PLEASE LOOK AT ME / CHAP 2
Author : Naragirlz
Genre : Romance, Friendship, Family
Pairing : SasuSaku
Rating : T
WARNING
AWAS INI BENAR-BENAR FANFICTION ALUR SINETRON, DONT LIKE DONT READ, EYD BERANTAKAN DAN ABAL
.
.
.
==Part Sebelumnya==
Apa kau sangat penasaran kenapa aku menerima begitu saja pernikahan ini?". Tanya Sasuke, Sakura pun mengangguk penuh semangat. "Karena kalau aku tidak menikahimu aku tidak akan mendapatkan warisanku kembali. Apa kau puas?".
Iya benar Ayah Sasuke mengganti semua nama yang dulu atas namanya sekarang harta yang dimiliki ayahnya dengan atas nama Sakura bukan nama dirinya. Dan kalau Sasuke tidak menerima pernikahan ini maka semua harta yang dimiliki oleh ayahnya di berikan kepada putri sahabatnya karena ayah Sasuke merasa sangat malu dan bersalah pada Ayah Sakura. Dan kembalinya warisan itu padanya tidak di tentukan kapan waktunya.
Sakura terlihat sangat kecewa dan sakit mendengar penjelasan Sasuke. Benar-benar terasa amat sangat sakit. Mungkin yang bahagia dan tulus dengan pernikahan ini hanya dirinya tidak untuk Sasuke. Dan lucunya Sasuke hanya menganggap dirinya sebagai alat untuk mendapatkan warisannya kembali. Tanpa pamit Sakura kembali berjalan dengan senyum yang hambar sedangkan Sasuke memandang Sakura tanpa ekspresi.
"Ternyata dia hanya menganggapku seperti itu" Ucap Sakura.
ooOOoo
Tiga hari sesudah itu, semua acara pernikahan sudah dimulai dengan konsep yang sangat sederhana. Pernikahan ini hanya dihadiri oleh keluarga besar keduanya. Tidak ada gedung mewah, tidak ada bunga-bunga segar yang menghiasi ruangan, karena pernikahan ini diadakan secara rahasia dan tidak boleh satupun orang lain tahu. Sejujurnya ini digunakan untuk menjaga nama baik orang tua Sasuke yang merupakan pengusaha terkaya di Tokyo. Bagi orang tua Sakura, ini sama sekali tidak masalah dan mereka mengerti akan situasi seperti ini yang terpenting adalah nasib putrinya dan bayi yang dikandung putrinya. Acara pernikahan antara Sakura dan Sasuke di lakukan dengan upacara tradisional Jepang bukan modern. Ini merupakan permintaan dari ayah Sakura.
Prosesi pernikahan tradisional Jepang yaitu seperti ini. Pernikahan tradisional Jepang merupakan pernikahan sistem budah, biasa juga disebut pernikahan Shinto. Karena pernikahan tradisional ini menganut agama Shinto dan dilakukan di kuil. Dalam upacara pernikahan ini, kedua mempelai memakai baju tradisional Jepang yaitu kimono. Untuk perempuan pakaian tradisionalnya disebut kimono dan laki-laki disebut Hakama. Dalam upacara pernikahan tradisional Jepang, pada umumnya seluruh tubuh mempelai perempuan dicat putih mulai dari ujung kaki sampai wajah sebagai lambang kesucian. Di awal upacara pernikahan pengantin disucikan terlebih dahulu oleh pendeta Shinto. Kemudian pasangan melakukan ritual yang bernama san-sankudo. Dalam ritual ini kedua mempelai bergantian menghirup aroma sake yang disajikan. Pada saat kedua mempelai mengucapkan janji pernikahan mereka, kedua keluarga mempelai saling berhadapan dan bergantian meminum sake sebagai wujud penyatuan dan ikatan dalam suatu proses pernikahan. Jam demi jam pun berlalu, upacara pernikahan tradisional antara Sasuke dan Sakura selesai.
Sakura sudah berganti baju tidur. Dia membersihkan wajah dari make up. Wajahnya tampak lelah dan sedih. Sejenak dia diam melihat wajahnya sendiri di cermin. Hancur sudah masa depannya, cita-citanya yang ingin menjadi seorang perawat sudah tak ada harapan lagi. Dari balik kaca, Sakura melihat Sasuke tidur terlentang di atas ranjang. Sakura sudah menduga sebelumnya kalau sikap Sasuke terhadap dirinya akan seperti ini. Dari awal acara pernikahan Sasuke sama sekali tidak menyapanya bahkan melihatnya pun tidak. Hal yang tidak boleh dilupakan Sakura adalah bahwa Sasuke menikahinya hanya untuk mendapatkan kembali warisannya. Dengan ragu Sakura berjalan menuju tempat tidur, tubuhnya yang capek membuat dirinya mengantuk. Saat Sakura duduk diranjang Sasuke melirik dirinya sebentar lalu pergi keluar kamar. Sakura mengehmbuskan nafas. Dia berbaring sambil melihat-lihat sekeliling kamar yang begitu besar. Kamar ini ukurannya sama besar dengan ruang tamu rumahnya. Rumah ini adalah pemberian khusus ibu Sasuke untuk pernikahan mereka. Ayah Sasuke sama sekali tidak setuju dengan ide ibunya. Malah Ayah Sasuke berniat memindahkan putranya di daerah yang jauh dari modern. Namun karena kecintaan ibu Sasuke terhadap anaknya, maka di belikanlah Sasuke rumah ini. Ibu Sasuke tahu kalau putranya tidak bisa hidup susah. Air mata keluar dari pelupuk mata Sakura, dia sudah tidak bisa lagi menanggung beban yang harus dia jalani.
"Ayah, ibu Maafkan aku". Ucapnya lirih, detik kemudian Sakura mulai memejamkan matanya.
ooOOoo
Di ruang santai Sasuke melihat TV. Dia mengganti-ganti channelnya. Pikiran Sasuke benar-benar kalut. dia tidak tahu harus bagaiamna menjalani hidupnya. Dan tantangan terbesar adalah menjelaskan semuanya pada Shion kekasihnya. Sasuke bertekad sampai kapanpun Shion tidak takan pernah tahu akan hal ini. Bagaimanapun caranya. Kalau bukan untuk mendapatkan warisan kembali dia juga tidak akan mau menikahi gadis yang bukan Tipenya. Sasuke sendiri tidak tahu kapan ayahnya akan mengatas namakan warisan itu dengan namanya bukan nama Sakura. Bagi Sasuke ini sama sekali tidak adil. Ponsel Sasuke bergetar, tertulis nama Shion di layar ponselnya. Seharian ponsel Sasuke dinonaktifkan.
"Moshi-moshi" ucap Sasuke datar.
"Sayang, kau kemana saja eoh? seharian aku menghubungimu tapi ponselmu tidak aktif. Aku sangat mengkhawatirkanmu dan aku merindukanmu". Ucap Shion manja dalam telfon.
"Aku juga merindukanmu Shion. Maaf seharian ini aku sangat sibuk". Jawab Sasuke.
"Bisakah kita bertemu malam ini, aku sangat bosan dirumah".
"Tentu, tunggu aku ditempat biasanya. Oke. Ehmm, Aishiteru".
Sasuke menutup ponselya. Dia baru sadar kalau daritadi ada orang yang memperhatikannya. Wajah yang tadinya berseri-seri mendadak berubah mejadi dingin dan angkuh. Sasuke memandang Sakura tanpa ekspresi malah terkesan sinis. Kebetulan sekali Sakura terbangun dari tidurnya karena kehausan dan berniat mengambil minuman di dapur. Tanpa mengatakan apapun Sasuke mengambil jaketnya dan pergi. Baru beberapa langkah Sasuke mendengar namanya di panggil.
"Sasuke-kun kau akan pergi kemana?". Tanya Sakura halus.
Sasuke berbalik dan berjalan mendekat kearah Sakura. Sakura tersenyum tipis pada Sasuke. Namun, Sasuke menatap tajam Sakura, Jari-jemari tangan kanannya menarik sesuatu dari jari manis tangan kirinya. Pandangan Sakura sekarang tertuju pada tangan Sasuke. Terlihat jelas Sasuke melepas cincin dari Jarinya. Setelah lepas dari jarinya, Sasuke menjatuhkan cincin itu di depan Sakura.
"Kemana aku pergi itu bukan urusanmu". Ucapnya singkat.
Tanpa beban apapun Sasuke meninggalkan istrinya. Sakura tertegun melihat semua yang terjadi di depan matanya. Sepeninggal perginya Sasuke, Sakura duduk mengambil cincin perkawinanya di lantai. Jari lentik Sakura membersihkan cincin itu, seolah dia tidak mau lambang ikatan suci ini kotor. Sakura tahu kalau Sasuke akan bertemu dengan Shion dan Sakura juga tahu kalau hal ini pasti akan terjadi.
"Hati-hati di jalan Sasuke". Gumamnya lirih.
Walaupun Sasuke memperlakukan dirinya seperti ini namun tak membuat Sakura berhenti untuk menyukainya. Rasa suka selama tiga tahun sama sekali tidak mudah untuk menghilangkannya, apalagi mulai sekarang dia akan tinggal bersama dan bertemu setiap hari. Mungkin juga rasa itu bisa semakin besar. Dia sendiri menganggap kalau dirinya adalah gadis terbodoh di dunia. Lagi-lagi Sakura hanya bisa menghela nafas dan mengambil air minum di dapur.
ooOOoo
Disebuah restoran mewah daerah Tokyo, Sasuke asik berbicara dengan seorang gadis cantik berambut pajang. Nama gadis itu adalah Shion yang merupakan pacarnya. Hubungan Sasuke dan Shion sudah terjalin selama dua tahun yang lalu awal mereka masuk sekolah. Sasuke memandang Shion kekasihnya dengan perasaan yang bahagia dan berbunga-bunga. Bagi Sasuke gadis yang di cintainya untuk saat ini adalah Shion yang merupakan gadis pupuler dikalangan pelajar pria. Iya tentunya populer karena kecantikannya. Semua siswa disekolah tidak heran kalau Sasuke menjadi pacar Shion, karena Sasuke juga pria paling populer di kalangan murid perempuan. Mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi. Shion hanya tersenyum kecil karena dipandang Sasuke dengan cara seperti itu sambil meminum jus lemonnya.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanya Shion malu-malu.
"Malam ini kau terlihat cantik sekali". Puji Sasuke.
"Hanya malam ini saja aku terlihat cantik dimatamu".
"Bukan seperti itu. Setiap hari kau tampak cantik tapi malam ini kau tampak lebih cantik".
"Jangan terlalu memujiku seperti itu hehehe. Sayang, kau bilang seharian ini sangat sibuk. Memangnya apa yang kau kerjakan dirumah? Sampai harus bolos sekolah".
"Ohh..itu..ah iya ada sedikit masalah di perusahaan ayahku jadi dia menyuruhku untuk membantunya". Raut wajah Sasuke sedikit pucat menjawab pertanyaan dari Shion.
"Jadi seperti itu". Katanya singkat
Shion yang tidak tahu apa-apa, percaya begitu saja dengan omongan Sasuke. Restoran yang di datangi Sasuke sangatlah ramai. Banyak sekali pasangan kekasih yang berkunjung di sini. Direstoran ini juga disediakan hiburan seperti penyanyi. Hal ini dilakukan oleh pihak restoran agar menambah kesan romantis. Dari jauh Sasuke dan Shion melihat seorang pria berjalan menuju panggung dan berbisik pada penyanyi serta pengiringnya. Kelompok band itu tersipu malu dan tersenyum penuh arti. Penyanyi wanita itu berdiri.
"Hadirin sekalian, salah satu pengunjung dari restoran ini yang bernama Honda Mitsui akan menyanyikan sebuah lagu. Lagu ini dinyanyikan khusus untuk kekasihnya Utada Yumiko. Tepuk tangan untuk mereka"
Suara tepuk tangan tak terkecuali Shion dan Sasuke membahana di restoran. Terlihat sekali kalau pengunjung yang bernama Mitsui sangatlah gugup. Dia memandang penuh arti tambatan hatinya, sedangkan gadis yang bernama Utada Yumiko wajahnya memerah karena malu dan bahagia.
"Yumiko-chan, lagu ini khusus untukmu tolong dengarkan baik-baik"
Sorak sorai suara penonton makin menjadi-jadi. Kekasih Mitsui menutup setengah mukanya dengan syal. Terdengar alunan music yang harmoni menggema di ruangan yang tak begitu besar. Shion tersenyum bahagia penuh arti mendengar intro music yang dimainkan. Tubuh beserta kaki Shion bergerak seirama dengan ketukan drum.
"Aku tahu maksud pria itu dan aku tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya ". Ucap Shion kepada Sasuke. Sasuke terlihat tidak mengerti dengan ucapan Shion.
"Memangnya apa yang akan dia lakukan?". Tanya Sasuke. Namun Shion tidak menjawab.
it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do
.Hey baby,I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.
Wajah Yumiko semakin merah dan merah. Mendengar alunan lagu Bruno Mars– Marry U semua penonton semakin heboh bahkan banyak diantara mereka wajahnya memerah karena malu melihat tingkah Mitsui. Tiba-tiba penyanyi dari restoran itu berjalan menuju meja Yumiko dan membawanya menuju panggung. Shion semakin terenyum lebar melihat kejadian ini karena Tebakannya hampir benar mungkin juga memang benar. Dengan langkah ragu Yumiko mengikuti penyanyi restoran itu. Mitsui terus bernyanyi sambil melihat kekasihnya penuh arti sampai lagu selesai. Akhir Lagu Mitsui berlutut, tangannya merogoh sesuatu dari jasnya. Sebuah kotak merah kecil ada dalam genggamannya.
"Orang itu akan melamar kekasihnya". Ucap Shion pada Sasuke secara tiba-tiba.
"Benarkah, bagaimana Kau tahu?".
Lagi-lagi Shion tidak menjawab. Sasuke melihat ulah Mitsui dengan seksama. Perlahan Mitsui membuka kotak tersebut. Terlihat jelas sebuah Cincin cantik ada di dalamnya. Yumiko tampak tak bisa berbicara apa-apa, dia menutup mulutnya sambil tersenyum bahkan terlihat jelas sekali air mata menetes dari matanya. Menangis karena bahagia.
"Would you marry me?". Ucap Mitsui tanpa ragu. Yumiko melihat kesemua pengunjung.
"Terima..terima..terima..". ucap semua pengunjung restoran.
Shion juga ikut bersorak bersama pengunjung lainnya. Sedangkan Sasuke Hanya diam saja. Dia tidak menyangka kalau tebakan Shion benar.
"I do Mitsui". Jawab Yumiko
Sorakan pengunjung makin menjadi-jadi setelah Yumiko menerima lamaran Mitsui. Mendengar jawaban Yumiko, Mitsui langsung memeluk Yumiko erat, detik berikutnya dia mencium kekasihnya dengan mesra. Semua penonton sangat bahagia dan ikut senang atas mereka berdua. Bagi Shion ini sangatlah Romantis benar-benar romantis. Shion melihat Sasuke yang sibuk minum jusnya.
"Sasuke, aku ingin sekali kau melamarku seperti ini atau mungkin kau bisa lebih romantis dari pria itu. Aku berharap cepat atau lambat kau akan melamarku, karena aku yakin hubungan kita akan bertahan lama". Ucap Shion sambil tersenyum.
"Uhuk..uhuk..". Mendengar ucapan Shion membuat Sasuke kesedak.
"kau tidak apa-apa? Makanya jangan teburu-buru buat bicara".
"Apa kau ingin menikah denganku?". Tanya Sasuke.
"Tentu, karena hanya kau laki-laki yang aku suka di dunia ini. Suatu saat kau pasti akan melamarku kan?". Tanya Shion dengan wajah polosnya. Sasuke hanya tersenyum kecil tidak bisa menjawab. Kembali dia melanjutkan minumnya.
ooOOoo
Dimalam hari yang dingin, Sakura berjalan sendirian diantara kerumunan, di sekitar pusat perbelanjaan di Tokyo. Matanya tak henti melihat hal-hal yang ada di sekitarnya. Sakura sama sekali tak punya tujuan berjalan-jalan di luar. Dia merasa kesepian dan bosan di rumah besar seperti itu. Tak ada hal lain lagi yang bisa dia lakukan kecuali untuk menghibur dirinya sendiri. Di jalan Sakura melihat seorang pria membelikan ice cream untuk kekasihnya, terlihat sekali gadis itu tersenyum bahagia dan memeluk kekasihnya. Sakura hanya tersenyum melihat kejadian itu. Sekarang mata Sakura tertuju pada sebuah toko buku, dia ingin membeli beberapa komik kesukaannya. Sakura masuk kedalam melihat-lihat komik. Sudah beberapa menit dia cari namun sayang komik kesukaanya ada. Tanpa sengaja Sakura, melihat sebuah rak yang terpampang jelas buku-buku tentang ibu hamil dalam berbagai judul. Sakura tertarik pada sebuah judul "Menjaga bayi dalam kandungan agar tetap sehat". Sakura membalik-balik buku itu dan membacanya sekilas.
Berikut ini ada beberapa anjuran bagi Ibu hamil dalam menjaga kehamilan masa pertumbuhan bayi di dalam kandungan :
Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan.
Hindari bahan atau zat-zat kimia yang yang menimbulkan keracunan
Berhenti merokok bila Anda merokok atau janganlah menjadi perokok pasif,
Minumlah yang lebih banyak, terutama air putih.
Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk ibu dan si kecil
Konsumsi vitamin Asam Folat
Konsumsi juga tablet penambah darah,
Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan termasuk juga obat-obat tradisional.
Jangan sungkan atau takut bertanya pada dokter.
Tetaplah beraktifitas karena akan baik untuk sang ibu maupun sang calon bayi.
Hindari mandi atau berendam dengan air panas saat hamil.
Istirahatlah yang cukup.
Sakura manggut-manggut tanda dia mengerti tentang article ini. Sakura sudah bisa membayangkan apa yang harus dia lakukan kedepannya. Sakura tidak mau kalau bayi dalam kandungannya tidak sehat. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli buku tentang ibu hamil lebih dari dua buah buku. Dengan tampang bahagia Sakura berjalan keluar dari toko buku, namun tanpa di duga dia melihat Sasuke dengan Shion masuk ke dalam toko buku. Dia tak ada waktu untuk bersembunyi karena jarak mereka sangatlah dekat. Sasuke melihat Sakura dengan tatapan sinisnya. Tenggorokan Sakura tercekat, matanya tertuju pada tangan Sasuke yang memegang mesra pinggang Shion. Melihat Sakura yang seperti itu, Sasuke semakin mempererat pelukannya. Sakura kau harus kuat, anggaps aja kau tak melihat Sasuke dan Shion. Batin Sakura menyemangati dirinya sendiri. Tiba-tiba terdengar seseorang yang memanggil Namanya.
"Sakura…!", Teriak pria itu sambil berjalan menuju kearahnya. Wajah Sakura menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya dia, ketika tahu bahwa pria itu adalah teman dekatnya saat kecil dulu.
"Naruto!" pekik Sakura.
==TBC==
