A.N: Nya.a.a.a.a.a minna-sama…. Saya datang… kekeke. Oh ya, minna, Mecha mau memperkenalkan seseorang, dia ini Semenya Mecha, namanya Eiyu. #Nyodorin Eiyu#
Mecha: #bisik-bisik# Heh! Baka Eiyu! Kasih salam cepetan!
Eiyu: Hn, hallo.
Mecha: (=_=)" dasar manusia stoic irit kata…
Eiyu: Hn.
Mecha: V(_ _)" Minna-sama langsung aja yah…
Balasan buat yang gak login:
Tsukiyomi Hikari
Arigato reviewnya… Hahaha, salahkan Naruto yang sebegitu tidak pedulinya pada sepupu sendiri #di rasengan# kalau Gaara, belum tahu mau keluar sama siapa, masih bingung, liat aja entar. Hehehe, mohon review untuk chapter ini juga ya…
N'd.e.l
Hahaha, makasih ya, maaf kalu updatenya agak telat, mudah-mudahan chapter depan bisa lebih cepat updatenya. Mohon review untuk chapter in ijuga ya…
Hitomi Mi Chan
Arigato… Wahaha, syukur kalau bagus, Mecha kira malah lebay T.T mudah-mudahan di chap ini gak ada typo, udah Mecha periksa. Mohon review untuk chapter ini juga ya…
#*#*#*
Yosh… Mulai nyo.o.o.o
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : sasunaru
Genre : humor, hurt/comfort.
Warning : OOC over dosis, AU, YAOI, incest (maybe), pairing dan genre bisa berubah, begitu pula rate. Alur sangat lambat (entah kenapa saya sangat suka buat alur lambat)
#*#*#*#*#*#*
Character:
Naruto : pemalu saat bertemu orang baru, suka berbicara sendiri dengan dirinya sendiri juga. Kadang minta pendapat pada dirinya sendiri saat sedang bingung. Punya teman khayalan seorang remaja pria bernama… (ada di dalam) yang sering muncul saat Naruto sendirian. Berisik, pintar (saat menyamar harus pura-pura bodoh)
Gaara : cool, kalem, tenang. Sifatnya bisa berubah 180° bila sudah bersama dengan Naruto, Kushina, dan kakak-kakaknya. Broder complex stadium akhir. Bisa menjadi psikopat saat melihat orang yang di sayanginya di sakiti.
Kyuubi : cool, selalu tersenyum, terlebih saat berhasil mengalahkan musuhnya, Sasuke. Anak dari Minato Namikaze yang merupakan salah satu pengusaha terbesar dan terkaya senegara Hi. Kyuubi adalah seorang artis yang sedang naik daun. Usil dan sangat suka menjahili Sasuke yang merupakan rivalnya dalam segala bidang.
Sasuke : dingin, kalem, cool, acuh. Salah satu anak dari pengusaha terbesar senegara Hi. Sangat membenci Kyuubi yang merupakan rival abadinya. Ayah kyuubi dan Sasuke adalah teman akrab baik di dunia biasa maupun bisnis.
Other chara : nanti di terangkan ya…
Oh ya… di KHS, siswa kelas 1 boleh berpakaian bebas, dengan syarat tetap memakai jubah seragam KHS seperti yang di pakai siswa kelas 2 dan 3, karena mereka masih di anggap sedang dalam masa percobaan masuk KHS. Hal ini berlaku sampai siswa kelas 1 memasuki semester 2. Intinya, siswa kelas 1 ini masih belum resmi menjadi anggota KHS sampai semester 2 nanti, dan itu berarti mereka bisa kapan saja ditendang dari KHS bila melakukan kesalahan sekecil apapun.
Oh ya, jubah mereka di sini mirip dengan yang di pake di Harry Potter.
Teng nong teng nong
Bel berbunyi nyaring di koridor sekolah. Koridor yang sebelumnya sepi itu langsung ramai oleh siswa-siswi KHS
"Yak, anak-anak. Pelajaran sejarah kita hari ini cukup sampai di sini. Jangan lupa kerjakan tugas kalian mulai dari halaman 30 sampai 32." Kata seorang guru berewok pada siswa-siswinya.
"Ya paaaakk." koor semuanya kompak.
"Kalian boleh keluar." Kata sensei itu. Matanya kemudian memperhatikan satu persatu anak didiknya yang mulai beranjak keluar kelas. Walau hari ini dia mengajar seperti biasanya, tapi rasanya ada yang kurang, entah apa itu.
Mata coklat sang sensei meneliti isi ruangan kelas tempatnya mengajar. Tidak ada yang aneh. Pintu masih ada, jendela tetap di tempatnya, papan tulis juga masih tetap sama posisinya. Lalu apa?
'Apa yang salah, ya?' tanya sensei itu dalam hati.
Kembali sensei itu memperhatikan siswa-siswinya yang masih berada dalam kelas tempatnya berada sekarang. Mulai dari sebelah kiri, sampai sebelah kanan.
'Bocah kloningan Gai sensei masih ada, si gendut yang selalu makan itu juga ada, gadis yang membawa senjata tajam waktu itu juga ada. Gadis-gadis berisik masih ada, gadis pemalu ada, si kaca mata serangga ada, si tukang tidur ada, si tato pipi ada, si kepala nanas sedang tidur, hm siapa namanya si kepala kuning itu tadi ya? Si bocah jahil tidur.' Sensei bermata coklat yang bernama Asuma-sensei itu mengabsen satu persatu siswa-siswinya yang masih berada dalam kelas.
Karena baru beberapa kali pertemuan, Asuma-sensei rupanya belum menghapalkan semua nama siwa-siswinya, sehingga dia membuat julukan aneh agar mudah baginya mengingat semuanya.
Asuma-sensei sudah akan membereskan bukunya, seandainya dia tidak mengingat sesuatu.
'Si bocah jahil itu tidur? Pantas saja kelas ini tenang, biasanya kan selalu ribut dengan…' Mata coklat sensei itu lalu mengarah pada bangku kedua dari belakang, lalu ke bangku paling belakang.
"Ada yang tahu di mana siswa yang duduk di kedua bangku di sana?" tanya Asuma-sensei sambil mengarahkan tangannya menunjuk kedua bangku di bagian belakang. Siswa-siswi yang tadinya asik sendiri dengan kegiatannya masing-masing kini menoleh mengikuti arah yang ditunjuk sang Sensei.
"Maksud sensei, Uchiha dan Hyuuga?" tanya gadis bercepol dua sambil memainkan jarum panjang di tangannya.
"Ya, dimana mereka berdua?"
"Rumah sakit" jawab anak berambut nanas yang tadi tertidur. "Hoahmhh… mendokusei." Kata anak itu lagi lalu kembali tidur.
"Rumah sakit? Apa yang terjadi pada mereka berdua?"
Semuanya diam. Tak ada yang berani mengatakan kalau salah seorang dari orang yang ditanyakan sensei mereka tadi masuk rumah sakit karena perbuatan Kyuubi. Jika mereka berani, hidup mereka selama bersekolah di KHS akan terasa seperti neraka, karena itu mereka diam saja.
Tapi, tampaknya Asuma-sensei mengerti arti dari sikap diam siswa-siswinya. Asuma-sensei lalu berjalan mendekati Kyuubi yang sedang tidur.
Naruto a.k.a Nakami yang melihat Asuma-sensei berjalan ke arah tempat duduk mereka dengan menatap tajam sosok Kyuubi yang sedang tidur langsung berusaha membangunkan Kyuubi dengan menowel-nowelnya.
Usaha Nakami untuk mambangunkan Kyuubi dengan menowel-nowel bagian samping perutnya rupanya tidak berhasil. Kyuubi hanya beberapa kali tersentak saat Nakami menowelnya, lalu kembali diam tidak bergerak, sampai ketika Asuma-sensei sudah sampai di samping meja Kyuubi, Nakami mengguncang-guncang bahu Kyuubi.
Pertama-tama, Nakami mengguncangnya pelan.
"Hmhhh." gumam Kyuubi merasa terganggu.
Nakami mengguncang lagi, kali ini lebih keras, Kyuubi sampai menoleh ke arah Nakami sebentar.
"Ugh, Nakami, aku mau tidur." Kyuubi lalu kembali menelungkupkan kepalanya dan bersiap memasuki alam mimpi. Nakami sudah akan membangunkan Kyuubi lagi, tapi langsung di cegah oleh Asuma-sensei dengan isyarat tangan.
Asuma-sensei lalu melihat buku paket sejarah di meja Nakami. Dengan segera Asuma-sensei mengambilnya, lalu di gulung-gulung sampai membentuk silinder seperti tabung, dan…
Duak!
Asuma-sensei langsung memukulkan buku setebal 10 centi yang sudah di gulung itu ke kepala Kyuubi. Kyuubi yang kaget langsung terbangun. Dia langsung menatap Nakami.
"Apa sih!" kata Kyuubi sambil mengusap-usap kepalanya yang dirasanya agak benjol. Kyuubi heran melihat Nakami yang bukannya menjawab pertanyaannya, malah jadi pucat dan berkeringat dingin.
"Kau kenapa?" tanya Kyuubi pada Nakami.
Nakami menggeleng.
"Che! Mukamu itu seperti sedang melihat hantu saja!" kata Kyuubi dengan seringai mengejek.
Nakami mengangguk, lalu kembali menggeleng. Penghuni kelas 10.D yang tadinya masih tersisa di ruangan itu langsung melesat keluar begitu merasakan aura mengerikan keluar dari Asuma-sensei.
"Kau ketakutan ya?" tebak Kyuubi lagi.
Nakami mengangguk.
"Siapa yang sudahg membuatmu ketakutan? Dia mau cari mati ya? Kau tenang saja akan ku hajar orang yang sudah membuatmu ketakutan itu."
Nakami menggeleng.
"Di mana orangnya? Biar ku beri pelajaran sekarang juga."
Nakami mengangkat tangan kananya, lalu pelan-pelan mengarahkan telunjuknya ke arah Kyuubi.
"He? Aku yang membuatmu takut?"
Nakami menggeleng. Kyuubi langsung menoleh ke belakangnya, dan yang dia dapati adalah seringaian mematikan dari Asuma-sensei, lalu sebuah buku paket yang dengan indah menyapa wajahnya.
Jduak!
#*#*#*
"Aw… ittai…" ringis seorang remaja bermata merah darah berambut pirang kemerahan yang diwajahnya ada plester yang tertempel membentuk tanda X tepat di dahinya. Di sampingnya, seorang remaja berambut pirang dan bermata biru tersenyum senang menatap tanda harta karun buatannya di dahi sahabat barunya
Si pirang bermata biru yang ternyata adalah Nakami tertawa pelan melihat sahabat barunya yang bernama Kyuubi sedang mengelus-elus plester harta karunnya sambil matanya menatap ke atas, seperti berusaha untuk menatap luka kecil di dahinya yang sudah di tutup oleh Nakami.
"Apa yang kau ketawakan?" Tanya Kyuubi sambil menatap tajam mata Nakami. Nakami jadi berhenti tertawa, tapi tetap saja dia terlihat kesusahan menahan senyuman lebarnya.
"Tidak ada kok." Kata Nakami pelan sambil menutup kotak P3K yang tadi digunakannya untuk mengobati dahi Kyuubi yang kena pukul Asuma-sensei.
"Ne~ kau bohong! Tadi jelas-jelas kau menertawakanku!" balas Kyuubi tidak mau kalah.
"He… he… he… aku cuma teringat ucapan Asuma-sensei tadi" kata Nakami. Dia kini meletakkan kotak yang dipegangnya tadi lalu bersandar di batang pohon besar yang menjadi tempat duduk dia dan Kyuubi dari tadi.
"Huh?" Kyuuubi terlihat bingung.
"Eehm… Kyuubi! Sudah berapa kali kuperingatkan kau agar tidak membuat masalah! Kali ini aku tidak tahu apa lagi yang kau perbuat pada Uchiha-san, tapi kau sudah keterlaluan sampai mengirimnya ke rumah sakit!" kata Naruto setelah memberatkan suaranya.
"Ha… ha… ha… ha… mirip sekali! Bahkan cara bicaramu juga sama persih dengannya! Kau seorang penjiplak yang baik!" kata Kyuubi sambil berhenti mengelus dahinya, dan ikut tertawa bersama Nakami.
"Kau harus dihukum! Kau harus menjenguk Uchiha-san di rumah sakit pulang sekolah ini dan minta maaf. Kau tidak bisa menolak. kalau berani, akan kulaporkan pada Tsunade-sama." Kata Nakami lagi masih dengan suara beratnya yang tentu saja dibuat-buat. Kemampuan jiplaknya benar-benar hebat, suaranya benar-benar hampir sama persisi dengan Asuma-sensei.
"Hei, jangan ingatkan aku pada hukuman menyebalkan itu. Hhh… Asuma-sensei itu, tahu saja dia kalau aku paling taku dengan baachan" kata Kyuubi sambil bersandar di batang pohon. "Padahal sudah kubilang bukan aku yang membuat si pantat ayam itu masuk rumah sakit, tapi kenapa malah aku yang di hukum? Harusnya kan sepupumu yang rambut merah itu. Siapa tadi namanya?" kata Kyuubi lagi.
"Gyuura?" tanya Naruto.
"Hn, aku tidak peduli namanya, yang penting orangnya. Harusnya kan dia yang bertanggung jawab?" Kyuubi mulai menutup matanya., sementara Nakami terlihat menerawang. Karena agak lama tidak mendapat respon, Kyuubi membuka matanya dan melihat Nakami yang sepertinya berpikir keras "Hei, ada apa?" tanyanya pada Nakami.
"Tidak, hanya saja aku berpikir, di mana Gyuura ya? Aku tidak melihatnya sejak istirahat pertama tadi." Nakami kini memandang Kyuubi.
"Mungkin dia sedang berada di perpustaaan atau kantin?"
"Hm, benar juga. Oh ya, boleh aku ikut kau menjenguk Uchiha-san ke rumah sakit?" tanya Nakami.
"He? Kau mau ikut? Baguslah, aku jadi punya teman." Kyuubi kembali menutup matanya. "Bangunkan aku saat bel masuk berbunyi."
Nakami hanya mengangguk sebagai jawabannya. Dia kemudian ikut bersandar di batang pohon dan mengeluarkan Hpnya dan menggerakkan tombol navigasinya masuk ke aplikasi media player
Beberapa saat dia memperhatikan daftar lagu yang ada pada daftar putar HP itu. Satu persatu judul di telusurinya.
Nakami masih bingung dengan list lagu yang ada di Hpnya. Dia sama sekali tidak tahu lagu-lagu apa yang ada di Hp barunya itu. Hp yang di pegangnya itu termasuk murahan untuk anak KHS, tentu saja untuk penyamaran, agar dia tidak terlalu mencolok
"Ding dong dang by Tube?. Hm, ini lagu apa ya?" Nakami lalu menekan tombol play, dan mengalunlah intro lagu tersebut.
'Miezu ni ita mono ya shiranai de ita koto ni' Mendengar intro lagu tersebut, Nakami mulai memejamkan mata. 'Hm, lagu yang bagus' pikir Nakami. Dia memang sangat menyukai musik yang mengalun lembut dan agak pelan.
'Fureyou to suru koto wa mono sungotu itai nda' suara vocalist yang sedang menyanyi dengan lembut itu membuat Nakami mengantuk. 'Lagu yang benar-benar lembut, nyaman rasanya mendengar lagu ini.'
'Nakidashitakute nigedashitaku naru. Boku datte sousa kimi hitori dake ja nai.' Tampaknya, Kyuubi juga menikmati alunan lembut musik itu, terbukti dengan dia yang agak membentuk senyuman di bibirnya.
'Imi nai doryoku ya muda na deai to ka.' Nakami yang sudah hampir jatuh ke alam bawah sadar mengernyit heran tanpa membuka matanya. 'Eh? Kenapa temponya berubah' pikirnya Nakami membuka matanya lalu mengerjapkannya.
'Aru wakenai kara kobushi wokatamete Ding! Dong! Dang!'. Nakami sudah akan menutup matanya lagi saat tiba-tiba musik yang tadinya lembut tiba-tiba berubah jadi lagu yang agak menghentak.
"Uwaaa" Nakami terlonjak kaget. Tanpa sadar dia langsung berdiri hingga Handphone yang sebelumnya berada di pangkuannya terjatuh di sisinya dan membentur batu yang kebetulan ada di situ.
"Ugh… ada apa?" Kyuubi yang sepertinya kaget dengan teriakan Nakami jadi terbangun. Dia mengucek-ngucek matanya pelan.
"Hu-huwaaaa Handphoneku." Nakami berjongkok di dekat Hpnya. Dia lalu mengambil Hp itu. Kyuubi yang heran dengan sikap Nakami ikut berjongkok di sebelahnya sementara Nakami mengambil Hpnya dan mengetuk-ngetuk layar Hp oranye hitamnya yang tidak menyala.
"Wuah, jadi bangkai." kata Kyuubi yang memunculkan kepalanya di atas bahu Nakami
"Huwaaaa"
Bletak
Bruk
Nakami kaget karena Kyuubi tiba-tiba muncul di sampingnya. Dia malah melempar Hpnya ke atas dan Hp itu jatuh tepat di kepala Kyuubi lalu kembali bertemu dengan batu yang tadi menjadi tempat pendaratannya yang pertama
"Hei!" Kyuubi mengusap-usap kepalanya sambil berdiri. "Kau kenapa sih!" tanya Kyuubi
"Kyuubi! Kau mengagetkanku." jawab Nakami lalu kembali memungut Hpnya dan ikut berdiri "Hpku…" Nakami menunduk sedih gara-gara Hpnya tidak mau menyala
"Haaahh… hanya Hp seperti itu saja kau sudah memasang tampang sedih seperti itu. Nanti kubelikan yang baru." Kata Kyuubi dengan santainya sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
"Padahal ini Hp baruku…" Nakami tetap saja memasang tampang cemberut.
"Sudahlah, kita kembali ke kelas saja, aku jadi tidak mengantuk lagi" Kyuubi segera berjalan menjauhi pohon tempatnya menghabiskan waktu sedari tadi. Nakami memandang Kyuubi kesal dari bawah pohon.
'Sudahlah, itu hanya sebuah Handphone.' kata sebuah suara di samping Nakami. Nakami segera menoleh dan mendapati sesosok remaja transparan berdiri di sampingnya
"Hei, kau juga jangan ikut-ikutan dia, Sumaru. Aku kan sudah terlanjur suka pada Hp ini." Nakami merenggut sebal.
"Hoi Nakami! Sedang apa kau di situ! Ayo!" teriak Kyuubi yang ternyata sudah berada di koridor yang menghubungkan taman belakang sekolah tempatnya berada sekarang dengan gedung utama.
"Ya!" teriak Nakami juga. Dia lalu menoleh ke sosok di sampingnya. "Aku pergi sekarang."
'Ya, aku juga pergi'
Dengan itu, Nakami segera berlari menyusul Kyuubi dan tubuh Sumaru semakin memudar lalu kemudian menghilang. Nakami sudah tersenyum lagi saat dia sudah berjalan bersisian dengan Kyuubi, sepertinya dia sudah melupakan kesedihan akibat rusaknya Hpnya, dan lagi, sepertinya dia kembali melupakan hal penting.
Sementara itu, di waktu yang sama, tempat yang berbeda.
Normal POV
Seorang remaja berambut merah bata dengan kulit putih dan mata hijau indah terlihat sedang menaiki sebuah tangga. Remaja itu memakai baju kaos putih berlengan pendek dengan rompi yang mempunyai penutup kepala berwarna coklat yang resletingnya hanya dikaitkan saja tidak di naikkan, dengan celana panjang berwarna krem yang membungkus kaki jenjangnya.
Setelah sampai di anak tangga teratas tangga yang di naikinya, pemaja berambut merah yang adalah Gaara itu menoleh ke belakang dan memandang sebuah ruangan besar yang sudah menyita beberapa jam waktunya yang kini berada di bawahnya. Gaara memandang ruangan yang adalah labirin besar itu dengan tatapan paling dingin dan mematikan yang dia bisa.
"Ternyata jalannya hanya lurus saja dari tangga di seberang sana" kata Gaara pada dirinya sendiri setelah melihat kembali jalan yang dibentuk dinding-dinding labirin di bawahnya.
Tidak mau ambil pusing lagi dengan labirin itu, Gaara segera berbalik dan berjalan menuju pintu yang ada di depannya. Tanpa ragu dia segera menarik kenop pintu itu dan terlihatlah sebuah pemandangan yang sangat indah.
Di depannya sekarang, Gaara bisa melihat padang rumput sekolah KHS yang sangat luas, dengan danau buatan yang sangat indah. Gaara yang melihat pemandangan itu bahkan terpana, dia bahkan lupa untuk bernapas beberapa saat, tapi yang benar-benar membuatnya hampir lupa bernaps untuk bernapas selamanya adalah kenyataan yang membuatnya tersadar sedang ada di mana dirinya sekarang.
Pemandangan yang indah itu tentu saja tidak akan indah kalau di lihat dari tempat yang biasa saja seperti lantai satu atau lantai dua gedung KHS, lalu? Kenapa pemandangan yang di lihat Gaara bisa seidah itu? Tentu saja jawbannya karena dia melihatnya dari tempat yang sangat tinggi.
Gaara tidak yakin, tapi sepertinya dia sekarang berada di lantai 5 gedung utama, karena di hadapannya saat ini ada atap gedung putih, salah satu gedung lain di KHS, lagipula saat mendongak ke atas, dia masih melihat ada balkon yang sepertinya dari lantai 6, dan oh, dia juga baru sadar kalau saat ini dia berada di balkon juga.
Gaara memandang balkon tempatnya berada sekarang. Balkon yang luasnya hanya sekitar 3 X 4 meter dengan palang besi setinggi perut di tepinya. Selain itu, tidak ada lagi. Tidak ada pintu yang akan menghubungkan Gaara dengan pintu lain, tidak ada koridor, tidak ada labirin, tidak ada jalan lagi, ini jalan buntu.
Gaara menghela napas.
'Satu-satunya cara pulang hanya kembali melewati labirin dan koridor tadi. ' saat sudah hendak berbalik dan kembali melewati jalan panjangnya Gaara sempat melihat ke bawah, dan dia melihat sebuah siluet kecil berwarna oranye berjubah coklat kemerahan sedang berlari memasuki gedung. Walaupun jaraknya jauh dan tidak bisa melihat langsung, Gaara sangat yakin kalau siluet itu adalah Naruto.
"Kenapa tidak di telfon?" tanya Gaara pada dirinya d\sendiri. Dia segera mengambil handphone berwarna putih dari saku rompinya dan menekan speed dial nomor 2 dan muncullah tulisan 'calling Naru-chan' di layar Hp itu.
Sambil menunggu panggilannya terhubung, Gaara menyandarkan tubuhnya di pintu balkon. Satu kakinya dinaikkan ke tembok dan di tekuk dan tangannya yang tidak memegang hp di masukkan ke dalam saku rompinya. Angin berhembus pelan menyapu poni Gaara yang sudah agak memanjang mencapai alisnya. Dan akhirnya panggilan terhubung. Karena malas menempelkan Hp ditelinganyqa, Gaara menekan tombol speaker, dan terdengarlah…
'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi. The number you are calling is not active or at-tuut… tuut… tuut…'
Belum lagi suara dari operator itu selesai, Gaara sudah memutuskan sambungan teleponnya. Dengan berat hati, dia segera masuk kembali ke dalam ruang labirin dan menutup pintu balkon.
Sepertinya, memang tidak ada poilihan lain selain kembali melewati labirin dan koridor aneh KHS itu, toh Gaara masih cukup waras untuk tidak melompat dari balkon ke padang rumput di bawahnya atau merayap di dinding agar cepat sampai di kelasnya, bertemu Naruto lalu istirahat.
How poor Gaara…
Kelas 10.D
Normal POV
Ruang kelas 10.D pada jam istirahat ke-2 ini lebih sepi dari biasanya. Begitulah pendapat Namikaze Kyuubi, salah satu penghuni KHS yang belum cukup keberadaannya selama setengah tahun di sekolah itu sudah mendapat julukan sebagai raja jahil.
Kyuubi menoleh ke sampingnya dan menemukan Nakami sedang bercanda riang dengan Kiba. Kyuubi terus saja memperhatikan sosok Nakami yang tentu saja tidak di ketahui oleh yang bersangkutan.
Rasa heran bercampur bingung hadir dalam diri Kyuubi. Dia heran pada dirinya sendiri, kenapa dia bisa merasa begitu akrab dengan Nakami, padahal mereka hanya tidak sengaja bertabrakkan di koridor sat istirahat pertama dan berciuman lalu tiba-tiba saja dia sudah mengajak Nakami duduk bersama di kantin. Padahal sebelumnya, jangankan mengajak, beramah-tamah pada orang lain pun Kyuubi sangat enggan.
'Lalu kenapa? Apa mungkin ciuman bisa mengakrabkan orang ya?' batin Kyuubi polos. Dia juga merasa takjub pada Nakami karena dia yang tergolong baru kenal dengannya, mampu bertahan dengan sifatnya yang sangat seenaknya sendiri itu.
"Bi… Kyuu…" karena terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, Kyuubi bahkan tidak sadar saat Nakami memanggilnya. Dia baru tersentak saat Nakami memukul tangannya pelan.
"Apa?" tanya Kyuubi singkat.
"Kau juga suka?" tanya Nakami pada Kyuubi. Kyuubi bingung dengan apa yang dimaksud Nakami, tapi tetap saja dia mengiyakan dengan mengangguk pada Nakami yang langsung tersenyum puas sementara Kiba membelalak lebar.
"Demi tuhan! Namikaze Kyuubi! Kau menyukai Eyeshield 21 juga?" teriak Kiba heboh sehingga seluruh kelas memandangnya. Kyuubi sangat kaget mendengar ucapan Kiba.
'Eyeshield 21? Apa itu?' batin Kyuubi. Dia lalu memandang pada Nakami, dan yakinlah dia kalau yang di tanyakan Nakami tadi adalah tentang sesuatu yang bernama Eyeshield itu.
"Kyuubi juga suka anime yang sedang populer itu kan?" tanya Nakami dengan pandangan mata yang penuh harap kalau Kyuubi akan mengatakan 'iya'. Tidak ada pilihan lain, Kyuubi hanya mengangguk.
"Wow! Tidak ku sangka kau menyuklainya" kata Kiba yang masih memandang tidak percaya pada Kyuubi.
"Acara bagus begitu mana ada yang mau melewatkan?" kata Kyuubi sambil memperbaiki posisi duduknya.
"Jadi Kyuubi menontonnya setiap malam?" tanya Nakami lagi.
"Tentu saja!" jawab Kyuubi yakin.
"Siapa pair favoritmu, Kyuubi?" tanya Kiba. Seketika itu juga Kyuubi membatu.
'Glek. Mati aku.' Batin Kyuubi. Dia memasang pose berpikir sehingga Kiba balik menanyai Nakami.
"Uum, kalau aku sih… sukanya HiruMamo dan SenaSuzu" jawab Nakami atas peertanyaan Kiba.
"Eh? Kenapa kau bisa suka pair itu?"
"Habisnya, Hiruma yang sifatnya seperti raja iblis itu bisa di taklukkan oleh seorang gadis manis seperti Mamori. Itu kan luar biasa. Apa lagi Sena yang pemalu dicocokkan dengan Suzuna yang selalu ceria dan bersemangat. Pasangan yang serasi. Tapi, menurutmu bagaimana dengan Riku? Dia cool kan?" jawab Nakami panjang lebar. Beberapa hal yang bisa ditangkap Kyuubi, yaitu nama dan karakter para tokoh yang sudah disebutkan Nakami.
"Ah~ aku lebih suka pair ShinMamo. Shin kan orangnya cool. Tapi, bagaimana ya kalau sampai ada yang berpasangan dengan Kurita? Kurita kan ceria dan gampang sekali terharu? Eh, si Musashi itu orangnya misterius sekali ya?" kata Kiba panjang lebar. Bartambah lagi informasi untuk Kyuubi.
"Iya!" Nakami sangat semangat sepertinya.
"Bagaiman Kyuubi? Siapa pair favorimu?" Nakami menoleh pada Kyuubi, begitu pula Kiba dan semua anak laki-laki yang tau-tau sudah ikut bergabung dengan mereka. Sepertinya yang baru bergabung itu juga penggemar Eyeshield 21. Beberapa pun ternyata ada yang perempuan.
"Hm? Aku suka HiruSena. Menarik kalau melihat Hiruma yang seperti setan dengan Sena yang pemalu dan manis. Tapi, ShinSena dan RikuSena juga bagus, kurasa Sena cocok dengan tipe-tipe cool seperti Shin dan Riku. Oh ya, MusaKuri juga seru. Bayangkan saja seorang yang misterius dan seorang yang ceria. Dalam hubungan mereka pasti banyak yang menarik." setelah menyelesaikan perkataannya, Kyuubi menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. 'Selamat' pikirnya.
Semua yang mendengar perkataan Kyuubi itu sudah tidak terbayang lagi ekspresinya. Semua melotot dengan mulut terbuka lebar. Chouji menjatuhkan keripik kentang yang tidak pernah dilepasnya. Shikamaru terbangun dari tidurnya. Tudung penutup kepala Shino melorot. Lee sampai lupa mengatakan 'semangat masa muda-nya'. Kiba tubuhnya jadi pucat, sementara Nakami diam tidak bergerak.
"Apa?" tanya Kyuubi sweatdrop melihat seisi kelasnya jadi hening dan melihat semua memandangnya dengan para cowok yang bertampang horror dan para cewek? Jangan di tanya, karena…
"KYAAAA KYUUBI-SAMA SUKA YAOI JUGAAAAA"
"Heh?" Kyuubi makin bingung.
"KYUUBI TERNYATA SUKA YAOI!"
"Hah?" keadan kelas makin kacau dengan para cewek.
"KYUU-CHAN PASTI COCOK JADI UKENYA SASU-CHAN! KYAAA"
"Eh? Kyuu-Chan? Apa mak-waaaaa." baru saja Kyuubi ingin memprotes namanya yang tiba-tiba berubah menjadi 'Kyuu-chan', dia sudah di serbu oleh para cewek kelas 10.D. Kyuubi langsung naik ke mejanya dan melompati satu-satu meja sampai ke pintu lalu berlari keluar kelas. Para cewek tadi tidak membiarkan Kyuubi lepas, mereka juga ikut mengejar Kuyubi keluar kelas.
Kelas 10.D tiba-tiba saja kembali hening. Para cowok masih belum bisa memproses kejadian yang baru saja terjadi. Semua masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing sampai suara Kiba terdengar pelan.
"Kyuu… bi…" lirih Kiba lalu…
Bruk
Kiba terjungkal dari tempat duduknya. Dia jatuh pingsan setelah mendengar kabar yang sangat di luar perkiraannya itu.
"Aku pasti bermimpi. Hoahhhmhhh~ mendokusei…" kata Shikamaru lalu kembali tidur.
"Keripikku" Chouji menunduk untuk mengambil kerupuknya yang tadi terjatuh. Wajahnya sangat pucat, seperti tidak makan selama 3 hari.
"Semangat… masa muda… ha… ha…" setelah mengatakan itu, Rock Lee langsung pingsan menyusul Kiba.
"Huh." Shino buru-buru menaikkan kembali tudung kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah menyaingi mayat.
Nakami? Dia asik berpikir…
'Hei, HiruSena menarik juga, kalau RikuSena dan ShinSena, sepertinya kurang cocok. Wah, aku harus mengganti smua poster HiruMamo milikku dan segera memasang poster HiruSena. Sepertinya Kyuubi tahu tempat membeli poster mereka.'
Setelah kembali dari alam pikirannya, Nakami hendak menanyakan hal-hal tentang HiruSena pada Kyuubi, tapi ternyata Kyuubi sudah tidak ada di tempatnya, semua cewek tidak terlihat, dan para cowokpun ekspresinya mengenaskan sekali.
"Eh? Ada apa?" Nakami yang bingung hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya. Setelah melihat Kiba pingsan, dia jadi panik sendiri.
"HWAAAA Kiba! Kau kenapa? Hei! Bangun!" Nakami langsung memapah Kiba menuju ruang kesehatan sambil menyeret Shikamaru yang berkali-kali menggumamkan kata seperti…
"Mendokusei~ biarkan saja anak itu tidur… jangan ganggu aku." Dan berkali-kali juga Nakami harus menjawab dengan jawaban yang sama…
"Kiba tidak tidur! Dia pingsan! Lagi pula aku tidak tahu jalannya ke UKS! Lagipula yang kukenal di kelas baru Kyuubi, Kiba dan Kau! Masa kau tidak mau membantu temanmu sih?" dan kembali disahuti…
"Tapi aku tidak mengenalmu. Kau ini sebenarnya siapa? Kenapa tiba-tba bisa ada di kelasku? Merepotkan sekali." Untuk yang kali ini, Nakami sampai melepaskan Kiba yang sedang dipapahnya saking shocknya.
'Gila anak ini. Dia tidak tahu kalau aku murid baru di kelasnya? Hebat, padahal aku duduk tepat dibelakang bangkunya.' Batin Nakami sweatdrop.
"Kau apakan Kiba?" tanya Shikamaru lagi. Seketika itu pula Nakami langsung sadar dan buru-buru memapah kambali Kiba dan berjalan menuju UKS dengan arahan dari Shikamaru yang tidak jelas. Kenapa tidak jelas? Tentu saja. Sebentar dia bilang belok kiir saat ada belokan, lalu dia kembali ke jalan yang semula dan mengambil jalan ke kanan. Saking mengantuknya, sepertinya dia tidak bisa membedakan mana yang kiri, mana yang kanan, hingga Nakami merasa tersiksa sekali, karena hanya dia sendiri yang memapah Kiba, sementara Shikamaru? Hanya menunjukkan arah sambil terus menggumamkan…
"Haaaahhh… mendokusei…" sepertinya hari ini bakal jadi hari yang sangat merepotkan, ck… mendokusei…
TBC
A.N:
Mecha : Nyaha… minna… bagaimana? Apa fic ini bagus? Bagus kagak? Bagus nggak?
Eiyu: Nggak banget.
Mecha : #pundung sambil gambar lope-lope di tanah#
Eiyu : Anak kecil.
Mecha : #Nangis gulung-gulung#
Eiyu : Big baby
Mecha : #Lempar Eiyu ke sumur# Minna, kali ini gak ada Omake, Mecha gak sanggup lagi berpikir, dah capek… chapter ini juga gak terlalu panjang, juga gak ada lucu-lucunya.
Eiyu : #Muncul dari dalam sumur# kau saja yang malas ngetik
Mecha : #Rendam Eiyu lagi# Mecha benar-benar mohon maaf, jadwal sekolah Mecha bener-bener padat, setiap Senin sampai Kamis dan Sabtu, pulang sekolah jam 2, trus hari Senin, Rabu, Sabtu sore, sama Minggu pagi, Mecha ada latihan basket, trus hari jum'at, ada latihan pramuka. Waktu Mecha hanya ada hari Selasa, kamis sama Minggu sore buat ngetik T.T
Eiyu : Banyak alasan.
Mecha : #Ngelempar Eiyu ke mars# Oh ya minna, di chap lalu, Mecha pernah nulis kalau ciuman pertamanya Nakami a.k.a Naruto itu 'Astam', Mecha lupa ngejelasin siapa Astam, syukurlah gak ada readers dan reviewers yang naya siapa Astam #di hajar#
Eiyu : #Nelpon dari mars# pelupa
Mecha : #ngacangin Eiyu# Astam itu sebenarnya Asuka Tamaru., nama pelioharaannya Naruto. hehehe
Eiyu: sudahlah, jangan terlalu banyak bicara.
Mecha : #death glare# nyaaa makasih buat semua yang udah ngebaca, ngereview, ngalert, bahkan sampai ngefave T.T #terharu# Mecha senang banget. Mohon reviewnya ya… Mecha butuh banget saran dari kalian semua tentang karya Mecha ini, Mecha gak akan bisa berkembang tanpa bantuan kalian, karena itu… Review please…
Jaa nee~
PS: Nyiaw, Mecha juga mublish 2 fic rate T dan M lain, kalau ada yang berminat, mohon di RnR juga ya…
Mechakucha no aoi neko a.k.a Namikaze Mecha a.k.a Mecha-chan
