PLEASE LOOK AT ME / CHAP 4

Author : Naragirlz
Genre : Romance, Friendship, Family

Pairing : Sasusaku

Rating : T
WARNING

AWAS INI BENAR-BENAR FANFICTION ALUR SINETRON, DONT LIKE DONT READ, EYD BERANTAKAN DAN ABAL

.

Terima kasih ya buat reviewer yang udah ngasih dukungan, saran, kritik dan ada juga beberapa yang melontarkan hinaan. Resiko author memang seperti ini, menjadi author harus siap dikritik bahkan dihina sekalipun, kalau tak siap ya jangan jadi author hehe. Maaf ya kalau alur ceritanya sedikit lambat karena memang caraku menulis cerita ya seperti ini. Kenapa aku memilih FF ini sebagai FF SASUSAKU karena dimanga asli sikap Sasuke dingin dan tak peduli dengan perasaan Sakura sedangkan Sakura bagaimanapun jahatnya Sasuke ia tetap mencintai Sasuke setulus hatinya. Makanya aku berfikir kenapa perasaan dua insan ini nggak dibuat dalam versi lain hehe. Oh ya buat yang suka FF ini, jangan khawatir aku akan posting FF ini sampai ending walaupun mengalami banyak rintangan ^o^

I LOVE YOU ALL

MENJAWAB PERTANYAAN SEORANG FLAMER

Kenapa kok Sasuke di jadiin brengsek banget? emangnya sakura kegatelan? sasuke udah memperkosa Sakura tapi kok gampang banget setelah lahir minta cerai, waw banget!

Menurutku, Sakura nggak kegatelan tapi cuma dia berada diposisi yang tidak mengenakan. Aku kadang bingung ada orang yang menyalahkan tingkah laku Sasuke disini, ya menurutku Fanfiction yang merupakan cerita fiksi jadi bisa digimanain aja dan fiksi berbeda dengan dunia nyata. Mungkin kalau dalam dunia nyata itu udah laki2 jahat tingkat dewa. Fanfiksi ini bergenre "Drama" seperti kita ketahui bahwa arti genre Drama adalah cerita yang menggambarkan berbagai konflik yang dialami tokoh utama, biasanya melibatkan masalah yang bertubi-tubi dan penyelesaian yang rumit.
Udah jelas bukan kenapa Sakura mengalami hal serumit ini.

Semoga ini bisa menjawab pertanyaan flamer yang ANONYMOUS. Oh ya buat FLAMER ANONYMOUS tunjukin identitas asli, kita bahas yuk sama-sama FF ini di private message biar kalian nggak salah paham dan aku tahu apa yang membuat kalian nggak suka. Diskusi itu lebih baik daripada hanya sekedar Hinaan tanpa Solusi ^_^

.

.

.

==Part sebelumnya==

"Kenapa kau diam saja, ayo makan?" ajak Sakura.

"Aku kemari bukan untuk makan sarapan buatanmu. Aku kesini ingin buat perjanjian denganmu". Sasuke mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah lembaran kertas bermaterai. "Aku ingin kau menandatangani ini". Sasuke menyodorkan kertas itu ke Sakura. Dengan seksama Sakura membaca kertas itu dia sangat shock melihat tulisan yang tertera

Surat pernyataan perceraian

Setelah bayi Haruno Sakura lahir dan warisan jatuh kembali ke tangan Uchiha Sasuke maka saat itu juga Uchiha Sasuke akan mengugat cerai Haruna Sakura. Setelah itu Tak akan ada hubungan apa-apa lagi.

TTD : Haruno Sakura dan Uchiha Sasuke

ooOOoo

Sakura tak bisa mengatakan sepatah kata apapun. Dia hanya memandang kertas itu dengan tangan gemetar. Dia berusaha sekuat mungkin untuk tidak meneteskan air mata walaupun pelupuk matanya sudah penuh dengan air mata. Untuk kali ini Sakura membenci dirinya sendiri, benci karena dia tidak bisa menolak ataupun membela diri. Dia tahu kalau cepat atau lambat akan terjadi hal seperti ini. Sasuke akan mengugat cerai dirinya. Iya benar itu terjadi sekarang bahkan hal ini lebih cepat daripada dugaan Sakura sebelumnya.

"Tunggu apa lagi? ayo cepat tanda tangani kertas ini" bentak Sasuke.

"Apa kertas ini sangat penting bagimu?" tanya Sakura singkat.

Dia menghadap lurus kearah Sasuke dengan tatapan tajam yang penuh dengan air mata. Bahkan air mata itu sudah menetes di pipinya. Sasuke tercengang melihat Sakura seperti ini. Baru pertama kali ini dia melihat seorang gadis menangis. Sasuke bisa melihat jelas kalau tatapan dan air mata Sakura mengisyaratkan kepedihan dalam hidupnya. Dia merasa sedikit kasihan dan bersalah tapi bagaimana lagi hal ini harus Sasuke lakukan untuk menyelamatkan hubungannya dengan Shion, kekasihnya. Sasuke juga tahu kalau hal ini lama kelamaan akan diketahui oleh Shion maka dari itu dia akan mengantisipasi semuanya.

"Tentu saja ini sangat penting bagiku, karena setelah kita bercerai aku akan melamar Shion" Sasuke mengatakan hal itu dengan mudah tanpa memikirkan perasaan Sakura. Sakura terdiam, matanya sekarang tertuju pada surat pernyataan yang ada ditangannya. Jujur yang dikatakan Sasuke itu sangat menyakitkan. "Kenapa diam, aku mau berangkat sekolah. Jadi cepat tanda tangan!".

Tanpa banyak bicara Sakura menandatangani surat perjanjian itu. Berat memang tapi mau bagaimana lagi Sasuke yang meminta ini pada dirinya. Setelah itu, dia menyerahkannya pada Sasuke untuk ditanda tangani. Tanpa beban sedikitpun Sasuke menggoreskn pena merah itu di kertas. Usai menandatangani Sasuke langsung pergi meninggalkan Sakura. Namun baru beberapa langkah, Sakura memanggilnya. Sasuke pun berhenti.

"Sasuke-kun, aku akan menuruti keinginanmu untuk bercerai. Namun setidaknya baiklah padaku selama aku masih mengandung bayimu. Jangan perlakukan aku seperti musuhmu". Ucap Sakura. Namun Sasuke sama sekali tak berkutik maupun menjawab perkataan Sakura. Dia hanya mendengarkan dan pergi.

Sepeninggal kepergian Sasuke, Sakura memakan spageti dan pasta sendirian sambil terus menangis. Sampai kapanpun Sasuke tidak akan pernah menganggapnya ada. Suamiku, aku mohon lihatlah aku walau hanya sekali. Lihatlah aku sebagai istrimu yang sebenarnya, bukan sebagai penghancur hidupmu atau masa depanmu. Batin Sakura. Kejadian pagi ini membuat Sakura tidak nafsu makan dan marah. Dia langsung membuang makanan itu di tempat sampah lalu berangkat sekolah namun sebelum itu dia memotret sampah yang penuh dengan spageti dan pasta, hal ini juga dia lakukan saat menu sarapan pagi tertata rapi. Dia lakukan semua ini karena Sakura selalu menulis diary tentang kehidupannya. Di Jalan Sakura menjadi pusat perhatian karena dia menangis. Secepat mungkin dia mengusap air matanya.

"Sakura, kau harus kuat. Kau harus bertahan demi bayimu. Sakura yang biasanya tegar tidak boleh lengah seperti ini. Kondisi psikis juga harus stabil agar tidak menganggu kesehatan bayi. Oke Semangat!" Katanya untuk dirinya sendiri.

ooOOoo

Disekolah saat istarahat terlihat Sasuke sedang asyik berbicara dengan teman satu gengnya. Geng yang terkenal dengan sekumpulan orang kaya dan tampan. Tidak semua orang yang bisa masuk kedalam geng itu bahkan bergaulpun juga tidak bisa. Dari jauh Sasuke melihat Shion berjalan menuju kearahnya dan memegang sebuah kertas dengan wajah yang begitu bahagia.

"Apa aku boleh membawa pangeranku pergi sebentar?" ucapnya ramah.

"Tentu saja boleh. Kalian ini memang pasangan yang sangat serasi. Shion, kalau kau sudah bosan dengan Sasuke. Kencanlah denganku ahahahaha". Ucap salah satu Teman Sasuke.

"Hei, apa-apaan kau ini. Shion, ayo pergi"

Sasuke dan Shion pergi menjauh diantara segerumbulan orang. Mereka memilih taman sekolah sebagai tempat untuk berbicara. Taman sekolah yang indah disaat musim gugur. Pohon maple yang kemerahan serta kekuningan menambah semarak cuaca di pagi hari yang cerah. Mereka berdua duduk dibangku panjang dibawah pohon maple yang daunnya kemerahan. Musim gugur adalah musim yang disukai oleh Shion. Karena dimusim gugur dia seperti melihat pelangi diantara pepohonan.

"Shion, kau terlihat bahagia sekali. Ada apa?" kata Sasuke sambil memegang tangan Shion.

"Kau tentu ingat sekitar satu bulan yang lalu, kau mengantarkan aku untuk mendaftar audisi menjadi seorang modeling professional bukan?". Sasuke mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Shion. "Sebenarnya saat itu kau tidak suka kalau aku menjadi seorang model karena menurutmu banyak hal negatif dalam dunia model. Tapi aku telah memilih jalan ini dan saat itu juga aku ingin menunjukan padamu kalau aku pasti bisa dan dunia model bukan seperti yang kau bayangkan"ucap Shion.

"Lalu apa maksud dari perkataanmu itu?" tanya Sasuke.

"Aku juga masih ingat kalau kau pernah bicara padaku akan melamarku secepatnya dan lebih suka melihatku menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak-anak kita nanti dan hanya kau yang bekerja. Tapi aku juga ingin meniti dunia karier setinggi mungkin. Kesempatan tidak datang dua kali bukan".

"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu?"

Sasuke, aku lolos seleksi audisi model itu. Mungkin beberapa bulan ini kita jarang sekali bertemu dan berkencan seperti ini, karena aku harus dalam masa karantina. Sebentar lagi adalah upacara kelulusan dan saat itu juga aku akan pergi ke Paris selama enam bulan untuk belajar modeling".

"Paris?"tanya Sasuke.

"Iya Paris. Sasuke, aku ingin kau menerima keputusanku, aku pasti akan selalu menghubungimu dan akan setia. Mungkin mulai besok kita tak punya banyak waktu lagi untuk bersama".

Shion memandang Sasuke dengan senyuman yang agak sedikit dipaksakan. Sasuke hanya terdiam dan terus memandang kekasihnya. Namun situasi ini buyar ketika ponsel Shion bordering. Tanpa ragu dia mengangkat telfonnya. "Moshi-moshi, Oh—iya aku akan segera kesana—Hmm aku mengerti—sampai jumpa". Shion menutup telfonnya dan beralih memandang sasuke.

"Sasuke, aku harus pulang sekarang karena aku akan mempersiapkan masa karantinaku. Aku akan selalu menyayangimu" ucap Shion sambil mencium pipi Sasuke dan berlari menjauh.

Keputusan Shion ini terasa berat untuknya, karena harus bepisah dengan Shion. Padahal ini baru masa karantina bagaimana kalau dia sudah menjadi model terkenal pasti dia akan melupakan dan meninggalkannya. Tapi dia yakin Shion akan setia dan selalu ada disampingnya. Sasuke melangkahkan kakinya menuju teman satu gengnya, Dari kejauhan dia mendengar suara seorang gadis sedang bernyanyi diringi dengan alunan gitar. Suara gadis itu sangatlah indah dan merdu di telinga Sasuke, karena penasaran dia mencari dimana asal suara indah itu. Setapak demi setapak dia lalui dan akhirnya dia menemukan sumber suara itu. Sasuke terkejut ketika tahu kalau itu adalah Sakura. Bukannya langsung pergi tapi Sasuke malah ingin melihat Sakura selesai menyanyi diiringi oleh petikan gitar yang ia mainkan sendiri. Sasuke bisa melihat jelas kalau Sakura menyanyi sambil menangis, penghayatan Sakura benar-benar membuat dirinya merinding. Lagu David Archueleta-Broken, merupakan ungkapan hati Sakura untuk Sasuke. Walaupun Sasuke selalu menyakitinya namun rasa sayang Sakura padanya tak pernah hilang.

"Hei Sasuke, sedang apa kau disini?"ucap teman Sasuke membuyarkan semuanya. Sasuke tidak menjawab dia hanya menoleh dan kembali melihat Sakura "Oh, ternyata gadis itu lagi. Kenapa dia selalu menyanyi dan menangis setiap hari disini".

"Menyanyi dan menangis setiap hari disini?" tanya Sasuke.

"Hm, aku sering melihatnya. Aku juga sempat berbicara dengannya. Saat aku tanya kenapa dia selalu seperti ini? dia menjawab kalau dia ingin mencurahkan segala isi hatinya pada orang yang dicintainya. Dulu dia selalu menyanyikan lagu yang ceria dan sejak dua hari terakhir dia menyanyikan lagu sedih. Aku kasihan padanya, seperti ada beban mental yang teramat berat".

"Jadi begitu, baiklah kalau begitu ayo pergi"ajak Sasuke pada sudah melangkah Sasuke tetap saja melihat Sakura walau hanya sekilas.

Setelah pulang sekolah Sakura tidak langsung pulang Namun pergi ke dokter untuk memeriksa kandungannya. Ini harus dia lakukan setiap hari demi kesehatan janinnya. Sakura mendapat urutan nomor ke 20 lumayan lama. Disekeliling Sakura semuanya adalah ibu hamil baik perutnya yang sudah besar atau belum. Semua ibu-ibu yang ada didekatnya melihat dirinya dengan tatapan yang tak mengenakan bahkan ada yang terang-terangan berbisik dengan temannya. Sakura tahu kalau ibu-ibu itu mengguncingnya, mungkin karena dia memakai seragam sekolah, aneh kalau seorang siswi datang sendirian ke dokter kandungan. Tak terasa dia menunggu, akhirnya nama dirinya disebut.

"Ibu Haruno Sakura" ucap Suster.

"Iya!". Sakura melangkah menuju ruang dokter tanpa beban dia terus berjalan.

"Sakura!" seru sang dokter.

"Na-Naruto!' ucap Sakura gugup.

"Sedang apa kau disini? Kenapa kau bisa…" Naruto memandang Sakura yang berdiri dengan menundukan kepala. Dia tidak berani melihat Naruto. Naruto berpikir sejenak dan berharap pikirannya itu salah besar. "Tidak, ini tidak mungkin." gumamnya

ooOOoo

Sakura duduk di bangku panjang bersama Naruto diantara lorong rumah sakit yang sepi. Naruto memberikan Sakura sebuah minuman tak bersoda karena dia dalam kondisi hamil. Naruto duduk sambil terus meneguk minuman kalengnya. Susana diantara mereka sangatlah canggung bahkan terkesan sangat kaku. Naruto menahan amarah sehingga membuat wajahnya sedikit memerah. Dugaan buruknya tentang Sakura ternyata benar. Kondisi kandungan Sakura baik-baik saja saat dia memeriksanya. Tapi Naruto masih tidak percaya dengan yang dilihatnya sekarang. Ini membuat Naruto terpukul dan ingin rasanya dia menenangis melihat gadis yang dicintainya seperti ini.

"Bagaimana semua ini bisa terjadi?" tanya Naruto.

"Ini terjadi saat kelas kami mengadakan liburan bersama. Dia tergeletak didepan kamarku dalam keadaan mabuk jadi aku membawanya masuk lalu terjadilah hal itu".

"Kenapa kau tidak menolaknya?".

"Aku sudah menolaknya tapi tenaganya terlalu kuat lagipula aku juga sangat mencintainya".

"Siapa pria itu?" tanya Naruto. Sakura tidak menjawab. "AKU BERTANYA PADAMU SIAPA PRIA ITU?!. Apa kau tidak mendengarnya hah!". Naruto sudah tidak bisa membendung amarahnya lagi.

"Dia adalah Sa-Sa-Sasuke"

"Sasuke? Pria yang tanpa sengaja bertemu di toko buku itu, dasar berengsek! lalu apa dia bertanggung jawab?".

"Iya aku dan dia sudah menikah secara diam-diam" ucap Sakura. Hati Naruto semakin terasa sakit dan perih. Dia sama sekali tidak pernah memikirkan hal seperti ini tentang Sakura.

"Apa dia memperlakukanmu dengan baik? Apa dia menyayangimu". Sakura tidak menjawab dia hanya melihat Naruto dengan mata bekaca-kaca. Naruto tahu kalau Sakura sekarang dalam kondisi tertekan. Tanpa berpikir lagi Naruto memeluk Sakura erat. Sakura menangis dalam pelukan Naruto.

"Bertahanlah Sakura. Bertahanlah" ucap Naruto menahan suara tangisannya namun dia tak bisa menahan air matanya. Ini sungguh menyakitkan baginya.

ooOOoo

Malam hari seperti ini rumah Sasuke yang besar dan mewah terkesan sangat sepi. Sakura sibuk memasak makan malam sendirian. Sudah pukul tujuh malam namun Sasuke belum juga pulang. Kemana perginya dia. Batin Sasuke. Sakura sudah mengirim pesan namun Sasuke tidak membalasnya. Dari dapur Sakura mendengar suara pintu terbuka. Ternyata itu Sasuke yang datang. Sakura sangat lega karena Sasuke sudah pulang. Tampak sekali wajah Sasuke murung dan terlihat capek.

"Sasuke-kun, kenapa hari ini kau terlihat sedih apa kau ada maslah?" tanya Sakura namun Sasuke tidak membalasnya. "Aku sudah membuatkan makan malam untukmu. Aku tahu kau lapar dan belum makan jadi…".

"Berisik, aku tidak lapar".

Sasuke berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai atas. Dulu waktu disaat awal pernikahan, Sasuke tidur d sofa tapi sekarang dia menggunakan kamar lain untu kamarnya. Sakura menghela nafas dan tersenyum kecil. Amarah Sasuke sama sekali tak membuat dia untuk bisa membencinya. Walaupun Sasuke menolaknya namun Sakura masih terus memasak makan malam untuk suaminya. Usai memasak dia menuju kamar Sasuke dengan membawa satu wadah air hangat. Udara hari ini sangatlah dingin, apa lagi Sasuke seharian tidak membawa mantel atau sarung tangan jadi Sakura beinisitiaf untuk memberinya air hangat agar tidak masuk angin. Tok..tok..tok.. Sakura memberanikan diri mengetuk pintu Sasuke.

"Sasuke-kun, ini aku Sakura. Aku membawakan air hangat untukmu. Cuaca hari ini sangatlah dingin, celupkan kakimu ke air hangat nanti kau akan merasa lebih baik" ucap Sakura didepan pintu sambil meletakkan air hangat itu di lantai. "Oh ya, aku memasakan makan malam untukmu. Makanlah nanti cepat dingin".

Didalam kamar terdiam dan hanya memandang kosong arah pintu. Detik berikutnya dia mendengar langkah kaki turun dari tangga. Sakura sudah pergi, batin Sasuke. Tanpa sengaja dia mengingat kembali dengan hal yang dia lihat di siang hari. Membuat hatinya menjadi trenyuh jika mengingat hal itu. Mungkin dia adalah pria terjahat didunia. Namun Sasuke beranggapan, kalau dia baik dengan Sakura, maka Sakura akan salah paham dan terlalu berharap padanya. Sasuke berpikir dengan sikap kasarnya seperti ini, Sakura bisa memahami kalau dia tidak mencintainya sedikitpun. Krrruuuuuk! perut Sasuke keroncongan karena lapar. Cuaca sangat dingin tidak mungkin kalau dia harus keluar untuk mencari makan. Dengan mengendap-endap, Sasuke keluar dari kamar dan memastikan apakah Sakura masih diluar apa tidak. Setelah Sasuke yakin Sakura sudah masuk kedalam kamar. Dia berjalan menuju dapur. Perlahan Sasuke membuka tudung saji, ada ayam goreng dan sup hangat yang tersedia dimeja. Ini menu yang cocok di cuaca dingin seperti ini. Tanpa ragu Sasuke mengambil semua lauk dan nasi yang ada.

"Akhirnya kau makan juga"ucap Sakura. Suara Sakura tiba-tiba membuat Sasuke kaget dan tersedak.

"Uhuk-uhuk-uhuk". Sasuke menepuk-nepuk dadanya yang terasa sakit. Dengan cepat Sakura memberikan segelas air dingin pada Sasuke. Sasuke pun meminum air itu sampai habis.

"Sudah aku duga kau pasti lapar. Lanjutkan makanmu, aku tidak akan meganggu". Sakura tersenyum manis pada Sasuke. Dan senyum itu membuat Sasuke tertegun, karena baru kali ini dia melihat Sakura tersenyum seperti itu. Senyum kebahagiaan. "Makanlah" katanya berlalu menjauh dari Sasuke.

ooOOoo

Hari berikutnya Sakura melakukan aktivitas seperti biasanya. Pergi sekolah dipagi hari. Sakura berjalan dengan santai dan dengan perasaan bahagia pagi ini. Sasuke sepertinya sudah agak baik padanya, walau mungkin dia memakan makanan buatannya karena terpaksa namun setidaknya Sasuke memakan masakannya. Walau hanya sekedar hal sekecil seperti itu tapi Sakura sudah sangat bahagia. Saat dia menuju kekelasnya Sakura merasa aneh dengan cara semua orang memandang kearahnya, bahkan ada yang bisik-bisik di dekatnya. Firasat Sakura tidak enak, dia merasa ada sesuatu hal besar yang akan terjadi padanya. Dengan langkah ragu dia terus menuju ke kelasnya. Semua orang yang tadinya ramai mendadak diam ketika dirinya ada. Sakura semakin bingung dengan kondisi seperti ini. Mata Sakura terarah pada papan yang bertuliskan huruf besar.

"
HARUNO SAKURA HAMIL"

TO BE CONTINUE

Hemm kembali bertemu dengan tulisan To Be Continue, bagaimana menurut kalian part ini? Gaje atau abal?. Apa Sakura masih sanggup bertahan hidup jika masalah bertubi-tubi terus ada dalam kehidupannya? Apakah Sasuke akan membantu Sakura mengatasi masalah ini disaat kehamilannya diketahui oleh murid-murid lain. Tunggu kelanjutannya ya ^o^.