Title : Voodoo Doll

Genre : Romance, Family, Humor, Drama (Genre per-chapter tidak selalu sama) (Bisa berubah seiring waktu)

Rated : T+

Pairing : KrisTao, LeoN, DLL

Disclaimer : God, their Parents & theirself

Warning : YAOI,BL, Typo's karena tidak diedit lagi, Lime

STORY BY ME

Don't Like?! Just click Back/Exit Button

~~~Terinspirasi dari lagu VIXX yg berjudul Voodoo Doll~~~

.

.

.

#VOODOO DOLL-New Family, New School, New Friend & First Love #

Beberapa Tahun Kemudian...

.

.

"Sampai kapan kau mau tidur panda? Cepat bangun!"

"Uuhh," Tao yang sudah bangun berjalan mendekat lalu mengecup pipi orang itu.

"Selamat pagi Ravi,"

"Selamat pagi juga panda. Sekarang cepatlah bersiap karena hari ini kau akan pergi ke sekolah barumu!" Ujar Ravi senang karena panda kecilnya sudah menjadi besar dan sekarang adalah hari pertamanya untuk memasuki SMA.

.

Tap Tap Tap

"Pagi Leo, Pagi N, Pagi Gege!" Sahut Tao gembira kepada semuanya sambil menuruni tangga menuju ruang makan.

"Pagi Tao Baby,"

"Pagi juga Tao sayang..."

"Pagi Tuan Muda Tao,"

"Ya panda kecil! Jangan berlari di tangga, aku capek!" Ravi mengejar Tao dengan nafas terengah-engah.

"Arraseo Ravi Ahjusshi. Hahaha" Tao mengejek Ravi yang sekarang sedang merangkulnya.

"Ya! Aku bukan Ahjusshi! Umurku bahkan belum genap 25 tahun, pandaaa..." Ravi merengek pada Tao. Sumpah, ia benar-benar tidak suka dipanggil dengan sebutan Ahjusshi. Kalau Tao bukan anak majikannya, ia mungkin akan memukulnya. Demi apapun Ravi tidak suka dipanggil Ahjusshi.

.

"Bisakah kalian diam dan duduk? Kau tidak ingin terlambat ke sekolahmu kan, Baby? Cepat habiskan sarapanmu!"

Semua yang ada disana kaget mendengar bentakan Kris. Ravi dan Tao segera menuruni tangga menuju meja makan dan menghabiskan makanan mereka dengan kecepatan kilat. Hal ini membuat Tao tersedak.

"Uhuuk Uhuuk.."

"Aigoo Tao sayangku, jangan makan terlalu cepat. Ini minumlah," N yang khawatir segera memberi segelas air putih untuk Tao.

"Tapi kata Gege, Tao harus makan dengan cepat. Kalau tidak, nanti gege akan membenci Tao. Hueee,," Tao mulai menangis, Kris hanya terdiam melihat itu. N yang resah melihat Tao menangis langsung menenangkannya,

"Sstttt.. Cup cup cup, itu tidak benar Tao. Gege-mu hanya tidak ingin kau terus bertengkar dengan Ravi, benar kan Kris?" Ucap N sambil melirik Kris.

"Ya" hanya itu yang Kris ucapkan.

"Sudahlah Panda, berhentilah menangis, lihatlah ingusmu itu meler kemana-mana. Ckckck, kemana Panda manis keluarga Wu, eoh? Aku hanya melihat Panda jelek yang beringus, hahaha." Ejek Ravi yang sebenarnya berusaha membuat Tao tersenyum.

"Aku tidak ingusan! Hiks,, Huee... Rasakan ini Ravi!" Tao mulai mendekatkan hidungnya ke baju Ravi, dan-

.

"Ya! Jangan meper dong! Aisshh, ini baju baruku tahu!" Bentak Ravi menarik lengannya –memberontak-

"Berhentilah bercanda Ravi! Cepat selesaikan sarapanmu. Bukankah kau harus berangkat kuliah, huh?" Leo yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya –atau lebih tepat disebut semburan -,-"

.

GLEK

"Kenapa diam? Mau membolos? Oh, apa kau sekarang ingin jadi anak yang tak tahu diri, heh?" Leo meneruskan semburannya.

"Sudahlah Chagiya, lagipula baru sekarang Ravi seperti ini kan?" N mencoba menenangkan kekasihnya.

"Jangan terlalu membelanya N! Kalau kau terus seperti itu, dia akan tumbuh menjadi seorang pembangkang, kau mengerti?!"

N yang tidak tahan melihatnya langsung membisikkan sesuatu ke telinga Leo,

"..." Leo yang baru mendengar bisikan N segera duduk dan mulai tersenyum-senyum sendiri –yang menurut Kris seperti senyum orang tidak waras-.

.

.

Well, Ravi bukan orang bodoh yang melepaskan kesempatan ini begitu saja, kan? Ia pun segera menyelesaikan sarapannya dan menarik tas yang sedari tadi bergelayut di kursi makan

"Aku selesai, terima kasih atas makanannya," Ravi berseru sebelum meninggalkan ruang makan.

Beberapa saat setelah Ravi pergi, Tao dan Kris pun meninggalkan ruang makan menuju garasi tempat semua mobil berada.

.

"Carlos, ayo antarkan kami ke sekolah!" Tao berseru kepada supir pribadinya.

Kenapa Tao memiliki supir pribadi? Oh ayolah, Tao hanya seorang namja polos yang masih kecil untuk menaiki mobil.

Sebenarnya Kris pernah mengajari Tao untuk berkendara 1 tahun yang lallu, dan hasilnya mereka harus berada di rumah sakit selama 1 bulan penuh. Hongbin yang panik pun segera mempekerjakan Carlos –si pembalap liar yang mempunyai semua jenis SIM berkendara- untuk menjadi supir pribadi Tao.

Dan Kris? Ia sebenarnya ingin membawa mobil hari ini, tetapi mengingat Tao yang selalu disampingnya membuat Kris tidak konsen menyetir dan Kris tidak ingin kejadian 1 tahun yang lalu itu terjadi lagi. Oh tidak, cukup sekali saja. Ia tidak ingin lagi melihat Panda-NYA terbaring lemah di kasur rumah sakit..

.

.

Di Dalam Mobil

.

.

Tao memeluk pinggang Kris dengan kedua tangannya, sementara tangan Kris mengelus-elus rambut hitam Tao,

"Ada apa, hem?"

"Ge, Tao mendengar kalau Gege itu anggota OSIS juga. Apa benar?" Tao bertanya sambil menatap Kris. Kris menelan ludahnya kasar, satu tangannya sekarang tengah meraba benda di tengah-tengah celananya.

Hard, Eoh?

.

"Iya, memang kenapa Baby?"

"Nanti bilang ke teman-teman Gege ya, kalau mereka tidak boleh mengganggu Panda manis gege ini, ok?" Kris menyentil hidung Tao, membuat Tao terlonjak ke belakang,

"Dasar, Kau hanya memeluk Gege karena ada maunya, eoh?" Kris pura-pura merajuk pada Panda-NYA.

"Arraseo,"

.

CUP

.

Tao mengecup bibir Kris sekilas, tetapi Kris segera menarik pipi Tao dan melumat bibirnya dengan kasar. Tao yang kehabisan oksigen pun mulai memukul-mukul lengan Kris. Kris melepaskan ciumannya, tetapi ia segera menjadikan leher Tao sebagai pelampiasannya, membuat Kissmark di leher jenjangnya.

Tao mendongakkan kepalanya, salah satu tangannya meremas jok mobil dan tangannya yang lain membekap mulutnya sendiri untuk menahan desahan yang keluar dari sana.

Kris yang semakin berani, mulai membuka kancing seragam Tao. Melihat gege-nya yang sudah kelewatan, Tao segera mendorong Kris, menyebabkan si pirang itu terdorong ke samping.

"Stop Ge! Gege dulu bilang Tao hanya harus mencium Gege saat Gege sedang marah. Kenapa Gege malah seperti itu?" Tao berkacak pinggang meminta jawaban dari Kris. Belum sempat Kris menjawab, Carlos berseru dari depan,

"Tuan Muda, kita sudah sampai,"

Kris yang mendengar itu, segera turun untuk menghindari Tao atau lebih tepatnya pertanyaan Tao tadi. Sungguh,Kris bahkan tidak mengerti kenapa dirinya menjadi lepas kendali seperti ini. Apa mungkin karena Aura Tao yang semakin bersinar setiap harinya?

.

Di Luar Mobil

.

'Masa bodoh dengan semuanya. Pokoknya aku harus melarikan diri dulu dari sini' batin Kris, Ia segera berlari ke sekolah mencari toilet terdekat untuk menuntaskan hasratnya yang belum tercapai.

.

Tao yang baru keluar dari mobil menengok ke kanan-kiri mencari Gege-nya yang menghilang enah kemana. Tao memutuskan untuk menunggu Kris. 5 menit berlalu, Tao yang bosan memutuskan untuk segera masuk ke dalam sekolah barunya dan menyuruh Carlos untuk kembali ke Wu Manor.

Tao POV

Wah, ramai sekali! Aku bisa melihat banyak anak baru –yang sama sepertiku- sedang berbaris di halaman. Sepertinya mereka sedang mengikuti upacara penerimaan siswa baru, melihat ada pria tua –yang sepertinya kepala sekolah- berdiri di atas Podium. Sebaiknya aku segera berbaris, Aku tidak ingin terkena masalah!

.

Sebelum berbaris, aku melewati sebuah bangku panjang yang sedang diduduki oleh yeoja cantik yang memegang cermin, mungkin ia sedang berkaca, melihat beberapa kali ia mengatakan "Neo Jeongmal Yeppeodda!" berkali-kali.

Aku yang tertarik dengan Yeoja itu segera mendekatinya dan duduk di sebelahnya. Kurasa ia masih berkonsentrasi dengan kaca ditangannya. Aku yang tidak ingin membuang kesempatan segera memandang yeoja ini dari atas sampai bawah. Kulihat kakinya yang tertutupi celana pan-

WAIT? CELANA?!

And Guess What,,

Bahkan sekarang aku bisa melihat tonjolan kecil di tengah celananya itu.

.

.

Belum sempat bangun dari shock berkelanjutan ini, tiba-tiba yeo- ani, Namja itu menoleh dan memandangku dengan sangar.

"Mau apa kau disini?" Ia bertanya dengan mata melotot. Aku yang memng sekarang pintar membalas omongan orang –berterima kasihlah pada Ravi- segera membalasnya,

"Memang kenapa? Suka-suka dong! Memang sekolah ini punya nenek moyangmu apa! Tao kan juga ingin duduk disini!"

"Heh! Memang kau tidak tahu aku ini siapa?" Namja itu membalasku lagi.

"Tidak, dan bahkan aku tidak ingin tahu kau siapa!"

.

Kulihat dia terdiam beberapa saat, mungkin kehabisan kata. Hahaha, rasakan itu namja jadi-jadian! Sekali lagi seperti yang sudah kubilang, berterima kasihlah pada Ravi.

Kulihat ia mengulurkan tangannya di depanku, "Kau boleh juga, Ayo berteman!" Ia tersenyum menunjukkan gigi-giginya.

What The-?

Apa-apaan Ini?

Ah sudahlah, daripada pusing lebih baik kuterima saja uluran tangannya itu. Jarang-jarang kan, bisa dapat teman seperti ini?

.

"Namaku Wu Zi Tao, kau bisa memanggilku Tao atau Panda."

"Baiklah,"

"Hei, ini tidak adil! Seharusnya kau menyebutkan namamu juga, dong!" Kulihat ia terkekeh, Dasar.

"Baiklah, namaku Kim Min Ki. Panggil saja aku Ren atau Minnie,"

"Arraseo, Ren! Sekarang ayo kita berkumpul juga disana, mendengar pengarahan dari para sunbae," Tao mengajak Ren,

"Arra,, Kajja!"

.

.

.

Suasana di dapur sangat tenang sekali. Hanya terdengar suara gemericik air dari situ. Terlihat N sedang mencuci piring bekas sarapan tadi. Kemana para maid yang lain? N menyuruh mereka datang saat jam berada di angka 10, dan sekarang baru jam 8.

GREPPP

Gerakan N berhenti saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang dan menjilat lehernya yang terekspos karena kaos v-neck yang tadi ia kenakan. Tangan orang itu mulai bergerak masuk ke dalam baju N dan memelintir nipplenya yang sudah menegang.

.

"Sshhh, Cukhuuppp Leoohh,,, Ahhh!" N mendesah. Sesaat Leo menghentikan aktivitasnya dan menarik sarung tangan dan apron yang masih melekat di tubuh sang kekasih, Ia kemudian berbisik di telinga N dan bisa kita lihat sekarang wajah N yang semerah tomat.

Leo yang melihat N seperti itu segera menggendong N ala Bridal-Style menuju kamarnya dan segera menutup pintu dengan kasar.

'Aku hanya ingin meminta jatahku yang tadi pagi kau janjikan, Chagiyaa,,'

.

.

.

Meski baru beberapa saat berteman, Tao dan Ren sudah menjadi akrab. Ternyata, Ren mengaku kalau tadi ia sedang memamerkan bakat aktingnya –yang membuat Tao speechless mendengarnya-. Mereka mengobrol sambil mengelilingi sekolah. Sesaat kemudian, Tao melihat gerombolan anak OSIS –yang tidak terlalu banyak- sedang duduk dan mengobrol.

"Hyungggieee!"

Tiba-tiba saja Ren berteriak, orang yang dipanggil Ren dengan sebutan 'Hyung' itu pun menoleh dan melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka berdua –lebih tepatnya ke arah Ren-.

"Siapa dia?" Tao bertanya,

"Hyung-ku, Kim Woo Bin."

.

.

Tao mulai merasakan jantungnya berdetak dengan kencang saat melihat orang itu tersenyum kepadanya. Tetapi itu tidak berlangsung lama dikarenakan seorang Namja berkulit putih mendekatinya sambil melipatkan tangannya di depan dada.

"Awas saja ya, kalau kau berani mendekati Woobin-KU. Aku akan membuatmu menderita selama kau bersekolah disini. CAM-KAN ITU!" Namja itu berbisik dan mendorong bahu Tao, menyebabkan Tao terjatuh dengan posisi duduk.

Woobin yang melihat itu segera berlari ke arah mereka berdua –mengingat Dongsaengnya sudah berkumpul bersama teman-temannya-.

"Berhentilah mengganggu anak itu, Lee Jong Suk!" Woobin berteriak di depan wajahnya dan mendorong Jongsuk –yang sayangnya tidak membuat dia terjatuh. Jongsuk mendengus kesal dan segera pergi dengan tangan angkuhnya yang terlipat didepan dada. Melihat Jongsuk yang sudah pergi, Woobin segera membantu Tao berdiri.

.

TAO POV

.

"Gwenchana?"

Dia bertanya padaku. Kurasakan pipiku yang mulai merona. Tuhan,sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya.

"Eung!" Aku menganggukkan kepala dan ia pun segera mengacak-acak rambutku.

"Kyeopta. Namja manis, mulai sekarang kau harus berhati-hati dengan namja tadi, Arrachi?"

"Arraseo Sunbae!"

"Jangan panggil aku begitu Namja manis. Panggil saja Woobin Hyung. Kau temannya Ren kan?"

"Eum! Baiklah kalau begitu, Hyung juga. Panggil aku Tao saja ya!"

"Arra, Arra.. Kekeke,," Ia terkekeh dan kembali lagi ke tempatnya

Aku yang tak sanggup berlama-lama disini segera lari dari sini. Masa bodoh dengan Ren. Kyaaa! Aku senang sekali! Rasanya aku ingin pulang kerumah dan memeluk Mr. Panda-ku berkali-kali.

"Yak, Tao! Yah, jangan tinggalkan aku! Ya! Dasar, Panda itu,,"

.

.

Aku masih saja berlari-lari kecil. Tanpa sadar aku menabrak seseorang. Aku berhenti dan menundukkan kepalaku. Kudengar ia mendengus kesal –yang mengingatkanku kepada Jongsuk Sunbae- dan itu membuatku semakin takut.

"Ck, Apa kau tidak punya mata, eoh? Bagaimana bi- Tunggu... KAU? TAOZI?!"

Dia berteriak didepanku. Tentu saja aku bingung, kenapa orang itu tahu nama kecilku yang hanya diketahui oleh orang-orang terdekatku? Aku yang tak tahan pun segera mendongak dan-

"EEEEHHHH? KWANGMIN?!"

.

.

.

Terlihatlah dua orang Namja sedang tidur berpelukan di ruangan bernuansa klasik. Mungkin ini tidak penting jika mereka hanya sebatas berpelukan. Tapi sayangnya, jika kalian perhatikan baik-baik mereka berpelukan dengan keadaan naked. Ah, jangan lupakan cairan aneh yang sudah mengering di sekitar tubuh dan kasur mereka. Ringtone lagu yang berbunyi memecah keheningan di ruangan tersebut. Leo segera bangun –membuat selimut yang menutupinya melorot sampai kepinggang- dan mengambil handphonenya yang terus berbunyi.

"Ne, Yeoboseyo Tuan?"

"..."

"N-Ne?"

"..."

"Jinjjayo?"

"..."

"Ne. Arraseo."

"..."

"Ye."

Leo menutup handphonenya dan menaruhnya lagi dilaci kecil yang ada disebelah tempat tidur.

.

GREEPP

.

N memeluk pinggang Leo dari belakang dan menciumi bau Mint yang keluar dari leher kekasihnya.

"Jangan menggodaku Chagi, atau aku akan menghajarmu lagi disini..."

N bukan orang bodoh yang tidak tahu kata 'menghajar' yang dimaksud Leo. N pun segera melepaskan pelukannya dan mengalihkan pertanyaan.

"Siapa yang menelpon tadi, Hm?"

"Tuan Besar.." N melihat raut muka Leo yang terlihat, aneh.

"Kenapa Tuan Hongbin menelponmu, Chagiya?"

.

Hening, Leo tidak menjawab pertanyaannya. Sesaat kemudian ia mendesah dan membalikkan badannya menghadap N.

"Suruh Maid membersihkan kamar yang ada disebelah kita. Oh ya, kau bersiaplah. Ken akan kembali ke manor ini besok,,"

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

Akhirnya Chap 3 ini selesai juga. Gimana yeorobun? Ini Miri panjangin FF-nya sedikit dan APDET cepat daripada yang sebelumnya. Yang minta LeoN, dikasih... Yang minta Ken, Nih Miri Kasih.. Yang Minta WooSuk nih udah Miri kasih hintnya. Oh ya, Miri mau nanya *harus jawab ya..*

Menurut Reader, Ravi mendingan Jones apa punya pacar? Yeoja apa namja? Sebutin ya namanya!

Ini baru kayaknya ya, kayaknya akan ada pertambahan couple? Ada yang berminat ikut polling? Silahkan sebutkan couple kesayangannya! Dan kalo bisa, jangan yang mainstream ya,,

Apa ada yang tau Carlos yang disini itu siapa? *smirk

Untuk kenyamanan dalam membaca cerita.. Miri akan kasih Info- Info chara disini berbentuk Q&A ya...

Q1 : Umur para Chara dong!

A1 : Ok, jadi disini Tao umurnya baru 15 tahun dan Kris udah 18 tahun. Leo dan N seumuran tapi lebih tua N, pas Tao baru ke Wu manor umur mereka masih 20 tahun, jadi sekarang umur mereka udah 31 tahun. Umur Ravi masih muda pas di chap 1 yaitu 14 tahun. Ceritanya Ravi ini sebenarnya Yatim Piatu tapi pas umur 11 tahun dia diambil sama Hongbin. So sekarang dia masih 25 tahun. Untuk Hongbin & Hyuk mereka juga seumuran. Pas di chap 1, umur mereka 25 tahun. Jadi sekarang umur meraka 36 tahun

Q2 : Kapan Leo sama N pacaran?

A2 : Sejarahnya panjang. Tapi yang pasti mereka pacaran pas Ravi baru muncul di Manor Wu. Dan cupid mereka itu Ken ^^

Q3 : Tao masuk SMA umur 15 Tahun?

A3 : Disini Miri ingin membuat Tao jadi Namja polos yang pinter. So berakhirlah seperti ini.

Q4 :Ravi sekolah?

A4 : Seperti yang dibilang di chap sebelumnya. Kalo Maid yang jagain Kris dan Tao dikasih loyalitas. Ini sebenarnya g berlaku buat Ravi. Karena pas dia diambil sama Hongbin, dia udah langsung disekolahin sama Hongbin sampai Tao datang.

Q5 : Kok Ravi manggil Tao Panda? Dan ngomong-ngomong... Kris G marah tuh?

A5 : Di Chap sebelumnya, Miri kan bilang kalo dari Tao kecil Ravi selalu ada di hatinya Tao *Cielah bahasanya* dan Kris g marah kok, karena dia udah anggep Ravi kakaknya sendiri –mengingat Ravi udah ngelayani Kris pas masih kecil- dan begitu juga dengan N, Leo dan Ken. Yah pokoknya yang tinggal di Manor Wu g bakal bahaya deh...

Q6 : Omongan Leo ke Hongbin yang sedikit banmal..

A6 : Em, gmn ya? Sebenarnya Hongbin, Leo sama N itu teman baik. Ravi juga –meski Cuma ikut-ikutan-. Jadi panggiln Tuan itu sebenarnya Cuma sekedar buat formalitas aja...

Reader Yang mau ngajuin Question juga boleh..

Sekedar pemberitahuan disini Tao sama Kris itu kayak ada mode On sama Off-nya ya,,

.

.

Untuk Chap selanjutnya Miri g tau bisa apdet cepet atau g.. Ini bukan alesan tapi Miri sedang mempersiapkan diri untuk TO sekolah yang numpuk bulan Feb-Maret ini,, Miri sih g masalah sm & . Tapi Miri bermasalah banget sama Mtk & IPA dikarenakan Miri adalah orang yang cepat lupa sama rumus.. Doakan Miri supaya berhasil ne. Reader-Nim!

Untuk Review kali ini, Miri akan membalas secara bersamaan karena rata" isi reviewnya sama semua : Iya,, Ini udah APDET Cepet dan panjang Kan,,?

Note : Terima kasih untuk Galang weshard Leeray Oppa/Eonni untuk sarannya. Ini membuat Miri lebih mengerti tata cara menjadi penulis yang baik. Sekali lagi Terima Kasih Banyak,,,

Last But Not Least,,,

Review?