PERJALANAN : Dead or Life?

Disclaimer

Masashi Kishimoto

Pair

SasuNaru, ItaKyuu

Genre (Berubah-ubah)

Romance, Friendship, Adventure, Crime

Rated masih sama 'T'

Warning

OOC, ANEH, ABAL, WAGU, AU, TYPO'S', MGEBUT ALURNYA DLL..


Haaaah.. sepertinya mulai sekarang saya gak bisa update cepet kayak dulu..

Soalnya saya lagi bingung cari sekolah nih... Haaah.. minta doanya yak huhuhu... T.T

Eh, tapi udah dapet deng.. Hehe..

Haaah.. terimakasih buat yang udah mau baca fict gak layak ini..

Tapi saya akan berusaha lebih baik lagi, yah walaupun gak ada bakat sih hehe..

Gomenne minna-san, buat yang minta di kasih humor. Um.. sejujurnya saya gak bisa ngelucu, bener deh.. Tapi akan saya usahakan lucu. Hehe...


Buat yang review nih... Padahal udah di bales di PM haha...

Kaze no Nachi_Ide bagus tuh.. khekhekhe... Tapi enggak kok, hehe... Mana saya tega bikin Char favo saya mati. *Huuuu... Do sorakin pemain lain sama Readers* Seperti yang saya katakan sebelumnya, hehe.. Tokoh utama mati di tengah itu jadinya Aneh tar. Bayangin aja kalau Komik Naruto, Narutonya mati terus jadi apa itu komik. Haha... *Kaze: Nih author aneh, kagak ada yang tanya juga. Huuu...* *Author pundung di pucuk pohon(?)* Review lagi yah hehe...

Namikaze Kevin_Saya gak janji yah hehe.. Sejujurnya saya gak bisa ngelucu. Tapi diusahakan deh hehe... Tetap review yah...

JumawanBluez_Hehe.. Shankyuu... Tapi ga janji buat humornya, seperti balasan saya di Namikaze-san. Tapi akan Saya usahakan.. Tetap review yah...


Don't Like Don't Read

Haaah.. saya gak mau maksa buat baca deh..


"Story sebelumnya"

Sasuke berjalan keluar ruangan dengan susah payah, ia menenteng infusnya. Mendapati beberapa orang yang ia kenal dalam posisi yang 'ehem' gitu, perasaanya jadi tidak enak. Hinata yang terduduk sembari menangis histeris dengan Sakura yang menenangkan Hinata, namun air matanya pun juga ikut mengalir. Kyuubi yang tengah menarik kerah seseorang berbaju hijau yang diduga seorang dokter. Mata Kyuubi merah karena menangis, wajahnya basah. Dilihat kakaknyapun juga sama namun dia 'sedikit' lebih tenang dari yang lain.

Sasuke berjalan Kearah mereka, dirasakannya atmosfer yang naik beberapa derajat dari biasanya.

"Ada apa? Apa yang terjadi pada Naruto?" Teriak Sasuke yang sebenarnya di otaknya sudah menemukan sebuah jawaban yang amat pasti. Air matanya mengalir deras..

Semua yang ada disana terdiam..

"Hey.. Katakan padaku berengsek!" Gertak Sasuke..

Perasaan Sasuke semakin campur aduk, Bersalah, bersedih, menyesal, dan pokoknya gado-gadolah..


PERJALANAN : Dead or Live?

Sasuke berjalan tertatih-tatih sendirian, masih berjalan menuju kearah Kyuubi Cs. Air matanya mengalir semakin banyak membasahi pipi pucatnya, tubuhnya bergetar hebat menahan tangis walau kalian tau akan tetap bocor... Perlahan mendekat.. semakin dekat. Teriakannya barusan saja tak ada yang menghiraukan.

Sakura menatap iba kearah Sasuke, seorang Prince Cool bisa jadi seperti itu.. Matanya memerah, kesedihan mendalam, dan semua yang bahkan sangat langka di tunjukkan oleh seorang Uchiha, lebih tepatnya Uchiha Sasuke.

Sakura berdiri berjalan kearah Sasuke, tangan Sakura memegang lengan Sasuke berusaha membantunya berjalan ke depan pintu Operasi. Air mata Sakura mengalir semakin banyak, tak menyangka betapa besar rasa Sayang dua Sahabat ini. Pengorban yang di berikan Naruto untuk melindungi sahabatnya. Mempertaruhkan nyawa untuk seorang pemuda berambut emo, mendapati banyak rasa sakit karena tembakan serta hunusan Pedang menyayat tubuh.

"Sakura.." Panggil Sasuke menunduk. Suaranya bergetar masih berusaha menahan tangis dengan keras kepalanya.

Semua yang ada di tempat hanya bisa terdiam.. Termasuk tiga orang Suster yang tadi sempat menahan Sasuke namun tentu bisa di pastikan gagal total.

"I..iya Sasuke?" Tanya Sakura yang juga bergetar.

"Naruto tak mungkin mati kan?" Tanya Sasuke pelan.

"Sasuke.. Kau harus kuat me—" Ujar Sakura terpotong.

"Jangan pernah berkata seolah Naruto benar-benar mati Sakura!" Bentak Sasuke tiba-tiba. Sasuke menatap garang kearah Sakura, bisa terlihat guratan warna merah di sekitar mata onix malamnya.

"Sasuke.. hiks.." Ujar Sakura pelan.

"Temani aku ke tempat Naruto sekarang Sakura.." Pinta Sasuke.

Sakura hanya mengangguk, Sasuke hendak masuk ke dalam ruangan. Namun di tahan Kyuubi yang kelihatannya marah dan tidak suka Sasuke menjenguk Naruto. Tatapan Kyuubi benar benar menusuk. Atmosfir di sekitarpun semakin turun ke angka yang rendah. Membuat siapa saja yang ada disana terdiam dan ketakutan. Namun itu tak mempan untuk Sasuke yang memang benar-banar ingin melihat Sahabatnya di dalam sana. Walaupun hanya sebuah jasad tanpa Roh. Itachi menahan Kyuubi dan membiarkan Sasuke masuk..

Sasuke Pov

Aku langkahkan kaki masuk ketempat Naruto terbaring. Hatiku menyangkal akan semua yang terjadi sekarang ini, yaitu kematian sahabatku sedari kecil. Namun akal Sehatku membenarkan kematian sahabat Kecilku itu. Apa aku salah jika menyangkal semua itu, toh wajar saja bukan jika aku menyangkal.. Kalau kalian masih menyalahkanku, itu terserah kalian. Kalian belum pernah merasakan apa yang aku rasakan bukan?

Kematian yang di sebabkan sebuah keegoisan dan Gengsi seorang sahabat, membuahkan hasil yang sepadan bahkan mungkin lebih. Yaitu kematian sahabatnya itu sendiri..

Saat itu, dimana aku mempertahankan egoku. Aku tetap berjalan melangkah pergi, padahal pada saat itu Naruto sudah memperingatkanku. Sekali lagi karena keegoisanku aku tetap berjalan menjauh. Itu hal terbodoh yang pernah ku lakukan.

Walaupun begitu 'dia' tetap saja melindungiku, dia memang Dobe. Dobe no Baka Naruto..

Apa kalian tau perasaanku hah? Saat aku memalingkan muka kearah Naruto berada.. Menatap seorang manusia yang lebih tepatnya sahabat dekatku terkapar di atas tanah yang dingin bermandikan darah di sekujur tubuhnya. Luka menganga karena tebasan sebuah pedang, lubang kecil tapi banyak karena tembusan timah panas. Semua itu pasti terasa sangat sakit, aku tak percaya jika semua itu tak terasa sama sekali..


Normal Pov

emua orang masuk keruangan melihat Naruto yang sudah tak bernyawa di atas ranjang. Tangis Hinata kembali pecah, Kini Itachi yang membantu Hinata untuk tetap berdiri tegak. Mereka melingkari tempat Naruto memejamkan mata. Di kanan Ranjang ada Sakura, di sampingnya Sasuke yang memegang eat tangan dingin Naruto. Di seberang kiri tepat di depan Sakura ada Kyuubi dengan tatapan membunuh ke arah Sasuke, di samping kirinya ada Hinata yang masih menagis, samping kirinya lagi ada Itachi yang merangkul tangan Hinata.

"Naruto.. Hiks.. maafkan aku. Hiks.." Ujar Sasuke pelan.

Tangan Sasuke menggenggam erat tangan sahabat kentalnya itu, Air matanya terus saja mengalir walaupun sudah berkali-kali ia tahan.

"Kyuubi-nii, gomenne. Ini salahku.." Ujar Sasuke lagi.

"Yah, kau telah membunuh Adikku! Tch.." Desis Kyuubi menatap tajam Sasuke.

"Sudahlah Kyuu-kun!" Ujar Itachi.

Di suatu tempat yang amat terasa dingin, yah.. di sebuah tempat yang tanahnya terasa sangat dingin, begitu pula udaranya. Udara yang begitu menusuk kulit. Seorang pemuda tengah tertidur di ruangan aneh. Pemuda dengan Surai pirang keemasan bak matahari yang kini tengah meredup, terpatri jelas tiga pasang guratan tipis di masing-masing pipi Chubynya. Kulitan tan yang meredup yang setia membungkus otot-ototnya. Di tempat itu selain dingin, tetapi juga Gelap dan Sunyi. Seolah tak ada siapa-siapa disana, dan hanya ia sendiri. Sendirian..

Pemuda yang tadinya terlelap tepat di tengah ruangan perlahan membuka matanya. Pemuda itu bangun dalam keadaan bingung, karena memang tak mengenal tempat itu. Ia berusaha berdiri dan menyisir keseluruh ruangan itu. Hanya ada kegelapan yang pekat, tanpa ada setitik cahayapun yang terlihat.

"Aku dimana?" Tanyanya pada diri sendiri. Suaranya menggema di dalam ruangan itu.

"Tempat ini begitu dingin, Sunyi, Sepi, dan Gelap. Apa aku benar-benar sudah mati?" Pikir pemuda itu.

Ia memutuskan untuk berjalan maju kedepan, siapa tau ia menemukan jalan keluar. Itulah yang ia fikirkan.

"Hallo... Ada orang?" Teriak pemuda itu yang perlahan mulai menampakkan ketakutannya.

Ia masih berjalan maju, tak beberapa lama kemudian ia menemukan secercah cahaya di depan matanya. Pemuda itu amat bahagia dan bersyukur dengan penemuannya itu, ia berlari kearah cahaya itu dan menemukan dua orang manusia yang membelakanginya.

Seorang wanita berambut panjang, rambutnya merah darah yang kelihatannya lembut, perawakannya ramping dengan bentuk tubuh yang ideal. Ia menggunakan gaun berwarna putih bak bidadari, jangan lupakan hiasan bunga putih di atas kepalanya.

Dan seorang lagi, seorang pria yang tingginya melebihi sang wanita. Ia tengah berdiri tepat di sebelah sang wanita cantik itu. Dilihat dari belakang, sepertinya pria itu tampan. Rambutnya pirang dan sedikit lebih penjang, menggunakan celana putih dengan sepatu yang juga putih. Ia menggunakan jubah yang sekarang ini sedang berkibar-kibar. Jangan lupakan sebuag ikat kepala yang bertengger manis di kepala pria itu.

Tempat yang tadinya dingin kini menghangat dengan sendirinya.

"Permisi, ini dimana ya?" Tanya pemuda itu pada dua orang di depannya.

Dua orang itu tak menoleh apa lagi menjawab. Pemuda itu hanya menaikkan sebelah alisnya menandakan kebingungan yang ada di dalam fikirannya.

"Hallo?" Teriak pemuda itu.

Masih hening dan tak ada jawaban sama sekali, Pemuda itu jengkel sendiri dari tadi gak di gubris pertanyaannya. Pemuda itu berjalan kearah dua orang di depannya dengan sungut marah.

Ia berjalan ke depan dua orang tadi, Pemuda itu terlihat terkejut melihat siapa dua orang di depannya sekarang ini. Dua orang itupun tersenyum kearah pemuda itu.. Senyuman yang begitu hangat, dan manis.

"Tousan, Kaasan.. Hiks.. aku rindu." Ujar pemuda itu parau, air mata perlahan merembes keluar dari tempatnya. Ia langsung memeluk kedua orang tuanya itu. Orang tua yang telah meninggalkannya beberapa tahun silam, orang yang begitu ia cintai dan mencintainya.

"Naruto sayang.." Ujar seorang pria yang berwajah mirip dengan pemuda yang di panggil Naruto barusan.

"Iya tousan?" Tanya Naruto bingung.

"Kau harus kembali nak.." Ujar si Pria kepada anaknya.

Naruto bingung dengan ucapan Tousannya. Pandangan Naruto beralih kearah Kaasannya.

"Teman dan kakakmu menunggumu nak,," Ujar si wanita.

"Tapi aku kan sudah mati." Ujar Naruto yang bingung. Kepalanya menunduk mencoba meneriama takdir jika sekarang ini ia sudah mati.

Dua orang yang lebih tua dari Naruto hanya menggelengkan kepala dan menyisakan kebingungan di otak Naruto.

"Pergilah nak.. Bangun lah!" Ujar si Pria menatap sedih kearah Naruto.

"Tapi.." Ujar Naruto.

"Selamat tinggal... Kami menyayangimu dan Oniisanmu nak.." Ujar si pria dan wanita bersama-sama. Mereka berdua tersenyum kepada Naruto.

Sasuke masih saja menangis melihat Sahabatnya yang sudah tak bernyawa di atas tempat tidur.. Tiba-tiba ada sebuah pergerakan yang membuat Sasuke kaget, segera Sasuke melihat ke monitor dan benar saja. Monitor itu menunjukkan tanda-tanda kehidupan..

Perlahan mata pemuda yang tengah tidur di atas kasur pasien itu terbuka. Semua yang ada di sana kaget. Siapa sih yang gak kaget lihat orang mati hidup lagi..

"Teme.." Ujar Naruto lemas.

"Naruto, kau masih hidup? Dokter.. dokter.." Teriak Sasuke sembari memanggil dokter.

"Tentu teme, kau ingin aku mati eh? Sudahlah.. tak usah berlebihan begitu!" Tanya Naruto.

Kyuubi yang melihat adiknya terbangun langsung meluk sang adik tercinta.

"Awh.. nii-san ada apa sih, badanku serasa remuk. Eh? Kenapa kalian semua nangis. Haha.." Tawa Naruto sukses membuat semua yang ada di ruangan Sweetdropped.

"Eh, ada apa?" Tanya Naruto Innoucent.. "Haaa... Aku tau, kalian kangen yah sama aku.. Hahahaha Eh awhhh.." Lanjut Naruto.

"Jangan banyak bergerak dulu Dobe!" Desis Sasuke menetap tajam kearah Dobenya yang manis. 'eh?'

Naruto hanya cemberut sembari mengembungkan kedua pipinya. Naruto diam menatap bola mata Lavender milik kekasihnya, warnanya yang abu-abu semakin pucat saja. Di tambah guratan kemerahan di sekitarnya. Naruto memberikan senyuman hangat pada kekasih tercintanya.. memberikan sebuah isyarat.. 'Semua akan baik-baik saja'. Hinata selaku kekasih Naruto hanya tersenyum membalas Naruto..

Tangan Naruto menggenggam tangan Hinata erat, mereka saling tatap, dan melempar senyuman dalam diam...

"Ekhem.." Instrupsi sebuah suara yang amat Hinata kenal.

"Eh? Sa..sakura-chan, ada apa?" Tanya Hinata yang 'acaranya' dengan Naruto terganggu.

"Apa kalian tak berfikir disini ada orang lain selain kalian?" Tanya Kyuubi malas, matanya lagi goyang dombret saking malasnya.

"Dasar dobe!" Ujar Sasuke ketus, padahal baru aja kan dia nangis.

"Kau mengajakku berantem sekarang teme? Tapi sayang kondisiku sangat tidak mendukung." Balas Naruto tajam.

"Haaa...aaaah... Kenapa setelah kejadian ini kalian jadi gak kompak gini ya?" Ujar Itachi datar setengah OOC.

Haaah... Dari pada Kita yang baca jadi bingung ndiri di skip aja deh...

Beberapa hari setelah adegan mati hidup lagi, Naruto sudah di perbolehkan untuk pulang kerumahnya.. Ya, sekarng sifat Sasuke dan Naruto berubah. Walaupun mereka sering berantem adu mulut yang didominasi Naruto, tapi ada saatnya mereka akrab kelewat akrab.

Di saat mereka berantem itu bagai langit dan bumi, tak bisa di satukan. Tetapi di saat mereka bersatu, sungguh.. Tak ada yang bisa memisahkan mereka kecuali Mereka, Maut, dan juga Kami-sama.

"Haah... Lelah sekali." Ujar Naruto sembari melemparkan diri ke sofa. Yups.. Sekarang Naruto ada di rumahnya habis pulang dari rumah sakit.

"Dobe." Ujar Teme-eh maksudnya Sasuke.

"Ada apa sih Teme? Kau mengganggu saja." Gerutu Naruto ceberut.

"Tugas kita belum selesai Dobe, kau ingat tidak hah?" Ujar Sasuke datar dari arah dapau. Gak tau tiba-tiba dia bisa di dapur.

"Tugas ya? Ah aku tau.." Teriak Naruto semangat.

"Oke, kita bahas tugas kita dobe." Ujar Sasuke masih saja datar.

"Eh? Tapi aku lupa tugas apa. Hehe..." Tawa Naruto, serasa tak berdosa sama sekali.

Sasuke yang sekarang ini berjalan kearah Naruto, dengan kedua tangannya sendang membawa dua buah kaleng jus dingin. Tiba-tiba berhenti dan menunduk.

"Te..teme kau ke..kenapa?" Tanya Naruto Khawatir melihat Sahabatnya terdiam dan menunduk.

"Sepertinya aku ingin membunuhmu dobe." Desis Sasuke masih menunduk.

"Eh te..teme ka..kau berjanda ya hehe..." Ujar Naruto yang hendak berdiri melihat Sasuke berjalan mendekat dengan muka sangar.

Sasuke mempercepat jalannya kearah Naruto.

Di luar rumah gedong itu Kyuubi, dan Itachi masih terdiam. Ya, mereka terdiam.. Masih saja mematung diam di tempat, semua karena Sasuke.. Ayo semua.. Salahkan Sasuke *Dichidori* Ah ya.. Hinata dan Sakura sudah pulang.

Ya, kejadian beberapa menit yang lalu setelah mereka sampai di kediaman Namikaze.

Ini ceritanya..

Semua sampai di tempat atau lebih tepatnya di Kediaman namikaze. Naruto langsung saja ngacir masuk ke Rumah dengan alasan kepinging buang air. Sasuke dan yang lainnya masih di halaman.. Sasuke yang berjalan di paling depan menatap Naruto yang hilang di balik pintu.

Sasuke menatap satu kakaknya, dan satu kakak palsunya. Tatapannya sangat mengintimidasi.

"Apa maksud tatapanmu itu Uchiha?" Tanya Kyuubi tajam.

"Aku ingin memperingatkan kalian untuk tidak ikut campur urusanku dan dobe juga jangan perna melukainya." Ujar Sasuke ngaco. Apa hubungannya coba sama fict ini?

"Hey, bukannya kau yang membuat adikku celaka?" Geram Kyuubi tak terima.

"Bukan itu, argh.. yang jelas jangan pernah ikut campur dengan rencana kami atau—" Ancam Sasuke memotong perkataannya, dengan niat biar keren gitu.

Tiba-tiba Sasuke ada di samping Kyuubi.

"Kau akan merasakan sebuah rasa malu, ya.. tepat di depan Itachi." Bisik Sasuke menyeringai.

"Eh? Ma..maksudmu? Ja..jangan coba-coba kid!" Ujar Kyuubi terbata-bata. Peluhnya menetes pelan melewati dagunya. Kyuubi jinak. Khekhekhe...

"Ada apa Kyu-chan?" Tanya Itachi datar, namun ada nada penasaran di dalamnya.

"Ti..tidak Tachi-kun." Ujar Kyuubi terbata-bata. "Sebenarnya apa yang kau rencanakan kid? Apa jangan-jangan kau Gay?" Lanjut Kyuubi.

"Tidak, aku tidak Gay kok." Ujar Sasuke dingin. "Tapi kau harus ingat apa yang aku katakan." Lanjut Sasuke.

Kyuubi terdiam, Itachi masih bingung dengan apa yang terjadi dengan Kyuubi. Itachi berjalan kearah Sasuke meminta penjelasan akibat darikelakuannya.

"Baka otouto, apa yang kau lakukan pada Kyuu-chan?" Tanya Itachi.

"Tak apa, baka aniki. Hn.. aku ingin memberitahumu sedikit." Ujar Sasuke datar.

"Ada apa? Dan apa maksudmu mengganggu rencanamu? Bukannya akan lebih mudah jika kami ikut membantumu? Yah.. dulu kami pernah melepas kalian sih tapi ya, eng.. aku pikir itu terlalu beresiko." Ujar Itachi lebarnya...

"Ikuti saja perintahku aniki!" Desis Sasuke menatap tajam anikinya. "Atau.. akan aku beberkan semua rahasia memalukanmu itu pada Kyuubi. Khukhukhu..." Tawa Sasuke misterius.

"Eh?" Ujar Itachi jinak juga.

Lah nih cerita melenceng lagi. Gimana sih.. haaaah... Sudahlah biarkan saja. Ini cuma buat bingung bingungan aja. Konfliknya masih entaran. Khekhekhe..

Kembali ke dunia nyata..

Kyuubi dan Itachi masih terdiam mendengar teriakan Namikaze bungsu.. Sedangkan..

"TEMEEEE HENTIKAN! HEY, KAU JANGAN LAKUKAN ITU.. A...AKU MOHON TEMEE.. AAAHHH... AKU BELUM SIAP." Teriak Naruto.

"Khukhukhu..." Tawa Sasuke.

"SUNGGUH AKU BELUM SIAP TEME.. JANGAN, AAAHH... AKU TAK MAU KEHILANGAN 'ITU'." Teriak Naruto.

"Kau Harus siap Dobe. Khekhekhe..." Tawa Sasuke lagi.

Di tempat Kyuubi dan Itachi.

"Apa yang mereka lakukan ya Tachi-kun? Apa kegiatan 'itu' yang di maksud Sasu baka?" Tanya Kyuubi.

"Aku tak tau Kyuu-chan. Setauku mereka bukan Gay. Semoga tidak terjadi apa apa dengan Naruto." Ujar Itachi datar.

"Apa mereka sedang melakukan 'itu'?" Tanya Kyuubi setengah bersungut-sungut.

"Hn." Ujar Itachi singkat.

"TEMEEE.. AKU MASIH INGIN MENATAP MASA DEPANKU! JADI JANGAN MACAM MACAM! HUAAAA..." Tangis Naruto.

.

TBC


.

.

Khekhekhe.. Tbc di tempat yang tepat. *Seringai mesum*

.

.

Naruto : "Nee, author.. apa yang dilakukan teme padaku?"

Author : "Emb.. Dia sedang melakukan..." *Seringai devil*

Naruto : "Melakukan apa?"

Author : "Eng.."

Sasuke : "Oy dobe, ayo kemarilah.." *Seringai devil*

Naruto : "Kalian mau ngapain aku? Apa yang kalian rencanakan?" *Merinding disco*

Author n Sasuke : "Khekhekhe... XD"

Naruto : "Kyaaaaa... Kyuu-nii, Itachi-nii tolong aku..."

Itachi : "Maaf Naru.."

Kyuubi : "Gaki, maaf.."

All : "Eh? Kyuubi minta maaf?" *All kecuali Kyuubi cengoh seketika.*

Kyuubi : "Apa?"

.

.

.

Saya tau all fictnya makin melenceng, maaf.. saya bingung sekali soalnya..

Makin ancur kan... Gak ada ide ini di otak saya..

Tapi Thanks buat yang mau baca, review, favo, foll..

.

Please.. Di rivew yah, bantai aja Authornya gak papa *Eh?

.

.

.

Please Review