Yosh, arigato reviewnya ya minna… Khehehe… karena kali ini semua reviewers pada login, jadi gak ada balesan Review. Nya… maaf ya kalau fic ini tidak sesuai dengan harapan senpai, reviewers dan readers sekalian, Mecha akan berusaha lebih baik lagi dengan bantuan kalian semua.

#*#*#*

Yosh… Mulai nyo.o.o.o

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : sasunaru

Genre : humor, hurt/comfort.

Warning : OOC over dosis, AU, YAOI, incest (maybe), pairing dan genre bisa berubah, begitu pula rate. Alur sangat lambat (entah kenapa saya sangat suka buat alur lambat)

#*#*#*#*#*#*

Character:

Naruto : pemalu saat bertemu orang baru, suka berbicara sendiri dengan dirinya sendiri juga. Kadang minta pendapat pada dirinya sendiri saat sedang bingung. Punya teman khayalan seorang remaja pria bernama… (ada di dalam) yang sering muncul saat Naruto sendirian. Berisik, pintar (saat menyamar harus pura-pura bodoh)

Gaara : cool, kalem, tenang. Sifatnya bisa berubah 180° bila sudah bersama dengan Naruto, Kushina, dan kakak-kakaknya. Broder complex stadium akhir. Bisa menjadi psikopat saat melihat orang yang di sayanginya di sakiti.

Kyuubi : cool, selalu tersenyum, terlebih saat berhasil mengalahkan musuhnya, Sasuke. Anak dari Minato Namikaze yang merupakan salah satu pengusaha terbesar dan terkaya senegara Hi. Kyuubi adalah seorang artis yang sedang naik daun. Usil dan sangat suka menjahili Sasuke yang merupakan rivalnya dalam segala bidang.

Sasuke : dingin, kalem, cool, acuh. Salah satu anak dari pengusaha terbesar senegara Hi. Sangat membenci Kyuubi yang merupakan rival abadinya. Ayah kyuubi dan Sasuke adalah teman akrab baik di dunia biasa maupun bisnis.

Other chara : nanti di terangkan ya…

Oh ya… di KHS, siswa kelas 1 boleh berpakaian bebas, dengan syarat tetap memakai jubah seragam KHS seperti yang di pakai siswa kelas 2 dan 3, karena mereka masih di anggap sedang dalam masa percobaan masuk KHS. Hal ini berlaku sampai siswa kelas 1 memasuki semester 2. Intinya, siswa kelas 1 ini masih belum resmi menjadi anggota KHS sampai semester 2 nanti, dan itu berarti mereka bisa kapan saja ditendang dari KHS bila melakukan kesalahan sekecil apapun.

Oh ya, jubah mereka di sini mirip dengan yang di pake di Harry Potter.

"Ughh…." Seorang anak berambut pirang terlihat menggeliat tidak nyaman di atas kasur UKS. Tidak lama setelah itu, dia terbangun dari tidur-pingsan-nya karena sedari tadi dia merasa ada yang mengguncang-guncangkan badannya.

Si pirang lalu membuka matanya, menampilkan iris sapphire yang menawan. Yang pertama kali di lihat oleh sang pemilik iris sapphire saat membuka matanya adalah putih, hijau, dan merah.

Si pirang yang sudah pasti adalah Naruto, lalu mengedipkan matanya beberapa kali, sambil mencoba menerka-nerka. Benda apa kira-kira yang berwarna putih, dengan sedikit warna hijau di tengah-tengah, dan merah di sekelilingnya.

Naruto sepertinya tidak mau ambil pusing dengan benda putih-hijau-merah yanfg berada sangt dekat dengan matanya, juga wajahnya. Naruto sudah hamper melmjutkan tidur saat pingsannya sat dia menyadari, apa yang memiliki percampuran dari tiga warna itu.

"AAAA…" Naruto langsung bengun dan memaksa untuk duduk. Otomatis, benda putih-hijau-merah yang beada dekat dengannya itu terlempar akibat gerakan tubuh Naruto yang tiba-tiba.

"Gaara! Apa yang kau lakukan!" Tanya Naruto pada benda putih-hijau-merah yang bernama Gaara, yang sekarang sedang mengusap-usap dahiya di lantai samping tempat tidur.

"Hm? Tidak ada." Jawab Gaara sambil bangkit berdiri lalu duduk kembali di kursi di samping tempat tidur yang di tempati Naruto.

"Apanya yang tidak ada! Kau tadi terlalu dekat, tahu! Aku kan jadi kaget!"

"Hanya mau memeriksamu saja, masih hidup atau sudah mati." Mendengar jawaban yang dilontarkan Gaara yang tanpa intonasi itu membuat Naruto sweatdrop.

"Atas dasar apa kau kira aku sudah mati?"

"Kau tidak bangun walau badanmu ku goyang-goyang"

"Hhh… sudahlah. Tapi, kenapa aku bisa berada di sini?" Naruto menatap Gaara dengan sorot mata penuh rasa keingintahuan.

"Kau tidak ingat?" Tanya Gaara balik pada Naruto.

"Ingat apa?"

"Kau pingsan setelah di cium." Jawab Gaara.

Seketika itu, ingatan-ingatan Naruto tentang kejadian yang dialaminya pagi ini berputar di otaknya. Ingatan saat dia berlari dari rumah ke sekolah, bertemu Neji yang mirip wanita, bertemu Tsunade, Kakashi, dan Kyuubi, menuju kelas 10.D, lalu…

"Dicium… oleh… laki-laki…" Naruto kembali shock.

"Kenapa tampangmu sedih sekali?" Tanya Gaara dengan oon-nya

"Ciuman pertamaku… ciuman pertamaku… ciuman pertamaku… ciuman per-HUA.A.A." Naruto menangis pilu sambil memeluk Gaara.

"Bukannya ciuman pertamamu sudah di rebut Astam waktu kau kecil?" Tanya Gaara yang tetap berekspresi datar, meski Naruto sudah memeluknya dengan sangat erat.

Naruto lalu melepas pelukannya pada Gaara. Ida berfikir sebentar.

"I-iya juga, tapi tetap saja, kenapa harus laki-laki yang menciumku?" Naruto tambah kesal karena Gaara mengingatkannya akan ciuman pertamanya yang sudah di rebut oleh Astam waktu kecilnya.

"Sudah takdir" jawab Gaara singkat, padat tapi tidak jelas. Naruto sweatdrop lagi.

"Ayo kembali ke kelas. Kita sudah bolos jam pertama dan kedua." Gaara segera berdiri.

"He? Matte Gaara!"

"Naruto cepat-cepat turun dari tempat tidur dan menyusukl Gaara yang sudah berada di pintu keluar.

"Gaara, ada yang ingin aku tanyakan." Katta Naruto sambil mensejajarkan langkahnya dengan Gaara. Mereka berdua berjalan beriringan di koridor yang sepi.

"Hm?"

"Ano… kenapa kaa-san jadi aneh ya?". Naruto menerawang sambil melihat ke atas. Gaara melirik Naruto.

"Apanya?' Tanya Gaara.

"Ya, itu. Biasanya kan kalau pindah sekolah, kaa-san menyiapkan berbagai alat penyamaran untuk kita, mulai dari wig, kontak lensa, bahkan sampai menyuruh kita agar pura-pura jadi orang bodoh dan culun. Tapi kenapa sekarang tidak?" Naruto juga menoleh pada Gaara.

"Kenapa kali ini kita hanya berganti nama? Lagipula nama yang kita pakai kali ini sangat mudah di ketahui. Coba dengar, Uzukima Nakami, dan Sakuba Gyuura. Dan lagi kaa-san menyuruh agar kita bersikap sesuai sifat kita. Bukannya itu berbahaya?"

"Tidak" Gaara kembali memandang ke depan.

"Eh?"

"Malah akan berbahaya kalau kita menyamar lagi. Para mafia sudah tahu trik-trik yang kita gunakan selama ini. Mereka akan mudah mengenali kita kalau kita menyamar jadi anak cupu, karena sama sekali tidak ada anak cupu di KHS." Sambungnya lagi.

"Benar juga, ya…" Naruto manggut-manggut. "Kalau seperti ini, bagus juga"

"Hm."

Gaara berjalan mendahului Naruto. Naruto terus saja mengikuti Gaara dari belakang. Tapi, dia merasa ada yang janggal setelah lama berjalan tapi tidak sampai-sampai juga di kelas 10.D

"Ne~ Gaara, kau tahu arah ke kelas kita?" Tanya Naruto setelah yakin bahwa sedari tadi mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama.

Gaara memberhentikan langkahnya. "Tidak." Jawabnya lalu kembali berjalan.

"A-apa? Jadi bagaimana ini? Aku sudah lelah…" Naruto lalu duduk di tengah koridor. Dia lalu menundukkan kepalanya sambil menghela napas.

"Hhh… hei Gaara, setelah ini, bagaima-" Naruto cengok. Saat mendongakkan kembali kepalanya, bukan Gaara yang dia lihat, tepi koridor panjang yang dia tidak tahu akan berakhir di mana. Saat menoleh ke belakang pun, dia hanya melihat hal yang sama.

Seketika itu juga keringat dingin menjalar di seluruh bagian tubuh Naruto. Segera saja berbagai pikiran dan cerita-cerita juga film horror yang pernh ditontonnya yang bercerita tentang seramnya hantu-hantu sekolah memenihi pikirannya.

Perlu di ketauhi, Naruto sangat takut dengan yang namanya hantu, makhh;uk halus, makhluk aneh, dan lain-lain, dan sebaginya, dan kawan-kawannya. Menonton film horror pun itu karena tantangan Kaa-sannya yang mengatakn dia penakut.

"Ga-gaar-gaara… kau di mana…? Kau tidak di sekap hantu sekolah kan?" Naruto masih tetap duduk di tempatnya semula. Kaki danlututnya terlalu lemas untuk bisa berdiri.

'Naruto?'

"Ah!" Naruto mendenfgar sebuah suara, tapi tidak melihat siapapun di dekatnya. "A-ampun, om setan… Naru takut… jangan manggil-manggil Naru kayak gini, jangan muncul tiba-tiba juga, jangan me-"

'Hei, Naru. Ini aku, bukan hantu. Aku ini temanmu.' Mendengar ini, Naruto jadi lega. Dia segera menenangkan dirinya. Dia menutup mata sebentar, lalu setelah dia membuka matanya kembali, dia melihat bayangan seorang remaja pria yang seumuran dengannya sedang menatapnya cemas.

Remaja pria itu memiliki mata berwarna coklat madu dan rambut hitam panjang yang di kepang mulai dari pundak ke bawah, dengan poni sampingnya dan kulit putih.

Remaja itu memakai baju kaos tanpa lengan berwarna abu-abu, celana coklat pudar panjang dengan syal tebal berwarna ungu lembut yang melilit lehernya, serta sarung tangan berwarna hitam sesiku, dan ada kalung berwarna ungu gelap di lehernya.

Dialah Sumaru, teman khayalan Naruto. Hanya Naruto yang bisa melihat, mendengar, dan merasakan Sumaru.

"Su-sumaru… HUA.A.A."

'Hei, hei, jangan seperti ini. Kau bisa di katakan tidak waras kalau menangis di tempat seperti ini.'

"Bodo' aku takut, Sumaru…" Naruto menatap mata Sumaru.

'Aku tahu, tenang saja, aku ada di sini. Ini kan siang-siang, tidak akan ada hantu.'

"Iya juga sih, tapi Gaara ke mana? Aku mau ke kelas, tapi tidak tahu jalannya"

'Aku juga tidak tahu Gaara ada di mana, mungkin dia sudah kembali ke kelas. Ayo, ku temani kau mencari kelasmu.' Sumaru berdiri dari acara berlututnya, diikuti Naruto.

"He..he.. Ayo!" Balas Naruto semangat…

Setelah Naruto dan Sumaru pergi…

Ckleeekk

"Hm? Naruto?" Gaara yang sedari tadi ternyata berada di dalam toilet cowok di dekat tempat Naruto duduk hanya bisa memandang tempat dimana seharusnya sepupunya berada.

"Ada dimana?" tanyanya entah pada siapa, hanya angin yang mendengar dan menjawabnya.

Gaara tidak ambil pusing, dia lalu kembali berjalan dengan santai, terlalu santai untuk ukuran orang yang tersesat sendirian di dalam sebuah gedung sekolah yang luas dengan banyak koridor-koridor yang bercabang sehingga bisa membuat orang yang baru pertama kali ke situ akan bingung.

Katanya sih, koridor itu di buat bercabang banyak agar penjahat yang bermaksud menngancam keselamatan murid-murid di KHS akan bingung. Memang bagus sih, tapi murid dan guru juga bisa tersesat kan?

Kembali ke Naruto

Naruto sekarang sedang berjalan-jalan bersama teman khayalannya, Sumaru. Di bilang sedang berjalan-jalan pun sebenarnya bukan, lebih tepatnya mereka sedang berputar-putar dalam gedung sekolah untuk mencari kelas 10.D. tapi, Karena Naruto yang sifatnya selalu menikmati setiap kejadian yang dia alami, jadi acara tersesat inipun dianggapnya jalan-jalansantai.

""Ne~ Sumaru. Aku lapar…"

'Hhh… kau ini. Memangnya sekarang jam berapa?'

"Uummm" Naruto melihat jam tangan berwarna oranye bercorak hitam miliknya. "Jam 10 tepat."

'Kau beruntung, sebentar lagi bel istirahat'

Teng… Nong… Teng… Nong…

Tepat setelah Sumaru menyelesaikan kalimatnya, bel istirahat langsung berbunyi.

"Yaaiiii! Istirahat!" Naruto kegirangan. "Tapi, apa maksudmu dengan untung?"

'Ini kan jam istirahat, pasti banyak orang yang akan berada di luar kelas, kau minta saja salah satu dari mereka untuk mengantarmu ke kelas.'

"Ah! Kau hebat Sumaru! Hm, mana orang ya?" Naruto celingak-celinguk di tengah koridor untuk menncari siswa-siswi KHS yang mungkin saja lewat.

"Ah! Hei… Matte yo…!" teriaknya setelah melihat ada seorang siswa berjubah KHS lewat. Anak itu berhenti berjalan, tapi tidak berbalik.

'Naruto, aku pergi dulu.' Kata Sumaru.

"Um." Balas Naruto sambil mengangguk lalu berlari kea rah orang yang di panggilnya tadi. Orang yang di panggil Naruto itu berada di perempatan koridor tidak jauh di depan Naruto.

Orang itu terlihat sedang menoleh ke kanan-kiri, mencari siapa gerangan yang telah memanggilnya. Saat tahu orang yang memanggilnya tidak ada di sisi kanan, kiri juga di depannya, orang itu segera berbalik. Tepat pada saat itu, Naruto yang sedang berlari kencang tersandung kakinya sendiri. Sehingga…

Duak…!

Terjadilah tabrakan yang membuat kedua belah pihak yang menabrak danyang di tabrak kehilangan keseimbangan. Orang yang di tabrak Naruto mempunyai reflek dan keseimbangan yang bisa di bilang cukup bagus, hingga dia hanya sedikit terhuyung ke belakang, beda dengan Naruto.

Naruto yang awalnya memang keseimbangannya sudah hilang saat tersandung otomatis jatuh. Sebenarnya, dia akan jatuh kea rah depan, tapi karena menabrak orang yang taid dipanggilnya itu, Naruto jadi terhuung ke belakang, dan kembali terbelit kakinya sendiri.

Saat tubuh Naruto sudah condong kea rah belakang dalam artian hampir jatuh, tidak di sangka-sangka, orang yang tadi di tabrak oleh Naruto mengulurkan tangannya dan menarik tangan kiri Naruto.

Tubuh Naruto lalu oleng ke arah orang itu. Orang itu merentangkan tangannya untuk menangkap Naruto. tapi, saat sudah berhasil menangkap Naruto, orang itu malah kembali terhuyung ke belakang karena gaya dorong dari tarikan yang dihasilkannya saat menarik Naruto.

Saat terhuyung, orang itu tidak sengaja menginjak jubahnya yang panjang. Jadi, intinya orang itu jatuh sambil memeluk Naruto. posisinya, eperti Naruto sedang menindih orang yang ditabraknya. Semuanya terjadi begitu cepat. Naruto hanya menutup matanya sejak kejadian dia menabrak tadi, dalam pikirannya, kepalanya akan mengalami pendarahan yang serius kalau sampai bertemu dengan lantai koridor.

Tapi, setelah di tunggu-tunggu, rasa sakit itu tidak kunjung datang. Bukannya rasa sakit, malah kehangatan yang di dapatnya. Kehangatan itu menjalar dari kulit tubuhnya, sampai ke seluruh sel dalam tubuhnya. Merasakan hal seperti ini, Naruto jadi ingin menangis.

Naruto yang sedari tadi menutup matanya mulai membuka kelopak matanya yang berwarna tan itu. Saat membuka matanya, air mata jatuh menetes dari mata biru langit milik Naruto. Naruto sendiri tidak tahu kenapa dia bisa meneteskan air mata hanya karena merasakan kehangatan yang rasanya sudah lama sekali dia rindukan ini.

Air mata dari mata Naruto yang menetes langsung masuk ke dalam bola mata orang yang sedang memeluknya. Naruto melihat, air mata yang jatuh pada bola mata berwarna merah darah orang itu langsung mengalir turun di pipi putihnya. Mengalir turun, karena bukan hanya Naruto yang meneteskan air mata, tapi orang itu juga.

Mereka berdua tetap berdiam dalam posisi itu. Cukup lama, sampai mereka menyadari bahwa rasa hangat itu bukan cuma berasal dari kulit tubuh mereka yang bersentuhan, tapi juga… dari bibir mereka yang juga bersentuhan tanpa penghalang.

Kedua orang itu langsung membelalakkan matanya.

Naruto yang posisinya sedang menindih, langsung bangun dari orang itu, berdiri dan membungkukkan badannya.

"Go-gomen nasai… hontou ni gomenasai." Katanya pelan.

Orang yang tadi ditindih Naruto juga langsung berdiri. "Ya, tak apa." Kata orang itu sambil menepuk-nepuk jubahnya yang sedikit kotor.

Naruto sangat shock begitu mendengar suara orang yang tadi di tindihnya. Ya, suara berat khas anak laki-laki. Itu artinya, hari ini dia sudah berciuman dengan dua orang laki-laki yang tidak di kenalnya dalamkurun waktu yang singkat.

Naruto jadi lebih terkejut lagi saat orang yang sekarang sudah berdiri di hadapannya itu memfokuskan perhatiannya padanya saat Naruto baru menyelesaikan acara menunduknya. Mata mereka kembali bertemu. Sedetik setelahnya…

"Kyuubi/ Anak baru!" teriak Naruto dan orang yang berdiri di depannya, yang ternyata adalah Kyuubi secara bersamaan.

"Eh?" bingung mereka berdua yang lagi-lagi bersamaan.

"He.. namaku bukan anak baru, namaku Uzukima Nakami, ttebayo!."

"Iie… iie… lebih enak memanggilmu anak baru. Ngomong-ngomong, dari mana kau tahu namaku?" Tanya Kyuubi.

"Ehe…he… tadi aku mendengar Tsunade-sama memanggilmu begitu." Naruto nyengir.

"Ooh… hei kau sudah baikan? Tadi kan kau pingsan di kelas?" Kyuubi mendekatkan wajahnya pada Naruto.

"Eh? I-itu, sudah kok'. Tadi itu aku hanya kaget saja. Memangnya kita sekelas ya?" Naruto memiringkan kepalanya ke samping kanan.

"Iya, kit asekelas. Maaf ya, gara-gara aku…"

"Eh?" Naruto bingung melihat Kyuubi tiba-tiba menunduk dan mengucapkan maaf.

"ini masih jam istirahat, sebaiknya kita ke kantin, akan ku jelaskan di sana."

"Uum." Naruto mengangguk lalu mulai melangkahkan kaki mengikuti Kyuubi yang berjalan kearah kantin yang berada di tiap lantai di gedung itu.

Di tempat Gaara…

Ckleeek

"Naruto? kau di dalam?" Gaara terlihat sedang membuka pintu-pintu yang berada di lorong koridor aneh gedung sekolah itu.

Bagaimana tidak aneh? Dalam gedung yang luas dengan koridor yang panjang dan bercabang itu terdapat banyak pintu-pintu kecil yang di dalamnya juga ada jalan yang lebih kecil dari koridor utama menuju koridor lain di tempat itu (seperti yang di markas Orochimaru).

Kenapa Gaara ada di situ? Ya… karena dia mencari Naruto.

"Koridor lagi ya? Hm, ya sudah." Gaara lalu menutup pintu yang tadi di bukanya tu lalu kembali meneruskan perjalanannya menyusuri semua pintu untuk mencari sepupu kesayangannya.

Ckleeek

"Naruto? hm, tidak ada lagi" Gaara kembali menutup pintu danmemandang lurus ke depan, kea rah koridor yang seolah tidak memiliki ujung itu

"Ini sudah pintu yang ke 201, di mana jalan keluar dan Naruto ya?" Tanya Gaara pada dirinya sendiri, lalu kambali berjalan. Saat menemukan pintu baru, dia akan…

Ckleeek

"Naruto? hm, tidak ada."

Bertahanlah Gaara, hidupmu juga koridor ini masih panjang, karenanya, jangan menyerah. Semangat masa muda, anak muda!

Kembali ke Naruto

Sekarang Naruto sedang duduk berhadapan dengan Kyuubi di kantin lantai 4. Mereka berdua memilih tempat yang sangat strategis untuk duduk. Mereka duduk di samping dinding kaca besar, hingga mereka bisa melihat pemandangan danau buatan yang ada di sekolah itu sambil menunggu pesanan mereka datang, dan sambil Kyuubi menceritakan semua awal mula kejadian hingga ciuman Naruto dan Sasuke.

"Oh, jadi karena itu?" Tanya Naruto manggut-manggut setelah Kyuubi selesai bercerita.

"Ya, aku kira yang masuk tadi itu Sakura, tidak tahunya malah kamu."

"Tidak apa-apa kok'. Tapi, apa benar sepupuku sampai memukul Sasuke?"

"Ini pesanannya, selamat menikmati." Kata pelayan yang mengantarkan dua mangkuk ramen porsi jumbo pada Naruto dan Kyuubi.

Kyuubi mengambil sumpit dan memisahkannya. "Ya. Siapa tadi nama sepupumu? Gyuura ya?" Jawabnya atas pertanyaan Naruto.

"Ya. Lalu, bagaimana keadaan Sasuke sekarang?"

Kyuubi melihat Naruto tampak khawatir akan keadaan Sasuke. Entah kenapa, itu membuat dadanya sakit. Kalau boleh memilih, ingin rasanya Kyuubi mengganti topic mereka dan menanyakan hal-hal tentang anak baru didepannya dari pada anak baru itu menyebut-nyebut nama Sasuke.

Sebenarnya, Naruto bukan khawatir lagi pada Sasuke, tapi sudah masuk taraf sangat cemas, itu karena dia tahu bagaiman sifat sepupunya, Gaara.

Naruto tau kalau Gaara sangat menyayanginya, karena itu pula Gaara sampai berlatih 5 aliran bela diri untuk melindungi Naruto. Naruto juga tahu kalau Gaara tidak akan melepaskan orang yang berani menyentuhnya, jadi dia sangat tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Sasuke yang sudah menciumnya tadi.

Patah tulang kah? Remuk-remuk kah? Masuk rumah sakit kah? Koma kah? Atau mungkin sudah berada di balik-papan (dalam kubur)? Naruto sama sekali tidak tahu, karenanya dia sangat khawatir.

Melihat mata Naruto yang sepertinya memancarkan harapan yang sangat besar pada Kyuubi untuk menjawab pertanyaannya, Kyuubi jadi tidak tega.

"Hm… kalau menurutku sih, dia tidak apa-apa." Kyuubi memakan ramennya.

"Hhh… syukurlah. Aku kira Gyuura akan melakukan hal yang tidak-tidak pada Sasuke."

"Memangnya kenapa? Kau kelihatan khawatir sekali?"

"Ya, aku kira Gyuura akan membunuh Sasuke, aku tidak mau kalau sampai Gyuura masuk penjara."

Naruto lalu memakan ramennya. Kyuubi merasa lega ketika tahu kalau Naruto hanya menghawatirkan Gyuura, sepupunya, bukannya Sasuke. Kyuubi juga memakan ramennya.

"Lalu, sekarang Sasuke ada di mana?" Tanya Naruto lalu meminum jus jeruk pesanannya.

"Hm, sekarang dia ada di rumah sakit, tulang kakinya hanya retak sedikit dan patah tulang hidung." Jawab Kyuubi santai sambil memakan ramennya lagi.

Brstttt…

Seketika itu juga Naruto memuncratkan minumannya ke wajah Kyuubi.

"Hei-hei, Nakami! Apa yang kau lakukan?" Tanya Kyuubi setengah kesal. Nakami a.k.a Naruto mengelap mulutnya dengan punggung tangan.

"Kau bilang Sasuke tidak apa-apa?" Nakami memajukan tubuhnya ke arah Kyuubi.

'Manis' batin Kyuubi setelah melihat wajah Naruto dari dekat. Mata birunya itu, bibir pinknya, garis kumis kucing di pipinya, dan oh… jangan lupa angin yang entah datang dari mana yang membuat poni pirang Naruto yang sebelumnya menutupi sedikit dahinya jadi melambai-lambai.

"Untuk ukuran manusia besi seperti dia, hal itu tidak ada apa-apanya." Jelas Kyuubi setelah kembali dari acara terpesonanya pada Naruto.

"Ne~ manusia besi? Biasa? Apa maksudnya?" Naruto memiringan kepalanya kea rah kanan lagi.

'Ugh… Manis' batin Kyuubi tersiksa.

"Ya, aku juga tidak tahu pasti bagaimana, tapi dia itu sama sekali seperti besi. Kau tahu? Dia itu manusia tanpa ekspresi, mau merasa senang, sedih atau bahagia sekalipun, mukanya tetap datar-datar saja, dia itu mati rasa, seperti besi. Kau tidak perlu menghawatirkan orang seperti dia." Terang Kyuubi dengan mimik wajah yang berusaha meyakinkan Nakami.

"Eh? Begitu ya? Kalau begitu, ya sudah." Nakami kembali memakan ramenya yang sudah mulai dingin, sementara Kyuubi merapikan seragamnya.

"Sebentar lagi masuk, ayo kita kembali ke kelas, kau sudah selesai makan kan?" Tanya Kyuubi pada Nakami.

"Uum!" Nakami membalas semangat. Dia dan Kyuubi lalu berjalan bersama menuju kelas mereka, sambil sesekali barcanda dan mengakrabkan diri satu sama lain.

Sementara itu di tempat lain…

Ckleeek

"Naruto? kau di dalam ya?" Gaara masih mencari Naruto di koridor aneh tadi. "Pintu ke 499, tetap kosong."

Gaara lalu menatap tajam pintu terakhir yang berada di ujung koridor dengan pandangan kau-tidak-akan-bisa-lolos-kali-ini sambil berjalan ke arah sang pintu. Gaara melangkah denganpelan namun pasti. Tujuannya hanya satu, pintu ke-500, pintu yang akan membawanya keluar dari tempat ini, dan kembali bertemu dengan Naruto.

Gaara berhenti tepat di depan pintu ke-500 itu. Sesaat keyakinannya goyah, tapi kepercayaan diri kembali menguasai hatinya, sehingga dia dengan yakin menjulurkan tangannya meraih gagang pintu itu.

Saat memegang gagang pintu, dia merasakan sebuah firasat bahwa ada yang menantinya di balik pintu di depannya itu. Dengan keyakinan itu, Gaara membuka sang pintu dan…

1

.

2

.

3

.

"Hm?" Gaara menyipitkan matanya. Bingung dengan apa yang ada di depannya saat ini. Firasatnya yang mengatakan kalau ada yang sedang menantinya memang tidak salah, tapi yang menantinya ini…

Yang menantinya adalah tangga menurun yang menghubungkannya dengan labirin besar dan luas yang berada satu lantai di bawahnya. Dari posisinya sekarang berada, Gaara bisa melihat labirin itu memiliki banyak cabang-cabang, perempatan dan pertigaan yang saling berhubungan satu sama lain. Gaara juga bisa melihat pintu keluar ruangan ini berada di depannya.

Oke, ralat. Maksudnya tepat berada di depannya di seberang ruangan sana, yang berada tepat di atas tangga yang sama persis dengan tempatnya berada sekarang.

"Apa boleh buat." setelah mengatakan itu, Gaara berjalan menuruni tangga menuju labirin luas di bawahnya. Seperti kata Gaara tadi, apa boleh buat kan? Pintu keluarnya ada di seberang sana. Untuk mencapainya, harus melewati labirin dulu.

Sementara Gaara berjalan menuju labirin, sebuah siluet hitam terlihat menyeringai di balik tembok. Dia menggenggam sesuatu di tangan kanannya.

"Mati kau." Kata orang itu, lalu keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan ke arah pintu masuk yang tadi di gunakan Gaara. Saat sampai di depan pintu, orang itu berbalik dan menyeringai. "Kau akan merasakan penderitaan yang akan membuatmu memohon-mohon agar kau bisa bebas dari penderitaan itu."

Orang itu lalu berbalik kembali dan membuka pintu lalu berjalan keluar. Angin yang menerbangkan rambutnya dan seringai setan yang bertenggar di bibirnya membuat orang itu terlihat semakin menyeramkan di koridor yang sepi itu.

Semoga saja Gaara berhasil keluar dari labirin itu. Semoga…

Kembali ke Naruto dan Kyuubi.

Bel masuk berbunyi tepat saat Naruto dan Kyuubi sampai di pintu kelas.

Ckleek

Saat pintu di buka oleh Kyuubi yang langsung masuk ke dalam kelas diikuti Nakami a.k.a Naruto, semua orang dalam kelas yang awalnya sangat berisik itu, tiba-tiba jadi hening.

'Kenapa bisa ada orang yang jalan bersama dengan Kyubi? Padahal biasanya lewat di depannya pun tidak ada yang mau.' Batin semua orang yang ada di dalam kelas itu. 'Anak itu benar-benar berani. Semoga dia bisa tetap hidup sampai ada yang bisa membebaskannya dari si raja usil itu' semua memandang horror pada Naruto yang bermuka polos.

"Ada bangku kosong di sebelahku. Kau duduk di sampingku saja." Kata Kyuubi yang mendorong pundak Nakami dari belakang, seperti menggiringnya kearah bangku di barisan ketiga dari belakang di sebelah pojok kanan di sebeang kelas, yang tapat 2 banglu di depan bangku Sasuke.

'Bangku kosong?' semua orang dalam kelas itu hanya geleng-geleng kepala.

"Ma-matte yo." Naruto berusaha mengerem langkahya walau sudah di dorong Kyuubi.

"Apa?" Kyuubi mengerutkan dahi menatap Naruto bingung.

"Bukannya Kakashi-sensei bilang, tidak ada lagi bangku kosong di kelas ini?" Naruto menelengkan kepalanya kea rah kanan sambil menaikkan kedua alisnya.

Tiba-tiba saja Kyuubi nyengir setan sambil mengeluarkan aura yang tidak mengenakkan. Penghuni kelas 10.D langsung berkeringat dingin.

'Gawat, setan dalam tubuhnya bangun' pikir penghuni kelas 10.D

"Tidak kok, Kakashi-sensei pasti salah. Lagipula, tidak ada yang keberatan kan kalau anak ini duduk bersamaku?" Kyuubi merangkul Naruto dari belakang sambil memandang seluruh penghuni kelas dengan tatapan jawab-iya-atau-kau-mati dengan seringai mematikan di bibirnya.

"Ti-tidak ada." Koor semuanya. Mendengar ini, seringaian Kyuubi makin lebar. Dia kembali mendorong pundak Nakami, yang kali ini tidak melakukan perlawanan, sehingga membuat Kyuubi bersorak riang dalam hati.

'Tentu saja bangkunya kosong, karena aku sendiri yang akan mengusir si bocah Inuzuka itu dari bangkunya' Batin Kyuubi. Sekarang jalaslah kalau memang tidak ada bangku kosong lagi di kelas itu. Malang bagi si bocah Inuzuka yang di maksud Kyuubi, karena dia akan segera di depak dari tempat duduknya yang berada di samping bangku Kyuubi karena kemauan sang raja jahil.

Tapi di usir begitu lebih baik, karena biasanya Kyuubi akan langsung membunuh orang yang menghalanginya. Si bocah Inuzuka itu masih beruntung.

Dan saat si bocah Inuzuka yang memiliki rambut coklat jabrik dan tato segitiga merah terbalik di pipinya masuk ke dalam ruangan kelas itu, dia langsung mengerti situasi apa yang sedang terjadi saat dia dengan santainya berjalan ke arah bangkunya dan langsung mendapatkan seseorang menempati bangkunya dan seringai mematikan dari Kyuubi.

Si bocah Inuzuka yang biasa di panggil Kiba itu langsung spontan membanting pantatnya di bangku di depan bangku yang biasanya dia duduki, sehiongga membuat orang yang sedang duduk di bangku itu terganggu dari acara tidurnya.

"Ck, mendokusei~" Kata orang yang tidurnya terganggu itu sambil menguap lebar dan kembali tidur.

"Kau kenapa?" Tanya Kyuubi dengan mata merah berkilat menatap Kiba.

"Tid-tidak ada, aku hanya ingin duduk bersama Shikamaru saja kok'. He… he… he…" Kiba nyengir salah tingkah lalu menatap seseorang yang berada di depannya, yang sekarang sedang menatap ke arah luar lewat jendela kaca besar yang menampakkan pemandangan halamn sekolah yang luas dan asri.

Kiba melihat anak yang sedang menempati bangkunya itu tersenbyum memandangi pemandangan di luar kaca. Kiba yang bingung dan heran akan anak itu juga ikut-ikutan menoleh ke arah jendela dan memandang ke luar. 'Apa yang di lihatnya? Perasaan, tidak ada yang menarik di luar?' Batin Kiba bingung.

"Hei kau, aku Kiba Inuzuka. Kau siapa?" Kiba yang bingung dengan anak itu langsung mennyapanya. Anak yang tadi di sapa Kiba lalu menoleh padanya dan mengeluarkan senyum manisnya.

"Ah, aku Uzukima Nakami. Salam kenal." Kata Naruto yang sedang menyamar menjadi Nakami.

Brukkk

Kedua orang yang sedang berkenalan tadi menoleh ke arah suara tadi berasal, dan mereka menemukan Kyuubi sedang menangkupkan kepalanya di meja.

"Kyuubi?" Tanya Naruto ragu-ragu sambil memegang pundak Kyuubi. Kyuubi agak tersentak mendapat sentuhan dari Naruto, tapi sedetik kemudian dia kembali bersikap seperti biasa.

"Apa? Aku cuma mau tidur."

"Ooh" kata Kiba dan Naruto kompak. Mereka tidak tahu bahwa alas an Kyuubi yang sebenarnya kenapa dia menangkupkan kepalanya bukanlah karena ingin tidur. Tapi… untuk menyembunyikan raut merah di pipinya.

Tidak lama setelah itu, seorang guru berbadan tinggi besar dan mempunyai janggut yang tumbuh lebat di sekitar dagu dan garis rahangnya bernmata coklat masuk.

"Kenapa?" Tanya Kiba yang bingung melihat Nakami mengerutkan keningnya.

"Ah, tidak. Hanya saja, aku seperti melupakan sesuatu, tapi apa ya?" Nakami memandang Kiba.

"Mungkin hanya perasaanmu saja" Kata Kiba.

"Buka buku Sejarah kalian halaman 25, sekarang." Kata guru yang baru masuk tadi. Dari papan namanya, kita bisa mengetahui bahwa guru itu bernama Sarutobi Asuma.

"Tidak usah di pikirkan, cepat buka bukumu, Asuma-sensei termasuk guru killer loh." Bisik Kiba pelan lalu berbalik menghadap depan.

"Mungkin hanya perasaanku saja." Kata Nakami pelan sambil membuka buku sejarah yang dipinjamkan Kyuubi padanya. Berhubung dia murid baru, Nakami belum mempunyai buku-buku yang di pakai oleh siswa-siswi KHS karena buku paket pelajaran Suna dengan Konoha tentu sajabeda, dan juga ke\arena sang pemilik buklu sedang berpura-pura tidur.

Asuma yang melihta Kyuubi juga Shikamaru tidur pun tidak ambil pusing dan langsung menjelaskan pelajaran sejarah pada murid-muridnya yang masih membuka mata. Mereka berdua itu, tidak di ajar pun pasti bisa lulus dengan mudah dalam pelajaran mudah seperti sejarah.

Naruto belajar dengan tenang. Dia betul-betul serius mendengarkan penjelasan Asuma-sensei, betul-betul lupa akan hal penting yang harusnya dia ingat.

tbc

Omake

Sementara Naruto belajar, di tempat lain…

"Hm… tempat yang tadi lagi." Seorang pemuda berambut merah bata terlihat sedang berputar-putar di dalam sebuah labirin raksasa. Di lihat dari kata-katanya, sepertinya dia baru saja kembali ke tempat di mana sebelumnya dia berada. Tempat yang sama, dalam waktu yang berbeda.

Pemuda itu kemba;li berjalan menyusuri labirin raksasa itu. Kali ini, dia berbelok ke kanan, kiri, kiri, kanan, kanan, lurus, kiri, kanan, lurus, lalu kiri.

"Hm, tempat tadi lagi." Kata pemuda itu lagi. Kli ini, dia mengambil jalan ke kiri, lalu kanan, kanan, kanan, lurus, kanan, lalu kanan lagi.

"Hm, lagi-lagi." Kata pemuda berambut merah itu saat dia melihat sebuah jubah KHS berada di lantai di hadapannya. Jubah itu ternyata dia gunakan untuk menandai tempat yang di duganya adalah pusat labirin itu. Bagaimana tidak? Sudah 20 kali atau mungkin lebih pemuda itu sampai di tempat itu, dan lagi-lagi melihat jubahnya.

"Jlan keluarnya… di mana?" Tanya orang itu, entah pada siapa.

Sementara itu di sebuah kelasa yang sedang melangsungkan pelajaran.

"Sepertinya aku benar-benar melkupakan sesuatu, tapi apa?" kata seorang anak berambut pirang. "Ah, sudahlah." Kata anak itu lalu kembali fokus pada pelajaran.

Kembali ke labirin.

"Naruto? kau di mana?" ratap anak berambut merah yang rupanya adalah Gaara.

Ya, inilah dia hal yang di lupakan Naruto. harusnya dia tidak boleh lupa, kalau sepupunya menghilang sejak tadi. How poor Gaara, Naruto benar-benar lupa tentangnya.

End Omake

A.N: Nyanyanya….. gimana minna? Apa fic ini gaje? Jelek? Abal? Gomen minna, saya akan berusaha lebih baik lagi. Gomen juga Mecha telat update, sejak daerah Mecha kebanjiran minggu lalu, jadi sering mati lampu, jadinya ficnya nggak selesai selesai, di tambah lagi Mecha sibuk di kegiatan berkemah ama basket.

Oh ya, buat Oranye-chan yang udah PM Mecha, gomen, Mecha belum sempat bales PMnya, Mecha baru aja liat PM dari Oranye-chan kemarin. Hehehe, Mecha setuju kok sama Oranye-chan. Oh ya, yang minta penjelasan tentang perceraian MinaKushi, mudah-mudahan di chap depan bisa muncul. Yosh minna, Mohon bantuannya dengan review ya...

P.S : para Sasu-lover, kalian harus berterima kasih pada senpai-senpai yang sudah membuat fic yang membuat saya jadi sebel sama Gaara dan menjadikannya bahan siksaan di fic ini, dengan melepaskan Sasuke. Hm, tapi ini hanya sementara, kalau saya liat di fic lain lagi ada yang nulis Sasuke nyakitin Naru lagi, maka Sasuke harus bersiap-siap menerima neraka dunia dari Mecha. Khukhukhu

P.P.S : Minna, saya juga menpublish fic rate M dan T lain, bagi yang berminat, mohon RnR ya...

Arigato...