Nyiaaa…. Minna… makasih buat yang udah mau baca fic ini… sebagian mungkin belum kenal saya. Jadi, perkenalkan, saya Mechakucha no aoi neko, kalian bisa manggil saya Mecha-chan atau Kucha-chii ya…
Balasan review buat yang g login:
-oky
Salam kenal juga oky-chan… Mecha bakalan usahain Gaara nggak OOC. Sasu muncul di Chap ini. Di fic ini masih belum ada lemon. Tapi, karena oky-chan adalah pereview ke-5 Mecha, Mecha-chan ngasih hadiah fic LEMON buat oky-chan. Judulnya... rahasia #plak#. Udah kelar sih, tapi belum Mecha publish, masih takut. Soalnya Mecha anak baru di FNI. Masa baru masuk langsung buat LEMON?
-Namikaze Hanaan
Hanaan senpai, Mecha nggak nyangka senpai suka fic ini, sampe di fave lagi. Padahal ficnya kacau balau. Mecha bakal berusaha buat nggak ngecewain lagi. Tetap RnR ya...
Yosh! Mari kita mulai!
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : sasunaru
Genre : humor, hurt/comfort.
Warning : OOC over dosis, AU, YAOI, incest (maybe), pairing dan genre bisa berubah, begitu pula rate. Alur sangat lambat (entah kenapa saya sangat suka buat alur lambat)
Character:
Naruto : pemalu saat bertemu orang baru, suka berbicara sendiri dengan dirinya sendiri juga. Kadang minta pendapat pada dirinya sendiri saat sedang bingung. Punya teman khayalan seorang remaja pria bernama… (rahasia #plak#) berisik, pintar (saat menyamar harus pura-pura bodoh)
Gaara : cool, kalem, tenang. Sifatnya bisa berubah 180° bila sudah bersama dengan Naruto, Kushina, dan kakak-kakaknya. Broder complex stadium akhir. Bisa menjadi psikopat saat melihat orang yang di sayanginya di sakiti.
Kyuubi : cool, selalu tersenyum, terlebih saat berhasil mengalahkan dari Minato Namikaze yang merupakan salah satu pengusaha terbesar dan terkaya senegara Hi. Kyuubi adalah seorang artis yang sedang naik daun. Usil dan sangat suka menjahili Sasuke yang merupakan rivalnya dalam segala bidang.
Sasuke : dingin, kalem, cool, acuh. Salah satu anak dari pengusaha terbesar senegara Hi. Sangat membenci Kyuubi yang merupakan rival abadinya. Ayah kyuubi dan Sasuke adalah teman akrab baik di dunia biasa maupun bisnis.
Other chara : nanti di terangkan ya…
Oh ya… di KHS, siswa kelas 1 boleh berpakaian bebas, dengan syarat tetap memakai jubah seragam KHS seperti yang di pakai siswa kelas 2 dan 3, karena mereka masih di anggap sedang dalam masa percobaan masuk KHS. Hal ini berlaku sampai siswa kelas 1 memasuki semester 2. Intinya, siswa kelas 1 ini masih belum resmi menjadi anggota KHS sampai semester 2 nanti, dan itu berarti mereka bisa kapan saja ditendang dari KHS bila melakukan kesalahan sekecil apapun.
Oh ya, jubah mereka di sini mirip dengan yang di pake di Harry Potter.
Di sebuah pagi yang indah di Konoha, terlihat dua orang pemuda sedang berjoging bersama. Sepertinya, mereka berdua adalah pasangan, karena kalau dilihat bagaimana pun, dan dari sudut pandang apapun, mereka terlihat sangat serasi, sehingga membuat iri semua pasangan yang mereka lewati saat berjoging.
Bagaimana tidak? Lihat saja dari pakaian yang mereka berdua kenakan. Dengan setelan celana ketat hijau, baju kaos hijau dan rompi hijau alias serba hijau, mereka berdua terlihat sangat kompak.
Kedua pemuda (seorang anak muda dan yang seorangnya lagi adalah dewasa paksa muda) itu terlihat sedang berjoging santai (baca: berlari kencang) menuju ke KHS atau Konoha High School, satu-satunya sekolah menengah yang terbaik sekaligus bertaraf internasional di Konoha.
Pada baju yang mereka berdua kenakan, terlihat papan nama yang bertuliskan Rock L. dan Maito G. Tapi, tanpa itu pun, semua orang di Konoha sudah pasti mengenal pasangan gila ini. Bagaimana tidak? Setiap hari mereka selalu berlari keliling konoha 2 putaran sebelum berangkat ke KHS bersama-sama.
Sampai saat ini, belum ada satupun orang di Konoha yang bisa mengalahkan rekor kecepatan berlari mereka yang rata-ratanya saja adalah 40 km/jam.
Mereka berdua berlari di sisi bagian kiri jalan raya sambil memamerkan senyum kinclong 10.000 watt mereka dan di belakang mereka terlihat sebuah bus sekolah yang khusus digunakan oleh KHS untuk menjemput siswa-siswinya yang berprestasi.
Saat bus itu sudah sejajar dengan duo hijau itu, pria dewasa yang kita ketahui bersama bernama Gai melambaikan tangannya kepada seorang pemuda yang sedang duduk di belakang roda kemudi juga seluruh murid yang berada dalam bus itu.
"Oi kotetsu! Tampaknya sekarang kau jadi lebih jago menyetir dari pada saat kau baru melamar jadi sopir 2 tahun lalu? Rupanya kau sudah bisa menyusul keceoatan berlari kami!" teriak Gai kepada Kotetsu,sang supir bus.
Tapi sang supir hanya mendengus kesal. Orang-orang dalam bus pun nampaknya tidak terlalu memperdulikan 2 orang yang menjadi siswa juga guru mereka di KHS itu.
"Maaf,sensei!" teriak Lee yang berlari di samping Gai. "Saya merasa kalau bukan Kotetsu-sanlah yang bertambah cepat, menurut saya, kitalah yang melambat,sensei!" tambahnya.
"Lee! Kau memang muridku yang paling berbakti dan paling semangat! Kalau begitu, AYO! KITA MENYONGSONG MATAHARI BERSAMA!" teriak Gai.
"OOOSSHH! SEMANGAT MASA MUDA!" teriak mereka berdua.
" haaahh… mereka berdua mulai lagi." Kata salah seorang siswi yang berada dalam bus itu. "Mereka berdua itu tidak capek apa? Setiap hari begitu terus?" sambung siswi lainnya. Dan banyak pula yang menambahkan sehingga bus itu dalam sekejap menjadi ramai karena pembicaraan siswa-siswi tentang dua orang yang masih berlari di jalanan agak di depan bus yang mereka tumpangi.
"Hei..hei.. jangan begitu! Bagaimana pun juga, mereka berdua itu kan teman dan sensei kalian?" kata Kotetsu sambil tersenyum geli.
"Iya! Kalian itu bagaimana sih? Kan mereka berdua juga yang mengharumkan nama Konoha ke seluruh Negara Hi. Kalian lupa kalau mereka berdua itu pemegang rekor berlari tercepat senegara Hi?" kata seorang gadis berambut coklat di cepol dua bernama Ten-ten yang duduk di barisan paling depan sisi kiri bus,di dekat pintu keluar-masuk bus. Yang lain mengangguk setuju.
"Aku berani bertaruh,tidak ada orang yang menyamai kecepatan berlari mereka!" kata seorang remaja pria yang duduk di sebelah Ten-ten yang bernama Neji.
"ya,"
"Tentu saja,"
"Itu sudah pasti" Terdengar suara saling bersahutan di sana-sini.
"Kalian ini ada-ada saja,tapi aku juga setuju tentang yang satu itu." kata Kotetsu sambil tersenyum. Bukan hanya Kotetsu saja, semua yang ada di dalam bus itu tersenyum sambil memandang punggung kedua sahabat dan guru mereka dengan penuh kebanggaan. Tapi, sepertinya itu tidak akan bertahan lebih lama,karena...
"AHHHH... SIALLL.."
Dari arah belakang terdengar suara cempreng yang sangat memekakkan telinga. Saat mereka menoleh ke belakang, yang mereka lihat hanyalah kabut debu yang sangat pekat. Kabut debu itu semakin lama semakin mendekat.
Saat sudah dekat, dapat terlihat kalau yang menyebabkan kabut debu itu adalah seseorang remaja berambut pirang pendek yang berlari sangat kencang hingga yang terlihat hanya rambut pirang, baju kaos putih dan jubah seragam KHS-nya yang melambai-lambai serta debu yang mengiringi di belakangnya.
Anak itu berlari kencang sekali sampai-sampai dia bisa melewati Gai dan Lee yang langsung berhenti mematung di tengah jalan. Bahkan Kotetsu pun sampai memberhentikan busnya secara tiba-tiba saking kagetnya.
"Gai sensei dan Lee..." kata Ten-ten "di lewati?" sambung Neji.
Tampaknya bukan hanya mereka saja yag shock. Para penduduk yang sempat melihat kedua maskot lari Konoha di kalahkan dengan mudah langsung berdiri di jalanan untuk melihat langsung anak yang berlari kencang tadi, tapi yang mereka lihat hanya jalan raya, anak itu sudah tidak kelihatan lagi.
"Lee? Gai-sensei?" panggil Ten-ten sambil melongokkan kepalanya keluar jendela. Dia khawatir sekali melihat dua orang hijau itu menundukkan kepalanya dan melihat ada air mata mengalir di kedua pipi mreka.
"Lee..." panggil Gai "Gai sensei..." balas Lee.
"AKHIRNYA!" teriak mereka berdua sambil mendongakkan kepala dan memandang jalanan yang tadi di lewati sang bocah pelari.
"Lee! Kami-sama telah mengabulkan doa kita! Akirnya ada juga orang yang bisa melewati kita berdua!"
"Ha'i Gai-sensei! Ini bisa jadi motifasi kita untuk berlari lebih kencang lagi!
"Ayo kejar anak tadi Lee! Sebagai anak muda, kita tidak bisa berdiam diri saja!"
"Yosh! Semangat masa muda!"
Semua orang sweatdrop melihat tingkah dua orang itu. "Hei! Hei! Tunggu kami! Kotetsu-san,ayo jalan!" kata Ten-ten saat Gai dan Lee mulai lari lagi
Semantara itu, bocah pirang tadi sudah sampai di gerbang KHS. Sebenarnya siapa bocah pirang itu? Dia memiliki rambut pirang terang yang agak berantakkan, bola mata berwarna biru cerah dan kumis kucing di pipinya. Siapa lagi kalau bukan Naruto?
Tidak lama setelah Naruto sampai, Gai-sensei, Lee, dan bus jemputan sekolah pun tiba.
"Sial! Ini semua gara-gara Gaara! Kalau saja tadi pagi dia membangunkanku! Aku kan tidak perlu repot-repot lari begini! Ini kan hari pertamaku di KHS, aku tidak mau terlambat di hari pertama. Uuh, di mana sih ruang kepala sekolahnya?" gerutu Naruto kesal sambil berputar-putar di koridor sekolah yang mulai ramai oleh siswa-siswi KHS.
'Ah, ada orang di sana. Sebaiknya aku tanyakan saja padanya.' Pikir Naruto saat dia melihat seorang murid KHS yang sepertinya seorang cewek sedang mengambil buku-buku dari lokernya.
Cewek itu memakai baju putih longgar dan celana putih panjang dengan kain seperti rok berwarna coklat pada pinggangnya dan sepatu warna coklat. Di lengan kanannya yang tidak memegang buku, Naruto melihat jubah seragam KHS.
"Ano..." panggil Naruto pada gadis berambut coklat panjang terurai yang sedang memunggunginya.
Gadis itu lalu berbalik, menampakkan wajah putih mulusnya. Naruto sempat terpesona beberapa saat pada gadis itu. Gadis itu bermata lavender yang indah dan lebih tinggi dari Naruto. Gadis itu balas menatap Naruto, karena Naruto sama sekali tidak berkedip menatapnya.
Saat sadar akan apa yang di lakukannya, Naruto segera menunduk dan berkata terbata-bata "Ano... apa k-kau tahu di mana letak ruang kepala sekolah?"
"Hm? Murid baru ya?" kata gadis itu. Naruto sudah hampir menjawab kata 'ya' saat dia sadar akan satu hal. Dia langsung mendongakkan kepalanya dan memandang gadis itu dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
"kenapa?" kata orang itu merasa risih dengan pandangan Naruto.
"K-ka-kau..." kata Naruto "Hm?" balas orang itu "Laki-laki?" sambug Naruto lagi. Naruto lalu melirik papan nama yang tersemat di baju orang di depannya "H-Y-U-U-G-A-N." ejanya.
Si Hyuuga atau lebih baik kalau di panggil Neji menaikkan satu alisnya. "Kau kira, aku perempuan?"
"Ah, ano, eto..." Naruto jadi gugup "gomen, aku kira yang di pinggangmu itu rok" kata Naruto sambil menunduk.
"Hm, tak apa. Memang banyak orang yang mengira aku perempuan." kata Neji datar tanpa ekspresi yang berarti. Mendengar ini, Naruto jadi lega. 'Aku pikir, aku akan mati' kata Naruto dalam hati.
"Kalau mencari ruang kepala sekolah naik ke tangga yang ada di sana, lalu belok kiri dan lurus saja. Ada pintu berwarna biru langit di ujung koridor" kata Neji kembali berbalik menghadap lokernya.
"Ruangan berpintu biru itu ruang kepala sekolahnya?" tanya Naruto
"Bukan,itu toilet cewek. Ruang kepala sekolah berada di belokan koridor itu. Pintunya berwarna coklat madu" jelas Neji.
"Oh, baiklah. Aku kalau begitu, aku permisi Hyuuga-san, arigato."
"Hm, Neji."
"hah?"
"aku Neji"
"oh, arigato Neji-san."
"hm"
Naruto lalu menaiki tangga yang di tunjukkan oleh Neji dan mencari ruangan kepala sekolah. Dia lalu menemukan ruangan kepala sekolah.
Tok... tok... tok...
"masuk" dari dalam ruangan itu terdengar suara seorang wanita. Naruto lalu masuk ke dalam ruangan itu.
Kesan pertama yang Naruto dapat saat memasuki ruangan itu adalah mengerikan. Kenapa? Ruangan itu seperti kapal pecah. Di atas meja terdapat banyak sekali botol berukuran kecil dan mengeluarkan bau yang aneh.
Di ruagan itu juga banyak sekali kertas yang berhamburan. Naruto jadi sweatdrop. 'kenapa kepala sekolahnya begini?' pikirnya.
"kau siapa?" tanya sang kepala sekolah. Naruto melirik name tag yang ada pada baju ketat kepala sekolah itu.
"saya murid baru di sini, Tsunade-sama." Tsunade menyuruh Naruto mendekat dan dia meneliti wajahnya. 'mirip' batin Tsunade
"ano... Tsunade-sama?" Naruto agak risih diperhatikan seperti itu. Naruto akhirnya bisa bernapas lega saat Tsunade kembali menghempaskan pantatnya di kursi putar milinya
"baiklah, bisa kulihat dokumenmu?" Tsunade menengadahkan tangannya ke arah Naruto seperti orang yang sedang menagih utang.
"o-oh... ini," Naruto menyerahkan dokumen kepindahannya dengan takut-takut pada Tsunade. Tsunade lalu mengambil dan membolak-balik halaman yang ada dalam map berwarna biru yang di serahkan Naruto itu.
"hm... hm? Hm. Hm." Tsunade bergumam tidak jelas sambil manggut-manggut saat membaca dokumen milik Naruto.
"jadi, namamu adal-"
"baachan!" perkataan Tsunade terpotong oleh masuknya seorang anak laki-laki ke dalam ruangan itu. Naruto terus memperhatikan anak itu.
Anak yang memiliki rambut pirang kemerahan dengan bola mata berwarna merah darah yang sangat indah. Badannya tinggi, sedikit lebih tinggi dari Naruto. Anak itu memakai kaos hitam dengan corak merah di bagian dada dan punggung serta celana jeans panjang berwarna hitam.
Anak yang diperhatikan oleh Naruto itu juga melihat Naruto. Dia melakukan hal yang sama dengan Naruto, memperhatikan Naruto dari atas ke bawah, lalu kembali lagi ke atas.
Saat mereka berdua saling bertatap mata, timbul perasaan aneh di hati mereka masing-masing, yang mereka berdua tidak mengerti apa artinya. Yang jelas, saat merah darah dan sapphire itu bertemu, seakan-akan tidak ada lagi orang di antara mereka berdua.
"ehhemm..." Tsunade berdehem pelan, sukses memalingkan perhatian kedua remaja di depannya kembali padanya. "ada perlu apa Kyuubi?" kata Tsunade.
Naruto menoleh pada orang yang di panggil Kyuubi oleh Tsunade. 'Kyuubi,' batin Naruto. Kyuubi lalu menoleh pada Naruto. Naruto yang kaget langsung menundukkan kepala. 'aneh, padahal tadi kukira dia memanggilku?' tanya Kyuubi dalam hati.
"ne~ baachan, Sakura belum datang?" tanya Kyuubi balik pada Tsunade. Pertanyaan dari Kyuubi ini membuat Tsunade mengerutkan kening.
"ada perlu apa kau dengan bocah Haruno, Kyuubi? Cari saja di kelasmu, bukannya kalian sekelas?"
"haah baachan. Bukannya kau menyuruhnya mampir ke sini tiap hari untuk membereskan ruangan ini?"
"oh iya..." Tsunade ketawa garing. "kembali lah ke kelasmu, kalau dia datang, akan ku suruh untuk langsung masuk kelas"
"arigato baachan" kata Kyuu lalu beranjak menuju pintu. sebelum keluar dari ruangan itu, Kyuu sempat melirik ke arah Naruto sekilas.
Saat Kyuubi keluar, masuklah seorang guru bermasker ke dalam ruangan. Guru itu langsung berjalan ke arah Tsunade.
"Tsunade-sama, apa Iruka-sensei datang ke sini?" tanya Kakashi pada Tsunade.
"haah, kenapa semua datang mencari orang padaku? Aku bukan orang yang bertugas mencari orang" kata Tsunade kesal.
"memang bukan, tapi biasanya, jam segini anda akan menyuruhnya berlari ke supermarket untuk membeli sake." kata Kakashi. Tsunade blushing.
"jangan permasalahkan hal kecil itu! Dari pada itu, Kakashi-sensei," Tsunade melirik ke arah Naruto, diikuti Kakashi.
"ada murid baru lagi yang akan ku tempatkan di kelasmu" kata Tsunade.
"eeh? Sepertinya tidak bisa Tsunade-sama," Tsunade menaikkan alisnya mendengar perkataan Kakashi.
"sudah tidak ada lagi bangku kosong di kelasku, sudah di tempati anak berambut merah yang tadi" kata Kakashi. 'eh? Gaara?' pikir Naruto.
"oh, kalau begitu biar ku tempatkan di kelas iruka saja, mungkin di-"
"gomen Tsunade-sama," Tsunade menoleh ke arah Naruto. "ano... kalau bisa saya ingin di tempatkan di kelas Kakashi-sensei" Kakashi mengerutkan kening mendengar ini.
"ho... kau punya orang yang kau suka di kelasku ya? Siapa? Kyuubi atau Uchi-"
"bukan!" kata naruto setengah membentak dengan wajah merah. Setelah sadar apa yang di lakukannya, dia kembali menunduk.
"ano... anak berambut merah itu sepupu saya, kalau bisa saya ingin sekelas bersamanya, ibu saya sudah menyuruh dia untuk menjaga saya di KHS ini." kata Naruto masih tetap dengan muka memerah.
"oh, baiklah. Kakashi, tempatkan saja, aku tidak mau tahu, yang jelas anak ini masuk ke kelasmu. Sekarang keluar!"
Kakashi dan Naruto lalu keluar dari ruangan Tsunade sambil berkeringat dingin. Saat keluar, Naruto sempat melihat siluet seseorang yang sebelumnya sembunyi di balik tembok berlari menjauh.
"nah, kau akan ku tempatkan di kelas 10.d. ayo," kata Kakashi
Merekapun berjalan ke arah kelas 10.d yang berada di lantai 4 ruangan berlantai tujuh itu. Jangan heran, di KHS, lantai satu di gunakan sebagai ruang loker siswa, lantai dua untuk ruang guru, kepala sekolah dan gudang penyimpanan alat-alat olahraga.
Lantai 3 di gunakan sebagai aula pertemuan antara guru dan murid, lantai 4 untuk siswa kelas 1, 5 utuk kelas 2, 6 untuk kelas 3, dan lantai 7 adalah perpustakaan 1.
Gedung di KHS-pun terbagi 2. Gedung utama yang sudah di terangkan tadi, dan gedung yang satunya lagi adalah gedung berlantai 6 yang terletak di sebelah gedung utama. Gedung itu biasa di sebut gedung putih.
Antara gedung utama dan gedung putih, di hubungkan dengan jembataan (seperti yang berada pada gedung kembar). Jembatan itu ada di lantai 4.
Gedung putih itu di gunakan sebagai tempat melakukan kegiatan ekstra. Di gedung itu, ada lapangan basket indoor (lantai 2), lapangan bulu tangkis dan voly indoor (lantai 3), lab komputer dan perpustakaan 2 pada lantai 5, dan ruang klub pada lantai 6, sedangkan lantai 1 adalah kolam renang.
Perpustakaan 2 ini tidak selengka perpustakaan1, hanya berisi buku-buku tentang penelitian-penelitian laboratorium. Lantai 4 sendiri di gunakan sebagai ruang ganti siswa yang akan melakukan kegiatan.
Naruto sangat takjub dengan keelitan KHS. Dia terus memperhatikan sekeliling, sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai di depan kelas 10.d
Tiba-tiba saja, perasaan Naruto menjadi tidak enak. Dia lalu menoleh pada Kakashi-sensei yang berada di sampingnya.
"ayo," Kakashi mendorong pelan pundak Naruto agar masuk ke kelas. Sebenarnya, dia juga merasa janggal akan keadaan kelasnya. 'aneh, tidak biasanya kelas ini setenang ini, apa yang terjadi?' batin Kakashi.
Dengan sediit ragu, Naruto menarik gagang pintu.
Ckleeek
Saat baru membuka pintu, Naruto merasa dagunya di angkat dan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Awalnya, dia tidak tahu apa yang terjadi. Tapi, akhirnya dia sadar, seseorang telah menciumnya.
Hening
Naruto yang kaget tidak bisa melakukan apa-apa. Dia terlalu kaget untuk merespon perlakuan sesorang yang dengan lancang telah menciumnya.
Naruto melihat orang itu perlahan membuka matanya yang sedari tadi tertutup dan menampilkan dua bola mata hitam dan sekelam malam. Orang itu juga melihat kedalam bola mata milik Naruto.
'indah' itulah yang mereka katakan dalam hati saat melihat mata orang di depan mereka. Tapi, tiba-tiba saja orang bermata hitam itu membelalakkan matanya seperti terkejut saat melihat bola mata Naruto.
Perlahan orang itu melepasakan ciumannya pada Naruto. Sejenak orang itu tampak terkejut, tapi rasa terkejutnya itu langsung di gantikan dengan wajah dingin.
Semua orang masih belum bicara apa-apa. Kakashi yang berada di belakang Naruto hanya bisa cengok. Untung saja dia memakai masker yang menutupi mulut dan hidungnya. Kalau tidak, semua orang akan melihat sang sensei mimisan hebat.
Naruto sangat shok mengingat ciuman pertamanya telah di rebut olah seseorang. Orang yang memiliki mata berwarna hitam, juga rambut hitam berbentuk pantat ayam berwarna hitam, dengan kulit putih susu, dan lebih parahnya, naruto sadar.
Orang yang menciumnya adalah laki-laki.
Seketika itu pandangan Naruto langsung berkunang-kunang, dan dia pingsan. Untung saja dia segera di tangkap oleh Kakashi.
Si pelaku penciuman itu yang ternyata adalah Sasuke, hanya menaikan satu alisnya dan berbalik untuk menuju tempat duduknya yang berada pada barisan paling belakang.
Tapi, saat berbalik Sasuke melihat seorang anak berambut merah yang di ketahuinya sebagai murid baru yang di antar Kakashi-senseinya tadi pagi. Sasuke sendiri tidak ingat siapa nama anak itu. Baginya itu tidak penting.
Anak berambut merah di depan Sasuke itu menunduk. Sasuke tidak bisa melihat jelas wajah anak itu karena tertutup poninya.
"minggir" kata Sasuke datar. Dia merasa terganggu karena anak berambut merah itu menghalangi jalannya.
"hi...hi...hi..." anak itu tiba-tiba mengeluarkan tawa yang aneh sehingga membuat merinding semua penghuni kelas.
Anak itu tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menampakkan seringai setan yang membuat semuanya gemetar ketakutan, tidak terkecuali Sasuke yang menyembunyikannya dengan wajah stoicnya.
"apa maumu?" kata sasuke dingin
"mati kau..." kata anak itu sambil berjalan mendekat ke arah Sasuke. Dan... yang terjadi berikutnya adalah...
BUAGH! BAK! BUK! HEI... HEI.. .BRAKH! JDUAK! KYA.A.A...! HEEAAHHHH...! BRAKK! DUAK!
Tbc
Omake
Normal POV
Di dalam kelas 10.d
"hei Uchiha!" Kyuubi memanggil Sasuke yang sedang duduk di bangkunya di pojok belakang.
"hn," jawab Sasuke
"kau tidak lupa dengan janjimu kan?" kata Kyuubi di sertai seringai kemenangan yang selalu di tunjukkannya.
"apa lagi kali ini Namikaze?" kata Neji, teman dekat Sasuke yang duduk di bangku di depan Sasuke sambil melirik Kyuubi santai.
"hei, santai Hyuuga, si Uchiha temanmu ini tentu tidak lupa kalau dia sudah kalah taruhan denganku kemarin kan?"
"taruhan bodoh itu? Jelas kalah, kau mengajaknya taruhan makan ramen. Huh!" kata Neji lagi.
"aku tak peduli, kesepakatan sudah di buat. Si Uchiha harus menuruti satu permintaanku." kata Kyuubi.
"katakan apa maumu" kali ini Sasuke sendiri yang menjawab. Seringai Kyuubi semakin lebar.
" aku minta kau... mencium Sakura" kata Kyuubi santai. Dia tidak sadar perkataannya ini sudah membuat terkejut seluruh penghuni kelas.
Semua orang tahu kalau Sakura adalah fans maniak Sasuke. Dia bahkan mendirikan dan memimpin Sasuke FC yang selalu bertengkar dengan Kyuubi FC yang di pimpin oleh Ino Yamanaka.
"bagaimana Uchiha? Apa kau mau menolak? Bukankah Uchiha tidak pernah bilang tidak pada sebuah tantangan?" kata Kyuubi lagi.
"hn," Sasuke hanya mengeluarkan trade marknya seperti biasa. Bahkan tidak jelas itu artinya 'ya atau tidak'. Tapi, entah bagaimana, Kyuubi mengartikan itu 'ya'.
"tunggu di sini, aku akan mencari Sakura!" Kyuubi langsung melesat keluar kelas. Tempat pertama yang ada di pikirannya untuk mencari Sakura adalah ruang Kepsek.
Saat keluar dari ruang Kepsek, Kyuubi sudah berniat kembali ke kelas, tapi dia kembali berbalik ke arah ruangan Tsunade untuk mewanti-wanti jangan sampai neneknya lupa memberi tahu pada Sakura.
Sampai di depan pintu, Kyuubi mendengar neneknya menyuruh seseorang keluar. Kyuubi langsung berlari ke arah kelas dengan seringai setan. Dia pikir yang keluar dari ruangan Tsunade adalah Sakura.
Saat sampai di kelas, Kyuubi menyuruh Sasuke bersiap di depan pintu.
Sasuke mengikuti saja instruksi dari Kyuubi. Dia tidak akan menolak, karena memang kata mengingkari janji tidak ada adalam kamus keluarga Uchiha. Mengingkari janji sama saja menjilat ludah sendiri.
Dan yang terjadi, seperti yang sudah kita ketahui bersama.
Sasuke sama sekali tidak menyangka, taruhan bodohnya dengan Kyuubi akan membuatnya berakhir di ruang UKS dengan banyak perban akibat mencium seseorang yang ternyata bukan Sakura.
Kyuubi sendiri hanya senyam-senyum gaje ketika melihat Sasuke di hajar habis-habisan oleh seorang anak berambut merah yang baru saja di ketahuinya adalah sepupu dari anak yang tadi di cium Sasuke.
Teman-temannya yang lain?
Yang perempuan sibuk ber'kya' ria, yang laki-laki berusaha memisahkan si anak berambut merah dari Sasuke juga terkena tendangan dari anak itu yang sudah berubah menjadi psikopat dadakan.
How por Sasuke...
End omake
A.N : woho...ho... Mecha-chan back... jiakakak... saya berhasil membuat Sasuke babak belur. Sebenarnya, waktu saya mengetik tidak ada maksud untuk membuat Sasuke kesakitan. Tapi, karena melihat fic dari senpai-senpai yang menulis Naru di rape sama Sasu, Naru di sakitin Sasu, dan lain-lain, saya jadi menghapus sebagian alur cerita dan menulis ulang dengan pikiran "mati kau Sasu! Mati kau Sasu! Mati kau!" dan akhirnya... saya berhasil membalaskan dendam Naruto. Hua...ha...ha... # ketawa setan#
Bagaimana? Apa masih banyak kesalahan? Mohon maaf chapter lalu sudah mengecewakan ya... saya harap kali ini tidak lagi.
Makasih buat semua yang udah baca fic ini, apalagi sampai ada yang ngefave saya. (T.T) Huhuhu... saya terharu. Makasih banget...
Ne~ minna-sama, saya punya fic rate M, tapi saya takut publish. Apa boleh? Saya masih baru di FNI. Masa mau langsung publish rate M?
Ne~ senpai semua~ saya juga update fic yang bertema rakyat di FNI fandom naruto judulnya "something important" (promosi). Mohon di baca dan beritahu kesalahan saya ya...
Mohon Review...
~Mechakucha no aio neko a.k.a Mecha-chan or Kucha-chii~
