Being Manly? © The Bloody Phoenix
Disclaimer: The Characters in this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.
Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Heechul, Tan Hangeng, and other supported casts.
Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)
Genre: Romance, Comedy
Rated: PG-15
Warning: The plot of this fanfiction are originally MINE. Plagiators, Copy-caters, etc. are NOT ALLOWED here. Please click the 'x' button if this fanfiction are not suit to you.
Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from a beginner author, an absurd plot, full of gajeness, typo(s).
Summary: Cho Kyuhyun, seorang remaja manis bergelar The Little Princess, memiliki ambisi kuat untuk menjadi seorang model profesional. Suatu hari ia mendapatkan peluang untuk menjadi seorang model di sebuah majalah –yang sialnya- adalah majalah untuk pria dewasa!
Hope you guys enjoy the story,
Don't like don't read please~
. . .
.
Part Six: It Almost Over...
Hal pertama yang Siwon lihat saat terbangun adalah sebuah dinding biru yang ada dihadapannya. Matanya mengerjap perlahan, kenapa ia di sini?
Siwon bangun dari posisi tidurnya. Perasaan tadi ia sedang makan malam bersama keluarga Kyuhyun dan ia mengingat bahwa saat itu ia sedang berbincang dengan ayah Kyuhyun, Senior Tan. Lalu ia mengingat bahwa ayah Kyuhyun hampir membocorkan apa pekerjaannya. Dan, Ya Tuhan! Siwon sadar, sepertinya ia pingsan tadi.
Pasti memalukan.
.
.
~WonKyu~
.
.
Di luar kamar, Kyuhyun sedang sibuk di dapur bersama ibunya. Entah apa yang sedang mereka lakukan, tetapi yang jelas mereka terlihat ribut sekali.
"Kyu, kau sudah cek keadaan Siwon lagi?" tanya ibunya.
"Belum, umma. Terakhir aku lihat ia masih belum sadar" jawab Kyuhyun.
"Aneh. Apa sih yang membuatnya dapat pingsan tiba-tiba seperti itu?" sahut sang appa yang sedang duduk di meja makan sambil membaca majalah sport.
"Aku tidak tahu, Appa. Mungkin ia sedang kelelahan, akhir-akhir ini dia sering bekerja terlalu keras" sahut Kyuhyun sok tahu.
Hangeng mengangguk-anggukkan kepalanya. Kemudian bapak satu anak itu kembali bersuara.
"Begitu ya. Wajar saja sih, posisinya sebagai seorang presiden agensi pasti menuntutnya untuk selalu bekerja keras" kata Hangeng mengiyakan. "Eh tapi sayang sekali appa lupa dia pemilik agensi apa" tambah Hangeng.
Kyuhyun mencibir, "Appa kan sudah tua, jadi pelupa deh!" katanya yang langsung disambut tawa Heechul dan Hangeng.
Kyuhyun mencuci tangannya di wastafel pada counter dapur. Kemudia Kyuhyun mengelap tangannya dan mengambil nampan yang berisi segelas teh ginseng madu.
"Umma, Appa, aku mau mengecek keadaan Siwon dulu ya!" kata Kyuhyun sambil berjalan pergi ke luar dapur. Ia berjalan sendiri menuju kamarnya di lantai dua.
Cklek
"Eh, Ahjussi, kau sudah bangun?" tanya Kyuhyun sedikit terkejut sambil masuk dan menutup pintu kamarnya. Kemudian ia meletakan nampan yang dibawanya ke atas meja nakas.
"hmm" sahut Siwon bergumam. Kyuhyun menghampiri Siwon dan naik ke atas kasur.
"Apa kau sakit?" tanya Kyuhyun sambil meraba kening Siwon dan meneliti wajahnya.
Ups, posisi Kyuhyun terlalu dekat dengan wajah Siwon membuat wajah si pria tampan itu sedikit memerah.
"Sudah, aku tidak apa-apa" jawab Siwon sambil mencubit pipi Kyuhyun yang sedikit tembam gemas.
"Kalau baik-baik saja lalu kenapa bisa sampai pingsan?" tanya Kyuhyun sambil memandang Siwon bingung.
"Tadi aku hanya sedikit nervous. Kau tahu, aku takut sekali waktu ayahmu akan membeberkan tentang pekerjaanku yang seorang presiden dari agensi Seductropolis!" sahut Siwon berapi-api.
"Hanya itu?" tanya Kyuhyun lagi sambil memandangnya innocent. Siwon segera melotot.
"Kau masih bisa bilang 'hanya itu?' dengan wajah polosmu, hah?! Tidak kah kau tahu aku ini khawatir sekali jika sampai ayahmu tahu aku ini pemilik agensi majalah pria dewasa dan ujung-ujungnya ayahmu tahu juga kalau ternyata anak kesayangannya menjadi model dibawah naunganku. Jika itu sampai terjadi bukan hanya aku yang habis, kau juga pasti ikut mati bersamaku!" kata Siwon jengkel. Kyuhyun cemberut.
"Iya, iya. Maaf kalau begitu" kata Kyuhyun sambil memanyunkan bibirnya. "Oh iya, kalau begitu apa rencanamu selanjutnya agar kita berdua tidak ketahuan?" tanya Kyuhyun kemudian.
Siwon menopang dagunya dan berpikir sebentar, "Mungkin kita tidak usah bertemu saja dulu untuk beberapa hari kedepan. Karena pemotretan untukmu sudah selesai hari ini, maka jadwalmu sampai dengan majalah di terbitkan akan kosong, jadi kau tidak perlu bertemu denganku" usul Siwon.
"Lalu setelah itu apa?" tanya Kyuhyun lagi.
"Aku akan selalu mengabarimu tentang perkembangan karirmu, jadi selama tidak bertemu denganku kau tidak perlu khawatir" tambah Siwon.
Kyuhyun mengangguk pertanda mengerti. Namun kemudian kerucutan bibirnya malah berubah menjadi semakin runcing.
"Kenapa malah cemberut, Kyu?" tanya Siwon keheranan.
"Berapa lama kita tidak usah bertemu?" tanya Kyuhyun sambil masih cemberut.
"Entahlah, mungkin sampai situasi 'aman'. Memangnya kenapa?"
"Kalau aku rindu padamu, aku harus bagaimanaaaa?"
Deg
Siwon tersentak tiba-tiba mendengar ucapan Kyuhyun itu. Rindu? Apa tidak salah?
"Ahjussiiiii!~~"
Siwon masih saja cengo atau bahasa kerennya itu terpaku menatap Kyuhyun dengan mulut menganga lebar. Pemuda imut nan manis dihadapannya itu memanyunkan bibirnya dengan pipi yang ia kembungkan. Matanya menatap Siwon dengan tatapan yang menggambarkan kekesalan dan juga memelas membuat Siwon gemas melihatnya.
"Ah itu," tak lama kemudian Siwon selesai dengan keterkejutannya, muncul sebuah senyum pada bibirnya. "Kalau kau rindu padaku, telepon saja aku atau jika tidak cukup bayangkan saat aku sedang menciummu seperti ini"
Cup
Dengan seenak hatinya Siwon mengecup bibir Kyuhyun kilat. Kini gantian Kyuhyun yang cengo.
"Ahjussi.." gumam Kyuhyun pelan sambil meraba bibirnya yang baru saja Siwon cium. Perlahan-lahan semburat merah menjalari pipinya.
Siwon hanya tersenyum-senyum geli saja saat Kyuhyun masih betah meraba bibirnya yang baru saja ia kecup. Tangan kokoh Siwon bergerak untuk mengelus puncak kepala Kyuhyun.
"Sudah, lebih baik kau antarkan aku ke pintu depan sekarang. Aku harus segera pulang dan pergi ke rumah Changmin"
"Ne"
.
.
~WonKyu~
.
.
Setelah berpamitan pada Heechul dan Hangeng, Kyuhyun mengantar Siwon hingga pintu rumahnya.
"Baiklah Kyu, aku pergi dulu ya! Sampai jumpa di lain waktu"
"Ne. Berhati-hatilah Ahjussi, jangan paksakan dirimu untuk berjalan kalau kakimu sakit!" kata Kyuhyun sambil tersenyum. Siwon mengangguk kemudian melambaikan tangannya seraya berjalan keluar dari pekarangan rumah Kyuhyun.
Siwon berjalan-jalan santai di jalanan perumahan Kyuhyun. Jarak antara rumah Kyuhyun dan Changmin hanya terpisah dua blok saja. Tidak begitu lama setelah itu Siwon sampai di rumah Changmin.
Ting Tong Ting Tong
Siwon memencet bel pintu rumah si bocah setan itu. Setelah menunggu hampir satu menit lamanya pintu di hadapannya itu terbuka dan menampilkan sosok Changmin dengan singlet hitam dan celana pendeknya.
"Oh, Siwon Hyung? Tumben sekali kau datang kemari tanpa memberi tahuku dulu. Ayo masuk" ajak Changmin. Kemudian Siwon mengikuti langkah Changmin ke dalam rumah.
"Apa Jaejoong Ahjumma dan Yunho Ahjussi ada di rumah?" tanya Siwon sambil mendudukkan dirinya ke atas sofa besar milik keluarga Jung di tengah rumahnya. Terlihat di atas meja berserakan kaset-kaset playstation beserta stik konsolnya, sepertinya Changmin sedang bermain PS tadi.
"Umma dan Appa sedang tidak ada. Mereka sedang pergi ke pesta" jawab Changmin sambil menghidupkan kembali layar televisi di hadapannya dan mulai memasukkan kaset game ke dalam pemutar kaset playstationnya. Kemudian bocah itu mengambil salah satu stik konsolnya.
"Baguslah kalau begitu" balas Siwon sambil mengangguk.
"Oy Hyung, ada apa dengan kakimu?" tanya Changmin heran begitu ia menyadari kaki Siwon terbalut perban berwarna putih.
"Oh ini. Kakiku tertimpa barbel" jawab Siwon santai sambil ikut-ikutan mengambil stik konsol dari atas meja.
Changmin menatap Siwon aneh, "Mwo? Kok bisa?"
"Ini ulah Kyuhyun, Min. Dia yang menjatuhkan barbel di atas kakiku" jawab Siwon sambil memasang ekspresi (-_-)"
Mendengar hal itu Changmin jadi tertawa. "Hahaha, kau pasti sudah melakukan sesuatu yang tidak disukai Kyuhyun, jadi nasibmu sial seperti itu! hahaha" katanya yang langsung Siwon hadiahi sebuah jitakan keras pada kepalanya.
"Sok tahu sekali dirimu, setan!" sahut Siwon kesal. Tapi ujung-ujungnya dia ikut tertawa juga.
Kemudian layar televisi menampilkan sebuah gambar peperangan dari kaset game yang Changmin masukkan. "Jadi," Changmin kembali membuka suaranya, "Bagaimana perkembangan Kyuhyun saat ini, Hyung? Apa semuanya berjalan lancar-lancar saja?"
"Oh ya aku hampir lupa, aku datang ke sini untuk membicarakan tentang Kyuhyun. Sudah, lebih baik matikan saja dulu Psnya!" perintah Siwon. Changmin menurut dan mematikan televisinya.
"Jadi ada apa dengannya? Kyuhyun tidak pernah bercerita apapun padaku, padahal aku sering memintanya untuk bercerita"
"Untuk soal itu aku memang memintanya untuk tidak bercerita dulu padamu. Sebenarnya Kyuhyun sudah melakukan debut di agensiku" kata Siwon.
"Lalu setelah itu? Kau tidak melakukan sesuatu yang 'ekstrim' dan 'berbahaya' kan?" tanya Changmin lagi. Siwon menggaruk lehernya sambil cengengesan.
"Umm.. itu, sebenarnya Kyuhyun tidak debut sebagai dirinya sendiri. Ia debut dengan nama Kyuyoung dan ia menjadi seorang model crossdresser. Hehehe" jawab Siwon.
"APA?! KAU MEMBUAT KYUHYUN MENJADI MODEL YANG SELALU MEMAKAI PAKAIAN WANITA?!" Changmin langsung merespon dengan tidak santai. Matanya melotot lebar sekali.
"Tenang sedikit, Changmin-ah! Sebenarnya aku membuat Kyuhyun mejadi seorang model crossdress bukan tanpa alasan, kau tahu sendiri kan kalau orang tua Kyuhyun selalu tidak merestuinya untuk menjadi seorang model. Dan bla.. bla.. bla.." maka meluncurlah penjelasan-penjelasan Siwon mengenai Kyuhyun, mulai dari alasan mengapa ia menjadikan Kyuhyun seorang crossdresser, pakaian seperti apa saja yang Kyuhyun kenakan, dan bagaimana dengan konsep yang ia terapkan.
"Jadi begitu ya, baiklah aku mengerti. Aku sih ikut saja, asalkan karir Kyuhyun lancar. Tapi kau yakin kan kalau identitas asli Kyuhyun tidak akan sampai terbongkar?" tanya Changmin memastikan.
"Tenang saja, kerahasiaan identitasnya terjamin" jawab Siwon mantap.
Changmin mengangguk, kemudian anak yang baru berusia 17 tahun tersebut tersenyum-senyum aneh.
"Hyung, tadi kan kau bilang kalau foto-foto debut Kyuhyun yang kau pasang dalam websitemu itu medulang respon positif dari pembaca. Nah, sekarang apa kau menyimpan foto-fotonya? Aku mau lihat!" kata Changmin sambil tersenyum evil. Siwon terkekeh mendengar pertanyaan sepupunya tersebut. Kalau soal 'mesum', nyatanya Changmin juga tidak kalah dari Siwon!
"Sebentar, aku menyimpannya dalam handphoneku. Nah, ini." Kata Siwon sambil menyodorkan ponselnya pada Changmin. Changmin pun langsung menyambutnya dengan semangat.
Satu detik, dua detik, tiga detik. Changmin belum juga bereaksi, matanya menatap layar handphone Siwon lekat-lekat.
"Ya Tuhanku.." ucap Changmin sambil mengelus dadanya perlahan.
"Ini adalah salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang paling indah yang pernah aku lihat di sepanjang hidupku.." ucap Changmin lagi sambil menggelengkan kepalanya perlahan, hidungnya merekah(?) saking terpesonanya pada foto Kyuhyun a.k.a Kyuyoung yang dilihatnya.
Siwon tersenyum puas. At least, keputusannya untuk memberitahu Changmin tentang status pekerjaan Kyuhyun tidak salah. Setelah ini ia akan bisa pulang dengan kondisi hidup-hidup.
"Nah, Kyuhyun cantik sekali bukan?" tanya Siwon. Changmin langsung mengangguk penuh semangat.
"Ya, betul! Aku tidak menyangka kalau penampilannya bisa berubah sampai sedrastis itu. Benar-benar.. argh, sexy! Padahal saat kami beganti baju bersama di ruang ganti sekolah dan aku melihat sebagian tubuhnya ia tidak pernah terlihat se-seksi ini. Aku benar-benar takjub!" sahut Changmin.
Siwon tersenyum, "Kyuhyun akan muncul dalam majalah edisi terbaruku yang akan terbit empat hari lagi, apa kau mau majalah gratis dariku?" tawar Siwon. Mata Changmin langsung berbinar seperti saat ia sedang mendapatkan hadiah makanan satu kulkas penuh.
"Tentu saja aku mau!" terima Changmin.
"Oke, akan kupastikan kau yang akan menjadi pemilik pertama majalah Seductropolis edisi teranyar bulan ini dari seluruh pelanggan di seluruh dunia!" kata Siwon ikut bersemangat. Betapa berlebihannya dia -_-"
.
.
~WonKyu~
.
.
Seperti halnya yang telah Siwon janjikan, Changmin memang benar-benar menjadi pemilik majalah Seductropolis edisi teranyar pertama di seluruh dunia. Mengapa bisa terjadi? Jelas saja, Siwon dengan kebaikan hatinya(?) memberikan Changmin majalahnya yang baru saja selesai dicetak dua hari sebelum majalahnya dijual ke pasaran. Betapa girangnya Changmin mendapatkan majalah tersebut, saat pertama kali ia menyobek plastik majalahnya, ia langsung meluncur menuju halaman dimana foto-foto Kyuhyun alias Kyuyoung dipampangkan.
Pagi-pagi sekali Changmin berangkat ke sekolah. Ia duduk di bangkunya dengan tidak sabar menunggu Kyuhyun yang belum datang. Satu persatu teman sekelasnya mengisi bangkunya masing-masing, dan ketika bangku yang kosong di kelas itu tinggal tersisa empat kursi, Kyuhyun datang menampakkan batang hidungnya.
"Yo, Buddy!" Changmin menghampiri meja Kyuhyun.
"Oh, hai Changmin-ah!" balas Kyuhyun seraya tersenyum manis. Kyuhyun membereskan buku-bukunya ke dalam loker meja belajarnya.
"Kyu, mulai sekarang aku akan jadi fansmu!" kata Changmin tiba-tiba.
"Eoh? Apa maksudmu? Kau salah makan ya tadi, bicaramu aneh" sahut Kyuhyun acuh.
"Ish aku serius. Aku baru saja melihat foto-fotomu di Seductropolis Magazine! Kau keren sekali"
Seketika mata Kyuhyun melebar mendengar nama 'Seductropolis Magazine'. Dengan cepat Kyuhyun langsung membekap mulut Changmin sambil menatap ke sekelilingnya waspada, untunglah sepertinya tidak ada yang menyadari perkataan Changmin barusan.
"Sssttt, jangan bicara keras-keras!" omel Kyuhyun, Changmin meronta-ronta memintanya melepaskan bekapannya. "Baiklah, baiklah" kata Kyuhyun sambil melepaskannya. Kemudian Kyuhyun menarik teman tiang listriknya itu menuju mejanya sendiri yang ada di pojok ruangan.
"Tadi kau bilang kau sudah melihat fotoku di majalah? Bukannya majalahnya baru terbit dua hari lagi ya?" tanya Kyuhyun sedikit berbisik.
"Siwon Hyung baru memberikannya padaku tadi malam, dia bilang itu majalah spesial untukku" jawab Changmin. Kyuhyun mengangguk tanda mengerti.
"Tapi kau tidak membawa majalahnya ke sekolah kan?" tanya Kyuhyun curiga.
"Tentu saja tidak! Aku menyimpannya di rumah. Aku tidak mau ketahuan membawa benda semacam itu ke sekolah, bisa bisa nanti aku dikeluarkan dari sekolah lagi" jawab Changmin.
"Baguslah kalau begitu" Kyuhyun menghela nafasnya lega.
"Oh iya Kyu, Siwon menitipkan salam untukmu, dia bilang dia rindu padamu. Aku bingung, apa sebenarnya kalian itu berpacaran di belakangku atau bagaimana?" kata Changmin. Wajah Kyuhyun memerah mengetahui bahwa Siwon rindu padanya.
"Ah tidak~ aku tidak berpacaran dengan ahjussi itu kok!" elak Kyuhyun dengan wajah yang tersipu malu membuat Changmin menatapnya dengan ekpresi 'tingkah-malu-malu-mu-itu-sungguh-menjijikan (-,-)'
Teeet Teeeet Teeet
Bel masuk pun berbunyi. Saatnya kelas dimulai.
.
.
~WonKyu~
.
.
Siang ini sepulang sekolah Changmin dan Kyuhyun pergi bersama menuju game center. Mereka berdua berencana untuk bermain disana hingga puas untuk merayakan debut resmi Kyuhyun di Seductropolis Entertaiment.
Lain dengan Kyuhyun yang sedang bersenang-senang di luar rumah, Ibunya; Heechul, sedang duduk-duduk di beranda rumahnya kebosanan.
"Haduh, kenapa aku sering sekali merasa kesepian ya kalau Kyuhyun bilang akan pulang sore? Biasanya saat ia masih kecil pada waktu siang hari begini aku sering mengajaknya bermain. Oh, anakku sudah besar" kata Heechul yang sedang termenung galau(?) sambil menopang dagunya. Seluruh pekerjaan rumah sudah selesai, ia tidak ada jadwal untuk bekerja, jadilah ia tinggal menunggu kepulangan anak dan suaminya tercinta.
Tiba-tiba dering ponsel Heechul yang ia simpan di sakunya menginterupsi lamunannya. Segera saja Heechul mengambil handphonenya, ada panggilan masuk dari Jaejoong, sahabatnya sekaligus ibu dari Changmin teman anaknya.
"Halo Jeng.." sapa Heechul begitu mengangkat teleponnya.
"Wah, tumben sekali kau mengajakku untuk bertemu siang-siang begini? Oh ya? Ah baiklah, aku akan kerumahmu sekarang" kata Heechul sambil memutuskan telepon singkatnya sambil tersenyum-senyum kegirangan.
Setelah itu Heechul masuk ke dalam rumah untuk berganti baju. Setelah selesai menata penampilan juga rambutnya yang sedikit panjang, Heechul pun pergi ke rumah sahabatnya itu dengan berjalan kaki. Tak lupa ia memakai payung bermotif bunga(?) untuk melindungi kulitnya dari sinar matahari yang begitu terik.
Tok tok tok
Heechul mengetuk pintu rumah berwarna putih di hadapannya. Tak lama kemudian pintu tersebut terbuka dan menampilkan sosok Jaejoong –dengan gaya ibu-ibu(?) gaulnya- yang langsung menyambutnya gembira.
"Oh, Chullie. Akhirnya kau datang juga, mari masuk" ajak Jaejoong sambil menarik tangan Heechul ke dalam rumah.
"Nah, silahkan duduk dulu. Aku akan membawakanmu minuman dulu" kata Jaejoong sambil menghilang menuju dapur. Tidak sampai sepuluh menit kemudian pria berwajah cantik yang merupakan ibu dari Changmin itu kembali dengan membawa dua buah gelas jus limun.
"Wah, terimakasih. Kelihatannya segar sekali" kata Heechul seraya mengambil gelas dari tangan Jaejoong dan langsung meneguknya hingga seperempat gelas.
"Oh ya Chullie, thanks sudah mau datang kemari. Aku sedang bosan sendirian di rumah. Yunho baru saja pergi keluar kota tadi pagi dan Changmin belum pulang" kata Jaejoong sambil mendudukkan dirinya di samping Heechul.
"Begitukah? Aku juga sedang bosan di rumah, untung lah kau menelepon. Iya, Kyuhyun juga belum pulang" balas Heechul. Jaejoong mengangguk kesal.
"Duh, kalau anakmu sudah pergi main bersama Changmin pasti mereka akan pulang pada malam hari" keluh Jaejoong sambil cemberut.
"Ya begitulah. Memang dua anak itu sudah seperti anak kembar saja, kemana-mana selalu pergi berdua dan jika bermain pasti akan lupa waktu" kata Heechul sambil tertawa.
"Eh, Chullie, apakah kau menyadari kalau anak kita sudah besar sekarang? Rasanya seperti baru kemarin saat kau dan aku sedang hamil besar, dan kita sering pergi ke tempat senam hamil bersama" kata Jaejoong sambil menerawang, bernostalgila.
"Iya juga ya. Sekarang anak kita sudah berusia 17 tahun, sudah lama sekali.." kata Heechul sambil ikut-ikutan menerawang.
"Bukan hanya itu saja, sekarang Changmin sudah mulai beranjak dewasa. Ia mulai memperlihatkan sifat mesum warisan dari appanya. Tadi pagi saat aku membereskan kamarnya aku menemukan sebuah majalah dewasa dari balik selimutnya" kata Jaejoong heboh.
"Wah, jinjjayo? Majalah dewasa seperti apa? Aku mau lihat!" kata Heechul antusias.
"Tunggu sebentar" kata Jaejoong sambil beranjak ke kamarnya, saat ia keluar dan kembali duduk Jaejoong menyodorkan sebuah majalah bercover biru pada Heechul.
"Nah, ini"
"Wah, Majalah Seductropolis ya.." kata Heechul membaca nama majalahnya. Kemudian jari-jari tangannya yang lentik membuka setiap halaman majalahnya dengan hati-hati.
"Ckckck, tak kusangka Changmin bisa sampai semesum ini di usianya yang masih muda," kata Heechul sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat gambar-gambar apa saja yang dimuat di majalah itu. "Untunglah Kyuhyun tidak menunjukkan tanda-tanda kemesuman seperti Changmin"
"Tentu saja! Kyuhyun kan tidak seperti dirimu yang berstatus sebagai 'uke' tapi mesumnya luar biasa" ejek Jaejoong. Dengan kesal Heechul menjitak kepala sahabatnya yang memiliki wajah seperti boneka tersebut.
Dengan cekatan Heechul kembali membolak-balikkan halaman majalah itu, sampai pada akhirnya Heechul berhenti pada sebuah halaman yang benar-benar menarik perhatiannya.
"Eh, bukankah ini Siwon?" tanya Heechul keheranan saat melihat sosok Siwon dalam majalah itu. Siwon berfoto untuk sebuah majalah dewasa?
"Eoh, kau kenal dengan Siwon?" tanya Jaejoong bingung. Heechul mengangguk.
"Siwon ini keponakanku dari keluarga Yunho, aku kira kau tidak kenal dengannya" jelas Jaejoong.
"Kemarin Siwon ini baru saja main ke rumahku, kudengar ia adalah temannya Kyuhyun" kata Heechul.
"Teman Kyuhyun?" kening Jaejoong mengerut. "Ah, pasti Changmin yang mengenalkannya! Dasar anak itu, Siwon ini adalah pemilik agensi yang memproduksi majalah ini" terang Jaejoong. Heechul menganggukkan kepalanya.
'Jadi anakku berteman dengan seorang pemilik majalah dewasa?' batin Heechul.
"Eh omong-omong Chullie-ah, apa kau tidak merasa sedikit familiar dengan wanita yang berfoto bersama Siwon itu?" tanya Jaejoong begitu melihat Heechul tidak berkomentar apa-apa dengan sosok model wanita dalam majalah tersebut.
"Ah tidak, memangnya kenapa?" tanya Heechul.
"Entahlah, aku merasa dia sedikit mirip dengan Kyuhyun. Tapi tidak tahu juga sih" kata Jaejoong sambil mengangkat bahunya.
"Masa sih?" Heechul meneliti foto tersebut, kemudian ia mengerutkan alisnya. "Benar juga. Mata, hidung, dan bibirnya benar-benar seperti milik Kyuhyun. Tapi yang ada dalam foto ini adalah wanita, lihat saja rambutnya yang panjang dan dadanya yang berisi" kata Heechul mengakui bahwa wanita itu sedikit mirip dengan Kyuhyun, anaknya.
"Kau tidak curiga?"
"..."
TO BE CONTINUED
A/N: Annyeong Yeorobuuuun~ Akhirnya saya kembali :3 wehehehe. Adududuh maaf ceritanya agak gaje dan agak gantung gimana gitu -_- habisnya chapter ini bener-bener saya kebut dalam waktu dua jam. Serius, saya lagi nggak punya banyak waktu buat nulis dari minggu kemarin karena tugas sekolah saya numpuk banget x_x jadilah baru bisa update sekarang.
Oh iya, mungkin chapter depan ff ini akan tamat ^^ Kalian tinggal tunggu buat chapter depan. Tapi kayaknya saya nggak bisa update lagi dalam waktu dekat ini karena saya lagi sibuk banget, maaf yaaaa :)
Ya udah deh, saya nggak akan ngomong panjang-panjang. Trims buat kalian yang udah nyempetin buat baca, semoga tidak mengecewakan ya :) maaf kalau ada typo :3 Jangan lupa review ya!
Salam Hangat beserta Kecup Manja(?),
The Bloody Phoenix
