAKk...

.

Kakuzu terpental beberapa meter ke belakang, hebat...

"Kau hebat juga bocah. Hahaha.." Cibir Kakuzu sembari tertawa ngeri.

Saat Kakuzu hendak berdiri membalas pukulan Sasuke,,

.

Wiuww..

.

Wiuww..

.

Suara sirine polisi sama ambulan mendekat ke lokasi. Kakuzu yang awalnya hendak lari pun udah ketangkap sama jajaran polisi.

Pandangan Sasuke kembali memburam.. semakin buram.. tetapi telinganya menemukan sebuah suara gadis yang di duga bernama Sakura.. 'SA...SU...KE.' Kurang lebih itulah suara yang tertangkap telinga Sasuke. Sepersekian detik kemudian pandangannya gelap.

Bruukk..

Sasuke pingsan, Sakura semakin panik melihat Sasuke tumbang di tempat. Di percepat langkah kakinya, hingga terlihat ia sedang berlari. Beberapa pihak kesehatan juga ikut berlari kearah Sasuke untuk memberi pertolongan. Dan ternyata ada beberapa orang lain lagi yang ada disana.. dua orang pemuda tampaan berjalan santai menuju Sasuke yang tergeletak tak berdaya, satu seorang tinggi, bermata onix, berambut hitam panjang di kuncir satu. Sedangkan yang satunya lagi, ia tinggi, berambut jingga kemerahan layaknya warna iblis, matanya senada.

Dan ada dua orang lagi yang sedari tadi hanya berdiam saja di balik semak semak.. Seorang wanita berambut merah (Ah, aku tak tau warna rambut tayuya, hehe..) panjang, dan seorang Pria tambun, otomatis badannya gede haha..

Itachi pemuda yang bermatakan onix berjalan kearah Sasuke berada, diam diam melirik ke sebuah semak-semak lewat ekor matanya. Dan kebetulan sekali semak-semak itu tempat persembunyian dua orang manusia berambut panjang dan satunya lagi berbadan tambun.

"Hn." Ujar Itachi dengan nada datarnya.

"Mereka ada disini?" Tanya eh.. bisik Kyuubi pada pamuda yang berjalan di sampingnya.

Itachi hanya mengangguk sebagai balasan atas pertanyaan Kyuubi, Kyuubi hanya bisa menghela nafas mendapati jawaban sahabatnya itu.

"Cepat bawa Sasuke ke rumah sakit tempat Naruto dirawat!" Perintah Kyuubi pada anggota kesehatan.

"hai.." Balas mereka serempak.

Sasuke segera di angkat dan dibawa ke mobil ambulan, di temani Sakura di sampingnya.

Sakura dan Hinata sedang duduk di ruang tunggu menunggu hasil pemeriksaan dua pemuda yang mereka cintai. Eh? Ya.. Sakura memang mencintai Sasuke, begitu juga sebaliknya. Bahkan mereka sudah menjadi sepasang kekasih sekarang ini. Yah.. memang momentnya sangat-sangat tidak romantis. Tetapi sempat membuat beberapa orang yang mendengarnya senyum-senyum gaje.

Inilah kisahnya..

Sakura menemani Sasuke yang sedang tak sadarkan diri di dalam mobil ambulan yang sedang berjalan, yeee... yaiyalah, kan mereka hendak menuju rumah sakit. Entah kenapa tiba-tiba Sasuke tersadar dari pingsannya, namun dengan keadaan yang sangat lemah..

Perlahan kelopak matanya terbuka menampakkan mata onixnya, Sakura yang saat itu sedang menangis tentunya dengan matanya yang sedikit tertutup mencoba memasukkan kembali air matanya yang hendak melarikan diri dari peraduaanya.. Kedua tangannya menggenggam erat tangan Sasuke.

Tanpa sepengetahuan Sakura, Sasuke tersadar 'sebentar' dari pingsannya. Mata onix sasuke membulat melihat tangannya di genggam erat Sakura yang secara tidak langsung menandakan Sakura tak ingin kehilangan Sasuke sekarang ini.. Bibir Sasuke terterik keatas menampakkan sebuah senyuman yang jarang di perlihatkannya selain pada Naruto.

"Sa..k..u..ra..." Panggil Sasuke pelan namun bisa di dengar oleh Sakura dan seorang suster yang ikut serta membantu.

"Sa..sa..suke." Jawab Sakura terbata-bata menahan isakannya.

"A-ano.. Sakura-chan, ak..ku." Ujar Sasuke menahan sakit di tubuhnya.

"Ada apa Sasuke-kun?" Tanya Sakura, isakannya pun berhenti.

"Aishiteru.." Ujar Sasuke pelan.

Sakura cengoh sesaat. Suster yang mendengarnya hanya bisa menahan tawa, bagaimana tidak.. Bayangin deh ekspresi sasuke itu konyol banget, sama sekali gak ada kesan Uchihanya, yang ada kayak anak Tk yang nyatain perasaannya pada seorang gadis. Apa lagi backgroundnya aneh, tempatnya dilam ambulan, sound effectnya suara sirine ambulan.

Namun lambat laun ekspresi Sakura berubah dari cengoh menuju datar menuju tersenyum. Ya.. Sekarang Sakura sedang tersenyum kearah Sasuke.

"Aishiteru Sasuke-kun." Balas Sakura dengan pipi yang bersemu merah.

Sasuke yang mendengarnya pun perlahan pipinya juga ikut memerah tomat. Yah.. walaupun tak ada kata 'maukah kau jadi kekasihku?' tapi kejadian barusan bisa menunjukkan kalau mereka sekarang sepasang kekasih bukan.

...

Perlahan pintu ruang ICU yang di tempati Naruto terbuka, keluar seorang dokter wanita bernama Tsunade Senju. Beliau berjalan menuju Sakura dan Hinata..

"Bagaimana keadaan Naruto-kun Tsunade-sama?" Tanya Hinata sopan.

Tsunade tersenyum manis ke arah Hinata, tak lama kemudian senyumnya menghilang. Tsunade menggelengkan kepalanya. Hinata jatuh terduduk, Sakura yang melihatnya hanya menenangkan Hinata yang tengah menangis. Kyuubi yang melihat kejadian itu hanya terdiam dan menunduk, hatinya sakit.. Sama seperti Hinata. Itachi yang melihatnya hanya mengelus pundak sahabatnya, mencoba menenangkan.

Namun tiba-tiba Kyuubi bangkit, tak peduli Tsunade seorang wanita. Tangannya menarik kerah baju operasi Tsunade..

"Apa maksudmu hah? Adikku tak mungkin pergi secepat itu eh? Tak usah berbohong padaku tch... Berengsek!" Gertak Kyuubi, wajahnya memerah karena amarah. Air matanya perlahan menetes keluar dari tempatnya..

"Tenanglah Kyuubi-sama! Kau harus menerima semuanya, ini sudah takdir!" Ujar Tsunade yang mulai tersulut emosi.

Itachi yang melihatnya segera beranjak kearah Kyuubi, coba melepaskan tangan Kyuubi dari kerah Tsunade. Namun naas, Itachi terlempar menabrak kursi besi ruang tunggu.. tentu rasanya sakit.

Hinata makin histeris, Sakura berusaha menenangkan Hinata namun tak semudah itu..

"Dimana adikku? Kembalikan adikku! Hiks.." Bentak Kyuubi dengan wajah kalut sedih sedih gimana gitu.

"Lukanya terlalu parah, kami sudah berusaha Kyuubi-sama!" Ujar Tsunade dengan nada yang meninggi.

"Ka-kau bohong Berengsek!" Teriak Kyuubi lagi.

Itachi berusaha berdiri, walaupun punggungnya terasa remuk sekarang ini. Darah juga keluar dari sudut bibirnya.

"Tenanglah Kyuubi!" Gertak Itachi, berdiri berjalan kearah Kyuubi.

"Kau bisa tenang karena adikmu selamat! Tapi kau tak akan merasakan apa yang aku rasakan sekaarang ini berengsek! Adikku akan pergi! Hendak menyusul Tou-san dan Kaa-san. Bagaimana aku bisa tenag hah?" Teriak Kyuubi pada Itachi.

Di tempat lain, Sasuke masih belum sadar tetapi lukanya sudah agak mendingan.. Kini ia berada di ruang pasien yah memang dekat dengan ruang ICU sih.. ya, sekarang ia sendirian di dalam ruangan itu.

Entah kenapa air matanya mengalir keluar, padahal kini matanya tengah tertutup. Hey.. ia masih koma sekarang ini. Namun ajaib, matanya langsung terbuka. Di edarkan pandangannya pada sekelilingnya mencari seseorang yang di sayanginya... 'NARUTO'..

"Naruto? Ugh..." Sasuke berusaha berdiri, hebat bukan. Haaa—aaah.. ingat ini hanya fict, yang tak mungkin pun bisa jadi mungkin..

Sasuke berjalan keluar ruangan dengan susah payah, ia menenteng infusnya. Mendapati beberapa orang yang ia kenal yang dalam posisi yang ehem gitu perasaanya jadi tidak enak. Hinata yang terduduk sembari menangis histeris dengan Sakura yang menenangkan Hinata, namun air matanya pun juga ikut mengalir. Kyuubi yang tengah menarik kerah seseorang berbaju hijau yang diduga dokter. Mata Kyuubi merah karena menangis, wajahnya basah. Dilihat kakaknyapun juga sama namun dia 'sedikit' lebih tenang dari yang lain.

Sasuke berjalan Kearah mereka, dirasakannya atmosfer yang naik beberapa derajat dari biasanya.

"Ada apa? Apa yang terjadi pada Naruto?" Teriak Sasuke yang sebenarnya di otaknya sudah menemukan sebuah jawaban yang amat pasti. Air matanya mengalir deras..

Semua yang ada disana terdiam..

"Hey.. Katakan padaku berengsek!" Gertak Sasuke..

Perasaan Sasuke semakin campur aduk, Bersalah, bersedih, menyesal, dan pokoknya gado-gadolah..

.

TBC

.

.


Benarkah Naruto pergi untuk selamanya, lalu bagaimana kelanjutannya cerita ini tanpa tokoh utama? Nah.. temukan jawabannya di Kunci jawaban 'PERJALANAN DUA SAHABAT'

Hahahaha..

.

Naru: "Eh, yang bener nih.. guue mati thor? Kejem amat lu ma gua?" (Mewek)

Sasu: "Tidaaaaaaakkkk... Naru gak boleh mati!" (OOC full)

Naru: "Sasu.." (Terharu)

Kyuu: "Author gila, masak tokoh utama mati? Gua kagak terima sama semua ini!" (Siapin Bijuudama)

Itach: "Yang sabar ya Kyuu.." (Ngelus pundak Kyuu)

All : "Authoooor Siaalaaaan!" (Treak)

Nha : "Khu..khu..khu.." (Tersenyum misterius)

.

.

Kalau pada tau kuncinya, pasti tau apa yang akan terjadi haha..

.

.

Thanks Udah mau baca Fict ini

.

.

Kalau boleh saya minta Reviewnya yah

.

REVIEW

DITUNGGU OKE!