Sudah 15 menit sakura berkutat dengan novel islam di tangannya. Ia nampak sangat serius membacanya hingga tak sadar sedari tadi ia terus di perhatikan oleh seseorang di belakangnya.

"Sakura!" panggil seorang laki-laki yang baru saja datang dari pintu kelas dan langsung berjalan ke arah meja Sakura. Ia memiliki rambut merah bata, dan tato 'ai' di dahinya. Kemudian ia mendudukkan dirinya dibangku tepat didepan Sakura. Sakura pun terkejut dengan kehadiran Gaara –laki-laki berambut merah pucat tadi- di depannya.

"Gaara-senpai?"

"Sedang apa sendirian? Tidak ke kantin?" Tanya Gaara antusias kepada Sakura, sakura hanya menunduk dan menggeleng. Sedangkan Sasuke –orang yang sedari tadi tengah memperhatikan mereka berdua- berdecak kesal. Tangannya mengepal kencang serta menunjukkan wajah tidak sukanya pada Gaara 'kurang hajar kau rambut merah, ingin mendahuluiku huh?' batinnya dengan tatapan tajam.

"Aku sedang membaca novel senpai. enrr maaf, bisakah senpai duduk sedikit lebih jauh dariku?" Tanya Sakura hati-hati. Sedangkan gaara hanya gelagapan lalu mengangguk mengiyakan. 'rasakan!' batin Sasuke seraya menyeringai tipis , yang masih saja memperhatikan mereka sedari tadi.

"Err baiklah." Gaara bangkit berdiri dan duduk dibarisan seberang. "di sini sudah cukup jauh?" Tanya Gaara.

"Yah senpai," Angguk Sakura "Eng maaf, ada perlu apa senpai menghampiriku?" Tanya Sakura sambil memandang sampul novelnya.

"Apakah kau ada waktu nanti malam? Aku ingin berbicara sesuatu padamu." Tanya Gaara dengan wajah yang samar-samar terdapat sedikit rona merah. (imuutnya .)

"Nanti malam?" Ulang Sakura sambil menatap gaara heran , kemudian kemballi menunduk " Kenapa tidak dibicarakan sekarang saja?" Tanya Sakura, sesekali ia menatap wajah gaara yang terkesan Cool dan tampan. Dan Sasuke masih saja setia menguping di belakang . Kemudian gaara menolehkan pandangannya tepat di belakang barisan Sakura . sedangkan Sasuke hanya berpura-pura melihat ke arah luar jendela.

"Apa?" Tanya Sasuke dingin karena ia memergoki Gaara yang terus memandangnya.

"Harusnya Aku yang bertanya padamu, ada apa kau memperhatikan kami sedari tadi? Kau kira aku tidak sadar?" Tanya Gaara dingin. Sedangkan Sakura mulai memalingkan wajahnya ke belakang, dan ia terkejut mendapati Sasuke ada dibelakangnya, sedari tadi?

"Percaya diri sekali kau!" balas Sasuke sinis. Gaara tidak ingin menunjukan wajah dinginnya saat berhadapan dengan Sakura, lebih baik ia tak memusingkan masalah tadi. Kemudian tatapannya beralih pada Sakura.

"Kalau kau tidak bisa nanti malam, lain kali saja yah Sakura." ucap Gaara sembari memberikan senyuman andalannya. "Aku ke kelas dulu. Jaga dirimu baik-baik." lanjut Gaara kemudian ia berbalik menuju pintu kelas dan berjalan menjauhi kelas.

Setelah Gaara benar-benar pergi dari kelasnya, Sakura mengambil ponselnya dan mengetikan beberapa huruf yang tertera di tombol ponselnya. Sasuke yang mulai bosan dengan kesunyian ini mendengus dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya yang tertekuk.

"Sasuke-san?" Sasuke tersentak dan mengangkat wajahnya, ia balas menatap Sakura yang baru saja memanggil namanya. "kenapa tidak pulang?" Tanya Sakura dengan senyum tipis di wajahnya , Sasuke sempat merona melihatnya, namun ia segera memasang wajah dinginnya seperti biasa.

"Kau sendiri kenapa masih di sini?" alih-alih menjawab, Sasuke malah kembali bertanya. Sakura lagi-lagi menundukan wajahnya dan kemudian memasukan ponselnya ke dalam tas.

"Aku sedang menunggu ino, dia sedang meminjam album alumni angkatan kemarin diruang guru." jawab Sakura sesekali melirik Sasuke. Sasuke hanya diam seraya menatap Sakura yang menunduk.

'Ini kesempatan ku untuk berbicara dengannya' batin Sasuke senang. Iapun menghampiri Sakura dan duduk ditempat yang tadi diduduki oleh Gaara.

"Hei Sakura!" panggil Sasuke, Sakura menengadah menatap Sasuke, namun kembali menunduk dengan wajah sedikit merona. Namun tidak di sadari oleh lelaki itu.

"Apa kau mempunyai perasaan khusus terhadap seorang pria?" Tanya Sasuke dengan pertanyaan yang selalu ada di benaknya selama ini. Jujur saja ia takut jika Sakura memang sudah mencintai seorang lelaki selain dirinya. Sakura tampak sedikit terkejut dan menatap Sasuke.

"Ke-kenapa menanyakan hal itu?" Tanya Sakura yang tiba-tiba saja menjadi gugup, lalu ia kembali menunduk. Sungguh, ia benar-benar tak menyangka Sasuke akan melontarkan pertanyaan seperti itu. Seberapa Pentingkah jawabannya untuk pemuda itu?

"Sudahlah jawab saja." Balas Sasuke angkuh. Sakura tampak bingung terhadap pemuda di hadapannya ini. Apa dia harus menjawabnya sekarang?

"Akuu… aku tidak tahu." Jawab Sakura gugup. 'Ya Allah.. Apa yang harus hamba lakukan dalam situasi seperti ini?' batin sakura berkecamuk.

"Sepertinya kau sangat menerima Gaara Heh? kau menyukai Gaara?" Tanya Sasuke sambil mendecih pelan. Seringai miris ia tampakkan di hadapan Sakura. Sakura Nampak sangat terkejut dengan pertanyaan yang Sasuke lontarkan. Sakura kembali menunduk, namun raut wajahnya menampakan wajah bingung dan cemas.

"… Tidak." Jawab Sakura sambil meremas jari-jarinya. Sedangkan Sasuke, didalam hatinya sudah bersorak senang dan jika ia bukan keturunan dari keluarga uchiha, ia akan berlari-lari gembira sambil memeluk Sakura –Ok itu berlebihan.

"Ehhem." dehem Sasuke pelan "Kenapa? Bukankah dia cukup keren dan tampan?" Tanya sasuke yang sesungguhnya ia sangat merutuki pertanyaannya yang bodoh itu. Tapi ia hanya ingin mengetahui seberapa jauh pandangan Sakura terhadap seorang pria.

"Kau benar." Jawab Sakura , Sasuke masih diam tak bergeming, Sakurapun memutuskan untuk melanjutkan perkataannya. "tetapi aku tidak ada niat sedikitpun untuk menyukai Gaara-senpai. Karena dia berbeda Agama denganku. Kurasa, hubungan persahabatan saja sudah cukup untukku" Lanjut Sakura sambil tersenyum lembut ke arah Sasuke, tiba-tiba saja ia merasa salah tingkah saat bertemu pandang dengan Sasuke. 'Astagfirullah' batin Sakura segera. baru saja Sasuke merasa senang karena dapat melihat senyum Sakura hanya untuk dirinya saat itu, namun Sakura segera mengakhirinya dan itu sungguh membuat Sasuke kecewa.

"Maaf Sasuke-san. Aku harus segera menjemput Ino keruang guru." Ucap Sakura seraya bangkit berdiri dan memasukan novelnya kedalam tasnya. Lalu segera berjalan sambil memakai tas gendongnya. "permisi" ucap Sakura saat berjalan melewati Sasuke. Sasuke hanya diam menatap Sakura. Entah kenapa sikap angkuh dan asal bicaranya itu terhenti seketika jika berhadapan dengan Sakura.

Sakura tengah berjalan menulusuri koridor sekolah yang sepi itu, tiba-tiba saja handphone nya berbunyi tanda pesan masuk. Ia segera merogoh tasnya dan membuka pesan tersebut.

Ino

Forehead! Aku ada di gerbang, kau ke sini saja sekarang!

Ia terdiam membaca pesan tersebut dan mulai melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah. Sasuke yang berjalan jauh di belakang sakura hanya asyik melihat gerak-gerik sakura, alisnya sempat berkerut karena Sakura telah mendapatkan pesan,' apa jangan-jangan si rambut merah itu?' Pikirnya.

Saat Sakura sudah hampir sampai di gerbang sekolah, Sasuke menghentikan langkahnya . ia menyenderkan punggungnya di tembok terdekat lalu melipatkan kedua lengannya di depan dada. Sambil terus melihat gerak-gerik Sakura.

"Ino!"

"Forehead! Lama sekali !" balas Ino sambil melipat kedua lengannya.

"Gomen" ucap Sakura sambil tersenyum kaku. "Ayo" ajak Sakura , ino pun mengangguk dan berjalan sejajar dengan Sakura.

"Kau habis berbicara dengan Gaara?" Tanya ino sambil menatap lurus ke depan. Sakura menatap Ino heran lalu menunduk .

"Yah, memang kenapa?" Tanya Sakura . Ino hanya diam sambil menunduk.

"Aku melihatnya tadi, tepat di belokan koridor sekolah yang menuju kelas kita." Sakura kembali menatap ino, ia melihat sorot kecewa dari mata Ino. Namun Sakura tidak ingin menanyakan hal itu lebih lanjut, ia hanya diam sambil bergumam kata 'oh'.

"Saat sampai di halaman rumah Sakura, Sakura pamit duluan pada Ino . mereka saling melambaikan tangan dan tersenyum.

"jaa ne Sakura!" ucap ino. Sakura mengangguk dan berjalan menuju halaman rumahnya dengan membuka gerbangnya terlebih dahulu.

"Assalamu'alaikum. kaa-san?" ucap Sakura saat sampai di ruang keluarga, ia menghampiri rin yang duduk di sofa keluarga dan mengecup lengan Kaa-san nya.

"Waalaikumussalam." Jawab Rin seraya tersenyum. "langsung Sholat ashar sayang" ucap rin dan dibalas anggukan oleh Sakura.

"Yah kaa-san."

"Sakura, jika sudah selesai, kaa-san boleh minta tolong? Tolong berikan surat ini pada Uchiha Sasuke agar di sampaikan kepada orang tua nya." Pinta Haruno rin sambil memberikan sebuah amplop berisikan surat yang sudah tertutup rapih.

"Yah kaa-san. Kalau begitu Sakura ke atas dulu." Balas Sakura setelah menerima amplop tersebut, lalu bergegas ke kamarnya yang berada di lantai dua.

'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Sasuke-kun!" sasuke yang tengah santai berjalan seketika terhenti langkahnya. Ia menoleh ke asal suara yang baru saja memanggil namanya itu. Seorang gadis berambut hitam indigo berlari-lari kecil sambil melambaikan lengannya ke udara. Sasuke membulatkan matanya. Ia tak percaya teman masa kecilnya itu datang kembali ke dalam hari-harinya.

"Hinata?" Tanya Sasuke. Hinata tersenyum manis, ia memakai jaket tipis hitam dan syal merah yang melilit leher jenjangnya.

"Ogenki desuka Sasuke-kun?"

"Genki desu" jawab Sasuke masih dalam tahap menerima keadaan yang tiba-tiba ini. "kau pulang ke konoha? Bagaimana dengan sekolahmu di Suna?" Tanya Sasuke sambil menatap wajah Hinata yang lebih cantik dari sebelum-sebelumnya yang pernah ia lihat.

"Aku rindu padamu dan juga Konoha, aku meminta liburan kepadaTousan." Jawab Hinata malu-malu. Wajahnya bersemu merah seperti yang biasa Sasuke lihat.

"Souka." Balas Sasuke kemudian kembali berjalan Santai di ikuti Hinata yang berjalan sejajar dengan Sasuke. Hinata melirik Sasuke dengan ekor matanya. Ia tak menyangka, Sasuke yang selama ini ia rindukan, sudah remaja dan semakin tampan dan menundukan kepalanya untuk menyembunyikan wajah bersemunya.

Saat hampir Sampai gerbang rumahnya, Sasuke dikejutkan oleh kehadiran Sakura yang berada tak jauh dari gerbang rumahnya. Ia tengah berdiri memegang sebuah amplop di tangannya dan memandangnya sedikit heran. Sasuke melirik Hinata yang sama herannya dengan Sakura.

'Siapa dia?'

TBC

Chapter 2 update! ^^ #udahTau sebelumnya gak nyangka lho ada yang mau Review fict saya.. Arigatou ne ! saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki tulisan saya. untuk kritik dan saran bisa di kirim lewat Riview dibawah ini. ^^

NandaRuki

makasiih ^^ ini udah update. iyah makasih juga buat koreksiannya , sangat membantu. Review lagi yah ^,^

evacupuu

gomen ne kalau memang fanfic ini aneh.. saya memang masih newbie, dan masih dalam proses belajar . setidaknya terimakasih sudah bersedia membaca.

Lilids Lilac

Arigatou senpai atas pujian dan koreksiannya ^_^ . koreksiannya sangat membantu. ini sudah diperbaiki di Chapter 2, meskipun mungkin masih ada beberapa kesalahan yang masih tidak disadari oleh saya. Review lagi yah senpai ^^

Chitanda Chi-chan

Arigatou ^^ .. review lagi yaah

Kihara

Ok ! ^^ chapter 2 sudah di update! Review lagi yah

Yapz.. sekian balasan review saya... Sampai jumpa di chapter selanjutnya.. ^^