Being Manly? © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters in this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Heechul, Tan Hangeng, and other supported casts.

Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)

Genre: Romance, Comedy

Rated: PG-15

Warning: The plot of this fanfiction are originally MINE. Plagiators, Copy-caters, etc. are NOT ALLOWED here. Please click the 'x' button if this fanfiction are not suit to you.

Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from a beginner author, an absurd plot, full of gajeness, typo(s).

Summary: Cho Kyuhyun, seorang remaja manis bergelar The Little Princess, memiliki ambisi kuat untuk menjadi seorang model profesional. Suatu hari ia mendapatkan peluang untuk menjadi seorang model di sebuah majalah –yang sialnya- adalah majalah untuk pria dewasa!

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

. . .

.

Part Two: The Sexy Kyuyoung

KRIIIING KRIIIINNG

"Uhmm Siwon.. ahjussiiiii~"

Matahari bersinar cerah dibalik gorden biru laut yang menutupi jendela besar pada kamar Kyuhyun. Cicit burung-burung kecil terdengar meriah di pagar balkon kamarnya. Dunia telah masuk pada hari yang baru, saatnya seluruh makhluk di bumi ini beraktifitas.

KRIIIING KRIIIIING

"Andwaeyo.. Siwon ahjussiiii~ hmm" rupanya putri kecil kita ini, Tan Kyuhyun, masih terlelap dibalik selimut besar bergambar telur paskah berwarna-warni yang menggulung tubuhnya. Sinar-sinar mentari yang silau mencoba menerobos masuk melalui gorden jendela juga selimutnya untuk membangunkan Kyuhyun, aksi ini didukung oleh jeritan nyaring sebuah jam weker berbentuk telur(?) dari atas meja nakas miliknya. Namun sayang, seorang Tan Kyuhyun yang menganggap bahwa dirinya tampan itu belum juga terbangun.

Sepertinya kita membutuhkan seseorang.

DOK DOK DOK

"YAH! TAN KYUHYUN PEMALAS, CEPAT BANGUN! MAU SELAMA APALAGI KAU TIDUR DIDALAM HAH?" terdengar suara gedoran pada pintu kamar Kyuhyun disertai sebuah teriakan yang membahana milik ibunya Kyuhyun, siapa lagi jika bukan Tan Heechul. Beruntung teriakan ibunya yang super nyaring itu dapat membangunkan Kyuhyun dari tidur lelapnya tanpa membutuhkan waktu yang lama.

"Hoaaam.. aish berisik sekali," Kyuhyun membuka matanya perlahan sambil menguap lebar. Ia menatap jengah pada pintu kamarnya yang sudah dinistai(?) oleh gedoran maut milik ibunya.

"YAH TAN KYUHYUN! CEPAT BANGUN! KAU MAU UMMA MENDOBRAK PINTU KAMARMU TERSAYANG INI, HUH?!" Lagi, terdengar suara teriakan Heechul dibalik pintu kamar itu yang membuat Kyuhyun mau tak mau harus bangkit dari tidurnya.

"Iyaaa ummaku yang cantik, aku sudah bangun" Kyuhyun berjalan gontai menuju pintu kamarnya dan bergegas membukanya sebelum pintu itu kembali digedor.

Cklek

"Halo ummaku yang cantiiik~ selamat pagi~" Kyuhyun menyapa sosok sang ibu sambil memeluknya manja.

Pletak

"Selamat pagi, selamat pagi apanya. Tidakkah kau lihat pada jam wekermu itu sekarang pukul berapa?" Sang ibu, Heechul, berdiri berkacak pinggang di depan pintu sambil memukulkan sebuah sodet(?) yang dipegangnya ke kepala Kyuhyun. Kyuhyun berbalik sambil meringis, mencoba melihat waktu pada jam wekernya.

08:02 AM

"OMO! AKU TERLAMBAAAAAAAT!" Kyuhyun berteriak histeris setelah melihat pukul berapa sekarang. Sudah terlambat baginya untuk pergi ke sekolah, namun dengan panik ia segera berlarian kearah kamar mandi dan meninggalkan ummanya yang memasang wajah masam di depan pintu kamarnya.

.

.

~WonKyu~

.

.

"Aigoo, bagaimana ini? Aku baru ingat kalau kelas pertama hari ini adalah kelas olahraga, sedangkan aku terlambat. Aigoo, bagaimana kalau aku dihukum Shindong sonsaengnim nanti? Aah andwae!"

Kini Kyuhyun sedang berjalan sendirian di lorong sekolahnya yang sepi. Kaki-kakinya terus melangkah membawanya menuju ruang ganti siswa untuk mengganti seragamnya dengan baju olahraga. Ia menggigiti kukunya, salah satu kebiasaan buruknya saat dilanda kegugupan.

Setelah sampai di ruang ganti, Kyuhyun segera mengganti bajunya. Setelah selesai ia berlari menuju lapangan olahraga outdoor sekolahnya. Disana ia menemukan segerombolan teman-temannya sedang melakukan aksi(?) lari sprint dan juga Shindong sonsaengnim yang sedang mengawasi mereka. Dengan gugup Kyuhyun mendekati posisi Shindong sonsaengnim.

"Umm permisi, sam" Kyuhyun bercicit membuat Shindong sonsaengnim menoleh kearahnya.

"Ah! Tan Kyuhyun! Dari mana saja kau? Hebat sekali kau melewatkan jam pelajaranku, eoh?" Shindong sonsaengnim menatap garang padanya.

"Maafkan aku sam," kata Kyuhyun sambil membungkukkan tubuhnya. "T-tadi aku sedang berada di ruang kesehatan, aku merasa kurang enak badan. Maafkan aku karena terlambat, sam" lanjut Kyuhyun. Beginilah kira-kira yang sering Kyuhyun jadikan alasan saat ia terlambat megikuti suatu kelas –terutama kelas olahraga yang tidak begitu disukainya.

Shindong sonsaengnim mengangguk. "Baiklah, kalau kau sakit kau boleh istirahat saja di pinggir lapangan.." Katanya berbaik hati membuat Kyuhyun tersenyum senang sekaligus lega. "Tapi jangan lupa bersihkan seluruh lapangan setelah kelas usai ya." Senyuman Kyuhyun langsung pudar begitu mendengar kelanjutannya. Guru olahraga bertubuh tambun itu sebenarnya baik hati dan tidak seram sama sekali, tetapi jika ia sudah berhadapan dengan siswanya yang terlambat mengikuti kelas seperti Kyuhyun ini, maka ia tak akan segan untuk memberikan hukuman yang layak untuknya.

Dengan pasrah, Kyuhyun beranjak menuju pinggir lapangan dan duduk memperhatikan teman-temannya disana. Ada satu sosok yang terlihat menyembul(?) sedang berjoget-joget aneh diantara teman-temannya.

"Ya! Shim Changmin!" teriak Kyuhyun memanggil seorang bocah bertubuh setinggi tiang listrik itu, Changmin. Changmin pun menoleh.

"Oi Kyuhyun-ah!" balas Changmin sambil melambaikan tangannya. Changmin pun meninggalkan aktifitasnya sejenak dan berjalan kearah Kyuhyun.

"Halo manis~ kau terlambat lagi, eoh? Ada apa denganmu kali ini?" kata Changmin sambil mengambil posisi duduk disamping Kyuhyun.

Kyuhyun mendelik, "Jangan panggil aku manis!" katanya galak. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sambil memukul bahu Changmin kesal.

"Ini semua salahmu, Shim Chang-tiang-Min bodoh! Kenapa kau tidak bilang kemarin kalau agensi yang kau rekomendasikan itu agensi majalah pria dewasa?! Aku jadi tidak bisa tidur semalaman gara-gara hal itu tahu!" jerit Kyuhyun kesal. Crap, kini semua orang yang ada disana beralih memperhatikan mereka berdua akibat kata-kata 'agensi majalah pria dewasa' yang diucapkan Kyuhyun dengan keras. Menyadari tatapan aneh dari sekitarnya, Changmin segera membekap mulut Kyuhyun sambil menarik tangan Kyuhyun untuk bangkit.

"Apa kalian lihat-lihat?" Changmin mempelototi teman-temannya yang menatap mereka dengan aneh. Mereka yang takut dengan tatapan maut milik Changmin pun segera menyibukkan dirinya masing-masing. Changmin menyeret Kyuhyun berjalan menjauhi lapangan olahraga tersebut.

"Sam! Aku harus mengantar Kyuhyun ke ruang kesehatan, penyakit lamanya kambuh lagi." teriak Changmin dari kejauhan kepada Shindong sonsaengnim yang cengo menatap kelakuan mereka berdua yang ajaib. Dasar Shim Changmin tidak sopan =_=.

.

.

~WonKyu~

.

.

Kini Kyuhyun dan Changmin berada di atas atap gedung sekolahnya. Tidak seperti yang Changmin katakan pada Shindong sonsaengnim sebelumnya, bocah tiang itu malah menarik Kyuhyun kemari. Sebuah keajaiban bagi mereka berdua untuk bisa membolos seperti ini.

"Jadi Kyu, kenapa kemarin kau tidak menghubungiku? Bukannya sudah aku bilang untuk menghubungiku setelah kau dinyatakan diterima di agensi itu?" Changmin membuka pembicaraan mereka.

Kyuhyun mendelik, "Memangnya aku diterima disana?" jawabnya ketus. Changmin melotot.

"Mwo? Jadi kau tidak diterima? Ah mustahil, kau pasti bohong." Sanggah Changmin tidak percaya. Kyuhyun menatapnya malas.

"Kau yang bohong padaku, Changmin jelek. Kenapa tidak bilang dari awal kalau agensi yang kau tawarkan itu adalah agensi 'sesuatu'? Tahu begitu aku tidak akan pernah mau datang kesana" jawab Kyuhyun.

Changmin meringis, pasti Kyuhyun akan memprotesnya akan hal ini.

"Ya Kyuhyun-ah! Apa kau tidak ingat dengan tujuanmu untuk menjadi seorang model secara diam-diam agar tidak diketahui orang tuamu? Aku hanya ingin membantumu dengan cara merekomendasikanmu agensi itu, hanya itu satu-satunya agensi yang memproduksi majalah dengan tingkat kemungkinan paling rendah bagi orang tuamu untuk membacanya," kata Changmin panjang lebar, ia memberikan jeda bagi Kyuhyun untuk memahami apa yang dibicarakannya.

"Kenapa begitu?" tanya Kyuhyun.

"Aku memperhitungkannya seperti itu karena aku tahu bahwa kedua orang tuamu adalah orang baik-baik yang tidak suka membaca majalah seperti itu. Lagipula aku yakin pasti appamu tidak akan pernah membeli majalah pria dewasa seperti itu karena beliau sudah memiliki Heechul ahjumma yang super sexy, jadi ia tidak perlu melihat model-model dalam majalah itu lagi." Jawab Changmin mantap. Akhirnya Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.

"Sudahlah, lebih baik nanti sepulang sekolah kau pergi lagi ke agensi itu. Biar aku yang temani." Pungkas Changmin sambil tersenyum evil.

.

.

~WonKyu~

.

.

Sesuai janji Changmin, sepulang sekolah ia menemani Kyuhyun untuk pergi ke Seductropolis Entertaiment. Setelah bel pulang berbunyi, Changmin segera menarik Kyuhyun menuju halte bus untuk sampai ke agensi tersebut.

Setelah sampai, Changmin memimpin jalan di depan Kyuhyun, hal itu membuat Kyuhyun terlihat seperti sedang mengekori ibunya saja. Tak lama mereka sudah memasuki gedung tinggi yang bertuliskan Seductropolis Entertaiment. Dengan santai Changmin berjalan menuju meja resepsionis dengan Kyuhyun yang mengekorinya dibelakang.

"Permisi noona." panggil Changmin. Resepsionis wanita itu pun menoleh.

"Ya? Ada yang bisa saya bantu?" jawabnya ramah.

"Apakah Siwon hyung ada di ruangannya? Tolong katakan padanya aku ingin bertemu." Kata Changmin. Resepsionis itu tersenyum, "Tunggu sebentar ne, akan aku hubungi beliau terlebih dahulu." Jawab resepsionis itu sambil tersenyum.

(Kyuhyun's POV)

Aneh.

Aku merasa hari ini Changmin bertingkah aneh. Setelah pembicaraan kami di sekolah tadi pagi ternyata ia memang benar-benar mengantarku ke gedung ini. Terlebih lagi saat melihat tingkahnya yang seolah-olah telah terbiasa dengan tempat ini membuatku semakin heran saja, ditambah dengan ia yang memanggil seseorang bernama 'Siwon' itu dengan panggilan hyung. Sebenarnya apa yang tidak aku ketahui dari Changmin ya?

Ia benar-benar mencurigakan!

(Kyuhyun's POV end)

"Kyu? Kyu!"

"Eh?"

Aigoo, ternyata uri Kyuhyunnie melamun tadi. Untung Changmin segera menyadarkannya sebelum ia menjadi lumutan karena terlalu lama melamun disini.

"Kyu, ayo kita naik ke lantai empat" kata Changmin setelah Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

"Ayo." Kyuhyun dan Changmin pun berjalan berdampingan menuju lift.

"Min, apa kau kenal dengan seseorang yang bernama Siwon disini?" tanya Kyuhyun saat mereka sedang berada di dalam lift. Changmin menolehkan kepalanya pada Kyuhyun.

"Memangnya kenapa?" tanya Changmin balik.

"Kurasa kau kenal baik dengan dia, sebenarnya ada hubungan apa sih kau dengannya?" tanya Kyuhyun, lagi. Changmin menyeringai jahil.

"Kau ingin tahu?" tanya Changmin, Kyuhyun mengangguk.

"Kau sungguh-sungguh ingin tahu?" Kyuhyun mengangguk lagi sambil penasaran menunggu jawaban Changmin.

"Jawabannya adalah.. rahasia. Hehehe" jawab Changmin jahil yang langsung membuat Kyuhyun cemberut medengarnya.

Tring

"Nah, kita sudah sampai. Ayo." Lagi-lagi Changmin menarik tangan Kyuhyun saat keluar dari lift dan berjalan menuju sebuah ruangan tak jauh dari sana yang bertuliskan President Director's Room.

Cklek

"Hyung!" Changmin si bocah tiang itu masuk ke dalam ruangan dengan tidak sopannya, membuat seseorang yang berada di dalamnya menyambut mereka dengan kurang ramah.

"Yah! Changmin-ah sopan lah sedikit saat kau masuk ke ruangan orang yang lebih tua." Sambut Siwon, si pemilik ruangan, tanpa mengalihkan perhatiannya dari setumpuk file dihadapannya. "Apa yang membawamu kemari?" sambungnya.

"Aku membawa dia." Changmin berjalan menuju meja kerja Siwon dan memamerkan Kyuhyun yang berdiri disampingnya. Saat Siwon beralih menatapnya, Kyuhyun membungkukkan dirinya dihadapan Siwon.

"Annyeong haseyo." Sapa Kyuhyun, Siwon lalu tersenyum padanya.

"Ne, Annyeong Kyuhyun-ssi. Ayo, lebih baik kalian duduk terlebih dahulu." Kata Siwon sambil mengajak mereka duduk di sebuah sofa berwarna merah marun yang ada diruangannya. Kyuhyun dan Changmin pun duduk di sofa yang berbentuk panjang sedangkan Siwon duduk di seberang mereka di sebuah single sofa.

"Hyung, aku tidak akan basa basi kali ini. Aku mau menitipkan Kyuhyun padamu." Changmin mengawali pembicaraan diantara mereka bertiga. Siwon mengernyit heran.

"Menitipkannya? Maksudmu?" tanya Siwon kebingungan.

"Maksudku, aku ingin menitipkan Kyuhyun untuk menjadi model disini. Jangan dulu memotong!" kata Changmin cepat sebelum Siwon sempat memotong perkataannya. "Aku ingin Kyuhyun menjadi model disini bukan tanpa alasan, hyung. Kau hanya satu-satunya harapan kami, ah ralat, harapan Kyuhyun maksudnya. Kyuhyun itu sangat ingin menjadi model sejak kecil, namun kedua orang tuanya selalu menghalang-halanginya. Dan bla.. bla.. bla.."

Maka meluncurlah seluruh kisah-kisah tentang perjuangan Kyuhyun untuk mencapai cita-citanya itu. Siwon hanya memangut-mangutkan kepalanya sambil mendengarkan ocehan Changmin yang begitu panjang.

"Nah, begitu lah hyung." Akhirnya setelah sepuluh menit berlalu Changmin berhenti bercerita. Kyuhyun hampir tertidur mendengar Changmin yang tidak henti-hentinya berbicara.

Siwon mengangguk paham, "Baiklah, aku mengerti." Jawabnya. Changmin pun berdiri sambil merapikan bajunya.

"Hyung, kali ini aku serahkan Kyuhyun padamu. Tapi awas, jangan sampai kau 'sesuatu'kan dia! Aku harus pergi sekarang, tolong bantu Kyuhyun ya! Dan Kyu, semoga sukses dan berhati-hatilah terhadap ahjussi jelek ini. Hehehe" kata Changmin sambil bergegas meninggalkan mereka berdua sebelum Siwon sempat melemparnya dengan vas bunga karena telah mengatainya.

Blam

"Haaah dasar. Bocah menyebalkan itu selalu saja memusingkanku." Kata Siwon frustasi sambil memijat pelipisnya.

"Uuum anu.." panggil Kyuhyun pelan membuat Siwon langsung menatapnya.

"Ada apa?" tanyanya. Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Err itu, sebenarnya ada hubungan apa Changmin dengan dirimu, Ahjussi?" tanya Kyuhyun.

"Oh, Changmin itu sepupuku, ia anak yang sangat nakal tapi ia dekat denganku. Dan tolong jangan panggil aku ahjussi, aku belum setua itu. Umurku baru 25 tahun." Terang Siwon. Kyuhyun tersenyum malu.

"Hehehe maafkan aku, tapi bolehkah aku tetap memanggilmu ahjussi? Kedengarannya keren." Kata Kyuhyun sambil menatap Siwon polos. Siwon tersenyum aneh.

"Yah, terserah padamu saja kalau begitu." Jawabnya pasrah menghadapi tatapan polos milik Kyuhyun.

"Baiklah, nanti aku akan menyuruh sekertarisku untuk menyiapkan surat kontrak untukmu. Tapi sebelumnya apa kau yakin kau mau menjadi model disini?" tanya Siwon untuk memastikan sambil menatap Kyuhyun.

"Aku tidak punya pilihan. Kata Changmin, hanya kau dan agensimu lah yang dapat membatuku." Jawab Kyuhyun pasrah sambil menghembuskan nafasnya pelan. Siwon memandangi Kyuhyun lamat-lamat. Ia teramat mengerti apa yang dialami Kyuhyun.

"Kalau memang begitu kenyataannya, aku bersedia membantumu. Tenang saja, aku akan memikirkan konsep-konsep yang tepat untukmu." Balas Siwon sambil tersenyum meyakinkan. Sesaat Kyuhyun terpana melihatnya, 'Ahjussi ini tampan juga, kekeke' kata Kyuhyun dalam hati.

"Okay, aku mempercayaimu, Ahjussi. Dengan begini aku resmi bekerja sama denganmu kan? Kalau begitu mohon bimbingannya." Kyuhyun tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya kearah Siwon yang langsung dijabatnya dengan erat.

.

.

~WonKyu~

.

.

Pagi ini matahari bersinar begitu cerah. Ah, sungguh hari minggu yang indah karena hari ini Kyuhyun bisa melakukan aktifitas favoritnya sepuasnya, bermalas-malasan. Tidak akan ada ceramahan pagi dari ibunya, tidak akan ada acara terlambat pergi ke sekolah, juga tidak akan ada jam pelajaran tambahan super membosankan yang sering diterimanya. Hari ini Kyuhyun benar-benar berniat akan menghabiskan seluruh waktunya untuk bermalas-malasan, tidur sepuasnya, makan sepuasnya juga bermain game sepuasnya.

Namun sayang, semua rencana itu pupus lah sudah saat Changmin meneleponnya sesaat sebelum ia mengambil stik konsol play stationnya.

"Mwo? Gym center? Ah aku tidak mau!" terdengar suara Kyuhyun membentak Changmin di line seberang.

'Tapi Kyu, ini perintah dari Siwon hyung. Ia bilang kalau kau tidak mau datang, maka kontrakmu dengannya akan berakhir sampai disini saja.' Kira-kira begitulah kata-kata Changmin yang ditangkap oleh pendengaran Kyuhyun. Ia meneguk ludah, kejam juga ternyata si Siwon ahjussi itu.

"Baiklah, baiklah, aku akan pergi kesana. Cepat kirimkan alamatnya, aku akan langsung berangkat." Dengan kesal Kyuhyun memutus sambungan telepon mereka secara sepihak. Ia pun segera beranjak ke kamarnya untuk berganti baju dan berdandan(?). Setelah selesai ia pun bergegas pergi meninggalkan rumahnya.

"Umma, aku akan pergi main ke rumah Changmin! Bye~" Kyuhyun berkata pada ibunya yang kebetulan ia temui sedang menyiram tanaman di halaman rumah mereka dan Kyuhyun pun melesat pergi.

.

.

~WonKyu~

.

.

Seoul Gym Center, Seoul.

Kyuhyun berjalan memasuki kawasan gym center tersebut. Ia melihat Changmin sedang berdiri menunggunya didepan pintu masuk.

"Oi Kyu!" panggil Changmin bersemangat. Kyuhyun tersenyum malas, "Selamat pagi Changmin-ah" balasnya. Mereka berdua memasuki gym center yang sangat luas tersebut bersama-sama. Mereka berjalan menuju lantai dua gedung tersebut.

"Siwon hyung sudah menunggumu di lantai dua." Kata Changmin memberi tahu. Kyuhyun hanya mengangguk menanggapinya. Mereka pun telah sampai di lantai dua, Kyuhyun dapat menangkap sosok Siwon yang sedang melatih otot-otot bisepnya di sudut ruangan. Siwon yang menyadari kehadiran Kyuhyun disana pun segera menghentikan aktifitasnya sejenak.

"Yah Ahjussi, ada apa kau menyuruhku datang kemari segala pagi-pagi begini?" tanya Kyuhyun ketus saat Siwon menghampiri mereka.

"Ow, galak sekali kau pagi ini," kata Siwon sambil mengelap keringat yang bercucuran di dahinya dengan sebuah handuk kecil. "Aku memintamu datang kemari agar kau ikut melatih tubuhmu juga bersamaku dan Changmin." Jawab Siwon.

Kyuhyun mendengus sebal mendengarnya, "Oh ayolah ahjussi, kau telah mengganggu waktu bermain game ku yang sangat berharga" rutuknya.

Siwon terkekeh kecil mendengarnya, "Kali ini kau harus rela mengorbankan waktu bermainmu itu karena sekarang kau harus mulai melatih fisikmu demi menciptakan bentuk tubuh yang proporsional. Ingat, tubuhmu adalah asetmu, kau tidak bisa membiarkannya tidak terlatih begitu saja." Jawab Siwon santai sambil mengambil sesuatu dari dalam tas yang dibawanya.

Pluk, ia melemparkan barang yang dibawanya itu ke tangan Kyuhyun. "Cepat ganti bajumu dan kembali kemari." Perintah Siwon, Kyuhyun tidak dapat menolak, ia hanya bisa merutuk saja.

"Jangan coba-coba untuk tidak mengikuti perintahnya, Kyu. Satu hal yang harus kau ingat, Siwon hyung itu orang yang sangat idealis dan perfeksionis." Bisik Changmin tepat ditelinga Kyuhyun saat ia mengantarkannya ke ruang ganti.

Tak lama kemudian Kyuhyun dan Changmin pun kembali, Siwon sudah menunggu mereka.

"Nah, karena kau sudah siap kita mulai saja latihannya. Coba ikuti gerakanku, Kyu, kita akan melakukan perenggangan dan pemanasan terlebih dahulu." Kata Siwon memberi instruksi. Dengan sedikit bermalas-malasan Kyuhyun mengikuti apa yang diperitahkan Siwon, ia mengikuti semua gerakan yang dicontohkannya. Setelah selesai, Siwon menyuruh Kyuhyun untuk melakukan push-up.

"Sekarang coba lakukan push-up sebanyak sepuluh kali sebagai permulaan." Perintah Siwon, Kyuhyun mengangguk dan mulai melakukan push-upnya. Setelah selesai ternyata Siwon kembali menyuruhnya melakukan push-up sebanyak dua puluh lima kali.

"Lakukan dengan baik!" omel Siwon saat Kyuhyun mulai berkurang tenaganya pada saat mulai melakukan push-up ke sembilan belasnya. Push-up sebanyak dua puluh lima kali pun telah berhasil Kyuhyun jalankan.

"Apalagi setelah ini?" tanya Kyuhyun saat ia telah selesai dengan push-upnya. Siwon mengambil posisi duduk di sebelah tubuh Kyuhyun.

"Coba lakukan sit-up sebanyak yang kau bisa. Aku ingin tahu sampai mana kemampuanmu." Perintah Siwon. Kyuhyun pun melotot, oh tidak! Sit-up adalah gerakan yang paling tidak bisa dilakukannya!

"Ta-tapi ahjussi, aku tidak bisa.." jawab Kyuhyun memelas. Siwon tersenyum, "Coba saja dulu!" katanya. Kyuhyun pun pasrah, ia mulai memposisikan dirinya sebaik mungkin untuk melakukan sit-up. Satu, dua, tiga, hingga lima hitungan Kyuhyun melakukan sit-up, ia menyerah.

"Huaaa pinggangkuuuu!" Kyuhyun terduduk sambil memegangi pinggangnya yang terasa begitu sakit karena tidak terbiasa melakukan sit-up. Siwon melongo, ia tidak percaya bahwa kemampuan Kyuhyun ternyata separah itu dalam melakukan kegiatan olah fisik. 'Ini akan berjalan sulit' pikirnya.

"Coba angkat bajumu sebentar!" pinta Siwon.

"Yah! Mau apa kau?!" tanya Kyuhyun garang. "Aku hanya ingin menilai bentuk tubuhmu sebentar." Jawab Siwon simple. Dengan ragu-ragu Kyuhyun mengangkat bajunya sebatas dada, lalu dengan cepat ia menurunkan kembali bajunya saat Siwon menatap setiap lekuk tubuhnya lekat-lekat.

"Jangan melihat tubuhku seperti itu!" bentak Kyuhyun malu pada Siwon. Siwon pun tersenyum aneh. Uh well, menurut Siwon poin untuk ke-manly-an tubuh Kyuhyun adalah nol besar.

Siwon memutar otaknya cepat, ia tak mungkin memasukkan Kyuhyun kedalam proyek konsep terbarunya yang bertema Sexyness of New Heaven. Tadinya ia akan mengikutsertakan Kyuhyun kedalam konsep tersebut yang mengusung poin ke-seksian juga kejantanan tubuh atas model-model pria pendatang baru di agensinya, tapi sepertinya Kyuhyun harus ia coret dari daftar itu karena Kyuhyun tidak memenuhi kriterianya.

Tring!

Tiba-tiba sebuah lampu bohlam besar(?) bersinar di kepala Siwon. Akhirnya ia mendapatkan ide brilian ditengah-tengah krisisnya itu. Dengan semangat Siwon menatap Kyuhyun yang sedang memijat-mijat pinggangnya.

"Kyu," panggil Siwon.

"Apa?" balasnya. Siwon tersenyum aneh pada Kyuhyun, "Coba angkat lagi bajumu, sebentar saja" pinta Siwon.

"Andwae! Kau Ahjussi mesum! Aku tidak mau" tolak Kyuhyun mentah-mentah. Siwon menatap Kyuhyun penuh harap.

"Ayolah Kyu, aku hanya ingin menganalisis tubuhmu sebentar saja. Aku sudah memikirkan konsep yang tepat untukmu." Jawab Siwon meyakinkan. Mendengar kata 'konsep yang tepat' membuat mata Kyuhyun langsung berbinar.

"Baiklah kalau begitu." Jawab Kyuhyun yang sikapnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Ia pun mengangkat bajunya tinggi-tinggi.

"Coba berputar!" titah Siwon, Kyuhyun pun menurut padanya, ia memutar tubuhnya sesuai keinginan Siwon. "Sudah?" tanya Kyuhyun, ia melihat Siwon mengangguk melalui ekor matanya.

"Baiklah, kurasa kau akan benar-benar cocok dengan konsep baruku ini. Namamu pasti akan langsung melejit setelah majalah edisi terbaruku terbit! Lebih baik sekarang kita pergi ke kantor saja, tinggalkan latihan ini, dan kita lakukan pemotretan sekarang juga." seru Siwon semangat sambil menunjukkan seringaian misteriusnya. Kyuhyun hanya tersenyum-senyum kegirangan saja mengetahui ia tidak perlu lagi melanjutkan kegiatan gyming nya.

"Dasar manusia pervert tak sadar diri!" cibir Changmin yang kesal karena mereka mengacuhkannya sedari tadi.

.

.

~WonKyu~

.

.

Kini Kyuhyun berada di kantor agensi Seductropolis Entertaiment, ia terdampar di ruang pemotretan bersama Siwon juga beberapa kru pemotretan yang tak ia kenali. Kyuhyun cemberut sambil duduk di sebuah kursi yang Siwon sediakan disana.

"Yah Ahjussi mesum! Kenapa aku harus berpenampilan seperti ini segala? Hueee" rupanya Kyuhyun merajuk pada Siwon karena ia telah mendandani Kyuhyun dengan nista. Kini Kyuhyun, ani, namanya bukan Kyuhyun lagi melainkan Kyuyoung, memakai sebuah kemeja sutera big size berwarna putih yang terlihat sedikit transparan di tubuhnya, ia dipakaikan Siwon sebuah wig panjang berwarna coklat tua yang sedikit ikal pada bagian bawahnya, wajahnya dipolesi make-up yang sedikit berlebihan dengan pusat pada bibirnya yang diberi sapuan lipstick berwarna merah menyala dengan banyak lipgloss diatasnya, ia juga memakai kuku ekstensi berwarna merah pada tangannya, dan juga Kyuhyun tidak memakai celana tambahan. Tolong dicatat semuanya, tidak memakai celana tambahan! Kyuhyun hanya mengenakan kemeja yang menutupi tubuhnya hingga sebatas lutut.

"Tenanglah Kyu, ini tidak akan lama." Jawab Siwon yang berdiri disampingnya sambil terkekeh jahil. Kyuhyun meninju perut Siwon yang ada disebelahnya.

"Tapi konsep ini sangat konyol, aku tidak harus berpenampilan seperti wanita segala bukan! Ah, aku benci riasan pada wajahku ini, membuat wajahku berat saja." Kesal Kyuhyun pada Siwon sambil kini ia beralih mencubiti lengan Siwon keras-keras.

"Sajangnim, set pemotretannya sudah siap." Seorang staff wanita berjalan menghampiri mereka. Siwon tersenyum pada wanita itu, "Terimakasih, kau telah bekerja keras." Kata Siwon. Wanita itu pun undur diri dari hadapan mereka.

"Ayo Kyu, kita lakukan pemotretan sekarang. Kalau kau malu, aku akan menyuruh semua staff untuk menyingkir dari sini." Ajak Siwon sambil menarik tangan Kyuhyun untuk bangkit. Kyuhyun hanya bisa pasrah, ia mengikuti langkah Siwon sambil terus menerus menarik kemejanya kebawah berharap kemeja itu dapat berubah panjang secara ajaib.

"Perhatian semuanya, bagi para staff yang sudah menyelesaikan tugasnya dimohon untung meninggalkan ruangan. Kecuali bagi photographer dan pengarah gaya." Teriak Siwon lantang hingga ke suluruh ruangan, para staff yang mendengarnya pun mengangguk patuh dan segera mengikuti perintah Siwon.

"Baiklah Kyu, cepat masuk kedalam set, pemotretan eksklusif kita akan segera dimulai." Perintah Siwon. Kyuhyun hanya mengangguk sambil berjalan enggan ke dalam set yang telah tersedia sebuah kursi dengan klasik berwarna merah gelap didalamnya. Seorang staff pengarah gaya pun bertanya pada Siwon gaya seperti apa yang ia inginkan untuk modelnya ini.

"Aku ingin menonjolkan sisi feminin sekaligus keseksiannya dari wajahnya yang manis juga polos." Sahut Siwon yakin. Si pengarah gaya itu pun mengangguk.

"Kyuhyun-ssi, coba duduklah di kursi itu dengan posisi manis. Tataplah kamera tanpa perlu mengeluarkan ekspresi apapun, cukup menatapnya seolah kau tidak tahu apa-apa." Perintah si pengarah gaya. Kyuhyun menuruti apa instruksinya.

Jpret!

"Wooow! Sempurna!" teriak si fotografer bernama Donghae itu heboh saat melihat hasil jepretannya.

Lalu dimulailah kegiatan pemotretan itu, Kyuhyun diinstruksikan untuk melakukan berbagai macam pose, mulai dari duduk dengan kaki menyilang yang membuat paha mulusnya sedikit terekspos, duduk di lantai dengan kaki membentuk huruf W sambil menggigit kukunya seksi, sampai berbaring dengan posisi miring yang membuat bajunya terangkat beberapa inchi sambil menggigit bibir bawahnya. Yang jelas apa yang dilakukan Kyuhyun benar-benar sangat seksi! Tidak percaya? Silahkan lihat ekpresi wajah Siwon yang bengong karena begitu terpesona dengan hidungnya yang mengucurkan darah segar.

"Sajangnim? Sajangnim? Anda tidak apa-apa?" panggil si pengarah gaya ketakutan saat melihat kondisi Siwon saat itu. Dengan cepat Siwon tersadar dari lamunannya.

"Ah, aku tidak apa-apa. Pemotretannya kita sudahi saja, kurasa foto yang kita dapatkan sudah cukup. Tolong antarkan data fotonya ke ke ruanganku nanti. Kalian sudah bekerja dengan sangat baik Eunhyuk-ah, Donghae-ah, sekarang kalian boleh kembali ketempat kalian masing-masing." kata Siwon cepat sambil menghampiri si pengarah gaya yang ternyata memiliki nama Eunhyuk dan si fotografer Donghae itu. Mereka pun segera undur diri dari hadapan Siwon dengan membawa peralatan mereka.

Tinggallah kini Siwon dan Kyuhyun dalam ruangan itu. Siwon berjalan kearah Kyuhyun sambil bertepuk tangan.

"Kuakui sebagai seorang pemula kau hebat juga, Kyu." Kata Siwon sambil membantu Kyuhyun berdiri dari posisi duduknya dilantai. Kyuhyun tersenyum senang, "Kuanggap itu sebagai sebuah pujian, Ahjussi" jawab Kyuhyun sambil mencubit perut Siwon dengan jemarinya yang kini ditempeli kuku ekstensi itu.

"Auch! Itu memang pujian bodoh!" Siwon meringis sambil memegangi bekas cubitannya, sebelah tangannya yang bebas menyentil dari Kyuhyun pelan. Kini gantian Kyuhyun yang mengaduh.

"Hmm Kyu, kurasa kau cantik sekali jika berpakaian seperti itu. Mau kah jika malam minggu nanti aku mengajakmu berkencan dengan dandanan dan tampilan seperti itu?" kata Siwon usil. Kyuhyun langsung melotot tajam pada Siwon dengan wajah yang memerah, "Kau gila! Aku tidak mau!" teriaknya.

"Ow, galak sekali. Kalau tidak mau, bagaimana kalau kau kucium saja?" kini Siwon tak berhenti menggoda Kyuhyun, ia baru tahu jika ternyata menggoda salah satu 'anak didik'nya yang baru ini terasa begitu menyenangkan. Siwon merapatkan tubuhnya kearah Kyuhyun hingga benar-benar rapat.

"Bagaimana? Kau mau?" tanya Siwon lagi sambil menatap wajah kemerahan Kyuhyun dari samping. Kyuhyun semakin salah tingkah.

"Sudah aku bilang aku tidak mau, Ahjussi me—"

CHU!

HANA

DUL

SET

"GYAAAAAAA! BIBIRKUUUUU!"

TO BE CONTINUED

A/N: Annyeooong~~ akhirnya saya kembali setelah dua minggu meninggalkan ff ini, maaf ya lama (_ _) huehehe. Gimana nih? seru nggak? nggak ya? yaudah deh maaf u,u kemarin-kemarin saya lagi sibuk wara-wiri kemana-mana sambil liburan, jadi baru bisa update sekarang deh.

Buat yang kemarin nanya berapa umur Siwon disini sudah terjawab kan? Dan buat yang nanya dari mana Changmin mendapatkan alamat agensinya Siwon sebenarnya saya juga nggak tahu dia dapat darimana, coba tanya Changmin langsung deh(?) hehehe. Oh ya, terimakasih untuk Astrid407 yang sudah memberikan saya koreksi dibagian penulisan kata, itu sangat membantu sekali ^^

And also a big thanks for all of you yang sudah mendukung saya dan mereview fanfic saya selama ini~ I love 'ya all! :** See u in the next chapter! ^w^

At least, Mind to review? Thanks.

Sign,

The Bloody Phoenix