Terima kasih.. yang udah review | Namereva : ya begitulah, sedikit mengubah karakter . fic ini masih terus lanjut kok ;) .sip deh..
# untuk chapter ini sudut pandang tokohnya hanya ada di Hermione dan romance Romione rada sedikit disini.
Langsung aja READ IT'
Disclaimer : Aku tidak memiliki semua karakter ini, tapi semua nya milik J.K Rowling ^^
Chapter 4 : Tell Others
Hermione POV.
Malam ini, adalah malam dimana Harry, Ron dan aku akan memberitahu kepada keluarga weasley tentang apa yang kami lakukan selama 1 tahun terakhir ini. Kami menceritakannya setelah makan malam selesai, lalu berkumpul di ruang tamu. Pembicaraan ini dimulai dari pertanyaan dari Mr weasley : "apa yang sebenarnya kalian lakukan selama 1 tahun terakhir ini ?"
"kami bertiga pergi untuk mencari horcrux" kata Harry.
"apa ? horcrux ?" tanya Mr weasley dan semua nya mulai tampak bingung.
"ya horcrux" kata Ron.
"apa itu horcrux ?" tanya Ginny penasaran.
"horcrux adalah potongan jiwa dalam diri Voldemort yang bisa di simpan ke dalam suatu benda" jelasku.
"lalu ada berapa horcrux ?" tanya Ginny lagi.
"tujuh" kataku.
" bagaimana Voldemort bisa membuat horcrux ?" tanya George. "bahkan sampai tujuh"
"dengan membunuh… Voldemort melakukan enam kali pembunuhan untuk membuat horcrux-horcrux tersebut" jelas Harry.
"kupikir tadi kau mengatakan tujuh ?" tanya bill yang duduk di sebelah Fleur, sambil melirik ke arahku.
"nah itu sulit untuk di jelaskan" kataku sambil sedikit melirik ke arah Harry "horcrux yang dibuat oleh Voldemort adalah sebuah buku harian, cincin, liontin, piala hufflepuff, diadem ravenclaw, lalu nagini ularnya.
Kemudian semuanya diam, sepertinya mereka sedang memahami apa yang tadi kukatakan. Hingga Fleur berbicara memecah keheningan.
"dan ke tujuh?" tanyanya.
Aku hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaan nya. Tapi Harry angkat bicara.
"yang ke tujuh adalah aku" katanya.
Semuanya tampak terkejut, bahkan Mrs weasley hampir pingsan mendengarnya. Lalu menghampiri Harry dan memeluknya dengan erat.
"itu sudah hancur bukan ? tapi kenapa kau masih hidup ?" tanya Mrs weasley
"sebenarnya itu sangat sulit untuk di jelaskan, tapi ketika aku terbunuh, aku bangun di suatu tempat dan bertemu Dumbledore, kemudian berbicara dengan nya. Setelah itu aku bangun lagi" jelas Harry.
"jadi ketika kau dibawa oleh Hagrid, kau masih hidup ?" kata Ginny.
"ya tentu saja" kata Harry.
"lagipula Harry kembali hidup lagi, lalu Hermione dan aku mencari ular untuk menghancurkannya, sementara Harry sedang bertarung melawan Voldemort" kata Ron, lalu mulai bicara lagi "dan Neville yang akhirnya menghancurkan ular itu" setelah selesai, Ron melirik ke arah Harry.
"yahh.. akhirnya Voldemort juga mati" kata Harry.
"tapi mengapa kalian pergi sangat lama ?" tanya Mrs weasley
"karena kami tidak tahu dimana letak horcrux tersebut dan itu sangat tidak mudah. Jadi kami hanya berkeliaran tanpa arah selama berbulan-bulan" kata Harry, merasa bersalah.
"kalian memang tidak pernah kelihatan, selain ketika kalian menyusup ke kementrian, lalu kemana kalian pergi ?" tanya Mr weasley
"pertama kami mulai dari grimauld place. Kami merencanakan untuk menyusup ke kementrian selama kurang lebih seminggu. Lalu kami berhasil masuk ke kementrian dengan menyamar, setelah kami mendapatkan liontin tersebut, kami ketahuan dan dalam perjalanan kembali Yaxley mengejar kami, dan berhasil meraih tangan Hermione, lalu ber-apparate bersama kami kembali ke grimauld place. tempat kami ketahuan dan Hermione memutuskan untuk membawa kami ke hutan" jelas Harry. "tetapi" Harry menghela napas, "Ron terkena splinch"
"tapi itu tidak apa-apa karena Hermione langsung menyembuhkanku hingga pulih kembali" kata Ron kagum, kemudian mengenggam erat tanganku. Aku sempat tersipu dan sangat berterima kasih atas pujian Ron.
"tapi kalian mendapatkan liontin itu bukan ?" tanya George.
"iya dan kami mencoba menghancurkannya dengan mantra-mantra, tapi itu tak bisa" kataku.
"liontin itu tak bisa dihancurkan dengan mantra?" tanya Ginny penasaran.
"tidak" kataku.
"kami membutuhkan pedang Gryffindor untuk menghancurkan nya" kata Ron.
"yah, tapi pada saat itu pedang Gryffindor hilang" kata Harry. "jadi kami memutuskan untuk memakainya bergiliran sampai tahu cara untuk menghancurkan nya"
"yah, tapi itu hanya akan membuat orang yang memakainya menjadi suka marah" kata Ron pelan.
"maksudmu?" tanya Ginny melihat ke arah Ron.
"liontin itu bisa membisikkan kata-kata yang menyebalkan" kataku, lalu melirik sebentar ke arah Ron.
"kata-kata apa?" tanya Ginny menyelidik, menatap Ron.
Ron hanya diam, seperti tak ingin menjawab pertanyaan tersebut. lalu George mengganti topik pembicaraan tersebut.
"lalu apa yang terjadi ?" tanya George.
Ron menghela nafas dan berbicara, "kami bertengkar" kata Ron pelan.
"bertengkar?" kata George. Dan yang lain mulai menatap ke arah Ron.
"memangnya apa yang terjadi?" tanya Ginny.
"liontin itu mengatakan beberapa hal tentang Hermione dan Harry, kemudian juga kalian semua" kata Ron.
Kemudian semuanya terdiam dipikiran masing-masing, sampai Bill mengatakan sesuatu.
"apakah itu sebabnya kau datang mengunjungiku?" tanyanya.
Ron hanya diam, tidak ingin menjawabnya.
"dan kalian berdua ada dimana?" tanya Bill lagi.
"aku meninggalkan mereka" kata Ron pelan.
"APA ?" teriak Mrs weasley "KAU MENINGGALKAN MEREKA ?!"
Ron hanya mengangguk. Tak berani melihat ke arah ibunya itu.
"kenapa kau meninggalkan mereka?" tanya Mr weasley tenang.
"sudah kukatakan tadi, aku bertengkar dengan Harry" kata Ron.
"WEASLEY SEJATI TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN TEMAN-TEMANNYA" teriak Mrs weasley lagi, tapi lebih keras dari yang sebelumnya. Yang kemudian di tenangkan oleh Mr weasley
"kau menyedihkan" kata Ginny sinis.
Ron hanya bisa menundukkan kepalanya, lalu aku menggenggam tangannya lebih erat lagi.
"tapi Ron hanya termakan oleh apa yang dikatakan liontin itu" kata Harry tersenyum.
"yaa, lagipula dia datang kembali pada waktu yang sangat tepat" kataku, sambil mengusap tangannya dengan ibu jariku.
"maksudmu?" tanya Ginny heran.
"dia datang, dimana saat itu aku berusaha untuk mengambil pedang Gryffindor di dasar danau. Tapi aku lupa bahwa liontin itu masih berada di leherku dan kemudian mencekikku, tapi untung Ron datang menyelamatkanku dan langsung menghancurkan liontin tersebut" kata Harry tersenyum ke arah Ron.
"jika saja pada saat itu Ron tidak datang, pasti Harry sudah tidak ada lagi disini" kataku kemudian tersenyum juga.
"oh Ron, apa itu benar?" kata Mrs weasley
"ya" kata Ron pelan.
Kemudian Mrs weasley bangkit dari duduknya, melangkah ke arah Ron dan memeluknya, "kau memang seorang weasley sejati Ron.." kata Mrs weasley "mom, bangga punya anak sepertimu" kemudian tersenyum.
"terima kasih" kata Ron, mulai tersenyum.
Setelah sekitar 1 menit diam sebentar, kemudian kami lanjut bercerita.
"lalu setelah itu, kami memutuskan untuk pergi ke rumah " kata Harry, memulai pembicaraan.
"itu hanya berada di atas bukit, sementara pelahap maut banyak berkeliaran di sana" tegur Mr weasley
"kami tahu resikonya, tapi ada sesuatu yang penting." Kataku.
"memangnya ada apa disana?" tanya Bill.
"ceritanya panjang" Ron memulai "sebelumnya Dumbledore memberikan sesuatu di surat wasiatnya, yang pertama Dumbledore memberiku sebuah alat yang bernama deluminator. Yang kedua Dumbledore memberikan Hermione sebuah salinan buku dari kisah The Tales of Beedle and Bard, dan yang ketiga dia memberikan Harry sebuah snitch yang di tangkapnya dalam pertandingan pertamanya"
Semua weasley mulai tampak bingung.
"nah, dalam buku yang Dumbledore berikan kepadaku, di dalam nya terdapat simbol yang tidak kumengerti. Dan akhirnya Harry ingat bahwa pernah mengenakan kalung yang berbentuk simbol yang sama seperti gambar di buku, pada saat pernikahan Bill dan Fleur" jelasku.
"lalu apa artinya itu?" tanya penasaran.
"the deathly hallows" kata Harry cepat.
"apa ?!" tanya hampir semua weasley.
"deathly hallows" jelasku.
"kisah dari tiga bersaudara yang menciptakan the deathly hallows" kata Ron "yaitu tongkat elder, batu kehidupan dan jubah gaib"
"lalu setelah itu kalian pergi kemana?" tanya George.
"kami tidak pergi dengan tenang" kata Ron.
"mengapa?" tanya Ginny heran.
"karena pada saat itu Luna di tangkap oleh Voldemort dan berpikir bahwa jika ia menyerahkan Harry, maka Voldemort akan mengembalikan Luna kembali. Jadi dia menyebut nama Voldemort yang sudah tabu. Dan akhirnya para pelahap maut datang langsung menyerang. Tapi kami berhasil kabur" kataku.
"lalu?" tanya Fleur.
"kemudian kami kembali ke hutan, tapi disana ada para snatcher yang langsung menangkap kami" kata Ron.
"kalian dibawa kemana?" tanya Mr weasley
"malfoy manor" kata Harry.
"tempat yang menjijikan" kata George.
"lalu apa mereka lakukan kepada kalian disana ?" tanya Mrs weasley
"aku dan Harry, dikunci di ruang bawah tanah" kata Ron "sementara Hermione…"
"dia disiksa oleh bellatrix, karena Hermione tidak berbicara tentang bagaimana kita mendapatkan pedang Gryffindor tersebut" kata Harry pelan.
Aku bisa merasakan air mataku mengalir dari pipiku, dan aku juga bisa merasakan pelukan dari Ron yang memelukku.
"tapi kau begitu hebat love" gumam Ron, mengelus punggungku dengan lembut.
Kemudian Mrs weasley melangkah ke arahku dan memelukku, di ikuti juga dengan Ginny. Lalu kembali lagi.
"di ruang bawah tanah,aku dan Ron juga bertemu dengan Luna, Griphook dan juga " kata Harry. "dan kemudian Dobby datang ber-apparate ke ruang bawah tanah"
"Dobby ? bagaimana?" tanya Ginny heran.
"aku meminta bantuan melalui sepotong cermin yang di berikan sirius pada tahun kelimaku, yang ternyata potongan lainnya berada di Aberforth, adik Dumbledore. Jadi dia setiap saat selalu mengawasiku dari cermin itu" jelas Harry.
"dan ketika sudah sampai di atas, kulihat Hermione masih berbaring disana dan aku pikir kita harus menjuhkannya dulu dari Bellatrix" lanjut Harry.
"tapi kau menyelamatkan nya?" tanya Ginny.
"ya, tapi Ron tidak sabar dan langsung menyerang Bellatrix" kata Harry, melirik ke arah Ron.
"dan kau berhasil?" tanya Ginny melihat ke arah Ron.
"yeah, tapi setelah Dobby menjatuhkan lampu, ketika Bellatrix hampir ingin menggoreskan pisau nya ke leher Hermione" kata Ron.
Air mataku mulai keluar lagi teringat pada saat-saat itu.
"oh maafkan aku Hermione" kata Ron, kemudian ia mencium keningku dengan lembut.
"tak perlu minta maaf.. kau menyelamatkan ku" kataku tersenyum, sambil memeluk Ron.
Lalu sempat hening sejenak. Mungkin karena melihat kasih sayang Ron kepadaku, yang menenangkanku ketika aku mulai terisak kembali. Sesekali dia mencium keningku dengan manis.
"lanjutkan ceritanya" gumamku, sambil meringkuk lebih dekat dengan Ron.
"lalu Ron berhasil menyelamatkan Hermione dan aku mengambil tongkat Draco" lanjut Harry.
"kemudian kami ber-apparate keluar dari sana, tetapi sebelumnya Bellatrix melemparkan pisau ke arah kami, dan mengenai tubuh Dobby" kata Harry pelan.
Tiba-tiba perasaan sedih muncul kembali.
"tapi dia adalah seorang pejuang" kata Ron semangat. Aku tersenyum bangga kepada Ron.
"kami menguburnya di shell cottage, dan tinggal disana untuk beberapa hari sampai Hermione pulih kembali" kata Harry.
"lalu rencana kalian selanjutnya apa?" tanya George.
"kami memutuskan untuk pergi ke gringgots" kata Harry "karena Bellatrix sangat takut ketika mengetahui bahwa kita semua telah pergi kesana"
"apakah para goblin tidak curiga?" tanya Mr weasley
"tidak. Karena Hermione menyamar menjadi Bellatrix, lalu Ron menyamar sebagai seorang pelahap maut dan aku dan Griphook bersembunyi menggunakan jubah gaib." Jelas Harry.
"lalu?" tanya Ginny, tidak sabar untuk mendengar cerita selanjutnya.
"lalu kami berhasil masuk ke lemari besinya dan menemukan horcrux tersebut, tapi sayangnya Griphook berkhianat dan meninggalkan kami dengan membawa pedang Gryffindor. kami terjebak disana.." kata Harry.
"yeah.. goblin sialan yang menyebalkan" kata Ron sinis.
"bagaimana caranya kalian keluar dari sana?" tanya Mrs weasley
"kami naik naga" kata Harry.
"apa?" semua weasley hampir berbicara bersamaan.
"yahh, itu benar-benar ide yang luar biasa" kata Ron tersenyum ke arahku.
"dan kalian berhenti dimana?" tanya Bill.
"kami berhenti, ketika melewati sebuah danau dan terjun ke danau itu" kataku.
"kemudian aku mendapatkan semacam penglihatan bahwa ada Horcrux di Hogwarts" kata Harry.
"jadi kami bertiga langsung ber-apparate menuju hogsmeade dan bertemu adik Dumbledore yaitu Aberforth, kemudian ia menunjukkan jalan rahasia menuju Hogwarts, lalu bertemu dengan Neville" kataku.
"setelah sampai di Hogwarts, aku berniat untuk mencari diadem ravenclaw. Sementara Ron dan Hermione pergi ke kamar rahasia untuk menghancurkan piala hufflepuff dengan taring basilisk" jelas Harry.
"yahh, dan kami berhasil menghancurkannya" kata Ron bangga, sambil mengedipkan matanya kepadaku.
"iya, dan mereka mendapatkan sesuatu yang lebih dari itu" kata Harry menyeringai ke arah Ron. Aku bisa melihat muka Ron yang mulai memerah.
"apa itu?" tanya Ginny penasaran.
"Ron dan Hermione berciuman disana?" kata Harry tersenyum.
"astaga, di tengah perang?" kata Ginny tertawa.
"iya, sekarang atau tidak selamanya" kata Ron tersenyum menatapku, yang kemudian balas tersenyum. Dan semuanya tiba-tiba tertawa.
"sepertinya kau sudah dewasa ya Ronie" kata George kemudian tertawa lagi.
"hei.. hei.. masih ada cerita yang harus di selesaikan disini" kata Ron, memutar bola matanya.
"ok.. ok.." kata George, sambil menahan tawa.
"lanjutkan" kata Ginny yang sudah tidak tertawa.
"setelah itu kami berdua pergi menyusul Harry ke kamar kebutuhan" kataku "disana terdapat malfoy dan juga teman-temannya"
"yahh si goyle yang bodoh itu, membakar ruangan itu dengan fiendfire" kata Ron.
"kemudian kami semua berhasil keluar tapi goyle tidak selamat. Dan kemudian kami menghancurkan diadem itu" jelasku.
setelah beberapa menit. Mr weasley dan Mrs weasley bangkit dari duduk nya.
"yah, kupikir cukup segitu saja ceritanya" kata Mr weasley tersenyum "kupikir kalian juga sudah lelah"
Kemudian semua orang mulai meninggalkan ruangan itu, dan aku juga segera naik ke atas untuk menyusul Ginny. Ketika sudah sampai di depan pintu.
"Mione" kata Ron, menghampiriku.
"hmm?" tanyaku.
"kau ingin langsung tidur?"
"iya, aku sudah lelah" kataku.
"oh baiklah" kata Ron, lalu membungkuk dan mencium bibirku "aku hanya ingin mengucapkan 'selamat tidur' dan mimpi indah"
"selamat tidur juga Ron" kataku. "dan mimpi indah"
# Don't forget to review this chapter ;)
