Disclaimer : Death Note hanya milik TO dan TO.
Warning : gaje, ancur, garing, mungkin OC dan OOC, gak jelas, bahasa campur-campur, aneh, dan membingungkan.
Hanya humor semata, jangan diambil hati. Kalau ada yang merasa idolanya dihina-dina, lebih baik jangan meneruskan untuk membaca. Ini adalah fic humor di fandom DN pertama saya, kalau jelek, jangan ceburkan saya ke comberan yaa!
Boyband
Chapter 2
Near, Matt sama Mello berjalan menuju kamar L yang super duper mewah, kaya rumahnya bapak Obama. Tapi mereka bertiga langsung termelet-melet(?) setelah melihat apa yang sedang dilakukan L. Mereka terkagum-kagum oleh suara L yang sangat amat merdu, semerdu mawar di taman(?). Sayang, mereka gak ngerti apa yang dinyanyiin sama L.
"Kak Ryuzaki nyanyi apa?" tanya Mello yang akhirnya sadar dari melet-meletnya.
"Lagu favorit gue, Hello." L menghentikan nyanyiannya dan mulai duduk di kasur.
"Weleh-weleh. Lagu opo iku? Basa jawa an ta? (translate: weleh-weleh. Lagu apa itu? Pake bahasa jawa ta?)", tanya Matt.
"Salah, itu lagu korea. Kan itu lagu yang dinyanyiin kak Ryuzaki di bandara tadi." Sela Near.
"Owh. Kupikir lagu I H***t You nya boyband plagiat itu." Sahut Mello. Mello itu benci banget sama plagiat, apapun jenis benda atau hal di plagiat-kan. Sampai-sampai di ngelempar coklatnya ke lobang idung Matt.
"Woy! Sakit!" Matt nereakin Mello pake toa. Tapi Mello gak ngerespon, soale kupingnya udah budeg duluan.
"Jelas bukan. Aku kan benci banget sama S***h." L jadi semangat kalo njelek-njelekin band plagiat itu. Saking bencinya, dia sampe pernah nyaris make Death Note buat ngebunuh mereka. Untung aja waktu itu bolpoinnya dimutilasi sama Light(?)
"Iya, beberapa gerakan dance-nya niru dari band korea. Gaya rambut aja niru, bahkan cara ngupil(?) juga niru! Gak kretif banget pokoknya!" Mello jadi naik iler (bosen, kalo naek darah mulu). Sampe mencak-mencak di kasurnya L.
"Setuju, SHINee jauh lebih bagus dan baik dibandingkan kamu-tahu-siapa (gak enak nyebut merek terus)." Sekarang L malah undah nyiapin spanduk buat demo ke gedung DPR.
"Wahh! Ternyata kak Ryuzaki ngefans sama SHINee toh?" kata Near.
"Yoi. Aku udah ngefans sama SHINee dari dulu. Lagunya keren-keren!" L makin lama jadi makin semangat. Kalah deh banteng yang lagi pengen makan keju(?)
"Bukan Cuma lagunya, orangnya juga cakep luarr biasa!" tiba-tiba terdengar suara serak menghanyutkan(?) dari balik pintu kamar L. Ternyata itu adalah suara dari nenek L(?) maksudnya, Light yang tiba-tiba masuk ke kamar L.
"Wah, kapan masuk Light?" tanya L.
"500 tahun yang lalu. Ya barusan lah...!"
"Oh.. ada perlu apa?"
"Cuma mau bilang kalo ada telpon dari Watari. Dia mau ngomong sama kamu." Jawab Light sopan.
"OK. Anak-anak sebaiknya kalian santai-santai saja dulu disini. Mungkin besok kita baru berangkat ke Korea. Tapi ingat, jangan lukai Light." Kata L menasehati adek-adeknya yang lucu (baca: brutal) itu.
Ternyata L baik ya sama aku. Gak nyangka banget. Batin Light sambil senyam-senyum ala mbah Surip. L yang melihat raut muka anjing rabies(?), maksudnya wajah Light yang penuh dengan kebahagiaan Cuma bisa komentar.
"Gak usah ge er. Aku itu gak mau kamu terluka soalnya kamu itu ahlinya mbersihin wc(?) dan selokan rumah(?) sekalian biar ada yang ngurusin rumah." Kata L santai.
Seketika itu juga Near,Matt sama Mello menjulurkan lidah mereka yang sepanjang lidah komodo(?) ke arah Light. Light yang dihina-dina seperti itu Cuma bisa pasang death glare ke arah mereka bertiga. Karena sebel, Light segera meninggalkan ruangan itu.
"Halo? Ada apa Watari?" tanya L datar.
"Saya Cuma mau bilang, nanti asisten saya akan mengantarkan tiket yang kamu pesan. Untuk urusan penginapan, makan, rekreasi, wc umum(?)dan lain-lain, sudah saya atur." Kata Watari dari kolong jembatan ter-elit di Inggris(?).
"Baiklah, terima kasih banyak. Arigatou gozaimasu." Lalu L menutup pentungannya(?), maksudnya, teleponnya.
"Oke, sekarang tinggal nyiapin baju." Kata L.
Assalamu'alaikum, atuk oh atuk! ( ala upin ipin si tuyul kembar yang gaje itu). Alarm di hape Near berbunyi keras.
"YAAA! Wa'alaikumsalam! Gue udah bangun." Near jadi tereak-tereak ala vampir kekurangan gula(?) dan langsung memutilasi, maksudnya, mematikan hape itu.
"Woy! Hape-ne sopo seh? Rame ae!" Mello akhirnya ikut bangkit dari kubur(?)
"Hooh. Padahal gue tadi mau nyodokin linggis ke idungnya Mello." Kata Matt yang emang udah bangun dari 2 jam yang lalu, untuk mengikuti shalat subuh di masjid terdekat. (Matt ternyata alim juga...).
"HEEHHH! Maksudmu opo? Njaluk geger ta? (translate: maksudmu apa? Minta berantem?)" tantang Mello yang udah siap sama keris peninggalan dari mbah Maridjan di tangannya.
"Ampun! Aku Cuma mau mbersihin idungmu dari upil yang sudah seminggu disana (Hoeks!). Karena keras, jadi aku pake linggis." Jelas Matt sambil mempersembahkan sebatang coklat kadaluarsa pada Mello.
"Oke, lupakan yang tadi." Mello langsung menyosor(?) coklat di tangan Matt, tanpa tahu kalau coklat itu udah kadaluarsa. Emang dasar maniak coklat, walaupun kadaluarsa, tetep aja abis dimakan ama Mello.
"Wes. Ayo sekarang kita cepet-cepet mandi n siap-siap, jam delapan kita harus berangkat ke bandara." Near mengingatkan kedua teman 'autis' nya itu. Near langsung ngesot(?) ke kamar mandi.
"Near, abis kamu, aku ya!" seru Mello dengan semangat 45.
"YOO!" seru Near sama kencengnya.
"Gue ke ruang makan dulu ya, mau manggil Light." Kata Matt sambil ngacir dari sono biar kupingnya gak tambah mules(?)
Di ruang makan sudah duduk sepasang tuan dan peliharaannya, maksudnya, seorang L dan Light. L tengah menyantap semangkuk gado-gado manis yang berisikan permen, gula, eskrim, klepon(?), klanting(?), jenang(?) dan kawan-kawannya, sebuah headphone tertancap(?) di telinga dan kepalanya. Sedangkan Light sedang asyik memakan rujak dengan 10000 kg garam favoritnya(?).
"Pagi Kak Ryuzaki, Light." Sapa Matt sembari menarik bajaj(?) maksudnya, kursi dan duduk disana. Matt memilih obeng, mur, palu, paku de el el ( jangan tiru menu yang satu ini! ) sebagai sarapannya.
"Mana yang lainnya? Apa mereka belum bangun?" tanya L.
"Masih di kamar, mandi. Kalian udah nge pak barang?" Matt balik nendang(?), maksudnya, balik nanya.
"Udah, kalian harus cepetan nge pak barang. Satu jam lagi kita berangkat." Light mengingatkan Matt.
"OK." Matt menghabiskan menu 'ekstrim' nya secepat kebo berjalan(?), terus dia langsung masuk kamar lagi.
"Semua siap?" tanya Light dengan semangat memutilasi(?) yang berlebihan.
"Siap!" semuanya bales tereak ke kupingnya Light dari berbagai sudut(?)
"WOY! Gak segitunya kaleee!" Light langsung tancap gas dan mobil pun melaju kencang.
...TBC...
HORRAY! Akhirnya aku bisa meng-update fic gaje ini. Maaf kalo anda, para readers sekalian, ternyata adalah penyuka band kau-tahu-siapa. Saya merasa sedikit (baca: sangat ) sebal dengan band kau-tahu-siapa, karena menurut saya mereka terlalu banyak meniru. Jadi disini banyak sekali pengungkapan rasa tidak suka saya pada mereka. Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya!
Jangan lupa review yaaa! :)
