==PART SEBELUMNYA==
Sakura meraba wajahnya sejenak dan benar itu adalah dirinya. HarunoSakura yang tak pernah memperhatikan penampilan. Penata rias itu mempersilahkan Sakura untuk keluar. Di sana dia sudah ditunggu oleh para pengawal beserta Sasuke yang sudah selesai berdandan duluan. Peñata rias itu sengaja tak mengenakan Sakura high heels karena dia sedang hamil. Perlahan dan dengan langkah ragu Sakura berjalan kearah kerumunan yang sudah menunggunya. Mata Sasuke terpana melihat perubahan Sakura, kecantikaannya malam ini sungguh luar biasa. Tak hanya Sasuke yang terpesona namun pengawal-pengawal Sasuke juga demikian, mereka semua tak berkedip memandang Sakura. Sasuke sadar dan dia berbalik melihat bawahannya seolah dia berkata jangan laihat istriku seperti itu, yang boleh melihat dia secantik hanya aku.
"Sial, malam ini dia begitu cantik," batin Sasuke.
PLEASE LOOK AT ME / CHAP 11
Author : Naragirlz
Genre : Romance, Friendship, Family
Pairing : Sasusaku
Rating : T
WARNING
AWAS INI BENAR-BENAR FANFICTION ALUR SINETRON, DONT LIKE DONT READ, EYD BERANTAKAN DAN ABAL
.
.
.
"Sungguh cantik," gumam Sasuke pelan.
"Apa?" tanya Sakura yang tak mendengar jelas ucapan Sasuke.
"Ah Tidak. Aku tidak mengatakan apapun hehehe."
"Apa kalian sudah lama menungguku? Maaf, ayo kita pergi. Nanti kita terlambat". Ucapnya.
Sakura berjalan sambil menundukan kepala, karena dia merasa malu. Semua pria yang ada dihadapannya memandang Sakura dengan tatapan tak biasa. Terlebih Sasuke, yang pandangannya tak lepas dari Haruno Sakura. Dengan langkah anggun, Sakura melangkah menuju mobil pribadi milik Sasuke. Sudah ada seorang supir yang siap membawa mereka kemanapun. Sesampainya dimobil, sopir itu tersenyum ramah dan membukakan pintu untuknya. Sakura mengangguk sebagai ucapan terima kasih lalu masuk kedalam mobil. Selang beberapa menit kemudian disusul oleh Sasuke. Dalam perjalanan Sakura dan Sasuke terdiam. Sakura sibuk melihat pemandangan kota Tokyo dimalam hari dari luar jendela mobil. Sakura tak menyadari kalau Sasuke dari tadi melihat kearahnya. Sasuke memandang Sakura mulai dari ujung kaki sampai kepala. Dalam benak Sasuke berpikir, selain cantik Sakura juga terlihat sedikit gemuk. Sasuke tahu, kalau gemuknya Sakura terjadi karena dia hamil. Cantik, benar-benar cantik. Sasuke terjebak dalam lamunan dan kekagumannya pada Sakura. Sampai-sampai dia tak sadar kalau Sakura sekarang melihat kearahnya.
"Sasuke, kenapa kau memandangku seperti itu?"
"Tidak, siapa yang memandangmu? Aku hanya melihat pemandangan luar," elaknya.
"Bohong. Kau terkejut dengan penampilanku yang terlihat sangat cantik ini, iya kan? Hehehe."
"Cantik? biasa saja. Sebanyak apapun kau menggunakan make up, wajahmu sama sekali tidak terlihat cantik," ujar Sasuke. Sakura mengangkat sisi bibir atasnya sambil mengumpat pelan.
"Kau ini, tak pernah sekalipun memujiku. Oh ya ngomong-ngomong acara apa saja yang ada diulang tahun perusahaan besar?" tanya Sakura penuh antusias.
"Ehm, biasanya mereka berbicara satu sama lain, sambutan dari presedir perushaan, makan-makan dan yang tak kalah penting adalah acara dansa."Papar Sasuke panjang lebar.
"Acara Dansa? Wahh pasti seru seperti yang ada didongeng. Apa nanti juga ada pangeran tampan?" Sakura tersenyum kecil dan asik dengan imajinasinya.
"Baka, mana mungkin ada pangeran tampan. Sebagian besar yang datang adalah pria dewasa atau lebih tepatnya pria yang sudah berumur."
"Ahhh, sayang sekali".
ooOOoo
Obrolan-obrolan kecil yang keluar dari mulut mereka sama sekali membuat mereka sadar bahwa perjalanan kali ini cukup jauh. Selang beberapa menit kemudian sampailah mereka di sebuah gedung mewah. Ukiran-ukran atapnya terbuat dari emas. Di tengah-tengah gedung terdapat patung seorang pria yang membawa guci. Dari guci itu keluar air. Di bawah patung itu juga terdapat air yang menggenang. Kalau dilihat secara seksama, itu seperti salah satu lambang zodiac yaitu aquarius. Sakura menganga dan terkagum-kagum melihat bagunan megah nan mewah ini. Dari kejuahan Sakura dan Sasuke melihat sebuah pintu aula besar yang dua sisi pintunya dijaga oleh dua orang body guard. Tanpa di perintah dua orang berbadan kekar itu membuka pintu dan tersenyum ramah pada mereka berdua. Pintu pun terbuka. Terlihat banyak sekali undangan yang sudah datang. Semuanya berpakaian mewah dan terlihat glamour. Ternyata yang dikatakan Sasuke salah besar, disini juga banyak eksekutif muda yang datang mereka semua sangat tampan dan terlihat sangat berwibawa. Semua gadis muda disini juga terlihat sangat cantik. Di dalam ruangan sudah terdapat banyak hidangan yang terkesan sangat enak. Di sekitar para undangan juga ada beberapa pelayan yang membawa minuman untuk mereka. Benar-benar pesta kelas elite.
"Akhirnya, perwakilan dari perusahaan Fourth Group datang juga."Sapaan tiba-tiba lelaki yang sudah berumur sekitar setengah abad mengagetkan Sakura. Dengan rasa gembira itu menjabat tangan Sasuke.
"Oh, iya pak presedir. Maafkan aku datang terlambat," jawab Sasuke membalas jabatan orang itu.
"Kau sama sekali tidak terlambat, karena acara belum di mulai." Sesekali pak peresedir melihat sosok dibelakang Sasuke penuh selidik. "Gadis ini siapa?"
"Oh, kenalkan. Saya Haruno Sakura. Aku adalah sekertarisnya tuan Sasuke. Senang bisa berkenalan denganmu kakek," ucap Sakura penuh percaya diri.
"Kakek?" tanya pak presedir polos.
"Ma-maafkan aku, maksudku adalah pak presedir."
"Hahahahaha, gadis ini lucu sekali. Tak heran kalau banyak orang yang memanggilku seperti itu karena memang aku sudah tua heheehe."
Sasuke melirik Sakura penuh arti. Sasuke menyunggingkan bibirnya seolah dia marah pada Sakura karena sikapnya. Sakura tak mau kalah dia juga komat-kamit tak jelas kepada Sasuke.
"Oh ya bagaimana keadaan ayahmu, apa beliau sudah sehat?"
"Iya, kondisinya lebih baik dari pada kemarin tapi untuk sementara Ayah tidak bisa memimpin perusahaan jadi aku yang menggantikan beliau."
"Ah, aku mengerti pasti ayahmu itu percaya dengan kemampuanmu dalam bidang bisnis. Baik aku pergi dulu untuk menyambut tamu yang lain," ucapnya.
Presedir itu tersenyum, Sasuke pun membalas senyumanya. Sepeninggal pak persedir Sasuke kembali melihat Sakura sedikit kesal. Menurut Sasuke, Sakura itu sedikit tak punya aturan. Bagaimana mungkin pak presedir dipanggil kakek, walaupun Sasuke mengakui kalau pak presedir itu sudah tua tapi dalam bisnis tidak ada panggilan seperti. Sakura merasa risih dengan pandangan Sasuke.
"Apa?!" ucap Sakura
"Kau ini, kenapa kau memanggil presedir seperti itu?"
"Memang apa yang salah? Dia kan sudah pantas di panggil kakek. Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat. Lagipula aku tidak tahu aturan sesama rekan bisnis itu seperti apa. Jadi kau jangan menylahkan aku." Sasuke tak bisa membalas perkataan Sakura. Dia hanya terdiam dan berkacak pinggang. Mata Sakura tetuju pada sebuah meja yang menyediakan buah-buahan.
"Wuahhh, buah-buahan ini terlihat segar"
Sakura megambil buah kiwi yang sudah dikupas lalu memakannya dengan lahap. Sasuke menghela nafas panjang dan meninggalkan Sakura sendirian. Sasuke berbincang-bincang dengan rekan bisnis ayahnya yang lain. Sakura terus-terusan melahap buah-buahan yang terhidang dimeja. Saking sibuknya ia makan, sampai tas yang ia bawa terjatuh dilantai. Ketika Sakura mengambil tasnya, tiba-tiba ada seorang pria muda berjas yang berpenampilan gagah serta tampan berusaha mengambilkan tas Sakura. Sakura tak mengatakan apapun, dia hanya melihat pria itu dengan mulut yang sedikit ternga-nga. Tampan sekali pria muda ini.
"Apa ini tas anda?" tanya pria itu ramah.
"I-Iya, ini tasku. Arigatou," ucap Sakura terbata-bata.
"Apa nona cantik ini datang sendirian?"
"Tidak. Aku datang bersama temanku."
"Apa kau bersedia menemaniku ngobrol. Kau tahu acara disini sangat membosankan dan…" Pria itu mendekatkan wajahnya ke telinga Sakura. "Kebanyakan semua yang datang adalah kakek-kakek dan nenek-nenek." Pria itu kembali menjauhkan wajahnya dari telinga Sakura.
"Ahahahahahaha, kau ini bisa saja."
Dari jarak tak begitu jauh, Sasuke tanpa sengaja melihat Sakura lagi asyik berduaan dan bercanda gurau dengan seorang eksekutif muda yang tampan. Senyum Sakura begitu manis malam ini. Dengan tersenyum seperti itu membuat Sakura terlihat semakin cantik di mata Sasuke. Dia tampak tak begitu suka melihat Sakura bersendau gurau bersama pria lain. Sasuke tidak tahu kenapa dia selalu seperti ini. Tanpa ragu dan sedikit terbakar emosi Sasuke menghampiri Sakura.
"Bibi, kenapa kau ada disini sendirian? dari tadi kakak ipar mencarimu?" celetuk Sasuke tiba-tiba. Sakura terkejut dengan sikap Sasuke termasuk sang eksekutif muda yang berusaha mendekati Sakura.
"Bi-Bbi? kakak ipar?" tanya Sakura bingung.
"Iya, kakak ipar mencarimu. Kau ini sedang hamil jadi tidak baik sendirian," ujar Sasuke.
"Hamil? Jadi kau sudah punya suami?" tanya pria tampan itu pada Sakura.
"Ahhh, itu…itu…"
"Baiklah kalau begitu. Aku harus pergi menemui temanku, salam kenal Nona."
Pria itu secepat mungkin berjalan menjauh dari Sakura. Sasuke tersenyum tipis karena dia berhasil membuat pria itu pergi. Dia tak sadar kalau Sakura melihat dirinya dengan tatapan yang menakutkan.
"Senyum macam apa itu? Sekarang kau puas?," kata Sakura.
"Iya aku puas. Lagipula kau ini sudah bersuami jadi tak seharusnya kau berduaan dengan pria lain."
"Memang apa salahnya aku kenal dengan pria lain, kalau itu hanya sebatas untuk berteman".
"Tapi dia ingin kau menjadi lebih dari teman," ucap Sasuke emosi.
"Bagaimana kau tahu? Ahh, Sasuke kau cemburu ya?"Goda Sakura. Mendadak wajah Sasuke pucat dia tidak mau menjawab pertanyaan Sakura.
"Siapa yang cemburu?" Sasuke melarikan dari Sakura dan bergabung dengan rekan bisnis ayahnya yang lain. Sakura tersenyum senang dan bahagia karena Sasuke bersikap seperti itu padanya.
ooOOoo
Banyak sekali acara yang ada hari ini. Dan saatnya sekarang acara untuk bersantai dan berdansa bersama. Semua orang khususnya pria dan wanita berumur sedang asik berdansa dengan masing-masing suaminya. Ada juga beberapa pasang anak muda yang ikut berdansa. Sakura duduk santai sambil meminum jus strawberry kesukaannya, dia melihat orang-orang yang berdansa. Dalam kerumunan dansa Sakura melihat pria muda yang tadi mengajaknya kenalan sedang berdansa dengan wanita lain. 'Andai Sasuke tidak mengatakan hal-hal aneh pada pria itu, pasti orang yang berdansa dengannya adalah aku,' batin Sakura. Tiba-tiba di depan wajahnya ada tangan seorang pria yang tak dikenal mengajaknya dansa. Pria itu tidak kalah tampan dengan pria sebelumnya. Sakura melihat kearah si pria, dia tersenyum ramah pada Sakura. Tak berpikir panjang lagi karena Sakura ingin merasakan berdansa maka dia memutuskan untuk menerima ajakan pria tresebut. Ketika dia akan menggapai tangan pria itu tiba-tiba ada satu tangan lagi yang ada dihadapannya.
Tak disangka dia adalah Sasuke. Terlihat Sasuke tersenyum ramah pada Sakura dan mengangguk pelan. Tentu saja yang dipilih Sakura adalah ajakan Sasuke. Tangan Sakura sekarang ada didalam genggamannya. Mereka berdua berjalan perlahan ke tempat dansa. Sakura masih menatap Sasuke bingung, sedangkan Sasuke sendiri terus tersenyum pada Sakura. Sasuke melingkarkan kedua tangannya dipinggang Sakura. Spontan Sakura menggelayutkan kedua tangannya dileher Sasuke. Pelan tapi pasti tubuh mereka bergerak sesuai alunan music yang lambat dan romantis. Mereka berdua saling bertatapan penuh arti. Hal ini menjdi pertanyaan besar di kepala Sakura.
"Kenapa kau tiba-tiba mengajakku berdansa?" tanyanya pelan
"Karena malam ini kau begitu cantik. Sehingga aku tak tahan untuk tidak melihatmu" Jawab Sasuke
"Benarkah aku tampak begitu cantik? Kalau aku tak cantik apa kau akan tetap mengajakku berdansa?" tanya Sakura.
"Aku akan tetap mengajakmu."
"Benarkah?"
Mereka berdua kembali terdiam. Jantung Sakura berdetak tak beraturan. Sakura tak pernah sedekat ini dengan Sasuke. Apalagi di saat yang romantis seperti ini. Ia bisa merasakan kalau Sasuke terus memandangnya. Sakura tak berani melihat, dia takut kalau tak bisa bergerak karena tatapan tajam yang indah dari Sasuke. Tiba-tiba suasana diaula menjadi gelap, ternyata lampu mati. Semua orang panik bahkan ada suara perempuan yang menjerit. Sakura tak bisa melihat apapun. Tapi dia bisa merasakan kalau Sasuke masih ada didepannya. Detik berikutnya, Sakura merasakan sesuatu yang basah dan lembab dibibirnya. Ia merasakan kalau ada seseorang yang mengecup bibirnya. Tubuhnya kaku tak bisa digerakkan. Apakah Sasuke menciumku? ucapnya dalam hati. Lampu pun menyala, Sakura bisa melihat bahwa Sasukelah yang menciumnya. Sasuke segera melepaskan pelukan dan ciumannya. Dia bergegas pergi keluar aula. Untung saja tak ada seorangpun yang tahu. Sakura masih diam mematung diantara para undangan. Sasuke mencium bibirku? Ucapnya dalam hati sambil memegang bibirnya.
ooOOoo
Sasuke membasuh wajahnya berkali-kali. Matanya menatap tajam dirinya sendiri didalam cermin. Dengan nafas memburu, dia menatap cermin penuh arti dan berpikir. Bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu? Kenapa aku tiba-tiba menciumnya? Apa sebenarnya yang ada diotakku? gerutu Sasuke dalam hati. Sasuke takut akan tanggapan Sakura terhadap dirinya. Sasuke takut kalau Sakura akan salah paham setelah kejadian ini, padahal dia melakukan itu tanpa sadar. Entah setan apa yang merasuki diirnya. Untuk kesekian kalinya Sasuke kembali membasuh wajahnya.
"Baka Sasuke, kenapa kau melakukan hal semacam itu? aku benar-benar gila," ucapnya. Tiba-tiba Sasuke mendengar seseorang mengetuk pintu kamar mandi.
"Hei, Sasuke, apa kau ada didalam? kenapa kau begitu lama. Ayo cepat keluar. Temani aku karena aku tidak punya teman disana," teriak Sakura dari luar.
"Bagaimana dia bisa bersikap biasa seperti itu padaku?" Tanya Sasuke pada diri sendiri.
Sasuke membenarkan eksprei wajahnya yang tampak gugup dan takut, menjadi ekspresi wajah yang rileks dan santai. Dia menghembuskan nafas panjang lalu berjalan keluar dari toilet. Tepat Sasuke sudah membuka pintu, sudah ada Sakura disana.
"Untunglah kau cepat keluar. Aku sendirian disana".
"Memangnya apa yang kau takutkan?" tanya Sasuke sedikit galak dan melangkah pergi. Diikuti pula oleh Sakura. Mendadak Sasuke berhenti dan membalikan badannya kearah Sakura "Ahh, masalah tadi tolong lupakan. Anggap hal itu tak pernah terjadi mengerti".
"Setelah kau mencuri ciumanku, dengan mudahnya kau mengatakan hal seperti itu?"
"Mencuri ciumanmu? aku tidak mencurinya. Anggap saja aku gila".
"Kalau tidak mencuri lalu apa itu namanya?"
"Ah aku tak tahu, Lupakan saja kejadian tadi mengerti !"
Sasuke melangkahkan kakinya untuk kembali ke aula. Sakura terus mengikuti Sasuke. Dia begitu terburu-buru sampai tidak tahu orang yang berjalan didepannya. Sakura memelankan langkah kakinya. Wajahnya berubah menjadi sedih sedangkan Sasuke terus saja melangkahkan kakinya, Sasuke pun sadar ada dua orang yang berjalan menuju arahnya, dia terdiam dan menghentikan langkahnya.
"Sasuke -kun" pekik seorang gadis yang tak lain adalah Shion bersama dengan seorang aktor muda yang terkenal Sasori. Mata Shion tertuju pada Sakura yang ada dibalik punggung Sasuke. Mendengar nama Sasuke membuat Sasori agak geram dan menatapnya tajam.
"Sedang apa kau disini Sasuke-kun? Ternyata kau bersama istrimu?"
TO BE CONTIUE
