PLEASE LOOK AT ME / CHAP 3
Author : Naragirlz
Genre : Romance, Friendship, Family
Pairing : Sasusaku
Rating : T
WARNING
AWAS INI BENAR-BENAR FANFICTION ALUR SINETRON, DONT LIKE DONT READ, EYD BERANTAKAN DAN ABAL
.
.
.
~Sekedar sedikit penjelasan~
Aku nggak tahu kenapa cerita ini dapat flame hanya karena alur cerita yang katanya mainstream. Yang lebih membuatku heran adalah ada yang mengatakan "Sasuke selingkuh, ngeduain sakura. Udah basi... Ckckck". Aku nggak tahu mereka ini baca dari awal atau bagaimana. Padahal jelas-jelas Sakura itu tak diduain, tapi Shion yang diduain Sasuke karena dia terpaksa harus menikahi Sakura karena kesalahannya. Lebih tepatnya Sakura orang ketiga disini. Masalah mainstream pada sebuah cerita itu hal biasa apalagi cerita tentang percintaan pasti mudah ditebak (Walaupun aku yakin ending FF ini tak sama dengan apa yang ditebak). Contoh, cerita manusia berjuang melawan Zombie, kisah seperti ini di Hollywood banyak banget, tapi kenapa cerita mereka laris dan selalu ada sequelnya, karena mereka memiliki plot dan Konflik cerita yang berbeda. Bijaksanalah menilai karya orang lain. Bukannya saya marah karena di flame, tapi aku hanya ingin sedikit memberi penjelasan aja ^.^.
.
.
.
==Part Sebelumnya==
Sakura manggut-manggut tanda dia mengerti tentang article ini. Sakura sudah bisa membayangkan apa yang harus dia lakukan kedepannya. Sakura tidak mau kalau bayi dalam kandungannya tidak sehat. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli buku tentang ibu hamil lebih dari dua buah buku. Dengan tampang bahagia Sakura berjalan keluar dari toko buku, namun tanpa di duga dia melihat Sasuke dengan Shion masuk ke dalam toko buku. Dia tak ada waktu untuk bersembunyi karena jarak mereka sangatlah dekat. Sasuke melihat Sakura dengan tatapan sinisnya. Tenggorokan Sakura tercekat, matanya tertuju pada tangan Sasuke yang memegang mesra pinggang Shion. Melihat Sakura yang seperti itu Sasuke, semakin mempererat pelukannya. Sakura kau harus kuat, anggapsaja kau tak melihat Sasuke dan Shion. Batin Sakura menyemangati dirinya sendiri. Tiba-tiba terdengar seseorang yang memanggil Namanya.
"Sakura…!", Teriak pria itu sambil berjalan menuju kearahnya. Wajah Sakura menoleh ke arah pria itu. Betapa terkejutnya dia ketika tahu bahwa pria itu adalah teman dekatnya saat kecil dulu.
"Naruto!."
ooOOoo
"Akhirnya aku bertemu denganmu, bagaimana keadaanmu?". Tanya Naruto.
"Aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?"senyum Sakura.
"Aku juga baik-baik saja hhehehe". Ucap Naruto.
Naruto meihat Sakura dengan seksama mulai dari uHaruno kaki sampai kepala. Dia merasa kalau tubuh Sakura terlihat sangat segar dan gemuk. Berbeda sekali dengan Sakura yang dia temui dulu. Tiga tahun yang lalu. Naruto mendapat beasiswa di luar negeri atas prestasinya. Dia adalah salah satu anak jenius di Jepang. Setelah melanjutkan sekolah menengah atas ke luar negeri tepatnya di California, Amerika serikat. Dia melanjutkan kuliah di bidang kedokteran. Sebenarnya umur Naruto dan Sakura sama cuma dalam sekolah Naruto selalu ikut kelas akselerasi. Walau jauh, komunikasi Sakura dan Naruto tidak pernah terputus, dia juga tahu kalau hari ini Naruto pulang ke Jepang. Mata Naruto tertuju pada dua sosok laki-laki dan seorang gadis yang berdiri tepat di depan Sakura. Lebih sopan kalau dia menyapa mereka juga.
"Halo, kenalkan namaku Uzumaki Naruto. Kalian berdua teman Sakura ya?".
"Oh, iya kami berdua teman sekelas Sakura" kata Shion penuh keramahan dan senyuman. "Kebetulan kami berdua tanpa sengaja bertemu disini. Oh ya Sakura, kau datang kesini sendirian?".
"Iya, aku sendirin. Habisnya aku bosan dirumah terus".
Sejauh ini hubungan Sakura dan Shion biasa saja. Tapi memang Sakura akui kalau Shion itu gadis yang baik, cantik, pintah sekaligus ramah pada siapapun juga. Termasuk pada dirinya Shion juga baik. Naruto memandang pria yang memeluk pinggang Shion.
"Kalau boleh tahu siapa namamu?"tanya Naruto pada Sasuke sambil menyodorkan tangannya. Sasuke hanya memandang sekilas lalu menjawab pertanyaan Naruto tentang dirinya tanpa menjabat uluran tangan Naruto.
"Namaku Uchiha Sasuke, panggil saja Sasuke".
Suasana mendadak menjadi canggung dan sedikit tegang. Naruto merasa sedikit tersinggung atas sikap Sasuke. Situasinya benar-benar tidak menyenangkan. Shion sadar betul akan hal ini. Dia mencari cara agar suasana seperti ini cepat mencair.
"Ehm, Sakura setelah ini kau akan pergi kemana? lebih baik kita pergi bersama-sama?". Ajak Shion.
Ini benar-benar ide bagus dari Shion. Daripada dia bingung mau pergi kemana bersama Naruto lebih baik berempat dan suasana akan lebih ramai. Ketika Sakura akan menjawab, Sasuke melihat kearah dirinya dengan tatapan yang tak mengenakan. Tatapan itu mengisyaratkan bahwa sebaiknya Sakura dan temannya tidak mengikuti mereka. Sakura mengerti benar-benar mengerti.
"Maaf Shion bukan maksud menolak namun kami berdua akan pergi kesuatu tempat. Jadi maaf aku tidak bisa ikut dengan kalian. Aku dan Naruto pergi dulu. Sampai jumpa nanti". Kata Sakura sambil membungkukan badan. Dia menarik lengan Naruto dan berjalan menjauh diantara Sasuke dan Shion.
"Sasuke, kenapa kau kasar sekali pada mereka berdua? kau punya masalah dengan mereka?"tanya Shion. Dia heran dengan sikap Sasuke yang berubah drastis seperti ini.
"Sudahlah, jangan bahas mereka lebih baik kita mencari buku".
ooOOoo
Saat di Jalan Naruto memandang aneh kearah Sakura yang berada disampingnya. Kenapa ekpresi wajah Sakura terlihat kesal melihat mereka berdua atau mungkin ini hanya perasaannku saja. Sepertinya memang hanya perasaanku saja. Batin Naruto. Sedangkan Sakura terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa pada sahabat lamanya, Naruto. Sakura bisa melihat jelas perubahan wajah Sasuke. Sebelum Sasuke melihat dirinya, raut wajahnya begitu ceria, baik dan lucu, begitu melihat dirinya wajah Sasuke berubah garang dan jahat seperti harimau yang mau menerkam mangsanya. Sakura tidak tahu harus sampai kapan dia menerima sikap seperti itu dari Sasuke. Bagaimanapun dia harus bertahan dalam pernikahan ini. Tidak peduli badai apa saja yang akan menerpa kehidupannya, yang terpenting adalah anak yang dia lahirkan mempunyai seorang ayah. Sakura menyesal kenapa waktu iu dia tidak lebih memberontak saat Sasuke melakukan hal itu padanya.
"Sakura…Sakura…!" panggil Naruto dengan nada meninggi.
"Eoh, Iya ada apa kau memanggilku?" tanyanya polos.
"Kau melamun ya. Apa yang sedang kau pikirkan?".
"Ahh, tidak ada apa-apa. Aku hanya sedikit tidak enak badan".
"Apa kau ingin aku mengantarmu pulang sekarang?".
"Tidak usah, Naruto, lagipula aku juga masih ingin jalan-jalan. Aku bosan dirumah terus hheehe". Untuk kesekian kalinya Naruto memperhatikan Sakura yang berjalan santai dengan raut muka yang tak senang.
"Laki-laki yang bernama Sasuke itu. apa memang begitu sikapnya? dia teman sekelasmu kan?".
"Tidak, dia sama sekali bukan seperti itu. Sasuke adalah seorang pria yang baik, lucu dan..". Bayangan tentang Sasuke muncul, dan teringat jelas bagaimana cara Sasuke mencium dirinya dimalam itu benar-benar berbeda dan dia merasa menjadi wanita seutuhnya. "Lembut.."lanjut Sakura.
"Lembut? Aku rasa dia pria yang kasar dan tak punya perasaan. Lalu siapa gadis yang bersamanya. Aku lupa tidak berkenalan dengannya? sepertinya dia kekasih Sasuke. Apa tebakanku benar?".
"Iya, Tebakanmu tepat sekali Naruto. Mereka sepasang kekasih yang sangat serasi, Sasuke tampan dan Shion cantik. Mereka sama-sama popular di kalangan murid sekolah bahkan di luar sekolah juga."Sakura menjelaskan hal ini pada Naruto dengan perasaan sedikit sakit.
Naruto manggut-manggut. Dia memang tidak terkejut dengan hal ini. Dia juga mengakui kalau Sasuke itu memang tampan, Shion juga cantik. Naruto dan Sakura terus melangkah tanpa sepatah katapun. Mata Naruto tertuju pada tiga buku yang Sakura bawa. Naruto merasa aneh karena buku yang ada di tangan Sakura adalah buku tentang ibu hamil semua. Memangnya siapa yang hamil? Apa itu ibu Sakura?. Hal in benar-benar menggeletiki pikiran Naruto. Dan ingin bertanya sebenarnya buat siapa buku itu.
"Sakura, aku lihat buku yang kau bawa semuanya tentang ibu Hamil. Memangnya siapa yang hamil? Ibumu ya, jadi kau akan punya adik?".
"Eoh, buku ibu hamil?". Sakura bingung dan detik berikutnya dia sadar dengan buku yang dia bawa. "Ahh, buku ini. Ibuku tidak hamil, buku ini akan aku berikan kepada saudara sepupuku yang sedang hamil muda. Agar dia tahu bagaimana cara agar bayi yang dikandungnya tumbuh dengan sehat". Ucap Sakura berbohong. Sebisa mungkin untuk saat ini Naruto tidak boleh tahu dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.
"Jadi begitu ya…".
Sakura mengangguk sambil tersenyum. Naruto terus memandang Sakura penuh arti. dia adalah gadis pertama yang bisa masuk kedalam hatinya. Walaupun banyak sekali gadis lain yang menyukainya dan mengincarnya tapi Naruto sama sekali tidak tertarik pada mereka kecuali Sakura. Naruto ingat tiga tahun yang lalu saat sebelum dia berangkat ke California. Kalau pada saat itu Naruto, menyatakan persaannya pada Sakura namun dia tidak menjawabnya. Sebenarnya dia bingung pada sikap Sakura yang terlalu baik terhadapnya, terlalu perhatian padanya. Naruto mengira Sakura juga menyukainya tapi kenapa saat dia menyatakan perasaannya Sakura diam saja.
"Sakura, apa kau ingat, tiga tahun yang lalu sebelum aku berangkat ke California aku mengatakan apa padamu? Apa kau masih mengingat hal itu dengan jelas?". Tanya Naruto Santai. Pertanyaan itu membuat Sakura menghentikan langkahnya dan menatap Naruto tanpa mengatakan apa-apa. "kau belum menjawabnya. Aku kembali ke Jepang selain untuk bekerja juga menangih itu darimu, sekarang jangan biarkan aku menunggu lama. Jawablah sekarang Sakura?".
"Aku,,,aku,,,Naruto sudahlah lebih baik lupakan tentang itu. Yang jelas aku akan selalu bersamamu sampai kapanpun sampai kita tua nanti jadi kau jangan khawatir". Sakura tersenyum lalu melangkah pergi. Naruto tidak mengikuti Sakura dia hanya berdiam melihat punggung Sakura. Sakura sudah menyebrang jalan raya namun Naruto masih tetap berada di tempatnya. Malam itu kondisi jalan raya sangatlah sepi. Tak ada satu kendaraanpun yang lewat.
"Apa kau sebenarnya tidak mecintaiku?", Ucap Naruto lemas. Sakura menghentikan jalannya lalu berbalik melihat sahabatnya dengan perasaan sedih serta merasa bersalah. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia tidak tega mengatakan pada Naruto kalau memang dari dulu dia tidak mencintainya. "Apa kau mencintai orang lain?". Saat itu juga mobil melaju kencang sehingga membuat Rambut Sakura terbawa oleh angin. Sakura masih terus diam. "Katakan padaku Sakura?".
Dimata Sakura wajah Naruto terlihat sedih dan menderita karena perasaanya. Iya memang seharusnya dia mengatakan daridulu daripada membuat dia merasa di gantung seperti ini. Benar aku harus mengatakan hal itu sekarang. Batinnya Lebih baik Naruto mengetahui perasaanku sekarang. Semakin lama aku tidak mengatakan padanya maka hatinya akan semakin sakit. Hal ini Sakura lakukan karena tidak mau persahabatannya akan hancur hanya karena cinta.
"Naruto aku minta maaf padamu. Kau adalah sahabatku, kau orang terpenting dalam hidupku. Kita selalu bersama sejak saat kita masih kecil. Aku sudah menganggapmu sebagai suadaraku sendiri. Aku merasa nyaman seperti ini, sebagai sahabatmu. Aku benar-benar minta maaf".
"Kenapa kau tidak menngatakannya dari dulu?".
"Karena aku tidak mau hubungan persahabatan kita rusak hanya karena masalah cinta. Aku tidak mau hubungan yang terjalin lama seperti ini hancur karena aku tidak mecintaimu, Naruto aku harap kau mengerti tentang…..". Belum selesai Sakura bicara Naruto sudah memotongnya.
"Sudahlah jangan bicara lagi intinya, kau tidak mencintaiku kan? aku mengerti, baiklah kalau begitu. Tidak apa-apa kalau kau tidak mencintaiku tapi sepertinya aku akan terus menyukaimu Sakura. Maafkan aku kalau belum bisa melupakan perasaan ini padamu".
"Apa kau akan menghindariku setelah ini?".
"Apa yang kau katakan itu. Tentu saja tidak, aku akan selalu menjadi sahabatmu sampai kapanpun aku akan selalu ada saat kau membutuhkan pertolongan. Mana mungkin orang jenius seperti aku memutuskan persahabatannya hanya karena ini hehehehe". Naruto dan Sakura berbicara dengan jarak yang cukup jauh karena terhalang oleh jalan aspal bahkan terkadang mereka harus memperkencang suaranya disaat satu atau dua mobil lewat.
"Penyakit percaya dirimu tidak pernah hilang ya hehehe. Kenapa kau berdiri disitu ayo kemari, apa kau tidak pulang?". Tanya Sakura.
"Tidak, aku masih ada urusan. Kalau kau membutuhkanku telfon aku ya". Teriak Naruto Sakurapun mengangguk. "Baiklah aku pergi dulu, hati-hati dijalan".
Sakura melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Naruto sendirian. Tak terasa air mata menetes dari pipi Naruto. Dia tidak menyangka kalau cintanya bertepuk sebelah tangan, rasa di dadanya begitu sakit, menyiksa dan sangat perih bahkan bernafaspun dia tidak bisa. Naruto melangkah lunlai, kakinya begitu lemas karena menerima kenyataan yang begitu pahit.
"Bagaimanapun hasilnya, yang penting aku sudah mengatakan padanya, dan aku harus tetap ada disampingnya selamanya, walau di tolak aku masih mencintainya".
ooOOoo
Pagi harinya sekitar pukul lima pagi, Sakura sudah berkutat didapur untuk memasak sarapan. Menu pagi ini adalah menu special selain roti juga ada spageti dan pasta. Bagi Sakura masak masakan ala barat mudah saja karena dari kecil dia sudah diajari oleh ayahnya yang menjadi koki di restorannya sendiri walaupun restorannya khusus untuk makanan yang bahan bakunya mie saja namun ayah Sakura pintar memasak masakan barat. Sakura tahu kalau ini adalah makanan favorit Sasuke, jadi pagi ini Sakura berusaha terbaik di depan suaminya. Jam menunjukan pukul 06.30 dan semua sarapan yang dia buat daritadi pagi sudah siap. Sasuke sudah bangun dan bersiap untuk berangkat sekolah, Sakura sudah siap dengan seragamnya. Meja makan juga sudah penuh dengan menus sarapan. Sakura mendengar suara derap langkah kaki menuruni tangga. Sasuke sudah rapi dan siap untuk berangkat.
"Sasuke-kun, aku sudah membuatkan sarapan pagi kesukaanmu Pasta dan spageti. Makanlah, biar kau bertenaga dan tidak lapar saat mata pelajaran di jam pertama". Kata Sakura halus.
Sasuke berjalan menuju meja makan, sejenak matanya melihat ke menu sarapan yang tersedia. Sasuke duduk di kursi, lalu memandang Sakura dengan pandangan tak biasa. Sakura merasa gugup, malu hanya bisa menundukan kepala. Sasuke terus saja diam, membuat hati Sakura berkecamuk karena gugup dan salah tingkah. Tak sedikitpun Sakura berani memandang Sasuke.
"Kenapa kau diam saja, ayo makan?"ajak Sakura.
"Aku kemari bukan untuk makan sarapan buatanmu. Aku kesini ingin buat perjanjian denganmu". Sasuke mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah lembaran kertas bermaterai. "Aku ingin kau menandatangani ini". Sasuke menyodorkan kertas itu ke Sakura. Dengan seksama Sakura membaca kertas itu dia sangat shock melihat tulisan yang tertera.
Surat pernyataan perceraian
Setelah bayi Haruno Sakura lahir dan warisan jatuh kembali ke tangan Uchiha Sasuke maka saat itu juga Uchiha Sasuke akan mengugat cerai Haruno Sakura. Setelah itu Tak akan ada hubungan apa-apa lagi.
TTD : Haruno Sakura dan Uchiha Sasuke
===TBC==
