PERJALANAN : REFRESHING

Naruto©Masashi Kishimoto

Pair_SasuNaru, ItaKyuu

Genre (Berubah-ubah)_Romance, Friendship, Adventure, Crime

Rated masih sama 'T'

Warning

OOC, ANEH, ABAL, WAGU, AU, TYPO'S', MGEBUT ALURNYA, Judul Gak Nyabung DLL

...

Ahehehe.. Gomen ne kalau terkesan Sho-ai dan Yaoi..

Otak saya kebawa soalnya hehe.. Biasa, terkontaminasi Fanfict SasuNaru.. XD

Tapi entahlah, sepertinya fict ini tetep dibuat Stright. Namun dikasih Hint Sho-ai..

Hahaha... Atau dikasih, ah... (R: Author tak konsisten!) Ya ikuti ajalah ya...

Ah, aku bingung sendiri.. Pokok intinya itu tetap Stright tapi ada hint kaya orang Sho-ai..

Info : Maaf kalau nantinya banyak tulisan yang hilang, itu tempat buat update rada eror.

Dan buat updatenya saya usahakan seminggu sekali di hari sabtu kalau ga minggu.. dan jika ada koneksinya ehehehe..

...

PREVIEW..

Namikaze Kevin_Eng.. Stright ga ya? Haha.. di Stright dulu, tapi mungkin di melencengkan dikit XD (Otak Fujo Kumat.. ahaha..)

Guest_Salam kenal juga (^_^).. Oh.. kalau tulisan Innoucent itu bukan Typo, tapi memang sayanya yang salah hehe.. Nah buat Sweetdrop, saya bingung itu yang bener tulisannya yang mana.. Haha.. Sasuke memang perlu itu di buat OOC *Di Chidori*. Haha.. buat Yaoi ataupun Sho-ai, itu masih belum.. Cuma sikap aja yang di jurusin ke situ. Saya belum siap yang buat.. Tapi insyaallah dikasih *Otak Fujo kumat*.. Ehehe... terimakasih, memang saya baru belajar untuk bikin Fict jadi penulisannya ancur beneran..

...

Cerita Sebelumnya..

Kyuubi dan Itachi masih terdiam mendengar teriakan Namikaze bungsu.. Sedangkan..

"TEMEEEE HENTIKAN! HEY, KAU JANGAN LAKUKAN ITU.. A...AKU MOHON TEMEE.. AAAHHH... AKU BELUM SIAP." Teriak Naruto.

"Khukhukhu..." Tawa Sasuke.

"SUNGGUH AKU BELUM SIAP TEME.. JANGAN, AAAHH... AKU TAK MAU KEHILANGAN 'ITU'." Teriak Naruto.

"Kau Harus siap Dobe. Khekhekhe..." Tawa Sasuke lagi.

.

Di tempat Kyuubi dan Itachi.

"Apa yang mereka lakukan ya Tachi-kun? Apa kegiatan 'itu' yang dimaksud Sasu baka?" Tanya Kyuubi.

"Aku tak tau Kyuu-chan. Setahuku mereka bukan Gay. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Naruto." Ujar Itachi datar.

"Apa mereka sedang melakukan 'itu'?" Tanya Kyuubi setengah bersungut-sungut.

"Hn." Ujar Itachi singkat.

.

"TEMEEE.. AKU MASIH INGIN MENATAP MASA DEPANKU! JADI JANGAN MACAM-MACAM! HUAAAA..." Tangis Naruto.

...

PERJALANAN : REFRESHING

Masih di halaman, Kyuubi dan Itachi masih mematung tak bergerak sama sekali. Entah apa yang dilakukan Sasuke sampai-sampai mereka berdua jadi mematung seperti patung mati(?). Kyuubi masih sibuk dengan fikirannya sendiri, memikirkan apa yang dilakukan Bungsu Uchiha terhadap adik kesayangannya.

Haha.. Sifat protective Kyuubi itu mengerikan kalian tahu? Semenjak orang tua mereka tiada, Kyuubi jadi Over Protective. Walaupun seperti yang kita tau di Chapter-chapter awal, kalau mereka berdua tak bisa akur.. Kyuubi tak menunjukkan langsung di depan adiknya, jadi terkesan tersembunyi..

Seperti yang dipikirkan Uchiha Sulung a.k.a Itachi, ia juga sama saja. Memikirkan apa yang dilakukan Otouto kesayangannya terhadap adik Sahabatnya. Itachi tak mau ambil resiko melawan pemuda garang macam Kyuubi.

"Kita harus masuk Tachi-kun!" Ajak Kyuubi yang sudah tak tahan mendengar teriakan Adiknya.

"Ta..tapi.. a..-" Ujar Itachi datar tapi sedikit terbata-bata.

"Argh.. Sial!" Umpat Kyuubi yang sedari tadi mencak-mencak.

.

Di dalam rumah Dua orang pemuda masih saja meributkan sesuatu.. Seorang Pemuda berambut Pirang masih berteriak-teriak histeris. Sedangkan si pemuda satunya yang berambut Raven masih menyeringai devil. Si Pirang menatap horor si Reven yang tengah menatapnya dengan seringain andalanya.

Braaakk.. Pyarr...

"AAHHHH..." Desah Naruto menahan sakit..

"TENANGLAH SAYANG.." Ujar Sasuke dengan seringai mengerikan.

"HUAAA.. TEME AKU MOHON JA..JANGAN.. HIKS... HIKS..." Tangis Naruto si rambut Pirang, tangannya mengatup di depan dada bidangnya.

"KAU HARUS MAU DOBE. KHEKHEKHE..." Seringai Sasuke si Raven semakin lebar. Kini ia berdiri tepat di depan-atas Naruto.

"AKU.. AKU.. AKU MASIH INGIN BEKERJA DULU.. HUA AKU TAK MAU TEME.. HENTIKAN HUAAAA.." Tangis Naruto semakin menggelegar memecah keheningan.

Sasuke hanya sweetdrop mendengar tutur kata Naruto.

.

Kyuubi semakin tak tahan mendengar suara tangis adiknya, ia khawatir akan keadaan adik satu-satunya itu. Ia segera saja berlari masuk ke rumah. Di ikuti Itachi di belakangnya. Wajah Kyuubi merah karena marah...

"Hoy.. Apa-" Teriak Kyuubi, namun tak di lanjutkan karena udah terlanjur cengoh... Jawsdrop penggambaran yang cocok untuk ekspresi Kyuubi.

"ANIKIII... HUAAA..." Tangis Naruto menatap Anikinya.

"Otouto apa yang- Astaga, hey.. Huahahahahaha..." Tawa Itachi meledak, haaah dan sangat tidak Uchiha itu, jangan ditiru oke!

"DIAMLAH DOBE, KAU TERLALU BERLEBIHAN!" Ujar Sasuke yang masih menyeringai.

"Lalu apa maksud teriakan Naruto tadi bfttt.. hahaha.. Aku kira.. bfftttt. Hahaha..." Tawa Itachi tak hilang-hilang, memang Itachi adalah anggota Clan Uchiha yang paling OOC..

Kyuubi mendelik kearah Naruto yang sekarang bersimpuh di lantai, tangannya mengatup di depan dada membawa satu Cup RAMEN yang bertuliskam Limited Edition.

"Hehe.. gomenne.. Abis Teme mau ngerebut Ramenku sih.." Ujar Naruto Innocent.

"Sudah ku bilang kau berlebihan Dobe." Ujar Sasuke datar. 'Ekspresinya Lucu, dasar dobe.' pikir Sasuke.

"Ceritanya kau ngejahilin Naruto-chan otouto?" Tanya Itachi yang sudah kembali ke poker facenya.

"Hn." Jawab Sasuke kelewat singkat.

"Baka Otouto! Kau melankolis sekali hah, bodoh? Berlebihan sekali.. Aku kira kau Di Pe*k*sa baka Sasu. Haaaah..." Teriak Kyuubi menatap adik semata wayangnya, deathglare mematikan pun tak terhindarkan.

"Baka Aniki khawatir padaku –ttebayo. Ehehe.." cengir Naruto.

"Haaaah... Terserahlah..." Ujar Kyuubi sembari memutar matanya malas.

Sebuah fakta, Naruto terlalu berlebihan menanggapi apa yang telah Sasuke lakukan. Dia berteriak-teriak membuat orang di sekitarnya khawatir dan inilah kenyataanya. Hanya karena Cup RAMEN Limited Edition yang entah bagaimana bisa ada di tanganya hendak direbut paksa oleh Sasuke.. Haaaaaah... merepotkan! Sifat Childishnya tak kunjung hilang juga rupanya.

Dan inilah yang sebenarnya terjadi..

Usai Naruto pulang dari RS. Sesampainya di rumah ia segera berlari masuk kerumahnya.. Dan diikuti Sasuke di belakangnya yah walaupun ada jeda beberapa menit.

"Haah... Lelah sekali." Ujar Naruto sembari melemparkan diri ke sofa. Yups.. Sekarang Naruto ada di rumahnya habis pulang dari rumah sakit.

"Dobe." Ujar Teme-eh maksudnya Sasuke.

"Ada apa sih Teme? Kau mengganggu saja." Gerutu Naruto cemberut.

"Tugas kita belum selesai Dobe, kau ingat tidak hah?" Ujar Sasuke datar dari arah dapur. Gak tau tiba-tiba dia bisa di dapur.

"Tugas ya? Ah aku tau.." Teriak Naruto semangat.

"Oke, kita bahas tugas kita dobe." Ujar Sasuke masih saja datar.

Kali ini dengan wajah serius Sasuke menatap Naruto, sejujurnya sasuke merasakan badannya capek semua. Tapi ia ingin semua ini cepat selesai dan ia bisa bebas dari beban pikiran dan hidup tenang. Tapi..

"Eh? Tapi aku lupa tugas apa. Hehe..." Tawa Naruto, serasa tak berdosa sama sekali.

Kalian tahu kan emosi orang lelah bagaimana, dan inilah yang terjadi. Sasuke yang sekarang ini berjalan kearah Naruto, dengan kedua tangannya sedang membawa dua buah kaleng jus dingin. Tiba-tiba berhenti dan menunduk. Keringat sebiji jagung turun dari pelipisnya..

"Te..teme kau ke..kenapa?" Tanya Naruto Khawatir melihat Sahabatnya terdiam dan menunduk.

"Sepertinya aku ingin membunuhmu dobe." Desis Sasuke masih menunduk.

"Eh te..teme ka..kau bercanda ya hehe..." Ujar Naruto yang hendak berdiri melihat Sasuke berjalan mendekat dengan muka sangar.

Sasuke mempercepat jalannya kearah Naruto. Namun dia tak mendekat ke arah Naruto melainkan ke arah tumpukan Persediaan RAMEN Naruto. Sasuke hendak mengmbil semua Ramen milik Naruto dan hendak merencanakan sesuatu.

"TEMEEEE HENTIKAN! HEY, KAU JANGAN LAKUKAN ITU.. A...AKU MOHON TEMEE.. AAAHHH... AKU BELUM SIAP." Teriak Naruto dengan berlebihannya..

"Khukhukhu..." Tawa Sasuke.

Sasuke hanya tertawa memikirkan Rencananya, menjahili Sahabatnya yang dobe itu. Yah.. walaupun Sasuke tak mengerti apa maksud Naruto mengatakan dia belum siap. Memangnya Sasuke mau ngapain gitu?

"SUNGGUH AKU BELUM SIAP TEME.. JANGAN, AAAHH... AKU TAK MAU KEHILANGAN 'ITU'." Teriak Naruto.

"Kau Harus siap Dobe. Khekhekhe..." Tawa Sasuke lagi.

'Haaaaah.. dobe tetaplah dobe. Memangnya aku mau ngapain ck. Belum siap apanya? Berlebihan sekali' Batin Sasuke dalam hatinya.

"TEMEEE.. AKU MASIH INGIN MENATAP MASA DEPANKU! JADI JANGAN MACAM MACAM! HUAAAA..." Tangis Naruto.

Sasuke hanya bisa Sweetdrop mendengar apa yang di katakan Naruto.

'Hey.. ini hanya masalah Ramen, macam-macam gimana? Dan apa hubungannya dengan masa depan?' Batin Sasuke Lagi.

Sasuke tak mau ambil pusing dengan ekspresi Lucu Naruto. Segera saja ia mengambil RAMEN milik Naruto yang tinggal Satu. Limited edition.. Itulah tulisan yang ada di kemasannya. Di saat ia hendak mengambil RAMEN itu. Naruto berlari mengambil RAMENnya itu.

Di saat Naruto berlari ia menabrak Lemari kaca dapur dan membuat beberapa piring di dalamnya terjatuh.. Setelah itu ia hendak berlari keluar, tapi sayang.. tangannya di cekal Sasuke..

Brakkk.. Pyar...

"AAAHHH..." Desah Naruto menahan sakit.

Yah.. Kakinya memang terkena Pecahan Kaca.

"TENANGLAH SAYANG." Ujar Sasuke dengan Seringai mengerikannya.

Naruto duduk di lantai bersandar di tembok. Masih menahan sakit, tapi ia malah lebih mementingkan RAMEN Limited Editionnya. Sasuke berdiri di depan-atasnya Naruto, hendak merebut RAMEN dari tangan Naruto.

"HUAAA.. TEME AKU MOHON JA..JANGAN.. HIKS... HIKS..." Tangis Naruto si rambut Pirang, tangannya mengatup di depan bidangnya.

"KAU HARUS MAU DOBE. KHEKHEKHE..." Seringai Sasuke si Raven semakin lebar. Kini ia berdiri tepat di depan-atas Naruto.

"AKU.. AKU.. AKU MASIH INGIN BEKERJA DULU.. HUA AKU TAK MAU TEME.. HENTIKAN HUAAAA.." Tangis Naruto semakin menggelegar.

Jdaaar.. Bagai tersambar petir Sasuke kali ini, apa lagi hubungannya dengan Bekerja dulu.. Sasuke merutuki dirinya yang bisa punya sahabat Maniak Ramen, Doobe, Berlebihan kayak gini. Ini yang di pikiran Sasuke tapi di luarnya masih pake Seringai mengerikannya.. dan di saat itulah Kyuubi dan Itachi memergoki mereka yang sedang—

Rebutan CUP RAMEN Limited Edition.

Nah dan begitulah cerita sebenarnya.. Untuk sikap berlebihan dari Naru-chan. Silahkan salahkan Author yang menulis naskah ini. Oke!

...

Di kediaman Namikaze.. Pukul 20.00..

Sasuke, Naruto, Kyuubi, dan Itachi tengah duduk di Sofa. Mereka tengah merencanakan pemusnahan(?) Tikus-tikus perusahaan. Naruto terdiam menerawang jauh ke depan, atau lebih tepatnya ia sedang melamun. Begitu juga Sasuke yang juga berfikir.

"Bagaimana rencana kalian?" Tanya Itachi menatap SasuNaru secara bergantian.

"Hn." Balas Sasuke dan mendekatkan bibirnya ke telinga Itachi.

Itachi yang mendengar apa yang dibisikkan oleh Sasuke hanya manggut-manggu mengerti. Kyuubi ikut mendengarkan, toh Kyuubi memang duduk di sebelah Itachi.

...

Keesokan harinya.. Namikaze-Uchiha Corp..

Dua perusahaan itu dulunya memang berdiri sendiri-sendiri, namun setelah kepemimpinan beralih ke tangan Kyuubi dan Itachi. Perusahaan itu bersatu, hanya perusahaan pusat saja. Sedangkan kedua perusahaan itu di luar pusat tetap berdiri dengan nama sendiri namun tetap beraliansi tapi kantornya sendiri-sendiri..

Seorang pemuda berambut emo Hitam pentat ayam dengan mata Coklat tengah berjalan melewati koridor kantor Namikaze-Uchiha Pusat, pemuda itu menenteng sebuah tas berisi map yang berisi surat untuk melamar pekerjaan. Yah.. pemuda itu memang ingin melamar pekerjaan di Perusahaan Namikaze-Uchiha..

Ia berjalan ke tempat informasi..

"Permisi nona.." Ujar pemuda itu.

"Ah iya tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya orang yang di panggil oleh pemuda itu.

"Saya ingin melamar pekerjaan disini nona." Jelas pemuda itu.

"Baiklah, akan saya tanyakan terlebih dahulu." Ujar wanita itu. Wanita itu mengambil telepon dan menekan sebuah angka dan.. "Permisi Hatake-san, ada yang ingin melamar pekerjaan di perusahaan ini bagaimana tuan?" Tanya wanita itu. "Baik."

Wanita itu menutup telepon dan menatap Pemuda di depannya.

"Bagaimana nona?" Tanya pemuda itu.

"Anda diminta ke ruang Hatake-san. Angel-chan kemari.." Panggil wanita itu.

"Ah iya Nami-chan ada apa?" Tanya Angel.

"Tolong antarkan err.."

"Hajima Kizuto(?).." Ujar pemuda itu.

"Tolong antarkan Hajima-san ke kantor Hatake-san." Ujar Nami.

"Hai.." Ujar Angel. "Ayo Hajima-san." Ujar Angel sembari berjalan menjauh.

Kizuto hanya diam mengekor Angel menuju tempat Kakashi berada. Tak lama mereka berjalan, tepat di depan sebuah Kantor bertuliskan Mr. Hatake Kakashi.

"Permisi Hatake-san" Panggil Angel.

"Ah, Angel. Mana pemuda itu?" Tanya Kakashi to the point.

"Ini tuan.. Hajima-san silahkan ikuti Hatake-san." Arahan Angel pada Kizuto.

Kizuto hanya mengangguk dan mengikuti Kakashi, sedangkan angel pamit untuk undur diri. Kakashi menatap Intens kearah Kazuto. Sedangkan Kazuto hanya diam ditatap Kakashi. Wajahnya begitu datar dan dingin.

"Bisa ceritakan keahlian anda?" Tanya Kakashi.

"Hn. Saya pandai banyak hal.. terlebih di dunia IT." Ujar Kizuto.

"Bisa tunjukkan Laporan yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan disini?" Tanya Kakashi lagi.

Kizuto mengambil tasnya dan menarik resleting di tas tersebut hingga tas itu menganga alias terbuka. Diambilnya sebuah Map berwarna Biru Dongker dan memberikannya kepada Kakashi..

Kakashi pun mengambil Map Biru itu dari tangan Kazuto dan membukanya, melihat kelayakan Kazuto bekerja di Perusahaan Namikaze-Uchiha Corp. Sesekali Kakashi mengangguk-anggukkan kepalanya saat membaca isi Map yang di berikan Kazuto.

"Anda memang hebat Hajime-san." Puji Kakashi yang matanya masih menyapu bersih isi Map Biru itu.

"Shankyuu Hatake-san." Ujar Kazuto tersenyum. "Bagaimana apakah saya diterima?" Lanjut Kazuto bertanya.

Belum sempat Kakashi menjawab, pintu diketuk dari luar mengintrupsi kegiatan di dalam Ruangan Kakashi. Pandangan Kakashi dan kazuto tertuju pada pintu yang barusan diketuk orang dari luar.

"Permisi Hatake-san. Bolehkah saya masuk?" Tanya seorang gadis dari balik pintu.

"Masuk!" Balas Kakashi.

Gadis itu pun masuk ke dalam, diikuti seorang pemuda Tampan berkulit tan, dengan iris Merah darah, dari penampilannya benar-benar keren, rambutnya itu lho.. mirip Kevin Ap*il*o dengan warna hitam..

"Siapa Angel-chan?" Tanya Kakashi.

"Dia adalah Edogawa Natsuma. Ia juga ingin melamar pekerjaan di sini." Ujar Angel menjelaskan.

"Haaah.. baiklah terimakasih Angel-chan. Kau boleh pergi sekarang.." Ujar Kakashi.

"Baik. Saya undur diri terlebih dahulu.. Permisi..." Pamit Angel yang langsung melenggang pergi meninggalkan mereka bertiga. Kakashi, Kazuto, dan Natsuma.

Perlahan pintu tertutup rapat, Kakashi memandang kearah Natsuma.

"Bolehkah saya tau apa keahlian anda, Edogawa-san?" Tanya Kakashi menatap kearah Natsuma.

"Hn. Pasar dan Keuangan." Ujar Natsuma singkat jelas padat.

"Bolehkah saya melihat Map anda?" Tanya Kakashi lagi.

Natsuma mengambil Mapnya yang berwarna merah dan memberikannya pada Kakashi.

Tak lama perbincangan di antara mereka. Entah beberapa menit kemudian,

"Sepertinya tak ada masalah jika saya menerima kalian, kalian masuk mulai besok dengan uji percobaan 2 bulan. Namun jika kalian banyak melakukan kesalahan dan hal-hal yang dapat melibatkan anda dalam masalah. Dengan terpaksa Kami pihak perusahaan untuk memecat kalian." Ujar Kakashi panjang Lebar.

Natsuma dan Kazuto mengangguk menyetujui keputusan atau peraturan yang ada.

...

Keesokan harinya, di Kediaman Uchiha..

Seorang pemuda bermata onix berambut panjang ekor kuda tengah siap dengan setelan jasnya yang melekat di tubuh Perfectnya. Di depan kaca ia memandang bayangan dirinya, jelas terukir senyum ikhlas dari bibirnya.

"Akan aku penuhi janjiku Tousan, Kaasan." Ujar Pemuda itu masih tersenyum, terbayang wajah orang tuanya yang ia kasihi tersenyum balik padanya. Di saat janji sang Pemuda diutarakan di depan Orang tunanya.

"Aniki!" Panggil seseorang dari balik pintu.

"Hn." Ujar Itachi sembari berjalan lalu membuka pintu. "Siapa kau? Beraninya kau memanggilku aniki!" Ujar Itachi Datar.

"Aku Sasuke, Baka Aniki!" Ujar Sasuke merengut. *Bayangkan Sasuke merengut! :D*

"Be..benarkah kau Sasuke?" Tanya Itachi tak percaya.

"Hn. Aku pinjam motor bututmu!" Ujar Sasuke Bosan dan Datar.

Tanpa membalas perkataan Adiknya, Itachi mengambil sebuah Kunci motor lalu dilemparkan pada Sasuke. Dengan Tangkas Sasuke menangkap Kunci itu dan berjalan Pergi.. Itachi tersenyum melihat adiknya, perubahan yang besar..

"Ini baru di mulai Aniki" Gumam Sasuke sangat pelan.

...

Di Kediaman Namikaze..

Seorang Pemuda berjalan menuju ruang makan dengan santainya. Pemuda lain bersurai merah yang sedang duduk di kursi ruang makan menatap heran kearah pemuda yang tengah berjalan menujunya atau meja makan. Selang beberapa menit Pemuda itu duduk tepat di depan Pemuda bersurai merah.

"Siapa kau?" Tanya Kyuubi Sarkatis.

"Siapa aku itu tak penting Baka aniki!" Ujar pemuda itu.

"Ck.. Kau Naruto?" Tanya kyuubi.

"Hn.. aku akan segera berangkat." Ujar Naruto tersenyum.

"Hn." Balas Kyuubi datar.

Naruto berjalan pergi meninggalkan Kyuubi. Di saat kepergian Naruto, Kyuubi tersenyum lembut. Mirip dengan senyuman Kushina. *Bayangkan!*

"Semoga kau berhasil Otouto, misimu cukup berbahaya." Ujar Kyuubi lirih.

...

Tepat di pintu depan Perusahaan Namikaze-Uchiha Corp..

Berdiri dua orang pemuda tampan nan gagah menatap dari luar Perusahaan ternama itu. Mereka tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.. Tak lama seringaian itu terlihat di bibir mereka, mereka saling tatap satu sama lain mengguk dan kembali menatap Perusahaan itu..

Perlahan dengan efek –Slow-motion- untuk orang-orang yang tengah melakukan misi, berjalan kedepan dengan Gagahnya..

Misi dan Rencana Ini baru Di mulai...

...

TBC

...

.

Naruto : "Kembalikan Ramenku teme!"

Sasuke : "Hn.."

Naruto : "Authoor.. teme nakal." *Cemberut*

Sasuke : "Orang Author yang buat." *Datar Abis*

Naruto : " Huweeeeee.."

Sasuke : "Diam dobe.. lihat tuh Author Pundung.. Ceritanya makin ancur aja, Alurnya gaje sangat.."

Naruto : "Sabar ya Thoor.." *muka iba*

Sasuke : "Haaaaah..."

Author : "Huaaaaa.. hiks.. hiks.."

Sasuke : "Jangan Cengeng gitu ah.." *OOC*

...

Ah.. selesai juga khekhekhe...

Maaf, jujur aja otak saya mendadak ngadat.. Padahal udah nemu buat endingnya tapi tengahnya itu lho yang ga bisa dijabarkan.. haaaah..

Thanks buat yang udah Baca, Review, Alert, dan Favo..

Kalau boleh minta Komentarnya dong, KRITIK dan SARAN..

SANGAT DIBUTUHKAN..

.

Please REVIEW yaaa..

.. REVIE YOO..