READ IT' bakalan aneh nih -_-
disclaimer : Aku tidak memiliki semua karakter ini, tapi semua nya milik J.K Rowling ^^
Chapter 3 : Smile On This Day.
Hermione POV.
Pagi hari yang cerah di The burrow. Aku di bangunkan oleh seseorang yang suara nya sangat familiar dengan saya. Ketika ku buka mata, memang benar itu Ron. Dia duduk di ujung tempat tidur.
"morning" katanya.
"morning" kataku, sambil bangkit dari tidurku dan duduk disamping nya.
"bagaimana?" tanya Ron tersenyum.
"bagaimana.. apanya?"
"maksudku, emhh.. apa tadi malam kau dapat mimpi indah?" kata Ron, wajahnya mulai memerah.
Aku hanya tertawa melihat tingkah Ron.
"kenapa tertawa?" katanya mendengus sebal.
"oh bukan apa-apa" kataku ,yang masih cekikikan.
"jadi?" kata Ron.
"hmm?"
"jadi tadi malam kau bermimpi indah? Atau tidak?" kata Ron tersenyum.
"aku bermimpi buruk Ron"
"yang benar?"
"iya aku bermimpi tentang kau" kataku.
"apa yang salah?" katanya heran.
"jadi begini.. aku sedang melihat kau bermain quidditch bersama Harry dan Ginny"
"ya lalu?" kata Ron.
"yahh pada saat Harry melempar quaffle ke arahmu, perhatianmu malah teralihkan kepadaku saat aku berteriak dari bawah untuk memanggilmu, Aku terkejut karena mukamu terkena quaffle dan kau hilang keseimbangan, lalu jatuh dari ketinggian 50 meter menghantam tanah dengan keras" jelasku.
"eh.. seburuk itu ya.." katanya, wajahnya pucat.
"tidak" kataku tersenyum.
"hmm?"
"aku sebenarnya hanya mengada-ada Ron.." kataku tertawa.
"astaga itu sama sekali tidak lucu tahu" kata Ron, wajahnya sekarang mulai cemberut.
"padahal tadi malam aku mimpi indah, kau tahu?"
"apa? Lebih buruk lagi" katanya sinis.
"tidak.., aku bermimpi kalau kau.. menciumku" kataku, tampaknya wajahku sudah mulai memerah.
"benarkah?" dia tersenyum.
Ron kemudian mendekatkan diri padaku, membungkukkan kepalanya terhadapku kemudian dia mencium tepat di bibirku. Aku bisa merasakan sengatan listrik yang menyengat ku. Bibirnya terasa lembut di bibirku. Dan kemudian aku mulai melingkarkan tanganku ke lehernya. Lalu mempererat ciuman itu. Selama sekitar 5 menit kami tetap berciuman, sampai pintu menjeblak terbuka.
"bisakah kalian melakukan nya nanti?" kata Ginny sambil tertawa. "kalian berdua harus cepat ke bawah, sebentar lagi waktunya sarapan"
Aku dan Ron hanya bisa tersenyum malu. Setelah Ginny turun untuk kembali. Ketika aku ingin pergi untuk mandi, tiba-tiba Ron mencegahku. Menarikku dalam pelukannya dan menciumku lagi. tetapi hanya sebentar.
"Ron apa kau tidak dengar apa yang Ginny katakan.." kataku, lalu melepaskan diri dari pelukan Ron.
"aku tahu" kata Ron tersenyum.
"kalau begitu cepatlah ke bawah dan aku akan mandi dulu, ok" kataku.
Ron hanya mengangguk. Kemudian aku berjalan untuk keluar dari kamar itu, sebelum Ron memegang pergelangan tanganku.
"apalagi Ron?" tanyaku heran.
"aku hanya ingin katakan sesuatu" katanya tersenyum.
"lalu apa itu?"
"aku mencintai mu Hermione" kata Ron tersenyum.
"aku tahu itu" kataku, kemudian tersenyum "aku juga mencintaimu Ronald"
Setelah itu aku langsung keluar dari kamar itu, berjalan ke arah kamar mandi sambil tersenyum.
Ron POV.
Ketika aku turun ke dapur, semua orang sudah menunggu di kursi mereka masing-masing. Tapi kulihat sekeliling, Hermione belum ada di sini. Jadi kuputuskan untuk kembali naik ke atas lagi. Setelah sampai di depan kamar Ginny, Lalu masuk ke kamar tersebut dan kudapati Hermione duduk di depan cermin, kelihatan nya dia habis menangis, matanya masih terdapat beberapa air mata.
"Ron" katanya kaget, lalu menggosok matanya dengan tangan nya.
"eh..hai" kataku.
"bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk!" kata Hermione, mendengus sebal.
"ahh iya iya, maaf.." kataku terseyum.
"ya sudah lupakan" katanya, lalu bangkit dari duduk nya.
Kemudian aku dan Hermione segera keluar dari kamar dan menuju bawah, sambil menuruni tangga aku bertanya lagi "tadi kamu lagi ngapain disana?"
"bukan urusanmu" kata Hermione.
"tentu saja itu urusanku." Kataku "aku kan pacarmu"
"kita bicarakan nanti saja" katanya sambil memutar bola matanya.
Setelah sampai di ambang pintu dapur. Aku segera menggandeng tangan Hermione untuk duduk di sebelahku. Dan tatapan semua orang sekarang melihat ke arahku, aku tak menghiraukan nya. Lalu ku persilahkan Hermione untuk duduk terlebih dahulu. Sekarang semua orang benar-benar memperhatikan tingkahku dan semua tersenyum, bahkan George yang duduk di ujung meja juga ikut tersenyum ke arahku. Itulah senyuman yang sangat kurindukan. Semenjak kematian Fred.., George jadi sering melamun seperti orang linglung, tapi sekarang kulihat dia tersenyum ke arahku. Senang itulah yang terasa di dalam hatiku sekarang. Akhirnya aku juga duduk agar semua orang berhenti menatapku dan segera makan, tentunya.
"nah karena semua nya telah kumpul disini, mari kita makan.." seru Mom, yang masih tersenyum.
"usaha yang bagus Ronald" bisik Hermione.
"hmm?" kataku pelan.
"kau membuat George tersenyum," kata Hermione, pelan sehingga semua orang tidak bisa mendengarnya.
"tentu saja" kataku, bangga "aku hebat kan"
"ekhhmm" suara Mom,
Lalu kami melanjutkan makan pagi itu dan setelah selesai. Seperti biasa Mom mencuci piring dengan di bantu Hermione dan Ginny. Kulihat di ruang tamu ada George yang sedang duduk sendirian hanya melamun, kemudian aku menghampirinya.
"hai Georgie" kataku, sambil menepuk pundaknya.
"ohh… hai" kata George sedikit kaget.
"apa yang kau lakukan disini?" tanyaku.
"aku sedang memikirkan Fred" katanya sambil menundukkan kepalanya.
"iya aku juga tahu kok" kataku tersenyum.
Lalu setelah itu hanya diam dalam pikiran masing-masing, aku memikirkan sesuatu.. George juga memikirkan sesuatu.. tiba-tiba George membuyarkan lamunanku.
"hei, apa kau dan Hermione.." kata George, cengir.
"yahh.. kau tahu kan?" kataku cepat.
"ya aku juga tahu Ronie" katanya lalu tertawa.
Yah tawa yang kurindukan, akhirnya muncul juga. Kami hanya tertawa dan bercanda disana. Setelah beberapa menit. Datang Hermione dan Ginny ke ruang tamu.
"ada yang datang tuh.." kata George, masih tertawa sambil melirik ke arah Hermione yang datang memasuki ruang tamu. Aku hanya bisa tersenyum.
"hai" kata Hermione, ke arahku dan duduk disampingku.
"hai" balasku tersenyum.
"George.." kata Ginny, sambil menatap ke arah George yang masih tertawa "kau sudah mulai tertawa lagi ya.."
"apa kau mempermasalahkan nya, dik?" tanya George tersenyum.
Kemudian Ginny memeluk George dan Ginny memanggil Mom, kurasa dia ingin memberitahu kalau George sudah mulai tertawa, seperti dulu lagi. Tiba-tiba Mom datang dari ambang pintu dan berlari ke arah George, memeluknya. Kulihat weasley yang lain juga masuk ruang tamu dan tersenyum. Lalu satu persatu dari mereka memeluk George. Mungkin karena mereka semua rindu dengan George yang kocak. Semua berkumpul di ruang tamu saling bercanda dan tertawa. Inilah yang kurindukan, The burrow yang dulu walaupun sekarang sedikit berubah karena Fred tidak ada. Lalu setelah itu Mom berniat untuk membuat makan siang yang besar dan banyak, layaknya seperti pesta. Ya pesta, pesta menyambut George yang kocak, jahil, aneh dan yang selalu menggoda ku. Aku senang dia telah kembali. Senyuman yang sekarang menghiasi wajah George dan kita semua. senyuman yang membuat The burrow nyaman seperti dulu.
Done! yay ^.^
