Love You Sakura

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated T

Genre : Friendship / Romance

.

Happy Reading ^,^/

.


::Chapter 3::

'Siapa dia?'

Hinata menatap Sakura dari ujung kepala sampai ujung kaki, cara berpakaian yang jarang ia lihat, namun ia pernah melihatnya di sebuah jejaring sosial -internet. Sasukepun melangkah menghampiri Sakura dan hinata mengikutinya.

"Sakura?" panggil Sasuke. Sakura hanya tersenyum menanggapinya. Kemudian pandangannya beralih kepada Hinata. "Ah perkenalkan ini Hinata temanku." Ujar Sasuke gugup, Hinata hanya gelagapan dan di paksakan tersenyum. 'dia siapanya sasuke-kun?' batinnya. Kemudian segera tersadar dan dengan cepat ia mengulurkan lengannya.

"Hyuuga Hinata. Yo-yoroshiku ne?"

"Haruno Sakura. Yoroshiku mo." Balas Sakura dengan sebelumnya ia menyambut uluran tangan Hinata. Sakura tersenyum Hinata pun balas tersenyum -miris mungkin? Mengetahui Sahabatnya mempunyai seorang –yang menurutnya, entah siapanya Sasuke - yang sangat cantik dan baik hati.

"Sasuke-san , ini ada titipan surat untuk Fugaku-san dan Mikoto-san." Ucap Sakura yang akhirnya membuka topik pembicaraan. Sasuke menerima amplop tersebut dan memandangnya sebentar. Kemudian beralih kembali pada Sakura dengan wajah yang sedikit tersipu, namun wajahnya tetap datar..

"dari siapa?" Tanya Sasuke sambil terus melihat Sakura yang menunduk. Hinata yang merasa tak di hiraukan hanya diam sembari melihat mereka berdua secara bergantian. 'dia... Sasuke menjadi ramah.' batin hinata yang tatapannya berhenti di wajah sasuke.

"Kaasan dan Otousan." Jawab Sakura. lalu pandangannya beralih kepada Hinata. "Hinata-san?" panggil Sakura. Hinata tersadar dan segera menoleh menghadap Sakura.

"I-iyah?" balas Hinata gugup.

"Semoga kita dapat berteman dengan baik." Sakura tersenyum lembut dan hinata hanya mengangguk setuju.

"I-iyah. Sakura-san." Balas Hinata , pandangan Sasuke tak bisa lepas dari senyum Sakura, wajahnya semakin tersipu, namun segera di stabilkan saat Sakura kembali menatapnya.

"Sasuke-san, Hinata-san. Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Sampai jumpa!" Hinata menanggapinya dengan tersenyum dan mengangguk. Sedangkan Sasuke hanya terdiam sembari bergumam 'Hn'. Sakurapun membalikkan tubuhnya dan berjalan pulang. 'yah, sampai jumpa. Berhati-hatilah' kata-kata itu hanya dapat terucap dalam batin Sasuke, lidahnya kelu untuk berucap secara langsung. Menyadari ada seseorang berdiri di sampingnya.

Ia Hyuuga Hinata. Putri pertama dari Hiashi hyuuga. Sejak kecil ia sudah di ajarkan dengan keras bagaimana menjadi seorang putri dari Hiashi hyuuga, Presider perusahaan Hyuuga corp . Sebenarnya Sasuke sudah tahu kalau hinata menyukainya sejak kecil, di lihat dari tingkahnya dan perhatiannya. Lelaki yang cukup peka.

"Sasuke-kun?" sasuke tersadar ketika Hinata memanggil namanya "ka-kamu kenapa melamun saja? " Tanya Hinata dan Sasukepun hanya diam mempertahankan wajah stoicnya.

"ayo jalan." Ucap Sasuke sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya, di ikuti hinata di belakangnya. Saat sampai ruang tamu Sasuke mendapatkan kakak sulungnya tengah membaca Koran pagi yang sudah terlat di baca.

"Duduklah" ucap Sasuke mempersilahkan, Hinata pun mengangguk dengan wajah polosnya. Itachi yang peka dengan perkataan adiknya langsung menutup korannya dan melihat orang yang ada di hadapannya terkejut. Sedangkan Sasuke sudah pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas.

"Hinata?"

"Itachi-nii, A-aku datang untuk menemui kalian." Ucap Hinata dengan wajah malu-malu. Hinata berjalan dan duduk di sofa mewah yang tersedia di hadapan itachi, alhasil mereka kini duduk berhadapan.

"Sejak kapan kau ada di Konoha?" Tanya Itachi Uchiha –kakak sulung Sasuke tersebut- dengan penasaran.

"Ba-baru tadi pagi." Jawab Hinata gugup.

"Hhhh .." Itachi menghela nafasnya "kenapa tidak memberi tahuku lebih dulu?" Tanya Itachi seraya menyender di sofanya.

"Go-gomennasai.." ujar Hinata merasa bersalah. Itachi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Tidak apa-apa. oh iyah, bagaimana kabarmu?" Tanya Itachi.

"Aku baik-baik saja nii-san." Jawab Hinata malu-malu. Itachi sedari kecil selalu seperti ini, tak pernah ia berubah . ia selalu memberikan perhatian lebih dan selalu menemaninya di kala ia sedang bersedih.

"Souka. Wakatta!" balas itachi, tak lama Sasukepun datang dengan menggunakan kaos putih dan jaket biru berkupluk yang sudah ia ganti, dan Ia menggunakan celana berbahan jeans warna biru. Hinata tersipu melihatnya.

Sedangkan Itachi kini menatap wajah Hinata yang tersipu kala melihat penampilan Sasuke. Tatapan Itachi berubah menjadi sayu. Hal ini sudah biasa ia lihat dan iapun sudah biasa merasakan sakit hati ini. Sasukepun mendudukkan dirinya di samping Itachi yang terlihat sedih.

"Kau kenapa? Tidak senang Hinata ada disini?" Tanya Sasuke datar.

"Tidak, tentu saja aku senang." Sanggah Itachi "Maaf, sepertinya aku masih ada keperluan di kamar. Kau ajak Hinata mengobrol saja yah." lanjut Itachi sambil tersenyum –di paksakan-. Itachipun beranjak dari sofanya menuju kamarnya di samping kamar Sasuke, di lantai atas.

'Cklek' 'Brakk'

Sesampai di kamarnya, Itachi langsung mengunci diri. Dan ia pun langsung menghempaskan tubuhnya di kasur berukuran kingsize berseprai ungu lavender –identik dengan warna kesukaan Hinata. Pikirannya tak bisa terlepas dari sekelebat wajah gadis itu, wajahnya semakin cantik dan dewasa, senyumnya yang semakin memikat, dan perilakunya yang tidak pernah berubah sejak dulu yang jujur ia sangat menyukai sikap pemalu gadis itu.

~oO0Oo~

Sakura tengah berbaring di kasurnya sembari membaca novel. Bola Matanya bergerak mengikuti arah kalimat yang ia baca. Seketika ia teringat akan kejadian tadi . ia lalu menaruh novel itu di sampingnya dan Sakura mengambil HPnya yang ternyata sudah ada pesan masuk yang belum sempat ia baca. Iapun bangkit duduk dan membaca pesan tersebut.

Gaara-san :

Sakuraa? Apa kau sibuk?

16:24

Sakura segera mengetikkan balasan dengan cepat, ia takut Gaara salah paham karena ia belum membalas pesannya sedari tadi.

To: Gaara-san

Tidak, memangnya ada apa Gaara-san? Gomennasai, aku baru membalasnya

16:39

Setelah ia mengirim balasannya, tak lama balasan dari gaara pun datang.

Gaara-san

Bisa tidak malam ini kita bertemu?

16:40

Sakura tampak berfikir 'malam ini?' ia tidak mungkin bisa keluar, dan ia pun tidak mau keluar malam hari. Itu adalah hal yang sangat ia hindari. Menurutnya keluar pada saat malam hari tidak baik untuk seorang gadis sepertinya, kecuali untuk hal yang penting dan bermanfaat.

To: Gaara-san

Maaf . aku tidak bisa.

16: 43

Gaara-san

Baiklah, mungkin lain kali saja. J sampai jumpa Sakura!

16: 45

Sakura menaruh Hp nya dan turun dari kasur, ia melangkah turun menuju ruang tamu yang berada di lantai bawah. Rumahnya memang cukup luas dan megah, namun ia tidak pernah membeda-bedakan seseorang melalui kekayaannya. Ino sahabatnya adalah penjaga toko bunga di rumahya. Namun Sakura memilih Ino menjadi Sahabatnya karena Inolah yang paling mengerti perasaan Sakura dan Sakura nyaman bersamanya.

Ia melangkah menuju dapur dan mengambil segelas air putih. Ia membawa segelas air putih itu ke meja yang tidak jauh dari kulkas, lalu duduk dan meminum air putih tersebut.

"Sakura… kau sudah memberi amplop berisi surat itu?" setelah mendengar pertanyaan ren. Sakura langsung menoleh dan meletakkan gelas itu di atas meja.

"Sudah kaa-san." Balas Sakura tersenyum. Sedetik kemudian Ren langsung duduk di hadapan Sakura. Gadis berkerudung pink itu menatap wajah Ren sambil menunggu apa yang akan Ren bicarakan.

"Kaa-san lupa menyampaikan ini padamu.." ujar wanita paruh baya berkerudung tersebut. Ren memberikan sebatang coklat kepada Sakura dan meletakkannya di atas meja. Sakura memandang coklat itu bingung.

"dari siapa kaa-san?" tanyanya dengan wajah sedikit tekejut.

"kemarin malam teman laki-lakimu menitipkan ini untukmu. Namanya kalau tidak salah Sabaku Gaara." jelas Rin sambil memandang Sakura prihatin. Sakura hanya diam sambil melihat raut wajah kaa-sannya. "Sayang, kaa-san tidak ingin kamu terlalu jauh berhubungan dengan pemuda manapun yang bukan muhrim mu. kamu ini seorang muslimah, sikap seorang muslimah harus kau amalkan. Kaasan tau Sakura sudah remaja dan tahu mana yang baik dan buruk untuk dirimu sendiri." Nasihat itu Ren berikan pada Sakura dengan penuh perhatian. Sakura berfikir sejenak, memang belakangan ini dia agak dekat dengan seorang laki-laki. Dan laki-laki itu adalah Gaara. tetapi baginya Gaara hanyalah sebatas teman dan seorang kakak kelas.

"maafkan Sakura kaasan. Sakura hilaf. Insya Allah, Saku akan memperhatikan dan menyikapi hal ini dengan lebih baik." Balasnya. Rin pun tersenyum dan mengusap ujung kepala Sakura yang tertutupi oleh kerudung pinknya. Sakura balas tersenyum.

TBC

Hai minna.. Gomen baru di Publish .. apakah sudah ada kemajuan di dalam pengetikkannya? mohon kritik dan sarannya lagi yah senpai-senpai. :) jujur kritik dan saran kalian sangat membantu saya untuk memperbaiki kesalahan saya dalam membuat fanfic, meskipun mungkin masih banyak kejanggalan dan kesalahan yang masih belum saya sadari.. Saatnya membalas Review

Lhylia Kiryu

Arigatou Senpai atas pendapatnya.

^^ iyah. Gomen, masih banyak kesalahan disana sini.

Aamiin .. Review lagi yah senpai..

kihara

Ok ! ini sudah Update ^^ Review lagi yah..

.

Sekian balasan review dari saya.. kurang lebihnya mohon maaf. Arigatou Gozaimasu sudah berkenan membacanya. ^^ sampai jumpa di chapter depan...