Perjalanan : Apakah Ini Misi?

Naruto©MasaKishi

PDS©Anaatha Namikaze

.

Warning

OOC, Typo(s), Miss Typo(s), Aneh, Alur kecepetan dan nggak nyambung banget

A/N. WB buat fict ini bener bener mengganggu. Maaf jadinya jelek dan ancur. Habis kalau gak dilanjut entar gimana nasib fictnya.. halah.. Jujur ini fict paling ancur sendiri... Tapi setidaknya saya berusaha bikin ini fict, semoga menghibur... Dan maaf Fictnya ke pending berbulan-bulan karena Ekskul padat sekali.

Cerita sebelumnya..

"Tak sesulit yang aku fikirkan. Khukhu.. Eh, apa ini?" Mata Kazuto terbelalak menatap sebuah data di Laptopnya.

...

Kazuto menatap laptopnya dengan pandangan yang sulit dijelaskan, ia hanya menelan ludah melihat layar di depannya. Merah, wajah Kazuto memerah. Data apa yang membuatnya memerah begitu? Pandangannya semakin aneh, kala ia mengeklik bagian kiri mouse di tangan kanannya..

Tess.. cairan merah turun dari hidungnya.

Astaga apa yang terjadi? Kazuto menelan ludah dengan paksa.. Di saat masih tegang-tegangnya, sebuah suara yang begitu familiar memanggil namanya. Sontak pemuda tampan bernama Kazuto itu terperanjat hingga jatuh terjungkal kebelakang bersama kursinya. Pemuda yang memanggilnya pun hanya bengong melihat tingkah konyol rekannya.

"Ada apa Kazuto?" Tanya pemuda yang baru saja datang.

"Ti-tidak ada apa-apa kok Na-natsuma." Balasnya tergagap pada pemuda yang barusan datang, yang saat ini diketahui bernama Natsuma.

"Oi, apa yang kau temukan Kazuto, hidungmu berdarah?" Ujar Natsuma curiga. Natsuma berusaha melihat apa yang sedang dibuka Kazuto, namun dihalangi Kazuto. Natsuma semakin penasaran dengan apa yang sedang dibuka Kazuto saat ini.

"Jangan menyembunyikan sesuatu yang penting padaku Kazuto." Ujar Natsuma dingin dan menusuk.

"E-eto Natsuma. Ini bukan hal yang penting kok.. ha-hanya kesalahan teknis saja. Hehe.." Elak Kazuto berusaha meyakinkan Natsuma, tapi sayang itu sia-sia.

Kazuto hanya bisa menghela nafas setelah melihat Natsuma mendapatkan laptop pribadinya. Kazuto mengelap darah di hidungnya dengan titsu. Tanpa disadarinya aura hitam menguar dari tubuh Natsuma. Tak lama kemudian aura itu semakin mematikan, yang membuat Kazuto si orang tidak peka pun merasakannya. Oke.. semua ini karena foto nista yang terpampang di laptop Kazuto.

"Dari mana kau mendapatkannya Dobe?" Tanya Natsuma dingin, sadis, menusuk dan angker. Tatapannya menajam bak elang siap menangkap mangsanya.

Gleek.. Kazuto menelan ludahnya secara paksa. Ludah yang encer bagaikan potongan apel yang ditelannya bulat-bulat.

"A-aku menemukannya di data milik Itachi-sama Natsuma. Dan ka-kau terlihat ka-kawaii dan er- sangat menggoda. Andai aku tidak straight mungkin kau akan ku jadikan kau keksihku sebagai Uke sih. Hehe..." Kazuto terkekeh dengan fantasi anehnya, tanpa berfikir jika kemarahan Natsuma ada di ujung tanduk saat ini.

Natsuma semakin marah melihat Kazuto yang tak henti-hentinya tertawa ... kalian ingin tau bagai mana gambar foto itu? Yah... gambar itu di ambil saat Natsuma a.k.a Sasuke waktu umur 15 tahun tengah bertelanjang dada, tubuhnya basah karena air. Ia berdiri di pinggir danau, matahari memantulkan air-air yang menempel di tubuhnya memberi kesan tampan atau mungkin er- menggoda iman. Dadanya yang bidang itu lho... astaga perfectnya kelewat perfect... Dan kalian tau, saat rambut Natsuma itu berkibar bak bendera... Argh... itu tampan! #Author digampar

Dan bisa dipastikan jika foto itu di ambil diam-diam oleh Itachi sendiri, namun hasil fotoannya lumayan juga sih...

"Jadi ini kerjaan aniki?" Ujar Natsuma marah-marah sendiri.

Jauh di suatu tempat, ada seorang pemuda tampan lagi bersin-bersin tak henti-hentinya sejak beberapa menit yang lalu.

Kembali ke tempat Kazuto a.k.a Naruto dan Natsuma a.k.a Sasuke...

"Haaaah sudahlah! Akan aku urus aniki nanti, dan lumayan juga kau bisa menghack data milik Itachi yang notabene keamanannya itu sangat susah ditembus." Ujar Natsuma. "Hey, kalau pun iya. Kau yang jadi Uke dobe!" Gerutnya.

Kazuto cengoh seketika, jarang-jarang Natsuma –Sasuke- secerewet ini. Natsuma terdiam melihat reaksi sahabatnya itu.

"Apa?" tanya Natsuma.

"Itu adalah kata-kata yang tak penting terpanjang yang pernah kau ungkapkan Natsuma." Ujar Kazuto hati-hati.

Natsuma hanya menghela nafas melihat tingkah cengoh sahabatnya itu. Tapi jangan salahkan Kazuto! Yang dikatakannya itu memang benar kok...

"Hey kalian berdua! Kalian di panggil Yamato-san!" Interupsi seorang pemuda yang lebih tua dari pada Natsuma dan Kazuto.

Natsuma dan Kazuto saling pandang satu sama lain lalu mengangguk.. Natsuma dan Kazuto segera beranjak lalu berjalan menuju ruangan Yamato. Namun sebelumnya dimatikannya laptop milik Kazuto. Mereka berjalan beriringan dengan seorang senior berada di depan mereka. Tak lama kemudian mereka telah berdiri di depan pintu ruangan Yamato.

Ckleeek... Krieeet... *efek suara pintu terbuka*

"Ah kalian, ayo masuk. Dan Niel, terimakasih... kau boleh pergi sekarang." Ujar Yamato tegas.

"Baik..." Balas Niel sedikit menundukkan kepala, kemudian berjalan pergi.

Krieet... ckleek... *sfx*

"Hmm... silahkan duduk terlebih dahulu!" Ujar Yamato yang merujuk pada perintah.

Natsuma dan Kazuto langsung duduk tepat di depan Yamato.

"Ada apa Yamato-san memanggil kami?" Tanya Natsuma.

"Aku lihat nilai IP kalian sempurna, aku ingin kalian membuat sebuah proyek untuk kemajuan perusahaan ini. Apa kalian punya ide?" Tanya Yamato.

"Eh? Apa tidak masalah jika kami yang membuat proyeknya? Itukan proyek yang penting untuk perusahaan... sedangkan kami disini masih baru, seminggu saja belum ada." Terang Kazuto.

"Tidak apa? Aku tak akan memilih sembarang orang untuk membuat proyek untuk perusahaan... Toh ini juga rekomendasi dari Kyuubi-sama, kata beliau, beliau ingin menguji coba kalian lewat ini. Lumayan uang yang kalian dapatkan nanti. Namun jika gagal, *berhenti dan memberi jeda* ekhem... kalian dipecat! Dan ini perintah!" Ujar Yamato dengan tatapan yang horor.

"E-eh?" Ujar Natsuma dan Kazuto.

'awas kau aniki no baka no teme no dobe!' umpat Kazuto dalam hati.

...

Di ruangan Kyuubi dan Itachi...

Kyuubi duduk santai di kursi kebesarannya dengan kaki naik ke atas meja. Dan tangannya memegang Apel kesukaannya, sedikit demi sedikit dia memakan Apel merahnya. Sedangkan Itachi duduk manis di kursi kebesarannya sedang main game, iya benar... Itachi memang sedang main game. Memangnya CEO tak boleh main game? Tak ada larangan tentang itu oke!

"Bagaimana Tachi-kun?" Tanya Kyuubi yang masih asik dengan makanan wajibnya.

"Entahlah... aku tak tau. Mereka belum memberikan informasi lebih lanjut, dan Kyuu-chan. Apakah Naruto bisa menghack data?" Tanya Itachi datar.

"Hn... memangnya kenapa?" Tanya Kyuubi santai.

"Foto Sasuke yang kawai tak ada, aku yakin menyimpannya di file khusus yang seorang Sasuke pun tak bisa membukanya, terlebih lagi hacker handal di Jepang ini." Ujar Itachi yang tiba-tiba pundung di pojokan.

"Geeez... kau menjijikkan keriput! Jangan bertingkah melankolis seperti itu!" Ujar Kyuubi pedas.

"Kau memanggilku keriput? Ck. Dasar Rubah jelek!" Ujar Itachi kembali ke wajah datarnya.

"Keeh? Apa kau bilang? Bakaaaa!" Teriak Kyuubi.

Haaaah... Apa karena Kyuubi makan Apel dan Itachi main game di tambah kehilangan foto Sasu-kawai menyebabkan pertengkaran ini? Ah entahlah... inilah Fict yang membingungkan...

Lebih baik tinggalkan saja mereka! Sekarang kita kembali ke Natsuma a.k.a Sasuke dan Kazuto a.k.a Naruto yang sepertinya sedang pusing di ruangan mereka... ekhem... maksudnya ruangan khusus meeting, salahkan author karena menjadikan mereka karyawan biasa. Jadi tak punya ruangan sendiri.

"Kau bisa membuatnya Natsuma?" Tanya Kazuto yang kepalanya sudah mengepul asap hitam...

"Hn. Kepalamu terbakar Kazuto!" Ujar Natsuma datar.

"Apa kau bilang? Argh... ini hanya efek saja bukan terbakar sungguhan dasar baka!" Teriak kazuto.

"Aku tau." Balas Natsuma datar.

Haaaaaah... mungkin dari segi penyamaran fisik mereka memang jago, tapi sepertinya tidak untuk sifat... sifatnya sama saja, hanya sedikit saja yang berubah... tuh nyatanya malah pada berantem. Persahabatan yang aneh... kalau akur ya akur banget, kalau waktu gak akur mengerikan... Ckckckck...

"Terserah..." Balas Sasuke datar.

"Temee menyebalkan!" Sembur Kazuto yang udah serem kelewat serem.

Tak lama kemudian mereka mulai bekerja sama untuk membuat bahan untuk meeting nanti. Kazuto tak habis fikir dengan pemikiran Kyuubi, udah jelas-jelas kalau mereka berdua –Kazuto dan Natsuma- itu karyawan baru. Kenapa coba diajukan? Bukankah ini membuat mereka dicurigai... Haaah...

...

2 Hari kemudian di ruang meeting..

Kazuto dan Natsuma duduk di ruang meeting bersama orang-orang besar di perusahaan Namikaze-Uchiha Corp. Berkeringat dingin, saat ini Kazuto berkeringat dingin karena ia kalah suit sama Natsuma. Suit untuk menentukan siapa yang akan mempresentasikan ke depan orang-orang... dan sudah bisa ditebak kalau yang kalah Kazuto, jadi Natsuma hanya jadi sekertarisnya saja saat ini...

"Ah ya.. terimakasih karena telah datang ke rapat penting ini. Semua pasti sudah tau nama saya. Nama saya Uchiha Itachi, dan yang ada di sebelah saya Uchi- ekhem maksudnya Namikaze Kyuubi." Ujar Itachi memperkenalkan diri di depan para tamu undangan Meeting.

Yang ada di sana hanya mengangguk mengerti. Kali ini yang ada di meja meeting ada beberapa orang dan dari beberapa perusahaan lain juga. Meja meeting membentuk lingkaran, Kyuubi duduk di samping kiri Itachi.. dan di samping kanan Itachi ada Aburame Shino dari Aburame Present. Ditemani sekertarisnya, Shiho Aburame. Shiho sendiri adalah sepupu dari Shino dan OC di fict ini.

Di kanan Shino ada Orochimaru dari Manda Corp, ditemani sekertarisnya, Yakushi Kabuto. Di kiri Kyuubi ada Sabaku no Gaara dari Sabaku Corp, ditemani sekertarisnya, Sabaku no Kankuro yang merangkap menjadi kakak Gaara. Di kiri Gaara ada Shion dari Miko Corp, di temani sekertarisnya Nakawa Myumi OC juga. Nakawa seorang gadis cantik ia mirip dengan Shion hanya saja rambutnya berwarna Hitam bak langit malam.

Kazuto berdiri memperkenalkan dirinya dan Natsuma.

"Ekhem... Perkenalkan nama saya Hajima Kazuto dan dia *menunjuk kearah Natsuma* adalah sekertaris saya di meeting ini, namanya Natsuma Edogawa. Kali ini saya mendapatkan tugas untuk menjelaskan proyek yang sedang di jalankan Namikaze-Uchiha Corp. Mohon bantuannya..." Ujar Kazuto tegas penuh dengan wibawa, sorot matanya membuat semua orang yang melihatnya pasti akan yakin dan percaya padanya.

Kyuubi dan Itachi hanya terbengong dengan sikap langka Kazuto, sedangkan para anggota lain kagum dengan wibawa yang dikeluarkan Kazuto. Mereka semua tau kalau Kazuto itu adalah Karyawan baru. Jadi wajar mereka kagum bukan?

Dikarenakan Author yang sebenarnya bingung dengan masalah seperti ini –perusahaan- jadi, dengan sangat terpaksa saya –Author- skip saja ya... #DigamparReader

Kazuto mempresentasikan proyeknya dengan amat lancar, begitu pula Natsuma. Kyuubi dan Itachi hanya tersenyum dalam hati mereka, yosh.. dua pemuda yang dulunya sangat-sangat malas dan seenaknya sendiri, sekarang telah berubah menjadi seorang pribadi yang berbeda. Walaupun usilnya masih sama saja, dan kadang masih seenak jidatnya melakukan sesuatu yang aneh-aneh. Dan dari sifat itulah yang membuat ciri khas mereka bukan? Haha..

Banyak para Investor yang terpana dengan cara ppenyampaian mereka yang terlihat sedikit profesional, walaupun itu adalah kali pertamanya mereka melakukan Presentasi di acara meeting formal seperti ini...

Tak lama kemudian, acara meeting pun berakhir dengan sukses. Di akhir acara mereka berjabat tangan menandakan jika mereka sudah ada ikatan kerja sama. Seorang gadis bermata biru dengan rambut pirang di gelung menatap diam-diam kearah Kazuto. Kazuto sendiri tak menyadari akan hal itu, berbeda dengan Natsuma yang sudah menyadari sejak awal Kazuto memperkenalkan diri. Natsuma menatap datar ke arah gadis itu. Si Gadis yang merasa ditatap mulai mencari kearah orang yang tengah menatapnya, ya, ia menemukan Natsuma yang menatap datar kearahnya.

"Ada apa Natsuma-san?" Tanya Gadis itu.

"Kenapa kau menatap Kazuto seperti itu hm?" Tanya Natsuma heran.

"Memangnya kenapa? Apakah itu sebuah tindak kriminal?" Tanya gadis berambut pirang itu.

"Tidak, bukan apa-apa." Ujar Natsuma.

Natsuma dan Kazuto pergi meninggalkan ruangan, dan Gadis pirang itu melambaikan tangan ke arah Kazuto. Sedangkan Kazuto hanya tersenyum sebagai balasannya.

"Dia aneh." Ujar Natsuma.

"Eh?" Pekik Kazuto.

"Kau harus berhati-hati dengannya Dobe!" Ujar Natsuma.

Kazuto hanya mengangguk, jarang-jarang Natsuma mencurigai orang sampai sebegitunyakan. Jadi Kazuto harus berhati-hati. Percaya gak kalau Natsuma yang sekarang Over protective sekali terhadap Kazuto? Haha mungkin ada kesalahan di otaknya. Atau mungkin kesalahan otak Authornya.

"Natsuma, Kazuto." Penggil CEO bersurai Hitam.

"Iya, Itachi-sama." Jawab Natsuma dan Kazuto bersamaan.

"Presentasi kalian lumayan juga, belajar dimana hm?" Tanya CEO bersurai Merah.

"Eng.. Kami belajar dari mana yah..." Balas Kazuto sinis.

...

Tak terlalu jauh dari tempat Kazuto, Natsuma, dan ke dua CEO itu berbincang atau mungkin adu sinis. Ada seorang lelaki persurai perak yang sedang memperhatikan mereka. Dalam fikirannya ia curiga terhadap dua orang yang mendapat bagian mempresentasikan di depan para anggota metting.

"Siapa sebenarnya mereka, aku harus berhati-hati dengannya." Ujar lelaki bersurai perak itu.

Tiba-tiba bunyi nada dering hpnya menyala dan..

"Halo..." Ujar lelaki itu.

'Bagaimana?'

"Sepertinya ada yang telah mengetahui kecurangan kita Ojo-sama."

'Apa? Kita harus berhati-hati, kita ambil uangnya dan hancurkan perusahaannya!'

"Hai'."

Telepon pun di tutup..

...

Di sebuah tempat jauh dari perusahaan Namikaze-Uchiha Corp. Ada seorang gadis berjalan sendiri di sebuah gang kecil pinggir kota. Dengan wajah muram ia berjalan tanpa arah, ia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah. Bulan dalam kelopak matanya tampak sayu, matanya pun sembab, ya, ia menangis, lebih tepatnya habis menangis. Keheningan malam dan suara jangkrik menemani langkahnya yang sepi. Hatinya sakit mengingat masa lalunya bersama seseorang. Lagi-lagi kepalanya menunduk, air matanya kembali mengalir.. Sakit, itu yang ia rasakan... Ingin rasanya ia pergi jauh dari dunia ini. Ia putus asa... oh tuhan apa yang terjadi.. Kakinya tak lagi kuat menahan berat tubuhnya, ia goyah. Ia butuh sandaran saat ini. Ia tak pernah seperti ini sebelumnya..

Dari kejauhan lari seorang gadis bersurai pink menuju gadis mata bulan yang hampir jatuh. Tepat saat gadis mata bulan itu jatuh, gadis bersurai pink itu sudah ada di depan gadis mata bulan. Gadis bersurai pink itu memeluk erat gadis mata bulan itu.

"Jangan menangis lagi Hinata-chan, semua itu bukan salahmu. Kamu tidak usah merasa bersalah seperti itu." Ujar gadis bersurai pink.

"Sa-Sakura-chan, a-aku hiks, a-aku tak bermaksud hiks melakukan itu. A-aku hanya ingin membantu Tou-san hiks di kantor Sakura-chan." Balas Hinata.

"Sudahlah Hinata, mungkin ji-san sedang ada masalah."

Pelukan Sakura semakin erat, kehangatan yang Sakura berikan benar-benar mengurangi rasa sakit dalam hati Hinata.

"Ne Sakura-chan, aku ingin mengatakan sesuatu."

"Ya?"

"Aku ingin mencari kerja, jika aku tak diperbolehkan membantu Otou-sama. Aku ingin mencari pekerjaan sendiri, aku ingin mandiri seperti Naruto-kun." Ujar Hinata sembari menundukkan kepalanya dalam.

"Emb... kau merindukan Naruto-kun Hinata-chan?" Goda Sakura terkikik kecil melihat respon Hinata. Seperti biasa, wajah merah padam.

Hinata tak bisa menyangkal jika ia merindukan Naruto, bagaimana tak rindu coba? Sudah beberapa bulan mereka miss komunikasi. Naruto dihubungi saja susahnya bukan main.

"Bagaimana jika kita melamar di perusahaan mereka Hinata-chan? Lumayan kan, siapa tau mereka juga bekerja disana? Haha..." Ajak Sakura dengan Ide briliannya.

"Sa-sakura-cha. Ide yang bagus." Balas Hinata pelan.

"Eh? Tapi bagaimana dengan perusahaan Ayahmu?" Tanya Sakura yang mulai meragukan Idenya yang –ia pikir- brilian.

"E-eto.. aku pikir tidak apa-apa Sakura-chan. Perusahaan mereka juga Bekerjasama." Jelas Hinata.

"Semoga saja Hinata." Ujar Sakura pelan.

Sakura dan Hinata berjalan pelan kembali ke rumah, disaat sedang asik ngobrol di jalan. Tiba-tiba ada sebuah mobil berwarna Silver berhenti tepat di samping mereka. Sakura dan Hinata ikut berhenti, hey siapa yang tak heran jika ada sebuah mobil mewah yang tiba-tiba saja berhenti tepat di samping mereka. Perlahan kaca mobil itu terbuka dan menampakkan dua orang pemuda bersuarai pirang dengan tiga buah kumis di pipinya dan satu orang lagi yang sedang menyetir, pemuda dengan rambut bak pantat ayam berwarna biru gelap.

"Sasuke-kun, itukah kau?" Teriak Sakura membahana.

Kebiasaannya memang tak pernah berubah..

"Hn." Begitu pula dengan pemuda yang dipanggil Sasuke. Menjawab dengan dua kata yang entah apa maknanya.

"Ne, aku juga ada disini. Apakah aku tak terlihat?" Ujar seseorang disamping Sasuke dengan wajah khasnya. Cemberut gimana gitu...

"Naruto-kun," Panggil Hinata pelan.

"Kyaaaa... Hinata-chan." Teriak pemuda yang dipanggil Naruto.

Tanpa permisi Naruto membuka pintu mobilnya, pintu mobil itu pun sukses mengenai kaki jenjang Sakura.

"Narutoooooo..." Teriak Sakura memekakkan telinga.

"Kyaaaaa..." Teriak Naruto melarikan diri dari Sakura.

Sasuke keluar dari mobil dan berdiri di samping Hinata yang terlihat menahan tawanya.

"Baka Dobe." Ujar Sasuke.

` "E-eh?" Ujar Hinata pelan.

Sasuke melirik kearah Hinata lalu membuang muka. Hinata cuma diam, salah salah bahaya.

"Kau masuklah Hinata, biarku antar." Ajak Sasuke, atau mungkin lebih perintah Sasuke.

"Ha-hai' "Jawab Hinata masuk ke kursi belakang.

Sasuke masuk ke dalam mobil. Dan selanjutnya... mereka pergi meninggalkan Sakura dan Naruto yang masih kejar-kejaran. Tak beberapa menit kemudian Naruto dan Sakura berlari mengejar mobil Sasuke.

"Temeeeee..." Teriak Naruto...

"Sasuke..." Teriak Sakura.

..

TBC

...

Err- maaf baru update, sekali update aja ancur kayak gini. Sekali lagi saya minta maaf. Saya agak lupa jalan ceritanya.. Huaa.. saya minta maaf... TT